Bukan Maksudku… (Chapter 1)

Author             :  LuhanTsuma! (@luhantsuma)

Judul                :  Bukan Maksudku..

Cast                 :  Park Chanyeol ( Chanyeol EXO-K)

Wu Yi Fan (Kris EXO-M)

Song Ji Han (OC&As You^^)

Add Cast          : Oh Sehun (EXO-K)

Genre              : Friendship , School Life , Comedy

Length             : Chaptered

A/N                  :  annyeong! I’m comeback :3. Still remember thank’s luhan I love you? I will created sequel after second fiction 😀 Ok. This second fiction after that’s :3 happy reading♥

cover!!

 

Author Side’s

 

“appa. Eomma.. mau keluar kota lagi ya?”

Tanya ssongji sambil mengoles selai kacang ke rotinya. Sambil menunggu jawaban dari orang yang selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Orang tuanya!

“iya chagiya.. kau dirumah sendiri tidak apa-apa kan?”

‘Pake nanya lagi. Udah tau kesepian, kirimin saudara atau siapa kek kesini. Gak peka ihh’  batin ssongji sambil melirik malas kedua orang tuanya

“ya gapapa. Pulang kapan?”

Tanya ssongji sedikit memainkan suaranya [jadi tengil gitu maksudnya._.]

“2mingguan sepertinya. Setiap hari akan eomma transfer uangnya ya. Cek ATMmu setiap hari jangan lupa, eomma tidak mau kau kekurangan uang. Beli apa saja barang yang membuat-mu tidak kesepian. Eomma juga sudah menaruh uang di lemarimu.itu untuk ongkos sekolah ya nak”

Jelas eommanya panjang dan lebar. Ssongji tertegun, batinnya berkata, gaada barang yang membuat rumahnya ramai kecuali kehadiran orang tuanya.

“iya”

Jawab ssongji singkat. Jika seperti ini dia sudah malas. Dirinya memang berasal dari keluarga serba mampu dan serba punya, banyak teman-teman sekolahnya yang begitu iri dengan ssongji, dia sempurna. Namun mereka semua tidak menyangka dibalik itu. Ssongji anak pendiam. Akibat kedua orang tuanya yang selalu sibuk dengan perusahaan mereka. Ssongji anak tunggal. Jika orang tuanya keluar kota dia selalu sendiri dirumah.. hal ini selalu membuat ssongji merasa sangat kesepian. Dia butuh seorang untuk masuk kedalam kehidupannya dan mengisi udara yang selalu kosong disekitarnya.

“aku berangkat dulu. Annyeong!” katanya lari meninggalkan orangtuanya yang masih sibuk membicarakan prosess dan bagaimana pekerjaan mereka.

Ssongji punya segala kendaraan untuk dia bawa kesekolah. Namun dia tidak tertarik. Dia lebih tertarik untuk jalan kaki. Olahraga pagi! Itu menurutnya

 

Ssongji sudah sampai disekolah, dia pasti selalu melihat pemandangan yang membuatnya malas dan minder.. apa? Teman-temannya pasti selalu diantar oleh orangtua mereka, entah itu kendaraan macam apa. Yang jelas hanya ssongji yang berangkat dan pulang sekolah –sendirian- tidakkah ada lelaki/perempuan yang ingin bergabung dengan ssongji saat itu? Bagi mereka, jalan bukan jamannya.. dan bagi mereka naik kendaraan itulah jamannya, mungkin karena sifat pergaulan mereka. Sedangkan ssongji? Bergaul dengan siapa? Dia bukan tidak mempunyai teman, hanya saja dia malas berteman dan bergaul, dia takut dirinya masuk ke perangkap yang salah memakai obat-obatan terlarang dan lain sebagainya. Dia tahu dia termasuk anak yang orang tuanya tidak perduli akan perbuatannya. Namun ssongji selalu sadar akan itu. Dan karenanya ssongji selalu menjauhi segala macam yang menurutnya.. buruk.

 

 

Pulang sekolah tiba. Ssongji langsung pergi meninggalkan tempat yang sudah 2 tahun ini meramaikan kehidupannya. Jika kalian rasakan. Dirumah ssongji dan disekolahnya suasana itu sangat jelas berbeda. Ramai dan sepi [pasar vs kuburan]/

Ssongji mengecek ponselnya. Tertera 2message masuk. Dan kedua pesan itu dari orangtuanya yang pasti bilang sudah di airport dan tidak lama lagi akan berangkat. Dan ternyata memang benar

From : eomma.

