Stay Close, Don’t Go

Title : Stay Close, Don’t Go

 

Author/Art: viviviviski

 

Genre: Romance

 

Rating: General

 

Cast: EXO-K Kai, Chan Ri (oc), Luhan EXO-M, Ahn Yireum, EXPLOSION

Length: OneShoot

 

Recommended Song: Stay Close, Don’t Go – Secondhand Serenade

 

Note: Sebelum baca ini disarankan untuk membaca Moving On (http://viviviviski.wordpress.com/2013/02/01/moving-on/)  karena cerita berkaitan ^^ Happy Reading ^^

cover

—-

 

“Waktu mu 90 menit sebelum aku menyebarkan sesuatu yang akan merusak karirmu, hubungan mu dengan orang yang kau sukai, dan kepercayaan semua orang, Kim Jong In.” Kata-kata itu membuat Kai tidak berkutik. Pria bernama lengkap Kim Jong In itu meneguk ludahnya dengan susah payah. Dalam pikirannya hanya terbayang satu nama seorang wanita, Park Chan Ri, Park Chan Ri, Kai sungguh tidak ingin melukai wanita yang sangat ia cintai itu.

I’m staring at the glass in front of me,

 Is it half empty?

 Have I ruined all you’ve given me?

 I know I’ve been selfish,

 I know I’ve been foolish,

 But look through that and you will see,

 That I’ll do better.

I know, baby I can do better.

“Astaga Kim Jong In! Hampir seharian ini aku tidak bisa menghubungi mu. Apa kau benar-benar sibuk? Eung?” Chan Ri tertawa manis menghadap kamera depan tab nya. Di layar tab-nya terpampang wajah seseorang secara penuh, Kim Jong In. Pria itu terlihat sangat lelah.

Kai tertawa, Chan Ri dapat melihat pria itu merebahkan dirinya di tempat tidur dengan seprai bergambarkan lambang Chelsea, Tim Sepak Bola kesukaan Kai. “Manis, kau terlihat bersenang-senang hari ini, aku melihat mu memasukan beberapa foto ke Instagram dan Path mu. Apa kau senang? Hum?”  Kai bertanya dengan tersenyum.

Chan Ri mengangguk semangat, “Yap yap! Hari ini aku pergi mengujungi beberapa tempat. Tetapi, tetap saja aku mengkhawatirkan mu karena aku tidak bisa menghubungi mu, eung... tampan”

Kai, untuk kesekian kalinya, pria itu tersenyum manis, “Terima kasih telah mengkhawatirkan ku, Sayang. Hari ini aku sangat sangat sangat sibuk. Semua member EXO berlatih keras untuk comeback. Kau dan EXPLOSION harus menantikan comeback kami.”

Chan Ri tersenyum dengan perasaan berat. Debaran jantung Chan Ri bekerja lebih dari biasanya. Tangannya bergetar. Dirinya sama sekali tidak percaya bahwa pria yang sedang berbicara dengannya di Skype ini adalah Kim Jong In, kekasihnya. Diam-diam, nafas Chan Ri memburu, antara marah dan kesal, dirinya sendiri tidak mengerti apa yang dirasakan saat ini. Chan Ri terhenyak, untuk beberapa saat keheningan menyelimuti mereka. Perasaan kecewa memenuhi relung hati seorang gadis yang bernama Park Chan Ri.

Baby, apa yang terjadi di sana sayang? Kau baik-baik saja?” tanya Kai saat Chan Ri terlihat membisu di layar Tab nya. “Kau tau, tadi Luhan Hyung dan Sehun jatuh dalam posisi berpelukan, jika Kyuri Noona si fujoshi mengetahui hal itu, ia akan berlari berkeliling seraya berteriak ‘HunHan’ berkali-kali,” Kai tertawa lepas. Tetapi tidak dengan Chan Ri. Chan Ri tersenyum masam, “Aku lelah, selamat malam.”

Chan Ri menyentuh tombol ‘end’ di aplikasi Skype nya. Rasanya dadanya sesak, gadis itu ingin menangis. Sangat ingin menangis, hingga akhirnya aliran air mata berderai dengan deras di kedua pipi Magnae EXPLOSION itu. Gadis itu marah. Chan Ri tau, Kim Jong In berbohong.  Hari ini EXO tidak ada jadwal apapun, bahkan jadwal latihan. Manager dan menejemen mereka memberi waktu liburan satu hari. Dan hari ini, tentang Sehun dan Luhan yang jatuh berpelukan, Kai berbohong, ia telah berbohong lebih jauh, karena hari ini, Luhan yang menemani Chan Ri pergi kemanapun ke tempat yang Chan Ri inginkan.

