Blue Ribbon [Chapter 2]

amazing-vintage-walrelpaper-nature-hd-free-1024x664 blue ribbon

Tittle: Blue Ribbon

Author: yongjae (@a_jae)

Genre : Sad,romance

Leght :Chaptered

Rating : PG 15/ general (?)

Main cast: Park Chanyeol(EXO-K), Kim Jonghwa (OC)

Other cast: All member EXO-K, and other cast..

……………………………………………………….

Ku lihat namja yang ditunjuk oppa Jihyun itu berjalan mundur sambil melempar bola ke ring, lalu ia menuju arahku dan Jihyun. Saat ia membalikan badannya, aku sangat terkejut….

“KAU!!!!!”

Kubulatkan mataku sedemikian rupa. Aku sangat terkejut melihat namja yang sekarang sudah ada dihadapanku. Ternyata dia adalah namja yang menabrakku beberapa waktu lalu.

“YA!! Kau namja aneh!! Kenapa kau ada disini ha?” bentakku padanya

“justru aku yang harus bertanya padamu yeoja gila!! Kenapa au ada disini??” jawab namja itu padaku

“kau mengikutiku ya? Ha? Kau mengikutiku?”

“mwo? mengikutimu? Buat apa aku mengikuti yeoja gila dan aneh seperi kau!!”

Kami saling beradu mulut disana. Jihyun dan oppanya hanya melongo melihat kami berdua.

“YA!!YA!! YA!! Ada apa ini sebenarnya ha??” Tanya Baekhyun oppa disela-sela pertengkaran kami

“ne, ada apa sih sebenarnya? Apa sebelumnya kalian berdua pernah bertemu?” Tanya Jihyun kepada kami berdua

Aku hanya diam. Aku mempotkan mulutku. Kulihat namja itu juga diam.

“YA!! Kim Jonghwa!! Park Chanyeol!! Jelaskan!!” bentak Jihyun

Apa? Park Chanyeol? Namja itu adalah Park Chanyeol?? Tak mungkin. Jadi selama ini, namja yang menabrakku itu adalah teman sekelasku sendiri? Tapi kenapa dia ada dipenginapan Baekhyun oppa?

……

hari ini mungkin adalah hari  sialku. Kubertemu dengan namja yang telah membuatku dipermalukan banyak orang, dan itu ternyata teman sekelasku?? Oh tuhan, kenapa semua ini harus terjadi. Setelah kejadian itu, Jihyun langsung mengajkku pulang. Dimobilnya, kuceritakan semua kejadian yang sebenarnya.

“dia adalah namja yang sangat,sangat,dan sangat menyebalkan, kau tau itu ha?” omelku didalam mobil Jihyun

“Jonghwa-ya! Sabarlah! Kau tak boleh begitu. Chanyeol adalah namja yang sangat popular disekolah, bahkan banyak sekali yeoja yang menginginkannya Jonghwa.” jawab jihyun

“mau dia popular,disukai banyak yeoja atau apa? Aku tak peduli!! Aku sudah sangat sebal dengan namja bernama Pak Chanyeol itu!!” teriakku

“ya!ya! jangan berteriak!! Kalau kau terus begini, justru kau akan suka dengannya” sahut Jihyun lagi

“mwo?? suka dengan namja seperti itu? tak akan!! Tak sudi aku mendekat dengan namja itu!!” marahku

Kulihat Jihyun hanya tertawa kecil. Aku hanya bisa mempoutkan mulutku. Aku langsung mengalihkan pandanganku ke luar jendela

Jonghwa POV end

…………………….

Chanyeol POV

Sampailah aku disebuah penginapan yang cukup besar. Ini adalah penginapan teman lamaku. Tak berpikir lama, aku masuk ke gerbang yang sekarang sudah ada didepanku. Kulihat seorang namja yang keluar dari penginapan itu. ia memakai sweater abu-abu. Aku tak yakin itu Baekhyun. Pasalnya, saat terakhir aku bertemu dengannya, penampilannya tak semodis itu. kuhampiri namja itu. tiba-tiba namja itu melihat kearahku. Melihatku dari ujung kaki hingga ujung rambutku.

“eoh??…. Chanyeol-ya!!! Neon chanyeol-iyeyo??? Jinjja ??” kata namja itu

“mm. lagipula kenapa kau menatapku seperti itu?” kutatap matanya dengan tajam

“CHANYEOL!!!!!! HAHA!!” teriaknya

“BAEKHYUN-YA!!!!!” balasku

Kami saling berpelukan. Hampir 5 tahun kami tak bertemu. Aku mencari informasi tentang baekhyun dimana-mana. Dan sekarang usahaku berhasil. Aku bisa bertemu dengan sahabat lamaku. Walau sebenarnya aku harus memanggilnya Hyung, karna dia lebih tua setahun dariku.

“bagaimana kabarmu chanyeol??”

“baik. Sangat baik. Bagaimana denganmu baekhyun??”

“hah. Biasa saja chanyeol, kau sekarang, tampak lebih tinggi. Dan, ..”

“dan apa??? Lihat dirimu sekarang baekkie, kau sangat modis, tampan.. pasti banyak yeoja yang menyukaimu kan??”

“ahh.. tidak”

Kami bersenda tawa melepaskan kerinduan kami. Diselang perbincangan kami. Kulihat sebuah bola basket didekat semak-semak.

“baekkie-a!! kenapa kita tak bermain saja??”

“mwo?bermain?bermain apa hah?”

“itu..” kutunjuk bola basket itu.. kulihat baekhyun sedikit ragu.

“apa kau mau kulemparkan lagi salju ini kemuka tampanmu itu ha??” kataku lagi

“oke.. siapa takut” jawab Baekhyun

Kami segera berlari ke lapangan basket yang ada dihalaman penginapan Baekhyun itu.kami berdua saling rebut-merebut bola basket itu. haha. Sedari tadi sudah puluhan kali aku memasukkan bola, sedangkan baekhyun,belum ada satupun bola yang dimasukkannya. Maklum dari dulu, dia tak pernah bisa bermain basket, bisa sih, tapi aku yakin ia tak bisa mengalahkanku. Selang beberapa waktu. Aku dan Baekhyun mendengar seutas suara pintu mobil yang ditutup didepan gerbang peninapan Baekhyun. Aku tak mempedulikannya.

“Chanyeol-a! siapa itu?”

Aku hanya tediam sambil mengangkat bahuku. Aku tetap bermain bola basket itu.

“annyeong Oppa!!” sapa seseorang kepada Baekhyun dibelakangku. Sepertinya itu suara Jihyun,teman sekelasku

“oh?annyeong naui dongsaeng-i..”.

