Still Loving You (Chapter 1)

Tittle : Still Loving You [HunHan] chap 1

Author : Rhein

Main cast : Oh Sehun, Lu Han, Kim JongIn

Other cast : EXO-K member

Genre : Yaoi, Sad romance, School life, etc

Rate : T

 

 

Tuhan memberikan anugerah perasaan pada setiap makhluk-Nya

Perasaan ingin melindungi dan dilindungi

Perasaan ingin menjaga dan dijaga

Perasaan tak mau berdiri sendiri

Perasaan yang mampu membuat terbang ke langit dan jatuh ke jurang dalam satu waktu..

Perasaan yang biasa disebut dengan CINTA…

Namun Tuhan tak adil.. karena memberikan perasaan itu pada orang yang ..salah..

 

 

 

Lantunan musik itu terdengar begitu merdu di sebuah ruangan kosong yang terletak di paling pojok lantai 3 , SM High School. Waktu menunjukkan pukul 10.00 pagi, namun di ruangan yang dipenuhi lantunan musik itu hanya terdengar suara decit sepatu yang sudah bisa ditebak bahwa di dalam sana hanya ada satu orang, bukankah ini masih jam pelajaran? Lalu apa yang dia lakukan disana?. Lantunan lagu yang terdengar samar itu pun membawa langkah kecil seseorang mendekat ke arah ruangan itu. Langkahnya terhenti di depan pintu ruanga yang tak tertutup rapat. Rasa penasaran membuatnya menengok ke dalam dan betapa kagetnya dia, melihat seorang namja tampan dengan kulit seputih susu tengah menari dengan lincahnya di dalam sana. Seragamnya yang telah basah oleh keringat seakan menggambarkan bahwa ia sudah sedari tadi menari disana. Tatapan matanya tak kunjung lepas dari namja tampan yang terlihat begitu mengagumkan itu. Tiba-tiba namja berkulit bersih itu menghentikan gerakannya dan mematikan musiknya, sekilas arah matanya menatap ke pintu kelas yang membuat si pengintip terlonjak kaget dan diam mematung di sana.

“Ma..maaf aku mengganggu..” ucapnya kebingungan, namun namja itu hanya menatapnya tajam dan berjalan mendekatinya.

 

“Siapa kau?” tanya nya dingin.

 

“A..aku Lee Sora, kau.. Oh Sehun kan?”

 

“Ne..” jawab Sehun singkat.

 

“Sehun-sshi.. aku-“

 

“Sehunnie! Maaf aku telat!” suara itu membuat ucapan Sora terhenti, keduanya menatap ke arah namja mungil yang tengah berjalan ke arah mereka dengan membawa 2 buah Bubble tea di kedua tangannya.

 

“Siapa dia Sehunnie?” tanya nya.

 

“Aku tidak tahu..” jawab Sehun datar lalu mengambil minumannya dari tangan Luhan dan berjalan pergi.

 

“Mwo???” seru Sora, bagaimana Sehun mengatakan ia tak kenal? Padahal baru saja mereka berkenalan.

 

“Kau mau mendekati Sehun?” tanya namja mungil itu yang membuat Sora segera menatapnya.

 

“Luhan oppa.. ? A-apa? Tidak! Aku hanya-..”

 

“Tidak usah bohong, aku tahu kau mengincarnya..” ucap Luhan dingin.

 

“Mwo?”

 

“Jangan mendekatinya..” ucap Luhan lagi.

 

“Lu!! Kenapa masih disana?” teriak Sehun yang sudah berjalan agak jauh.

 

“Eh? Ya!” jawab Luhan lalu memberikan deathglare pada Sora sebelum pergi menyusul Sehun.

 

“Apa maksud Luhan oppa mengatakan itu? Apa.. rumor itu benar?” pikir Sora.

 

Ya, bicara soal rumor.. Sehun dan Luhan telah menjadi sahabat sejak lama, dan tak ada yang tahun sejak kapan mereka menjadi sangat dekat, dan karena kedekatan mereka itulah yang menyebabkan munculnya rumor bahwa Sehun dan Luhan adalah pasangan gay. Karena tak jarang mereka terlihat bergandengan tangan, saling merangkul bahkan pernah beredar gosip kalau Luhan duduk di pangkuan Sehun, meski berita itu belum tentu benar namun kebanyakan dari siswa sekolah itu menganggap bahwa HunHan couple is REAL. Sikap Sehun yang terlihat angkuh dan dingin membuatnya sangat sulit ditebak , ia juga tak menepis dan tak menghiraukan gosip yang tengah beredar meski itu sangat mempengaruhi nama baiknya. Meski ia terlihat dingin namun ia masih bisa bersikap friendly pada orang lain, berbeda dengan Luhan yang hanya tak banyak tingkah dan terkesan tertutup, bahkan ia tak punya teman selain Sehun, baginya cukup dengan Sehun ia bisa hidup.

