My Lovely Driver (Chapter 1)

My Lovely Driver ( Chapter 1 )

 

 

Author             : Kkamjong girl

 

Cast                 : Oh Ha ra

Kim Mi Sun

Kai / Kim Jong In

Suho / Kim Joon Myun

Park Chan Yeol

Kris Wu

Han Ae Rin

 

Genre              : Angst, romance

 

Rating             : General

 

Length             : Chaptered

 

Anyeonghaseyo, author baru. Mohon bimbingannya readersnim…ghamsahamida ^, ^ v

lovely poster 2

 

~~

 

Intro :

 

Anyeong namaku Oh Ha Ra. “ ya Andwe !!! pasti bocah itu akan marah-marah lagi padaku “ ucapku sembari berusaha bangun dari kasur.

 

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 7.Aku segera Mempersiapkan diri untuk mengantar bocah ingusan itu ke sekolah. Aku mengambil sebuah kaos dan celana dari lemari asal. Memakai kaos dan jeans yeah itu favoritku.

 

“ Ca, cantik bukan ? “Ucapku di depan cermin mematut diriku sendiri.

 

Tak perlu mandi lagi pula aku hanya akan menyetir mengantarkan bocah itu pergi ke sekolah menunggunya sampai pulang dan tugasku selesai. Aku digaji 500 ribu won perbulannya, itu semua untuk membayar hutangku pada keluarga Kim rentenir terkutuk itu. Seumur hidup aku berkerjapun rasanya tak mungkin melunasi hutang bisnis Appa.

 

Tapi apa yang bisa aku lakukan, jika mereka lebih memilih mempekerjakan aku dengan gaji murah dari pada melaporkanku ke polisi kemudian aku dipenjara, sama sekali tak ada untungnya bagi mereka. Bahkan mereka pernah bilang akan menjualku suatu saat nanti. Yeah ,bahkan aku tak pernah memikirkan itu sekarang.

 

Aku berlari menuju garasi dan ternyata bocah itu memang sudah ada disana menungguku untuk mengantarnya. “ Mianhae Jong ……eh maksudku Tuan muda “ ucapku terengah engah. Sementara dia masih duduk mematung dengan ekspresi datar. Memang wajahnya selalu seperti itu. Pasti moodnya sedang tidak bagus.

 

“ Apa yang dia pakai ? apa dia mau jalan jalan hah “ Ucapku dalam hati. Kaos, celana jeans, sepatu boots, tatanan rambut dengan hair sprai , What ?!!*author pingsan.

” Hari ini aku akan bolos jadi jangan coba-coba mengadu pada Appa, Arraso? “ Ucap Kai tegas, menatapku tajam seakan-akan aku adalah predator yang sedang mengancamnya.

 

Hei, siapa yang predator disini. Aku menggeleng cepat kemudian mengunci bibirku sendiri.

 

“ Bagus “

 

“ Jonginie , bisa berikan aku tumpangan ?“ Ucap seorang wanita yang tiba-tiba muncul diantara kami, lebih tepatnya aku bilang nenek sihir.

 

“ Suho Oppa sudah menungguku di kampus “ tambahnya sembari menatapku dengan kedua matanya yang besar itu.

 

 

Menyeramkan bukan? Tentu saja. Dia adalah noonanya Jong in dan dia juga musuh hidup matiku. Ya itu terjadi ketika kami sama-sama kuliah di Seoul University, kami bersaing dalam segala hal ,popularitas, nilai, kekayaan, semuanya, termasuk untuk urusan cinta. Dan pasti dia orang pertama yang menertawakanku ketika perusahaan Appa dinyatakan pailit dan semua asset perusahaan Appa di bekukan oleh Bank. Dan aku pikir semua berakhir ketika aku dikeluarkan dari Seoul University ,

 

Dan sialnya aku harus menjadi pembantu di keluarga ini. Kurasa keberuntunganku sudah habis.