“aku mau mengambil proposal appa. kau bawa kan oppa?”

“ya, nanti aku berikan padamu Jihyun”

“gomawo oppa.” Jawab Jihyun

“oia, Jihyun dan..”

“oh,, naneun Kim Jonghwa imnida..” kudengar suara orang lain berkata

“oh? Nan Baekhyun imnida,bangapta Jonghwa”

“okay,Jihyun.. Jonghwa kenalkan itu sahabatku. Ya! Channie!kemarilah!”

Kudengar baekhyun memanggilku sambil berbisik. Masih asik aku bermain bola, bahkan aku bermaksud untuk memasukkan bola itu ke ring. Sambil melempar bola, ku berjalan mundur dan setelah kumasukan bola itu..

“yak! Strike!! “ kataku

Aku langsung membalikan diriku ke arah Baekhyun, saat aku sudah berbalik ku lihat seseorang yang sangat mengejutkanku..

“KAU!!!!!”

Aku sangat terkejut melihat seorang yeoja yang sekarang sudah ada didepanku. Dia adalah yeoja yang menabrakku beberapa waktu yang lalu.

“YA!! Kau namja aneh!! Kenapa kau ada disini ha?” bentaknya padaku

“justru aku yang harus bertanya padamu yeoja gila!! Kenapa kau ada disini??” sontakku menjawab

“kau mengikutiku ya? Ha? Kau mengikutiku?” kata yeoja itu lagi

“mwo? mengikutimu? Buat apa aku mengikuti yeoja gila dan aneh seperi kau!!”

Sebenarnya aku mala s beradu mulut dengan yeoja itu. tapi sedari tadi dia membuatku kesal. Kulihat Baekhyun dan dongsaengnya itu hanya diam melihat aku dan yeoja itu.

“YA!!YA!! YA!! Ada apa ini sebenarnya ha??” Tanya Baekhyundisela-sela pertengkaran kami

“ne, ada apa sih sebenarnya? Apa sebelumnya kalian berdua pernah bertemu?” Tanya Jihyun

Aku tak peduli dengan yeoja itu. kulihat yeoja itu mempoutkan mulutnya. Jelek sekali. Aku hanya bisa diam kali ini.

“YA!! Kim Jonghwa!! Park Chanyeol!! Jelaskan!!” bentak Jihyun

Kim Jonghwa? ternyata nama yeoja itu Kim Jonghwa? ah, apa peduliku. Mau namanya Kim Jonghwa,atau Kim Jongjong terserah saja. Lagipula aku tak kenal dia, bahkan dia sudah menabrakku. Dan malah menyalahkanku. Sebenarnya aku ingin meminta maaf dengan yeoja itu, tapi kulihat kelakuannya yang seperti singa, aku mengurungkan niatku..

Setelah kami beradu mulut. Kulihat yeoja itu dan dongsaeng Baekhyun langsung keluar dari penginaan Baekhyun. Aku hanya diam. Kulirik Baekhyun dengan ekspresi herannya padaku.

“Ya!! Chanyeol-a! sebenarnya kenapa kau dan yeoja itu saling membenci ha? “ Tanya baekhyun padaku

“aku malas membahasnya baekhyun, aku malas.”

Aku langsung mengambil bola basket yang tadi aku tinggalkan, dan langsung melemparkan boal itu ke ring. Aku sangat kecewa hari ini. Niatku ingin bersenang senang dengan sahabatku, sekarang malah bertemu dengan orang yang sangat tak kusukai.

Chanyeol POV end

……..

AUTHOR POV

Inilah awal dari kisah Chanyeol dan Jonghwa. memang, mereka sebelumnya adalah teman sekelas. Sejak Chanyeol tau bahwa Jonghwa adalah teman sekelasnya, setiap hari mereka bertemu. Bahkan mereka sering sekali beradu mulut. Mulai dari bertengkar, kesalahpahaman, bahkan hanya gara-gara masalah kecil saja mereka layaknya kucing dan anjing. Tapi takdir berkata lain. Tiba-tiba rasa suka itu tumbuh dihati mereka masing-masing. Mereka berdua sadar bahwa mereka akan saling menyukai. Tak tau kapan mereka akan selalu bersama ,ataukah takdir juga yang akan memisahkan mereka berdua.

…….

Dimanapun Chanyeol ada,Jonghwa selalu ada. Walau Jonghwa tak bisa menemani Chanyeol saat harus mengikuti turnamen berenang internasional di Jepang itu. tapi Jonghwa tetap mendoakan Chanyeol. Tapi dibalik semua ini, Jonghwa harus merasakan sakit yang tak ada habisnya yang menggerogoti tubuhnya. Ia tak mau semua orang tau tentang penderitaannya, termasuk Chanyeol. Hingga akhirnya, ternyata memang takdir yang harus memisahkan mereka saat kelulusan akan tiba…..

#Flashback end#

Chanyeol POV

Tak terasa sudah dua tahun aku kehilangannya. Aku masih mengingat kejadian saat kami mulai bisa menjadi sepasang sahabat,bahkan lebih dari sekedar sahabat. Itu semua berawal dari seringnya kami bertemu. Walau sebelumnya kami sangatlah saling membenci. Kini aku hanya bisa menatap matahari terbenam di pinggir sungai Han sendirian. Hanya ditemani dengan hembusan angin yang terdengar ditelingaku. Ku pegang pita biru itu. Pita yang membuatku sangat kagum dengan Jonghwa. Hawa dingin yang merasuk tubuhku, seolah aku merasakan kehadiran Jonghwa disisiku.

“KENAPA INI SEMUA HARUS TERJADI????!!!!!!”

Ku berteriak sekuat-kuatnya seraya melemparkan sebuah kerikil ke sungai Han. Air mata yang menetes dipipiku tak henti-hentinya mengalir. Hawa ini, dingin. Ku semakin teringat akan yeoja yang sudah memiliki hatiku. Tapi kenapa Dia mengambilnya dariku?? Kenapa Jonghwa harus menyembunyikan rahasia itu dariku.

“WAAAAAAEEEEE?????!!!!”

Sekali lagi aku berteriak sekuat tenagaku. Tak peduli orang-orang menganggapku apa.

Chanyeol POV end

#Flasback on#

JongHwa POV

Ting~

Tiba-tiba hanphoneku berbunyi, kuambil hanphoneku diatas mejaku.

“Sebenarnya siapa pagi-pagi seperti ini mengirim sms padaku. tidak biasanya”

Ku lihat nama Chanyeol oppa muncul. Ku buka pesan yang muncul di hanphone..

