Twilight (Chapter 1)

Twilight
Author : Hyongchan (ganti nama dari Hyongg- @Hyong95)

Cast : -EXO Member and OC’s (YOU/Reader)

Genre : Romance, Horor, Fantasy

Lenght : Chaptered

Annyeong^^ Ketemu lagi dengan saya pembawa FF paling gaje sedunia-_- Terimakasi yang udah mau baca ff ini 🙂 dan memberikan respon yang sangat bagus juga. Berterimakasi juga kepada admin yang udah nge-post ff ini. awalnya author bingung. Semua member exo udah mimin bagi pemerannya, tapi si Thehun ga dapet peran ;_; ya udah mimin tambah aja lagi satu cast nya^^ Buat yang ntar jadi bingung kebanyakan cast mian ya ;_; sama jadi aneh kalo marga member exo kebanyakan mimin ganti ;_; ok deh! Lanjut^^ Mian kalo sedikit bagian Author nya^^

Twilight –
Chapter 1

Hyojin POV
————–

Annyeong, cheonun Lee Hyojin imnida. Aku dari busan dan akan tinggal bersama ayahku di Seoul. Eommaku menikah lagi dan… Tidak! Bukannya aku tidak menyukai lelaki itu, hanya saja aku rasa aku menjadi pengganggu di rumah itu. Eommaku juga akan pergi bersama lelaki itu. Jadi aku rasa aku harus mengunjungi rumah ayahku dan tinggal disana untuk sementara waktu.

Lee Kyungsoo. Bisa juga dipanggil Dio. Itu adalah nama appaku. Ia seperti eomma senang memasak, bersih-bersih dan lain-lain. Jadi mungkin aku sangat beruntung mempunyai appa sepertinya. 
Kini aku diantar oleh Appaku. Melintasi hutan yang terkesan sangat indah. Aku tidak tahu jika apa jadinya aku tinggal disana. Ya mungkin aku akan disantap binatang buas atau aku akan tinggal disana selama-lamanya. Karena aku tidak tahu apa yang terjadi disana.

“Kita sudah sampai kajja..” Kata Dio padaku. Aku memang sudah biasa memanggil Dio dibanding Appa. Karena appaku tidak ingin dikatakan tua. Aneh sekali!

“Ah.. ne. Gomawo Dio.” Kataku. Dan seperti biasa ia hanya menaikan alisnya dan tersenyum. Kemudian ia memasuki rumahnya sambil membawa barang-barangku.

Appaku adalah seorang kepala polisi di Seoul, jadi banyak yang mengenal appaku. Walaupun agak aneh dan sifatnya sangat kekanakan tapi ia sangat baik kepada semua orang. Itulah appaku.

Tiba-tiba suara mobil membangunkanku dari lamunanku. Aku melihat orang itu dan dia menaiki kursi roda dengan dibantu oleh anaknya.

“Lay!” Kata Dio seraya berlari kearah orang itu. sepertinya aku mengenal orang itu. Kemudian aku menuju tempat dimana Dio dan seseorang yang bernama ‘Lay’ tersebut berada.

“Ini anakku. Hyojin.” Kata Dio mengenalkan aku dengannya. Aku hanya tersenyum kepadanya dan menjabat tangan padanya.

“Hyojin apakah kau tau? Dio terus membicarakanmu. Katanya ia ingin menjadi appa yang baik untukmu.” Kata Lay membuat Dio menjadi gugup dan kejar-kejaran seperti anak kecil.

Aku melihat pria ini.

Pria yang dulu.

“Hi, kau mengingatku?”

“Kau………….nugu?” Kataku. Aku..aku.. sama sekali lupa dengan pria ini.

“Heh..” Katanya tersenyum padaku. “Aku Baekhyun. Temanmu semasa kecil.” Katanya. Ah.. aku baru ingat, kita pernah memainkan permaian masak-masakan sangat terdengar aneh.

“Ah.. mianhae.”

***

Author POV
—————

“Hari ini, hari pertama aku memasuki sekolah baruku. Siapa yang tidak mengenal Anyang Art High School? Sekolah yang sangat terkenal di Seoul. Bagus sekali.” Kata Hyojin tersenyum. Kemudian ia turun dari mobilnya. Ia mengambil tasnya kemudian berjalan menuju sekolahnya.