“Kim Jong In, aku sama sekali tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiranmu,” Chan Ri tersenyum masam, kemudian membenamkan wajahnya diantara bantal-bantal di atas tempat tidurnya. Hatinya benar-benar terluka karena kebohongan Kai.

—-

 

“Maafkan aku Chan Ri, aku hanya tidak ingin kau terluka lebih sakit jika dibandingan dengan luka karena kebohongan yang aku buat.” Kai melamun. Menerawang pada langit-langit berwarna putih di kamarnya. Kai mengingat masa lalunya. Kemudian tersenyum pahit saat rangkaian masa lalunya terangkai bagaiankan film yang kembali terputar. Aku telah jatuh dan terjatuh, dari satu hati ke hati yang lain. Tetapi sejak bertemu dengan mu, aku merasakan rumah. Sejauh apapun aku pergi, aku akan kembali kepadamu. Untaian kata-kata itu merangkaikan seluruh perasaan Kai terhadap Chan Ri.

‘Sayang, aku menunggu mu di depan Gedung SM Entertainment besok. Jangan lupa janji mu sayang. I love you so much.’

Sebuah pesan singkat dari Kakao Talk yang masuk ke iPhone-nya membuat dirinya menghela nafas berat. Ia berjanji akan datang, dan Kai tidak mungkin mengingkari janji itu. Tetapi, kebohongan apalagi yang akan ia katakan kepada Chan Ri. Kai berfikir keras, memutar otaknya, berusaha menemukan jawaban.

‘Sayang, aku menunggu mu di depan Gedung SM Entertainment besok. Jangan lupa janji mu sayang. I love you so much.’

Seakan tidak puas, kini pesan itu masuk melalui Line dan Whats App Kai. Kai benar-benar geram dengan pengirim pesan itu. Kai kesal karena pengirim pesan itu benar-benar tidak bisa sedikit saja lebih sabar menunggu balasanya. Dengan malas, Kai mengetik beberapa kata.

‘Iya, Yireum Sayang.’

Kai melempar iPhonenya. Sungguh, ia ingin waktu berhenti saat ini juga untuknya. Ia terlalu lelah. Ia mencoba befikir namun belum nememukan sebuah jawaban untuk semua ini. Kai tidak dapat memilih diantara kedua pilihan dengan satu tujuan, Park Chan Ri. Dengan suara berat serta helaan nafas, Kai berkata dengan sangat lirih.

“Maafkan aku, Park Chan Ri.”

 

Chan Ri enggan untuk mengunjungi Dorm EXO untuk alasan apapun di pagi hari. Seperti hari ini, tetapi keadaan memaksanya. Selain malas karena harus membersihkan kamar Oppanya, Park Chanyeol, dirinya juga tidak ingin ‘diperbudak’ secara tidak langsung oleh member EXO yang lain untuk membersihkan kamar yang lainnya dan memasak untuk mereka. Tetapi, Chanyeol menarik paksa adiknya itu untuk datang ke Dorm EXO.

Pagi-pagi buta saat semua member EXPLOSION masih terlelap, termasuk Park Chan Ri, Chanyeol yang ‘nota bane’ nya telah mengetahui password dorm EXPLOSION mengidap masuk ke dalam Dorm. Dan beberapa saat setelah itu, Chan Ri merasakan seseorang memakaikan topi rajut di kepalanya kemudian menggendong tubuhnya di depan. Untuk beberapa saat Chan Ri mendengar Chanyeol berbicara dengan seseorang, siapa lagi kalau bukan Heo Jangmi, leader EXPLOSION yang selalu bangun paling awal.

Noona, boleh aku membawanya?” Suara berat Chanyeol terdengar di teling Chan Ri pagi itu. Sang Leader EXPLOSION hanya mengatakan, “Culik saja dia.” Seorang Heo Jangmi yang terlihat keibuan dimata fans nya dapat membiarkan salah satu membernya ‘diculik’ dengan semudah itu.

Pagi itu, jika Chan Ri membuka mata saat berada di gendongan Park Chanyeol. Itu tidak akan menjadi solusi yang lebih baik dari Chan Ri tetap memejamkan matanya. Chanyeol akan menyuruh Chan Ri berjalan sendiri menuju mobilnya, dan tetap men-culik Chan Ri, tanpa pengecualian.

“Adik Oppa tersayang, jangan melamun terus. Jangan lupa membersihkan kolong tempat tidur ku!” Perintah Chanyeol dengan nada yang sangat manis. Chan Ri menatap tajam ke arah Chanyeol yang menghilang dibalik pintu kamarnya.

