Memories | Sequel of Soulmate (Chapter 1)

Title: Memories (Sequel of Soulmate) | Part 1

Sub-title: Kim Joon Myung / Suho (Aniya!)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Genre: Romance, Thriller, Tragedy, Fantasy

Length: Chapter

Main Cast:

  1. EXO-K Suho
  2. Lee Yong Mi
  3. All EXO Members
  4. One secret man

Cameo:

  1. Woo Sung Hyun / Kevin U Kiss
  2. Teen Top

Rating: Part 1… PG-16

Disclaimer:

Annyeonghasseo readers~ ^^ Masih adakah yang menantikan sequel ini? Atau semua penasaran dengan siapa ‘namja misterius’ yang muncul di bagian prolog? Atau sudah ada yang bisa menebak siapa namja itu? Kkk~ Nanti semua akan terungkap J

Di poster, karakter yang memerankan Yong Mi adalah Yura Girl’s Day~ ^^ Entah mengapa, author menyukai karakter Yura untuk menjadi Yong Mi ._. Tapi readers bisa membayangkan karakter Yong Mi sebagai diri readers sendiri ^^ Feel free to imagine the story~

Dan juga, karakter Yura ternyata di tiap poster gonta-ganti rambut ._.

Mohon maaf jika typo bertebaran dan ternyata readers bertambah penasaran (atau bingung u_u) dengan fanfic ini ._.a Author tidak bisa berjanji, tapi author akan berusaha untuk menuntaskan semua yang masih menjadi pertanyaan readers di cerita ‘Soulmate’. Last, HAPPY READING MY BELOVED READERS ❤

 

memories

 

Kim Joon Myung / Suho (Aniya!)

 

Lee Yong Mi

Haus… Hanya itu yang kurasakan.

Aku terus berjalan menyusuri tepi jalanan yang sepi ini. Tidak ada satu pun manusia yang berkeliaran di dekatku, membuatku tidak harus semakin tersiksa untuk menahan diriku agar tidak meminum darah mereka.

Setelah proses transferisasi itu, tubuhku berubah menjadi vampire seutuhnya. Aku bukanlah manusia lagi, sehingga nafsuku untuk meminum darah semakin besar.

Dan sebisa mungkin, aku harus melupakan bahwa aku hanya bisa menerima darah vampire. Aku harus mulai membiasakan diriku dengan darah binatang. Aku pasti bisa melakukannya.

Tes tes tes…

Air hujan mengalir, bersamaan dengan air mataku. Jika aku harus jujur, aku tidak kuat untuk meninggalkan mereka semua. Bagaimana pun, mereka adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa.

Tapi mereka tidak menganggapku sebagai keluarga mereka. Mereka hanya menganggapku sebagai yeoja yang membunuh dongsaeng mereka. Semua hanya itu…

Zraasss….

Hujan semakin deras. Aku mendongak ke atas, membiarkan setiap tetes hujan menutupi air mataku…

+++

Kim Joon Myung / Suho

Suara petir terdengar dengan sangat jelas. Perhatianku teralihkan dari buku yang kubaca ke arah jendela. Kenapa aku merasa khawatir seperti ini?

Brak brak brak!

Aku mendengar suara orang yang berlarian di luar kamarku, dan tiba-tiba saja pintu kamarku terbuka. Lay berdiri di depan pintu dengan nafas terengah.

“Hyu-hyung! Yo, Yong Mi…”

Seketika aku beranjak dari tempat tidurku.

“Mwo? Ada apa? Apa yang terjadi pada Yong Mi?” tanyaku khawatir.

“Yong Mi pergi!”

+++

Someone

Aku menatap Yong Mi yang terduduk di tepi jalan. Ia memegang perutnya, menahan segala rasa sakit yang menerpanya. Yong Mi-ah, sampai kapan kau akan menahan dirimu? Jika kau tidak sanggup lagi, kembalilah pada mereka! Meskipun mereka membencimu, tidak mungkin mereka akan membiarkanmu sekarat seperti ini!

