Skies’ Memories (Chapter 1)

Title (*)           : Skies’s Memories [Part 1.2]

 

Author (*)        : Black Scracth (Transformasi (?) dr Sung Tae Jin)

 

Main Cast(*)   :

  • Seol Saemi (OCs)
  • Shin Saekyung (OCs)
  • Lee Taemin (SHINee)
  •  ‘D.O’ Kyung Soo (EXO-K)

 

Support Cast    :

  • The Others

 

 

Length(*)         : Twoshot

 

 

Genre(*)          : AU, Sad Romance, Angst, True Story (With Addition About The Future)

 

 

Rating(*)         : PG – 13

 

 

Summary         : Boleh saja kau melakukan itu padaku. Namun suatu saat, ketika kita bertemu dengan takdir yang sama, ingatkan aku bahwa DULU, aku pernah mencintaimu.

 

 

Disclaimer       : Taemin and D.O it’s not mine. But the story it’s mine! I MEAN THIS IS MY STORY, MY TRUE STORY WITH LITTLE ADDITION ABOUT FUTURE!

 

Exp.                 : Font Italic  is 2018

 

Sekedar mengingatkan, hati2 dgn smua falshback dan future yg tidak beraturan. Jgn bingung dan bacalah *maksa critanya*

Skies's Memories

 

~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~

 

~2018~

 

Kaki melangkah dengan hati riang. Senandung burung yang merdu menambah kesenangan tersendiri. Suasana yang ia rasakan  6 tahun yang lalu masih belum berubah sedikitpun. Hanya beberapa tanaman yang ia ingat ia tanam disini sudah mulai tumbuh dan jalanan itu mulai bisa melindungi yeoja yang sedang berjalan riang.

“ Kukira tempat ini sudah berubah banyak. Ternyata… Masih sama seperti masa lalu. “ Gumam yeoja itu.

 

Ia mulai masuk ke sebuah gedung, gedung sekolah. Tempat ia bersekolah 6 tahun yang lalu, saat ia SMP. Ia masuk ke dalamnya, sendirian. Seringai kecilnya terlihat ketika mengelilingi tempat itu. Ia masuk ke sebuah kelas yang sepi di depan toilet sekolah.

“ Hahaha… Kelas ini sungguh tak berubah suatu apa. “

 

************

 

~2010~

 

Hari ini hari pertama mereka masuk ke sekolah ini. Setelah pembagian kelas, semua murid berlarian kesana kemari mencari kawan lamanya. Kala itu seorang yeoja, Seol Saemi, memilih untuk berjalan dan melihat-lihat sembari menyusul chingu-chingunya yang sibuk membereskan kelas.

“ Kajja! Kita keluar dan melihat-lihat. Lagipula mereka berdua sepertinya tak ingin keluar kandang barunya. Hahaha! “ Kata Saemi mengajak kedua temannya untuk menyusul kedua chingunya yang lain di kelas barunya.

 

Saemi kebetulan berada di kelas 7E. Sementara chingu-chingunya yang lain berada di kelas A, D, dan B. Mereka bertiga, Saemi, Jinni, dan Jinri lebih memilih menuju kedua chingunya yang berada di kelas A terlebih dahulu. Hanna dan Jinyoung.

 

“ Kalian sepertinya betah tinggal disini. Jadilah warga kelas yang baik, ne? “ Tawa meledak dari ketiga orang ini ketika Jinri mengatakan hal itu. Jinyoung dan Hanna hanya mengerucutkan bibirnya.

“ Jakkaman, aku belum pernah melihat namja itu. Siapa dia? “ Tanya Saemi yang melihat seorang yeoppeun namja. Kulitnya putih dan posturnya begitu tinggi. Begitu mulus wajahnya dan ketika ia tersenyum, semua daging pipinya seolah berkumpul di pelipisnya. “ Ia manis… Bukan! Dia cantik! Yeoppo! “ Teriaknya seketika.

