Beauty And A Beat

Beauty and a beat.

Author: soft dubu

Genre: romance, campus life.

Main cast: byun baekhyun

Jung hara

Suport cast: park chanyeol

Oh sehun

Kim jong in

 ___________________________

Baekhyun bangun dari tidurnya. Kepalanya masih terasa pusing akibat minum semalam. Sebenarnya semalam ia tak ingin minum. Tapi karena paksaan dan alasan tertentu berhasil membuatnya harus menenggak alcohol itu.

“sudah jam 9” ucap baekhyun sambil tersenyum melihat jam dinding di kamar apartemennya.

“eh? Jam 9?? HUAAAAA aku ada kelas jam 09:15 astaga!!” baekhyun menyingkap selimutnya dan mulai melakukan aktifitasnya pagi itu. ia mulai sibuk sendiri. Berlari menuju kamar mandi. Mengomel pada dirinya sendiri, dan memanggang tangannya sendiri saat memanggang roti untuk sarapannya .

“oh yang benar saja!” umpat baekhyun saat ingin masuk tapi dosennya sudah didalam kelas.

“party again, huh?” tanya dosen bahasa asingnya.

“actualy i can explain it” ucap baekhyun memohon.

“miss cho im sorry i was late. I had a buisiness with my family. Im terrible sorry” ucap yeoja itu dengan nafas terengah-engah dan beberapa kali membungkuk.

“oke you can go in ms jung” ucap mrs cho dengan senyum mengembang untuk yeoja tadi.

“eum? May i?” tanya baekhyun merasa di telantarkan oleh dosennya.

“you may not!!” blam!!! Pintu kelasnya dengan segera dibanting oleh mrs cho. Dan terdengarlah suara tawa dari dua orang yang sangat dikenalnya. Park chanyeol dan oh sehun.

“aku akan membuat kalian mati nanti” ikrar baekhyun. Sambil mengepalkan tangannya. Lalu ia pergi ke taman untuk menunggu kelasnya selanjutnya.

Baekhyun melihat jamnya. Ini sudah waktunya balas dendam batin baekhyun seringaian menyeramkan terlukis di wajahnya.

“huahaha kau ingat betapa bodohnya wajah baekhyun tadi? Wuahaha” tawa chanyeol tanpa ia sadar orang yang ia tertawakan sudah berada dibelakangnya.

“eh annyeong.. eumm LARI!!!!” teriak chanyeol dan sehun. Tapi naas mereka berdua berhasil ditahan oleh baekhyun sebelum mereka bisa berlari.

“mau lari kemana?” tanya baekhyun.

“kalian tahukan ini pertemuan penting dengan mrs cho? Kalau aku tak masuk aku bisa tak lulus lagi. Kenapa kalian tega sekali ha?” tanya baekhyun.

“eh? Iya kami mengaku kalau kami bersalah maaf kan kami yah” ucap sehun.

“andwae!” ucap baekhyun ngambek.

“kami akan melakukan apapun agar kau mau memaafkan kami” ucap chanyeol dan langsung dihadiahi senyuman sinis dan tatapan tajam dari baekhyun dan sehun. Sementara chanyeol hanya menunjukkan ekspresi –aku-salah-apa?

“bayar uang kuliahku selama setahun penuh!” ucap baekhyun singkat padat dan jelas. Sementara chanyeol dan sehun hanya bisa melongo mendengar syarat yang diberikan baekhyun tersebut.

“tapi…” sehun mencoba memikirkan alasan yang tepat untuk menolak permintaan baekhyun yang sangat mahal itu.

“kenapa? Tidak mau?” tanya baekhyun. Ia hanya menaikkan bahunya lalu berbalik meninggalkan sehun dan chanyeol.

“yah baekhyun-a jangan yang membuat kami bangkrut begitu dong? Kau kan orang kaya. Untuk apa kami membayarkan uang kuliahmu? Lebih baik suruh kami yang lain saja” ucap sehun. Baekhyun terlihat berfikir sejenak.

“baiklah ini bersihkan kamarku hingga benar-benar bersih! Maksudku bukan hanya kamarnya tapi apartemenku! Arra?” tanya baekhyun sambil memberikan kunci apartemennya.

‘”ada apa? Kalian mau tidak? kalau tidak mau juga tak apa APAAAA OMONAA” teriak baekhyun terkejut saat membalikkan badannya ke arah sebaliknya dan ia hampir tabrakan dengan yeoja yang tadi sama terlambat dengannya.

“ada yang salah baekhyun-ssi?” tanya yeoja itu.

“ani, aniyo ada apa?” tanya baekhyun to the point.

“ini. mrs cho memberikan mu tugas. Kalau kau bisa mengerjakannya maka ia akan memaafkan keterlambatanmu hari ini dan mengijinkanmu masuk besok” ucap yeoja itu. untuk sementara baekhyun merasa ia melayang dan otaknya kaku. Darahnya tiba-tiba berhenti mengalir tapi jantungnya berdetak cepat.

“ha? Kenapa?” tanya baekhyun lagi karena ia tak bisa berkonsentrasi.

“ini. mrs cho bilang kau harus mengerjakan ini kalau mau masuk dengannya besok. Sudah ya aku pergi. Annyeong.” Ucap yeoja itu sambil tersenyum. Baekhyun hanya terpaku melihat senyum yeoja manis tadi. Ia menyesal sempat lupa menanyakan nama yeoja itu. walaupun ia sudah lama kuliah disini tapi baru kali ini dia menemukan yeoja itu.

_____________________________________

Hara sedang makan dikantin dengan tenang ia memakan makan siangnya hari ini. setelah merasa benar benar selesai ia mengangkat nampan piring kotornya dan berbalik dengan cepat.