From: Chanyeol Oppa

Subject: annyeong, Jonghwa-nie. Aku ingin kau datang ke sungai Han sore ini. Aku tunggu kau. Jika kau tak datang, aku akan sangat kecewa padamu. *nappeun

Namja ini aneh sekali, dimusim dingin seperti ini, dia mengajakku ke sungai Han? Apa yang akan dia lakukan disana. Aisshh!! Tapi mau bagaimana lagi, jika aku tidak menuruti permintaanya, mungkin kepalaku akan dijitak olehnya. Ku balas massage dari Chanyeol oppa

From: Jonghwa

To: Chanyeol Oppa

Subject : ne, allgeseumnida. Annyeong ^^

Aku segera menyentuh tombol sent itu. Sebenarnya aku ingin bertanya kepadanya, kenapa dia mengajakku kesana. Tapi percuma saja jika aku bertanya, pasti Chanyeol oppa tak akan membalas.

 Jonghwa POV end

AUTHOR POV

Jam menunjukkan pukul 08.30 pagi. Seperti biasa Jonghwa harus pergi ke supermarket jika libur. Walau sakit yang dirasakannya sekarang tak kunjung berkurang, dia tetap melaksanakan tugasnya sebagai anak. Dia berusaha menyembunyikan penyakitnya, tak peduli sakit yang dirasakannya. Dia tak mau semua orang tau bahwa ia sedang terkena penyakit yang mungkin sudah akut.

Dirapatkannya jaket tebal berwarna abu-abu itu. Segera Jonghwa berpamitan kepada eommanya untuk pergi.

“Eommeoni, aku pamit pergi ke supermarket untuk membeli buah” pamit Jonghwa kepada eomanya

“ne, Jonghwa-ya. Hati-hati dijalan” sahut eommanya

Segera Jonghwa keluar rumah. Jonghwa berjalan menyusuri trotoar yang masih sepi. Walaupun tak terlalu pagi. Hanya sebagian orang saja yang keluar rumah pada hari ini. Maklum, hari ini adalah hari minggu. Jadi jarang sekali orang berlalu lalang di sekitar komplek rumah Jonghwa. Jonghwa berteduh di sebuah halte kecil dipojok jalan. Sebuah taxi menghampirinya. Segera Jonghwa masuk dan memberitahu supir taxi itu kemana dia akan pergi.

Beberapa menit. Jonghwa sampai ke tempat tujuanya. Diberikannya uang kepada supir taxi itu.

“Ini uangnya ahjussi. Gamsahamnida” kata Jonghwa kepada supir taxi itu

“eoh?ne, cheomane-yo” jawab supir taxi itu.

Taxi itu melaju menjauhi Jonghwa. Jonghwa segera masuk kedalam supermarket itu.

AUTHOR POV end

Chanyeol POV

Ku ketik beberapa huruf diponselku. Ku cari nama seorang yeoja di kontakku. Aku ingin mengajak Jonghwa ke sungai Han sore ini. Aku ingin memberikan sesuatu padanya.

From: Chanyeol

To : Jonghwa-nie

Subject:  annyeong, Jonghwa-nie. Aku ingin kau datang ke sungai Han sore ini. Aku tungu kau. Jika kau tak datang, aku akan sangat kecewa padamu. *nappeun

Ku sentuh tombol sent itu. Semenit kemudian. Ponselku berdering lagi. Kulihat Jonghwa membalas pesanku.

From: Jonghwa-nie

Subject : ne, allgeseumnida. Annyeong ^^

Tak biasanya Jonghwa seperti ini. Biasanya dia mengintrogasiku dulu sebelum dia mengerti apa maksudku. Tapi kali ini, Jonghwa langsung membalas pesanku dengan sesingkat itu. Itu berarti, Jonghwa akan datang nanti.

Ku buka laci mejaku. Ku ambil sebuah kotak kecil berwarna biru bermotif yang ada dilaci itu. Aku tersenyum melihat benda itu.

“aku akan memberikan ini pada Jonghwa, pasti dia akan suka”

Ku masukan kembali kotak itu kedalam laci mejaku. Kebetulan hari ini hari minggu. Apa yang harus aku lakukan? Aku hanya bisa bermalas-malasan dirumah. Sejak turnamen renang itu usai, dan aku mendapatkan medali emas itu,aku menghadapi serbuan wartawan dan ribuan kamera dihadapanku. Yah,memang, aku sudah membuktikan bahwa aku telah memenangkan kejuaraan dunia itu. Aku sangat bangga pada diriku sendiri. Walaupun hari itu sudah terlewatkan seminggu yang lalu.

Aku keluar menuju pintu kamarku, bergegas keluar ke taman belakang rumah. Tetap saja benda putih yang kulihat disekelilingku. Di luar pagar, banyak anak-anak kecil bermain. Ku ingat masa-masa kecilku bermain bersama Baekhyun,sahabatku. Kami saling melemparkan salju. Ku ingat saat Baekhyun menangis setelah mukanya aku lempar dengan salju itu. Bayangkan muka seorang namja kecil yang sangat polos itu menangis dihadapanku saat itu. Aku langsung berlari kedalam rumah dan meninggalkan Baekhyun. Aku tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian itu. Tak terasa setelah dia lulus SMA,dia harus pindah ke …..

Chanyeol POV end

Jonghwa POV

Ku langkahkan kakiku menuju supermarket itu. Kuhirup aroma udara segar didalamnya. Aku segera mengambil tas belanja di dekat pintu masuk. Aku segera membeli buah-buahan yang telah dipesan eomma padaku. aku juga membeli beberapa roti, selai dan juga susu untuk memenuhi kulkas. Tiba-tiba aku mendengar percakapan 2 orang yeoja disampingku.

“Ya! Kau tau tidak, baru-baru ini suamiku muntah darah. Dia merasa dadanya sangat sesak, aku takut sekali”

“mwo?ada apa dengan suamimu?”

“setelah aku periksakan kedokter, kata dokter dia mengalami kanker di daerah paru-paru kanannya,aku tak mau kehilangan suamiku”
“sabar saja,suamimu pasti akan sembuh. Tinggal sudah berapa tingkat suamimu itu sakit”

“yah,aku berdoa agar suamiku segera sembuh”

Mendengar percakapan dua yeoja itu, aku merasa terkejut. Aku merasa semua yang diceritakan yeoja itu tentang suaminya, sama seperti yang aku alami saat ini. Apa mungkin aku juga terkena kanker itu? Ah tak mungkin. Aku pasti hanya sakit biasa.