Chan Ri memang tidak pernah membersihkan kamarnya di Dorm EXPLOSION. Tapi antara member EXPLOSION dan EXO telah terjadi kesepakatan bahwa Chan Ri harus membersihkan Dorm EXO satu minggu sekali. Benar-benar melelahkan walau terkadang Kyung Soo membantunya.

“Sudah selesai, Oppa,” ucap Chan Ri pada Baekhyun yang sedang membaca sebuah buku di ranjangnya. Kamar Baek-Yeol yang tidak begitu kotor seperti seminggu yang lalu membuat rasa syukur tersendiri dalam benak Chan Ri.

“Chan Ri, terima  kasih banyak,” ucap Baekhyun dengan tersenyum manis. Chan Ri membalas dengan senyuman serta perlahan-lahan meninggalkan kamar Baek-Yeol.

Chan Ri berjalan memasuki kamar Kai dan DO. Chan Ri dapat melihat DO yang sedang asik bermain dengan ikan mas koki peliharaannya. Do Kyung Soo menggerakan mulutnya seolah-olah sedang berbicara dengan ikan tersebut.

Ah! Selamat Pagi Chan Ri, kau ingin bertemu dengan Nappoleon Bonnaparte?” Kyung Soo mengarahkan aquarium di tangannya ke arah Chan Ri. Chan Ri menggeleng seraya terkikik pelan, “Nama yang lucu, Oppa.”

Kyung Soo menyerngit ke arah Chan Ri, “Lucu? Benarkah? Padahal aku sudah menamainya se-seram mungkin.” Apanya yang seram dari ikan mas koki selucu itu? Chan Ri ingin sekali mengomentari Kyung Soo dengan panjang lebar, namun ia sedang tidak dalam keadaan mood yang baik.

Heum… bagaimana kalau Kyung Woo?” ujar Chan Ri dengan kedua tangan yang di lipat di depan dadanya. Kyung Soo menggeleng cepat, “Aniyo, dia ini wanita Chan Ri.” Kyung Soo membatah dengan dua mata yang membesar seperti biasanya. Chan Ri melihat Kyung Soo dan ikan itu bergantian. Terlihat sangat mirip batin Chan Ri.

Oppa, apa maksudmu betina? Bagaimana kalau menamainya dengan nama Kyung Ra? Kalian sangat mirip.”

Kyung Soo mengangguk setuju, “Saran diterima! Kyung Ra! Terima kasih banyak Chan Ri.”

Chan Ri tersenyum. Ia berjalan lebih dalam ke kamar Kai-DO. Perlahan, ia berjalan menuju ranjang Kai. Seprai dan selimut ranjang itu kombinasi antara Klub sepak bola Barcelona dan Chelsea. Kai memang menyukai Chelsea, dia sangat mengidolakan Fernando Torres, pemain asal Chelsea. Tetapi Kai juga menyukai Barcelona karena Park Chan Ri, sang penggila Tim Barcelona. Walaupun berawal dari perasaan menghormati klub lain, tapi perlahan Kai mulai menyukai permainan dari Klub Barcelona.

Chan Ri memeluk salah satu bantal Kai. Ia memejamkan mata. Menghirup wangi rambut Kai melalui bantal itu. Irama detak jantungnya tidak stabil. Terlalu sakit. Sangat sakit. Chan Ri terus merasakan wangi rambut Kai. Perasaan marah dan kesal semalam kembali menyelimutinya lagi saat ini. Aku lelah menangisimu. Chan Ri terlalu lelah menangisi kesalahan besar Kai  untuk yang kedua kalinya.

“Jong In pergi menemui orang tuanya sejak pagi. Dia tidak mengatakannya pada mu?”

Chan Ri menoleh ke arah Kyung Soo. “Tidak.”

Kyung Soo hanya mengangguk tanpa memandangnya. Ia terlalu sibuk memperhatikan peliharaan baru pemberian dari fansnya. “Chan Ri,” panggil Kyung Soo seraya menoleh ke arah Chan Ri. “—kau terlihat lelah. Kau bereskan saja kasur Kai. Untuk urusan yang lain di kamar ini, biar aku saja,” lanjutnya.

Chan Ri membelalakan matanya terkejut. Kyung Soo memang selalu membantunya. Pria ini benar-benar seperti penyelamat Chan Ri. Menurut Chan Ri, EXO sangat beruntung mempunyai Kyung Soo dalam grupnya. Kyung Soo pria mandiri yang dapat melakukan apapun.

