Reborn (Chapter 1)

Title                       : Reborn [Chapter 1]

Author                  : Niki Pinastika Fahira (cym121)

Genre                   : Romance, Friendship, Sad, Family

Rating                   : PG-17

Length                  : Chapter

Main Cast            :

~ Choi Youngmi (OC/YOU)

~ EXO-K Kai

~ EXO-M Luhan

~ SNSD Sooyoung

Other Cast: temukan sendiri

Twitter: @nikipfff

Disclaimers: Semua cast punya Tuhan dan orangtuanya masing-masing! *kecuali Luhan punya author juga XD*

 

Cuap cuap bentar dulu ya readers^^ kkkk~

Setelah cukup berhasil dengan fanfiction “LET’S WAR!!!” bertemakan komedi dan “VALSHEID” yang bertemakan action. Sekarang aku coba buat FF bergenre romance.

 

Nah, entah aku lebih cocok nulis ff comedy, action atau sad, romance ya kita liat aja. Wkwkwk

Setelah sekian lama ga nulis ff lagi karena syibuuukkkk beud beud beud sekarang nulis lagi

Cekidot aja

Oya jangan lupa kasih kritik atau saran jika ada^^ aku sayang kalian m0ah :*

 

Happy Reading^__^

cool-wallpapers-for-desktop

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

_Author POV_

 

Seorang yeoja tengah mengendap-endap menghampiri seorang namja yang sedang sibuk membaca sebuah buku. Lalu, ia menutup mata namja itu dengan kedua tangannya yang lembut.

 

“Kau ini, Youngmi-ya!” namja itu melepaskan  tangan yeojachingunya itu dari matanya

“Ah! Kenapa kau selalu tau Kai?” gerutu Youngmi seraya mengerucutkan bibirnya

“Hey! Kau ini kalau cemberut malah tambah lucuu~” Kai mencubit-cubit pipi Youngmi yang chubby

“Ya! Lepas! Kau ingat ini tanggal berapa Kai?” tanya Youngmi

“Ini tanggal 12. Wae?” jawab Kai

“Hyaa!! Kau sudah lupa ya? Bagus! Tanya pada dirimu sendiri saja!” Youngmi memukul lengan Kai dengan kesal lalu pergi.

 

_Youngmi POV_

 

Ok! Dia lupa tanggal jadian kami. Bagus! Lupakan saja aku. Dia terlalu sibuk dengan hobbinya sampai-sampai lupa padaku, lupa hari ulangtahunku, lupa tanggal jadian kami. Hah! Kenapa aku bisa menyukaimu Kai?

 

BRUK

 

“Ah, mianhae” aku menabrak seorang namja dan aku menjatuhkan buku-bukunya

“Aku tak sengaja, mianhae” ucapku lagi

“Anio, gwaenchana” namja itu tersenyum padaku. oh Tuhan, kenapa senyumnya seperti malaikat? Anio! Apa yang kau pikirkan Youngmi? Aku membantu namja itu membereskan buku-bukunya.

“Kamsahamnida” ucap namja itu

“Cheonmaneyo” balasku dan ia pergi dari hadapanku

 

Aku menuju taman sekolah dan aku mendapatkan Sooyoung sedang membaca novelnya. Aku menghampirinya.

“Huaa~ Sooyoung!!” seruku. Ia menoleh padaku

“Aigoo~ kau kenapa Youngmi?” tanya Sooyoung

“Keu saram! Dia lupa sekarang tanggal jadian kami. Di otaknya hanya ada dance dan dance apa?” cerocosku

“Hey! Dia mungkin sedang berpura-pura” kata Sooyoung

“Berpura-pura? Huh, lupakan! Tampangnya saja kayak yang bego pas aku tanya. Dia bener-bener udah lupa!” gerutuku

“Youngmi-“ “Whatever! Aku lelah” potongku

“Ohya, hari ini kau takkan bolos kelas vocal kan?” tanya Sooyoung

Aku mengangguk. “Wae? Kau pindah ke kelas vocal?” tanyaku

“Ne. anio, katanya ada murid baru. Dan gosipnya sih, cakep. Ahaha” jawab Sooyoung