Sayang eomma sudah berada di bandara, sebentar lagi akan berangkat. Jaga dirimu ya, eomma sudah menerasnfer uangnya. Eomma yakin cukup untuk beberapa hari kedepan, jangan bawa lelaki kerumah. Saranghae

 

From : appa jutek.

Chagi appa sudah dibandara, sebentar lagi berangkat. Annyeong,

 

“berangkat berangkat aja sih. Gausah pamit” gerutu ssongji saat di depan pagar sekolahnya

“memangnya aku perduli apa, hiks.. mau kalian pergi lima tahun pergi aja. Aku nyaman kok”

Lanjut ssongji sambil menangis. Entah sudah keberapa kalinya dia menangis beberapa hari belakangan ini, tanpa membalas pesan orang tuanya dia melanjut perjalanannya.

Melewati jalan pintas gang kecil dan sepi. Namun dia tidak sadar didepannya. bahwa dari tadi ada dua orang lelaki yang berhadapan, kelihatannya menunggu seseorang

Setelah sampai diantara mereka berdua ssongji yang sedari tadi menunduk mengalihkan pandangannya kepada mereka berdua.

“hai” sapa mereka sambil menggerak-gerakan alisnya. Genit

“mau kemana yeoja cantik, sendirian aja” tambah yang satunya

Merasa kesal karena daritadi tidak digubris ssongji yang terus berjalan menjauhi mereka, mereka berdua perlahan mengikuti ssongji.

“idih diem aja, malu ya?” kata mereka yang telah tiba sambil merangkul ssongji

“ya! Mau kalian apa!” berontak ssongji sambil tubuhnya lincah bergerak sehingga rangkulan mereka lepas

“hartamu..” kata salah satu namja tinggi dan memiliki wajah orang korea, berbeda dengan yang 1 lagi, terlihat blasteran.

“contohnya?” balas ssongji yang mulai tertarik dengan kedua lelaki ini.

“handphone, uang serta perhiasan” katanya sambil berdiri didepan ssongji dan itu menghentikan langkah ssongji, ssongji baru sadar ternyata kedua orang ini memakai seragam yang sama dengannya. Hanya bedanya penampilan mereka sangat berantakan baju mereka tidak rapih, namun hal itu justru membuat mereka terlihat tampan.. penjahat tampan.

“ya! Apa kalian tidak bisa melihat diriku polos? Aku tidak memakai perhiasan. Uangku sudah habis dan handphone ku ketinggalan dirumah.”

“alasan. Kalau handphone mu ketinggalan, dikantongmu apa? Serasa berat.”

Kata salah satu mereka.

‘mati deh! Skakmat nih ketauan nyimpen hape di kantong’

“Kamu pikir kita bego apa? Gatau yang didalem situtuh” kata cowok korea itu.. suaranya mirip bapak-bapak. Dan itu membuat ssongji ingin tertawa berbahak-bahak. Namun itu suksess dia tahan.

“oh ya?. Ngomong-ngomong kalian anak ‘Yixing Art School’ *apa deh aneh banget nama sekolahnya…… abaikan XD* ya?”

Tanya ssongji mengalihkan pembicarannya

“yeh. Gausah ngalihin pembicaraan deh, kita serius! Ngincer harta kamu. Kalo gamau ngasih juga pake kekerasan boleh ya!”

“siapa yang bilang kalian main-main? Heh?. Kalo mau pake kekerasan kenapa nunggu izin. Yang bego siapa sih?”

Tanya ssongji tengil, membuat kedua namja didepannya kaget. Tidak biasanya mereka mendaptkan target yang tengil seperti ssongji. Yang biasa mereka dapatkan itu, lemah. Gak berani ngelawan dan penakut. Tapi kali ini lain dengan ssongji.

“gaada sih. Yaudah cepet serahin sini barangnya. Kalo gitu kamu selamat, kalo enggak kamu tau akibatnya” paksa namja blasteran

“cupu banget. Kalian cowokkan? Kenapa gacari target bapak-bapak gitu? Ini? Cewe? Heloww. Cowo atau cewe sebenarnya?”