PPRRAANNGG!!! Piring kotor milik hara beradu dengan nampan yang dipegang jong in. Alhasil bajunya kotor karena kejatuhan piring. Dan beberapa gelas pecah tepat dikakinya.

“YAH!!! ADA MASALAH APA KAU HA?”

“KAU YANG MEMBUAT MASALAH! TAK LIHAT AKU SEDANG JALAN DISINI? KAU MALAH BERBALIK!!”

“KAU YANG BERJALAN TERLALU DEKAT. LIHAT BAJUKU JADI KOTOR!!!”

Dan keributan itu membuat baekhyun,sehun dan chanyeol merasa tertarik. Mereka langsung mendekat pada kerumunan yang melihat pertengkaran hara dan jong in.

“dasar sombong! Keras kepala! Tak tau diri!” cercaan hara itu berhasil membuat jong in kesal setengah mati.

“kau yeoja cerewet, kasar, pemarah, tak tau malu!” bentak jong in.

“kau mau mati ha?” ucap hara sambil menggebrak meja.

“kau sendiri juga cari mati denganku”

“namja jelek!”

“yeoja tak tahu malu”

“AARRGGHH!!” ucap mereka berdua lalu berpisah. Menghentakkan kaki dan sama-sama berjalan menuju toilet. Sementara baekhyun hanya dapat menggeleng. Yeoja menarik. Batinnya.

“aish!!! Namja menyebalkan!!! Lihat ini? mau bagai mana aku belajar kalau bajuku begini” ucap hara meratapi bajunya yang kotor terkena saus. Hara hanya mencuci nodanya sedikit lalu pergi keluar meninggalkan toilet.

“psst!!”

“em??” tanya hara melihat sekelilingnya tapi ia tak dapat menemukan seorang pun disitu.

“hei. Ini aku. Byun baekhyun” baekhyun mendekat pada hara.

“ne? Ada apa?” tanya hara.

“siapa namamu? Kita sekelas tapi aku tak mengenalmu” baekhyun mengulurkan tangannya.

“aku jung hara” ucap hara tersenyum sambil membalas jabatan tangan baekhyun.

“oh iya. Aku melihat bajumu kotor. Aku bawa baju lebih sih. Tapi aku tak yakin kau mau memakainya. Tapi daripada pakai baju kotor begitu lebih baik kau memakainya kan?” tanya baekhyun sambil menyodorkan baju kaos miliknya yang sebenarnya ada di loker. Tapi melihat hara dengan baju kotor begitu ia segera mengambil bajunya di loker dan menunggu hara keluar dari toilet.

“tak usah ragu begitu. Aku tidak bermaksud apa-apa padamu. Ini.” ucap baekhyun.

Hara memandang baekhyun tajam lalu melempar kaos yang diberikannya.

“untuk orang yang ukurannya baru kenal kau terlalu berlebihan baekhyun-ssi. Lagi pula aku bukan gadis murahan seperti gadis-gadismu yang lain. Terimakasih atas perhatianmu” ucap hara berlalu meninggalkan baekhyun. Satu hal yang harus di catat baekhyun diotaknya. Hara gadis jujur dan blak-blakkan.

Esoknya dengan dosen yang sama baekhyun tidak terlambat dan juga memberi papernya pada dosennya mrs cho. Walaupun tadi malam ia sempat tak tidur karena memikirkan hara ia tak mau terlambat dan terlihat buruk dimata hara.

Saat mrs cho menerangkan baekhyun hanya termenung melihat hara dari belakang. Hara cantik hari ini. rambut ikalnya digerai, berwarna hitam legam tapi kalau kau melihatnya dibawah sinar matahari rambutnya akan terlihat keunguan.

Baekhyun tak bisa memusatkan pikirannya. Ucapan mrs cho tak ia dengarkan sedikitpun. Hingga pelajarannya berakhir. Baekhyun teringat pada rencananya yang sudah ia susun tadi malam. Segera baekhyun mengejar mrs cho.

“can i help u?” tanya mrs cho pada baekhyun yang tak biasanya mengejarnya saat pelajaran berakhir.

“could i pick someone to be my tuthor mrs?” tanya baekhyun.

“well, you can do it. Are you didn’t understand what i teach to you?” tanya mrs cho.

“actually i understand but i can’t do your exercise so well. I need someone to help me.” Ucap baekhyun.

“hara-ssi. Come here. Ya. I need to talk with you a few minutes” ucap mrs cho memanggil hara yang baru saja keluar.

“i choose you to be baekhyun’s tuthor for 3 weeks. I hope you will help him. I trust you can do it” ucap mrs cho lalu meninggalkan hara dan baekhyun. Baekhyun tersenyum penuh kemenangan sementara hara hanya bisa mendengus kasar. Baiklah waktu istirahat ku diganggu lagi. Batin hara menggerutu.

“bisa kita mulai hari ini?” tanya baekhyun.

“hm? Boleh kalau kau mau” ucap hara membaca laporan bahasa inggrisnya yang akan dikumpulnya 2 hari lagi di kantin.

Sementara itu chanyeol melihat hara dan baekhyun duduk bersama di kantin. Ia mengajak sehun untuk duduk bersama baekhyun.

“lihat itu? ada apa dengan baekhyun? Siapa yeoja itu?” tanya chanyeol. Sehun hanya menaikkan bahunya sambil menyedot minuman dingin yang baru dibelinya diatas nampan.

“kajja kita kesana” ucap chanyeol menarik sehun.

“annyeong. Eh hara?” tanya sehun.

“eh sehun? Kau kuliah disini?” tanya hara.

“iya bahkan kita satu kelas. Kenapa tak kau perhatikan?” tanya sehun. Hara hanya tertawa cengengesan.

“makanya jangan terlalu serius belajar.” Ucap sehun mengacak rambut hara.

