Not Over You (Chapter 1)

NOT OVER YOU (Part 1)

 

Author: Oh Yo Eun

Genre: Sad,Romance, Friendship

Length: Chapter

Rating : PG 15

Main Cast:
Oh Yoeun
Kim Joon Myeon (Suho)
Key SHINee

Krystal Jung

Support cast:
Lee Hye Mi (OC)
EXO member
Kwon Hae Ra (OC)

 

Annyeonghaseoyo chingudeul, ini fanfiction pertamaku jadi mohon maaf ya kalau ada salah kata atau bahasanya sedikit aneh.. masih pemula di dunia fanfiction :p

Oia mohon comentnya, kritik dan saran ditunggu.. don’t be a silent reader

Happy reading all ^o^

not over you 2 -1

 

* Author POV*
Seorang yeoja berjalan memasuki tempat kuliahnya, tempat kuliah yang sangat terkenal karena banyak artis artis kpop yang berkuliah di sini. Ia berjalan menuju sebuah lorong yang cukup sepi dan menempatkan badannya di sebuah kursi.

“Suho oppa ” ucap yeoja yang ternyata bernama Yoeun itu, ia berlari kecil menghampiri namjachingunya. Wajahnya senang sekali, karena mereka cukup lama tidak bertemu.

” Yoeun – ah, bagaimana? Apa kau senang kuliah di sini?” ucap Suho sambil mengacak ngacak rambutnya pelan.

” Ne, Suho oppa bogoshiposeo” Yoeun meraih Suho dalam pelukannya, tapi dengan cepat Suho melepas pelukan itu.

” Bukankah kita sepakat untuk tidak melakukan skinship dikampus?” Yoeun hanya diam, menatap namjachingunya ini bukan kali pertama Suho selalu bersikap dingin pada yeojachingunya.

“Ne, mian oppa” jawabnya lirih, dalam hatinya ia benar benar kecewa.

” Geurae, aku harus pergi, aku ada kelas sebentar lagi” Yoeun memberikan sebuah kotak bekal makanan untuk Suho, setiap hari Yoeun selalu memberikan makanan untuk Suho karena kesibukannya Suho tidak sering makan.

” Gomawo yoeun” Suho mengambil makanan dari Yoeun
” Oh Yo Eun” panggil seorang yeoja bersama ketiga temannya yang kini berjalan mendekati Yoeun dan Suho.
“Kau kuliah di sini, Hye Mi-ah?” tanya Suho.
” Ne oppa,  aku memang kuliah di sini. Kami harus selalu bersama iya kan Yoeun?” Hyemi menatap tajam Yoeun yang masih terkejut dengan keberadaan ia dan temannya.
” Lihat, kau beruntung punya teman seperti mereka. Aku pergi yaa”
Suho melangkahkan kakinya menjauhi Yoeun dan Hyemi. Ia sudah semakin jauh, dan sekarang hanya ada Hyemi dan Yoeun.

*Yoeun POV*

” Eun-ah kau senang bukan kita tetap bersama?” Hyemi mendorong tubuhku keras ke tembok dan ia menjambak rambutku, aku ingin melawan tapi tidak bisa aku hanya bisa diam dengan semua yang mereka lakukan.

” Haera-ya sudah lama kita tidak bersenang senang dengan yoeun, kajja” ucapnya pada salah satu temannya. Mereka membawaku ke sebuah ruangan yang sepi,mengunci pintu dan langsung mendorongku ke lantai.  Hyemi menampar pipi ku sekali,  Aku tidak bisa menahan rasa sakit ini, aku juga tidak boleh menangis karena jika aku menangis mereka akan semakin menyiksaku.

” Hyemi lihat sekarang dia sudah berani memakai make up” Haera mencengkram kedua pipiku kasar, Hyemi menyiramkan air dari botolnya yang sedari tadi ia bawa. ” Lihat saja kalau besok kau masih berani memakai make up” ancamnya dan langsung pergi meninggalkanku.

Aku sudah biasa dengan semua ini, sudah setahun terakhir ini aku hidup dengan semua penyiksaan ini,  sejak aku berpacaran dengan Suho ini sudah sangat biasa untukku, dipukul dihina dan menjadi pembantu karena dengan cara inilah aku bisa melindungi Suho, sekarang ia sudah menjadi member dari grup EXO-K walaupun mereka baru debut tapi Suho sudah sangat terkenal. Aku beruntung sekali menjadi yeojachingunya bisa berkencan dengan Suho.