“Gosip gosip. Sampai kapan sih ga pada ngomongin gosip?” gerutuku

“Hey! Ayolah. Kajja, kita ke kelas” Sooyoung menggandeng tanganku menuju kelas vocal

 

Semua orang sudah berkumpul disana terkecuali sonsaengnim dan aku tak melihat wajah baru disini. Yeah, mungkin dia juga belum datang. Tak lama, sonsaengnim muncul dengan seorang namja. Oh, namja itu. bukankah yang tadi kutabrak?

 

“Baiklah anak-anak. Minta perhatiannya pada kalian semua. Silahkan perkenalkan dirimu” kata sonsaengnim

“Kamsahamnida. Joneun Luhan imnida. Bangapseumnida” ucapnya. Aku mulai mendengar semua yeoja berbisik-bisik. Yeah, pasti tentang namja ini.

“Silakan duduk di tempat yang kosong” pinta sonsaengnim

“Andwae! Jangan disini!” seruku. Ya, memang hanya ada satu tempat kosong yaitu di sebelahku

“Nona Choi, biarkan dia duduk disana” sonsaengnim menatapku tajam dan aku membiarkan namja itu duduk di sebelahku

 

“Oke! Choi Sooyoung, karena kau baru masuk kesini. Aku akan mengetesmu” kata sonsaengnim

“Kita mulai nada yang paling rendah. Do” lanjut sonsaengnim

“Do” suara rendahnya bagus sekali. Aku tak bisa serendah itu.

“Re Mi Fa Sol La Si Do” kata sonsaengnim

“Re Mi Fa Sol La Si Do” ucap Sooyoung mengikuti nada sonsaengnim

“Bagus! Sekarang kau Luhan”

***

Bel berbunyi nyaring pertanda waktu istirahat. Kai menghampiri kelasku dengan penuh keringat di wajahnya. Yeah, dia sudah dance.

“Youngmi~” panggilnya

“Youngmi-ah, dia memanggilmu” kata Sooyoung

“Bodo!” kataku ketus

Dengan tersenyum seperti tak ada rasa bersalah, Kai mendekati mejaku.

“Youngmi-ah, mianhae. Iya, aku ingat sekarang tanggal 12. Tanggal anniversary kita” kata Kai sambil menyodorkan minuman kaleng dingin kesukaanku

“Nyogok? Ngga mempan! Kai telmi!! Benci benci benci!” seruku

“Hahaha. Kau lucu Youngmi” katanya

“Hyaaa!! Kai kau menyebalkan!” seruku lagi

Dia terus mempermainkanku dan menggodaku. Untung saja di kelas hanya ada aku, dia, Sooyoung dan ehm..Luhan.

***

“Bodo! bodo! bodo! Kai bodoo!” seruku

“Udahan ah, cape. Minum dulu, bentar lagi masuk” kata Kai

“Udahan? Main petak umpet kali udahan” gerutuku

“Marah?” tanya Kai dengan evil smilenya

“Iya, kenapa? Masalah buat kamu?” tanyaku

“Kau ini minta dicubit yaaa~” Kai mencubit pipi chubbyku

“Ya!! Kembali ke kelasmu Kai!” seruku

“Oke, bye Youngmi~” ia mengedipkan matanya padaku

“Romantisnyaa~” kata Sooyoung

“Ha? Romantis? Kau sudah buta?” tanyaku pada Sooyoung

 

Tak lama bel masuk berbunyi nyaring. Sangat nyaring sampai telingaku serasa mau rusak. Semua orang masuk. Tapi, entahlah sonsaengnim yang biasanya tepat waktu bahkan selalu ada sebelum bel masuk berbunyi kini tak kunjung masuk ke kelas.

