Gege Wake Up! Please!

Gege wake up! Please!

Author: soft dubu

Main cast: Huang Zi Tao.

                Zhang Guo  Yi.

Support cast:  other EXO-M member

Tao’s parents

Suho as sohu

Chanyeol as chanlie

Length: oneshoot

Genre: ga ngerti ini genrenya apaan, romance? Pasti! Sad? Entahlah kalau feelnya dapet. Life? Ya iyalah kalo ga life, dead donk! Famylinya juga ada eee terus ada school ama friendship kalo ga salah Ehem gitu deh (kabur)

A/N: cemand cemand pembaca sekalian (alay ga ilang -__-) cerita ini terinspirasi dari cemand (ya alloh udah kebawa) nya saya(si author lepas alias ga tetap#ga nanya) yang saya ga kenal sama sekali tapi entah apa yang terjadi sayah kasihan ama dia. Padahal saya nggak kenal. Readersdeul bantuin do’a buat temend saya itu ya.

Warning: sebelum baca ff ini anda wajib mendoakan teman saya yang bernama agung itu agar cepat sembuh.

Typo tak bosannya saya tebar. Tapi bukan sebuah kesengajaan

Chek it out!

***

Guo yi POV

Kenapa Hanya disini? Biasanya tak betah berdiam diri, tapi ini sudah 2 bulan kau terpaku disini. Katanya mudah bosan tapi kenapa dari pagi sampai pagi lagi tetap disini? Kenapa? Biasanya selalu mengoceh tapi sekarang hanya diam saja? Dan beragam kenapa-kenapa lain bersarang di otakku. Air mataku tak bisa ku tahan lagi. kubiarkan butiran itu mengalir di wajahku. Kau kuat ge! Aku tau itu. Kau adalah pria terkuat yang pernah ku temui.

“guo yi sudahlah” ucap ama tao gege. Aku hanya diam tersenyum.

“aku berharap saat aku kembali kesini kau sudah bangun ge” bisikku di telinga tao gege lalu pamit pulang kepada nyonya huang .

Author POV.

Flashback ON

Lagi-lagi tao pulang malam. Padahal ama dan apanya sudah pulang terlambat. Ternyata anaknya lebih terlambat dari mereka.

“dari mana?” tanya nyonya huang lembut.

“ pulang eksskul ama” ucap tao lalu berlalu pergi kekamarnya meninggalkan nyonya huang dan tuan huang makan di ruang makan (ya iyalah, masa makannya di gudang).

Tao menidurkan badannya di kasur empuk miliknya sendiri.

“haah!!” tao mendesah berat. Hari ini benar-benar melelahkan pikirnya lalu ia menutup matanya dan langsung tertidur.

Bbiiippp biipp

“kau harus datang malam ini” senyum tao mengembang sesaat ia membaca pesan masuk di hpnya. Segera diambilnya jaket kulit hitamnya lalu meraih kunci motor besarnya di atas meja dan keluar dari rumahnya. Tak ada satupun yang mengetahui kemana tao akan pergi.

____________________

Deru mesin motor berbunyi di sepanjang arena balap. Tao baru saja sampai ke tempat itu. Ia memukan teman-temannya dan langsung di kerubungi.

“kau yakin akan menang malam ini?” tanya seorang temanya-luhan-

“kau tidak mengenalku?” entah apa maksud perkataan tao tapi temannya-luhan- hanya memangguk senang  lalu tertawa menepuk pundak tao.

“cepat sekarang giliranmu.” Ucap yang lain-lay-. Tao mengarahkan motor balapnya ke arena. Memperlihatkan ketampanannya saat mengendarai motor balap itu. Dengan jaket kulit hitam, kaos putih yang mencuat keluar. Dan jeans hitam. Kontras dengan motor balap dan helmnya yang berwarna merah (gilaaaa pasti keren tuh#ngayal bentar)

Singkat cerita tao memenangkan balapannya. Diwaktu harusnya ia menikmati kemanangannya tao hanya tersenyum pada kris lalu pergi dari arena balap itu. Kris sangat mengerti apa maksud tao lalu mengambil alih.

“mana uangnya?” tanya kris pada pembalap-sohu yang tertinggal di belakang tao.

“ini! Lain kali akan ku buat kalian kalah” ucap sohu.

“hah mimpi saja” kata kris mengipas-ngipas uang yang diberikan sohu, sohu dan chanlie keluar dari arena balap yang panas itu. Tak mungkin mereka tahan berlama-lama disitu.

“wow taruhannya benar-benar tinggi” kata luhan melihat uang yang dipegang kris.

“kau seperti tak pernah melihat uang saja” xiumin menimpali.

“hehe” ucap luhan nyegir ayam. Lalu mereka pergi ketempat biasa. Tempat mereka akan menyerahkan uang hasil jerih tao.

____________________________

“guo yi.!” Tao memanggil guo yi.