 

~~

 

 

~~

 

 

~~

 

 

“Hey! Melamun lagi?” seru Luna yang sambil menepuk pundak Sora dan duduk di sampingnya.

 

“Eh? Tidak…” sanggah Sora menoleh ke arah Luna.

 

“Bohong.. kau memikirkan namja tampan itu lagi??”

 

“Hm.. iya, kenapa ada orang seperti dia di dunia ini ya??”

 

“Ya ya ya.. bagimu Cuma Oh Sehun yang taman disini, ckck… matamu suda dibutakan oleh ketampanannya, kau sudah dengar rumor itu kan?”

 

“Eoh? Kau percaya rumor itu?”

 

“Entahlah, tapi memang kenyataannya begitu..” jawab Luna sambil mencomot makanannya.

 

“Tidak! Mereka bukan gay tahu! Aku pasti bisa mendapatkan Oh Sehun!”

 

“Terserah kau saja..berjuanglah..”

 

 

~~

 

 

~~

 

 

Bel pulang sekolah berbunyi. Selayaknya lonceng dari surga, bel ini begitu dinanti-nantikan oleh sebagian besar pelajar. Dan dalam hitungan detik, beberapa kelas telah kosong, berbeda dengan anak-anak yang memilih untuk cepat keluar dari kelas dan pulang, naamja berkulit putih itu dengan santainya keluar dari kelasnya sambil mengendurkan dasi yang melilit indah dilehernya. Sejenak ia menoleh ke arah tempat duduk panjang yang berada di depan kelasnya, kosong. Langkahnya terhenti, ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya sejenak.

 

“Sial!” umpatnya kemudian berlari secepat mungkin menaiki anak tangga menuju ke lantai 3. Suara derap langkahnya yang memburu menggema di koridor sekolah, meski ia tampak seperti orang yang sedang cemas namun, itu sama sekali tak tergurat di wajahnya. Tetap tanpa ekspresi dengan mata sayunya. Perlahan langkahnya terhenti dan ia berdiri di depan pintu sebuah ruang kelas dengan nafas terengah-engah. Dengan cepat ia membuka pintu itu dan terlihatlah dihadapannya sosok malaikat mungil yang sedang menatapnya horor.

 

“Sehunnie?? Kau mengagetkanku..” ucapnya lembut namun terkesan kaget sambil meneglus dadanya.

 

“Apa yang kau lakukan, Lu?” tanya Sehun sembari berjalan masuk ke kelas Luhan dan menata nafasnya. Tampaknya ia sedikit lega melihat Luhan yang tengah duduk di bangkunya tanpa lecet sedikitpun.

 

“Emm.. aku mengerjakan tugasku sekalian, biar nanti di rumah bisa santai,hehe..Eummm.. kenapa kau keringatan? Kau habis lari?” tanya Luhan sembari berdiri dan menyeka keringat di dahi Sehun yang tengah berdiri di depannya.

 

“Tidak, aku hanya khawatir.. biasanya kau sudah menungguku di depan kelas setiap pulang sekolah, kupikir kau dikerjai lagi..“

 

“Haha.. kau mencemaskan aku?” tanya Luhan dengan semburat pink di pipinya.

 

“Tentu saja, baiklah.. kerjakan tugasmu, aku tunggu disini..” ucap Sehun kemudian duduk di samping Luhan, menunggu sang malaikat kecil menyelesaikan tugasnya. Tanpa mereka sadari sepasang mata itu menatap tajam ke arah mereka dari luar kelas.

 

 

~~

 

 

~~

 

 

Luhan berjalan dengan membawa setumpuk buku di tangan kecilnya, hari ini Park sonsaengnim memintanya mengumpulkan seluruh tugas teman sekelasnya di perpustakaan, namun tak ada yang mau membantunya membawa, jaid terpaksa ia sendiri yang harus melakukannya. Satu kakinya menginjak tali sepatunya sendiri dan membuatnya terjatuh dengan tidak elitnya hingga semua buku yang ia bawa jatuh berantakan di lantai.

 

“Aiishhh.. sial!” gerutunya sambil meraih satu per satu buku-buku itu.

