Angel (Chapter 6)

Title: Angel

Author: Quidie

Main Cast: Song Angel. Kai, Luhan

Other Cast: Sehun, Kris, Saera

Genre: Romance, bit Comedy

Length: Chapter

 

QdAn

 

“Sae..Saera~ya..” Kata Angel tergagap.

“Kyaa!! Ini benar-benar kau rupanya!!” Saera langsung memeluk Angel senang karna akhirnya bisa menemukan sahabatnya itu. “Kemana saja kau selama ini?! Aku terus mencarimu tapi tidak ada seorang pun yang tau keberadaanmu! Jinjja bogoshippo!!” Terangnya.

Na do bogoshippo~” Balas Angel seraya tersenyum. Ia sama sekali tidak menyangka kalau yeoja yang berada di dalam kamar itu ternyata adalah Cho Saera sahabatnya. Apa mungkin itu artinya.?!

“Kalian saling kenal?!” Tanya Luhan yang tiba-tiba muncul dari belakang Saera.

Saera mengangguk cepat sambil tersenyum.”Ne! Angel ini adalah sahabatku sejak Smp!” Jelasnya. “Keundae..Angel~ah, kenapa kau bisa ada dirumah ini?!”

“Dia..gadis yang kuceritakan beberapa hari yang lalu padamu.” Sergah Luhan membuat Saera membelalak tak percaya.

“Jinjja?! Woah~aku benar-benar tidak menyangka kalau gadis yang dimaksud itu ternyata adalah kau Angel~ah!!” Serunya. “Tapi aku bersyukur karna yang menemukanmu adalah Luhan. Karnanya lah aku bisa bertemu lagi denganmu,”

“Kau dan Luhan. Kalian..?” Tanya Angel berusaha memastikan sesuatu.

“Hm?! Ah~Luhan ini adalah namjachinguku. Kami berdua saling mencintai.” Terang Saera tersenyum lalu berpegangan pada lengan kiri Luhan.

Lagi-lagi hati Angel serasa mencelos saat mendengar pernyataan Saera. Dadanya seolah terasa sesak saat ini. Namun ia berusaha menyembunyikannya.

“Mianhae Angel~ah..sebenarnya malam itu aku ingin menceritakan tentang Luhan padamu. Tapi kau tiba-tiba saja menghilang, jadi aku belum sempat mengatakannya.”

“Keu..keuraeyo?! Ah! Chukhae!!” Kata Angel berusaha tersenyum sebaik mungkin.

“Keundae, apa yang kau lakukan di depan kamar Luhan?”

“Ah~anii..sebenarnya aku ingin membawakan sup untuknya karna kupikir mungkin akan sulit baginya untuk turun makan bersama. Tapi tadi tanganku tiba-tiba saja lengah dan tidak sengaja menjatuhkannya.” Ujar Angel setengah berbohong. Ia lalu berbalik dan menemukan Luhan yang sedang menatapnya datar. Berusaha menghindari tatapan itu ia pun cepat-cepat berjongkok lalu membereskan sup yang tumpah.

“Kau mau kemana?! Tetaplah disini bersama kami.” Seru Saera seraya menahan lengan Angel saat berniat pergi dari sana.

“Aku..harus membantu Gaeun Ahjumma. Mianhae..” Jawab Angel berbohong

Mendengar itu Saera akhirnya melepaskan tangan Angel.”Baiklah. Hmm..padahal aku ingin sekali cerita banyak padamu.” Sesalnya.

“Mianhae..lain kali aku janji akan menemanimu.” Kata Angel tersenyum, begitupula dengan Saera. Gadis itu pun akhirnya berjalan menuruni tangga meninggalkan kedua orang itu.

Angel akhirnya sampai di halaman belakang. Apa yang tadi disaksikannya kini kembali terlintas di benaknya. Airmata kini menetes membasahi pipinya.

“Song Angel babo! Kenapa harus namja itu..?! Wae…” Isak Angel seraya mengusap airmatanya. Berharap agar airmata itu dapat segera berhenti namun sia-sia. Rasa sakit sekaligus sesak di dadanya membuatnya tidak dapat berhenti. Ia pun hanya dapat bersandar di dinding. Berharap semuanya akan baik-baik saja. Semoga.