“ya? Kau memanggilku?” tanya guo yi.

“tentu saja bodoh. Hm begini xie you menyuruhmu menjadi tutorku aku tak yakin tapi ia memaksaku” ucap tao mulai menjelaskan kenapa ia memanggil orang yang selama ini tak pernah ia pikirkan. Melihat wajahnya baru beberapa kali.

“hah? Aku tutor mu?? Tidak mauuu!!!!” guo yi membalikkan badannya lalu berlari sekencang-kencangnya.

“hah? Tak boleh ada yang bilang tak mau padaku” tao berjalan santai menuju para gegenya. Seperti biasa. Ia hanya sekedar ingin mendengar ocehan dari lay ge atau xiu genya. Atau melihat seberapa lucu nya wajah luhan ge nya saat di goda chen ge.

5 orang yang dicari tao sedang berjalan di tengah lapangan. Beberapa siswi sekolahnya berhenti melakukan aktifitasnya hanya untuk sekedar menatap mereka atau untuk memfokuskan diri berteriak “gege kau tampan” atau “kyaa kau tampan” dan sebagainya.

Tao menghampiri mereka berlima. “baru saja aku mau mencarimu” ucap luhan.

“hm” ucap tao dingin.

“kenapa?” tanya chen.

“tak apa ge” seperti biasa tao memang dingin.

Mereka melanjutkan langkah mereka menuju kelas tao. Hanya ingin mengantarkan tao ke kelasnya dengan selamat. Sudah kebiasaan memang bagi mereka mengantar atau menjemput tao kekelasnya. Walaupun sifat dingin tao dan mata elangnya itu dapat membuatmu bergetar takut tapi para gegenya tau bahwa tao sangat, sangat, SANGATmanja. Entah kenapa bisa sikap dingin dan manja dapat bersatu. Mungkin karena orangtua tao juga memperhatikan anaknya terlalu berlebih, membuat tao selalu ingin di kasihi dan diperhatikan lebih oleh semua orang.

Tao berjalan masuk kedalam kelasnya lalu berbalik tersenyum pada para gegenya lalu duduk di bangkunya. Para gegenya tersenyum juga lalu pergi meninggalkan tao. Sementara tao hanya membuka buku yang akan di pelajari lalu tidur diatasnya. Benar-benar tidur sampai-sampai tak mengetahui pak xie you masuk ke kelasnya.

____________________________

Gou yi POV

Baiklah ini demi kebaikannya dan kebaikanku juga. Kalau aku berhasil aku akan mendapat nilai yang tinggi, dan ia juga tak akan gagal tes. Tapi aku takut.

Gara-gara paksaan pak xie you aku akhirnya menurut. Sebenarnya aku tak mau mengajarkan anak badung itu.  Ya tuhan jika saja ada ranking untuk orang termalas, terbodoh, terdingin, termenyeramkan, tersadis, ku yakinkan kalau laki-laki bernama tao itu akan menyabet ranking di setiap jenisnya.

Aku berjalan menuju kelasnya berharap ia sudah pulang karena kelas sudah dari tadi bubar. Aku takut. Keringat dinginku mulai mengalir. Bulu kudukku merinding. Tao adalah orang paling berpengaruh dalam genknya yang bernama. Err emm tidak salah the nightmare. Nama genk saja sudah seram. Kudengar tao juga anak motor. wuidih makin lengkap lah si tao ini. ama aku takuut. Kurasa ini sama saja dengan bunuh diri.

Aku sampai kekelasnya. Kulihat barisan pertama kosong. Guru juga sudah tidak ada. Berarti mereka sudah pulang. Ahh terima kasih tuhan aku tak perlu mengajarinya. Tapi saat ku tangkap sebuah sosok yang menunduk menenggelamkan kepalanya diatas sebuah buku membuatku penasaran. Ia tertidur? Sebentar lagi kelaskan akan di kunci. Aku tak tega meninggalkannya tertidur disini sampai besok pagi.

“ehem.. permisi. Ini sudah jam pulang” aku menyentuh namja itu menusuk-nusuknya dengan jari telunjukku. Tapi dia tak bergerak. Apakah ia sudah mati?O_O?

“Apa yang kau lakukan pada tao kami?” ucap seseorang di pintu.

“ah? Maaf? Jadi dia tao?” sadarku langsung mengambil langkah mundur beberapa langkah.

“aku disuruh guru xie you untuk menjadi tutornya” ucapku taku pada 5 orang pria didepanku. Tanpa menatap mereka. Karena aku yakin mereka adalah anggota the nightmare yang lain. Aku makin takut.

“oh tutor tao? Ya sudah jaga tao kami ya kami pergi” ucap yang paling pendek. Eh? Mereka menyuruhku menjaga tao? Tidak mau!! Aku menggelengkan kepalaku kuat.