“ehem” baekhyun berdehem agak tidak suka pada pandangan didepannya. Chanyeol membantu baekhyun dengan menyikut-nyikut sehun yang dari tadi tak sadar akan tatapan membunuh baekhyun.

“ya? Wae?” tanya sehun agak terganggu pasalnya ia sudah lama ingin berbicara pada hara tapi tak bisa juga. Dan ia benci diganggu oleh chanyeol.

“hara-ssi bisa kita lakukan sekarang?” tanya baekhyun. Hara mengangguk.

“lakukan apa?” tanya chanyeol.

“hara akan menjadi tutorku beberapa minggu” ucap baekhyun dan ditanggapi anggukan oleh chanyeol.

“oh iya. Kalau jong in itu bagaimana kabarnya hara? Sudah lama aku tidak mendengar kabarnya. Kurasa ia kuliah disini dan AAWWW” hara menginjak kaki sehun kuat lalu menariknya ketempat yang sepi untuk bicara.

“sehun-a kumohon, jangan sekali-kali kau mengucapkan nama namja itu ditelingaku. Arra.”

“kurasa kalian tidak harus saling tidak mengenal begini” ucap sehun.

“tidak mau. Aku tidak akan memaafkannya.”

“kurasa saat kejadian kemaren keadaan kalian membaik. Ternyata tidak juga”

“itulah. Aku jadi malas melihat wajahnya dirumah tapi. Aaaaa eh ada apa?” tanya hara saat tangannya ditarik baekhyun.

“ayo kita belajar. Aku sudah tak sabar. Kajja”ucap baekhyun memisahkan hara dan sehun.

“sehun. Jagalah rahasia kita tadi ya” ucap hara sedikit berteriak pada sehun. Sehun mengangguk mengiyakan sambil menaikkan jempolnya.

“ada apa kau dengan sehun?” tanya baekhyun saat di lorong menuju keluar kampusnya.

“aku dan dia sahabat saat dismp” ucap hara.

“sahabat? Tidak lebihkan?” tanya baekhyun.

“tentu saja. Memangnya apa yang kau harapkan?” tanya  hara ketus.

“ eum? Tidak ada” ucap baekhyun.

“yah hujan” ucap hara saat melihat keluar jendela kampusnya.

“kau tunggu disini saja aku akan mengambil mobilku di tempat parkir” ucap baekhyun. Hara mengangguk dan menunggu didekat pintu sambil menampung tangannya menahan air hujan.

Sssyyyyyuuuurrrrr!!!!!!!

“KENAPA DARI KEMAREN KAU MENCARI MASALAH DENGAN KU KIM JONG IN!!!!” Teriak hara meratapi badannya yang terciprat lumpur karena jong in sengaja melaju dengan cepat hingga lumpur itu mengenai hara.

“ayo naik. Astaga. Ada apa dengan bajumu?” tanya baekhyun. Saat membuka kaca jendela mobilnya.

“sudah jangan banyak bicara” ucap hara naik kedalam mobil baekhyun.

“tapi baju mu basah.” Ucap baekhyun merasa kasihan.

“tidak-aku tak apa. Eum. Bisakah kau mengantarkanku kerumahku? Aku ingin mengganti bajuku. Lalu kita belajar dirumahmu. Bagaimana?” ucap hara.

“baiklah kalau itu yang kau inginkan” ucap baekhyun mengarahkan mobilnya menuju rumahnya.

“ini rumahmu?” tanya baekhyun.

”Iya kau tunggu disini saja dulu saat kusuruh masuk baru kau masuk arra?” tanya hara lalu berlari masuk kedalamnya. 10 menit kemudian hara menyuruh baekhyun menunggu dirinya didalam rumah. Baekhyun mengangguk lalu masuk kedalam rumah hara tanpa rasa curiga.

“tunggu sebentar disini anggap saja rumahmu sendiri aku mandi dulu. Hara segera berlalu dari baekhyun naik ke kamarnya.

Merasa bosan baekhyun berjalan mengitari rumah itu. ada banya photo hara dan keluarganya.  Lalu melihat sebuah photo yang menurutnya menarik. Diantara photo dengan bingkai rapi itu baekhyun dapat melihat sesuatu yang aneh.

“kai?” tanya baekhyun dalam hati.

“sudah lama menungguku?” tanya hara.

“eh? Eum. Aa aku  em belum lama kok. Sudah selesai?” tanya baekhyun gelagapan.

“kajja” ucap hara menarik salah satu tangan baekhyun dengan maksud agar ia bisa keluar dari rumah itu. tapi baekhyun salah mengartikan. Jantungnya malah berdebar tak karuan.

____________________________________

“ AYO AYO BERKUMPUL KEMARI!! IYA YANG JAUH MENDEKAT YANG DEKAT MERAPAT. KESINI SEMUA!! CEPAT CEPAT. KITA AKAN MELAKUKAN PROM NITE HANYA 1 MINGGU LAGI. BAWA PASANGAN TERBAIKMU. JANGAN SAMPAI YANG TAMPAN DIAMBIL ORANG!! CEPAT CEPAT. AYO BERGERAK CARI PASANGAN MU! YANG MENJADI RAJA DAN RATU AKAN MENDAPAT FREE BOLOS 3 HARI DI JAM PELAJARAN DOSEN SIAPA SAJA!! AYOOO!!” teriak gong sik dari tadi. Ia selalu mengulang ulang ucapannya. Di ruang siaran agar satu kuliahan tahu. hara hanya mendengus kesal. Bagaimana hal tak penting itu bisa mendapat perhatian sebanyak ini?

Hara hanya melengos berjalan menuju kelasnya tapi dengan keras jong in mengklakson mobilnya hingga hara terlonjak kaget dan melepas earphone dari genggamannya. Segera kai menggilas earphone berwarna putih itu. hara yang melihatnya hanya dapat meratapi nasib earphonenya yang begitu cepat meninggalkannya.