Tanya ssongji sambil memberikan tatapan mengidentifikasi mereka. Melihat apakah mereka sebenarnya gender mereka.

“pake maksa lagi. Udah gitu lawannya anak satu sekolahan. Eh aku aduin ke kepala sekolah tau rasa kamu!”

Ancam ssongji yang membuat kedua namja didepannya benar benar bingung. Cerewet banget target mereka hari ini.

“namanya penjahat pasti maksa.. gimana sih kamu?. Kita cowo eh! Gasemua cowo ngelawan cowo, kita pilih cewe karena kamu lemah

Kata si voice ahjussi itu

“aku gatau soal itu. Karena aku bukan penjahat. Ahahaha. Iya juga sih~. Apa kamu bilang? Lemah! Eh enak aja ya ahjussi,gak semua cewe lemah, aku bisa pastiin itu. Kamu udah pernah ngerasain ciuman sama sepatu mahal belom?”

 

“semua orang juga tau kamu tuh bukan penjahat. Cuma cewe lemah. Iya lemah..ah ciuman sama sepatu? Wah galevel.. levelku itu cewe yang ada di.. bar”

“nantang banget masa.”

Kata ssongji sambil melipat baju bagian lengannya dan perlahan melepas sepatu ‘mahalnya’

“aku galemah! , ish levelnya cewe murahan gitu sih? Gaada harganya tau. Nih rasain!”

Kata ssongji sambil menyodorkan sepatunya kepada ahjussi [chanyeol XD] itu.

Dia sedikit jinjit karena penjahat tampan itu lebih tinggi darinya, sangat tinggi malah. Menyerupai tinggi tiang listrik dia terus menyodokan sepatunya ke bibir ahjussi itu sampai berdarah. Lagian siapa suruh nantang seorang ssongji. Meskipun pendiam, didalam jiwa ssongji sebenarnya dia manusia setengah-setengah. Maksudnya setengah cewe setengah cowo. Itulah dia.

Ahjussi itu sadar , dia yang sedari tadi melipat tangannya didada kini memberontak. Melepaskan sepatu yang dari tadi menciumnya sampai terluka, tangannya memukul tangan ssongji hingga sepatu itu jatuh. Ahjussi itu mengelap mulutnya yang mengeluarkan banyak darah dari mulutnya [soalnya pas dijejelin sepatu, sepatunya disodok._. sodok diputer-puter sampe gusinya luka. Sakit beud(?) ngebayanginnya u,u]

Ssongji jongkok mengambil sepatunya. Yang sekarang ujung sepatu itu dipenuhi darah segar serta air liur.

“apa kamu liat-liat? Mau juga dicium dia? Hah?” kata ssongji ke namja yang blasteran [kris :3] itu

Kris hanya melotot kearah ssongji tapi..

“matanya keluar baru tau rasa loh! Terus aja melotot! Dikira aku takut apa?”

Kata ssongji lalu dia melirik kearah sepatunya, didekatkan sepatu itu ke indra pencuimannya.

“uwekkk!!!!!!!!!!!”

Katanya sambil ekspersi muntah.

“makan apa kamu? Mulut kamu bau banget! Lihat tuh sepatu aku jadi kotor!”

Marah ssongji kepada chanyeol. Rasain sepatu gue tuh XD

“gila nih cewe, kris hyung kalo kaya gini aku mundur lah.. sakit mulutku.”

Adu chanyeol sambil nengok kearah kris yang daritadi diem.

“oh kris. Hai kris” sapa ramah ssongji. Lagi didepan penjahat tetep ajaaa yah ni anak atu.

“masa gitu aja kalah yeol. Malu lah. Kita cowo , masa kalah sama cewe kaya gini.”

Kata kris yang masih belum mengalihkan pandangannya dari ssongji, merasa seperti itu ssongji jadi resah sendiri.

“kenapa sih ngeliatin terus? Nanti suka aku ga tanggung jawab ya.” Ledek ssongji, kris langsung mengalihkan pandangannya

“tapi yang satu ini parah, gasanggup aku ah.”

“apa? Cupu! Wuh gitu aja gaberani, udah minggir aku mau pulang” potong ssongji langsung menerobos mereka berdua.