Pintu yang terbuka secara tiba-tiba membuat Chan Ri dan Kyung Soo menoleh bersamaan ke arahnya. Kepala Luhan menyembul dibalik pintu itu. “Chan Ri, mau menemani Gege  membeli sesuatu?” Chan Ri mengangguk dan tersenyum.

“Ya Gege, setelah aku selesai merapikan kasur Jong In Oppa.”

If you leave me tonight,

 I’ll wake up alone,

 Don’t tell me I will make it on my own.

 Don’t leave me tonight,

 This heart of stone will sink ’til it dies,

If you leave me tonight.

—–

 

“Akhirnya kau datang juga, sayang,”

Kai melihat Yireum tersenyum licik kemudian merangkul tangannya. Kai sangat mengantisipasi kedatangan fans ataupun pers dengan masker yang menutupi bagian mulut dan hidungnya. Kaca mata hitam dan penutup kepala pun tidak lupa tertinggal dari penyamaran Kai kali ini.  “Pria pintar,” puji Yireum seraya tertawa.

Kai menatap Yireum kesal, ia sangat lelah dengan semua permainan yang Yireum lakukan padanya. “Apa yang kau inginkan sebenernya Ahn Yireum?” desis Kai kesal. Yireum tertawa, walaupun terlihat manis tetapi bagi Kai, tawa Yireum seperti tawa nenek sihir di kartun-kartun yang sering ia saksikan semasa kecil.

“Ayo masuk ke mobil ku, akan ku jelaskan setelah itu, Sayang.” Tanpa mengatakan apapun, Kai menurut dan mengikuti langkah Yireum menuju mobilnya. Ia benar-benar ingin menyelesaikan permainan ini secepat mungkin.

Keheningan menyelimuti Yireum dan Kai. Hanya terdengar suara deru mobil yang dikendarai sang supir pribadi Yireum. Yireum tersenyum seraya menatap Kai. “Jadi apa kabar mu, Sayang? Seminggu ini menyenangkan menghabiskan waktu bersama mu sepanjang hari.”

Tangan Yireum membelai wajah Kai, seakan telah lelah, Kai membiarkan tangan nakal itu membelai setiap bagian wajahnya, pipi, hidung, mulut, kening, jemari tangan Yireum menjelajah bagian Kai dengan mendetail. “Aku merindukan kebersamaan kita yang seperti ini, seperti lima tahun yang lalu juga, Sayang.”

“Cepat katakan apa yang kau inginkan!” gertak Kai dengan nada mendesis.

Ahn Yireum menggeleng pelan, “Tidak, hari ini Kim Jong In sayang, hari ini kau temani saja aku jalan-jalan. Turuti semua kemauan ku sayang”.

 

Ge, kita kemana?”

Luhan merangkul Chan Ri. “Pergi menuju kebiasaan lama kita.” Mereka terdiam dalam dalam pikiran mereka masing-masing.

Ice cream mint dengan oreo dan choco chips!”

Mereka berteriak bersamaan, kemudian tertawa lepas. Chan Ri tersenyum. Lubuk hatinya merasakan perasaan lama yang kembali muncul. Xi Luhan benar-benar malaikatnya. Hanya Xi Luhan yang selalu dapat membuat perasaan Chan Ri lebih baik.

Chan Ri memandang Luhan cukup lama, walaupun kakinya tetap melangkah maju seirama dengan langkah kaki Luhan. Luhan yang merasa risih karena tatapan Chan Ri akhirnya bertanya pada Chan Ri, “Kenapa?”

Gege yang traktir kan?”

Luhan mengeratkan rangkulannya pada bahu Chan Ri. “Tentu saja jika itu dapat membuat mu lebih baik, Princess.”

Chan Ri tertawa seraya membuka pintu masuk cafe khusus ice cream langganan mereka. “Aku merindukan panggilan itu, walaupun aku tidak suka dengan panggilan itu.” Luhan mengacak rambut Chan Ri sesaat, kemudian berlari masuk mendahului Chan Ri.

Luhan terlihat mencari meja kosong, setelah melihat meja kosong di sudut ruangan, Luhan kembali kepada Chan Ri dan menarik tangannya. “Ayo!” ajaknya. Luhan kemudian membukakan kursi untuk Chan Ri, “Silahkan Princess.”

Chan Ri kembali tertawa. Moodnya benar-benar kembali baik setelah semua ini. Luhan ikut tertawa. Tak lama, seorang pelayan menghampiri mereka, “Ingin pesan apa Tuan dan Nyonya?”

Ice cream mint dengan oreo dan choco chips!”