Aku melanjutkan kegiatanku membeli kebutuhan rumahku. Aku bergegas menuju kasir, dan membayar semua belanjaanku. Aku keluar dari super market itu. Aku mencari taxi lagi. Beberapa menit berselang, sebuah taxi menghampiriku. Aku segera masuk kedalam taxi itu. Di dalam taxi, aku tetap berpikir tentang perkataan 2 yeoja tadi.

“nona? Kemana tujuan anda? Nona?”

…….

“nona?”

“eoh? Ne ahjussi?”

“kemana kau akan pergi?”

“eoh? K.. ke kompleks JungPyeong” jawabku

Tak terasa sedari tadi aku melamun. Hingga saat supir taxi itu bertanya padaku,aku tak mendengarnya. Huh.. sudah Jonghwa, tak usah memikirkan itu kataku dalam hati.

Selang beberapa waktu, sampailah taxi yang aku tumpangi itu didepan rumahku. Seperti biasa kuambil 2 lembar benda berharga itu ke supir taxi,dan segera aku masuk kedalam rumah.

“Annyeong eomma” sapaku pada eomma yang ada di ruang tamu sambil melihat tv.

“eoh?nado annyeong Jonghwa,bagaimana belanjaanmu?”

“beres eomma, tenang saja”

Kuletakkan semua belanjaan yang sudah aku beli di supermarket tadi di atas meja dapur. Tiba-tiba terasa dadaku sangat sakit,

“aiisshhh… aww..” rintihku

Tiba-tiba kurasa mulutku ingin mengeluarkan sesuatu, ku segera menuju wastafel didepanku. Cairan itu keluar lagi dari mulutku. Ku keluarkan semuanya. Aku segera membersihakan mulutku dari darah itu. Agar eomma tak tau.

“Jonghwa-ya? Ada apa denganmu?” Tanya eomma dari ruang tamu

“eoh? Gwenchana-yo eomma, aku tak apa. Aku hanya mencuci tanganku saja.” Jawabku membohongi eomma

“kau yakin kau tak apa-apa Jonghwa?” Tanya eomma lagi

“ne eomma, aku tak apa-apa” jawabku mengelak

Aku segera mengelap tanganku yang basah. Ku berlari menaiki setiap anak tangga menuju kamarku. Aku menangis.

“kenapa aku? Ada apa dengan tubuhku sebenarnya???kenapa setiap hari, darah itu selalu memaksa untuk keluar?? Oh tuhan, ada apa denganku??”

Aku menangis dan menangis. Ku merasakan dadaku yang sangat sakit. Tak hentinya airmata itu mengalir ke pipiku. Aku tak mau hal ini terjadi padaku. aku tak mau sakit. Aku tak mau merepotkan semua orang hanya gara-gara penyakit ini. Apa yang harus kuperbuat selain menyembunyikan ini semua??

Sepanjang hari aku menangis didalam kamar. Ku tutup pintu kamarku sedari tadi. Aku tak mau oppa dan eomma tau. Kenapa Kau memberikan semua ini padaku Tuhan? wae???

Jam menunjukkan pukul 17.15. Tak terasa alarm di ponselku berbunyi. Ku lihat pesan alarm itu.

Saatnya pergi ke Sungai Han untuk menemui Chanyeol Oppa

“eoh tidak. Aku hampir lupa,,”

Aku segera mengusap mataku menggunakan tissue didekatku. Aku bingung. Aissh,, aku bergegas menuju meja dipojok kamarku. Seperti biasa ku hadapkan diriku didepan kaca. Aku segera mengambil sisir, merapikan rambutku, dan aku hanya memakai bando berwarna orange muda itu. Aku mengambil jaket bulu berwarna coklat yang kugantungkan dibalik pintu kamarku. Aku bergegas menuruni setiap anak tangga dan seperti biasa aku berpamitan kepada eomma walau aku terburu-buru.

Aku berlari keluar rumah, segera mencari taxi. Kurasa sudah berapa kali kumenaiki taxi hari ini. Mau bagaimana lagi, satu-satunya kendaraan yang aku punya dirumah adalah sepeda motor yang dipakai Jongin oppa ke kampus.

Ku segera menaiki taxi yang menghampiriku. Dihantarkannya aku ke Sungai Han seperti kata Chanyeol oppa.

Jonghwa POV end

Chanyeol POV

Berjam-jam aku diam dirumah, kulihat rumahku sepi. Walau hari minggu, appa tetap ada dikantor,omma selalu sibuk didapur, dan Yura,dia pasti sedang hang out bersama teman-temannya. Masa aku kalah dengan adikku sendiri. Ah tidak. Sebentar lagi aku akan menemui Jonghwa,aku ingin menyenangkannya hari ini.

Jam didinding dikamarku menunjukkan pukul 16.45. aku bergegas menganti baju yang menurutku cocok untuk dipakai hari ini. Kuambil jaket kulit biruku di dalam lemari. Kupakai jaket itu. Tak lupa aku mengambil kotak kecil yang akan aku berikan kepada yeojaku, Jonghwa. Kuletakkan kotak itu kesakuku. Ku bergegas keluar, tanpa berpamitan dengan eomma. Ku segera mengambil motorku di garasi. Tak lama kutancapkan kunci motorku dan kuhidupkan. Aku melaju dengan cepat menuju sungai Han. Walau hari ini sangat dingin, tapi aku tetap semangat demi melihat senyum Jonghwa.

Sampailah aku dipinggir sungai Han. Aku segera memarkirkan motorku di dekat pohon cemara di pinggir sungai Han. Aku menghampiri sebuah kursi berwarna putih pas menghadap barat. Ku lihat tak ada seorangpun disana. Aku duduk sendirian di kursi itu sambil menunggu Jonghwa datang. Ku keluarkan kotak kecil yang akan kuberikan ke yeojaku. Ku pandangi kotak itu sembari menunggu Jonghwa datang. Aku tak sabar bagaimana ekspresi Jonghwa saat aku berikan kotak ini.

“aku tau Jonghwa, kau pasti datang. Kau akan menepati janjimu. Aku tau itu.”

Chanyeol POV end

Jonghwa POV

Oh tidak. Bagaimana ini. Sudah pukul 17.15, aku takut oppa akan menungguku lama.

Tak lama taxi yang aku tumpangi berhenti dipinggir jalan dekat sungai Han. Ku cari Chanyeol oppa di sepanjang pinggiran sungai Han. Kulihat sebuah motor berwarna hitam bersandar di sbuah pohon cemara. Aku yakin, itu pasti motor Chanyeol oppa. Tapi dimana oppa. Kenapa aku tak melihatnya?