“Lee… Yong Mi…” gumam Yong Mi pelan. Ia berusaha untuk berdiri, namun ia kembali terjatuh. “Andwae, Lee Yong Mi kuat… Iya, aku kuat…” bisiknya lirih. Ia kembali mencoba untuk berdiri dan berhasil, meskipun tubuhnya sekarang bergetar. Ia berjalan terseok-seok menelusuri tepi jalan, sampai akhirnya ia kembali terjatuh. Aku segera menghampirinya dan mengguncang-guncangkan tubuhnya panik.

“Yong Mi-ah! Ireona!!” ucapku cemas, namun ia tidak membuka matanya sedikit pun. Tanpa ragu aku segera mengangkatnya ke punggungku, kemudian mengembangkan sayapku dan kembali ke rumah mereka… para vampire itu. Mereka harus bertanggung jawab atas apa yang telah mereka lakukan pada Yong Mi-ku!

+++

Kim Joon Myung / Suho

“Kenapa kita harus memperdebatkan hal seperti ini?!” tanya Baekhyun keras. “Lee Yong Mi telah pergi dari sini, bukankah itu hal yang bagus? Tidak ada satu pun dari kita yang mengharapkan ia tetap tinggal disini setelah ia membunuh Hyura!”

“Bukankah ia tidak bersalah?” balas Dio pelan, kurasa ia takut menghadapi Baekhyun. “Kita-lah yang memaksanya untuk ikut proses transferisasi. Kita-lah yang membuat ia menang, karena kita semua telah menikah dengannya.”

Alasan yang dikatakan oleh Dio cukup logis.

“Seharusnya Hyura yang menang! Bukan dia!” ucap Chanyeol ketus. “Dia hanyalah serigala berbulu domba, dia hanya perusak keluarga kita! Sudah seharusnya dia pergi dari sini!”

“DIAM KALIAN SEMUA!”

Aku terkejut ketika Luhan hyung berteriak marah, bahkan ia memukul meja di depannya dengan kuat. Matanya menyiratkan bahwa ia memang sangat marah. “Pikirkan baik-baik! Semua ini bukanlah salah Yong Mi maupun Hyura! Tapi semua ini adalah salah orang tua kita! Tidakkah kalian memikirkannya?”

Kami kembali terdiam.

“Mengapa orang tua kita melakukan proses transferisasi? Apa alasan yang membuat mereka melakukannya? Tidak pernahkah kalian memikirkan hal itu?” tanya Luhan hyung, dan tidak ada yang berani menjawabnya. “Yang selama ini kalian pikirkan hanyalah Yong Mi membunuh Hyura. Kalau kalian akan tetap terus memikirkan hal tersebut, maka kalian sama saja dengan binatang buas yang hanya berpikiran untuk membunuh mangsanya.”

Mengerikan. Luhan hyung terlihat sangat mengerikan.

“Benar akan apa yang dikatakan Luhan hyung.” Ucap Kris hyung menengahi. “Kita semua memang merasa kehilangan atas kekalahan Hyura di dalam proses transferisasi, namun semua itu bukanlah menjadi alasan bagi kita untuk menghakimi Yong Mi secara sepihak. Emosi yang kita salurkan… sepertinya membuat Yong Mi merasa bahwa ia tidak diharapkan lagi.”

“Hyung…” panggilku pelan. Mereka semua menoleh ke arahku. “Bukankah seharusnya… kita mencari Yong Mi? Ia pasti kedinginan sekarang… Apalagi hujan turun dengan deras sekarang…”

“Aish! Kenapa kita sibuk berdebat sekarang?! Ayo cepat, kita harus mencari Yong Mi sekarang!”

Brak!

Kami terperanjat ketika pintu ruangan kami tiba-tiba saja terbuka. Aku segera melompat keluar dan… mataku terbelalak.

“Suho hyung? Waeyo?” tanya Sehun dari dalam ruangan.

“Yo-Yong Mi…”

Aku melihat tubuh Yong Mi yang berada tidak jauh dari hadapanku, basah kuyup dan ia dalam keadaan tidak sadarkan diri.

“Yong Mi-ah!!!”

Orang yang pertama kali menghampiri tubuh tak berdaya itu adalah Chen, kemudian baru aku dan yang lainnya menghampiri mereka.