Lagi-lagi mereka mengucapkan kata-kata itu bersamaan di tambah dengan pelayan itu. Sejak awal Chan Ri dan Luhan pergi ke cafe ini, mereka selalu mengucapkan kata-kata itu dengan bersamaan. Seakan sudah hafal dengan kebiasaan mereka, pelayan cafe itu kini juga mengucapkan nama makanan itu serempak dengan mereka.

Luhan, Chan Ri dan pelayaan itu tertawa. “Baiklah, segera kami antar, silahkan tunggu,” ucap pelayan itu kemudian pergi, walaupun masih tetap terkikik.

Suara lonceng di pintu masuk Cafe dengan nama Sweet Choco itu membuat Chan Ri dan Luhan memandang bersamaan ke arahnya. Sepasang kekasih masuk ke dalam Cafe. Sang pria memakai pakaian penyamaran yang lengkap. Sedangkan sang wanita, terlihat melingkarkan tangannya di lengan sang pria. Chan Ri berfikir sesaat, kemudian menarik sebuah kesimpulan. Artis KPOP yang sedang berkencan. Sebuah hipotesis sementara dari Chan Ri. Siapa lagi yang memakai pakaian penyamaran selengkap itu selain artis KPOP yang tidak ingin identitasnya diketahui oleh netizen.

Pasangan kekasih itu menduduki meja yang tak jauh dari meja Luhan dan Chan Ri. Luhan dan Chan Ri mengamati pasangan itu, entah mengapa, mereka menjadikan pasangan itu sebagai objek yang menarik, walaupun masih banyak pengunjung yang lain.

Sang pria dari pasangan itu melepas topi rajut berwarna hitamnya. Luhan memekik, “A! Rambutnya terlihat seperti Jong In!”

“Ya mirip sekali Ge, tapi Kyung Soo bilang dia sedang berada di rumah orang tuanya,” jawab Chan Ri.

Pesanan Chan Ri dan Luhan pun datang. Mereka menikmati suap demi suap ice cream  yang meleleh di dalam mulutnya. “Ge, jangan memandangi mereka terus menerus,” tegur Chan Ri. Xi Luhan benar-benar tidak dapat melepaskan pandangannya dari pasangan di pojok itu.

“Tidak, aku hanya penasaran.”

Chan Ri mendelik, “Penasaran?”

Luhan menatap Chan Ri, “Tidak, lupakan saja.” Mereka mengangguk kemudian kembali fokus terhadap makanan ringan mereka masing-masing.

“Lepas sayang!”

Suara pekikan di ujung ruangan membuyarkan mereka, Chan Ri dan Luhan melihat pasangan itu sedang berseteru dengan masker di mulut sang pria. Hanya beberapa orang di cafe itu, dan hanya Chan Ri serta Luhan yang tertarik dengan pasangan itu sejak awal, sehingga hanya mereka yang menoleh.

“Lepas penutup mulutmu, kau tidak bisa makan sayang.”

Pria itu tetap diam, meskipung sang wanita terus memohon. “Kau harus mengikuti semua perkataan ku Kai Sayang.” Wanita itu melepas penutup mulut sang pria. Kemudian mencium pipi pria itu.

Luhan dan Chan Ri tidak dapat mengucapkan sepatah katapun. Mereka terlalu terkejut dengan apa yang ia lihat. Untuk Chan Ri, Kai telah menipu dirinya untuk yang kedua kali. Sesak, Chan Ri berusaha menahan air matanya. Hingga akhirnya, Luhan menggenggam tangannya, “Ayo pulang.”

Sometimes I stare at you while you are sleeping,

 I listen to your breathing,

 Amazed how I somehow managed to,

 Sweep you off of your feet girl,

 Your perfect little feet girl,

 I took for granted what you do,

 But I’ll do better.

 I know, baby I can do better.

 

If you leave me tonight,

 I’ll wake up alone,

 Don’t tell me I will make it on my own.

 Don’t leave me tonight,

 This heart of stone will sink ’til it dies,

If you leave me tonight.

 

Pintu kaca sebuah café berbunyi ketika Chan Ri membukanya. Lonceng yang tergantung diatasnya berdentang nyaring. Beberapa hari yang lalu seseorang menelpon Chan Ri, mengatakan ada hal penting dan harus menemuinya segera. Wanita yang menelfonnya mengatakan kalau ini berhubungan erat dengan Kai. Chan Ri sendiri tidak sempat membahasnya dengan Kai, karena Kai sendiri tidak bisa dihubungi. Tebakan Chan Ri, Kai sedang latihan dan pekerjaan seperti biasanya. Atau ‘bermain’ bersama wanita yang berada di cafe waktu itu.