“eh tunggu. Mana handphonenya?”

Tanya kris sambil mengejar ssongji yang masih menenteng sepatunya

Ssongji berhenti, dia berbalik menghadap kris.

“yaudah ini, ambil aja. Tuh buat kalian. Aku gabutuh. Annyeong”

Kata ssongji lalu melempar iPhonenya kepada kris. Dengan sigap namja itu menangkapnya.

“Eh?”

Ssongji sudah berlari jauh, tidak perduli jika mereka berdua mengejar ssongji, yang jelas barang itu. Sudah ditangan mereka

Kris kembali kearah chanyeol yang masih sibuk mengusap mulutnya.

“masa chan… dikasih gitu aja? Dia pikir hape ini murah apa ya?” kata kris sambil membolak balikan ponselnya [iPhone 5] gitu._. ,

“masa? Gak kamu apa apain emang hyung?”

“kaga. Ciyus dah”

Kata kris sambil natap chanyeol bingung

 

 

@ Night at krisyeol house

Kris dan chanyeol memang tinggal berdua. Mereka tadinya tidak saling mengenal, akibatnya satu sekolah, satu kelas, satu profesi [bad boy] dan sama-sama sebatang kara bukan sebatang kara sih, mereka sama-sama brokent home akibat keluarga mereka yang tidak bisa hidup makmur, maka dari itu mereka ext dari rumah masing-masing. Mereka memutuskan untuk tinggal bersama namun serba kekurangan segalanya. Dan menjalani hidup layaknya saudara kandung.

Chanyeol sedang sibuk sama PRnya, sedangkan kris sibuk mengotak-ngatik ponsel ssongji. Targetnya yang tadi siang, sesekali kris terkekeh karena melihat foto-foto ssongji, cantik, cute dan narsis. Chanyeol yang mendengar kekehan tersebut berbalik

“weh. Ngapain hyung?”

Tanyanya masih ditempat duduk meja belajarnya

“liat-liat foto”

Kata kris sambil terkekeh lagi.

“itu gadijual hapenya? Lumayan kan. Bisa 4juta lebih dapetnya, lagi pula itu hape keluaran terbaru hyung.. sayang kalo disimpen, buat ngapain..”kata chanyeol panjang lebar

“jangan dijual. Besok kita mangkal ditempat biasa ye. Mau ngucapin sesuatu buat yang punya hape ini.”

Kata kris, “lah? Yaudahlah.. coba hyung mau liat juga napa”

Kata chanyeol sambil ikut tiduran di samping kris.

“ganggu aja, sana terusin belajar, kerjain pr ku sekalian”

Kata kris sambil menutupi hapenya

“wih……cantik yaa”

Kata chanyeol yang ngintip-ngintip dibalik punggung kris.. sementara dengan ssongji dia sama sekali gak perduli ponselnya mau diapain, diancurin sekalian juga dia gak perduli, dia bisa beli baru.. no problem. Itulah mottonya

 

Keesokan harinya saat pulang sekolah

Ssongji pulang sendirian lagi, yah seperti biasa. Dan lewat jalan biasa juga, ssongji berjalan namun matanya kearah poninya, yang sedari tadi dia sibuk menguncirnya, membentuk jadi poni airmancur. Setelah selesai menguncir tepat didepan krisyeol yang sejak tadi menunggu kehadiranya, ssongji yang melihat mereka berdecak kesal sambil berkacak pinggang

“ck.. masih kurang ya?”

Kata ssongji, dia gamau masalah ini jadi panjang, alhasil dia ngorek(?)ngorek kantongnya, mencari uang jajannya.

“nih buat kalian”

Kata ssongji sambil nyodorin tangannya kearah krisyeol, pertama kris dan yeol saling berhadapan, namun mereka kembali menatap ssongji. Kris menggengam tangan ssongji lalu perlahan menurunkannya.

Ssongji bingung.

“bukan itu maksud kami buat kesini.”

“kami mau bilang makasih”

Ssongji menatap kedua namja didepannya dengan bingung sekaligus curiga. Jangan-jangan ada hal lain yang mereka rencanakan.

“penjahat mana ada yang ngucapin makasih?”

Tanya ssongji

“seharusnya kalian kan ngelukain aku, bukan bilang makasih?”

“kami gabisa jahat sama kamu. Kamu beda sama target yang lain.”

