Gold Cage (Chapter 1)

Title: Gold Cage (Part 1)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Cast: Akan diketahui di setiap chapter

Genre: Romance, Angst, Action, Family, Tragedy

Rating: Mature

Length: Chapter

Disclaimer:

Semua cast milik Tuhan YME  Oh ya, disini karakter Seohyun akan berubah nama menjadi Kim Seohyun, karena penyesuaian dengan alur cerita. Happy reading readers

credit poster: @QuinAegyoMin http://wemakeartfactory.wordpress.com/

NOT FOR SILENT READERS AND PLAGIATOR PLEASE

cold-cage-1

 

Prince Charming, Please Safe Me

Eleven years later…

“Ne?? Ah Young kabur lagi?!”

Nyonya Kim menghela nafas. Dia tahu bahwa anaknya yang bernama Kim Ah Young tersebut sekarang sering membuat masalah di sekolahnya di Belanda, tapi biasanya dia dapat ditemukan dalam 1 jam jika ia kabur. Sekarang? 1 hari telah lewat dan Ah Young belum juga ditemukan!

“Baiklah, terima kasih atas pemberitahuannya.” Ucap Nyonya Kim lagi, kemudian beliau meletakkan gagang telepon rumahnya tersebut di tempatnya. “Kemana anak itu sekarang? Jangan sampai dia kembali kesini!”

Benar, Nyonya Kim sengaja mengirim Ah Young ke Belanda satu hari setelah Seohyun pergi. Beliau takut jika anak laki-laki yang dulu telah mengambil Seohyun darinya akan datang kembali untuk mengambil Ah Young.

Tangan Nyonya Kim pun kembali meraih gagang telepon dan dia menghubungi Tuan Kim.

“Yeoboseo? Yeobo-ah, bisakah kau meminta tolong orang-orangmu untuk mencari Ah Young? Ne, dia kabur lagi!”

+++

Hap!

Seorang anak kecil tampak terkejut melihat seorang yeoja yang melompat masuk ke dalam halaman rumahnya. Yeoja itu mengibaskan roknya yang kotor karena memanjat dinding tersebut, baru sedetik kemudian ia menyadari bahwa ada anak kecil yang menatapnya tidak percaya. Dia membetulkan poninya sesaat, kemudian tangannya menepuk pundak anak itu.

Let’s pretend that you didm’t see this. Okay?” ucap yeoja itu dengan sebuah senyum misterius, kemudian dia melesat untuk menyelinap masuk ke dalam rumah itu.

Who are you?” tanya anak kecil itu seraya mengikuti sang yeoja. Yeoja itu berhenti berjalan. Dia berbalik dan menyetarakan tingginya dengan anak kecil itu.

Me? I’m just a little sister who want to safe my older sister.” Jawab yeoja itu. Pendengarannya yang tajam menangkap suara langkah kaki yang mendekat. “Damn it! I will get caught!

Yeoja itu melesat dan berusaha memanjat pagar dengan tinggi sekitar 2 meter itu. Dalam waktu beberapa detik, dia telah berhasil melewati pagar tersebut dan berlari pergi.

“Albert, what are you doing here?

Seorang yeoja dengan gaun berwarna merah menghampiri anak kecil tersebut. Anak kecil itu tampak terdiam beberapa saat.

Nothing, mom. I’m just playing here.

Dan dia memutuskan untuk menutup mulutnya rapat-rapat mengenai yeoja tadi.

+++

Yeoja yang tadi menyelinap ke dalam rumah tersebut kini merutuk di sepanjang jalan.

“Sial! Padahal tadi aku telah berhasil menyelinap, kenapa aku justru lari?” gerutunya kesal. Dia menarik kopernya keluar dari balik semak-semak, kemudian ia mengenakan kacamata hitamnya. “Sekarang, aku harus berusaha supaya tidak tertangkap oleh orang tuaku. Aku akan berusaha untuk membawa Seohyun eonni keluar dari sangkar emas jelek itu! Kim Ah Young, fighting!”