♥:♥:♥

 

Hari ini adalah hari libur, dan Angel pun sudah bersiap-siap. Sore ini ia, Saera dan Luhan akan berjalan-jalan. Sebenarnya gadis itu tidak ingin ikut, dengan alasan tidak ingin menjadi penganggu bagi mereka berdua. Namun karna Saera terus memohon, ia pun terpaksa mengiyakan. Selama perjalanan Angel sama sekali belum pernah berbicara pada Luhan, dan hanya menanggapi Saera yang sedang bercerita. Mungkin karna pemuda itu sedang berkonsentrasi menyetir.

Tak lama kemudian mereka pun akhirnya tiba di depan sebuah Mal.

“Oh?! Kalian juga disini..?!” Ucap Angel saat turun dari mobil dan mendapati Kai, Sehun dan Kris yang sedang menunggu mereka disana.

“Keuromyeon! Kami kan juga ingin menikmati hari libur!” Seru Sehun seraya tersenyum lebar membuat yang lainnya ikut tersenyum.

“Dasar! Bukannya kau bilang hari ini mau tidur seharian dirumah?! Tapi setelah mendengar panggilan untuk jalan-jalan malah…” Ujar Kris seolah terlihat kesal pada Sehun.

“Aku kan juga butuh refreshing agar otakku bisa bekerja dengan baik lagi esoknya.” Balas Sehun tak kalah

“Oh~benarkah?! Rasanya sejak dulu kau selalu melakukan refreshing, tapi yang ada otakmu tetap saja tidak dapat bekerja dengan baik! Terutama saat ujian.” Kata Kris santai. Sehun sendiri hanya bisa menahan kekesalannya sambil memanyunkan bibirnya membuat yang lain tertawa lalu akhirnya berjalan masuk kedalam mal.

“Musun irisseo?!” Tanya Kai yang tiba-tiba menghampiri Angel yang berjalan di belakang.

“Hm?! Maksudmu?” Angel balik bertanya.

“Kelihatannya kau kurang bersemangat hari ini.” Ucapan Kai membuat Angel sedikit terkejut. Bagaimana pemuda itu bisa tau?

“Ah~maldo andwae! Aku senang kok bisa ikut dengan kalian.” Seru Angel sambil tersenyum lebar, berharap Kai bisa percaya ucapannya. Dan sepertinya berhasil.

“Keurae! Arasseo..kalau begitu ayo kita bersenang-senang hari ini!”  Seru Kai antusias

“Wah! Baru kali ini aku melihatmu seperti itu!” Tutur Saera membuat Kai menoleh. “Kau..menyukai Angel ya?!”

“Em!” Jawab Kai seraya mengangguk mantap membuat Saera dan yang lainnya menatapnya tak percaya.

“Jin..jja?!” Tanya Sehun berusaha memastikan membuat Kai kembali mengangguk sambil tersenyum.

“Wah! Itu artinya saat ini kalian…”

“Bukan begitu. Angel sama sekali belum menjawabnya.” Sergah Kai cepat

“Waeyo?!” Tanya Saera memandang Angel.”Kau tidak menyukai Kai?!”

“Keurom aniiya~ aku..” Jawab Angel terbata.

“Bukan tidak suka..tapi belum. Aku yakin suatu hari nanti aku bisa meluluhkan hatinya.” Kta Kai yakin membuat semua menatap kearahnya.

“Daebak!! Baru kali ini aku mendengarmu berkata seperti ini. Kau pasti benar-benar menyukai Angel.” Ujar Sehun kagum. Kai lalu tersenyum seraya menatap kearah Angel yang tidak berkata apa-apa. Gadis itu sama sekali tidak menyangkal. Entah karna ia memang memiliki perasaan terhadap namja itu. Ataukah karna ia sudah kehilangan harapannya terhadap Luhan dan berpikir untuk memulai sesuatu yang baru bersama Kai.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Mereka semua kini tengah berada di Arena bermain yang terdapat di dalam mal. Sehun dan Kris yang sudah lebih dulu mengisi saldo kartu permainan mereka segera berkeliling.