Seorang wanita yang duduk mengangkat-angkat tangannya. Chan Ri sempat terdiam sesaat, mencoba mengingat siapa wanita itu. Ah, selingkuhan Kai yang waktu itu. Chan Ri berjalan ke arah wanita cantik itu seraya menghela nafas, mencoba menahan emosi yang ia tahan sejak kemarin. Perasaan ingin menjambak wanita itu, ataupun perasaan ingin menampar wanita itu.

“Kau pasti Chan Ri.” Ujar wanita itu dengan senyum ramah yang memuakan di mata Chan Ri.

“Iya, kau siapa?”,Tanya Chan Ri.

“Aku Ahn Yireum. Kita sudah bicara di telepon.”

Chan Ri dan Yireum akhirnya duduk. Di meja itu terdapat sebuah tablet dan sepertinya Yireum sedang menonton sesuatu.

“Ada masalah penting apa?” tanya Chan Ri. Chan Ri merasa sedikit kesal karena Yireum sama sekali tidak mengungkapkan masalahnya di telepon. Ia bersikeras meminta bertemu. Yang bagi Chan Ri sedikit sulit. Tidak, sangat sulit karena sulitnya menahan untuk tidak menjambak rambut wanita dihadapannya saat ini.

 

“Ini tentang Jongin. Tolong berhenti menemuinya,” kata Yireum.

Chan Ri membelalakan mata, “Apa?!”

“Jongin bersamaku sekarang.” Yireum mengatakan dengan sangat enteng, seolah-olah tidak melihat posisi Chan Ri yang notabane nya adalah kekasih Kai.

Chan Ri kehabisan kata-kata.Mata Yireum menatap Chan Ri tajam. Chan Ri sedari tadi menunduk.Tangannya dengan gemetar terus mencoba menghubungi Kai. Tiba-tiba Yireum mengambil ponsel itu dari samping. Mengejutkan Chan Ri.

“Hei!” pekik Chan Ri karena perbuatan Yireum yang tidak sopan dan kasar.

Beberapa pasang mata mulai memperhatikan dua wanita yang sepertinya sedang berseteru satu sama lain itu.

“Jongin tidak akan menjawab.” Yireum kembali meletakan handphone Chan Ri di meja.

“Kenapa?!” seru Chan Ri.

“Lihat ini.”

Yireum mengarahkan tablet miliknya menghadap Chan Ri dan memutar sebuah video. Video Yireum dengan Kai. Saling bermesraan. Mereka terlihat seperti orang berpacaran sudah sedemikian lama. Kai mengambilkan kopi untuk Yireum dan tangan mereka saling bertaut dengan mesra. Kai yang mencium puncak kepala Yireum. Banyak momen-momen lain yang mengiris hati Chan Ri.Bahkan Kai tidak pernah sebegitunya dengan Chan Ri.

Chan Ri tersenyum meremehkan. Berusaha tetap tenang walaupun hati nya bergejolak sangat marah. “Darimana bisa ada ini? Kalian merekam kencan kalian sendiri?” tanya Chan Ri.

“Netizen mengvideokan ini dan aku membelinya agar Jongin tidak tertimpa gossip lagi.” Chan Ri menatap Yireum terkejut. Ia terkejut akan Yireum yang rela membeli video yang pasti dengan harga tidak murah itu demi Kai.

“Lihat, aku berbuat banyak demi Jongin.Apa yang sudah kau lakukan? Kau dan groupmu sudah menganggu EXO dengan skandal kalian yang dulu.” Bibir Chan Ri tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Untuk satu momen dalam hidupnya, ia merasa seperti orang bisu. Yireum mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Dompetnya, dan di dalamnya terdapat sebuah foto. Kai dengan Yireum.

Chan Ri memperhatikan tanggal di pojok kanan foto itu.

“Hari itu dia bilang ada pekerjaan…..”

Chan Ri segera mengambil tasnya dan berlari keluar dari kafe itu.Meninggalkan Yireum dengan senyum kemenangannya. Tanggal yang tertera pada foto itu, adalah tanggal dimana Kai mengatakan ia pergi latihan dan ia menceritakan tentang Luhan Sehun yang terjatuh saat latihan.

And don’t you know,

 My heart is pumping,

 Oh, it’s putting up the fight.

 And I’ve got this feeling,

 That everything’s alright.

 Don’t you see?

 I’m not the only one for you,

 But you’re the only one for me.

 If you leave me tonight,

I’ll wake up alone.

 

“Setelah seminggu bersama mu, untuk pertama kalinya kau telat. Tidak bersemangat untuk bersama ku hari ini Ahn Yireum? Karena ini hari terakhir?”