“ Dia? Dia Lee Taemin. Aku juga jarang melihatnya tapi… Kupikir dia tampan. “ Jelas Jinyoung. “ Neo… Joasso? “

“ Mwo?! Anni! Aku ‘kan hanya bertanya. “

 

************

 

~2018~

 

“ Huh… Itu pertama kalinya bertemu. Bahkan belum merasakan apapun kala itu. Hanya saja, menyukaimu karena kecantikanmu sebagai namja saja. “

Ia yang hanya terdiam di depan pintu itu akhirnya masuk. Melihat ke sekeliling bagaimana semua bangunan ini terubah karena waktu. Kemudian bukannya mengelilingi area sekolah, malah keluar menuju keluar sekolah dan berjalan sedikit menuju jalanan kecil.

 

Yeoja itu kemudian berhenti dan melihat sebuah rumah dengan warna putih. Sepertinya rumah itu tak dihuni lagi. Dia masih begitu ingat bagaimana dia berhenti dan bermain dengan seseorang yang berada disini dulu.

“ Dulu tak sengaja melakukan hal itu. Dulu, begitu lama melakukannya. Sehingga akhirnya… Kau berhasil. “

 

************

 

~2010~

 

Saemi dan sahabatnya berjalan berdua bersama. Ketika itu mereka berdua berjalan sembari bercanda. Kemudian mereka berhenti karena sekumpulan namja berada di depan rumah seorang murid dari kelas 7A. Kala itu Taemin juga ada disana. Semua anak namja berkumpul disana. Saemi melihat perawakan seorang Taemin. Dia begitu cantik. Tak disangka, tanpa sengaja mereka melakukan eye contact begitu lama. Saemi ingin sekali melepaskan belenggu matanya, namun ia seperti ditahan oleh sesuatu. Jantung Saemi berdetak cepat, napasnya sesak. Semuanya tak dirasa normal. Ia kemudian berlari menjauhinya.

“ Apa yang kau lakukan? Tiba-tiba berlari? “ Tanya sahabatnya itu. “ Apa kau sakit? “

“ Anni. Keunddae… Anni! “ Teriak Saemi.

 

************

 

~2018~

 

Dia berjalan kembali ke sekolah. Dengan pelan ia berjalan menuju kelasnya. Entah apa yang yeoja ini mainkan disini. Namun ia terus berkeliling dan berkeliling. Kelasnya tak begitu berantakan. Tak seperti kelas pertama yang ia masuki tadi. Bangkunya masih terangkat dengan rapi. Namun debu mulai menyelimuti warna asli meja. Ia memegangnya dan terlihat di jari telunjuknya sebuah noda.

 

Seperti alunan takdir yang membawanya menuju ke permainan masa lalu. Ia seperti film yang begitu lama tersimpan dan akhirnya terputar kembali. Kerinduan dalam dengan film ini membuatnya begitu penasaran akan kisah lama yang mulai terlupakan.

 

Ia duduk di sebuah kursi berdebu. Ia lihat dengan pasti apa yang ada di hadapannya kini. Sebuah masa lalu kala ia masih duduk di bangku SMP. Menatap jauh kepada sebuah kerusakan kecil tak berarti. Sebuah papan tulis putih dengan beberapa bolongan.

“ Disini semuanya berawal. Disini semua ide. Disini semua kasih berkumpul. Akhirnya rindu datang juga. “

 

************

 

~2011~

 

Saemi berjalan menuju kelasnya yang baru. Hari ini akhirnya mereka kembali bersekolah setelah menjalani liburan semester genap. Ya, mereka sekarang sudah kelas 8. Saemi dengan begitu bersemangatnya berjalan dengan diiringi musik hentakan sepatunya.

“ Annyeong, Saemi… Kau begitu ceria hari ini. aku malah malas. “ Ucap seorang yeoja sambil mendorongnya pelan.

“ Mwo? Kau tidak bersemangat? Hari yang baru itu diawali dengan diri yang baru, bukan dengan kepunyaan yang baru. “ Jawabnya santai.

