Perplexity (Chapter 1)

Author : flatfla (@flatfla_)

Tittle : Perplexity

Genre : Romance, sad

Length : Chaptered

Cast :

  1. Choi Sooyoung (Sooyoung) SNSD
  2. Wu Yifan (Kris) EXO M
  3. Jung Sooyeon (Jessica) SNSD
  4. Xi Luhan (Luhan) EXO M
  5. And other cast

Rate : PG-15

Disclaimer : Annyeong . Bukan FF pertama sih yang aku buat . Tapi ff pertama yang aku post disini hihihi . Mohon saran kritik dan bantuannya ^^ Ghamsahamnida *bow* Oh iya, kalau sempet, mampir ke blogku : replyexo.wordpress.com . Ghamsa ^^

perplexity2

 

Tidak ada yang lebih mengesalkan dibanding disuruh menunggu seseorang . Terlebih lagi orang tersebut terlambat . Tidak berbeda jauh dari keadaan Sooyoung . Ia sudah menunggu setidaknya satu setengah jam di ruang hotel itu . Ia menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk menonton TV . Menonton sebuah skandal murahan yang dibuat oleh para paparazzi serta wartawan .

Masa bodoh . Ia masih merasa bosan . Snack yang ia bawa sudah sepenuhnya habis . Seorang dewi makan tidak dilarang memakan banyak bukan ? Gumaman serta umpatan kecil terkadang keluar dari mulutnya setiap 15 menit sekali . Menunggu bukanlah hal yang mudah terlebih lagi ia memiliki sedikit temperamen yang tinggi .

Oh ayolah . satu setengah jam . Ia mengutak-atik layar handphonenya berharap ada sebuah pesan, junkmail, spam, email,  voicemail, atau bahkan telepon yang berdering . Tapi yang ia temukan nihil .

Bosan kembali mengelayutinya . Ia merasa matanya berat sekali . Ia ingin tidur . Ah, masa bodoh dengan orang yang ditunggunya . Pasti orang itu akan membangunkannya, batinnya .

~**~

Sooyoung mengerjapkan matanya . Ia sudah tidur setidaknya 1 jam . Cukup lama untuk menghilangkan segala rasa lelah serta kantuknya mengingat ia anggota girlband yang cukup tenar dan sibuk .

“Sudah puas tidur nona Choi ?”

Suara familiar . Sooyoung terbangun dan mendelik . Sedikit umpatan ia teriakkan . “Satu setengah jam bukan hal yang lama, tuan Wu,”ujarnya kesal . “Oh, bukankah aku telah memberimu pesan lewat Jessica nuna ?”ujarnya . “Kau baru mengirimkannya 30 menit yang lalu saat aku tidur, dan perjanjiannya kita bertemu pukul 1 siang,”kelit Sooyoung .

“Aku menyerah padamu nona Choi,”ujarnya . “Terserah,”ujar Sooyoung acuh . Ia benar-benar malas meladeni namja ini kalau tidak karena suruhan Jessica . “Oh ayolah Sooyoung, kau bukan nuna, kau dan aku satu line, bahkan kita pernah satu sekolah,”ungkapnya lagi .

“Lalu ?”ujar Sooyoung . “Aku tahu betul sifatmu yang tidak tertarik namja,”ujarnya frontal . Sooyoung menepisnya dengan memukul lengan namja itu . “Aku pernah menyukai Changmin, babo,”ujarnya . “Ah ya ya, maksudku, apa maksudmu menyuruhku ke sini ? Aku ada latihan full hari ini, dan aku rela menemanimu hanya untuk melihatmu tidur seperti tadi ?”ujarnya .

“Baik, aku hanya suruhan Jessica . Ia mau kau segera mengembalikan kartu pos yang ia kirimkan, tuan Wu Yi Fan !”ujar Sooyoung kesal . Ia benci wajah serta suara namja itu . Kalau bukan karena bujukan Jessica lagi, ia sudah kabur dan menikmati akhir minggu yang free ini untuk ia habiskan bersama Yuri dengan menonton film .