 

Aku membuka pintu untuk nona muda yang satu ini. Dan aku benar-benar ingin melempar wajahnya dengan kotoran.

 

“ Apa kau bisu hah ?” ucapnya kasar , menatapku dengan mata besarnya itu.

 

Membuatku sadar dari lamunanku “ Oh ….Silahkan nona muda “

 

Setelah nenek sihir itu masuk kemudian aku menutup pintunya, menyalakan mesin kemudian segera menuju ke Seoul Univensity.

 

“ Aku harap tidak akan bertemu orang itu “

 

 

~~

 

 

“ Benarkan aku bilang keberuntunganku sudah habis “ mataku tertuju ke luar jendela dimana pria itu berdiri. “ Aish, orang itu benar-benar membuatku muak “

 

“ Oppa “ teriak Mi Sun

 

Wanita itu berlari keluar mobil kemudian memeluk orang itu.

 

Damn ! perasaan sakit itu menyeruak kembali dimana ketika Joon Myun menyatakan bahwa hubungan kami harus berakhir “ tanpa sebab “ . Sehari setelah perusahaan Appa dinyatakan pailit Joon Myun memutuskan hubungan kami. Aku harus merelakan hubungan yang sudah kami jalani 3 tahun ini harus berakhir begitu saja.

 

Dan sebulan lalu aku dengar dia berkencan dengan Mi Sun. “Apa tidak ada wanita lain yang bisa dia kencani hah !!“ teriakku dalam hati.

 

apa yang dia inginkan selain popularitas. tampan, kaya, pintar, dan tentu saja dia butuh seorang wanita yang terhormat dan hidupnya akan sempurna. Dan Mi Sun punya semua yang dia inginkan.

 

Mataku perlahan memerah mengingat semuanya. “ Apa kita bisa jalan sekarang Tuan ? “ Tanyaku pada Jong In.

 

Dan hanya dijawab sebuah anggukan kecil oleh bocah ingusan itu.

 

 

~~

 

 

Aku memarkirkan mobil Hyundai Jong In Di depan Rumah Klasik milik Ae Rin. Rumah yang memiliki pelataran luas, Ya, Ae Rin adalah kekasih Jong In, Kudengar Ayahnya adalah seorang Konglomerat di China dan Ibunya juga memiliki banyak perusahaan di Korea.

 

Secepatnya aku turun dari mobil membukakan pintu untuk Jong In. Yeah rupanya aku sudah menghayati pekerjaanku sekarang, Aku pikir 1 bulan bukan waktu yang lama untuk belajar.

 

“ Ae Rin “ Panggil Kai

 

Membuat Ae Rin yang akan masuk kedalam mobil mengurungkan niatnya untuk sementara.

 

“ Oppa kau tidak pergi ke sekolah ? “ Tanya Ae Rin serius menatap Jong In yang tiba-tiba ada di rumahnya.

 

“ Hari ini kita membolos “ Ucap Jong In.

 

“ Mwo ?”

“ Tapi Oppa, aku ada ulangan hari ini “ Ucap Ae Rin mengelak.

 

“ Kaja “ Dan Ae Rin hanya bisa pasrah ketika Kai menarik pergelangan tangannya secara paksa.

 

Ya, anak itu memang kasar sekali.

 

“ Kau pulang naik taksi , aku akan pergi dengan Ae Rin “ Kata Kai tegas tepat dihadapanku.

 

“ Mwo “ Ucapku terkejut. Apa jika aku bilang ‘tidak’ dia akan mendengarkan kata-kataku. Tentu aku harus menjawab iya.

 

“ Jangan pulang sebelum aku pulang, aku akan menjemputmu dirumah sakit “ lanjutnya.

 

Tanpa menunggu jawabanku dia segera menarik tangan Ae Rin dan meninggalkan aku yang masih mematung.

 

“ Naik taksi dia bilang ? bahkan dia tidak menanyakan apakah aku punya uang atau tidak “ Tanganku segera merogoh saku mencari lembaran uang jika ada. Tentu saja tidak ada, aku tidak punya uang.