Merasa senang. Itulah yang dipikirkan Hyojin. Ia harap banyak mempunyai teman yang baik padanya dan tidak bermuka dua. Karena Hyojin adalah anak yang pendiam.

“Annyeong.. Aku Luhan. Salah satu murid disini.” Kata seorang namja menghampiri Hyojin. Hyojin merasa sangat senang karena ia disambut oleh teman.

“Ah.. ne. Aku Hyojin. Apakah kau asli Korea? Namamu terdengar seperti China.” Kata Hyojin. Luhan tertawa mendengar lelucon ini. “Ya! Aku serius.”

“Ya, seperti blesteran. Setengah Korea dan China. Kajja.” Katanya mengajak Hyojin pergi.

Someone POV
——————
Darah..

Hmm… banyak darah berdesir dimana-mana.

Aku merasa ini adalah tempat terindah yang aku miliki. Dimana ada darah disetiap orang.

Sekolah.

Aku melihat saudaraku.

Kakak laki-laki ku sedang merasa marah. Karena adikku mengalahkannya dalam bertarung. ‘Hey kau! Kita akan bertarung lagi nanti’ katanya. Aku tersenyum mendengar pikiran kakakku ini.

Kakak perempuanku sedang melihat penampilannya di kaca mobilnya. Ia selalu saja seperti itu. sangat suka Fashion. ‘Kau cantik. Selalu.” Katanya. Aku berdecak kecil.

Adik laki-laki ku sedang mencoba menahan nafas. Karena ia baru belajar untuk mencoba tidak memakan darah manusia. ‘Cepat.. aku ingin pulang kerumah. Aku sudah tidak tahan.” Katanya. Rasakan itu! Aku tersenyum kecil.

Sebenarnya aku tidak ingin mempunyai kekuatan bisa membaca pikiran orang. Aku tidak tahan jika mendengar kekecewaan, kesedihan. Itu hanya akan membuat aku sakit hati. Mengapa aku mendapatkan kekuatan ini? Aku merasa tidak enak kepada orang lain. Rahasia yang menjadi rahasia itupun aku mengetahuinya. Sudahlah!

‘Kai’ Aku menoleh ke asal sumber suara. Siapakah yang sedang memikirkanku? Apakah aku terkenal dikalangan wanita?

Kai! Neo Jinjja..’ Oh tidak. Ternyata aku salah. Yang memanggilku adalah adik perempuanku yang tak lain adalah Kim Hera. Hera.

Mwo?’ Kataku bertukar telepathy. Hera adikku ini bisa melihat masa depan seseorang jika kita sudah mengambil suatu keputusan. Jika keputusan berubah maka adikku Kim Hera akan berubah juga masa depannya.

‘Kau siap?’ Katanya. Aku yakin. Aku pasti bisa mengendalikan rasa hausku terhadap di sekitarku.

Kau hanya perlu awasi Chen saja. Dia kan Vegetarian baru. Jadi sangat sulit untuknya menahan rasa haus.’ Kataku. Ya! Kim Jongdae. Chen. Adalah pasangan dari adikku Hera. Jadi Chen adalah adikku yang paling belum bisa menahan rasa hausnya. Jadi sangat sulit untuk membiarkannya sendiri di dunia yang penuh darah ini.

Arraseo. Bagaimana jika kau tidak bisa mengendalikan dirimu? Jangan salahkan aku Kai.’ Katanya padaku. Aku tertawa berdecik.

Arraseo Hera.’ Kataku.

Kemudian kami berlima menuju ke dalam sekolah.

Inilah saatnya kami bertarung menahan rasa haus.

Hyojin POV
————–

Inilah aku, hidupku dan diriku. Akhirnya aku mempunyai teman. Diantaranya Luhan, Hakyung, Minhyun, Xiumin, dan Sehun. Mereka sangat baik padaku. Mengajakku berkeliling dan sekarang kami menuju kantin.

“Ya! Luhan dan Sehun, ayo kita ambil makanan.” Kata Xiumin. Namja yang juga sama seperti Luhan. Blesteran Korea dan China. Luhan dan Sehun segera berdiri dan meninggalkanku dan teman-temanku.

“Kau datang dari Busan?” Ya, Hakyung angkat bicara. Ia bertanya padaku.

“Ne. Aku datang dari Busan.” Kataku padanya dan mulai menyantap makanan yang tertera dimeja.