Dengan seluruh nada mengejek pada setiap katanya, Kai tersenyum licik. Yireum terlihat kikuk dan aneh hari ini menurut Kai. Sangat tidak seperti Ahn Yireum yang biasanya. Kai melipat kedua tanggannya di depan dada. “Jadi, apa yang ingin aku lakukan untuk mu Ahn Yireum?”

Yireum membenarkan poni di keningnya, “Mudah, meminta maaflah kepada semua korban mu.”

Kai membuntuti Yireum masuk ke dalam mobilnya.  “Korban?”

“Semua mantan kekasih mu, playboy.” Yireum melipat kedua tangannya di depan dada. “Dan satu lagi, untuk hari ini, kau dapat menghubungi kekasihmu.”

Kai menyerngit, “Kau tau aku mempunyai kekasih?”

“Playboy mana yang akan nyaman seharipun tanpa mempunyai seorang kekasih.”

Yireum melanjutkan. “Waktu mu 90 menit sebelum aku menyebarkan sesuatu yang akan merusak karirmu, hubungan mu dengan orang yang kau sukai, dan kepercayaan semua orang, Kim Jong In.” Kata-kata itu membuat Kai tidak berkutik. Pria bernama lengkap Kim Jong In itu meneguk ludahnya dengan susah payah. Dalam pikirannya hanya terbayang satu nama seorang wanita, Park Chan Ri, Park Chan Ri, Kai sungguh tidak ingin melukai wanita yang sangat ia cintai itu.

“Aku masih menyimpan video kita, jika kau selesaikan ini, aku berjanji akan menghapus video itu.”

—-

 

Ponsel Chan Ri berkali-kali berdering. Dari Kai. Setelah sekian lama tidak bisa dihubungi, kenapa baru kali ini Kai menghubunginya kembali. Chan Ri tidak mau berhubungan dengan Kai. Untuk sekarang ini. Walaupun dengan masalah Yireum, dia tidak bisa menghadapi Kai sekarang. Member Explosion sudah mengetahui suasana hati Chan Ri yang buruk dan tidak berani mempermasalakan ponsel Chan Ri yang sedari tadi berdering. Walau sangatlah menganggu.

“Selamat hari Valentine, hari ini jadwal kalian kosong,” kata Hana. Manager Explosion itu terlihat sangat sumringah pagi ini. Chan Ri tau semua member Explosion sudah mempunyai jadwal kencannya masing-masing. Karena itulah mereka semua berwajah ceria, tidak seperti dirinya.

“Syukurlah, hari ini Kris berkata akan mengajakku ke suatu tempat,” jawab Jangmi.

Selama beberapa saat para member Explosion membicarakan kegiatan mereka pada hari Valentine. Ada yang belum tahu -berpura-pura tidak tau di hadapan Chan Ri- dan ada juga yang sudah memiliki acara di hari itu. Hingga Chan Ri bangkit dari ruang tv dengan wajah suramnya. Semua bibir tertutup.

“Chan Ri-yah, kau sudah makan pagi? Sarapan dulu.” Jiyo mencoba mengajak Chan Ri.

Tidak lama kemudian Kiyoo menghampiri Chan Ri. “Tadi Kai menelponku lagi–”

“Bilang aku tidak ingin bicara dengannya,”potong Chan Ri.

Sebenarnya Kai tidak hanya menghubungi Kiyoo, tapi juga semua member Explosion, tapi peringatan awal dari Chan Ri adalah ia tidak ingin bicara dengan Kai. Chan Ri masuk ke dalam kamarnya. Kemudian menyalakan macbook nya di atas tempat tidur. Hinga tiba-tiba sebuah telefon masuk dari akun Skype nya membuat nya menutup layar macbooknya. Kim Jong In menghubunginya lewat Skype. Pria itu bahkan tidak menyerah setelah 120 pesan pada Whats App Chan Ri, 98 pesan pada Kakao Talk Chan Ri dan 187 pesan masuk pada Line Chan Ri.

 

“Tinggal dua orang terakhir,” ucap Yireum tertawa.

Kai benar-benar tidak dalam keadaan yang bagus. Pipinya lebam akibat tamparan dari mantan pacar pertamanya. Bajunya basah akibat dari mantan pacar ke lima belasnya. Dan masih banyak lagi yang Kai alami sehingga memiliki keadaan yang buruk seperti itu.

“Kita ke pemakaman?” Kai melihat ke luar jendela.

Yireum mengangguk, “Ya, ke tempat teman ku, Kang Hyemin.” Kai terkejut, “Kang Hyemin temanmu?”

