Memories (Prolog)

Title: Memories (Sequel of Soulmate) | Preview Cover + Prolog

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Genre: Romance, Thriller, Tragedy, Fantasy

Length: Chapter

Main Cast:

  1. All EXO Members
  2. Lee Yong Mi
  3. One man. Still a secret.

Rating: Masih di prolog… PG-15

Disclaimer:

Ehm *tes hana dul set* ANNYEONG READERS~ Masih ingat dengan saya? Yup, author kece #plak yang membuat FF dengan judul ‘Soulmate’ akhirnya datang dengan SEQUEL nya~ *bunyi terompet* Sebenarnya, author sama sekali tidak menyangka bahwa FF Soulmate akan banyak disukai (112 komentar di part terakhir itu… hiks #terharu)

Sampai detik author mengetikkan kalimat ini, sequel Soulmate telah berhasil mencapai part 11 ^^ Rencana part ini adalah 13 part 😀 Akan banyak kejutan (atau hanya bayangan author saja?) yang terdapat di dalam FF ini.

Anyway, jeongmal mianhamnida kalau sequel ini gagal u_u author bukanlah manusia sempurna, pasti ada berbagai kesalahan yang pernah author lakukan. Last, ENJOY THIS FANFICTION, MY BELOVED READERS ^^

Preview Cover

 Memories-preview

 

Bagaimana? Cover di atas menjelaskan kekuatan masing-masing anggota EXO ^^ Readers juga melihat wajah seorang yeoja yang dibuat samar, bukan? Nah, dia adalah Yura Girl’s Day, dimana karakter Yura disini berperan sebagai Lee Yong Mi 🙂 oke, kita lanjutkan ke prolog ne~

 

Prolog

 Memories_副本

Menangis? Percuma, air mata ini telah habis.

Berharap? Percuma, karena hanya akan membuatku kembali terjatuh ke lembah keputus asaan.

Berpikir positif? Percuma, karena semua yang terjadi tidak akan pernah membuatku kembali berpikir positif.

Semua hanya karena… belahan jiwaku.

Kurasa inilah karma yang pantas kudapatkan karena ‘merebut’ semuanya dari Hyura.

Karma… yang mungkin akan berjalan dengan lama…

+++

Seorang namja menatap Yong Mi dengan tatapan sedih. Ia menyesal, menyesal karena telah meninggalkan yeoja yang ia sayangi itu.

“Bolehkah aku kembali?” tanya namja itu kepada seorang pimpinannya. Mereka berbicara di dalam sebuah ruangan berwarna putih yang terasa menyejukkan dan menenangkan ketika mereka memasukinya.

“Anda harus mengatakan alasan yang cukup meyakinkan, baru anda dapat kembali.” Jawab sang pimpinan dengan wajah tetap datar.

“Aku harus menemuinya! Ia sedang dalam keadaan yang sulit maka aku harus menemaninya! Ia membutuhkanku di sisinya!” ucap sang namja sedikit panik dan khawatir. “Jebal… Izinkan aku untuk pergi kesana…”

Sang pemimpin menghela nafas. Ia memang tahu bahwa suatu hari sang namja akan mengungkapkan hal ini padanya.

“Baiklah.” Ucap sang pemimpin, membuat namja itu hampir melonjak kegirangan. “Namun ada syaratnya!”

Senyum di wajah itu berubah.

+++

Luhan menatap langit yang bertabur bintang dari balik jendela kamarnya. Perlahan, tangannya membuka jendela itu dan sinar matahari yang dipantulkan oleh sang bulan menyinari dirinya.

Matanya menatap ke arah bawah-karena kamarnya berada di lantai dua-dan ia melihat seorang yeoja yang duduk sendirian di ayunan di depan rumah mereka. Luhan mengenali yeoja itu sebagai seorang Lee Yong Mi, namun ia sama sekali tidak berniat untuk menghampirinya.

Ia membutuhkan waktu untuk sendiri. Batin Luhan pelan. Ia menatap Yong Mi yang hanya duduk dengan diam di ayunan itu. Tatapannya tidak beralih sedikit pun dari Yong Mi.

Yong Mi menggerakkan ayunan yang ia duduki secara pelan. Sesekali ia menghela nafas, memikirkan apa yang harus ia lakukan disana.

Untuk apa aku tetap disini? Batinnya. Tidak ada yang mengharapkanku disini. Mereka semua membenciku, jadi lebih baik aku pergi, bukan?