“Busan bukannya terkenal dengan pantai?”

“Ne, Kau benar.”

Mendengar percakapan temanku akupun tersenyum. Baru kali ini aku mempunyai teman seperti mereka semuanya. Tiba-tiba tanpa sengaja aku melirik mereka yang tengah berjalan memasuki kantin.

“Nuguseyo?” Kataku kepada temanku. Mereka menoleh mencari yang aku maksud.

“Mereka anak asuh Dr. dan Ny. Kim. Mereka selalu menutup diri. Karena mereka selalu bersama, bersama, dan bersama.” Kata Minhyun padaku.

“Gadis berambut pirang itu adalah Keila. Namja yang berambut hitam tersebut adalah Joonmyun, biasa dipanggil Suho.”

“Lalu gadis kecil ini adalah Hera. Dia sangat aneh. Dan Namja yang terlihat seperti sakit ini adalah Jongdae. Atau biasa dipanggil Chen.”

“Ah.. tapi itu siapa?” Kataku pada namja yang baru saja masuk.

“Itu adalah Jongin biasa dipanggil Kai. Dia sangat menawan dan ya sedikit aneh seperti Hera.”

Kemudian aku mengangguk tanda mengerti.

Aku melihatnya.

Tatapan itu…

Ani.

Kai POV
———-

Masuk ke kelas Biologi.

Selalu saja duduk sendiri.

Terdiam. Dan mencoba menahan nafsu akan darah segar ini.

Dia, wanita itu datang.

wanita yang tidak bisa aku baca pikirannya pada saat di kantin.

Pabo! Apa yang dia lakukan di depan kipas angin.

Ani! Bau tubuhnya…

Dengan segera aku menutup hidungku agar tak terbawa nafsu.

Dia melihatku. Dan dia duduk tepat disampingku.

Heraaaaaaaaa………..

Aku melihatnya. Ia tidak bisa berkonsentrasi karena ia tau bahwa aku terus melihatnya. Aku mencoba untuk berkonsentrasi untuk membaca pikirannya. Tapi kenapa tidak bisa? Bau tubuhmu. Sungguh sedap. Jika aku akan memakanmu disini apa yang dikatakan teman-teman nanti? Ani! Itu tidak boleh terjadi. Bagaimana pun juga Kai tidak boleh frontal.

Tapi.. ini sungguh sulit. Bau tubuhnya sangat sedap. Kapan akan selesai? Dan kenapa aku masih tidak bisa membaca pikiranmu? Aneh. Apa yang terjadi di dalam tubuh ini?

Setelah bel nanti aku akan pergi menemui Kang seonsangnim.

*Teet*

Segera aku pergi dari sana karena aku sudah tidak tahan lagi dengan bau tubuhnya yang sangat membuat aku ingin menyantapnya.

“Fisika? Kimia? Apakah tidak ada kosong seonsangnim?” Kataku mendesak Kang seonsangnim. Ia mengecek bukunya.

“Tunggu sebentar. Sepertinya kau harus tetap berada di Biologi.”

Kudengar seseorang telah masuk. Aku melihatnya. Yeoja yang membuatku tidak tahan.

“Sepertinya aku harus bertahan.” Aku pergi darinya. Karena takut aku akan berpikiran untuk memakannya dan…. tidak bisa menahan nafsuku ini.

***

Aku meremas mobilku membuat mobilku agak rusak. Aku sudah tidak tahan. Tidak tahan.

Aku mendengar Suho ‘Ada apa dengannya?’

Bau itu masih saja terasa di hidungku.

Yeoja itu lewat tepat dibelakangku. Aku melihatnya. Ia mungkin merasa takut mengapa aku berbuat seperti ini. ia berjalan sesekali melihatku ke arah belakang. Aku semakin meremas mobilku kuat-kuat dan masuk ke dalam mobilku. Aku mulai menjalankan mobilku dan melaju pergi.

Aku masih mendengar Suho berkata ‘Hera ada apa dengannya?’

Apakah kau tau? Hera tidak bisa melihat masa lalu.’ Aku sangat yakin ini suara kakakku Keila. Keila nunna.

Aku ingin pergi menjauh darinya. Agar aku bisa tenang. Mungkin hanya 1 minggu saja. Ya! Untuk membuatku tenang.