 

“Oppa.. kau taka ap?” suara itu menginterupsi Luhan, saat ia mengangkat wajahnya untuk melihat orang yang berbicara padanya, ia melihat Sora tengah mencoba membantunya membereskan buku-buku itu.

 

“Kau…” ucap Luhan menggantung di udara.

 

“Ini oppa..” Sora menyerahkan bukunya ke tangan Luhan.

 

“Jangan pura-pura baik di depanku.. aku tidak akan menyerahkan Sehun padamu..” ucap Luhan serius sembari  mencoba berdiri.

 

“Apa maksud oppa?”

 

“Aku tahu kau selalu melihat Sehun, mengikuti kami dari jauh.. kau tahu itu benar-benar mengganggu!”

 

“O-oppa.. kalian benar-benar…”

 

“Ya! Jangan mencoba mendekati Sehun lagi!” potong Luhan lalu berjalan meninggalkan Sora yang masih mematung di tempatnya.

 

“Cih, memangnya siapa dia?” gerutu Sora kemudian berjalan pergi.

 

 

~~

 

 

Luhan mendudukkan dirinya di bangku taman sekolahnya, angin sepoi menerpa rambut cokelat emasnya yang membuatnya semakin menawan. Namun gurat di wajahnya membuatnya sedikit terlihat suram. Ia menghela nafas dala, di wajahnya terpatri gurat kekhawatiran, ia begitu takut kehilangan Sehun, orang terdekatnya, dan orang yang.. begitu ia cintai. Di saat ia terlena dengan lamunannya, sebuah tepukan di pundaknya membuatnya kembali tersadar.

 

“Melamun?”

 

Suara menenangkan itu menyeruak masuk ke gendang telinga Luhan. Membuat segala kecemasannya hilang, suara yang begitu menenangkannya. Ia tersenyum sejenak lalu menoleh ke seseorang yang telah duduk di sampingnya dengan wajah menengadah ke ats dan mata tertutup.

 

“Sehunnie…” ucap Luhan pelan.

 

“Hm?”

 

Luhan tak menjawab, ia sibuk memangdangi setiap inchi wajah Sehun yang diciptakan begitu sempurna oleh Tuhan, mengagumi keindahan makhluk di sampingnya, bersyukur ia bisa berada di dekatnya. Tiba-tiba mata Sehun terbuka dan Luhan segera memalingkan padangannya ke arah lain.

 

“Kenapa, Lu?” tanya Sehun lagi.

 

“Sehunnie.. kau akan terus bersamaku, kan?” tanya Luhan sambil bergelayut di lengan Sehun.

 

“Ne..” jawab Sehun pelan.

 

“Janji?”

 

“Iya, Lu..” jawabnya lagi sembari mengusak surai Luhan lembut. Luhan tersenyum menatap langit sementara Sehun menatapnya dari samping dengan tatapan yang sulir diartikan.

 

 

~~

 

 

~~

 

 

~~

 

 

“Umma..aku mau cari snack dulu ya..” ucap Luhan sembari meninggalkan umma-nya yang tengah sibuk memilih daging segar di super market.

 

Langkah mungilnya terhenti di sebuah etalase yang menjual aksesoris ponsel, matanya berbinar ketika melihat starp ponsel berwarna perak dengan berbagai macam tulisan dan benruk. Ia menyetukkan jari telunjuknya di bibir sambil memutar-mutar bola matanya mencari kata yang bagus, namun tak ada yang cocok untuknya.

 

“Humm.. Noona, apa tulisan disini boleh pesan?” tanya nya pada salah satu penjaganya.

 

“Boleh, anda mau memesan tulisan apa?”

 

“Jinjja? Umm.. tolong tuliskan “Hunnie Bear” dan di baliknya tulisannya “ Baby Deer”..”

 

“Baiklah..” ucap penjaga itu sambil mencatat permintaan Luhan.

 

“Kapan jadinya?”

 

Besok sudah bisa di ambil tuan..”

 

“Oh, ne! Kamsahamnida..”ucap Luhan girang dan menundukkan kepalanya sekilas.

 

Saat ia berbalik dan akan melangkah, ia menabrak seseorang yang bdannya lebih tinggi darinya. Seketika tubuh mungilnya terhuyung ke belakang, untung saja tidak sampai jatuh.

 

“Eh? Mianhae.. aku-“ ucapan Luhan terputus ketika orang itu memotongnya.

 

“Oh, si kurcaci..”