Aku melihat jam tanganku ternyata sudah jam stgh 11 aku sudah terlambat masuk kelas, aku berlari menuju kelas walaupun kakiku sakit . Setiba di kelas aku duduk di kursi paling belakang, semoga saja kali ini aku tidak sekelas lagi dengan Lee Hye Mi dan Kwon Hae Ra itu.

“Yoeun-ah” suara itu sangat akrab sekali di telingaku, itu pasti Hwayoung dia adalah sahabat kecilku kami berteman sejak sd hampir 10 tahun kami berteman. Aku segera menghapus air mataku yg tanpa aku sadari sudah membasahi pipiku.
” Waeyo?”
” Siapa yg melakukan itu padamu? Hyemi?” Hwayoung menatapku tajam sekali, wajahnya menahan amarah.
” Apa maksudmu?” Ia pasti melihat bekas tamparan Hyemi tadi, babo kenapa aku tidak melihat wajahku terlebih dahulu
” Mau sampai kapan kau diperlakukan seperti ini? Lihat seluruh tubuhmu penuh bekas luka” kali ini ia membentakku ia benar benar marah sekarang.

” Youngie gwenchana kau tidak perlu khawatir. Lihat aku tidak kesakitan bukan?” Aku meraih tangan HwaYoung dan memegangnya, berusaha meyakinkan sahabatku kalau aku baik baik saja.
“Aku sudah cukup sabar dengan mereka berdua, mereka selalu menyiksamu memperlakukanmu seenaknya. Dan Hyemi dia pikir dia siapa dia pikir kita harus takut karena ayahnya Lee Soo Man !” Ucapnya masih dengan nada yang sama.
” Youngie pelankan suaramu nanti semua orang mendengar”
” SHIREO , biar semua orang di sini tahu betapa jahatnya dia”

Tidak berapa lama dosen baru masuk kelas, aku segera mengusir Hwayoung karena kami memang beda jurusan, untung saja dosen datang kalau tidak Youngie akan memarahiku habis habisan. Memang sudah hampir 1 tahun ini hidupku menderita karena Hyemi dan Haera, terutama Hyemi ia selalu mengancamku ia akan meminta ayahnya mengeluarkan Suho dari EXO, awalnya aku tidak peduli dengan ancaman Hyemi tapi tidak tahu bagaimana caranya Hyemi punya foto aku dan Suho oppa bersama, aku bisa bayangkan bagaimana kalau SM mengetahui hubunganku Suho mereka tidak segan segan mengeluarkan Suho oppa.

Tidak terasa kelasku usai juga,aku baru bertemu dia tadi pagi setelah hampir sebulan lebih tidak bertemu. aku merindukan Suho oppa kami hanya bisa bertemu di kampus karena ia sibuk dengan karirnya, aku hanya bisa mendengar suaranya di telepon itu pun kalau oppa sedang tidak lelah atau badmood itupun tidak pernah lebih dari 1 menit. Aku melangkahkan kakiku keluar dari gedung kampusku yang besar, langkahku terhenti melihat Suho oppa sedang mengobrol dengan beberapa yeoja, kenapa ia bisa sesenang itu tapi kenapa jika kami bersama ia jarang tertawa bersamaku seperti itu.
” Oppa” ucapku sambil melangkahkan kakiku mendekati Suho, semua teman oppa langsung menatapku sinis, Suho oppa berjalan santai menghampiriku dan membawaku ke lorong lorong.