Yeoja itu menarik kopernya menjauh, tapi ia tidak menyadari bahwa ada seorang namja yang mendengar semua perkataannya dari atas pohon. Namja itu melompat turun, kemudian dia menatap yeoja tersebut dari kejauhan.

“Kim Ah Young?” gumam namja itu pelan. Sebuah senyuman sinis terbentuk di bibirnya. “Menarik.”

+++

Kim Ah Young

Sepertinya aku terlalu gegabah untuk menyelinap seperti tadi. Seharusnya aku memikirkan sebuah rencana terlebih dahulu, baru menyelinap masuk ke dalam rumah itu.

Sekarang, lebih baik aku membaca apa saja informasi yang kudapatkan mengenai sangkar emas itu.

“Pemiliknya bernama Xi Lu Han.” Gumamku membaca informasi itu. “Dulu, dia mempunyai sekitar 20 perempuan di rumahnya, namun entah kenapa 1 tahun yang lalu ia mengusir 19 perempuan yang lain dan tetap bersama 1 perempuan, dan perempuan itu adalah eonniku, Seohyun. Sial, kenapa ia tidak membiarkan eonniku pergi?!”

Aku berdiri dan kembali berjalan untuk mencari tempat tinggal-ya, aku memang sedikit plin-plan. Karena terlalu fokus pada jalan, aku tidak melihat ada seorang namja dengan beberapa orang pengawalnya berjalan di hadapanku. Aku baru menyadarinya disaat tatapanku melihat sepasang sepatu yang ia kenakan.

“Minggir.”

Mataku bergerak ke atas dan seketika aku terbelalak. Dia! Dia namja 11 tahun yang lalu! Aku selalu mengingat wajahnya meskipun ia berubah sedemikian rupa! Tunggu, apa dia mengenaliku? Semoga tidak!

“Kau tidak mendengarku? Kubilang, minggir.”

Namja itu mendorongku kasar, sehingga aku hampir saja terjatuh ke atas tanah. Mataku meliriknya tajam. Dia hanya tersenyum sinis dan berjalan pergi bersama penagawal-pengawal bodohnya itu.

“Tuan, kami hanya akan menemani anda sampai disini.”

Pengawal-pengawal itu membungkuk hormat-padahal dia tidak pantas dihormati-ke arah namja itu, kemudian mereka berjalan pergi. Namja itu melangkah masuk ke dalam sebuah gedung yang sedikit tua. Aku mengambil kesempatan ini untuk segera mengikutinya, mungkin aku akan menemukan kesempatan lain untuk menusuknya dengan pisau.

“Selamat datang, Tuan Xi.”

Terdengar suara berisik yang mengganggu pendengaranku. Sepertinya ia akan masuk ke sebuah club. Ternyata di balik gedung ini ada sebuah club, benar-benar kamuflase yang baik.

“Hari ini siapa yang menjadi jadwalku, Hero?”

Suara namja itu terdengar. Aku semakin memasang pendengaranku dengan baik.

“Istri kedua belas Tuan, bernama Kim Taeyeon.”

Mwo? Mwoya?! Istri kedua belas? Tunggu dulu, berdasarkan informasi, 19 perempuan lain yang ia usir memang tidak diketahui lagi dimana mereka. Ternyata ia masih menyekap mereka di club?! Dasar namja… kurang ajar!

“Taeyeon? Dia memang cukup menarik di atas tempat tidur, tapi aku tetap lebih menyukai Seohyun dibadingkan dengannya.”

Namja brengsek… Beraninya dia menyentuh eonniku…

“Silahkan masuk, Tuan.”

Baiklah, namja itu telah masuk ke dalam. Haruskah aku menjalankan rencana mendadak di pikiranku ini?

“Permisi!”

Seorang namja-yang sepertinya ia adalah namja yang berbicara tadi-menatapku bingung.

“Aku ingin menjadi bartender disini. Ada lowongan?”