+++

Lay memeriksa suhu tubuh Yong Mi. Wajahnya terlihat berkonsentrasi.

“Hyung! Tubuhnya sangat dingin! Ia juga kekurangan darah!” ucap Lay panik. “Dia bisa… mengalami blood comma lagi, hyung!”

“Minggir!” ucap Luhan seraya mendorong Lay menjauh. Ia menancapkan taringnya di lengannya sendiri, menghisap darahnya-namun tidak menelannya, kemudian ia mencium bibir Yong Mi, memberikan darahnya tadi dan memaksakan Yong Mi untuk menelannya…

Luhan melakukan hal tersebut secara berulang kali. Ia mengabaikan bahwa tubuhnya sendiri melemah karena terus memberikan darahnya pada Yong Mi. Sehun segera menahannya.

“Hyung! Andwae! Sudah cukup!” ucap Sehun. Dia segera menarik Luhan menjauh. Lay kembali memeriksa tubuh Yong Mi.

“Suhu tubuhnya kembali normal, hyung! Ia akan kembali siuman dalam beberapa jam lagi!”

Sebagian dari mereka menghela nafas lega, namun ada sebagian juga yang masih sedikit egois untuk menunjukkan bahwa mereka pun khawatir akan keadaan Yong Mi.

“Aku akan menemani Yong Mi!” ucap Suho cepat. Ia mengangkat tubuh Yong Mi dengan pelan, takut akan menyakitinya. Kemudian ia membawa Yong Mi ke dalam kamarnya.

+++

Kim Joon Myung / Suho

Aku mengusap rambut Yong Mi dengan penuh kasih sayang. Ia adalah istriku sekarang, jadi aku tidak boleh membiarkan ia tersakiti sedikit pun. Aku memang bersalah karena pernah membencinya. Sepertinya aku cukup bodoh saat itu. Kenapa aku bisa membenci Yong Mi yang sangat jelas bahwa ia tidak bersalah?

Hyura…

Semoga kau tenang disana. Apa kau merelakan jiwamu berada di tubuh Yong Mi?

“Uhh…”

Aku sigap. Tangan Yong Mi yang berada dalam genggamanku perlahan mulai bergerak. Aku melihat dengan jelas bagaimana kelopak mata Yong Mi membuka.

“Yong Mi? Gwenchana?” tanyaku lembut. Ia mengerjap sesaat, kemudian menoleh ke arahku. Matanya tampak bingung, namun sedetik kemudian ia mengalihkan pandangannya dariku.

“Kenapa aku bisa berada disini?” tanyanya. Aku mengernyit bingung.

“Bukankah kau yang kembali kesini? Em, maksudku…”

“Tinggalkan aku sendiri. Bisa?”

Aku menatapnya tidak percaya. Benarkah apa yang ia katakan tadi?

“Yo, Yong Mi?”

“Tinggalkan aku sendiri!”

Ia beranjak dari tempat tidur, namun tubuhnya kembali jatuh ke atas tempat tidur.

“Yong Mi! Gwenchana?!!” tanyaku panik. Aku menyentuh dahinya, namun ia menepis tanganku.

“Kumohon… tinggalkan aku…”

Tiba-tiba saja, aku merasakan tubuhku terdorong ke belakang. Tubuhku bergerak sendiri keluar dari kamar, dan menutup pintu itu. Samar, kesadaranku menghilang. Apa ini…? Apa yang terjadi…?

+++

Lee Yong Mi

Kenapa aku bisa berada disini? Apa mereka menemukanku di jalan? Dan juga, kenapa mereka mempedulikanku? Bukankah mereka yang berharap bahwa aku tidak ada lagi disini?

Angin tiba-tiba berhembus. Aku menatap ke arah jendela dan melihat… tunggu, siapa namja itu?

“Nugusseo?” tanyaku seraya beranjak duduk secara perlahan. Namja-yang duduk di tepi jendelaku-itu menoleh ke arahku, namun sedetik kemudian, dia telah berada di depanku.