“Demi tuhan, aku sudah menyerahkannya kepada Luhan seminggu yang lalu,”ujar Kris . “Bilang sendiri kepada Jess,”ujarnya sambil memberikan telepon genggam yang sudah terhubung dengan nomor milik Jessica .

Kris segera mengambil smartphone bernama iPhone itu dan memindahkannya ke dekat telinganya . “YA ! Sooyoung ! Cepat kau kembali ppali ! Aku mau tahu !”teriak suara di seberang sana . “Hai Jess,”ujar Kris kikuk . Suara di seberang sanapun langsung berhenti .

Tak beberapa lama kemudian, Kris sudah asyik bertelepon ria dengan Jessica dan Sooyoung hanya bisa pasrah dengan telepon genggamnya yang mungkin setelah ini akan naik tagihannya . Ia memilih kembali duduk dan menonton TV .

Ia benar-benar membutuhkan seusatu untuk menyegarkan pikirannya . “Ini, aku sudah selesai,”ujar Kris santai . Sooyoung hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Kris . “Aku akan pergi sekarang, jaga dirimu,”ujar Kris .

Sooyoung masih acuh . Tiba-tiba saja, Kris memberikan sebuah jaket dan memasangkannya di pundak Sooyoung . “Mwo haneun goya?”tanya Sooyoung . “Diluar dingin nona Choi, sebaiknya kau mempertebal pakaianmu, aku pergi,”ujarnya sambil keluar dari ruangan .

“Kau benar-benar tidak pernah berubah, Wu,”

~***~

Selama hidupnya, ia belum pernah berpacaran . Sooyoung hanya menghabiskan hidupnya untuk menjadi artis, training dan hal-hal yang berhubungan dengan itu . Bahkan sampai ia menjadi anggota Girls’ Generation sekalipun, tidak ada namja yang pernah menjadi mantannya . Entah karena dia terlalu dingin atau terlalu tidak menarik .

Namun diantara itu semua, ia memang pernah melirik beberapa namja . Contohnya saja Changmin DBSK . Bisa dibilang super perfect . Ramah, tampan, mapan, tinggi, suaranya indah . Seolah-olah Changmin seorang malaikat .

Tapi itu hanya angin lalu . Ia merasa Changmin merupakan dewa . Tidakkah lebih baik jika orang lain seperti  Victoria, misalnya, mendapatkan Changmin dibandingkan dirinya ? Even Her girlgroup known as a Women Goddesses, bukan sesuatu hal yang spesial .

Bukan alasan tidak menarik jika ia menjadi anggota Girls’ Generation . Semua member memiliki paras masing-masing . Taeyeon dengan badannya yang lumayan mungil dibanding anggota lain serta suaranya yang indah, tidak usah tanya berapa banyak namja yang akan mengantri untuknya . Bahkan mereka berpikir, matipun tidak apa asalkan untuk Taeyeon .

Jessica, suaranya yang lumayan tinggi dan stabil serta kecantikannya membuat berbagai produk kecantikan menjadikannya icon untuk mengiklankan produknya . Tiffany, oh, muka barbienya mengalahkan siapapun . Sunny, tidak ada member yang bisa mengalahkan aegyonya .

Hyoyeon, skill dance nya tidak usah diragukan . Yuri, badannya serta senyumnya benar-benar menawan . Yoona, oh ayolah, buat apa visual sepertinya dipuji, pada kenyataan dia memang sudah cantik dan sempurna . Dan Seohyun, suara, kecantikan disaat yang sama masih memegang umur yang masih muda .

Dan sekarang tinggal dirinya . Apa yang membuatnya menarik ? Karena debutnya sebagai anggota Route O di beberapa tahun yang silam kah ? Oh, persetan dengan itu . Bahkan mungkin tidak ada lagi yang mengingat soal Route O .