+++

Kim Seohyun

“Ne? Ah Young kabur lagi, eomma??”

Aku terkejut ketika eomma berhasil menghubungiku dan mengatakan bahwa Ah Young kabur. Secara diam-diam, aku memang masih berhubungan dengan eommaku.

“Arasseo, eomma. Semoga ia tidak ketahuan lagi disini.” Ucapku, kemudian aku memutuskan sambungan telepon. Perlahan, aku menghela nafas.

Ah Young, eomma sengaja mengirimmu ke Belanda agar Luhan tidak mengejarmu. Kau tahu? Luhan itu seorang namja yang terobsesi untuk memiliki semua wanita di dunia ini, namun aku berhasil menghilangkan obsesinya dan menyebabkan dia mengusir perempuan-perempuan lain dan bersama denganku. Tidak tahukah kau kalau aku mengorbankan diriku agar kau selamat? Aku berusaha untuk menjaga Luhan agar ia melupakanmu!

“Nona Seohyun.”

Aku terkejut ketika sebuah tangan merangkulku dari belakang. Dari suaranya, aku mengenali ia sebagai butler khusus keluarga Xi, namanya Kim Jong In.

“N-ne, Jong In-ssi?” ucapku sedikit takut. Apa dia mendengar pembicaraanku dengan eomma tadi? Andwae!!

“Sepertinya aku menemukan Kim-Ah-Young-mu itu.”

Wajahku memucat. Jong In melepas rangkulannya dan dia berjalan ke hadapanku. Sekarang aku melihat wajahnya yang tersenyum sinis.

“A, andwae… Ja, jangan menyentuhnya. Jebal… biarkan ia hidup tenang!” ucapku sedikit terbata dan memohon. Jong In memainkan rambutku dengan senyum misterius.

“Jika aku tidak mau?”

Jong In berjalan menjauhiku seraya tertawa keras. Tubuhku bergetar, aku benar-benar ketakutan sekarang. Jong In berhasil menemukan Ah Young? Apa… Ah Young berada di Korea sekarang? Dia kabur kesini?!

+++

Ah Young dengan tenangnya menjadi bartender di club 24 jam tersebut. Jadwal bekerjanya adalah dari sore pukul 3 hingga dini hari pukul 3. Ada banyak namja mesum yang menggodanya, namun ia sama sekali tidak tertarik untuk melayani mereka.

“Hey, kau orang baru disini?”

Ah Young menoleh. Dia melihat seorang namja dengan kulit putih susu dan wajah baby face. Sedikit tampan, pikir Ah Young.

Yes. I mean-ne. Aku baru bekerja. You?”

“Wow, kau orang Korea tapi fasih berbahasa Inggris? Apa kau dulu tidak tinggal disini?” tanya namja itu yang dibalas anggukan dari Ah Young.

Yup, I lived in Belanda for about eleven years. Sekarang aku kembali kesini, tapi sepertinya i need a work, karena aku membutuhkan uang untuk mencari tempat tinggal.” Jawab Ah Young apa adanya.

“Kau mencari tempat tinggal? Bagaimana kalau kau tinggal denganku?” tanya namja itu setengah bercanda. Ah Young mengangkat bahunya.

Sure, why not?” balas Ah Yong yang membuat namja itu terbelalak.

“Kau menerima ajakan namja tidak dikenal untuk tinggal di rumahnya?”

Well, aku yakin bahwa kau adalah orang baik. Tidak ada namja jahat yang terkejut sepertimu, pabo.” Ucap Ah Young tenang. Namja itu mendekatinya.

“Kau yakin? Aku tinggal bersama 3 namja lain, dan no other yeoja in our dorm!” ucap namja itu lagi. Ah Young kembali mengangguk.

“Aku belajar banyak ilmu bela diri dari berbagai negara. Jadi, kau tidak perlu mengkhawatirkanku.” Ucap Ah Young yang membuat namja itu kagum.