“kim jong in~ kau akan mati ditanganku!!” hara bersenandung kepedihan mengingat earphonenya. Tak lama ia tersenyum sesinis mungkin.

“hara!! Astaga?? Ada apa dengan earphonemu? Ckck. Nanti kita beli ya. Hara? Hara?” tanya baeknhyun saat menghampiri hara sementara hara hanya tersenyum sinis. Matanya tak beralih dari badan kai yang turun dari mobil.

“hara? Kau mendengarku?” tanya baekhyun.

“aku akan membalasnya!!!” hara berucap lalu berjalan meninggalkan baekhyun untuk mengejar jong in meninggalkan baekhyun yang heran melihatnya. Tapi tak lama ia berhenti saat melihat mobil merah terbuka milik jong in.

“ini lebih menarik” ucap hara lalu mengambil spidol permanen dari tasnya dan menulis.

“kau namja menyebalkan!!!” dan untuk sentuhan terakhir hara memecahkan pot tanah liat di kap mobil jong in sehingga mobilnya tergores. Hara tersenyum lalu berjalan riang menghampiri baekhyun.

“kanapa? Tak usah cemas begitu. Kajja” ucap hara menggandeng tangan baekhyun. Hara menggandeng tangan baekhyun karena ia senang telah menghancurkan mobil jong in. Tapi sekali lagi baekhyun mengartikan dalam artian berbeda.

“hara. Nanti sore kau ada acara?” tanya baekhyun pada hara yang sedang memakan makan siangnya di kantin.

“tidak. Kenapa?” tanya hara pada baekhyun lalu meminum jusnya.

“aku ingin menonton film maukah kau menemaniku?” tanya baekhyun.

“tentu saja bisa. Aku juga sudah lama tidak nonton film. Nanti kita pergi setelah kelas mr choi.” Ucap hara melakukan janji.

“ne. Ayo masuk kelas ucap baekhyun meraih tangan hara. Sementara hara hanya bingung dengan yang perlakuan baekhyun yang agak berlebihan.

_____________________________________

“benar-benar akting mereka itu sangat bagus. Aku saja ikut menangis” ucap hara mengomentari film yang mereka tonton tadi sambil makan malam.

“hara. Sebenarnya ada yang ingin kukatakan padamu” ucap baekhyun.

“hm? Apa? Malhaebwa” ucap hara sambil meminum lemon teanya.

“kau sudah punya pasangan untuk pergi prom?” tanya baekhyun. Hara menjawab dengan sedikit gelengan kepala.

“sesungguhnyan aku ingin pergi bersamamu. YA KAU TAK APA APA?” tanya baekhyun histeris saat air yang diminum hara ia semburkan keluar saat mendengar ucapan baekhyun tadi.

“seumur hidupku aku belum pernah pergi prom baekhyun-ssi. Kurasa aku takkan pergi” ucap hara. Mendengar jawaban hara baekhyun hanya bisa tertunduk lemas.

“tapi untukmu aku akan memikirkannya” ucap hara. Langsung disambut senyuman manis dari baekhyun.

“besok aku akan menjemputmu!” ucap baekhyun lalu melambaikan tangannya pada hara. Hara hanya tersenyum kecil lalu berlari kecil kedalam rumahnya karena dia merasa sangat senang.

“JUNG HARA!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA MOBILKU TADI?” tanya jong in menyambut kedatangan hara.

“KAU SENDIRI APA YANG KAU LAKUKAN PADA EARPHONE KU?” ucap hara tak ingin kalah.

“tapikan mobilku catnya masih asli” ucap jong in tak terima.

“dan earphone ku baru saja kubeli” ucap hara lagi.

“yeoja tak mau kalah!”

“namja naif!”

“kurus!”

“hitam!”

“ceroboh!”

“tak berperasaan!”

“yeoja kasar!”

“namja bodoh!” dan ucapan hara yang terakhir berhasil membuat mereka berdua bubar jalan dan menuju kamar masing-masing.

“kenapa kau tak pindah saja dari rumahku?!” hara teriak didalam kamarnya dan dapat didengar secara samar oleh jong in.

Drrt drrt drrt

“yoboseyeo!” tanya jong in.

“minggu depan kau sudah bisa pindah kesini sayang. Mulai lah beres-beres disana . appa sudah mengurus semuanya. Umma merindukanmu disini nak” ucap umma jong in.

“ne aku juga merindukan umma. Aku tak sabar pergi ke spanyol dan tinggal dengan umma dan appa” ucap kai dengan wajah bersemi.

“ya sudah sampaikan salam umma dan appa untuk hara ya” ucap nyonya kim.

“ne tentu” ucap kai memutus sambungan teleponnya.

______________________________________

Ting tong….

Ting tong ting tong…

Ting tong ting tong ting tong…

“ARRAYOO!!!! Chakkamanyo!!” ucap kai berlari dari kamar mandi hanya dengan handuk yang meliliti pinggangnya.

“hm!! Kau mau cari siapa?” tanya kai saat melihat baekhyun berdiri didepan pintu.

“eh? Kenapa kau yang membuka pintu?” tanya baekhyun. Kai menyeringai setan. Ia tahu yang ada dalam pikiran baekhyun. Ia juga sering melihat hara dan baekhyun jalan bersama. Ini akan mengasikkan pikirnya.

“mana mungkin aku menyuruh hara membukakan pintu? Dia saja lagi mandi”

“kau tinggal disini?” tanya baekhyun.

“iya, sudah 5 bulan ini aku hidup bersama hara”

“memangnya ada hubungan apa kau dengan hara?” tanya baekhyun curiga. Ia sudah siap menerima apapun jawaban yang diberi oleh kai.