“Hm..sekarang bagusnya main apa dulu ya?!” Gumam Kai sambil memandang sekeliling dan akhirnya menemukan sesuatu. “Ah! Bagaimana kalau itu saja?!” Katanya seraya menunjuk sebuah permainan yang tidak lain adalah permainan basket. Angel mengangguk setuju membuat namja itu tersenyum.

“Oh?! Bagaimana kalau kita main itu juga?! Sepertinya menyenangkan!” Kata Saera antusias membuat yang lain menatapnya.

“Keurae..kalau begitu kkaja!!” Seru Kai dan akhirnya mereka pun berjalan menuju permainan tersebut.

“Kita lihat siapa diantara kita yang memiliki nilai tertinggi!” Tantang Saera saat mereka hendak bermain.

“Keurae! Aku dan Angel pasti tidak akan kalah dari kalian!” Balas Kai tak kalah. Angel dan Luhan sendiri tidak berkata apa-apa.

Akhirnya permainan pun dimulai. Ke-4 orang itu sama-sama terus berusaha memasukkan bola ke keranjang demi mendapatkan nilai yang banyak. Angel yang awalnya kurang tertarik kini mulai menikmati permainan itu. Pandangan Luhan tertuju pada Angel yang saat ini sedang tertawa riang sambil terus melempar bola. Namun salah satu bola yang dilemparnya tersebut memantul terlalu keras hingga mengakibatkan bola itu kini menuju dirinya. Angel yang menyadari itu begitu terkejut dan langsung menutup matanya.

Tepp!!

Angel yang merasa dirinya tidak merasa sakit karna terkena bola lalu membuka mata pelan kemudian berubah terkejut. Dihadapannya kini sudah berdiri Luhan dengan bola basket di tangannya. Rupanya tadi saat melihat sebuah bola yang mengarah ke Angel, pemuda itu dengan sigap berpindah dan berhasil menangkap bola hingga tidak sempat mengenai Angel.

“Hati-hati..” Ucapnya pelan seraya memberikan bola basket itu pada Angel lalu berjalan kembali ke tempat Saera. Angel sendiri tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatap Luhan dari tempatnya. Kai dan Saera terlalu sibuk bermain hingga sepertinya tidak menyadari apa yang baru saja terjadi.

“Wah!! Kita menang!!” Seru Angel girang saat mendapati skor mereka mendapatkan nilai lebih tinggi dibandingkan Saera dan Luhan.

“Hm..sayang sekali. Padahal nilainya hanya berbeda sedikit. Chukhae!” Kata Saera pada kedua orang dihadapannya. Kai dan Angel pun tersenyum menanggapinya.

“Gomawo! Kalian juga hebat!!” Ujar Angel sedikit ngos-ngosan karna kelelahan begitupun dengan yang lain.

“Aku akan pergi membeli minuman sebentar, kalian tunggu disini.” Pesan Kai.

“Aku ikut denganmu!!” Seru Saera tiba-tiba.

“Neo gwencana?!” Tanya Kai terlihat sedikit khawatir pada Angel.

“Mwoya~dia kan bersama Luhan. Kenapa kau bertanya seperti itu..?!” Tanya Saera heran, begitupun dengan yang lain.

Kai yang seolah baru menyadari sesuatu langsung menggeleng pelan. “Ah~aniiya! Kkaja!” Jawabnya lalu berbalik pergi diikuti dengan Saera di belakangnya.

Angel menatap punggung Kai khawatir. Apa mungkin Kai tau sesuatu? Tapi bagaimana..?

Menyadari dirinya hanya tinggal berdua dengan Luhan, Angel pun mencoba mencari alasan untuk pergi dari sana.

“Ak..aku mau mencari permainan dulu.” Ucapnya lalu beranjak meninggalkan Luhan yang menatapnya datar dari jauh. Setelah merasa cukup jauh ia pun menghela nafas lega. Tidak bisa ia bayangkan harus bersikap bagaimana di depan pemuda itu jika dirinya tetap disana.