“Sepertinya kau yeoja hebat.” Puji namja tersebut. Dia mengulurkan tangannya. “Kita belum berkenalan. Namaku Oh Se Hoon, kau bisa memanggilku Sehun. Aku hanyalah seorang namja yang baru lulus SMA. Umurku baru 18 tahun.”

“Kalau begitu, aku lebih tua darimu. Namaku Kim Ah Young, terserah kau ingin memanggilku apa. Aku adalah seorang yeoja yang kabur dari kuliah di Belanda, dan umurku 20 tahun.” Ucap Ah Young seraya tersenyum geli.

“Mwo? Tapi kau tidak terlihat seperti yeoja berumur 20 tahun!” ucap Sehun tidak percaya.

“Aku memang memiliki wajah yang baby face.” Ucap Ah Young sedikit narsis. Matanya melirik ke arah sebuah ruangan yang pintunya tertutup. “Hey, kau tahu itu ruangan apa?” tanyanya pada Sehun. Sehun menoleh ke arah pintu yang ditunjuk oleh Ah Young.

“Eo? Itu ruangan khusus untuk Tuan Xi. Jika ia ingin ‘bermain’ dengan istri-istrinya, maka ruangan itulah tempat dimana ia melakukannya.” Terang Sehun polos.

“Lalu dimana istri-istrinya yang lain?” tanya Ah Young lagi, ia ingin mengambil sebanyak-banyaknya informasi dari mulut Sehun.

“Mereka semua tinggal disini, dan aku sedikit tidak suka karena Tuan Xi menyekap mereka. Kau tahu? Wajah mereka sangatlah pucat jika sekarang adalah giliran mereka untuk melayani Tuan Xi. Tuan Xi terkenal sebagai ‘King of Bed’, dimana sekali ia ‘bermain’, kau tidak akan dibiarkan lepas sampai ia puas.”

“Mwo? King of Bed? Menggelikan.” Cibir Ah Young yang justru membuat Sehun tertegun.

“Kau tidak menyukainya?” tanya Sehun yang dibalas dengan gelengan cepat dari Ah Young.

“Aku? Menyukainya? Cih, dia harus bermimpi terlebih dahulu agar aku bisa menyukainya.” Cibiran Ah Young semakin ketus.

“Aku kira kau melamar kerja disini karena ingin ‘bermain’ dengannya. Ada banyak yeoja yang melamar untuk bekerja disini, namun semua ditolak karena mereka tidak mempunyai kepandaian apa pun untuk bekerja.” Ucap Sehun lagi. Ah Young memukul kepalanya pelan, membuat ia meringis.

“Sepertinya kau dipengaruhi pikiran orang-orang kotor disini. Ingat Sehun! Kau baru berumur 18 tahun!” ucap Ah Young kesal, namun Sehun justru tertawa.

“Arasseo, noona.” Ucap Sehun yang membuat wajah Ah Young merona merah. Ia tidak terbiasa dipanggil ‘noona’ dan sekarang ada yang memanggilnya seperti itu.

Sementara itu, Jong In berjalan masuk ke dalam club dengan niat untuk menemui Tuannya, namun langkahnya terhenti ketika ia melihat Ah Young yang sedang dikerjai oleh Sehun. Ia tertegun sesaat.

“Bocah itu ternyata ada disini. Sepertinya dia memang ditakdirkan untuk dekat dengan Tuan Xi…” gumam Jong In pelan. Dia berjalan menghampiri Sehun dan Ah Young.

“Hey, Sehun-ah.” Sapa Jong In. Sehun melihatnya dan balas menyapanya.

“Jong In hyung! Tumben kau datang kesini!” ucap Sehun ramah. Jong In tersenyum, namun sebenarnya ia memperhatikan gerak-gerik Ah Young. Ah Young sendiri menunduk, tidak ingin wajahnya dikenali oleh Jong In.

Mengapa?

+++

Kim Ah Young

Paboyaaaaa!!

Aku lupa kalau Luhan itu mempunyai butler bernama Kim Jong In! Dan dia sekarang BERADA di depanku! Ottokhae?! Jangan sampai dia mengenaliku!