“jika kau terus geleng-geleng begitu. Ku yakin besok pagi kepalamu akan segera putus” ucap tao tiba-tiba saja sudah duduk dengan posisi yang benar.

“kenapa ekspresimu seperti melihat hantu?” tanya tao itu. Hei kau memang hantu. Dan aku melihatmu. Kesimpulannya aku melihat hantu.

“apa yang kau pikirkan?” tao membungkukkan tubuhnya agar dapat melihat wajah guoyi.

“tidak. Oh iya guru xie you menyuruhku mennjadi tutormu” ucapku

“aku tau bukankah itu yang kukaatakan tadi” kata tao tertawa. Hah sekarang yang bodoh aku atau dia?

“aku menyetujuinya” ucapku menhela nafas panjang.

“waw! Kupikir kau tidak mau. Selamat kau adalah tutorku yang ke seratus” ucap tao lalu menarikku.

“jadi sekarang bisa dimulaikan?” tanya tao antusias.

“tentu. Ayo kita kerumahmu”  ucapku masih takut. Tapi saat melihat ekspresinya yang begini aku senang.

30 menit kemudian.

“kapan kau akan pergi dari rumahku?” tanya tao dingin. Aku makin ketakutan melihat pandangan mematikannya.

“tapi target hari ini adalah kau dapat menyelesaikan tugas ini” suara ku makin lama makin kecil aku takut (lagi).

“hah.. aku bosan!! Aku mau cemilan. Ambilkan di bawah cemilan untukku” ucap tao kasar. Dia pikir aku pembantunya?

“ini sudah ama bawakan cemilan. Belajar yang rajin yah. Guo yi mohon bantuannya” uc ap ama tao. Wanita cantik itu memiliki senyuman yang menghangatkan khas ibu-ibu.

“xie xie ama” ucap tao tersenyum… tunggu! Senyumannya sangat tulus dan ia terlihat manis begitu. Saat melihatnya begini aku jadi lupa kalau tao adalah anggota the ninghtmare.

“kenapa kau memandangiku?” tanya tao kembali dingin.

“ah. Tidak. Ayo lanjutkan tugasnya!” ucapku agak tegas.

“ah? Iya ku kerjakan” ucap tao. Lho? Kenapa kepribadiannya begini? Ia aneh. Terkadang polos, manis, lucu. Tapi kadang ia jadi sangat mengerikan,dingin., dan tatapannya yang sangat tajam dapat membuatku ketakutan setengah mati.

_____________________________

Author POV

“selamat pagi” tao tersenyum melihat cahaya matahari sudah memasuki kamarnya. Ia bangun lebih pagi dari biasanya. Lalu turun dari kamarnya pergi ke kamar ama dan apanya.

“ama selamat pagi. Buatkan aku sarapan yang paling spesial ama” ucap tao merengek meminta amanya membuatkan sarapan.

“iya tao baiklah” ucap amanya lalu duduk di tempat tidurnya. Tao duduk di tepi tempat tidur amanya lalu memeluk amanya. Errat sekali lalu mencium kening amanya.

“ama. Kau tahu? Aku bangga menjadi anakmu. Aku senang bisa jadi anakmu. Aku mencintaimu ama” ucap tao. Mata amanya membulat. Ada apa ini? tanya amanya dalam hati. Tapi ia senang melihat anaknya begitu.

“apa. Maukah apa mengantarkan ku pergi sekolah?” tanya tao yang masih sibuk mengunyah sarapan yang dibuat amanya. Sejenak sang apa terkejut dengan apa yang dikatakan anak semata wayangnya.

“kenapa?” tanya apa tao.

“tak bolehkah apa? Ama lihatlah. Kenapa aku tak boleh diantar apa? Aku kan anaknya” ucap tao merengek makin membuat ama dan apa tao heran membulatkan mata mereka tak percaya. Anak mereka yang lebih sering terkesan dingin kini sangat ceria.

Nyonya huang tersenyum. “tentu saja boleh” ucap nyonya huang singkat sambil mengelus kepala anak kesayangannya.

“aku pergi ama. Kalau mau ke kantor pake taksi saja ama. Jangan bawa mobil sendiri. Aku tak mau ama sakit” kata tao sesudah mencium tangan(?) amanya tak lupa mencium pipi amanya.

“tentu anakku” ucap nyonya huang senang.

“sampai jumpa lagi ama” ucap tao dari dalam mobil.

“sampai jumpa nanti tao” ucap nyonya huang memperbaiki kalimat tao. Tao hanya tersenyum dan menggeleng. Sejenak perasaan nyonya huang tak tenang. Apakah artinya?

___________________________

“Terima kasih apa mau mengantarku. Aku sayang apa” ucap tao kembali memeluk apanya dengan erat seakan tak mau melepas ayahnya pergi darinya. Sang apa hanya diam saja. Rasa kagetnya masih belum hilang.

“sampai jumpa lagi” ucapan sama yang digunakan tao pada amanya.