 

Mata Luhan melebar mendengar suara ini, suara yang sama sekali tak asing di telinganya, ia segera mengangkat wajahnya dan melihat sosok di depannya yang membuatnya sangat terkejut.

 

“Kau..?”

 

“Tidak di sangka ketemu disini, kita memang jodoh ya..Kurcaci..” ucap namja manis itu sambil mengusak rambut Luhan. Namun Luhan segera menepisnya dan menatapnya dengan tatapan benci setengah takut.

 

“Aku tidak sudi berjodoh denganmu..” ucap Luhan ketus.

 

“Haha.. memangnya siapa juga yang sudi berjodoh dengan manusia kurcaci yang hidup di abad ini?” ucapnya sambil berjalan pergi, berlalu meninggalkan Luhan yang masih terlihat kesal.

 

“Kai jelek..” umpatnya dalam hati kemudia berjalan kembali menghampiri umma-nya.

 

Kai? Siapa lagi itu Kai? Dia adalah salah satu siswa di SM High School, teman sekelas Luhan. Teman? Sepertinya ada yang harus diralat. Tidak ada kata yang cocok untuk hubungan Kai dan Luhan disini. Dia bukan “teman” seperti teman Luhan yang lainnya, Luhan lebih suka menyendiri dan hampir seluruh waktunya di sekolahan hanya untuk Sehun dan hanya bicara dengan Sehun. Jadi Luhan sama sekali tak memiliki teman, ia adalah anak yang tertutup. Lalu Kai? Ia hanya bergelar “Teman sekelas”, tapi ia adalah salah satu dari beberapa genk di sekolah mereka yang paling sering mem-bully Luhan, satu-satunya namja yang paling sering menjadi sasaran penggencetan di sekolah karena sifatnya yang hampir seperti yeoja dan lemah. Tapi sampai saat ini, Kai dan genk-nya masih dalam taraf “mengerjai”, belum ke taraf yang lebih keras seperti pemukulan. Berbeda lagi dengan genk yang di ketuai oleh Park Chanyeol, yang tak segan bersikap kasar pada Luhan. Dan itu yang menyebabkan Sehun tak pernah bisa jauh dari Luhan yang rapuh.

 

 

~~

 

 

~~

 

 

~~

 

 

Suara derap langkah itu menggema di koridor sekolah yang sepi karena ini memang masih waktu jam pelajaran. Lagi-lagi Sehun membolos pelajaran dan memilih untuk menepi di ruangan kosong tempat ia biasa berlatih menari. Namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang tengah terduduk di lantai sambil memijat kakinya.

 

“Ada apa?” tanya nya sambil duduk berjongkok di depan orang itu.

 

“Eh? S-Sehun?” Sora mengangkat wajahnta, terkejut melihat namja tampan itu berada dihadapannya. Sungguh ini bagai mimpi. Tidak, bahakan bermimpi akan berhadapan dengan Sehun sedekat ini pun ia tak pernah.

 

“Hey..” Sehun mengibaskan tangannya di hadapan Sora hingga ia tersadar.

 

“Eh? A..aku .. kaki ku terkilir..” jawab Sora sambil meringis kesakitan.

 

“Kau bisa berdiri?” tanya Sehun lalu mencoba membantu Sora untuk berdiri.

 

“Iya bisa.. terimakasih..” ucap Sora gugup lalu mencoba berjalan tapi gagal, pergelangan kakinya terasa begitu ngilu.

 

“Perlu bantuan?” tanya Sehun lagi.

 

“Eh? Tidak.. aku bisa berjalan sendiri, kok..” jawab Sora dengan senyumnya, tapi raut wajahnya tak bisa berbohong, ia sedikit berharap Sehun membantunya dan… Tuhan mengabulkannya.

 

“Jangan sok kuat..” ucap Sehun lalu meraih pundak Sora dan membantunya berjalan menuju UKS.

 

“Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam??” jerit Sora dalam hati, seorang Oh Sehun yang begitu sulit didekati, seorang Oh Sehun yang selalu bersikap dingin padanya.. kini berada di sampingnya dan begitu dekat. Jantungnya serasa ingin meloncat keluar dari organ dalamnya.

 

Tatapan itu begitu sendu, tangan mungilnya mampu meremas minuman kaleng yang ia genggang di tangannya. Kepalanya tertunduk dalam dan perlahan berjalan menjauh dan menghilang di balik tembok koridor yang sepi itu.

 

“Sehunnie..” lirihnya.

 

Sehun berhasil mendudukkan Sora di ranjang UKS dengan susah payah.