“Ehm..minta perhatiannya. Sonsaengnim tak bisa masuk sekarang dikarenakan anaknya masuk rumah sakit” kata Taeyeon di depan kelas. Seketika anak-anak dalam kelas bersorok sorai. Apa bagusnya? Kalau seperti ini malah tak ada kerjaan. Kerjaannya paling gosip melulu. Membosankan.

 

Aku mengerucutkan bibirku dan membuka-buka buku. Benar-benar tak ada kerjaan. Akh! Kenapa buku ini membosankan sekali. Sial!

“Permisi. Kau kenapa?” tanya seseorang yang berada di sebelahku

“Ah? A-anio. Hanya bosan” jawabku

“Jinca? Aku juga bosan” katanya “Oh iya, aku Luhan” lanjutnya

“Ne, Youngmi imnida” ucapku “Yang tadi pagi maaf ya?” lanjutku sambil tersenyum

“Gwaenchana. Lagipula, aku juga yang melamun” Luhan tertawa

“Ohya, darimana asalmu?” tanyaku

“Haidan, Beijing” jawabnya

“Oh jinca? Kau ke korea untuk bersekolah disini saja?” tanyaku tak percaya

“Anio, appaku pindah kerja ke Seoul” jawabnya lagi

“Oh” kataku ber-oh ria

 

Lama berbincang dengannya membuatku merasa sedikit senang dan tidak bosan. Dia benar-benar tipe orang yang easy going. Ini ibunya ngidam apa ya sampai anaknya kayak gini? Aish! Kau berpikir apa Youngmi!

“Kau sudah punya namjachingu ya, Youngmi-sshi?” tanyanya

“Eh? N-ne. waegeurae?” tanyaku

“Anio. Hanya bertanya” jawabnya

“Ohya, jangan panggil aku seperti itu. panggil saja Youngmi atau apalah asal jangan keluar dari namaku saja” kataku

“Baiklah” ucapnya

 

“Youngmi!” Sooyoung menepuk pundakku

“Wae?” tanyaku

“Itu” Sooyoung menunjuk ke pintu kelas. Oh, Kai.

“Shireoyo! Aku malas” ucapku

“Hey! Hari ini kan anniv-mu. Masa kau marah sama Kai?” kata Sooyoung

“Arraseo!” aku menatap Sooyoung dan pergi menghampiri Kai

 

“Jadi? Apa urusanmu tuan Kim?” tanyaku pada Kai

“Ya, kau masih marah ya?” tanya Kai

“Jangan berbalik tanya. Kau kan sudah tau! Apa?” kataku

“Jalan-jalan sepulang sekolah?” tanyanya

“Kemana?” tanyaku

“Hmm..kemanapun asal denganmu. Haha” Kai tertawa

“Ya!” seruku lalu memukul lengannya

“Serius” kata Kai

“Baiklah, baik. Sudah bicaranya Kai?” tanyaku

“Belum” Kai menarik tanganku dan mengecup puncak kepalaku

“Kai!! Jangan melakukan ini di depan-“ “Biar saja, lalu apa masalahnya?” potong Kai

“Tau ah!” Aku berjalan masuk ke kelas meninggalkan Kai

 

Aku duduk lagi di bangkuku. Hah, sepertinya aku mulai gila. Aku tersenyum sendiri karena tingkah Kai tadi. Haish~ anak itu kenapa selalu membuatku seperti ini?

“Ekhem, sepertinya ada yang berubah senang” sidir Luhan

“Ya! Apa maksudmu?” tanyaku

“Kau tersenyum bukankah kau senang? Kau tadi habis dicium namjachingumu” jawab Luhan sambil tersenyum jahil

“Hyaa~ kau memperhatikan kami?” aku yakin wajahku sudah seperti tomcat eh tomat.

“Haha. Mukamu merah Young-ah” dia tertawa

“Luhan! Aku sebal padamu!” kataku lalu menutupi wajahku

“Eiy~ aku bercanda Young-ah. Ternyata kau lucu kalau kau marah. Jinca!” katanya

 

_Author POV_

5 PM @ Seoul

 

Bel pulang berbunyi nyaring. Semua siswa berhamburan keluar dari sekolah. Sesuai janji, Youngmi akan jalan-jalan dengan Kai. Ya, merayakan anniversary mereka.