“Siapa namamu?”

Deg.

Jong In sepertinya bertanya padaku. Omo, apa yang harus kujawab.

“Noona, jawablah pertanyaannya!” ucap Sehun yang sama sekali tidak mendukungku. “Kenapa kau diam, noona? Ah, biar aku saja yang menjawabnya! Hyung, namanya-“

Tanpa ragu aku mendorong Sehun dan menciumnya. Oke, aku tidak terpikirkan lagi hal lain selain mengunci mulutnya tersebut!

“Sehun-ah, ayo kita main.”

Aku menariknya masuk ke sebuah ruangan yang terbuka dan mengunci pintunya.

+++

Oh Se Hoon

Aku terkejut ketika Ah Young noona menarikku masuk ke ruangan khusus untuk orang yang ingin ‘bermain’. Tunggu, ia tidak mungkin ingin ‘bermain’ denganku, bukan?

“Haaahh… Hampir saja!”

Aku menatap Ah Young noona yang terduduk di atas lantai dengan wajah penuh kelegaan. Dia menatapku, kemudian berdiri dan berjalan menghampiriku. Sekarang aku sedikit takut dengannya.

“Mianhae.”

Ah Young noona duduk di sebelahku.

“Err, memang sedikit aneh aku mengatakannya, tapi aku minta maaf. Tadi aku menciummu bukan karena tidak ada alasan.”

Alasan? Alasan apa, noona? Kau merebut ciuman pertamaku! Padahal selama ini aku menjaganya karena aku ingin memberikan ciuman pertamaku pada yeoja yang nanti akan menjadi istriku…

“Kau tahu Seohyun eonni?”

Ah Young noona mengucapkan nama Seohyun noona.

“Ne, noona. Aku tahu Seohyun noona.” Jawabku polos.

“Dia adalah eonniku, eonni kandungku.”

Seketika aku terbelalak. Tuan Xi pernah mengatakan bahwa dia sedang mencari seseorang bernama Kim Ah Young, dan Ah Young yang dicari itu adalah adiknya dari Seohyun noona. Jadi Ah Young di sebelaku ini… adalah Ah Young yang dicari Tuan Xi?

“Kumohon, Sehun-ah! Kau harus menolongku!” ucap Ah Young noona seraya menggenggam tanganku. “Aku harus membawa Seohyun eonni pergi dari rumah itu! Aku harus menyelamatkannya! Kumohon, Sehun… Jagalah rahasia bahwa aku adalah Ah Young! Kalau perlu, kau dapat mengganti namaku!”

“Bagaimana kalau ketahuan?” tanyaku yang membuat Ah Young noona terdiam. Aku menarik tanganku dari genggamannya. “Mianhae, noona. Aku harus menuruti perintah Tuanku.”

Aku berjalan ke arah pintu dengan niat untuk mengatakan pada Tuan Xi bahwa aku menemukan Ah Young-nya, namun tiba-tiba kurasakan dua buah tangan melingkar di pinggangku.

“Sehun-ah… Jebal…” ucap Ah Young noona serak. “Kau tahu bagaimana perasaanku ketika satu-satunya orang yang menyayangiku pergi diambil oleh Luhan? Aku… aku benar-benar kehilangan, Sehun! Dia merebut eonni kesayanganku! Aku harus mengambil eonniku kembali!”

Kehilangan…?

Aku berbalik, menatap Ah Young noona tajam.

“Kau salah mengambil tindakan, noona! Seharusnya kau membiarkan Seohyun noona bersama dengan Tuan Xi!” ucapku keras, namun baru kusadari ternyata Ah Young noona menangis. Aku merasa bersalah melihatnya.

“Mungkin… aku salah karena kembali kesini.” Ucap Ah Young noona pelan. Dia berjalan pergi dan hampir meraih gagang pintu tersebut, namun aku segera menahannya.

“Noona! Kau mau kemana?” tanyaku. Dia menatapku nanar.