 

“Terimakasih Sehun-ah..” ucap Sora setelah ia duduk dan Sehun berdiri di depannya.

 

“Nanti saja terimakasihnya, ini belum kelar..” ucap Sehun datar lalu melepas sepatu Sora.

 

“Eh..eh.. apa yang..” muka yeoja manis itu berubah merah semerah tomat melihat perlakuan tiba-tiba Sehun.

 

“Diamlah, kalau tidak dipijit.. ini akan bengkak..” potong Sehun dan itu mampu membungkam mulut Sora, ia diam.. melihat perubahan sikap Sehun.

 

Kenapa sifat Sehun begitu tak bisa ditebak? Ia bersikap dingin pada siapapun ketika ia bersama Luhan, dan ia bersikap seperti ini ketika tak ada Luhan. Sebenarnya sifat aslinya yang mana? Pertanyaan itu terus berputar-putar di kepala Sora.

 

“Sudah.. cepat sembuh ya..” ucap Sehun kemudian beranjak pergi, namun Sora menghentikannya dnegan memegang tangan Sehun.

 

“Ada apa?”

 

“Te-terimakasih..” ucap Sora malu.

 

“Ya..” jawabnya singkat kemudian berlalu.

 

~~

 

 

~~

 

 

~~

 

Kang Sonsaengnim telah meninggalkan kelas, siswa-siswa di kelas itu segera membereskan buku mereka dan bergegas keluar kelas. Berbeda dengan Luhan yang masih bertahan di posisinya. Ia hanya menggerak-gerakkan pensil di tangannya, membiarkan buku-buku itu berserakan dihadapannya.

 

“Yah! Kurcaci.. kerjakan tugasku ya..” ucap Kai tiba-tiba dari arah belakang Luhan lalu berjalan memutar ke depan.

 

“Tidak mau..” jawab Luhan asal.

 

“Kau mau menentang??” bentak Lay yang langsung membuat Luhan menciut, karena ia dikerubungi berandalan sekolah.

 

“Jangan membentak adik bayi ini Lay, kalau ia tak mau mengerjakan apa yang seharusnya ia kerjakan, kita lihat saja besok dia masih bisa pulang dengan kaki utuh atau tidak..” ucap Kai menyeringai yang membuat mata Luhan membulat dan menatap horor pada Kai.

 

“Ba-baik.. aku kerjakan..” ucap Luhan pasrah.

 

“Anak baik..” kata Kai lalu menepuk kepala Luhan dengan bukunya, sesaat setelah ia berniat keluar kelas, senyumnya sedikit memudar melihat Sehun tengah berdiri di depan kelasnya, menatapnya tajam. Kemudian ia kembali tersenyum dan berjalan melewati Sehun. Sehun tak mempedulikannya, ia menatap Luhan yang sibuk membereskan buku-bukunya ke dalam tas, kemudian berjalan gusar ke arah namja imut itu.

 

“Kau diapakan lagi, Lu?” tanya Sehun tiba-tiba, membuat Luhan tersentak kaget.

 

“Eh? Sehunnie.. Eummm… tidak ada, Cuma disuruh mengerjakan tugasnya..” jawab Luhan polos.

 

“Kau mau?” tanya Sehun meneyelidik.

 

“Emm..”

 

Sehun menepuk jidatnya sendiri sudah bisa menebak jawabab Luhan, ia merasa begitu lelah dengan sikap Luhan yang tak bisa tegas.

 

“Sampai kapan kau mau terus begini, Lu?” tanya Sehun cemas.

 

“Tidak apa kok Sehunnie, yang penting mereka tidak memukuliku lagi..” jawab Luhan dengan senyum polosnya.

 

“Hmmh.. kalau mereka keterlaluan, bilang padaku..”

 

“Ne..,Eh, Sehunnie.. sepertinya kita tidak bisa pulang bareng..” kata Luhan sambil berjalan disamping Sehun.

 

“Eh? Kenapa?”

 

“Aku masih ada urusan…” jawab Luhan penuh semangat, Sehun mengerutkan keningnya. Urusan? Setahu Sehun, Luhan tak pernah punya urusan penting hingga harus pergi sendirian.

 

“Baiklah.. kita berpisah di gerbang sekolah nanti…” ucap Sehun kemudian melanjutkan berjalan.