“Geumanhae Angel~ah! Sekarang lebih baik kau bersenang-senang saja!” Katanya berusaha meyakinkan dirinya sendiri seraya tersenyum lebar. Sebuah permainan berhasil menarik perhatiannya. Yaitu penjepit boneka, namun yang ini dalam ukuran besar. Angel lalu menghampiri permainan tersebut dan setelah menggesek kartu ia pun mulai menggerakkan penjepit itu ke salah satu boneka. Setelah merasa pas ia pun menurunkan penjepitnya, namun sayang ia gagal mendapatkannya.

“Babo.” Suara seseorang sontak membuat gadis itu berbalik dan akhirnya menemukan Luhan yang sedang berdiri tidak jauh dari tempatnya.

“Mw..mworago?!”

“Babo. Bagaimana bisa terjepit kalau posisi saat berniat menurunkannya saja tidak pas. Kau ini sepertinya memang tidak berbakat dalam permainan..” Tutur Luhan membuat Angel menghampirinya kesal.

“Mwo?! Ya~neo jinjja..sombong sekali! Kau pikir ini mudah apa?! Orang lain saja belum ada yang mendapatkannya.” Terang Angel seraya menoleh kearah permainan tersebut. Nampak orang lain yang baru saja juga gagal mendapatkan boneka.

“Lihat! Mereka juga gagal! Memangnya itu mudah?! Kau coba saja sendiri kalau bisa!” Tantang Angel membuat Luhan menatapnya tajam. Detik berikutnya namja itu berjalan menghampiri permainan. Seolah baru mengingat sesuatu, Angel langsung berjalan menghampiri Luhan disana.

Hari itu Luhan juga pernah menatapnya seperti itu saat memainkan rubik. Kedengaran menjengkelkan memang saat mendengar pemuda itu berbicara. Tapi Luhan bisa membuktikan apa yang baru saja diucapkannya. Dan ia berhasil menyelesaikannya dengan cepat. Bisa saja ia juga berhasil melakukannya kali ini.

Luhan tengah menggerakkan penjepit boneka saat Angel tiba-tiba berkata sesuatu.

“Panda.” Ucapnya pelan membuat Luhan berbalik menatapnya. Lupa akan waktu yang berjalan penjepit itu pun akhirnya turun di tempat yang tidak ada bonekanya sama sekali.

“Ah~mwoya..kenapa tidak menggerakkannya?!!” Tanya Angel kesal.

“Boneka yang kau inginkan..yang mana?!” Pertanyaan Luhan membuat Angel menatapnya sebentar.

“Panda.” Jawabnya singkat. Luhan pun kembali menggesekkan kartu lalu mulai menggerakkan penjepit kearah boneka panda yang letaknya cukup sulit untuk diraih. Angel yang merasa sepertinya tidak akan berhasil berubah terkejut saat Luhan menurunkan penjepitnya dan tepat sasaran. Boneka panda besar itu pun akhirnya berhasil didapatkan.

“Ini..” Kata Luhan seraya memberikan boneka itu pada Angel.

“Woah! Jinjja?! Gomawo!!” Seru Angel. Gadis itu nampaknya begitu senang saat menerimanya hingga langsung memeluk boneka itu erat. “Kau begitu menyukainya?!” Tanya Luhan.

“Em! Aku sangat menyukai panda. Dulu saat masih kecil ibuku sempat membelikan boneka panda untukku. Sejak saat itu aku sangat suka dengan panda. Aku bahkan bermimpi agar suatu hari nanti aku bisa bertemu dengan seekor panda asli.” Ucapnya membuat Luhan tersenyum memandangnya.

“Kalian disini rupanya..” Ucapan seseorang membuat keduanya sedikit terkejut dan langsung berbalik. Nampak Saera dan Kai yang baru saja kembali dari membeli minuman. “Oh?! Boneka panda?! Neomu kyeopta~!!” Ucap Saera seraya mengelus bulu boneka itu saat menghampiri Angel dan Luhan. “Apa Luhan yang mendapatkannya?!” Tanya Saera pada Angel yang kemudian mengangguk pelan. Nampak sedikit kekecewaan di wajah Saera membuat Angel khawatir dan akhirnya memberikan boneka itu pada Saera.