Tiba-tiba kumenemukan seseorang sedang duduk di sebuah kursi panjang berwarna putih. Kuhampiri ia. Ternyata seorang namja. Tak lama namja itu membalikan badannya, dan tak kusangka itu adalah Chanyeol oppa. Ku lihat oppa seperti menyembunyikan sesuatu dibalik sakunya.

“oppa?”

“ah? Jonghwa-nie? Kau sudah datang??”

“mianhae oppa. Apa kau menungguku terlalu lama? Jeongmal mianhae-yo..” maafku

“gwenchanayo Jonghwa-nie. Aku juga baru saja datang. Tenang saja. “jawab oppa

“kenapa kau menyuruhku datang kemari ? disini sangat dingin oppa”

“tak apa Jonghwa,, aku hanya ingin memberikan sesuatu padamu.”

“apa itu oppa?”

Tiba-tiba Chanyeol memberiku sebuah kotak kecil berwarna biru bermotif indah itu.

“apa ini oppa?”

“bukalah” perintah Chanyeol oppa

Aku segera membuka kotak yang diberikan Chanyeol oppa. Kubuka kotak itu. Sebuah kalung kupu-kupu berwarna biru dan seutas pita berwarna biru kudapati didalam kotak itu.

“Oppa? Kalung ini bagus sekali..” kagumku

“ini kuberikan khusus untukmu Jonghwa” jawab Chanyeol oppa

“lalu, pita ini? Kau dapat dari mana oppa?”

“ini? Kau tak perlu tau Jonghwa, kurasa ini sangat cocok jika kau pakai dirambutmu”

“kau tau oppa, ini.. pita ini.. pita ini milikku oppa, berbulan-bulan kucari pita ini. Dan kau menemukannya? Bagaimana bisa sekebetulan ini? Jeongmal gomawo chanyeol oppa”

“apa? Ini punyamu? Jinjja-yo? Bagus kalau begitu,  apa kau mau aku memakaikan kalung ini untukmu? Aku ingin kau memakainya Jonghwa-nie”

.

.

Jonghwa POV end

AUTHOR POV

Waktu berlalu, perjanjian Chanyeol dan Jonghwa untuk pergi ke sungai Han mungkin akan terlaksana. Chanyeol sangat ingin memberikan sebuah kejutan pada Jonghwa. Sedangkan Jonghwa, ditengah sakit yang dideritanya, dia harus menepati janjinya untuk datang ke sungai Han. Dengan penampilan sederhana, Jonghwa segera pergi ke Sungai Han walau ia merasa tubuhnya masih lemah, ini semua demi orang yang dia sayangi.

AUTHOR POV end

Chanyeol POV

Tak terasa sudah setengah jam aku menunggu Jonghwa datang. Tapi aku yakin bahwa Jonghwa akan menepati janjinya. Aku tak sabar untuk melihat Jonghwa membuka kotak ini. Tak terasa, beberapa menit berselang, ku dengar suara langkah kaki dibelakangku. Mendekat dan semakin mendekat. Sepertinya seorang yeoja. Aku segera memalingkan wajahku kebelakang, dan kudapati seorang yeoja cantik menatapku. Dia memakai jaket coklat dan bando berwarna orange polos. Aku segera menyembunyikan kotak itu dibalik sakuku.

“oppa?” kata yeoja itu

“ah? Jonghwa-nie? Kau sudah datang??” jawabku

“mianhae oppa. Apa kau menungguku terlalu lama? Jeongmal mianhae-yo..”

“gwenchanayo Jonghwa-nie. Aku juga barusaja datang. Tenang saja. “

“kenapa kau menyuruhku datang kemari ? disini sangat dingin oppa”

“tak apa Jonghwa,, aku hanya ingin memberikan sesuatu padamu.”

“apa itu oppa?”

Ku berikan kotak kecil itu kepada Jonghwa-nie. Kulihat ekspresinya yang terkejut.

“apa ini oppa?”

“bukalah” perintahku

Jonghwa segera membuka kotak yang kuberikan padanya. Dibukanya  kotak itu. Sebuah kalung kupu-kupu berwarna biru dan seutas pita berwarna biru didapatinya didalam kotak itu.

“Oppa? Kalung ini bagus sekali..” Kagum Jonghwa

“ini kuberikan khusus untukmu Jonghwa” jawabku

“lalu, pita ini? Kau dapat dari mana oppa?”

“ini? Kau tak perlu tau Jonghwa, kurasa ini sangat cocok jika kau pakai dirambutmu”

“kau tau oppa, ini.. pita ini.. pita ini milikku oppa, berbulan-bulan kucari pita ini. Dan kau menemukannya? Bagaimana bisa sekebetulan ini? Jeongmal gomawo chanyeol oppa”

“apa? Ini punyamu? Jinjja-yo? Bagus kalau begitu,  apa kau mau aku memakaikan kalung ini untukmu? Aku ingin kau memakainya Jonghwa-nie”

Aku segera memakaikan kalung itu kelehernya. Kulihat ekspresi Jonghwa senang. Kupandang senyumnya yang indah. Aku bisa melihat eyesmilenya yang manis itu. Ku tersenyum padanya. Kulihat Jonghwa sangat cantik memakai kalung yang kuberikan padanya. Dia memegang pita birunya. Aku sangat senang bisa melihatnya tersenyum.

Kulihat matahari mulai terbenam. Kugandeng tangan Jonghwa. Kupeluk tubuh Jonghwa. Aku tau dia terkejut dengan tingkahku. Tapi aku juga merasa di hati Jonghwa-nie, dia senang. Aku terus memeluknya, ditengah-tengah matahari terbenam,dan hawa dingin yang menyerbu kami berdua.

Tak lama ku tatap wajah polos Jonghwa. Ku tatap dengan lekat. Matanya yang berbinar itu tak bisa menahan perasaanku padanya. Ku dekatkan bibirku ke telinganya.

“Saranghae Hwa-nie” bisikku ditelinganya

Kulihat Jonghwa hanya terdiam. Aku kembali menatapnya dengan lekat. Semakin dekat dan dekat. Dan akhirnya bibirku dan Jonghwa melekat. Rasanya hawa dingin ini menghilang seketika. Ku sentuh lehernya agar dia tak berpaling dariku. Aku terus mempertahankan posisi itu. Hatiku berdegup cepat seperti genderang yang berbunyi kencang.

Chanyeol POV end

Jonghwa POV

Chanyeol oppa segera memakaikan kalung kupu-kupu biru itu keleherku. Kupandang kalung itu. Sangat indah. Seindah matahari terbenam disore ini. Mungkin Chanyeol oppa ingin aku menemaninya melihat matahari terbenam sore ini.