 

 

-skip time-

 

Luhan terlihat girang, ia menghempaskan tubuhnya  di tempat tidur sambil memandangi strap ponsel yang barusan ia ambil, yang rencananya besok ingin ia berikan pada Sehun. Ia tersenyum sendiri membayangkan bagaimana reaksi Sehun mendapatkan hadiah darinya itu dan menggantungnay di ponselnya, pasti lucu.

 

“Aku tidaj sabar menunggu besok..” ucap Luhan dalam hati, tetap dengan senyuman terpatri di wajahnya.

 

~~

 

 

~~

 

 

Saat jam istirahat, Luhan berniat menghampiri Sehun di kelasnya, ia ingin memberika strap ponsel itu sesegera mungkin dan melihat ekspresi Sehun ketika menerimanya. Namun langkah mungilnya terhenti perlahan saat melihat Sora dan temannya tengah berbincang sambil menunjuj-nujuk ke arah lapangan, erkor ata Luhan mengikuti arah yang ditunjuk dan… BINGO! Sehun tengah bermain basket di lapangan. Oh ya, hari ini jadwal kelas Sehun adalah olahraga. Kenapa ia bisa lupa?. Matanya kembali tertuju pada yeoja yang tengah tersipu malu memandang Sehun. Hati Luhan begitu kesal, yeoja itu terus mencoba mendekati Sehun.. Sehun itu miliknya!

 

-skip time-

 

Saat pelajaran telah usai, seseorang menepuk pundak Sora yang tengah membereskan bukunya.

 

“Hey, kau dicari tuh!”

 

“Huh? Siapa?” tanya Sora bingung, namun matanya melebar ketika melihat Luhan berdiri di depan kelasnya.

 

“Kenapa dia mencariku?” tanyanya dalam hati lalu berjalan keluar menghampiri Luhan.

 

“Bisa kita bicara sebentar?” tanya Luhan dengan senyum manisnya.

 

“Iya..” jawab Sora lalu mengikuti arah Luhan berjalan.

 

Keduanya sampai di atas gedung sekolah, angin berhenbus dengan kencang menerpa wajah manis itu, membuat sebagian wajahnya tertutup rambut. Luhan berbalik dan menatap Sora tajam, tatapan penuh amarah.. membuat Sora terkejut dnegan perubahan sikapnya.

 

“Apa maumu? Kenapa kau begitu sulit diperingatkan??” ucap Luhan marah sambil memegang tangan Sora dengan erat.

 

“Oppa..” Sora mencoba melepaskan genggaman tangan itu namun gagal. Luhan mungkin memang seorang gay dan ia sebagai uke, namun ia juga namja yang tetntu saja lebih kuat dari Sora.

 

“Apa yang membuatmu begitu percaya diri untuk mendekati Sehun?” tanya Luhan dengan nada sedikit meninggi.

 

“Karena aku menyukainya, dan perasaanku inu sungguh-sungguh!” jawab Sora mantap.

 

“Begitu?” Luhan tersenyum.

 

“Kau tahu Oppa, selama ini ada hal yang mengganggu pikiranku… kenapa kau begitu takut aku merebut Sehun darimu? Kalau Sehun benar-benar mencintaimu dan kalian benar0benar saling mencintai, aku yang orang ketiga diantara kalian tentu tidak akan bisa membuat Sehun berpaling, kan? Atau…” Sora menggantungkan kalimatnya.

 

“Atau apa?” tanya Luhan.

 

“Atau.. ini hanya cinta sepihak?”

 

Pernyataan Sora seketika menancap tepat di kepala Luhan. Mata Luhan membulat, menatap horor pada Sora. Terlihat keterkejutan di tatapan mata Luhan.

 

“Omo.. jadi benar? Selama ini Cuma ada cinta sepihak?” tanya Sora yang sudah mengerti arti tatapan Luhan.

 

“Diam!” Luhan mencengkeram kerah baju Sora dengan kuat.

 

“Kau.. hanya kau yang gay disini.. Sehun, dia normal kan? Dia straight.. ya kan?” lanjut Sora.

 

“Kubilang diam!! Kau terlalu banyak bicara, kau tau? Aku bisa melakukan apapun, untuk membuat Sehun tetap berada disisiku! Jadi lebih baik kau menyingkir!” pekik Luhan, saat ia mengangkat tangannya berniat untuk memukul Sora.. sebuah tangan menggenggamnya dan menghentikannya.

 

“Sehun-ah..” ucap Sora kaget.

 

Luhan meoleh kebelakang dan terlonjak kaget melihat Sehun berada di belakangnya, menatapnya tajam.

 

“Sehunnie.. dia duluan.. dia..”