 

Memang ada sesuatu yang beda dengannya. Seperti terlalu senang dari biasanya. Ia berniat untuk membuat sesuatu berharga, menurutnya, untuk sang pemilik hati yang sudah lama bersemayam dan enggan pergi. Sesuatu yang berharga, yang membuatnya merubah segalapun darinya.

Ia mulai mengetik dengan menggunakan laptop kesayangannya. ‘Seandainya saja aku bisa menyentuhmu, aku bisa memilikimu, aku akan bisa hidup tenang. Namun setiap orang yang kucintai tak pernah membalasku. Ini hanya perasaan sulit yang ingin kuungkapkan sekarang padamu. Dan sekarang, aku sedang mengerjakannya. Aku tak ingin balasan cinta darimu, hanya saja, aku ingin kau tersenyum sedikit saja ketika kau mendapati bahwa disini, ada orang yang mencintaimu. Jadi, tolong hargai orang yang mencintaimu disini. Karena kutahu kau berbeda dari yang lain.’ Seperti itulah kira-kira yang ia tulis. Dengan begitu semangatnya ia mengetik tak henti dengan semua cintanya. Mencoba untuk menoreh pikiran yang tertimbun selama kurang lebih 2 tahun lamanya.

 

************

 

~2018~

 

Kembali ia berdiri. Menapakkan langkah demi langkahnya. Senangnya berganti kosong. Raut wajah sepi menemaninya kini. Gontai langkahnya mulai ditemani rintik hujan yang perlahan menghapus debu di sekitar lantai sekolah. Ia berdiri di depan pintu memandang hujan yang kian menerjangan dan menyerbu tanah. Airmatanya berhasil jatuh setelah ia tahan selama ini. pendaman rasa sedih akibat kejadian 6 tahun lalu masih belum mau lepas dari memorinya. Semakin menyakitkan karena ia hanya sendiri merasakan kepedihan selama 6 tahun.

 

Ia duduk di teras kelasnya. Menatapi titik-titik tangis sang langit. Mungkin langit juga sedang merasa marah pada semua orang. Kilat berhambur darinya. Rasa langit dan yeoja ini menyatu. Rasa amarah yang bungkam dari yeoja ini tersampaikan melalui langit yang menganut dukanya begitu dalam. Memeluk putus asa dan terpecahnya cinta dalam dirinya.

“ Kau yang membuat semuanya seperti ini! Haruskah seperti ini kisah cinta?! Miris caramu mendapatkan bahagia! “

 

************

 

~2012~

 

“ Arrasso. Aku terlambat. Mianhae. “ Ucap seorang namja di belakang sekolah bersama Saemi.

“ Kau bersedia membantuku saja itu sudah sangat membantuku. Ini dia. Kuharap kau mengerti apa ucapanku kemarin. “ Katanya sambil tersenyum.

“ Aku berjanji akan melakukan apapun yang kubisa. Itu rasa terima kasihku. “

 

Percakapan itu dibuatnya menjadi rahasia bagi mereka berdua. Dengan debaran hatinya Saemi mencoba untuk tetap tenang, walaupun sebenarnya wajahnya sudah terlalu resah. Namun ketenangan berbisik. ‘Dia benar, Saemi. Kau harus tenang. ‘

 

Entah apa yang dicakapkan sahabatnya Taemin, Key. Tetapi sepertinya kekatanya begitu meyakinkan. Taemin hanya mengangguk dan membaca surat yang Saemi berikan dengan depat kemudian mengangguk kembali. Saemi mengangguk gugup sebelum sesudahnya ia berbalik.

 

Ia tak bisa memfokuskan dirinya pada beberapa pikiran. Pikirannya hanya tertanam Taemin. Bagaiaman ia akan membacanya, bagaimana ia akan meresponnya. Namun ada setitik ragu dari hati berasa cinta itu. Sebelah hatinya juga merasa bahwa ia harus yakin akan dirinya sendiri. Ia tak tahu pasti, tapi yang jelas ia ingin untuk cepat mendapat hasilnya.