“hm? Hara tak pernah cerita? Kau tanyakan saja padanya sendiri yah? Aku panggilkan. Chagiaaa chagiaaaa. Ada yang mencari mu” teriak kai memanggil hara.

“ne tunggu yeobo” ucap hara berteriak.

“mengerti?” tanya kai. Baekhyun menggeleng. Hatinya remuk. Jantungnya terasa di tembak petir lalu hangus. Udara pun terasa menjauh darinya. Apa ini sebenarnya?

“ah aku lupa menyuruh mu masuk. Ayo masuk” ucap kai lagi.

“ah tidak. Tidak usah. Aku hanya ingin mengantarkan dompetnya yang ketinggalan di mobilku kemaren” ucap baekhyun menyerahkan dompet berwarna merah hati milik hara pada kai.

“baiklah akan ku berikan” ucap kai menerima dompet itu.

“ya sudah aku pergi” ucap baekhyun. Ia mempercepat langkahnya menuju mobilnya. Kakinya terasa lemas seperti sudah menginjak pecahan kaca disetiap langkahnya. Air matanya mulai keluar. Sebenarnya apa hubungan hara dan kai? Apakah ia sudah terlambat untuk memiliki hara? Ia membanting stir mobilnya dan menangis sejadi-jadinya.

“jong in-a siapa yang mencariku?” tanya hara.

“baekhyun. Dia mengantarkan dompetmu lalu pergi” ucap kai.

“oh dompet iya aku ingat kalau dompet ku tertinggal dimobilnya” ucap hara.

“hara-ya kau ingin aku keluar dari rumah mu?” tanya kai.

“eh? Kenapa??” tanya hara.

“ aku akan menurut. Aku akan pergi dari rumah ini jika kau bisa jadi ratu prom. Bagaimana?” tanya kai.

“apa?? Ratu prom?? Hei!!! Itu curang namanya. Aku tak mungkin bisa jadi ratu prom. Kau!!! Ingin menjebakku ya?” tanya hara.

“tidak. Aku tidak menjebakmu.” Ucap kai menggelengkan kepalanya.

“kau tau kan aku tak mungkin jadi ratu prom. Dan kesimpulannya kau juga tak mungkin pindah dari rumahku. Aiisshhh” hara mendengus kesal.

“ya sudah. Belum dicoba saja sudah menyerah” cibir kai.

“kalau kau pasrah aku tinggal disini itu tak apa” ucap kai berlalu menuju kamarnya hendak mengenakan baju.

“aku akan memenangkannya!! Pasti!!” ucap hara. Sementara kai tersenyum penuh kemenangan.

_______________________________________

“ya byun baekhyun!! Ada apa denganmu? Kenapa tak menjemputku?” tanya hara pada baekhyun.

“hm? Maaf aku agak tidak enak badan”ucap baekhyun  lemas. Hatinya masih sakit ketika melihat hara.

“kau demam? Apa yang sakit?” tanya hara menaruh tangannya di dahi baekhyun.

“kau tidak panas. Tapi matamu bengkak. Ada apa? Cerita padaku” ucap hara memaksa baekhyun bercerita.

“hara-ya aku ingin kau jujur padaku” ucap baekhyun lalu menarik nafasnya panjang. Ia tak sanggup mendengar kenyataannya jika apa yang ditakutkannya benar-benar terjadi. Jika hara adalah milik kai. Dan ia tak bisa melakukan apa-apa kecuali mengikhlaskan hara walaupun hatinya sakit.

“apa hubungan mu dengan kai?” tanya baekhyun.

“kai?? Kai siapa??” tanya hara bingung.

“JANGAN PURA-PURA JUNG HARA!!” entah mengapa baekhyun tak suka melihat ekspresi hara yang ia pikir sedang membohonginya.

“ada apa dengan mu? Aku tidak tahu siapa kai itu” ucap hara takut melihat ekspresi baekhyun.

“KAU BOHONG” bentak baekhyun lagi dengan sedikit kasar.

“aku tidak bohong. Aku bersumpah bahwa aku tak mengenal kai” hara semakin takut pada ekspresi baekhyun.

“kau yeoja naif hara!! Jangan pura-pura kau tidak mengenal kai!” ucap baekhyun lalu meninggalkan hara di kelas.

“ada apa sih?” tanya hara heran pada dirinya sendiri lalu menggeleng.

“hara-ya ada apa dengan baekhyun?” tanya sehun yang baru datang kekelas.

“tidak tahu. Aku juga tak mengerti ada apa dengannya. Kau melihatnya?” tanya hara.

“iya tadi aku berselisih dengannya sungguh! ia terlihat begitu kacau. Kalian ada masalah?” tanya sehun lagi.

“kurasa tidak. Tapi setelah mengantarkan dompetku kerumah dia pergi. Padahal ia janji akan menjemputku. Saat aku melihatnya disini ia bilang ia kurang sehat. Tapi saat aku mengecek dahinya ia tidak panas” terang hara.

“lalu?”

“saat kutanyakan apakah ia ada masalah ia malah marah-marah”

“memangnya apa yang ia tanyakan?” sehun semakin tertarik.

“ia bertanya apakah aku mengenal kai atau tidak.Aku saja tidak mengenal kai itu siapa. Tapi ia mengatakan bahwa aku berbohong. Kai itu siapa sih?” tanya hara pada sehun.

“astaga!!!! Masa kau tidak tahu? Kai itu jong in!!”sehun berteriak sambil mengguncang bahu hara.

“eh? Sejak kapan dia ganti nama? Kok tidak bilang-bilang?” tanya hara.

“aish? Apa yang kau lakukan dengan jong in tadi pagi hingga baekhyun jadi lemas begitu?” tanya sehun lagi. Hara mengerutkan keningnya berpikir apa yang ia lakukan dengan jong in sampai baekhyun kacau begitu.