 

“Hentikan, Lu!” potong Sehun dengan ucapan dinginnya membuat Luhat terperanjat.

 

“Tidak! Dengarkan aku dulu, dia..”

 

“Kalau kau tetap mau berbohong padaku, aku tidak akan menahan diriku untuk memukulmu!” potong Sehun lagi.

 

“Sehun-ah..” ucap Sora lirih.

 

“Kau tahu aku sudah berusaha menahannya selama setengah tahun ini, kau selalu menyingkirkan orang yang yang berusaha mendekatiku. Tapi aku rasa ini sudah sampai batasnya Lu! Kau harus menghentikan ini sekarang!” ucap Sehun tanpa melihat Luhan dan langsung menggandeng Sora pergi dari sana meninggalkan Luhan tanpa berniat mendengarkan penjelasan Luhan.

 

Luhan terdiam, tubuhnya seketika melemas dan merosot ke lantai.. pandangannya kosong. Apa yang salah? Ia hanya ingin menjaga hatinya.. ia hanya tak ingin jauh dari Sehun.. apa yang salah dengan itu? Selama ini ia begitu senang ketika semuanya mengira dia dan Sehuna dalah pasangan, meski cintanya hanya sepihak.. ia sama sekali tak maslah dengan itu. Sehun membentaknya, dan ini benar-benar yang pertama kalinya semenjak ia mengenal Sehun… kata-kata Sehun membuatnya begitu terpukul, wajahnya melukiskan gurat kesedihan, tatapannya penuh luka. Ia mengeratkan giginya menahan airmata yang seakan ingin lolos dari pelupuk matanya, namun gagal… tumpukan airmata itu jatuh.. membasahi pipinya yang memerah.. meski tak sederas aliran air.. namum mampu menyayat hati siapaun yang melihatnya.

 

“Sehunnie..” isaknya. Mengingat kembali tatapan mata Sehun padanya tadi, kembali menorehkan luka begitu dalam di hatinya.ia merogoh saku celananya dan air matanya kembali tumpah melihat benda yang tengah ia genggam dengan kuat itu.. sebuah starp ponsel yang ingin ia berikan pada Sehun saat ini. Apa sudah tak bisa? Apa ia sudah tak bisa memberikannya lagi pada namja yang begitu ia cintai itu?. Sehun, tak bisakan kau merasakan getaran luka dihatinya? Tak bisakan kau rasakan ia memanggil namamu dalam tangisnya meski tak ada sepatah kata pun yang terucap? Kembalilah… dan tenangkanlah hati namja yang rapuh ini…

 

Bila seseorang memiliki sebuah ikatan dalam takdir hidupnya..

Pernahkah kau mendengar bahwa.. ia akan merasakan kepedihan..

Sama seperti yang dirasakan orang yang memiliki ikatan yang sama dengannya…

Ia akan mendengar jeritan suara yang tak mampu di dengar oleh telinga..

Ia mampu melihat rapuhnya jiwa yang tak terlihat oleh mata..

Tapi oleh hati…

Hati yang terpaut ikatan…

Ikatan antar batin yang kuat meski jarak memisahkan..

 

“Kau tidak apa?” tanya Sehun pada Sora setelah membawanya keluar dari sekolahnya.

 

“Ah..iya..” jawabnya, Sehun hanya mengangguk.

 

“Kau.. tidak kembali ke sekolah dan mengecek Luhan?” tanya Sora.

 

“Berhenti mengkhawatirkan orang lain, khawatirkan dirimu sendiri..dia akan baik-baik saja…” jawab Sehun datar. Tidakkah Sehun khawatir pada Luhan? Kenapa dia bisa menjawab bahwa Luhan baik-baik saja? Tentu saja ia khawatir, sedari tadi ia merasa tak tenang.. ia mungkin terlalu kasar padanya dan ia tahu Luhan pasti terpukul, namun ia harus melakukan itu.

 

“Kau.. kau bukan gay,kan?” tanya Sora hati-hati takut menyinggung Sehun.

 

“Apa aku pernah mendeklarasikan bahwa aku in gay? Kau dan seluruh siswa disekolah itu sangat aneh, selalu berpikir macam-macam tanpa tahu kebenarannya..”

 

“Karena kau tak pernah peduli dengan rumor itu..” jawab Sora.

 

“Bukan..”

 

“Eh?” Sora langsung menoleh pada Sehun.