“Annyeong.” Sapanya santai. Aku terkejut dan hampir berteriak, namun namja itu menahan mulutku agar tidak berteriak. Permasalahannya adalah, dia mengunci bibirku dengan bibirnya!

“Lepaskan!!” teriakku seraya mendorongnya. Ia tampak terkejut, namun sedetik kemudian wajahnya berubah kembali menjadi datar.

“Ups, mianhae!” ucapnya dengan wajah tanpa dosa. “Namaku Woo Sung Hyun! Kau boleh memanggilku Sunghyun, atau jika kau kesulitan untuk memanggilku dengan nama itu, kau boleh memanggilku ‘Kevin’.”

“Aku tidak menanyakan hal itu!” bentakku kesal. Dia hanya menatapku polos.

“Jinja? Lalu, kau menanyakan apa?” balasnya. Aku menghela nafas.

“Siapa kau? Dan mengapa kau bisa berada disini?” tanyaku tanpa basa-basi.

“Sudah kukatakan tadi, namaku Woo Sung Hyun! Anggaplah bahwa aku adalah malaikat penjagamu!”

Tok tok tok…

Aku menoleh ke arah pintu kamarku karena suara ketukan tersebut.

“Yong Mi-ah, kau baik-baik saja?”

“Seseorang datang!” ucap Kevin yang membuatku kembali menoleh ke arahnya. “See ya later, my princess.

Ia meraih punggung tanganku dan menciumnya, membuatku terkejut dan menyentak tangannya dengan cepat. Kemudian ia melompat keluar dari jendela dan menghilang dari pandanganku. Pintu kamarku terbuka dan Luhan berjalan masuk.

“Yong Mi-ah! Akhirnya kau bangun!”

Luhan menghampiriku dan memelukku erat. Aku merasakan kehangatan menjalar ke seluruh tubuhku. Sebenarnya aku ingin memeluknya kembali, namun mengingat bahwa ialah orang yang pertama kali membentakku…

“Jangan menyentuhku, Xi Lu Han!”

Aku mendorongnya, membuat ia terpana menatapku.

“Yo-Yong Mi?”

“Menjauh dariku, Luhan. Kau adalah orang pertama yang membenciku dulu. Jangan harap…”

Kenapa semua ini terasa berat?

“… aku akan memaafkanmu semudah itu.” Ucapku tegas, kemudian aku membalikkan tubuhku. Dalam sekejap air mataku jatuh begitu saja.

“Jangan membohongi perasaanmu sendiri, Yong Mi!” ucap Luhan keras. Aku segera menghapus air mataku dan kembali menghadapnya.

“Seharusnya kau yang memikirkanya, Luhan. Kau dan yang lainnya, kalian-lah yang membuatku seperti ini. Rasa kebencian kalian… membuatku bahkan tidak ingin hidup.”

Aku kembali mengalihkan pandanganku darinya. Kakiku melangkah ke arah jendela, bersiap untuk pergi lagi, namun tiba-tiba Luhan menarikku dan mendorongku ke atas tempat tidur. Ia menindih tubuhku, membuatku segera meronta.

“Pergi, Luhan!!” teriakku seraya berusaha mendorongnya, namun ia berhasil menahan kedua lenganku.

“Tidak.” Ucap Luhan tegas. Ia mencium bibirku ganas, membuatku gelagapan dan ia menelusupkan lidahnya ke dalam mulutku. Aku memberontak, terutama ketika tangannya menelusup ke dalam lengan bajuku, menyentuh pundakku…

“Lu, Luhan… Berhenti…”

Ia menggigit leherku, dan kurasakan darahku dihisap olehnya… Tidak, jangan seperti ini…

“HYUNG! APA YANG KAU LAKUKAN?!!”

Seseorang mendorong Luhan menjauh dariku. Tubuhku melemas, aku tidak dapat bergerak sedikit pun.

“MINGGIR! JANGAN MENGHALANGIKU DARINYA!” bentak Luhan pada orang itu.

“KAU YANG SEHARUSNYA BERPIKIR, HYUNG! DIA TERSAKITI KARENAMU!”