Yireum tidak menjawab. Ia turun dari mobilnya dan berjalan menuju laci tempat abu Hyemin di tempatkan. “Sekarang, meminta maaflah padanya.”

Kai menyentuh bingkai foto Hyemin. Pria itu menundukan kepala. “Kang Hyemin, apa kabar? Maafkan aku, sejak awal aku memang tidak memiliki perasaan apapun padamu. Aku mencintai Chan Ri sejak awal, tapi ibumu memohon pada ku agar aku menjadi kekasihmu. Tapi sungguh, ini bukan salah ibumu. Ia hanya ingin kau bahagia di akhir hidupmu.”

Kai menoleh ke arah Yireum, “Sudah selesai Yireum, terima kasih. Aku tau kau bermaksud baik.”

Yireum tersenyum pahit seraya menggeleng, “Tidak, aku tidak baik.Tadi pagi, aku menemui Chan Ri. Aku mengatakan bahwa ia harus menjauhi mu. Aku juga memperlihatkan video itu padanya. Aku tau aku jahat. Bersamamu seminggu ini, membuatku… ingin memiliki mu, Kai. Aku akan menghapus video itu. Maafkan aku.”

“Ka..kau menemui Chan Ri?” tanya Kai terbata.

“Maafkan aku Kai.”

 

Ting …. Tong ….

Bunyi bel tidak pernah berhenti berbunyi. Kai, walaupun lelah tetap menekan bel itu. Walaupun tetangga ada yang menegur, namun Kai tetap bertahan. Begitu pula Chan Ri, masih tetap bertahan di sofa ruang tamu dormnya. Ia terganggu, namun ia tetap tidak mau membuka pintu.

“Chan Ri, aku yakin kau bisa mendengarku. Ini sudah malam, aku tidak bisa terus menekan bel dan menganggu tetanggamu. Tapi dengarkan penjelasanku… Aku dan Yireum tidak ada apa-apa. Ia menjebakku. Ia berkata ingin membuat MV, namun ternyata tidak. Aku tidak mengatakan padamu karena, aku tau kau tidak akan suka aku bekerja dengan wanita lain. Yireum sebenarnya bermaksud baik, ia ingin aku meminta maaf kepada semua eung.. mantan pacarku.”

“Video yang kau lihat itu hanya sekedar skenario MV Yireum, merencanakan rencana yang jahat dan hendak merusak hubungan kita. Aku juga tidak bisa mengatakan aku tidak berbohong kepadamu. Aku membohongimu untuk beberapa waktu. Tapi percayalah, hanya ada dirimu, Chan Ri. Kalau kau memintanya, aku akan jelaskan 1000 kali untukmu.”

Selama penjelasan Kai, Chan Ri melangkah dari sofa empuk berwarna coklat yang telah basah pada beberapa bagian akibat tangisan Chan Ri. Ia bersandar di pintu. Mendengarkan Kai dengan sepenuh hati.

“Aku pulang Chan Ri.”

“Kau tidak sedang berbohong?” tanya Chan Ri.

“Aku berani bersumpah, ini kejujuran.” Kai menjawab dalam nada yang lebih bersemangat.

Chan Ri pun membuka pintu, melihat Kai yang sudah lusuh. Tidak peduli seberapa buruk keadaan Kai saat itu, Chan Ri memeluknya erat. Semua emosi yang ia pendam selama ini tumpah dalam pelukan itu. Mereka saling berpelukan erat. Seakan akan tidak ingin kehilangan satu sama lain. Chan Ri membenamkan wajahnya di dada Kai.

“Aku hanya tidak ingin kehilangan mu,” ucap Chan Ri dengan terisak.

Kai mencium puncak kepala Chan Ri. “Aku memilih mu Chan Ri. Aku hanya mencintaimu. Kau tidak akan pernah kehilangan ku. I love you, My valentine.”

Chan Ri mendongak menatap Kai, “Tidak ada hadiah valentine untuk ku?”

Kai tertawa kemudian kembali mencium puncak kepala Kai. “Aku hadiah valentine mu Chan Ri, Happy Valentine my Barbie.” Kai memeluk Chan Ri erat. Chan Ri membalas pelukan Kai, “Love you too my Ken.”

 

If you leave me tonight,

 I’ll wake up alone,

 Don’t tell me I will make it on my own.

 Don’t leave me tonight,

 This heart of stone will sink ’til it dies,

 If you leave me tonight.

Don’t leave me tonight.

 

END

Iklan

11 pemikiran pada “Stay Close, Don’t Go

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s