“sampai jumpa nanti nak” apa masih memperbaiki kata-kata tao. Tao sekali lagi menggeleng lalu tersenyum. Ada apa? Terbesit sebuah curiga di otak tn. Huang.

“pagi.” Sapa tao ceria kesetiap guru yang ia temui. Ia terlihat senang. Sampai ia bertemu anggota the nightmare yang lainnya.

“tao kau kelihatan senang” ucap chen.

“yah tak pernah seindah ini ge” ucap tao

“maksudmu?” tanya luhan. Tao memeluk kris erat lalu merogoh saku celana kris tanpa disadari yang punya celana. Tao mengambil HP milik kris. Lalu berlari senang kekantin.

“teman-teman aku ingin mengatakan sesuatu” setibanya tao di kantin. Ia menaiki kursi dan berteriak.

“kalian ingin mendengarku membaca sms kris ge dan rinran?” tanya tao. Semua orang terlihat heran. Itu tao kan? Kenapa ia bisa seceria itu? Dan ia berkata ‘teman-teman’? semua orang terlihat tak mengerti tapi karena merasa tertarik mereka mengangguk dan berteriak keras. Tanda mereka antusias. Kenapa tidak? Kris adalah raja tampan campus. Sementara rinran adalah ratu pemalu campus. Dan belakangan memang beredar gosip tentang mereka.

“dengarkan dengan baik.” Kata tao sebentar diliriknya kris yang ditahan 4 gegenya yang lain. Wajah merah kris membuatnya tertawa puas

“hei kau sudah makan?” tao mulai membaca percakapan kris dan rinran dihp milik kris.

“belum. Bagaimana dengamu? Ah membosankan”. Keluh tao

“kenapa belum? Aku sudah kok Aish. Ge kau benar-benar membosankan” komentar tao lagi makin membuat wajah kris memerah sementara seisi kantin tertawa mendengar tao.

“aku sudah kenyang. Hah Cuma begini saja?” komentar tao tak ada habisnya.

“aku sudah kenyang hanya dengan membayangkan senyumanmu. Waw!! Ini baru aku suka” tao terkejut saat hp kris di rampas oleh pemilik aslinya. Lalu memberi glarenya.

“yah teman-teman ia marah. Aku pergi dulu. Terimakasih” tao membungkuk lalu mengejar kris ge nya yang kelihatan marah.

Diantara mereka yang menikmati aksi kejahilan tao ada seseorang yang berpikir apa penyebab namja itu seriang ini.

___________________________

“tao kau benar-benar menjengkelkan” ucap chen marah pada adik kesayangannya.

“aku hanya sedikit bersenang-senang ge” ucap tao dengan tampang polos, imut dan paling manis yang ia punya. Para gegenya bisa luluh hanya dengan melihat pandangan tao tadi. Sehingga tak satupun dri mereka kini memarahinya. Termasuk kris yang sudah sentengah mati menahan malu tadi.

“ah ge aku mau masuk kelas aku takut terlambat.” Ucap tao.

“ya sudah ayo kami antar” kata xiumin.

“eh tidak usah ge aku bisa sendiri” tak pernah tao menolak kalau ingin diantarkan oleh gege-gegengya. Itu membuat gege-gegenya semakin bingung. Perubahan tao benar-benar significant. Apa yang terjadi hingga membuatnya jadi begitu?

_______________________________

Bel tanda berakhirnya jam sekolah berdentang. Tao tak sedikitpun melupakan pelajaran dari guru xie you tadi. Tak ada sepatah katapun yang di lewatkan tao.

“terimakasih sudah sabar menjadi guru ku. sekali lagi terima kasih” ucap tao lalu membungkukkan badannya pada sang guru lalu pergi menuju kelas seseorang yang mengganggu pikirannya 2 hari ini yap. Guo yi.

“astaga!!! Kau mengejutkanku!” ucap guo yi saat tao mengagetkannya dari belakang.

“haha seharusnya aku mengambil photomu tadi. Ekspresi terkejutmu benar-benar bagus” tao teryawa lagi. malah lebih keras.

“tao apakah kita akan belajar lagi?” tanya guoyi taku-takut.

“tentu ayoo” tao menarik tangan guo yi untuk kesekian kalinya.

“tapi aku takut naik motormu.” Guoyi jujur pada tao tapi tao malah menatapnya ingin tertawa lebih lebar dari pada yang tadi tapi ia menahan tawanya. Dan tubuhnya bergetar.

“kalau mau tertawa ya tertawa saja!” guo yi tak terima.

“memang kenapa kalau kita naik motorku?”

“ini tak ada masalah dengan motornya tapi masalah sesungguhnya ada pada mu. Kau terlalu ugal-ugalan. Aku takut. Kecepatan mu saat mengendarai motor itu. Seperti kau ingin mengantarkanku menuju kematian” oceh guo yi.