Tiba-tiba Chnayeol oppa memelukku dengan erat,aku sangat terkejut. Tapi aku tak bisa mengelak. Aku memeluk Chanyeol oppa kembali. Ku rasakan hangat dipelukan oppa. Kupejamkan mataku. Aku sangat senang hari ini.

Tak lama oppa melepaskan pelukannya. Dia menatapku dengan lekat. Aku tak tau apa tandanya. Aku hanya terdiam. Ku tatap matanya. Rasanya jantungku berdetak dengan cepat. Aku takut jika jantungku bersuara keras. Tiba-tiba Chanyeol oppa membisikkan sesuatu ditelingaku

“Saranghae Hwa-nie”

Hatiku terkejut. Jantungku berdetak semakin cepat seraya Chanyeol oppa yang terus menatapku. Aku menelan ludahku. Wajah oppa semakin dekat, dekat dan mendekat ke wajahku. Kurasakan nafasnya. Tak lama kurasakan sesuatu menyentuh bibirku. Lembut dan hangat. Bibir Chanyeol oppa yang sekarang menempel dibibirku. Aku hanya bisa terdiam menahan nafasku. Dan membulatkan mataku. Aku tak tau apa yang harus kuperbuat sekarang.

Tak lama Chanyeol oppa melepaskan ciumannya. Kami saling bertatapan satu sama lain. Chanyeol oppa langsung memelukku kembali. Tak terasa, ditengah-tengah matahari terbenam, salju turun mengitari kami. Kami terus berpelukan ditengah turunnya salju. Di sungai Han inilah saksi kami berdua….

Jonghwa POV end

#Flashback end

AUTHOR POV

Matahari hampir menyembunyikan dirinya. Pelan tapi pasti, sinar-sinar yang tadinya terang, lama-kelamaan redup dan semakin redup. Setiap hari, Chanyeol hanya bisa menatap sinar itu sendirian. Ia hanya bisa memutar kembali memorinya bersama Jonghwa di tepi sungai Han ini. Tertawa bersama, walau sebelumnya,mereka layaknya seperti sepasang musuh bebuyutan yang tak bisa disatukan.

Tapi takdir tak bisa dipaksakan. Justru kebencian itulah yang membuat Jonghwa dan Chanyeol menyatu.  Sekali lagi, Chanyeol hanya bisa pasrah. Semua sudah terjadi. Yeoja yang sangat ia sayangi,yang sangat ia cintai. Sekarang sudah pergi untuk selamanya. Sekarang hanya teman-temannya yang bisa menghibur Chanyeol. Chanyeol layaknya seperti seorang namja yang stress. Tapi ia tak seperti itu. Chanyeol sangat kehilangan.

AUTHOR POV end

Chanyeol POV

Kutatap langit petang. Hanya sedikit bintang yang bermunculan. Kembali kuingat masa-masa bersama Jonghwa. kami berdua memandang langit malam yang indah, bersama bintang-bintang yang menemani kami,seolah ikut senang melihat kami berdua. Tapi sekarang semua sudah sirna. Bahkan bintangpun menghilang sejak Jonghwa pergi. Seolah aku tak punya semangat hidup lagi. Seolah aku seperti namja yang gila.

Kenapa saat itu aku harus bertemu dengan Jonghwa? kenapa saat itu aku menabrak Jonghwa? kenapa saat itu aku harus mencintainya? Dan kenapa saat dia sekarat, aku hanya diam???

“CHANYEOLLL!!! KAU ADALAH NAMJA YANG BODOHHHH!!!!

Chanyeol POV end

#Flashback ON#

Jonghwa POV

Ku buka mataku yang masih sayu. Aku bangun dari tidurku semalam. Ku lihat jam menunjukkan pukul 05.30. aku segera bergegas turun dan mandi. Seperti biasa kukenakan seragam sekolahku. Seragam berwarna orange diselingi coklat itu selalu menemaniku.

Pagi ini tak seperti biasanya. Aku sangat bersemangat hari ini. Kuingat kejadian kemarin sore. Aku ingin segera bertemu Chanyeol oppa. Aku bergegas makan bersama eomma dan Jongin oppa.

“Jonghwa-ya, tidak biasanya kau bersemangat?” Tanya eomma

“eoh? Tidak apa-apa eomma.” Jawabku sambil mengeluarkan eyesmileku kepada eomma

“ya!! Jonghwa!! tak usah kau keluarkan eyesmilemu itu. Kau sangat tak pantas” sela Jongin oppa

“waeyo? Kau ini kenapa sih oppa? Teserah aku” bantahku

“oh iya. Pagi ini kau berangkat naik apa Jonghwa?”

“mm? kenapa oppa bertanya seperti itu?”

“oh? Tidak apa-apa, aku hanya bertanya.apa salahnya?”

“seperti biasa oppa. Aku naik bis.waeyo?”

“apa boleh, hari ini saja oppa mengantarmu ke sekolah?”

Tidak biasanya Jongin oppa mengantarku. Biasanya saja, saat aku memintanya, dia tak mau mengantarku. Haha. Lumayan lah. Aku tak usah banyak mengeluarkan tenagaku untuk berjalan menuju halte.

“oh? Ne oppa. Kau oleh mengantarku” jawabku memperbolehkan.

Akhirnya kami berdua berangkat. Jongin oppa mengambil motor digarasi. Ku tunggu Jongin oppa didepan pagar rumah. Dinyalakanlah motor itu, aku bergegas naik ke atas motor itu. Sambil berpegangan, Jongin oppa melaju dengan kencang. Kurasakan angin berembus dengan cepat. Tiba-tiba dadaku terasa sakit. oh tuhan, janganlah kau berikan sakit ini. Aku tak mau oppa tau yang sebenarnya.

.

.

Sampailah kami berdua didepan gerbang Seoul School Performing of Arts. Kebetulan sekali, jihyun juga akan memasuki gerbang. Kulihat Jongin oppa menatap kami berdua yang sedang berjalan. Akhirnya aku sadar bahwa Jongin oppa tidak menatap kami berdua, tapi tepatnya hanya menatap Jihyun. Jongin oppa terus menatap setiap langkah Jihyun. Oh ternyata, selama ini maksud  oppa mengantarku karena hanya ingin melihat Jihyun? Kena kau Jongin. 2-0 untukku. Haha.

Dari dalam gerbang kupangil Jongin oppa.