 

“ Aish, Nappeun namja “ teriakku, menatap mobil Jong In yang sudah melaju kencang dan perlahan lenyap dari penglihatanku.

 

~~

 

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling rumah Ae Rin, terlihat begitu mewah, lebih besar dari rumah Jong In.

 

“ Siapa dia “

 

Ekor mataku menangkap seorang pria yang sepertinya tak asing lagi bagiku “ Kris “

 

Perlahan tapi pasti pria itu semakin mendekat, bukan mendekat kearahku tapi ke mobil Audi hitam miliknya. “ Apa hubungan Kris Wu dan Han Ae Rin ? “

 

“ Kris “ Teriakku, membuat pria berwajah mannequin itu menengok kearahku

 

Aku menghampirinya “ Kris apa yang kau lakukan disini ? “ tanyaku.

 

“ Ini rumahku “ jawabnya antusias.

 

Kris, teman SMA ku. Aku mengenalnya walaupun hubungan kami tidak terlalu akrab. Dulu kami pernah dikirim untuk Olimpiade high jump ketika SMA dan kami berhasil menyumbangkan 1 medali emas. Tapi itu tidak membuat hubungan kami semakin membaik, semua berjalan biasa saja.

 

Kris tidak terlalu mempunyai banyak teman, dia terlihat dingin dan menakutkan, tapi aku tau sebenarnya hatinya baik, dia juga tidak terlalu suka dengan orang ‘ baru ‘. Dan kabar terakhir aku dengar dia kuliah di Seoul University, tapi bahkan aku tak pernah melihatnya, selama 6 semester aku kuliah disana. Mungkin karna dia mengikuti kelas khusus, dan dia juga harus mengurus salah satu cabang perusahaan keluarganya yang berada di Seoul.

 

“ Jadi Kau dan Han Ae Rin bersaudara ? “ Tanyaku lagi.

 

Air wajahnya tampak berubah 1800 Ketika aku menyinggung masalah Ae Rin. “ Apa yang kau lakukan dirumahku ? “ Jawabnya mengalihkan pertanyaanku.

 

Aku mengeryitkan alis, tak mengerti sikap Kris “ Aku terdampar “ sedetik kemudian setelah aku berfikir.

 

Kris tersenyum, karna jawabanku yang ‘sedikit’ tak masuk akal.

 

“ Kris, bisakah aku minta bantuan ? “

 

“ Wae ? “ Tanya Kris memastikan

 

“ Mengantarku ke rumah sakit “ Ucapku “ tentu saja karna aku tak punya uang sama sekali “ lanjutku dalam hati.

 

“ Naiklah “

 

 

~~

 

 

“ Ibumu masih…. “ Tanya Kris tertahan.

 

Aku menoleh kearahnya sekejap, aku pikir dia tidak tau masalahku .” Ya, Umma masih koma dirumah sakit sejak kejadian itu “ Ucapku sembari mengumbar senyum palsu, menutupi perasaanku yang sebenarnya.

 

“ Kau baik-baik saja Ha Ra ? “ Tanyanya lagi.

 

Aku mengangguk pelan, “ Apa aku bisa baik-baik saja disaat seperti ini ? “ tanyaku dalam hati, dan perlahan cairan bening itu menetes.

 

Sejak kecelakaan itu terjadi aku tak pernah baik-baik saja. Kecelakaan yang membuat Ummaku berbaring dirumah sakit selama hampir 3 bulan ini, dan Appa ku meninggalkan kami.

 

 

“ Appa “ Aku mengusap air mataku asal. Berhentilah menangis, aku lelah, melakukannya tiap hari.

 

“ Aku suka gadis yang kuat “ Ucap Kris tiba-tiba sembari menatapku intens.

 

Membuatku sedikit gugup, “ Aku gadis yang kuat, apa kau menyukaiku ? “

Ucapanku ternyata sukses membuat kedua pipi kris merona, kemudian mengalihkan pandangannya dariku.