Pendarahan di leherku semakin parah. Tubuhku semakin lemah, dan aku tidak tahu apa yang terjadi lagi. Yang terakhir kali kurasakan adalah seseorang mengangkat tubuhku dan membawaku pergi.

+++

Kim Joon Myung / Suho

“Lu, Luhan… Berhenti…”

Aku berhenti berjalan. Otakku mencerna akan suara tadi. Luhan hyung berada di kamar Yong Mi? Apa yang sedang ia lakukan?

Tanganku membuka pintu kamar Yong Mi, dan apa yang kulihat membuatku terbelalak. Luhan hyung menghisap darah Yong Mi!

“HYUNG! APA YANG KAU LAKUKAN?!!”

Aku segera mendorong Luhan hyung dari tubuh Yong Mi. Beraninya ia memperlakukan Yong Mi seperti itu!

Luhan hyung menatapku marah.

“MINGGIR! JANGAN MENGHALANGIKU DARINYA!” bentak Luhan hyung padaku. Emosiku meluap.

“KAU YANG SEHARUSNYA BERPIKIR, HYUNG! DIA TERSAKITI KARENAMU!”

Aku melemparkan bola air pada Luhan hyung, menghalangi pandangannya, kemudian aku mengangkat tubuh Yong Mi dan membawanya keluar dari rumah ini.

+++

Suho berlari menelusuri hutan. Sesekali ia memperhatikan Yong Mi yang tidak sadarkan diri di punggungnya.

Yong Mi… Cepatlah sadar… Batin Suho khawatir. Ia terus berlari, sampai tiba-tiba beberapa orang menghalangi mereka.

“Ige mwoya?!” gumam Suho kesal. “Apa tujuan kalian menghalangi kami? Menjauh.”

Orang-orang itu tertawa sinis. Salah seorang dari mereka mengulurkan tangannya ke arah Suho.

“Berikan yeoja itu padaku.”

Suho menggeleng dengan cepat. Ia memegang tubuh Yong Mi dengan erat.

“Shireo.” Balas Suho tidak kalah sinis. Orang-orang itu menggeram. “Kalian tidak akan pernah bisa merebutnya dari kami!”

Suho berbalik dan segera berlari kembali ke rumahnya. Ia sedikit menyesal mengapa tadi ia membawa Yong Mi meninggalkan rumah mereka. Ia tahu bahwa Yong Mi tidaklah aman jika berada di luar rumah, namun tindakannya itu…

Grasak!

Seorang namja berhenti di depan mereka, membuat Suho berhenti melangkah. Namja itu menyunggingkan senyum sinisnya.

I got you…

Suho berdesis. Ia berbalik, namun namja lainnya pun menghalanginya.

“Cih, Teen Top…” geram Suho kesal. Seorang namja maju ke hadapannya.

“Kukatakan sekali lagi, Suho.” Ucap namja itu datar. “Berikan yeoja itu padaku.”

“Langkahi dulu mayatku, Niel.” Balas Suho tak kalah datar. Sorot mata mereka semua berubah. Taring masing-masing terlihat di sudut bibir mereka. Para namja itu-yang dikenal sebagai kelompok Teen Top-berjalan pelan mengelilingi Suho, membuat Suho harus waspada untuk melindungi Yong Mi.

“Ini kesempatan terakhirmu, Suho.” Ucap salah satu namja yang bernama Chunji. “Jika kau tidak memberikannya pada kami, jangan harap kau akan pulang hidup-hidup.”

“Wah, menarik sekali.” Ucap Suho dengan nada meremehkan. “Terkadang aku sudah bosan untuk hidup di dunia ini. Kau mau membunuhku, hm?”

“JANGAN BANYAK BICARA!”

Changjo-salah satu anggota Teen Top-melemparkan api yang sangat besar ke arah Suho, namun Suho segera balas melempar bola air padanya sekaligus membuat pelindung dari air yang mengelilingi dirinya dan Yong Mi. Niel tercekat.

“Perisai!” ucap CAP-salah satu anggota Teen Top. Suho tersenyum sinis, namun sebenarnya ia panik.

