I Still Love You

SULAY: I STILL LOVE YOU

RATE: T

Main pair: Broken!SuLay, SuhoXOC

GENRE: SAD/COMFORT, ROMANCE, DRAMA

Lenght: 2.272

AUTHOR: the lord DEVILFUJOSHI-sama

TYPE: ONESHOT

Declaimer: Ortu Suho GS, OC, typo, kecacatan dalam FF ini, alur kecepatan, yaoi, SuLay, saya persembahkan untuk SuLay shipper. Semoga kalian suka ^^

XXX

SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay

tumblr_m5j2a6Uj041qk41xyo1_400

aku tahu cinta ini terlarang untuk kita berdua,

tapi bolehkah aku tetap mencintaimu meski kau sudah bersama wanita itu?

Aku berterima kasih padamu karena telah mencintaiku dengan sepenuh hatimu.

Hei, tahukah kau bahwa meski aku telah tiada,

Tapi, aku akan terus melindungimu, karena kau adalah “Guardian” untukku,

Dan terima kasih sudah melindungiku, dan juga cintamu untukku.

–      Zhang Yi Xing

Flashback 2 hari lalu…

Suho tengah sarapan dengan orang tuanya dan adiknya Kim Ki Bum/Key. Ayah Suho, Kim Jongwoon yang tengah membaca Koran menatap anak pertmanya, “Suho, ayah ingin mengenalkanmu dengan anak teman ayah. Namanya Cho Min Kyeong, anaknya sangat manis, kupikir dia cocok denganmu dan kebetulan lusa malam kami mengadakan makan malam dengan keluarga Cho sekaligus untuk merencanakan pernikahanmu dengan gadis itu,” ucap Mr. Kim dengan tenang dan wibawa,

Suho yang mendengar itu langsung kaget dan menatap ayahnya yang ia hormati itu, tapi untuk saat seperti ini malah membuatnya marah dan ingin menentang soal pernikahan yang sengaja sudah disiapkan oleh ayahnya yang bodoh itu, “maaf ayah, aku tidak akan pernah menikah dengan siapapun selain YiXing,” ucap Suho dengan nada tegas,

Mr. Kim yang mendengar penolakan anak pertamanya langsung menggerbrakkan meja,

BRAK!

“ayah sudah bilang, aku tetap menolak hubungan kalian, kau mau di ejek masyarakat sebagai Gay?? Kalau kau menikah dengan laki-laki, siapa penerus perusahaan keluarga kita? Pokoknya ayah tetap menolak KIM JOOMYUN!!” lalu ayahnya langsung meninggalkan meja makan dan mengecup pipi istrinya Mrs. Kim, Kim Ryeowook

Suho hanya menggeram, ia sangat benci dengan ayahnya. Semua yang ayahnya katakan harus ia turuti, Key sang adik yang menatap sang kakak dengan iba hanya bisa menundukkan kepala dan melanjutkan sarapannya,

“sayang, sudah turuti saja apa kata ayahmu, toh calon istrimu juga cantik. Dan ini juga untuk perusahaan kita. Nanti kalau kau sudah tua, siapa yang menggatikan posisi ayahmu?” kata sang Mrs. Kim

Suho hanya bisa merutuki nasibnya sebagai anak yang baik, dan penurut pada kedua orangtua-nya, kali ini ia ingin membicarakan tentang pernikahan bodoh ini kepada Lay sebelum waktunya ia menikah, sungguh ia belum siap untuk mengucapkan selamat tinggal pada Lay. Dan malam itu, hal yang paling harus ia hindari harus terjadi.

Flashback END

SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay

Dirumah keluaraga Cho…

Suho sudah melihat seperti apa calon istri yang sudah orang tuanya siapkan. Well, ia cantik tapi tidak secantik Yixing-batin Suho dan gadis itu juga lebih muda 2 tahun darinya, gadis yang bernama Cho Min Kyoeng itu terus menatap Suho. bukannya ia membenci gadis itu, tapi ia tidak ingin rasa benci karena pernikahan ini ada pada gadis manis itu datang dan mengahancurkannya lebih dalam lagi. Kedua orang tua mereka tampak tengah membicarakan masalah tanggal pernikahan mereka dengan penuh semangat kebahagiaan,

“baiklah, Kyuhyun-ssi. Kita tentukan saja tanggal pernikahan mereka,” kata Mr. Kim memulai topic pembicaraan,

“aku ada usul, bagaimana bulan depan? Untuk masalah gaun, aku sudah menyiapkannya” jawab Cho Seohyun, istri Kyuhyun (R: thor, kenapa bang kyu sama Seohyun?, A: teman ane yang mau!!, R: KITA GAK SETUJU!!!#abaikan) menjawab dengan semangat, Suho yang ingin berbicara langsung dipotong oleh ibunya,

“jangan bulan depan, aku sudah menyiapkan pernikahan ini jauh-jauh hari. Sayang kalau terlalu lama,” jawab Mrs. Kim pda Mrs. Cho,

“aigoo, gak terasa anak kita sudah dewasa ya. Terkahir bertemu dengan JooMyun waktu umurnya 8 tahun masih sangat lucu dan menggemaskan, sekarang sudah sangat tampan dan dewasa.” Kata Mrs. Cho sambil tersenyum pada Suho.