“ya!! Jongin oppa!! Lepaskan tatapanmu itu!!!!”teriakku pada Jongin oppa

Kulihat Jongin oppa sangat terkejut. Ia tersenyum padaku, terutama pada Jihyun. Kulihat mereka berdua saling bertatapan. Ah, mungkin sebentar lagi aku akan menjadi adik ipar. Jongin oppa langsung pergi lagi. Aku dan Jihyun masuk ke dalam sekolah. Saat kami akan masuk. Kuhentikan langkahku.

“Jihyun-a, “

“eoh? Mwo-ya Jonghwa??

“emm, aku mau meminjam buku di perpustakaan. Boleh ya? Kau masuk saja dulu, aku akan memberitau Jung Sonsaengnim nanti.”

‘ne, algeseumnida.”jawab jihyun singkat.

Aku bergegas melangkahkan kakiku menuju ke tempat yang paling aku sukai disekolah ini. Kupercepat langkahku agar aku cepat sampai di perpustakaan. Tak lama aku berjalan, ku memasuki ruagan hening. Isinya adalah bertumpuk-tumpuk buku yang ertata rapi disana. Aku segera masuk dan menghampiri rak tempat novel-novel yang biasa aku baca disini.

Setelah beberapa saat aku mencari, tiba-tiba seseorang menyenggolku. Kulihat buku-buku yang dibawanya berjatuhan. Kutolong ia untuk merapikan bukunya.

“eoh? Jeongmal mianhaeyo” kataku

“gwenchan..a..yo” jawab namja itu

Saat kudengar dia berkata, aku teringat sesuatu. Aku merasa,ku pernah mendengar suara namja itu. Persis.tapi dimana.. aku coba mengingat-ingat…

“emm,apa sebelumnya kita pernah bertemu?” tanyaku pada namja itu

Kulihat namja itu hanya tersenyum padaku. senyumnya sangat manis. Pasti dia ada dikelas acting. Wajar saja, dikelas acting,semua namja disana sangatlah tampan. Sedangkan aku, aku ada dikelas scenario saja. Namja itu langsung pergi dari hadapanku sambil membawa bukunya tadi. Dia berjalan keluar perpustakaan.

“sebenarnya siapa namja tadi? Aku tak ingat..”

Aku langsung mengambil buku yang akan kubaca, bukan buku tapi tepatnya novel. Aku sudah membaca novel Sun Between Cloud itu di part 10. Semakin lama semakin seru. Sepasang kekasih itu berjanji akan selalu bersama, selamanya. Tapi suatu saat, yeoja yang sudah dicintai namja itu meninggal. Namja itu mengalami depresi, dan dia tak bisa beerbuat apa-apa.

Suatu saat, seorang yeoja menghampiri namja itu. Namja itu sangat tak suka. Tapi dengan cara yeoja itu berkata pada namja itu, namja itu menjadi teringat kepada yeoja yang sudah meninggalkannya.

Oh tuhan, indah sekali cerita dalam novel ini. Bahkan aku terharu membacanya. Disaat ku membaca novel itu. Tak sengaja aku melihat kalung yang sekarang ada dileherku. Kalung kupu-kupu biru yang diberikan oppa padaku. aku tersenyum melihatnya. Kulepas kalung itu, aku ingin melihat kalung itu dengan lekat. Kalung itu mengeluarkan cahaya seperti kristal, kuteringat senyuman Chanyeol oppa.

“gomawo oppa,” kataku sambil memandang kalung itu

Tiba-tiba, kurasakan mataku berkunang-kunang. Kepalaku sangat sakit, kupegang dadaku yang saat ini sesak. Ohokk.. berulang kali aku batuk. Tak kusangka, darah merah membekas ditanganku. Tanganku bergetar. Aku kebingungan. Darah itu menetes dimana-mana, hingga mengenai kalung yang ada di genggamanku. Bagaimana ini? Aku segera mengambil tissue ditasku. Kuusap tissue itu. Kubersihkan semua darah yang ada ditanganku. Tanpa berpikir panjang, aku beranjak dari tempatku. Aku berlari menuju kamar mandi.

.

.

Kutatap diriku didepan kaca. Pucat, itulah yang kulihat sekarang. Kubasuh mukaku dengan air yang mengalir dihadapanku. Aku berpikir sesuatu. Tapi aku sangat bingung, aku takut. Aku langsung keluar dari kamarmandi. Aku tau,pasti jihyun akan kuatir padaku. kupaksakan senyumku agar orang-orang tak menganggapku sakit.

Ku berjalan disepanjang lorong sekolahku. Hingga akhirnya aku masuk kekelasku.

“Jonghwa-ya! Darimana saja kau seharian? Sudah hampir pulang,kau barusaja masuk kelas.” Tanya Jihyun padaku.

“tak apa Jihyun. Aku hanya lelah hari ini.” Jawabku singkat

Jihyun hanya diam sambil menatapku. Aku takut dia akan melihat wajah pucatku. Kugernyitkan dahiku.

“ada apa kau menatapku seperti itu? Jihyun-a?”

“apa itu?” Tanya jihyun

“mwo? apa maksudmu?

“itu, yang ada dilehermu.”

“leher?oh? ini ? bukan apa-apa” jawabku sambil menutupi kalung yang ditunjuk oleh Jihyun

“ya!ya! kalung dari siapa itu? Kenapa kau tak ceritakan padaku Jonghwa?”

“mmm…”

Aku bingung mau berkata apa. Kutatap Chanyeol oppa yang ada dipojok ruangan. Ternyata sedari tadi Chanyeol oppa menatapku juga. Kami saling tersenyum. Kulihat senyum oppa yang manis. Hatiku berdetak dengan kencang, seolah sakit yang aku rasakan saat ini menghilang.

“oh? ternyata itudari Chanyeol?” kata Jihyun

Aku hanya mengangguk kecil. Aku malu pada Jihyun. Karena dulu aku pernah mengelak perkataanya.

“kapan dia memberikannya padamu Jonghwa? sudah kubilang kan? Semua ini akan terjadi pada kalian. Semua ini tumbuh dari rasa bencimu pada namja itu. “

“ne, aku tau. Mianhae, dulu aku tak percaya padamu.” Aku hanya tersenyum dan mengeluarkan eyesmileku pada Jihyun

“sudah tak usah kau keluarkan eyesmilemu itu. ceritakan padaku, bagaimana dia memberikan benda ini padamu, arra?”

“mm, ne, arasseo” jawabku.

Jonghwa POV end

………….

AUTHOR POV

Jonghwa merasakan sakitnya lagi. Darah itu menetes hingga mengenai kalung yang diberikan Chanyeol untuknya. Ia berusaha tersenyum dibalik penderitaannya itu. langkahnya membawa Jonghwa hingga kekelas. Ditatapnya mata Chanyeol yang sedari tadi melihatnya. Mereka berdua saling tersenyum satu sama lain. Senyuman manis Chanyeol membuat hati Jonghwa berdegup kencang.