“astaga aku memanggil jong in dengan panggilan masa kecil kami!!” ucap hara.

“eh? Kenapa dia marah? Kan tidak ada hubungan dengannya”hara teringat lalu mengangkat bahunya.

“aish? Kau pikir untuk apa baekhyun selalu cari perhatian dan mencoba dekat denganmu?” tanya sehun.

“karena aku tuthornya”

“bukan!!!! Karena ia menyukaimu!!” lagi sehun mengguncang bahu hara karena kelemotannya.

“Hah kau bercanda.”

“aku serius”

“tapi mau bagaimana lagi? Baekhyun sudah marah padaku. Dan itu takkan merubah apapun padaku” ucap hara.

“oh iya. Kau tahu? Jong in bilang ia akan keluar dari rumahku kalau aku menjadi ratu prom. Itu akan menjadi keajaiban. Bagaimana? Kau mau menjadi pasangan ku di prom?” tawar hara.

“hanya baekhyun yang bisa menolong mu dalam hal ini?” terang sehun.

“hah? Kenapa harus dia? Aku kan sedang tidak baik dengannya” hara menurunkan tangan sehun dari bahunya.

“karena baekhyun sudah menjadi raja prom 3 kali. Dan ia akan menjabat jadi raja untuk keempat kalinya. Kenapa aku tahu? Karena aku panitia penghitungan suara aku sudah menghitung suara mahasiswa disini dan hasilnya baekhyun 100% menang. Dan yeoja yang dipilih baekhyun malam itu akan menjadi ratu secara otomatis. Arrachi? Yah!! Aku belum selesai!!! Ck yeoja itu” decak sehun melihat punggung hara yang sudah menjauh. Hara berlari keluar kelasnya saat ia sedang bercerita kenapa hara pergi meniggalkan sehun?. Mencari baekhyun tentu saja.

_________________________________________

Kenapa kau tidur disini baekhyun-ssi?” tanya hara melihat baekhyun tertidur di bawah pohon di taman kampusnya.

“kenapa kau peduli denganku?” tanya baekhyun.

“karena sehun mengatakan bahwa kau menyukaiku” deg!! Secara otomatis jantung baekhyun bekerja lebih semangat setelah mendengar ucapan hara.

“kau tahu aku pernah membaca novel yang berhasil membuatku termenung selama 1 minggu hanya untuk meratapi betapa bodohnya tokoh utama cerita itu” baekhyun merasa tertarik lalu duduk disamping hara.

“memang bagaimana ceritanya?” tanya baekhyun.

“seorang namja yang mengejar yeoja bodoh yang tak mengerti isi hati si namja. Dan namja itu salah sangka terhadap si yeoja. Padahal yeoja itu sudah mulai menyukai namja itu. dan dengan bodohnya si yeoja juga marah pada si namja. Tapi semakin mereka saling membenci semakin rindu mereka untuk bersama, saling menatap, saling bergandengan. Dan diakhir si namja benar-benar tega meninggalkan yeoja yang sudah minta maaf dengan pergi keluar negri. Naas si namja meninggal karena kecelakaan pesawat. Dan yeoja yang mengetahuinya frustasi dan masuk rumah sakit jiwa. Sungguh sebuah cerita yang tragis”  cerita hara.

“lalu?” tanya baekhyun dingin. Ia merasa tersindir oleh cerita hara.

“aku hanya ingin mengatakan. Kau harus benar-benar percaya pada hatimu. Atau kau akan benar-benar terlambat dan tak bisa menariknya kembali” ucap hara lalu pergi meninggalkan baekhyun.

Ayolah byun baekhyun. Tahan aku!! Jangan biarkan aku pergi.  Aish namja keras kepala!!! Batin hara

“kau sungguh salah paham tadi pagi” ucap hara lirih saat berbalik melihat baekhyun. Lalu berbalik lagi dan benar-benar menjauh.

“jangan sampai kau menyesal byun baekhyun!!!!” teriak hara di kamar mandi. Ck otaknya benar-benar tak bisa bergerak saat ini. 3 hari lagi prom akan diadakan dan ia masih belum menemui pasangan. Bagaimana bisa jadi ratu? Dan baekhyun? Ia sudah putus harapan dengan namja itu. ia tak menyangka baekhyun benar-benar namja pengecut yang keras kepala.

_______________________________________

Sedikit luka di hati hara mulai terasa. Goresan-goresan itu awalnya hanya membekaskan rasa yang tidak terlalu terasa. Tapi saat baekhyun mulai berjalan dengan yeoja lain. Bergandengan tangan hingga makan bersama. Entah kenapa kantung air mata hara menjadi bocor saat itu. ia menangis. Hatinya benar-benar dapat tercabik hanya karena luka-luka kecil yang terus-menerus menggores hatinya.

Sama seperti kemaren. Hara hanya dapat mematung melihat baekhyun dan yeoja barunya. Darah hara mendidih tapi tak bisa ia meluapkan amarahnya itu. ia hanya diam mematung melihat baekhyun tertawa bahagia dengan yeojanya. Kenapa hidup serumit ini? batin hara benar-benar terguncang.

“belum dapat teman datang ke prom?” tanya jong in menghampiri hara. Hara menatap jong in lekat tanpa ia sadari air matanya tumpah. Selama ini ia memang tidak memiliki siapa-siapa kecuali jong in. Jong in adalah pahlawannya sedari kecil. Jong in selalu mengerti apa yang hara inginkan. Walaupun sangat-sangat menyebalkan tapi jong in adalah segalanya bagi hara.

“oppa~ hiks hiks” hara memeluk jong in kuat. Tak biasanya hara mau memeluk jong in seperti ini kecuali ia mendapat masalah yang benar-benar tak bisa ia hadapi sendiri.