“kamu sama aja kaya kami..”

[sama nasibnya maksudnya yah. Soalnya semalem sebelum liat-liat foto, kris ngecheck seluruh isinya, dan dia menemukan memo yang isinya curahan hati ssongji semua]

Jelas kris sepotong-sepotong

“maksudnya?”

“gak ngerti ya? Traktir kita dulu deh. Baru ntar dijelasin..”
canda kris.

“oh yaudah ayo.. ikut aku”
kata ssongji sambil berjalan mendahului krisyeol

“ngek.. padahal cuman bercanda, anak itu terlalu nganggep serius deh”

“lagian. Salah hyung juga. Cewe itu terlalu polos untuk kita jadiin temen”

Komentar chanyeol

“tapi dia baik weh..”

“WOY! AYO! JADI KAGA?” teriak ssongji

“eh ya!”

Ucap mereka berbarengan.

 

 

Ssongji mampir ketukang eskrim langgananya seperti biasa rasa kesukaanya, cokelat pakai saus strawberry.

“pesan sebanyak yang kalian mau. Aku yang bayar” kata ssongji sesudah mendapatkan eskrimnya.

Krisyeol hanya mengangguk mereka pesan rasa yang sama dengan ssongji.

“eonni, pesanan dua orang PeA ini aku yang bayar, sisanya ambil aja” kata ssongji. Dia lalu duduk diayunan taman tak jauh dari tukang eskrim, sesudah kriisyeol membeli eskrim mereka menghampiri ssongji yang udah duduk daritadi

“lah? Kenapa sama?”

“ini rasa fav kami juga”

“oh.. yaudah cepet jelasin yang tadi”

Kata ssongji sambil menggoyang goyangkan ayunannya

“nasib kamu sama kaya nasib kita..”

“eh?”

“orang tua-ku dan chanyeol juga sama sepertimu, selalu kerja kerja dan kerja. Tapi mereka kalo udah dirumah kaya tom&jerry. Itu ngebuat kita jadi brokent home. Anak nakal!, sebab itulah kita kabur dari rumah. Pusing, akhirnya kita tinggal berdua kaya gini, semua kebutuhan serba maling” curhat kris.

“nyeh… ini kenapa jadi curhat? Jadi aku kesini cuman buat denger curhat kalian?”

“bukan gitu. Hanya aja nasib kita sama.”

Kata kris

“terus apa hubungannya sama aku? Mau sama mau beda aku gapikirin”

“errr. Maksudnya kita temen seperjuangan. Paboya.”

“temen? Jadi kalian nganggap aku temen?”

Kata ssongji kaget

“kenapa emangnya?”

“aku gapercaya.. takutnya dibalik semua ini ada rencana lain”

“astagaaa………kita bukan orang jahat kaya gitu kok. Kita cuman ngincer harta”

“nah berarti kalian nganggap aku temen hanya karena harta dong”

“tidak untuk kamu.”

“jinjja?”

Tanya ssongji memastikan. Dia memang bukan orang yang gampang percaya, dia keras kepala.

“yap..”
“baik aku akan menjadi teman kalian. Dengan satu syarat.”

Perintah ssongji

“apa?”
“berjanjilah untuk berhenti merampas barang orang-orang, arraseo?”

“tapi kalau begitu. Bagaimana bisa kami bertahan hidup?”

“hm.. aku akan membiayai kebutuhan kalian. Tenang saja.”

“tapi kamu yeoja. Tidak sepantasnya ssong?”

“ngh? Ahjussi darimana tau namaku?”

“haish. Name tagmu!”

“oiya aku lupa. Lantas bagaimana? Aku menyimpan banyak uang dilemariku. Daripada aku menghamburkannya lebih baik untuk kalian. Aku yakin lebih berguna.”

“kalau itu terserah kau saja.. asal kau mau berteman dengan kami.”

“baik. Mulai besok aku akan menjadi teman kalian, tunggu saja ditempat biasa. Dan ini untuk kalian, semoga cukup untuk berhari-hari.”

Katanya sambil menyerahkan semua uangnya kepada kris, kris kaget belum sempat dia berkata lebih ssongji sudah jauh berjalan menjauhinya tanpa pamit.

“aigoo hyung, ini banyak sekali._.”