“umma, ahjumma. Bukannya kami ini terlalu cepat untuk menikah? Lagipula, aku masih mengerti kalau Suho-oppa masih ingin menyelesaikan kuliahnya dulu. Aku juga harus menyelasaikan kuliah, kalau menikah kuliahku dan Suho-oppa tidak akan selesai-selesai” ucap Min Kyoeng pada ibunya dan Mrs. Kim.

“aigoo, anakku. Ini sudah terlalu lama, umma sudah tak sabar untuk menggedong cucu umma. Toh kalian lulus tinggal seminggu lagi,” Jawab Mrs. Cho,

“baiklah, ini sudah ketetapan tidak bisa diubah seminggu, pernikahan mereka seminggu lagi” ucap Mrs. Cho dan Mrs. Kim dengan senyum, dan langsung disetujui oleh masing-masing suami,

Suho ingin menolak hal itu, persetan dengan kehormatan atau yang lainnya, impiannya hanya menjadi dokter yang sukses dan hidup bahagia dengan kekasihnya Lay. Ia hanya diam tanpa kata saat orang tuanya dengan seenaknya menentukan pernikahan seseorang tanpa persetujuan dari orang itu sendiri.

Setelah acara makan malam dan menentukan tanggal pernikahan mereka sudah selesai, Suho dan keluarga akhirnya kembali ke kediaman mereka, Suho langsung memasuki kamarnya dan mengunci pintunya. Sungguh ia sudah menjadi orang yang hina telah ingkar janji pada orang yang telah dincintainya, “Yixing, mianhae, Mianhae Yixing…” tangis Suho mulai pecah mengingat senyum kekasihnya yang akan menghilang dari hadapannya seminggu lagi,

SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay

2 hari sebelum penikahan Suho dan Min Kyoeng… (R: cepet banget thor?, A: ane malas kelamaan,)

Suho tampak terlihat lesu pagi itu, pernikahannya dengan gadis yang bernama Cho Min Kyoeng tinggal 2 hari lagi, ia belum siap untuk meninggalkan Lay,  masih sangat mencintai namja manis itu. Ia memutuskan mengirim pesan singkat pada Lay,

To: My Yixing

From: Yixing Guardian

Yixing-ah, ada yang ingin kubicarakan bisakah kita bertemu di taman belakang kampus?

SEND.

Suho menunggu jawaban dari sang namjachingu, ia langsung pergi ke taman belakang kampus sambil menunggu sang pujaan hati yang sebentar lagi akan pergi dari lubuk hatinya, tiba-tiba handphone-nya bergetar.

RRRRRTTTT
RRRRRTTTTT

From: My Yixing

To: Yixing Guardian

Ne, tunggu sebentar ya gege, aku masih kuliah. 5 menit lagi Ok? ^^

Plik!

Suho menutup handphone miliknya dan menunggu di taman itu, sekian lamanya ia menunggu akhirnya Lay pun datang ke tempat itu.

“Suho-ge! Maaf, lama… hosh… hosh… tadi dosennya memanggilku,” ucap Lay sambil tergesa-gesa, Suho tersenyum sambil mengeluarkan sapu tangan dan mengelap keringat yang ada di wajah Lay,

“aku juga tidak sedang terburu-buru changi,”

“lalu, yang ingin gege bicarakan apa?” Suho mengeluarkan undangan dari tas ranselnya, dan memberikan undangan itu pada Lay.

“ini undangan pernikahan? Siapa yang menikah gege?” Tanya Lay dengan wajah polos, Suho ingin sekali memeluk tubuh itu dan mengucapkan bahwa itu adalah undangan pernikahan mereka –Lay dan Suho-,

“aku, aku akan menikah dengan wanita pilihan ayah. Maaf Yixing, aku tau aku adalah orang yang paling jahat didunia ini tapi kumohon aku ingin kau datang ke pernikahanku dan tersenyum untukku terakhir kalianya, aku tau ini egois. Tapi, bolehkah aku egois untuk terakhir kalinya?” Suho menundukkan kepalanya sungguh ia merasa hina dihadapan Lay, padahal ia sudah berjanji akan mencintai Lay sampai maut memisahkan keduanya.