Dimana aku harus melarikan diri? Batinnya. Ia melihat sekelilingnya, namun Teen Top masih tetap mengelilinginya. Tidak ada jalan untuk kabur! Apa yang harus kulakukan?!

Tiba-tiba, sebuah cahaya muncul dari balik langit. Suho tercengang ketika melihat seorang namja melayang turun dengan sepasang sayap berwarna putih membentang lebar di punggungnya. Semua anggota Teen Top melompat menjauh dari Suho.

“Ca, cahaya apa itu?!” ucap Ricky-salah satu anggota Teen Top-tidak percaya. Suho menghilangkan tameng air yang menutupi mereka dan menatap namja yang kini berdiri di depannya, menghadapi Teen Top.

“Jangan pernah kalian menyentuhnya!” ucap namja itu tegas.

“Siapa kau? Jangan menghalangi urusan kami!” bentak L.Joe-salah satu anggota Teen Top. Mereka baru saja ingin menyerang namja itu, namun mereka kembali mundur ke belakang.

“Tu, tunggu…”

Niel menarik anggotanya untuk mundur.

“Di, dia… dia bukan manusia!” ucap Niel dengan nafas yang terputus-putus. Ia merasakan sesak yang amat sangat karena aura yang dikeluarkan oleh namja itu.

“Ketua! Kita harus mundur!” ucap CAP panik, namun namja itu kembali mengembangkan sayapnya.

“Ani. Kalian telah memilih jalan untuk mati karena berani untuk menyentuh Yong Mi.” Balas sang namja tenang. Sorot matanya pun kembali berubah. Ia mengepakkan sayapnya dengan keras, menyebabkan angin yang sangat kencang berhembus dan membuat semua anggota Teen Top terlempar jauh ke belakang. Suho menatap semua kejadian itu dengan tatapan tidak percaya.

“Hei, kau.”

Suho mengalihkan pandangannya pada namja itu. Sang namja sama sekali tidak menoleh ke arah Suho.

“Bawa Yong Mi menjauh dari sini. Kau tahu bahwa semua akan menjadi semakin berbahaya karena ia memenangkan proses transferisasi. Kenapa kau membawanya pergi? Cepat kembali ke rumahmu sebelum aku memutuskan untuk membawa Yong Mi bersamaku!”

Tanpa menunggu jawaban dari Suho, namja itu kembali mengepakkan sayapnya dan terbang meninggalkan Suho.

+++

Lee Yong Mi

“Yong Mi? Kau sudah sadar?”

Aku membuka mataku secara perlahan. Hal yang pertama kulihat adalah wajah seorang Joon Myung. Sekejap aku segera beranjak dari tempat tidur dan menatap ke arah Joon Myung.

“A, apa yang terjadi?” tanyaku cepat. Aku melihat sekelilingku dan menyadari bahwa Luhan tidak ada disini. “Dimana Luhan?” tanyaku lagi. Joon Myung menggaruk kepalanya.

“Err… Aku mendorong Luhan disaat ia menghisap darahmu tadi. Kau baru saja ditolong oleh Lay agar cepat sembuh. Sekarang, bagaimana keadaanmu? Kau baik-baik saja?” tanyanya yang justru membuatku terdiam. Joon Myung menolongku? Ia tidak mengikuti Luhan untuk menghisap darahku?

“A, aku baik-baik saja…” jawabku terbata. Joon Myung tersenyum dan dia mengacak rambutku perlahan.

“Anak baik. Lebih baik kau kembali istirahat. Wajahmu masih pucat. Atau kau ingin minum darah?”

Aku menatapnya sendu. Kemudian, tanpa ragu aku memeluknya.

“Mianhae…”

Biarkan dia memikirkan apa yang sedang kupikirkan, aku hanya ingin memeluk orang yang baik padaku saja.

+++

Kim Joon Myung / Suho

Yo, Yong Mi… memelukku? Apa ini? Kenapa aku merasa debaran di dalam diriku?

“Yo, Yong Mi? Waeyo?” tanyaku. Dia melepas pelukannya dan kembali menunduk.