Ia beranjak. Matanya menatap ke arah rumah yang telah ia tinggali selama beberapa bulan tersebut. Ia menangkap bayangan Luhan yang juga ikut beranjak dari duduknya.

Tidak! Jangan! Batin Luhan. Yong Mi dapat mendengarnya, namun ia hanya tersenyum tipis. Bukan senyuman yang menunjukkan kebahagiaan, namun senyuman yang menunjukkan rasa terluka.

Selamat tinggal.

Angin berhembus kencang, menutup kedua jendela Luhan dan mengunci Luhan di dalam. Luhan tersentak ke belakang, dan disaat ia kembali melihat ke tempat Yong Mi berdiri, Yong Mi tidak berada lagi disana.

+++

“Hyura! Kau harus lebih sopan pada kedua orang tuamu!”

Hyura menyunggingkan senyumnya. Matanya menatap nanar pada kedua orang tuanya.

“Haruskah aku lebih sopan pada orang tua yang tidak menganggap keberadaanku?”

Kris-yang secara kebetulan berada disana-ingin menahan Hyura, namun Hyura memberikan isyarat padanya agar tetap berdiri di tempat.

“Hanya kedua belas oppaku yang peduli padaku, sedangkan kalian tidak! Kalian hanya mempedulikan oppa dibandingkan aku!” bentak Hyura marah. Sang appa mengangkat tangannya, hendak menampar Hyura, namun Kris menahannya.

“Appa! Jangan!” ucap Kris pelan, namun ia mendapatkan sebuah dorongan.

“Itu semua karena kau bersahabat dengan manusia itu, Hyura! Tidak seharusnya vampire bersahabat dengan manusia biasa!” bentak eomma mereka. Beliau menarik rambut Hyura dan menyeretnya masuk ke dalam kamar. Kris berusaha untuk menolong Hyura, namun appa mereka menghalanginya.

“Kau! Jangan mencampuri urusan kami!” bentak sang appa, kemudian beliau kembali mendorong Kris dan masuk ke dalam kamar Hyura bersama sang eomma. Tak lama kemudian terdengar jeritan kesakitan Hyura, yang membuat Kris berusaha mendobrak pintu kamar itu agar dapat menolongnya, namun ia tidak bisa.

Dan sampai sekarang, ia masih menyesali kebodohannya saat itu.

+++

“Oppa, gomawoyo~…”

Sehun membuka matanya dengan cepat. Ia mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya ia tersadar akan suatu hal.

Sial, sudah seharusnya aku membencinya. Ia membunuh adikku sendiri. Batin Sehun. Ia beranjak dari atas tempat tidurnya dan berjalan ke arah jendela. Hari masih malam dan Sehun memutuskan untuk tidur kembali, namun ia mengurungkan niatnya ketika ia melihat sebuah cahaya putih dari arah langit.

“Tunggu, apa itu…?”

Cahaya putih itu terus mengarah ke dalam hutan di depan rumah mereka, dan sedetik kemudian cahaya itu menghilang. Sehun kembali mengerjapkan matanya, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk kembali tidur.

Mungkin aku hanya berhalusinasi. Batinnya berusaha untuk meyakinkan dirinya. Sebaiknya aku kembali tidur.

Ia tidak mengetahui bahwa cahaya putih tersebut berasal dari seseorang yang baru saja turun dari atas langit. Orang itu mempunyai sepasang sayap di punggungnya, dan perlahan sayap itu mengecil, terus mengecil sampai akhirnya menghilang.

Aku harus mencarinya.

Namja itu melangkah, dan dalam sekejap ia menghilang.

 

TBC

Next Episode: Suho (Aniya!)

 

“Yong Mi-ah! Ireona!!”

 

“Dia bisa… mengalami blood comma lagi, hyung!”

 

“Anggaplah bahwa aku adalah malaikat penjagamu!”

 

“Rasa kebencian kalian… membuatku bahkan tidak ingin hidup.”

 

“I got you…”

 

“Satu hati telah terbuka.”

 

35 pemikiran pada “Memories (Prolog)

  1. waaa trnyata aku baru tau ni ff tuh lanjutannya ff “soulmate” ya? XD hwaaa!!!! aku ud baca soulmate smpe slesai min. aku kira endingnya cm kyk gitu! trnyata msih ada! wkwkwk asikkk~ 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s