“Pergi untuk menyerahkan diri. Bukankah itu yang kau inginkan?” balas Ah Young noona, namun aku menggeleng cepat. Aish, aku terlalu plin-plan! Tapi… melihat ia menangis seperti ini…

“Noona! Kau harus…”

+++

Kim Jong In

Aku memainkan gelas berisi vodka itu di tanganku. Sehun dan yeoja bernama Ah Young tersebut belum juga keluar dari ruangan itu. Apa mereka benar-benar ‘bermain’? Haha, aku tidak yakin…

Brak!

Pintu ruangan tempat Tuan Xi ‘bermain’ dengan Taeyeon terbuka lebar. Aku melihat Tuan Xi berjalan keluar dengan wajah yang sangat menunjukkan kekesalan. Tanpa ragu dia menghampiriku.

“Apa yang bisa kulakukan untukmu, Tuan?” tanyaku sopan. Tuan Xi-yang tadi belum mengenakan bajunya-pun mengenakan bajunya secara asal.

“Bunuh ia.”

Tuan Xi mengucapkan dua kata itu dengan wajah datar. Aku mengangguk.

“Baik, Tuan.”

Pintu ruangan Sehun dan Ah Young terbuka. Aku kembali menatap mereka tajam, terutama saat mereka berjalan keluar dengan baju dan rambut yang acak-acakan, bahkan dari jarak sejauh ini pun aku dapat melihat bercak kemerahan di lehernya. Tunggu, mereka benar-benar melakukannya?

“Noona, lain kali kita ‘main’ lagi ya~…” ucap Sehun seraya mencium pipi Ah Young. Jujur saja, aku benar-benar terkejut melihat mereka. Ah Young sendiri memberikan Sehun sebuah kecupan di bibirnya.

Dan aku tidak tahu mengapa, aku merasakan sesuatu yang terbakar, di dalam tubuhku.

+++

Kim Ah Young

“Ah, Tuan Xi…”

Sehun melepas rangkulannya dariku. Dia berjalan terburu-buru menghampiri seorang namja yang tidak ingin kulihat wajahnya.

“Tu, Tuan Xi, mianhae, aku…” ucapa Sehun dipotong oleh namja itu.

“Ne, gwenchana. Aku tahu kau juga butuh waktu untuk bersenang-senang, Hun-ah.” Ucap namja itu dan tanpa kuduga, dia tersenyum.

Disaat itulah, aku merasakan sesuatu yang berbeda dari caraku memandangnya.

“Siapa namamu, hm?”

Raut wajahku berubah pucat. Namja itu menanyakan namaku! Ottokhae? Apa yang harus kulakukan? Dari penjelasan Sehun tadi, aku sangat yakin bahwa ia mengincarku!

“Na, namaku…” ucapku menggantung. Oh ayolah, Ah Young! Pikirkan sebuah nama!

“Namanya Kim Yura, hyung!”

Aku menatap Sehun heran, namun ia justru memberi isyarat padaku agar tetap diam.

“Namanya Kim Yura, dan mulai sekarang dia adalah yeojachingu-ku! Aku sangat mencintainya, hyung!” ucap Sehun yang membuatku-hampir-terbelalak, namun aku segera mengendalikan diriku. Ini hanyalah akting, Ah Young. Tenang.

“Jinja? Woah, chukkae!” ucap namja itu. Dia berjalan menghampiriku, membuatku sedikit berjalan mundur, namun tidak kusangka dia justru memelukku. “Kau harus menjaga Sehun! Dia namja yang baik, kau tidak mungkin menyesal jika mendapatkannya!”

Deg deg.

Apa ini…? Perasaaan seperti apa ini? Apa yang terjadi padaku?

“Tuan Xi, anda harus segera pulang. Nona Seohyun telah menunggu.”

Aku bereaksi ketika mendengar Jong In mengucapkan nama Seohyun eonni. Saat aku meliriknya, ternyata ia menatapku tajam. Tatapannya seolah mengatakan bahwa,

“Kau bebas hanya untuk kali ini, Kim Ah Young.”