“Aniyo.” Jawabnya pelan. Ia kembali mengalihkan pandangannya dariku, membuatku sekarang memperhatikan wajahnya. Ia mempunyai perawakan mungil, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung dan bibir berwarna merah muda yang menggoda. Baiklah, apa yang sedang kupikirkan?

“Em, Joon Myung-ah…”

Aku menoleh ke arah Yong Mi. Kali ini ia tersenyum, menunjukkan eye smile yang mempercantik wajahnya.

“Gomawo… karena telah menyelamatkanku.”

Aku mengernyit. Yong Mi terlihat salah tingkah beberapa saat.

“A, aku bisa melihat masa lalu… Dan aku melihatnya di matamu, Joon Myung-ah. Kau menyelamatkanku dari vampire yang mengincarku tadi.”

Sekarang giliranku yang menjadi salah tingkah. Yong Mi meraih tanganku dan menggenggamnya erat.

“Aku senang, karena… masih ada yang peduli padaku di rumah ini…” ucapnya pelan, namun aku segera menggeleng.

“A, ani! Sebenarnya yang lain juga peduli padamu! Tapi mereka belum menunjukkannya…” ucapku cepat. Dia hanya menunduk, sorot matanya menyiratkan bahwa ia masih sedih.

“Benarkah?” tanyanya lirih. “Apa aku hanya berprasangka buruk terhadap kalian?”

Aku tidak tahu harus menjawab apa, namun ia justru tersenyum ke arahku.

“Gwenchana. Mungkin aku yang berperilaku terlalu aneh.” Ucapnya dan ia tertawa kecil. Yeoja ini bahkan… terlalu polos.

“Yong Mi-ah…”

Yong Mi menoleh, dan dengan satu gerakan aku menyapukan bibirku pada bibirnya. Awalnya ia terkejut, namun ia akhirnya membiarkan aku menciumnya dengan leluasa. Aku tidak menciumnya dengan nafsu, tapi aku menciumnya dengan cinta. Ya…

Aku jatuh cinta padanya. Lee Yong Mi, seorang yeoja yang telah menjadi istriku. Aku mencintainya sekarang.

+++

Namja itu hanya diam. Ia duduk di atas dahan pepohonan, menatap Yong Mi yang sedang memeluk Suho.

“Satu hati telah terbuka.” Gumamnya pelan. Ia beranjak berdiri. Sayap yang tadinya terbentang perlahan mengecil, kemudian menghilang dari punggungnya. Namja itu melompat turun ke bawah. Ia mengibaskan daun yang berada di pundaknya.

“Jadi, dua belas namja dalam dua belas hari? Itukah tugas untukku?” gumamnya pelan, dan ia mendengar bisikan di telinganya sebagai jawaban.

“Laksanakan perintah.”

Namja itu tersenyum tipis. Ia mengucapkan beberapa kata yang tidak dimengerti, dan beberapa detik kemudian ia merasuki tubuh seorang WOO SUNG HYUN yang tergeletak tidak berdaya di atas tanah.

“Sepertinya tugas ini berat.” Gumamnya lagi. Ia berjalan masuk dengan santai ke dalam halaman rumah EXO, kemudian ia melompat ke arah jendela kamar Yong Mi, dan memutuskan untuk menunggu disana.

 

TBC

Err, bagaimana readers? Apakah ceritanya semakin tidak jelas? u_u RCL ne ^^ Setiap komentar akan menjadi kebahagiaan bagi author ^^ Gomawo yang telah membaca dan memberikan komentar~ J

 

Next Episode: Kai (Bogoshipo)

 

“Kalau kau menyesal, lebih baik kau pergi dari sini.”

 

“Yadong? Atau byuntae?”

 

“KAU! JANGAN BERANI SEKALI PUN KAU MENYENTUH YONG MI!”

 

“Aku tidak membencimu sama sekali… Apakah kau mempercayaiku?”

 

“Jangan menangis seperti ini, karena kau tampak sangat jelek.”

 

“Naega… jeongmal pabo…”

 

“Karena kau hanya makhluk yang diciptakan tanpa rasa mampu untuk membunuh.”

 

“Dua hati telah terbuka…”

 

81 pemikiran pada “Memories | Sequel of Soulmate (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s