 

“ Ya ! aku hanya bercanda Tuan Wu , Kau ini serius sekali “ Ucapku mencairkan suasana yang sedikit terasa tak nyaman.

 

“ Baiklah, terima kasih tumpangannya “

 

Kris tersenyum dan apa itu, senyumnya terlihat sangat mempesona. Seingatku Kris jarang tersenyum ketika SMA. Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal sembari mengingat-ingat masa-masa itu.

 

“ Ha Ra, jika ada apa-apa kau bisa memanggilku “ Kata Kris mengagetkanku.

 

“ Oh Ne “

 

Aish, kenapa sih aku suka sekali melamun.

 

 

~~

 

 

Aku berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang nampak masih sedikit lengang di bandingkan biasanya.Hanya ada beberapa orang suster disana.

Tepat diujung koridor , aku menemukan ruang dimana umma 3 bulan ini berada.

 

“Oppa “

 

Pandanganku tertuju pada seorang pria yang tengah duduk disamping ranjang Umma.

 

“ Kau menginap disini lagi Oppa?“ Tanyaku sembari menghampirinya.

 

Ia hanya mengangguk pelan, aku dapat melihat wajahnya terlihat sedikir pucat dan matanya sedikit sayu, akibat kurang tidur

 

“ Aku menunggumu “

 

Belakangan ini kami memang jarang bertemu. Chan Yeol Oppa, dia sahabatku. Keluarga kami bersahabat  Ayah Chan Yeol adalah salah satu manager di perusahaan Appa dulu dan Ibunya sebagai sekertaris direksi. Bahkan aku sudah menganggap Chan Yeol seperti Oppaku sendiri dan keluarga Chan Yeol seperti keluargaku sendiri.

 

Setelah pihak Bank menyita rumahku, aku tinggal dirumah Chan Yeol Oppa, sampai beberapa preman suruhan rentenir terkutuk itu menculikku, sebagai jaminan aku tidak akan kabur dari hutang.

 

“ Appa kau sudah membayar tagihan rumah sakit ? “

 

Aku menggeleng, kemudian menjatuhkan tubuhku di sofa. Lelah.

 

“ Aku tidak punya uang oppa , mereka tidak membayar gajiku sama sekali “ Ucapku frustasi.

 

Aku memejamkan mataku sejenak, dulu aku sempat berfikir untuk mengeluarkan Umma dari rumah sakit, tapi Oppa menahannya. “ Bukankah Tuhan yang memberi kehidupan ? bukan selang-selang oksigen ini “.

 

Tentu saja, Tapi manusia harus tetap berusaha. Jika Tuhan mencabut nyawa Umma sama saja Tuhan mencabut nyawaku.

 

Aku menarik nafas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya lagi melakukannya berkali-kali, dan aku merasa lebih baik sekarang.

 

“ Benarkah ? lalu siapa yang membayar biaya rumah sakit Omonim ? “ Tanya Chan Yeol Oppa terkejut. Hingga matanya yang besar itu terlihat sedikit menyeramkan.

 

“ semalam aku pergi ke bagian administrasi dan ternyata ada seseorang yang sudah melunasinya ? “

 

“ jinjayo “ Ucapku tak percaya.

 

“ Siapa ?” aku tidak punya keluarga di Seoul, satu-satunya keluargaku adalah adik Appa, itupun tinggal di Jepang dan sampai saat ini aku tak bisa menghubunginya “ tidak mungkin “

 

Semua ini membuat kepalaku hampir meledak, tapi aku tak ingin memikirkannya sekarang.

 

 

~~

 

 

Author POV :

 

 

“ Oppa, sebenarnya kita mau kemana ? “ Tanya Ae Rin bingung, masih menatap sekelilingnya yang terasa asing.