“Sooyoung-a, Luhan, kalian pulang duluan ya? Hati-hati” Youngmi melambaikan tangannya pada Luhan dan Sooyoung

 

Sepanjang perjalanan pulang, Sooyoung dan Luhan hanya diam bisu. Ya, mereka masih canggung.

“Sooyoung-sshi awas!” Luhan menarik lengan Sooyoung untuk menghindari mobil yang melintas dengan cepat

“Aish~ dijalan seperti ini mana boleh mengebut?” gerutu Luhan

“Gwaenchana?” tanya Luhan

“Oh, ne gwaenchana” jawab Sooyoung gugup “Kita belum berkenalan sejak tadi. Sooyoung imnida” lanjut Sooyoung

“Luhan imnida” ucap Luhan

 

Tak disangka, mereka juga cepat akrab. Sama seperti tadi Luhan dengan Youngmi. Ya, karena Luhan adalah orang yang easy going, maka ia cepat bergaul dengan teman-teman baru di sekitarnya. Tak terasa, mereka berdua sudah sampai di depan rumah Sooyoung.

“Luhan-sshi, ini rumahku. Aku duluan masuk ya?” kata Sooyoung

“Ini rumahmu? Rumah yang di sebelah ini rumahku” kata Luhan tak percaya

“Oh, jinca? Depan rumahmu adalah rumah Youngmi juga. Tak kita sangka ya?” Sooyoung tersenyum

“Wa~ ini bagus. Kita bertiga bisa menjadi teman dekat” kata Luhan

“Aku dan Youngmi memang sudah teman dekat. Tinggal kau yang menajdi teman dekat kami” kata Sooyoung

“Baiklah. Sampai jumpa besok Sooyoung” Luhan melambaikan tangannya pada Sooyoung dan Sooyoungpun masuk ke dalam rumahnya.

***

“Aku pulang!” seru Youngmi saat masuk ke dalam rumahnya

“Kau habis darimana dulu Youngmi?” tanya eomma

“Ah, biasa dengan Kai” jawab Youngmi

“Oh iya, sekarang tanggal 12 kan? Chukkae” kata eomma “Ini hari jadi kalian yang ke 2 tahun bukan?” lanjut eomma

“Ne” jawab Youngmi singkat

“Mandilah, sebentar lagi ada tamu” kata eomma

***

7.59 PM

 

“Annyeonghaseyo” terdengar beberapa suara di rumah Youngmi

“Ah, silahkan masuk” ucap eomma Youngmi

“Youngmi-ah, kemari!” seru eomma Youngmi lembut. Youngmi menuju ruang tamu dengan cepat.

“Oh, kau!” kata Youngmi terkejut

“Kalian sudah saling mengenal?” tanya eomma

“Ah, kami tetangga kalian yang baru di depan rumah kalian ini” ucap seorang yeoja paruh baya

 

“Luhan” panggil Youngmi

“Ne?” Youngmi menyuruh Luhan untuk ikut bersamanya ke taman belakang rumahnya.

“Ada apa?” tanya Luhan

“Kau tetanggaku?” tanya Youngmi

“Ne, kenapa?” tanya Luhan

“Anio, aku senang. Tak kusangka” Youngmi tersenyum. Tiba-tiba, wajah Youngmi berubah murung.

“Young-ah, gwaenchana?” tanya Luhan. Youngmi mengangguk

“Cerita saja” kata Luhan

“Anio, aku baik-baik saja. aku hanya lelah seharian di sekolah lalu pergi jalan-jalan bersama Kai dengan gembira” Youngmi tersenyum

“Kalau kau ingin cerita, ceritakan saja padaku. Aku akan selalu mendengarkan” kata Luhan

“Ne, gomawo” ucap Youngmi

 

Lama mereka berada di taman dengan keadaan diam. Tidak seperti saat mereka di sekolah. Youngmi menatap ribuan bintang di langit sedangkan Luhan hanya menatap Youngmi yang tidak berekspresi sama sekali.