 

************

 

~2018~

 

Angin datang membawa semua kenangan pahit yang semakin jelas terlihat di langit. Bisikan sedih dari dedaunan yang ikut menangis semakin memilukan. Lunturnya warna langit kebiruan mnejadi suatu kesedihan baginya.

“ Langit saksinya. Harusnya kau tak seperti itu. kau mencampakkan hingga tak setitik kebahagiaan pun berada di tangan. “

 

Tadahkannya titik hujan itu. Ia tutup kedua matanya dan rasakan dinginnya. Sedikit senyuman miris antara tangis muncul. Namun tak bisa merubah alam yang terlanjur marah.

“ Kau sungguh malaikat. Sungguh malaikat. Pantas kau berada di hati semua orang. Memang itulah seharusnya kau. “

 

Kembali ia berdiri. Mencoba menghapus lukanya dalam hati. Kisah ini tak bergambar jelas lagi. ia mengambil buku yang lumayan tua berwarna hitam dengan gemerlap disana dari tasnya. Dibukanya buku itu perlahan lalu dibacanya dengan seksama. Tulisan kecil yang ditulis oleh tangan kecil kala itu masih terlihat jelas.

 

Helaan napas panjang dan berat terdengar pelan. Angin menggebrakkan pintu demi pintu yang telah rapuh berkali-kali tanpa henti. Dipikir sepertinya lebih baik ia masuk daripada seluruh tulisan itu tak terbaca.

 

************

 

~2012~

 

Pelajaran sudah dituliskan di papan tulis. Mereka seorang murid hanya tinggal mencatat dan mengahapalkan. Namun Saemi yang berada di ujung ruangan itu malah mendengarkan musik.

“ Ya! Apa yang kau lakukan?! Lepaskan itu! “ Bisik seorang namja dengan bentakkan, Kyungsoo, lebih dikenal sebagai D.O.

“ Aish! Bilang saja kau memang mau satu, iya ‘kan? “ Tanya Saemi.

“ Boleh? “ Tanya D.O balik.

“ Pendusta kau! Ini! susah memang mempunyai appa sepertimu. Ini! jangan ubah lagunya, arrajji? “ Bentak Saemi pelan.

“ Arrasso. Kkeunddae… Bagaimana dengan tulisanmu itu? ini sudah lebih seminggu. “

“ Molla, appa. Aku hanya bisa pasrah. Kau juga sudah memberikan surat terakhirku itu padanya. “

“ Gwenchana. Appa masih ada disini. Jangan khawatir. “

“ Ne, appa. “

 

Tulisan yang seminggu lalu ia buat dengan susah paya selama dua bulan lamanya itu tak juga diberikan suatu respon. Digantungkannya begitu saja Saemi yang sudah bersusah payah atas semua tulisan itu. Harusnya Taemin bertanggung jawab atas apa yang sedang ia pegang selama ini. Namun yang ia lakukan hanya berdiam diri tanpa melakukan apapun. Yang ia jelaskan adalah ia mengirimkan pesan. Dan hanya itu yang terjadi. Begitu tersiksanya Saemi karena belum mendapatkan penjelasan apapun dari Taemin. Saemi hanya bisa tersenyum pasrah akan hal itu.

 

TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “Skies’ Memories (Chapter 1)

  1. Cerita’a sch bagus, walaupun alur’a maju mundur maju mundur mudah di mengerti jalan cerita’a.

    Sepenglihatan aq sebagai reader, ada beberapa kalimat yang arti’a agak ambigu. Namun hal itu terbantu dengan penjelasan author selanjut’a sehingga ‘oo itu arti’a’ …..

    Selain itu, ini kan baru chapter 1, sedangkan author mau bikin ending’a di chapter 2 tapi karakter tokoh utama’a itu belum jelas. Gimana sifat taemin, gimana sifat saemi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s