Kalau menceritakan apa kelebihannya, jangan dditanya . Ia akan bingung menjawabnya . Kembali lagi ke masalah percintaannya . Mungkin Shiksin tidak dipihaknya kali ini .

Namja yang sekarang menjadi leader EXO-M itu . Bohong kalau Sooyoung tidak mengenalnya . Ia mengenalnya jauh jauh sebelum ia melakukan debut . Ketika ia baru saja pindah dari Kanada .

Flashback~

“Annyeong Haksaeng!”ujar songsaeng . Di luar, seorang namja sedang berdiri dan sedikit aura paranoid da di sekitarnya . Ketakutan akan hari baru di sekolah baru . Pasalnya, Ia bukan namja yang mudah bersosialisasi . “Annyeong songsaem,”jawab mereka serempak .

Sooyoung bosan . Ia hanya melihat ke arah lain sambil memainkan pensilnya . Ia membenci pelajaran Fisika ini . “Kita kedatangan murid baru dari Kanada,”ujar songsaem .Layaknya Koor, mereka semua langsung berisik . Sooyoung masih tidak tertarik .

Yang ia dengar dari depan, kanan, kiri dan penjuru kelas, hanya mengatakan, apakah ia namja ? Atau yeoja ? Ia tampan ? Ia cantik ? Ia pintar ? Ia tinggi ? Ia pendek ?

Sooyoung mendesah . Pasti gurunya akan menyuruh orang itu duduk di sebelahnya karena kursi di sebelahnya tersebut hanya kosong . Ia menghembuskan poninya .

Namja itu memasuki kelas . Oh my god . Kelas langsung benar-benar berisik . Namja itu, benar-benar wah dan tampan di mata para yeoja kelas ini . Sooyoung hanya menyunggingnkan smirk nya . Oh girls be calm, batinnya .

“Namanya Kris, atau Wu Yifan . Ia berasal dari Kanada. Mohon bantuannya untuk ke depan,”ujar songsaem .”Kau bisa duduk dengan nona Choi, di belakang sana,”ujar songsaem . Beberapa kilatan mata menunjukkan kecemburuan mengarah kepada Sooyoung . Ia hanya cuek tidak menanggapi .

“A..Anyeong,”ujar Kris . Ia masih mengingat-ingat beberapa bahasa Korea yang ia ingat . “Yep, annyeong, Choi Sooyoung,”ujar Sooyoung acuh . “Silehamnida,”ujar Kris . “Huh ?”ujar Sooyoung tak mengerti . Kris mati kutu .

Skakmat, sepertinya ia salah mengucapkan kata . “Kau mengucapkan Silehamnida untuk apa ? Kursi ?”tanya Sooyoung . Kris blank soal bahasa Sooyoung barusan . Ia mengataknnya bagaikan kereta expres yang melewati stasiun-stasiun dengan rata-rata kecepatan 220km/jam . “Hello ?”tanya Sooyoung lagi . Ia melihat Kris hanya bengong .

“Can you speak in english ?”tanya Kris . Sooyoung menahan tawanya . “You can ask me before, I’m the best one in this school,”ujar Soyoung menahan tawanya . “Eh, I really forget about sillehamnida, what’s that mean ?”tanya Kris bingung .

“It’s like, excuse me,”ujar Sooyoung sambil tersenyum . Senyum cerah . “Ah, I see,”ujar Kris . “Why did you come to Seoul ?”tanya Sooyoung . Seingatnya gurunya tadi tidak mengatakan bahwa ia memiliki background kenapa pindah ke Seoul . “I’m a trainee in a famous entertainment . I applied the form  a month ago and they accepted me,”ujar Kris . “What entertainment ?”tanya Sooyoung .