Kata chanyeol. Tanpa banyak cincong lagi mereka pulang.

 

Keesokan harinya ssongji menepati janjinya. Untuk berteman dengan geng badboy.

Dari sini kisah mereka dimulai.

2minggu kemudian

“ssongji, appa eommamu tadi sms nih. Hari ini mereka pulang.”

“oh, yasudah nanti kalian kerumahku dulu deh, aku ingin memperkenalkan kalian ke mereka”

“tapi gapapa? Kita kan cowo?”

“sante aja. Orang tuaku gapernah ngelarang aku berteman sama siapa aja. Aku udah kenal baik-baik kalian 2 minggu yang lalu.remember hyung~? Kkkk”

Kata ssongji yang masih asik bermain basket dilapangan tak jauh dari rumahnya dengan kris dan chanyeol.

“baiklah.” Kata kris sambil melanjutkan aktivitasnya memotret ssongji menggunakan ponselnya yang dia dapat dari ssongji.

“eh ahjussi, mulutmu masih sakit? Dari kemarin diam aja. Beda banget sama pertama ketemu.”

Ledek ssongji saat sudah mengambil bola dan sambil menghampiri chanyeol yang lagi sibuk ngotak-ngatik kamera barunya. Chanyeol mengalihkan pandanganya ke ssongji, hanya mengangguk. dia tidak bisa menjawab. Karena bagian dalam mulutnya [gusi serta dinding-dinding mulut] bengkak karna ulah ssongji, dua minggu lalu loh. Masih saja luka sampe sekarang [kemaren-kemaren belum parah, sekarang parahnya], awet banget dah. Hahaha

“ coba buka mulutmu.”

Kata ssongji sambil duduk dibawah chanyeol

AAAA.

Chanyeol membuka mulutnya, ssongji kaget, sedahsyat itukah ciuman sepatunya?

“tetap seperti itu”

Kata ssongji kembali ke tasnya, mengambil obat-obatan yang selalu dia bawa.

Setelah mengambilnya dia lalu kembali kepada chanyeol, mulut chanyeol sekarang wangi~ beda saat sepatu ssongji menciumnya. Iyalah wangi berkat siapa dulu. Ssongji gitu.

Ssongji berjongkok dan perlahan mengeluarkan obat kumur, lalu diteteskan ke gelas yang berisi air putih dingin. Setelah obat kumur itu larut dia memberikannya ke chanyeol.

“kumur-kumur dulu nih. Nanti pasti baikan kok.”

Kata ssongji, satu tangannya memegang dagu chanyeol. Tapi yang satu lagi digunakan untuk memegang gelas tersebut. Mata chanyeol dan ssongji bertemu. Mereka diam satu-sama lain. Ssongji terus memperhatikan manic mata chanyeol. Begitupun sebaliknya.

 

Mulut chanyeol yang tadi mengaga perlahan tertutup. Tanpa sadar tangannya menggengam tangan ssongji yang berada didagunya, sedangkan wajahnya.. perlahan mendekat kepada ssongji, 9cm…5cm..2cm.. hingga hembusan nafas mereka terasa satu sama lain. Kris yang sedang sibuk dengan ponselnya menolehkan dirinya kearah ssongji yang dilapangan, dirinya bingung ssongji tidak ada, matanya mencari-cari ssongji kearah sekitar lapangan. Dan.

DEG…

Pemandangan itu suksess membuat darahnya berdesir dan hatinya sakit begitu saja.. entah kenapa.

“ssongji!”

Teriaknya yang suksess membuat aktivitasnya kepada chanyeol terhenti. Padahal hampir saja chanyeol mendapatkan second kissnya setelah sepatu ssongji-,- .

“ya hyung~?” ini adalah panggilan konyolnya kepada kris.

“ini orangtuamu menelefon, angkat dulu coba, aku takut mereka salah paham kalau aku yang mengangkat telfonnya.” Perintah kris.

Dia berdiri dari posisinya yang tadi duduk didepan chanyeol

“ahjussi. Kumur-kumur dulu ya, yang lama. Semakin lama kumur-kumur semakin cepat sembuhnya”

Kata ssongji kepada chanyeol.

Chanyeol mengangguk kesal. Akibat kris gagal deh -_-

“halo appa eomma.”