“itulah guna motor balap guo yi. Kau harus mengendarainya dengan kecepatan tinggi. Tapi kau tak perlu khawatir. Aku tak bawa motor. Ayo kita naik bus” kata tao senang lalu menarik pergelangan guoyi ke halte bis.

Mereka sudah menemukan bangku, malah sudah duduk tapi hal yang membuat guo yi heran adalah. Tao tak bawa motor. Itu mustahil anak motor tak membawa motornya. Lalu sedari gerbang sekolah sampi di bis ini tao tak juga melepaskan kaitan tangan mereka. Walau tak yakin guo yi mencoba untuk tersenyum. Dan menikmati ritme jantungnya yang bergetar kencang.

Tiba-tiba bis yang di naiki guoyi dan tao berhenti dan menaikkan seorang wanita hamil. Tao refleks berdiri lalu mempersilahkan tempat duduknya untuk wanita hamil tadi. Kagum. Guo yi benar-benar kagum melihat tao hari ini ia benar-benar berbeda dari hari-hari lain.

_____________________________

“ayo kuantar kau pulang” ucap tao setelah ia menyelesaikan buku-bukunya yang berserakan tadi.

“naik motor?” tanya guo yi.

“tentu. Kau mau naik mobil? Aku tak bisa bawa mobil” kata tao mengacak rambut guo yi lalu mengambil jacket kulitnya seperti biasa.

“kau tak pake helm?” tanya guo yi heran. Itu dapat membahayakan tao.

“aku gerah pake helm kau saja” ucap tao memberikan helm merahnya .

“ini kebesaran-__-“ucap guo yi.

“ah.. kepala mu saja yang kekecilan” ucap tao dan mendapat tatapan maut dari guo yi. Benar-benar menggemaskan. Ucap tao dalam hati.

“xie xie” ucap guo yi setelah mengembalikan helm milik tao.

“boleh kah aku bertanya tanggal lahirmu?” tanya tao.

“eeumm. 4 januari 94”ucap guo yi singkat.

“kau harus memanggilku gege mulai dari sekarang sampai mungkin aku tak dapat merasakan kehadiran mu lagi. oke? Tak boleh menolak” ucap tao.

“apa?? Tidak mau!!” kata guo yi dengan menggeleng keras. Tao mengacak rambut guoyi lalu membelokkan motor balapnya. Ia tahu kemana ia akan pergi sekarang.

“ge. Aku datang” ucap tao.

“ah tao.. mendekat kesini” panggil luhan pada tao. Tao mendekatkan letak motornya dengan motor para gegenya.

“ge apakah uangku sudah cukup?” tanya tao pada kris.

“yap sudah. Kapan mau di berikan?” tanya kris.

“nanti malam. Tapi kalau aku tak bisa aku harap gege mau mengantarkannya” ucap tao.

“kau tak mungkin tak datangkan tao?” tanya lay.

“mungkin. Tapi entahlah” kata tao mengangkat bahunya.

“memangnya kau sibuk nanti malam?” tanya lay lagi.

“tidak. Aku tak punya acara apa-apa.” Ucap tao semakin membuat gegenya bingung. Tao tak pernah absen berkumpul sesibuk apapun dia.

“ah. Aku harus pergi  kesana ge” kata tao menghidupkan mesin motornya lalu menancap gas motornya sampai batas maksimum. Tao melesat cepat. Para gegenya khawatir lalu berdiri melihat sang maknae seperti kehilangan kendali.

Diujung jalan terlihat lah sebuah mobil bmw yang hendak melintas tao refleks membelokkan stang motornya. Tanpa menekan rem seketika itu juga tao menabrak pembatas jalan lalu terlompat dari motor balap merah itu. Dan di sambut oleh tabrakan dari mobil yang berlainan arah membuat helm tao pecah saking kerasnya benturan kepalanya pada kaca mobil. Tak sampai disitu tao kembali terhempas ke trotoar dengan tengkuk mendarat di pembatas trotoar.

“TAOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!” teriak para gegenya yang menyaksikan kecalakaan tragis tao langsung memacu kendaraan mereka mendekat lalu memarkirkannya sembarang. Bahkan lay dan chen tak sempat memarkirkan motornya. Malah menghempaskannya di jalan.

Tangan mereka bergetar. Air mata menyeruak keluar. Kaki mereka melemas. Sehingga mereka harus bertumpu atau malah berlutut melihat kepala tao yang terus mengeluarkan darah. Kaki tangan tao masih terus bergetar. Miris saat melihat matanya tertutup tak sadar tapi kaki dan tangannya bergetar hebat.

_______________________________

Guo yi POV

Aku berlari di sepanjang lorong rumah sakit, aku melihat para nightmare gege.

“bagaimana dengan tao ge?” tanya ku.