“Ini ambillah..” Ucapnya seraya menyodorkan boneka itu membuat yang lain memandang kearahnya terkejut, terutama Luhan. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa Angel tiba-tiba melakukan itu.

“Mwo?! Keundae bukannya Luhan memberikannya padamu?!” Tanya Saera yang cukup terkejut.

Angel menatap Saera sebentar lalu tersenyum. “Dia memang memberikannya padaku, tapi agar aku bisa memberikannya padamu. Tadi aku hanya ingin memeluk boneka ini sebentar. Mianhae..”

“Waeirae?! Kenapa malah minta maaf! Kau boleh memeluknya kapanpun kau mau. Lagipula aku sudah senang karna Luhan yang sudah memberikannya untukku. Gomawo..” Ujar Saera tersenyum lalu menggenggam lengan Luhan.

Mata Angel tanpa sengaja bertemu dengan Luhan. Namja itu kini menatapnya tajam. Ia sadar Luhan tau ia sedang berbohong. Tapi hanya itulah jalan satu-satunya agar Saera tidak curiga. Ia harus melakukannya.

Mendadak Kai menghampiri Luhan kemudian menatap namja itu tajam. “Hyung..bertanding denganku.”

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Kai dan Luhan kini sedang berdiri di depan sebuah permainan, yang tidak lain adalah dance machine. Kai sengaja meminta Luhan untuk bertanding dengannya. Luhan yang tau ada sesuatu yang membuat Kai hingga memintanya melakukan itu akhirnya menyetujuinya.

One..Two..Three

Permainan pun akhirnya dimulai. Keduanya langsung menari sesuai tanda panah yang muncul di monitor. Baik Kai maupun Luhan sama-sama dapat menari dengan baik, beberapa orang kini mendekat karna kagum melihat mereka. Termasuk Kris dan Sehun.

“Mereka berdua memang hebat.” Ucap Sehun.

Keduanya terus menari sampai akhirnya Luhan berhasil memenangkan ronde pertama. Luhan yang tiba-tiba saja berjongkok membuat beberapa orang sempat terkejut melihatnya.

“Kalau kali ini aku yang menang, aku..akan memintanya menjadi kekasihku.” Bisik Kai yang ikut berjongkok disamping Luhan membuat pemuda itu menatapnya dan akhirnya kembali berdiri.

Angel yang melihat Luhan sempat memegangi pergelangan kakinya langsung mengetahui sesuatu. Kaki Luhan baru saja sembuh, itu sebabnya saat menari tadi kakinya pasti kembali terasa sakit.

Mata Angel langsung membulat saat melihat namja itu berdiri dan sepertinya kembali bersiap untuk ronde kedua.

Apa dia gila?! Kalau dia terus melakukannya, sakit di kakinya pasti akan semakin parah. Ada apa dengannya sebenarnya?!.

Round 2..start!

Dan permainan pun kembali dimulai. Seperti sebelumnya Kai dan Luhan sama-sama berhasil mengikuti gerakan sesuai tanda panah. Rasa sakit di kaki kanan Luhan kini semakin terasa sakit, namun meskipun begitu ia tetap melanjutkannya. Entah kenapa mendengar ucapan Kai barusan membuatnya merasa kesal. Dan ia sama sekali tidak ingin hal itu terjadi. Sambil terus berusaha menahan ngilu di kakinya, Luhan terus melanjutkan tariannya. Apapun yang terjadi, ia harus menang. Harus.

“Geumanhae!!!” Angel yang tiba-tiba saja memekik membuat semua orang langsung berbalik menatap kearahnya heran. Bersamaan dengan itu permainan akhirnya berakhir dengan Luhan yang berhasil memenangkan permainan untuk kedua kalinya.

Akkh!!

Luhan yang sudah tidak dapat menahan sakit di kakinya langsung jatuh berlutut membuat pandangan yang lainnya beralih padanya.