AUTHOR POV end

………….

Chanyeol POV

Sedari tadi, aku tak melihat Jonghwa, sebenarnya dimana dia?

“Jihyun-a. kau tau dimana Jongwha?” tanyaku pada sahabat Jonghwa

“ wah, sekarang dua orang yang dulunya saling menjauh, sekarang malah saling mencari, haha.”

“Jihyun-a, aku tak bercanda”

“ne, arraseo. Tadi pagi, Jonghwa berpamitan padaku untuk pergi ke perpustakaan. Wae?”

“eoh? Begitu ya?” jawabku sambil mempoutkan mulutku

Hampir seharian aku tak melihat wajah Jonghwa. tiba-tiba, kulihat langkah kaki memasuki ruagan kelas. Teryata itu Jonghwa. aku sangat terkejut. Kulihat kalung yang kuberikan padanya kemarin masih dipakainya. Kulihat senyum yang ada diwajahnya. Sangat cantik dan manis.

Kulihat Jongwha duduk ditempatnya. Tak lama, dia menghadap ke tempatku. Kulihat matanya menatap mataku. Jantungku berdetak cepat. Ku berikan senyumanku padanya. Kulihat ia tersenyum malu padaku. aku sangat senang hari ini,walaupun hampir sehari aku tak bertemu dengannya. Setidaknya aku masih bisa melihat senyumnya. Kuingat kejadian kemarin sore, di sungai Han. Kubuat sejarah disitu, Jonghwa’s first kiss. Terimakasih tuhan, kau telah berikan Jonghwa padaku.

Chanyeol POV end

#Flashback off#

Still Chanyeol POV

Pagi ini aku dibangunkan oleh suara burung pipit yang merdu. Sinar matahari yang merasuk ke mataku membuatku cepat terbangun. Kuberanjak daritempat tidurku. Hari ini tak ada jam kuliah. Kulangkahkan kakiku ke jendela. Kutatap pemandangan diluar rumah. Tetap bersalju. Bahkan benda putih itu lebih tebal dari hari kemarin.

Kuingat mimpi semalam, kuteringat masa-masa SMAku bersama Jonghwa. kuambil sebuah benda dilemariku. Benda itu masih bersinar layaknya Kristal. Hanya ada sisa bercak merah disisi belakang benda itu. dadaku sesak. Kupegang dengan erat benda itu. aku seperti namja yang gila karena karena ditinggalkan oleh kekasih yang selama ini menemaninya.

.

.

Kutuntun motorku disepanjang trotoar dipinggir jalan. Rasanya tak ada semangat didalam diriku untuk menghidupkan motorku. Kulihat jalanan sepi. Hanya beberapa kendaraan lewat dijalan ini. Tak sengaja, kulewati sebuah tempat didekat halte bis. Tempat dimana aku dan Jonghwa pertama bertemu.  Aku masih ingat ekspresinya saat kami bertabrakan. Ku tersenyum mengingat hal itu.

Segera aku menaiki motorku, dan menancapkan gas. Kurasakan hawa dingin menyentuh leherku. Beberapa saat aku melaju, akhirnya aku sampai didepan sebuah gerbang. Kusandarkan motorku disana. Kulangkahkan kakiku di sebuah lapangan luas yang dilapisi benda-benda putih dingin itu. Seoul School of Performing  Arts. Sekolah yang selama ini memuat banyak sejarah kehidupanku. Mulai dari kemenanganku mengikuti turnamen renang itu, hingga aku bertemu dengan seorang yeoja yang telah mengunci hatiku. Tak ada perubahan dengan sekolah ini.

Aku berjalan menyusuri lorong yang sangat membuatku rindu akan sekolah ini. Tiba-tiba langkahku terhenti didepan sebuah kelas yang sangatlah mengukir kenangan bagiku. Kelas scenario SOPA. Tanpa berpikir panjang, aku masuk kedalam kelas yang pernah kutempati ini. Kulihat disekeliling ruangan. Kelas ini masih sama dengan 2 tahun lalu. suasana dan dekorasi kelas ini tak berubah, hanya sedikit warna tembok yang berubah. Kulangkahkan kakiku kesebuah bangku di belakang. Yah, inilah tempatku dulu. Tempat yang sangat mengingatkanku akan semua kejadian yang kualami semasa SMA. Aku duduk ditempat itu. kuteringat saat aku selalu memandangi wajah Jonghwa dari sini. Kuteringat semua tatapan Jonghwa itu padaku. beberapa saat aku berdiri dan beranjak dari tempatku. Kulangkahkan langkahkan kakiku bangku depan, bangku tempat Jonghwa dulu bersenda gurau disini. Aku duduk ditempat Jonghwa. ternyata seperti ini rasanya menjadi Jonghwa yang selama ini selalu kupandang. Tak terasa butiran air menetes dipipiku. Aku keluar dari kelas itu. kuberjalan lagi melewati lorong panjang itu. langkahku terhenti lagi desebuah gedung terbuka yang sepi. Kulihat meja-meja panjang tertata rapi disini. Kuingat saat aku dan Jonghwa ada disini.kududuk disebuah kursi panjang digedung itu. kulihat sekeliling. Kulihat seseorang yang mirip sepertiku atau mungkin itu aku yang sedang bersenda gurau dengan seorang yeoja cantik. Itu Jonghwa. aku sontak beranjak dari tempatku. Aku ingin menyentuh Jonghwa, tapi tiba-tiba menghilang. Ternyata itu hanya lamunanku saja. Tak terasa airmata itu jatuh lagi. Aku langsung meninggalkan tempat itu.

Kakiku terus melangkah,  aku keluar dari SMA ku itu. aku sudah tak tahan dengan semua kenangan yang ada disekolah ini. Aku keluar dari gerbang itu. kutatap tulisan besar disekolah itu.

“aku akan selalu mengingat sekolah ini” kataku ditengah isakanku.

Kuberegas pergi menaiki motorku. Tak peduli dengan hawa yang semakin dingin ini yang merasuk tubuhku ini. Hawa ini tak bisa menandingi perasaanku yang saat ini sudah rapuh. Apakah aku akan menjadi seorang namja yang cengeng seperti ini?

…………….

To be continued

……………

Iklan

6 pemikiran pada “Blue Ribbon [Chapter 2]

  1. Eonni… Sediihh… Uri channie… Gak tega.. Eoni, chapter selanjutnyta buat channie oppa berjodoh denganku yah… Heheheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s