Sat itu ia telah menjadi trainee SM . “Eh, I’m not sure, SM ?”tanya Kris . “Wah, you’re in the same entertainment with me !”ujar Sooyoung . “Really ? Wow . It’ll be great because I really don’t know Korean at all,”ujar Kris . “Can you do me  a favor ?”tanya Kris .

“What ?”tanya Sooyoung . “Help me and teach me Korean,”ujar Kris . “Sure, Mr. Wu,”ujar Sooyoung

Flashback end~

Sooyoung memasuki dorm nya dengan langkah gontai . Ia berjalan melewati ruang TV yang kosong . Ia menuju kamarnya . Sepertinya para member sedang pulang ke rumah masing-masing .

Ia menghempaskan dirinya di atas kasur . Bukan dirinya kalau ia sudah melupakan berbagai kenangannya bersama Kris . Kris lah yang membuatnya populer diantara anak satu sekolahnya . Kris lah yang membuat hari-harinya selama di SMA berwarna . It’s all about Kris .

Flashback Start~

Sooyoung diam-diam menuju ruang tari di gedung 1 sayap barat sekolahnya . Ruangan itu setidaknya sudah tidak terpakai 2 tahun karena beberapa kerusakan di sekitar gedung itu . Hanya ruang itu sajalah yang kelihatannya masih bisa dipakai .

“Five… Four… Three… Two… One…”

Sooyoung menarikan sebuah tarian . Ia menarikannya dengan sangat indah . Tanpa ia sadari, dari luar, ada seseorang yang mengintipnya . “Good job !”ujar Kris .

“YA! YOU PEEKED ME !”ujar Sooyoung malu . Ia segera mematikan musiknya dengan muka memerah . Benar-benar . “You did a good dance ! “ujar Kris lagi . “I’m a good dancer, but not as good as one of my unnie,”ujar Sooyoung dingin .

“Are you going to have a debut as a rookie ?”tanya Kris . Pensaran setengah mati . “Maybe, next time,”ujar Sooyoung dingin lagi . “Ya, Choi Sooyoung, what’s wrong ?”tanya Kris . Ia tidak mengerti kenapa jawaban dari Sooyoung selalu dingin . “You peeked me! I feel so embarrassing Mr.Wu !”ujar Sooyoung .

“Okay, I’m sorry, i was really curious when you went to this building ! And I even don’t know if you’re going to dance here !”ujar Kris membela diri . “Whatever,”ujar Sooyoung . “Ya, Choi Sooyoung, I’m going to treat you an ice cream !”ujar Kris .

Sooyoung diam tidak menanggapi . Ia pura-pura sibuk dengan peralatan dance nya . “Ah, come on, I’ll treat you whatever you want!”ujar Kris menyerah . Sooyoung membalikkan badan . “Jinjja ?”tanyanya . “Huh, whatever,”ujar Kris .

Ia termakan jebakan Sooyoung . Sooyoung terkekeh . “Thank you Mr.Wu,”ujar Sooyoung . “Go to the class now,”ujar Kris . Sooyoung menggandeng Kris . “Kajja !”ujarnya semangat .

Flashback End~

Ia menutup matanya . “Sincere,”ujarnya sambil menangis . Kenapa air matanya harus keluar disaat seperti ini . Harusnya ia bahagia melihat Kris dan Jess bersama . Oh, ironi sekali sih .

“Syoo ?”

Sooyoung cepat cepat menghapus air matanya . “Oh, Tiff, wae ?”tanya Sooyoung . “Are you okay ?”tanya Tiffany khawatir . “I’m okay . Why ?”tanya Sooyoung cepat . “You look gloomy,”ujar Tiffany . “Anni,”ujar Sooyoung lagi . “Okay, I gotta go now . Take care, everyone’s leaving,”ujar Tiffany lagi . “Eum,”ujar Sooyoung .

Tiffany keluar dorm . “Something’s worng with her,”gumamnya .

 

Iklan

19 pemikiran pada “Perplexity (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s