 

“Karena aku tidak pernah berpikir Luhan akan menanggapinya sampai sejauh ini.. ketika aku ingin menyelesaikan perihal rumor itu, aku merasa sudah sangat terlambat..” jawab Sehun dengan menundukkan kepalanya.

 

 

~~

 

 

“Wohooo!!!! GOALLLL!!!” teriak Chen girang karena berhasil membobol gawang Kai.

 

“Kai! Kau kenapa bisa sampai kebobolan???” pekik Lay frustasi.

 

Namun Kai tak menanggapinya, ia melempar joystick nya dan memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa begitu sesak, dan berdenyut-denyut sakit.

 

“Kau kenapa Kai?” tanya Lay bingung.

 

“Aku juga tidak tahu..” jawabnya datar, namun diwajahnya terlihat bingung…

 

‘Kenapa tiba-tiba sesak begini?’ pikirnya.

 

 

-TBC-

Iklan

9 pemikiran pada “Still Loving You (Chapter 1)

  1. Huaaaaa…. Kereeen banget banget banget… Daebak!!!

    Chapter 1 aja udah ada konfliknya yang bikin greget. Aish author Rhein. Kau bakal jadi author favorite aku 🙂

    Tentang cerita.. Kesan pertama itu SWEET pake banget. Sehun mengacuhkan Sore pas dia ngintip yang pastinya mau ngasih minum juga, tapi Luhan keburu dateng dan Sehun ngambil Bubble Tea nya. Udah gitu ada adegan panas yang Luhan ngancem Sora.

    Pas jam pulang sekolah dan Luhan ga ada di bangku depan kelas, Sehun lari ke kelas Luhan dan bersyukur kalo Luhan baik-baik aja dan ikut nemenin Luhan ngerjain tugas. Aish~ beneran thor, manis sekalee. Aku doyan nih HunHan yang kaya gini.

    Kai dan Chanyeol. Ternyata dia beda grup ya? Kai masih tahap ‘menjahili’ tapi kalo Chanyeol ‘mukul’ keterlaluan dah tuh Chanyeol. Gak di marahin Baekhyun ape?

    Sehun!!! Kenapa kamu marahin Luhan? Dia kan ga salah.. Sehun jangan lelah kamu buat ngejaga Luhan. Dia namja rapuh. Kenapa jadi kesel sama Sora.. Sehun muncul di belakang Luhan, berarti Sora udah ngeliat kalo Sehun dateng. Aish~ jinjja? Napeun yeoja!!

    Dibagian akhir, Kai… Kenapa dia sesak? Apa dia ngerasain kesedihan Luhan? Hmm bau-bau HunHanKai udah kecium nih.

    Thor pokoknya ini ff harus bin wajib alias kudu(?) dilanjut ya.. Beneran ini mah. Kalo engga aku nangis bareng Luhan #plak

    Udah dulu ah komennya, mian kepanjangan #ditendangauthor
    Semangat author Rhein!!! Terus berkarya dan menulis 🙂
    Bikin yang banyak ya moment HunHan nya.. Gomawo 😀

  2. Aduh..Luhan Gege..T.T.uljimma…ini ffnya daebak banget lah….tapi kenapa Kai yang berasa ya?haduh kayaknya jadi KaiLu di part selanjutnya.hahaha. Di Tunggu Asap thor lanjutanyaaa

  3. Hahahahaha aku jadi bingung!!
    Jadi Sehun straight?
    Kirain bakalan beneran HunHan, ternyata KaiLu (baru tebakan)
    tp kaya nya pair disini KaiLu ya??

  4. Baru kali ini baca yaoi yang “bener” (bener dalam artian gay itu di anggap……..you know what i mean lah ya~)
    Suka suka sama ff ini~ lanjutaan di tunggu ASAP thor;;)))
    Fighting!!!!!!!!!!!!!!

  5. Authooorrrrrr lanjut gak ! Lanjut ! Lanjoottttttttt !!! #plak #plak #plak 😐

    Bagus banget thor FF nya, asik, ketagihan ! *loncat loncat*

    Sehun nya jahaaaatttt 😦 luhan digituin? Itu lagi sora, dasar napeun yeoja !! #marahmarahGaJe

    Pokoknya lanjut thor, ini FF gooooddddd banget !!!!! Author nya cucok deh #apasih

    Udeh thor bacotannya, yang penting lanjutannya thor 🙂 😀

  6. keren banget thor.. XD luhan cinta sepihak ke sehun.. Sehun straight, kai suka lulu ya? Sayang banget gak dilanjut thor.. Kalo bisa dilanjut ya thor 😉 hwaiting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s