“entahlah. Aku tak sanggup” ucap lay gege. Aku tak tahu apa yang terjadi. Yang ku dengar tao hanya kecelakaan dan tak tau kejadian pastinya. Tapi saat melihat ekspresi nightmare gege kurasa pasti kecelakaannya sangat hebat. Aku tak sanggup berbicara lagi.

Kulihat keadaan nightmare gege-luhan terduduk didepan ruangan tao dengan mata sembab, xiumin ge berdiri membelakangi luhan ge sambil menangis. Ia masih belum bisa menenangkan dirinya, chen dan lay gege dari tadi mencoba menenangkan diri mereka satu sama lain. Sementara kris ge hanya memukul-mukul tembok dan kadang marah.- separah itukah? Aku tak kuat membayangkan keadaan tao. Sungguh!

Tn.  Dan nyonya huang sudah berada dirumah sakit. Mereka menanyakan keadaan anak mereka yang belum juga selesai di periksa. Luhan gege menceritakan kronologi kecelakaan tao gege, aku terbelalak. Air mataku makin deras mengalir mendengar cerita dari luhan gege. Tatapan ku kosong. Aku tak kuat. Terasa ada beban yang menghimpit dadaku. Nyonya huang pingsan mendengar kronologi kecelakaan yang diceritakan oleh luhan.

Kaki ku melemas. Tiba-tiba saja lututku tertekuk membuatku jatuh dilantai sama dengan luhan gege. Dinginnya lantai rumah sakit tidak mau bersahabat denganku. Aku menangis. Yah aku menangis untuk orang yang baru dua kali ku temui. Entahlah. Aku dapat menemukan sesuatu yang dapat membuatku simpati padanya. Hanya simpati? Mungkin.

_______________________________

Author POV

Patah di lengan kanan dan kaki kanan, dan otak kecil yang terbentur membuat tao tetap tidur
-koma-. Sudah seminggu lamanya guo yi bolak balik melihat keadaan tao. Tapi tak ada keajaiban yang terjadi. Belum lagi melihat air mata nyonya huang yang tak kunjung kering. Matanya semakin sembab, wajahnya benar-benar kusut. Tak dapat lagi menemukan sosok wanita cantik nan hangat dalam dirinya.

“aku datang lagi” ucap guo yi dengan senyum di paksakan melihat kearah nyonya huang yang  menekuk wajahnya dan mengenggam tangan tao.

“ama pergi dulu ya. Mau mandi” ucap wanita itu tersenyum. Lalu menepuk pundakku.

“bagaimana perkembangannya ama?” karena nyonya huang sangat sayang pada guo yi dan para nightmare maka mereka disuruh memanggil ama pada nyonya huang. Wanita itu keluar dari kamar tao meninggalkan guo yi berdua dengan anaknya.

“ge. Aku datang lagi. bosan kah kau mendengar suaraku? Aku tak akan bosan menganggu mu sampai kau bangun. Mengerti?” guo yi mulai berbicara pada tao yang terbaring di kasurnya. Berharap ia akan dijawab tapi nihil. Tao tetap diam.

“ge. Tao ge. Aku sekarang memanggilmu gege. Jadi kau harus bangun karena aku mematuhi perintahmu. Kau dengar aku kan?” ucap guo yi lagi. walaupun tao hanya diam tapi ia tau bahwa tao mendengarnya. Pasti mendengarnya.

“Ge. Tak bosankah dari pagi sampai pagi lagi tidur? Apa kau tak pegal-pegal? Hm?” kali ini air mata membasahi pipi guo yi. Karena ia terlalu berharap pertanyaannya dapat direspon tao. Ia meraih tangan tao. Lalu mendekatkannya kepipi lembab miliknya.

“bangun ge. Bangun. Ayolah bangun. Setidaknya bangunlah untuk orang tua mu ge. Untuk gege nightmare. Kumohon” kata guo yi. Kalimat-kalimat yang tak bosan ia ucapkan setiap mengunjungi tao.

“ge. Kau sudah ketinggalan banyak sekali pelajaran ge. Kau harus bangun. Kalau kau tidak bangun kau akan tinggal kelas. Ayo bangun” guo yi mengelus rambut tao sayang.

“bagaimana kalau aku bacakan buku? Atau ku bacakan berita? Hm berita olahraga? Ku dengar kau suka basket ge. Baiklah akan ku bacakan untukmu.” Guo yi mengeluarkan i-padnya lalu mencari berita olahraga di internet.

1,5 jam kemudian

“hah. Aku capek membacanya. Kau tak capek mendengarku ge? Hah? Kalau capek kenapa tak bangun lalu menyuruhku berhenti? Hahaha” tawa guo yi benar-benar terasa dipaksakan.

“guo yi? Kau kesini lagi?” tanya lay masuk bersama chen dan xiumin.

“iya ge. Mana kris dan luhan gege?”

“mereka ke panti asuhan. Mereka baru ingat untuk memberi uang hasil balapan tao untuk panti asuhan. Itu memang pesan tao sebelum kecelakaan” ucap lay.