Lay mulai menitikkan air matanya, sungguh ia sangat tersakiti dengan cara itu. Ia harusnya tau konsekuesi berpacaran dengan Suho, hinaan, cacian, ejekan, dan tatapan menjijikan dari masyarakat. jika ia dan Suho benar-benar meneruskan bukannya akan menambah luka untuk mereka?

Lay tersenyum dibalik tangisnya, ia menerima hal ini. Asalkan Suho bahagia, ia sudah cukup untuk, asal Suho terus tersenyum itu sudah menambah kebahagiaan untuknya.

“aku mengerti gege, semoga bahagia. Dan aku akan terus mencintaimu meski tubuh ini menghilang ataupun hancur, karena hatiku akan selalu tetap ada disini” Lay menyentuh dada diri Suho, masih dengan air mata yang terus turun.

“Annyeong, gege… bahagia untukku ne, dan aku pasti akan datang ke pernikahanmu” lalu Lay pergi tempai itu, Suho hanya terdiam ia sudah tidak bisa mengatakan apa-apa untuk mencegah Lay, ia seperti membeku ditempat itu.

SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay

Pagi itu adalah hari kebahagiaan untuk keluarga Suho, dan keluarga Min Kyoueng. Hari dimana kedua anak itu akan melaksanakan pernikahan yang indah dan penuh kebahagiaan, meski sang mempelai pria sangat terlihat sedih melihat sang keka… ah bukan, mantan kekasih datang dengan wajah gembira melihat pernikahan Suho,

Suho dan Min Kyoeng tengah berdiri berhadapan dengan sang pendeta, mengucap janji suci, saling bertukar cincin, dan beciuman sebagai ikatan suci mereka. Dan tiba waktunya untuk melempar bunga mempelai wanita, Min Kyoeng melempar bunga itu dan ditangkap oleh Lay, Suho menatap Lay yang tersenyum melihat ia dan Min Kyoeng sambil mengangkat buket bunga itu,

“saat aku bahagia, kau juga harus tersenyum ya!” ucap Lay pada Suho dengan senyuman.

Setelah malam pernikahan selesai, tiba-tiba ia di telpon oleh adiknya, Key… ada apa malam-malam menelpon? entah kenapa firasatku buruk, batin Suho. Ia mengangkat handphone-nya,

“Yoboseyo? Kenapa Key-ah?” Tanya Suho dengan tenang,

“hyung! Kau harus ke Rumah Sakit Seoul sekarang!! Lay-gege, Ya tuhan!! Lay-gege!! Jangan pergi dulu, Suho hyung ingin bicara padamu!! Kumohon jangan pergi dulu! Lay gege!! TUUUUTTT TUUUUTTTT” sambungan telpon itu terputus, Suho menatap telpon itu ia benar-benar merasa firasat buruk tentang Lay, apa yang terjadi padanya? Ia memutuskan pergi dari tempat itu dan menyusul Key ke Rumah Sakit Seoul,

SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay

Di Rumah Sakit Seoul, Suho langsung berlari keruangan UGD setelah emdapat pesan singkat dari Key, bahwa Lay mengalami kecelakaan sebelum datang ke upacara pernikahannya, lalu yang datang saat itu? Apakah itu jiwa Lay? Suho terus memikirkan siapa yang tersenyum untuknya saat upacara pernikahnnya, siapa yang menangkap buket bunga itu, dan siapa yang mengucapatkan agar ia terus tersenyum meski dia tidak bersamanya?

Sampainya di ruang UGD, Suho terus mentap pintu putih itu, dan terlihat seorang pria tampan dengan jas putih dari ruangan itu. “aiapa diantara kalian keluarga Zhang Yi Xing?” Tanya sang dokter,

“saya sahabatnya, keluarganya sudah tiada pak. Kalau saya boleh tau apa yang terjadi?” Tanya Suho ragu-ragu,

“maaf, tuan YiXing kehabisan darah selama perjalan dari tempat kejadian kecelakaan sampai di Rumah Sakit. Maaf, kami tidak bisa menyelamatkannya.” Ucap dokter itu,

Tubuh Suho mulai melemas, ia langsung merosot ke lantai sungguh ia sudah tidak kuat mendengar perkataan dokter itu, intinya Lay-NYA telah tiada didunia ini.

Key yang tau kakaknya menangis, langsung mengajaknya untuk duduk di ruang tunggu pasien di Rumah Sakit itu, “Hyung, ini dari Lay-gege.” Key memberikan sebuah surat untuk Suho, Suhomengabil dan membacanya sampai pada akhirnya tangisannya semakin kuat dan rasanya ia ingin bunuh diri dan menyusul sang kekasih. Dan akhirnya, cerita cinta mereka harus berhenti dengan perginya sang kekasih yang ia cintai.

SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay SuLay

Untuk kamu yang ada disana,

Ingatkah kamu akan diriku?

Si Kekasihmu.

Si kekasih yang selalu memandangmu

Si kekasih yang selalu mengagumimu

Si kekasih yang selalu menyimpan sejuta cinta untukmu.

Untuk kamu yang ada disana,

Bagaimana kabarmu?

Aku harap kau baik-baik saja. 🙂

Untuk kamu yang ada disana,

Maafkan aku yang mencintaimu.

Aku tau kau marah karena aku mencintaimu yang harus menikah

Tapi setidaknya, aku ingin kau mendengar perasaanku

Aku tau aku egois

Aku tetap mencintaimu walau aku tau kau sudah menjadi milik orang lain

Bahkan aku menginginkan setitik kebahagiaan darimu

Egois, bukan?

Hingga akhirnya perjuanganku membuatmu terluka dan pergi menjauh

Pergi dengan membawa sejuta luka untukku

Untuk kamu yang ada disana,

Ingatkah kamu saat kamu memelukku?

Menyuruhku untuk melupakanmu

Dan memberikan tolak ukur yang tak sepadan untuk cintaku

Taukah kamu bagaimana perasaanku saat kau menjadikan status sosial sebagai tolak ukur atas cintaku?

Aku…kecewa.

Kau sang raja dan aku rakyat jelata.

Namun sekali lagi aku egois

Aku tetap mencintaimu dan terus memperjuangkan cintaku

Terus berjuang tanpa memikirkan balasan darimu

Terus berjuang walau hatiku terluka akan keadaanmu

Ketahuilah wahai kamu yang ada disana

Ketika kau berjuang tanpa memikirkan balasan,

Itulah ketulusan 🙂

Hingga akhirnya aku menyerah

Saat kau mengatakan dengan lantang

Bahwa kau terbebani dengan perasaanku

Dengan kehadiranku

Dan kau sama sekali tak pernah menginginkanmu

Saat itulah aku melepas semua keinginanku

Keinginanku utnuk terus bersamamu

Keinginanku untuk terus melihatmu

Tapi satu hal yang tidak akan pernah aku lepas

Cintaku untukmu

Aku pergi menjauh dari kehidupanmu

Membuatmu hidup bebas tanpa beban

Membiarkan dirimu bebas dari butiran debu tak berarti seperti diriku

Untuk kamu yang ada disana,

Taukah kamu bahwa aku datang dihari bahagiamu?

Pasti tidak.

Karena aku tak menampakkan diriku padamu

Aku tak mau membuatmu merasa terbebani lagi dengan kehadiranku

Aku sadar bahwa aku hanyalah butiran debu pengganggu di mata sang raja

Melihatmu dari jauh

Itu sudah cukup 🙂

Aku melihatmu dari kejauhan

Melihatmu tersenyum di atas altar sana

Dengan senyuman menyentuh jiwa

Kau begitu bersinar dengan kebahagiaan yang kau bawakan

Saat itulah aku sadar

Kau terlalu indah

Hingga aku lupa bahwa aku tak bisa memilikimu dalam nyata

Hanya dalam anganku aku bisa memilikimu

Untuk kamu yang ada disana

Disini, aku selalu berdoa untukmu

Berdoa agar kau selalu bahagia

Agar kau tak perlu merasakan sakitnya sendirian

Biar aku saja

Yang tau sakitnya sendirian

Untuk kamu yang ada disana,

Apa menurutmu aku seorang pengecut?

Yang hanya berani seperti ini

Menuliskan tentangmu dalam tulisan yang belum tentu kau baca

Tapi inilah aku

Si pemendam rasa

Si pemendam rasa yang hanya memberikan cintanya untukmu

Rasa cinta yang begitu kuat

Begitu dalam

Hingga aku tak mampu lagi menemukan alasan

Kenapa harus kamu yang aku cintai?

Untuk kamu yang ada disana,

Bolehkah aku egois sekali lagi?

Izinkanlah butiran debu yang tak berarti ini

Berharap dapat berubah menjadi angin musim semi yang menghangatkan jiwamu

Walau aku tau itu tak mungkin

Dan untuk yang terakhir kalinya

Izinkanlah butiran debu yang tak berarti ini

Mengatakan sekali lagi

Bahwa sampai sekarang

Aku masih mencintaimu

– Zhang Yi Xing

I Still Love You, My Guardian Angle

3 pemikiran pada “I Still Love You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s