“Hyung! Waegurae?! Neo gwencana?!” Tanya Sehun yang langsung menghampirinya.

Selama beberapa saat Angel dan Luhan saling menatap satu sama lain dan akhirnya Angel berjalan pergi meninggalkan tempat itu.

“Aku..ingin ke toilet sebentar.” Kata Luhan kemudian berjalan pergi dengan keadaan satu kaki yang terpincang.

“Kali ini kau kelewatan.” Ucap Kris pada Kai membuat namja itu memandang datar kearah lain. Saera sendiri menatap punggung Luhan yang semakin menjauh.

Mereka..?

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

 

Rumah bernyanyi. Itulah tempat mereka berada saat ini. Semua ini adalah ide Saera, mereka berencana mengakhiri hari ini dengan bernyanyi sepuasnya.

“Ah! Bagaimana kalau kita bernyanyi secara berpasangan?!” Celetek Sehun tiba-tiba membuat yang lain memandang kearahnya.

“Kalau begitu aku dengan Luhan!” Kata Saera sambil  mengenggam lengan Luhan.

“Eiiyy~kalau begitu tidak seru! Bagaimana kalau kita melakukannya dengan acak.”

“Musun sorieya?” Tanya Kris bingung.

“Kita akan memilih pasangan masing dengan cara mengacaknya menggunakan..ah! menggunakan botol minuman ini! Otthe?!” Terang Sehun seraya memegang sebuah botol minuman.

“Ya~imma! Terangkan dulu botolnya akan diapakan!” Tegur Kris membuat Sehun langsung menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“Ah iya! Aku sampai lupa. Kita semua akan duduk melingkar dan seseorang akan memutarnya. Dimana ujung botol ini mengarah saat berhenti, itulah orang yang akan menjadi partner bernyanyi pasangan sang pemutar botol.” Jelas Sehun membuat yang lainnya mengangguk paham.

“Sepertinya menarik!” Seru Saera antusias.

Sesuai perkataan Sehun mereka semua akhirnya duduk melingkari meja. Sehun yang pertama kali memutar botol mendapat pasangan bersama Kris.

“Ah~jinjja..kenapa aku harus bersamanya sih?! Sama sekali tidak menyenangkan.” Gumam Sehun kecewa namun tidak sadar kalau Kris ternyata mendengarnya.

“Mworago?!” Tegur Kris membuat Sehun memasang senyum secepat kilat.

“Hehe..aniiya!! Saera~si, giliranmu!” Sehun lalu memberikan botol itu pada Saera. Gadis itu pun lalu memutar botol. Ia begitu berharap kalau botol itu akan mengarah kepada Luhan. Botol itu sebenarnya hampir saja mengarah ke Luhan namun sayangnya malah berhenti tepat di depan Kai. Membuatnya sedikit kecewa.

“Oh?! Saera berpasangan dengan Kai. Itu artinya Luhan hyung dengan Angel~si!” Seru Sehun.

“Mwo?! Anii~kalau mau kau boleh bertukar denganku..”Kata Angel tiba-tiba membuat yang lain memandang kearahnya.

Saera sendiri langsung menggeleng seraya tersenyum.”Gwencana! Aku sudah biasa kok bernyanyi berpasangan dengan Luhan! Lagipula aku ingin tau bagaimana jika kalian berdua bernyanyi bersama!” Ucapan Saera membuat Angel tidak mampu berkata apa-apa. Jika ia terus menolak, takutnya Saera akan curiga dan akhirnya salah paham. Itulah sebabnya dia terpaksa menerimanya. Bernyanyi dengan Luhan.

Disisi lain Kai hanya diam menyaksikan semua itu. Karna akan ada saatnya ia akan mengetahui semua itu. Dengan jelas.

Sehun dan Kris sudah bernyanyi karna mereka yang pertama dengan skor 84, Kai dan Saera juga baru saja selesai bernyanyi dengan memperoleh nilai lebih banyak yaitu 91. Itu artinya kini giliran Luhan dan Angel yang bernyanyi. Mereka berdua pun akhirnya berdiri dari tempatnya dan mulai menyanyikan lagu yang dipilihkan oleh Sehun dan Saera sebelumnya.