“ya! Kenapa kau bilang begitu? Bukankah itu harus dirahasiakan dari tao. Lihat! Dia akan marah padamu nanti karena kita terlambat memberikan uang itu hah” dengus chen.

“kalau dia marah pasti ia akan bangun memarahi kita. Benarkan tao? Jadi kau harus bangun untuk memarahi kami. Ayo bangun!” ucap lay menghadap kepada tao.

“ya sudah ge aku mau pulang. Besok sebelum aku kesini. Gege harus bangun dan menyambutku. Oke?” suruhan yang sama di berikan guo yi pada tao dengan satu tujuan: agar tao bangun. Hanya itu! Mereka semua hanya ingin tao bangun dari tidur panjangnya.

___________________________________

1 bulan kemudian.

“tao bangun nak. Ini sudah satu bulan. Masa mimpi mu belum selesai juga. Ayo bangun nak bangun” ucap nyonya huang kini menyuruh anaknya bangun. Setiap hari ia hanya bisa menangis dan menyuruh anaknya agar bangun dari tidurnya itu.

“tao. Kau tak merindukan apa? Ayolah nak bangun lah. Kau dengar suara kami kan nak?” lagi-lagi tak ada jawaban dari tao. Hanya ada bunyi dari mesin pendeteksi detak jantung yang menjawab pertanyaan sang apa.

Flashback off.

“tao jangan membuatku takut. Aku hanya ingin melihat tawamu lagi. ayo bangun sayang. Bangun lah. Kami merindukanmu. Hm. Apa kau bosan kami memaksamu untuk bangun?” tanya kris kini semua anggota the nightmare mengelilingi tempat tidur tao.

“kau tau? Kalau kau bangun kau boleh membaca sms ku dan rinran. Kini kami tak membosankan. Tentu saja aku bukan pria yang membosankan. Penasaran? Makanya kau harus bangun untuk membaca smsku. Kau juga boleh mengumumkannya. Kalau perlu keruangan kepala sekolah juga boleh agar satu sekolah dapat mendengernya. Semua boleh. Asalkan kau bangun”  suara kris melemah. Sampai suaranya hanya terdengar seperti sebuah bisikan yang sangat lirih.

“giliran ku” ucap chen lalu duduk di bangku yang di duduki kris tadi.

“hei. Maknae. Aku bosan melihat tas ku. mau kah kau melemparnya hingga tersangkut di ring basket? Haha. Kurasa itu bagus. Kau mau melempar sepatuku juga? Tentu saja boleh kenapa tidak? Kau harus bangun tao. Kau harus bangun. Kumohon” suara lirih chen memecah tangis di ruangan itu. Mereka belum dapat melihat perkembangan tao. Tapi mereka yakin adik mereka yang paling mereka banggakan itu pasti akan bangun. Suatu hari nanti! Mereka hanya diharuskan bersabar.

3 bulan kemudian.

Ini sudah 6 bulan tao tidur dikasurnya. Wajah muram ama apa anggota the nightmare dan juga guo yi tak pernah berganti. Karena tao selalu tidur dengan posisi yang sama. Dan dengan beragam kabel meliliti tubuhnya. Miris. Benar-benar kasihan.

“pagi ge” guo yi sudah berada di rumah sakit pagi-pagi sekali untuk menjenguk tao.

“hm. Ge kau tau aku sangat takut hari ini. jika semua orang menyuruhmu bangun tapi tidak denganku. Aku hm.. aku akan mengijinkanmu tidur berlama-lama disini. Sampai kau puas ge. Jika sudah puas kau harus bangun oke?” guo yi menautkan jarinya sendiri dengan jari tao.

“jadi begini ge. Aduh. Apakah aku harus mengatakannya? Aku malu ge. Benar-benar malu. Atau apakah yang aku katakan lagi?” guo yi makin menguatkan tangannya pada tao.

“aku menyukaimu ge. Aku tak bohong. Aku menyukaimu. Aku benar-benar mencintaimu. Walaupun aku hanya melihatmu tidur dan diam. Aku tetap mencintaimu. Entahlah ge. Aku tak berbohong denganmu. Aku berani bersumpah. Makanya bangun ge. Walaupun kurasa kau tak mempunyai perasaan padaku. Tapi setidaknya kau memberikan senyuman terakhir untukku. Kau akan ku anggap jahat jika meninggalkan ku tanpa senyuman” ucap guo yi panjang lebar. Air matanya yang deras keluar di hapusnya. Di ciumnya kening tao lalu berjalan keluar.

“wo ai ni ge” guo yi keluar dari kamar. Lalu melihat ama tao diluar.

“sudah selesai guo yi?” tanya ama tao

“sudah ama. Aku akan berangkat sekolah dulu” guo yi meninggalkan rumah sakit dan berangkat kesekolahnya. Dihirupnya udara sebanyak-banyaknya, lalu melepaskannya kasar. Hanya berharap agar sesak di hatinya menghilang.