 

Sementara Jong In memilih untuk diam mengabaikan pertanyaan yang diajukan Ae Rin dan tetap menyetir mobil Hyundai miliknya dengan kencang.

 

“ Oppa turunkan aku “ Bentak Ae Rin “ Hari ini aku ada ulangan “

Sementara tangan Ae Rin sendiri berusaha meraih gagang pintu dan berusaha membukanya yang ternyata dalam keadaan terkunci.

 

“ Oppa, kau mendengarku “ pekik Ae Rin. Disaat ini ia merasa berbicara dengan sebuah patung

 

Dan tanpa Ae Rin duga Jong In mengerem mobilnya secara mendadak, yang membuat tubuh keduanya terpelanting, seandainya mereka tidak menggunakan seat belt mungkin akan berakibat fatal pada pelipisnya.

 

Ae rin memegang dadanya yang tiba-tiba saja berdebar begitu kencang seiring decitan rem yang begitu nyaring terdengar ditelinganya.

 

Ia tau Jong In kesal. Tapi ia hanya bisa diam, memang ia belum bisa mengerti diri Jong In, segala sifat, yang membuatnya terkadang lelah.

 

Ae Rin memejamkan matanya sekejap berusaha menetralisir detak jantungnya yang tiba-tiba saja meningkat.

 

“ Bisakah kita pulang sekarang Oppa ? “ Tanya Ae Rin melemah

 

Berbeda dengan Jong In yang terlihat sedikit kaku “ Kenapa kau selalu menghindar dari ku ? Aku sudah mulai menyukaimu “ Ucap Jong In terbata seraya menatap mata Ae Rin yang kian memerah.

 

Ae Rin mengangguk tanda mengerti akan perasaan Jong In, tapi Ia tak tau harus berbuat apa untuk membalas cinta Jong In jika dihatinya ada nama pria lain.

 

“ ini hanya perjodohan yang konyol “ Ia berucap, tangannya mencengkram setir mobil erat, jika bisa ia bahkan ingin meremasnya kemudian melemparnya jauh sampai tak terlihat oleh kedua matanya. Sama seperti ia ingin melempar rasa cintanya untuk Ae Rin jauh-jauh ‘jika ia bisa’.

 

Jong In tak membiarkan Ae Rin tenang sedetikpun, ia masih menatap Ae Rin yang nampak semakin ketakutan, karna perlahan Jong In mendekat kearahnya.

 

Tak sampai 5 detik wajah Jong In tepat didepan wajahnya, dan nafas Jong In pun terasa hangat menyentuh pipinya.

 

Kedua mata Ae Rin terpejam erat, hingga menimbulkan sedikit kerutan-kerutan di sekitar kelopak matanya, menandakan ia telah pasrah dengan apapun yang akan dilakukan Jong In padanya sekarang. Begitu juga Jong In. Tapi ia sendiripun tak yakin apakah perasaannya pada Ae Rin benar-benar cinta atau hanya perasaan yang fiktif dan sebentar lagi akan memudar.

Namja itu tak bisa lagi mengontrol nafasnya saat ini. Dan ketika ia membuka matanya ia menemukan butiran-butiran bening mengaliri pipi Ae Rin.

 

Tangannya terkepal kuat, ia takut apa yang akan dilakukannya, malah akan menyakiti gadis serapuh Ae Rin.

 

“ Kita pulang “ Ucap Jong In yang kemudian menjauhkan tubuhnya dari Ae Rin.

 

~~

 

 

“ Dimana bocah itu ? “

 

Ia mengedarkan matanya ke segala penjuru, dan sesekali menilik handphone nya, benda pemberian Chan Yeol. Jika ia membutuhkan bantuan dalam keadaan darurat. Tangannya menggenggam benda berwarna hitam itu erat-erat, menunjukkan betapa kesalnya ia saat ini. Karna seseorang yang ditunggunya tak kunjung datang.

 

“ Jam 10 malam “

 

 

~ TBC ~

Iklan

9 pemikiran pada “My Lovely Driver (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s