“hei jangan menangis. Sudah sudah. Jangan menangis” ucap jong in mengelus puncak kepala hara.

“sudah jangan menangis chagiaa~ ayo kita pergi tenangkan pikiranmu arra?” ucap jong in melepaskan pelukannya pada hara lalu menggandengnya berjalan menuju mobilnya. Tapi bukan kah itu baekhyun? Dengan hyun in? Jadi ini penyebab hara begini? Ucap jong in dalam hati.

_______________________________________

‘Perih. Melihat mu menangis sendirian membuat hatiku terasa perih. Membuat nafasku tak teratur. Aku ingin menanyakan padamu apa yang kau tangisi? Tapi aku tak bisa berada di dekatmu. Setelah aku meneriakimu. Aku rasa aku sangat malu untuk bersamamu lagi. Menatap matamu saja membuatku menyesal tentang yang kulakukan saat itu. hara ya. Maafkan aku” batin baekhyun saat melihat hara dibawa kai.

‘dan melihatmu bersama namja itu makin membuatku perih. Tak hanya hatiku yang terasa perih, mataku, tanganku, kakiku. Seluruh badanku seperti dihimpit beban yang sangat berat. Hara! Aku tak mau menyesali cintaku untukmu. Tapi aku terlalu pengecut untuk mengungkapkan semuanya.

Menyesal.! Aku tak mau menyesal. Aku tahu ini sudah terlambat. Tapi aku akan membuatmu kembali berada didekatku. Aku akan membuatmu kembali hara. Tapi bagaimana caranya? Haruskah aku merusak hubunganmu dengan kai? Walaupun aku tak tahu pasti apa hubungan mu dengan kai.

 Tapi.. aku tak mau menghalangimu dengannya. Aisshhh sebenarnya aku ingin bersamamu atau ingin melepasmu? Hara!’ sekali lagi baekhyun terlibat percakapan dengan pikirannya sendiri. Melihat hara bersama jong in hatinya benar-benar tak rela. Ia ingin melepaskan hara agar ia tenang bersama kai. Tapi bagaimana caranya? Menatap wajah hara saja ia tak punya kekuatan yang cukup. Sementara itu ia juga masih ingin hara mencintainya.

_______________________________________

“untuk apa kita kesalon?” tanya hara.

“jangan bilang kalau! Yah jangan!! Aish jangan tarik aku kedalam”

“kau kan tak bisa memenuhi syarat ku untuk menjadi ratu prom. Maka kau harus menuruti perintahku untuk menjadi pasanganku di porm. Siapa tahu aku akan berubah pikiran.? Ayo cepat masuk.” Ucap jong in menrik hara. Hara hanya pasrah masuk kedalam salon.

“kumohon ubahlah tuan putriku ini menjadi seorang ratu tercantik seantero korea selatan ini” ucap kai dengan lebaynya pada pemilik salon.

“kalian akan ada prom ya?” tanya pemilik salon.

“iya. Dan aku ingin yang terbaik bagi putri cantikku ini” ucap jong in.

“ne tentu saja. Kujamin kau takkan menyesal” ucap pemilik salon lalu mengajak hara masuk kedalam salon. Tak sampai 4 jam lagi prom nite akan dimulai. Kai atau jong in ini pergi keluar salon mencari pakaian yang pantas untuk dia pakai dengan hara di prom nanti.

“aauuww yak! Pelan pelan! Aish. Sakit”

“kyaaa kau mau membunuhku?”

“hatchii!!!! Yah!! Hati-hati dengan itu. masuk kedalam mulutku” hara selalu protes dengan apa yang dilakukan si pelayan salon padanya.

Dan hanya dalam waktu 3 jam hara keluar dengan gaun ungu gelap yang sama dengan rambutnya. Wajahnya cantik walaupun hanya dipoles dengan make up yang tidak menor. Highheelsnya terlihat cocok dengan kakinya yang panjang. Gaun yang benar-benar terasa pas ditubuhnya itu juga cocok beradaptasi dengan indah bersama warna kulitnya yang putih bersih.

“kau hara?” tanya kai.

“yah! Memangnya aku siapa lagi?” tanya hara kesal.

“oh iya benar kau memang hara. Ayo kita pergi.” Ucap kai menggandeng tangan hara. Hara hanya memanyunkan bibirnya pada kai. Walaupun ia juga agak terpana pada kai malam ini. ia benar-benar tampan malam ini. rapi dengan jas yang dikenakannya.

“aku lapar” ucap hara memegangi perutnya.

“ya sudah ayo kita makan dulu” ajak kai memarkirkan mobilnya pada salah satu restoran bintang lima.

On another place

Baekhyun masih menatap ballroom dengan tatapan bosan. Semua orang berdansa dengan pasangannya masing masing. Bahkan hyun in meninggalkannya demi ajakan taemin sunbaenim. Kini ia benar-benar menyesal akan perbuatannya beberapa hari yang lalu. Yang ia lakukan hanya melamun seperti orang gila. Akankah jalan ceritanya sama dengan cerita yang diceritakan hara? Apa kah ia akan menjadi gila lalu terkurung dalam rumah sakit jiwa?

Pikiran itu datang saat baekhyun datang ke rumah hara. Ia berniat meminta maaf pada hara. Tapi ia terlambat. Ia melihat rumah hara terkunci. Mobil kaipun tak ada dirumah. Harapannya benar-benar menghilang saat melihat secarik kertas bertuliskan

kami sedang pergi lama sekali. Jadi tak usah mencari lagi. Datang kemari kapan-kapan

Secarik kertas itu tertulis rapi. Menandakan bahwa itu memang ciri khas tulisan tangan hara. Bagaimana bisa ia sebodoh ini? apakah ceritanya berakhir tragis juga? Apakah hara akan pergi dan takkan kembali lagi?