Ama tao memasuki ruangan anaknya. Dan duduk disamping tao. Alangkah terkejutnya nyonya huang melihat air mata mengalir di mata anaknya. Ia berlari keluar dan memanggil dokter. Sebuah keajaiban. Pikir ama tao lalu membiarkan dokter memeriksa anaknya. Semoga ada keajaiban lain yang diturun kan tuhan untuk anaknya.

“selamat nyonya huang. Kurasa tak lama lagi ia akan melewati masa kritis jika kondisinya selalu seperti ini. keajaiban telah terjadi padanya.” Dokter tersenyum senang. Ama tao membungkukkan badannya lalu menghambur memeluk  tao.

“anak ama. Kau benar anak ama yang kuat” isak kebahagian terdengar keseluruh ruangan.

“kalau kau mendengar ama bisakah kau meresponnya nak?” tanya ama tao. Tao hanya menggerakkan jarinya. Amanya kembali menangis dan menciumi wajah tao.

Guo yi POV.

“tentu ayo ikut” ucap lay gege. Aku menangis senang mendengarkan apa yang dikatakan lay gege.

“ayo cepat” ucap kris gege aku segera mengangguk lalu naik ke atas motor chen gege. Aku benar-benar senang. Aku tak bisa mengekspresikannya. Akhirnya setelah 6 bulan aku dapat melihat perubahan dari tao ge. Xiu ge pernah putus asa. Dan aku tak bisa terima itu.

“saat kau keluar dari kamar. Ia terlihat menangis. Air matanya keluar. Dan dokter bilang. Jika kondisinya selalu begini maka ia akan segera sembuh.” Ucap ama tao berbicara lalu memeluk guo yi.

“memang apa yang kau katakan padanya guo yi?” tanya xiumin gege.

“ aku hanya memberinya motivasi. Bukan menyuruhnya bangun.” Ucap guo yi.

“ ama boleh aku masuk?” tanya guo yi.

“tentu saja.” Ucap nyonya huang. Ia benar-benar terlihat bahagia. Aku menyukainya. Aku menyukai perubahan raut wajah oramg-orang ini. bahagia kalau tao gege sudah hampir melewati masa kritisnya.

“begitu aku mendengar gege melewati masa kritis. Aku dan gege lainnya segera kesini. Tak peduli jam pelajaran yang masih berlangsung.”

Tao gege menggerakkan matanya. Aku membulatkan mataku.

“ge kau akan segera sadarkan? Kau janjikan?” tanya ku lalu ia menggerakkan tangannya.

“tentu saja kau akan bangun” ucapku lalu memeluknya.

___________________________________

Hari ini aku kembali mengunjungi tao gege. Ia sudah dapat merespon semua yang kami ucapkan. Tapi ia tetap tidur. Kata dokter ia sudah melewati masa komanya. Tapi ia hanya belum sadar saja.

“pagi ge” seperti biasa nyonya huang keluar untuk pergi mandi. Dan aku menjaga tao gege.

“ge bagaimana hari mu kemaren?” tanya ku ia hanya diam.

“kenapa hanya diam ge?” tapi ia tetap tak merespon. Tak biasanya ia hanya diam saat aku berbicara. Aku panik. Apa yang akan terjadi. Ge jangan menakut nakuti ku. aku mengguncang-guncang badannya. Ku tempelkan telingaku menuju dadanya. Ingin merasakan detak jantungnya. Tapi detak jantungnya makin kencang aku takut. Pikiran ku makin kalut.

“ge wo ai ni jangan tinggalkan aku” aku menangis makin keras mengenggam tangannya.

“me.. mangnya aku akan kemana?” suara itu? Mungkinkah? Aku melihat kiri dan kanan tak ada orang. Lalu tangan yang ku genggam bergerak.

“kau menahan laju infusku” suara itu lagi. aku berdiri melihatnya. Mata elangnya berubah menjadi mata yang sayu. Pipinya kurus.

“ge. Kau sudah sadar??” tanya ku senang lalu memeluknya.

“aku disini. Aku sudah sadar. Dan aku mencintaimu juga”

 

END

Huaaa akhirnya tamat juga.* Niup terompet*. Beneran ini ff random abis. Ga ada feel alur berantakan typi dimana mana (typo maksudnya)
Sebagai penjelas. Tao disni ceritanya memang sama persis ama temennya author itu. Tapi sampe sekarang masih koma. Saya sedih. (lari ke tao). Semoga temannya author itu cepet sembuh yah. Dan ceritanya berakhir kaya ff absurd ini.
mohon kritik dan saran jangan lupa readersdeul. Gomawo.. #cipok atu atu aku sayang ibu(?)

Iklan

14 pemikiran pada “Gege Wake Up! Please!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s