Semua yang didalam ruangan itu langsung membelalakkan mata saat mendengar kedua orang itu bernyanyi. Mereka mungkin tau kalau suara Luhan bagus. Tapi Angel, mereka tidak tau kalau suara gadis itu ternyata terdengar  begitu lembut saat bernyanyi. Suara keduanya kini terdengar begitu serasi dan menyatu. Saera sendiri juga ikut terkejut mendengarnya. Ia sama sekali tidak tau kalau sahabatnya itu memiliki suara yang indah.

Aju jageun geosirado neol himdeulge haji motage

(Aku selalu ingin melindungimu bahkan hal kecil sekalipun)

Hangsang jikigo sipeo i’m eternally love

(Dengan begitu kau tidak akan terluka)

 

Neoui suhojaro jeo geosen barameul maggo

(Sebagai pelindungmu dari angin yang kencang)

Ne pyeoneuro modu da deungeul dollyeodo

(Bahkan ketika orang lain meninggalkanmu)

Hime gyeoun eoneu nal ne nunmureul dakka jul

(Disaat hari-hari sulit, dapat  menghapus airmatamu)

Geureon han saram doel su itdamyeon

(Andai saja aku bisa menjadi orang itu)

Eodideun cheongugilteni

(Tempat itu akan menjadi seperti surga)

 

Neol saranghage dwaebeorin nan ije

(Aku yang telah jatuh cinta padamu)

Deo isang doragal gosi eobseoyo

(Dan tidak ada tempat untuk orang lain)

Nalgaereul geod wogasyeotjyo

(Sayapku telah patah)

Yeongwonhan salmeul ilheotdaedo haengboghan iyu

(Meskipun kehilangan hidupku yang abadi, kau adalah alasanku untuk bahagia)

Naui yeongwon ijen geudaeinikka eternally love

(Kau adalah cinta abadiku tuk selamanya)

                                                                                          *Exo K- Angel

Lagu sudah berakhir namun mungkin karna mereka terlalu menghayati lagu saat bernyanyi, mereka jadi tidak sadar kini saling menatap satu sama lain. Suara tepuk tangan  dari layar membuat Luhan dan Angel langsung tersadar dari lamunannya hingga akhirnya langsung mengalihkan pandangan mereka ke tempat lain.

“Wah! Daebak!! Kalian mendapat nilai 95!” Seru Sehun kagum membuat yang lain ikut memandang kearah layar.

“Ak..aku ingin ke toilet sebentar!” Kata Angel lalu berjalan keluar dari ruangan.

Gadis itu kini berada di toilet sendirian. Ia lalu menatap kearah cermin dihadapannya. Detik kemudian airmata tiba-tiba saja menetes di pipinya.

“Mwoya ige?! Apa yang baru saja kulakukan?!” Ucapnya kesal. “Babo~ya?! Dia itu namjachingu sahabatmu sendiri Angel~ah! Apa kau tega jika sampai menyakiti hatinya!” Wajah Saera saat tersenyum mendadak terlintas di benak gadis itu membuat hatinya terasa sakit dan sesak.

“Ottokhae?! Aku harus bagaimana..?!” Tanyanya pada dirinya sendiri.

Cukup lama Angel berada didalam toilet, sampai akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali ke ruangan saat langkahnya terhenti mendengar panggilan seseorang dari belakangnya saat baru keluar dari toilet.

“Angel~ah..” Angel lalu berbalik dan mendapati Kai sedang bersandar di dinding kemudian berjalan menghampirinya. Angel yang sadar masih menyisakan air mata langsung berniat mengusapnya namun Kai dengan sigap menahan tangannya membuat gadis itu terkejut. Kai kini menatap matanya tajam.

“Kau…menyukainya?!” Pertanyaan Kai sontak membuat Angel terpaku di tempatnya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Kai akan menanyakan hal seperti ini.

“Luhan hyung..apa kau menyukai dia?!”

 

 

#TBC

 

22 pemikiran pada “Angel (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s