“dan kali ini kita akan memberikan piala raja prom kita malam ini” ucap pembawa acara –oh sehun-

“dan pemenangnya adalah… BYUN BAEKHYUN selamat byun baekhyun. Ayo naik kemari. Selamat sudah menjadi raja prom selama 4 kali berturut-turut.”

Dengan gontai baekhyun naik keatas panggung sementara orang-orang bertepuk tangan menyambutnya. Ia menerima mahkota dan kalungan bunga. Tepat disaat hara masuk dengan kai. Ia melihat hara yang benar-benar cantik. Matanya berbinar. Goresan yang ada dihatinya seakan lenyap. Saraf-sarafnya yang tadinya terputus kini tersambung lagi hanya dengan melihat hara yang datang. Tapi kalau soal kecantikannya malam ini. Ia tahu kalau hara memang selalu cantik dan hal itu tak dapat dipungkiri.

“terima kasih sudah memilihku menjadi raja prom malam ini” ucap baekhyun berbicara Walaupun semua perhatian hanya tertuju pada pasangan hara-kai. Mereka semua tercengang. Bukankah mereka yang selalu membuat keributan? Tapi mengapa mereka bisa datang ke prom berdua sebagai pasangan?

Baekhyun berhenti dari lamunan indahnya saat melihat hara. Kau tau siapa yang bersama hara? Dia itu kai bukan baekhyun. Yang sedang menggandeng tangan hara itu kim jong in. Bukan byun baekhyun. Dan sekali lagi. Perasaan takut kehilangan itu tumbuh kembali. Ia benar-benar takut hara pergi darinya untuk selamanya.

“lalu siapa yang kau angkat menjadi ratumu?” tanya sehun yang dari tadi memegang posisi sebagai pembawa acara.

“dia. Jung hara mahasiswi semester 4 jurusan sastra asing” ucap baekhyun lantang. Hara yang dari tadi harap-harap cemas jantungnya segera berdetak kencang sekali. Keringat panas dingin mengalir dari dahinya.

“kenapa kau memilihnya?” tanya sehun lagi. Sengaja lebih tepatnya.

“karena aku menyukainya. Aku tak peduli dia sudah memiliki namja atau belum tapi aku mencintainya. Aku tahu beberapa hari ini aku telah salah sangka padanya. Dan aku tak ingin salah sangkaku padanya membuatku buta lalu melepasnya pergi hingga aku berakhir dengan kecelakaan pesawat atau masuk rumah sakit jiwa. Aku menyesal telah salah sangka padanya. Walaupun aku tak tahu apa yang sudah aku salah sangkakan padanya tapi aku tahu bahwa semua kesalahan itu ada padaku. Dan hara-ya kumohon maafkan aku. Dan mau kah kau melepas kai demi aku?” tanya baekhyun. Kini tangannya sudah basah karena keringat menanti jawaban hara. Sementara hara hanya mendekat atau mundur menuju dada kai.

Kumohon jangan tinggalkan aku. Doa baekhyun dalam hatinya. Dan hara berbalik melihat kai. Lalu memegang tangan kai. Apa maksudnya ini? tapi tunggu dulu! Kai melepaskan hara lalu menyuruh hara berbalik menghadap kearah panggung dimana baekhyun masih berdiri dengan sejuta rasa penasaran dalam hatinya.

Hara berjalan menuju baekhyun. Yap baekhyun tidak salah lihat. Hara berjalan semakin lama semakin cepat lalu ia setengah berlari. Tak mau menunggu lama baekhyun melompat dari panggung lalu menyambut hara dalam pelukannya.

“hiks kau bodoh byun baekhyun!! Kau benar-benar bodoh!! hiks” tangis hara meredam dalam tepukan semua orang yang menghadiri prom nite itu.

“aku mencintaimu hara jangan pergi dariku.”

“aku juga mencintaimu baekhyun-a. Jangan pernah mencoba untuk mengusirku dari hidupmu” hara makin memper erat pelukannya.

___________________________________________

“apa gunanya kau menyuruhku untuk menjadi ratu prom kalau akhirnya kau juga akan benar-benar pergi! Kau ini. aku pasti akan merindukanmu disini. Sering-seringlah menelponku” ucap hara memeluk jong in dengan erat. Kini mereka sedang ada di bandara melepas kepergian kai ke spanyol.

“chagia~. Kau juga jaga dirimu disini yah”

“ne yeobo” ucap hara lalu kai melepaskan pelukannya dan mengacak rambut hara.

“dan kau byun baekhyun. Apa yang kau pikirkan tentang hubungan ku denga hara?” tanya kai menunjuk baekhyun. Sementara baekhyun hanya mengangkat bahunya.

“kumohon jaga sepupuku yang ceroboh ini byun baekhyun” ucap kai.

“tentu. Tanpa kau suruh pun aku pasti akan menjaga adikmu ini” ucap baekhyun. Lalu kai meraih kopernya dan berjalan menuju ruang tunggu. Sementara hara dan baekhyun balik kemobil mereka yang ada diparkiran.

“hara-ya. Tak bisakah kau mengubah panggilanmu pada kai? Aku tak suka mendengarnya” ucap baekhyun saat berada di dalam mobil.

“kenapa? Kau mau kupanggil yeobo juga?” tanya hara.

“tidak”

“lalu?”

“ah tidak ada”

“ya sudah. Namja aneh bicara saja tidak selesai” ucap hara

“kau yang aneh”

“yeoja jelek”

“kalau aku jelek kenapa kau menyukaiku? Namja pendek”

 

END

Iklan

12 pemikiran pada “Beauty And A Beat

Tinggalkan Balasan ke Than Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s