“ah? Sudah dirumah? Aku sedang dilapangan basket sama teman.. aku ajak mereka kerumah boleh ya?.. ah! Ne. kamshamnida eomma^^, ne…ne aku segera kesana.” Kata ssongji senang sambil mengigit tangannya.

“hyung,ahjussi kalian mampir dulu ya?”

“ne hehe” ucap kris.

 

Sesampainya dirumah ssongji dan orangtuanya bercakap-cakap, tidak banyak. Hanya singkat percakapan mereka, ssongji memperkenalkan kedua teman barunya kepada orangtuanya. Dan itu disambut baik orang tuannya. Sudah 18tahun ssongji berada didunia ini, tetapi baru sekarang dia mendapatkan teman. Jelas saja orang tuanya sangat senang, dan orang tuanya bilang. Beberapa hari lagi akan pergi keparis karena perusahaanya. Ssongji kembali terdiam. Padahal belum lama berjumpa dengan orangtuanya. Mereka akan pergi lagi.

Setelah selesai semua, chanyeol dan kris pamit untuk pulang karena sudah malam. Mereka sekarang juga pulang memakai mobil tidak seperti dulu lagi, ini semua berkat ssongji. Walaupun sebenarnya mereka tidak pantas menerimanya karena ssongji yang memberikan ini, karena ssongji yeoja dan krisyeol adalah namja. Aneh sekali kan. Yeoja yang membiayai namja, bisa dibilang tidak masuk akal.

 

 

Beberapa hari kemudian.diperjalanan pulang ssongji terlihat badmood. Dan itu membuat kris dan chanyeol yang duduk didepan [dalem mobil ini ceritanya] merasa bingung, karena biasanya ssongji sangat cerewet diperjalanan pulang. Biasanya apapun itu yang tidak penting dibicarakan. Namun sekarang, pandangannya kosong menatap arah jendela..

“heh.” Teriak kris, ssongji tetap diam

“nona ssong?” panggil chanyeol ssongji tetap diam, sampai akhirnya kris mengeluarkan jurusnya. Melempar alpaca. Boneka kesayangannya kearah ssongji. Ssongji sadar

“ye hyung? Sudah sampai?” kata ssongji yang sekarang menjadikan telapak tangannya sebagai bantal.

“kenapa chagiyaa~ ada masalah?” Tanya ahjussi

“ya ahjussi. Aku sedih, belum lama mereka pulang masa pergi lagi” kata ssongji. Begini lah mereka, kalau ada masalah tidak pernah menjawab terang-terangan tidak pernah menjawab [aku tidak apa-apa] mereka adalah tiga bocah yang jujur. Hahaha

“sepertinya aku punya ide..”

Kata chanyeol ahjussi

“hyung butuh uang tidak?”

Tanyanya menoleh kepada kris hyung.

“he’eh untuk apa bertanya itu?”

“aku bilang aku punya ide.”

“nona ssong kau butuh uang?”

Kini dia bertanya kepada ssongji

“aku?butuh untuk beli ponsel baru,memperbaiki AC rumah serta menservice mobil ini.”

“memang kenapa sih?”

Saat mengucapkan kata ponsel, kris menoleh.

“maaf ya.. gara-gara aku kamu jadi gapunya handphone”

Ssongji melirik kris sekilas dia memainkan boneka alpaca yang dilempar kris tadi

“gwaenchana.. hyung, lagi pula gaada gunanya kok. Santai aja!”

Jawab ssongji sambil menyender

“lalu apa rencanamu jussi?”

“jadi seperti ini…”

-TBC-

Waiitt second chapter♥ :b

13 pemikiran pada “Bukan Maksudku… (Chapter 1)

  1. Hahahaha kocak!!
    Ssongji yeoja jadi-jadian, hahaha
    Jadi nanti Ssongji sama Chanyeol? Apa bakal sama Kris? Tru Sehun jadi apa nya donk??

    Next chapter buruan muncul ya, kocak nihh

  2. Sumpah pass kisseu si Chanyeol sama Sepatu sexeh itu berlangsung (?) aku ngakak sampe dilempar kooskaki ama kakak *malah curhat -,- jujur seru banget. Btw kok kris manggil dia chagia~ ??-_- Chagianya kris tuh cuma boleh buat aku miiin-_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s