“Kalian ternyata disini” kata seorang yeoja paruh baya

“Eomma” ucap Youngmi

“Apa yang kalian lakukan?” tanya eomma

“Mengobrol dan menatap bintang saja” jawab Youngmi

“Luhan, orangtuamu bilang untuk segera pulang. Ayo” kata eomma

“Ne. Kamsahamnida” ucap Luhan

***

“Choi Youngmi!!!” seru seorang yeoja sambil berlari ke arah Youngmi. Sontak orang yang merasa terpanggil menoleh ke arah suara. Ternyata yang memanggilnya adalah Sooyoung, sahabatnya.

“Youngmi-ah! Chankkaman!” serunya lagi

“Ada apa?” tanya Youngmi

“Tunggu sebentar. Luhan belum keluar” kata Sooyoung

“Luhan? Untuk apa menunggunya? Mau berangkat bareng?” tanya Youngmi heran. Sooyoung tersenyum.

“Ah, mian menungguku lama” tiba-tiba Luhan menghampiri Youngmi dan Sooyoung

“Anio, kami baru saja keluar” kata Sooyoung. akhirnya mereka bertiga berjalan menuju sekolahnya. Sepanjang perjalanan hanya Sooyoung dan Luhan yang berbincang dan bercanda. Beberapa saat Luhan melihat Youngmi yang murung dari kemarin. Seketika ia merasa khawatir pada keadaan Youngmi.

 

Sesampainya di sekolah, mereka bertemu Kai di gerbang sekolah. Kai menghampiri mereka bertiga dan melihat Youngmi yang murung.

“Gwaenchana Youngmi-ah?” tanya Kai. Youngmi hanya menjawabnya dengan anggukan kepala

“Jangan pikirkan terus tentang itu Youngmi. Kau akan sakit nanti” ucap Kai. Sekali lagi Youngmi hanya mengangguk dan berjalan di depan meninggalkan Kai, Luhan dan Sooyoung

“Ada apa dengannya?” tanya Sooyoung heran

***

12.03 PM

Bel istirahat berbunyi. Yang tinggal di kelas hanyalah Youngmi, tapi Luhan mengurungkan niatnya untuk pergi keluar kelas. Ia pun menghampiri Youngmi.

“Young-ah, ceritalah padaku” kata Luhan. Youngmi mulai menangis

“Eh? Kau kenapa Young? Apa kau ada masalah?” tanya Luhan. Youngmi mengangguk

“Ceritalah Young. Mungkin aku bisa membantu” kata Luhan

“Takkan ada yang bisa membantuku.Takkan ada dan takkan mungkin ada” ucap Youngmi disela tangisannya

“Youngmi, kenapa kau pesimis seperti itu?” tanya Luhan

“Saat kau berkunjung ke rumahku, apa kau lihat appaku? Tidakkan!” kata Youngmi

“Maksudmu?” Luhan mulai menerka-nerka masalahnya

“Sudahlah, aku tak mau membahasnya” kata Youngmi ketus

“Orangtuamu…akan.. bercerai?” tebak Luhan hati-hati. Youngmi mulai menangis lagi lalu mengangguk keras.

“Sudahlah Young. Uljima” Luhan memeluk Youngmi. Ia membiarkan airmata Youngmi membasahi seragamnya. Luhan mengelus rambut Youngmi dengan lembut.

 

“Lu-“ seseorang menghentikan langkahnya di ambang pintu kelas. Ia melihat Luhan sedang memeluk Youngmi. Yah, dia merasa cemburu dan ia pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kelas. Tak lama, belpun berbunyi.

“Sudah Young-ah, uljima. Fighting!” ucap Luhan. Youngmi menghapus air matanya dan memaksakan untuk tersenyum.

“Gomawo Luhan” ucap Youngmi

Seseorang masuk ke dalam kelas “Kalian tidak makan siang?”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

~To Be Continued~

Iklan

12 pemikiran pada “Reborn (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s