+++

Sehun berhasil membawa Ah Young menuju dorm-nya. Awalnya, Ah Young terpana melihat dorm kediaman Sehun yang cukup besar, mengingat ada 3 namja yang tinggal disana.

“Silahkan masuk. Maaf kalau berantakan…” ucap Sehun seraya membuka pintu dorm-nya, dan hal pertama yang Ah Young lihat adalah beberapa pakaian dalam yang berserakan di lantai. Sehun menutup wajahnya, ia merasa malu pada Ah Young.

“Err… Sebentar, akan kubereskan semua ini.” Ucap Sehun sedikit salah tingkah. Dia melangkah masuk ke dalam dorm, dan beberapa detik kemudian terdengar teriakan heboh.

“SEHUN-AH!! KAU SUDAH PULANG?!”

Ah Young dapat melihat dua orang namja berlari ke arah Sehun dan memeluknya. Salah satu namja tersebut tidaklah terlalu tinggi seperti Sehun, sedangkan yang lainnya jauh lebih tinggi daripada Sehun.

“Hyung! Kita kedatangan tamu hari ini! Tidak bisakah kalian membereskan semua benda yang berserakan ini??” tanya Sehun seraya menunjuk ke arah Ah Young. Dua namja itu menatap Ah Young dengan seksama, kemudian mereka berteriak panik dan mulai membereskan dorm. Dalam waktu sekejap, dorm tersebut telah bersih-bahkan dua namja itu telah mengganti baju mereka dengan baju yang jauh lebih rapi!

“Selamat datang, Nona. Maaf atas keadaan yang berantakan tadi.” Ucap namja pendek seraya menuntun Ah Young untuk masuk. Ah Young tersenyum geli melihat mereka.

“Ne! Selamat datang! Kau tidak perlu merasa sungkan disini, bahkan kalau perlu kau boleh menginap disini!” ucap namja tinggi. Sehun mendorong dua namja itu menjauh dari Ah Young.

“Hyung! Kalian terlalu berlebihan!” ucap Sehun kesal. Dia menarik Ah Young mendekatinya. “Lagipula, untuk sementara ini dia memang akan tinggal bersama kita dan statusnya adalah ‘YEOJACHINGU’ku.”

+++

Kim Ah Young

Dua namja tersebut tampak kecewa mendengar perkataan Sehun tadi, namun setelah Sehun menjelaskan semua alur kejadiannya, mereka pun setuju untuk membantuku. Sehun pun memperkenalkan aku pada mereka, dan akhirnya kuketahui bahwa namja yang agak pendek tersebut bernama Byun Baekhyun, sedangkan namja dengan tinggi yang menjulang ke atas tersebut bernama Park Chanyeol.

“Sayang sekali karena noona lebih tua daripadaku.” Ucap Chanyeol dengan raut wajah sedih, padahal kami hanya berbeda 21 hari. Baekhyun tersenyum penuh kemenangan, dan secara tiba-tiba ia merangkulku.

“Itu berarti, Ah Young hanya untukku dan milikku seorang!” ucapnya yang dengan sukses membuat wajahku bersemu merah. “Ah Young-ah, kau sangat cantik dengan wajah seperti itu!” ucap Baekhyun lagi, dan dia mencubit pipiku.

“… Ah Young?”

Kami semua terdiam dan menoleh ke arah suara. Mataku terbelalak melihat… Luhan berdiri disana.

 

TBC

 

42 pemikiran pada “Gold Cage (Chapter 1)

  1. luhan masih ga berubah ih sifatnya ><

    ini ceritanya nanti sehun, kai, sma luhan perebutan ah young gtu? trs gmn nasib seohyun?

  2. Whuaaaa…. Luhan disini sadis ya….
    Semoga cepet insap lah ya….
    Oh iya.. Sehun so cuit bgt.. Awas nanti lama2 suka loh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s