Author POV
—————-

“Ada apa dengan Kai? Aneh sekali sifatnya. Setelah melihat murid baru itu dia jadi aneh ada apa?” Kata Hera yang baru saja turun dari mobil bersama yang lainnya.

Chen mulai mendekati Hera.

“Sudahlah, kau seperti tidak tau Kai. Dia memang aneh. Mungkin Yeoja itu tadi menggodanya. Ayo kita berburu.” Kata Chen. Kemudian Hera dan Chen pergi berlari menuju hutan.

Rumah mereka memang dekat hutan. Jadi mereka mudah untuk memangsa hewan.

Buk..

“Yaa!! Kau ingin merusak rumah kita?” Keila marah karena Kai membanting pintu rumahnya dan kaca pintu rumah mereka pun retak. Siapa sangka? Mereka adalah Vampire. Mereka kuat, cepat, kulit dingin, immortal, pemakan darah, dan tubuh mereka seperti berlian ketika terkena sinar matahari.

Kai berjalan menuju sofa dan duduk disana. Suho datang untuk membicarakan masalah ini pada Kai. Kai terlihat seperti sedang mem-bau-i sesuatu. Hera dan Suho saling berhadapan. Mereka tak mengerti kenapa Kai bisa berubah menjadi binatang?

“Neo! Wae geure?” Kata Suho marah pada Kai. Seenaknya saja ia membanting pintu rumah sehingga kacanya menjadi pecah.

“Aku tidak ingin sekolah selama 1 minggu.”

“Wae? Ya! Neo jinjja. Ada apa denganmu Kai?” Kata Keila yang sangat marah pada Kai. Kai hanya diam saja sekaligus tidak memandang Suho dan Keila kakak mereka.

“Kau tidak perlu tahu.” Kata Kai yang bangun dan mulai berjalan menaiki tangga. Ia ingin menenangkan diri di kamarnya. Alone.

Suho mengejarnya dan memegang pundak Kai. Meremasnya hingga kuat. Kai menepisnya perlahan dan duduk di sofa kamarnya.

“Neo ppabo! Apa yang kau lakukan?” Kata Suho yang sangat marah kepada Kai. Berlaku bodoh. Itulah yang Kai selalu lakukan.

“Coba saja kau cari yeoja murid baru itu. aku tidak kuat sekolah karenanya. Aku ingin memakannya. Dan kini kau berada di depanku pun aku merasa di sekitar sini bau tubuhnya. Aku tidak mencium bau tubuhmu. Aku sangat kesal padanya. Sudahlah kau berburu saja dan keluar dari kamarku. Jika kau tidak keluar dari kamarku aku yang akan berburu.” Ujar Kai panjang lebar seketika ia lompat dari jendela kamarnya dan lari secepat mungkin.

“Pabo Kai!” Kata Suho. Kemudian ia turun dari kamar Kai.

Hyojin POV
————–

Ada apa dengannya tadi? Bagaimana ini? Apakah ia marah padaku? Seharusnya aku tidak berlaku bodoh di depannya. Tunggu! Aku tidak melakukan apapun yang membuatnya marah padaku. Wae? Kenapa ia seperti itu? Besok aku harus menemuinya dan berbicara padanya.

Aku merasa disebelah sana ada yang memperhatikanku. Dekat jendela. Aku melirik jendela. Oh tuhan dia…. dia….

Aku mengusap mataku. Ketika kembali aku melirik dia di jendela. Ia menghilang. Bukannya tadi ia berdiri di jendela? Sepertinya ia bukan berdiri. Benarkah ia Kai yang kulihat? Atau itu hanya imajinasiku? Aish.. aku bingung. Sudahlah!

To Be Continue-

Hehe^^ bagaimana? Jelek-kah?
Saya tunggu komentar dari para readers^^
Maaf jika gaje, typo, dan membosankan.
I Hope You Enjoy My Fanfic and The Story^^

Thanx 🙂

Iklan

26 pemikiran pada “Twilight (Chapter 1)

  1. Ditunggu thor chapter 2 nya …
    Ini kyk film twilight versi korea nya gitu ya …
    Sm sdkt bwt koreksi aja … Nama Tuhan jg hrs ksh huruf besar thor … Cm itu kok

  2. cepetan thor,udah lama banget nih nunggunya,aduh sampe berlumut nunggunya XD
    Pokoknya cepetan ya thor,seru nih ceritanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s