” Jangan menyapaku seperti ini di depan teman temanku Yoeun-ah, kau sengaja hah?” Aku terkejut sekali dengan apa yang Suho oppa katakan.
” Apa aku salah menyapa namjachinguku?” tanyaku tak mau kalah.
” Bukan seperti itu, tapi kau tahu”
” Arra, aku tahu kau seorang artis. Kau mau bicara itu kan?” Oppa selalu memakai alasan ” karena aku seorang artis” hal ini sudah sering terjadi, ia bahkan pernah membentakku karena aku menggandeng tangannya di depan teman temannya dulu.
” Kau sudah tahu ? Kenapa kau selalu melakukan lagi, apa kau bodoh?” kata kata bodoh itu membuat hatiku sakit sekali.  Aku memilih diam beberapa saat, menahan perasaanku agar aku tidak menangis di depan Suho oppa.
” Mianhae oppa, aku tidak akan melakukan itu lagi. Jadi kita harus pura pura tidak mengenal satu sama lain? Geurae oppa aku akan melakukannya”
” Ne” jawab Suho oppa dengan cepat.
Aku harus cepat cepat pergi dari Suho oppa aku tidak kuat menahan semua perasaan sakit hati ini, aku benar benar ingin menangis sekarang.
” Ada apa dengan pipimu, merah begitu?” aku terkejut dengan pertanyaan oppa, apa pipiku merah aku memang tidak melihat dulu tadi.
” Gwenchana oppa, sepertinya ini di gigit nyamuk” ucapku berbohong, aku ingin tahu bagaimana rasanya di khawatirkan oleh namjachingu pasti rasanya bahagia sekali bukan.
” Jinjja?” ia menatap jam tangan putih yang melingkar di lengannya.
” Yoeun aku harus pulang aku ada latihan” aku berjalan mendahului Suho aku benar benar kecewa hari ini,
” Yoeun kau mau pulang?” Ia mensejajarkan langkahnyaa denganku
Aku mengangguk cepat ” baik, hati hati yaa” Suho berjalan menjauhiku ia semakin jauh aku sudah tidak melihatnya, air mataku mulai berjatuhan, Suho selalu dingin dan acuh padaku harusnya aku sudah biasa kenapa aku masih selalu menangis.

Suho POV
Hari ini aku latihan dengan member memberku, aku bahkan terlambat karena harus bertemu dengan Yoeun. ” Jadi kita harus pura pura tidak mengenal satu sama lain? Geurae oppa aku akan melakukannya” kata kata itu masih terniang di kepalaku, aku terkejut sekali bagaimana Yoeun bisa bicara begitu di depanku, aku ini namjachingunya bagaimana bisa saling tidak mengenal membuat semangat latihanku hilang saja.

“Hyung waeyo kau sepertinya badmood sekali” tanya Kai yang sudah duduk disampingku. “Kau bertengkar dengan Yoeun lagi” tambah D.O memberikanku sebotol minuman. Aku diam tak menjawab semua pertanyaan mereka dan memilih keluar mengelilingi dorm SM.aku bertemu banyak member SNSD dan Super Junior, aku tidak ada semangat untuk  mengobrol dengan mereka jadi aku hanya menyapa mereka semua. Aku duduk di sebuah bangku taman yang tidak terlalu jauh dari gedung SM, taman ini tidak begitu besar hanya ada beberapa tanaman dan pohon pohon tinggi.

” Oppa” aku segera membalikan badanku mencari sumber suara itu, Krystal tersenyum dan berjalan mendekatiku.
” Apa yang oppa lakukan di sini?” Ia sudah duduk di sampingku sekarang.
“Aniya, tidak ada, kau sendiri?” Aku dan Krystal memang sangat dekat, saking dekatnya semua sunbae dan noona lain sering menyangka kami berpacaran tapi aku hanya mengganggapnya sebagai adik tidak lebih.
” Kau masuklah , dingin di sini” ucapku lembut pada Krystal yang terus memandangiku.
” Shireo, aku ingin di sini dengan oppa”
Aku menatap Krystal heran, apa maksud ucapan dia ini, membuatku menjadi tidak nyaman saja.
” Yak oppa, aku hanya becanda. Jangan diam seperti ini aku benci melihat oppa mengacuhkanku” protesnya sambil memukul bahuku pelan.
” Kajja ga, aku tidak mau melihat kau kedinginan Krystal. Bagaimana kalau kau sakit? ” Aku meraih jemari jemari Krystal dan mengantarnya ke depan dorm F(x)
” Oppa tidak mampir?” tanya Krystal
“Aniyo, aku lelah Krystal lain kali saja”
Akhirnya Krystal masuk ke dalam dorm, aku berjalan kembali menuju dorm aku sempat melihat hpku benar saja banyak sekali pesan dari Yoeun, isi pesan yang selalu sama setiap hari
“Oppa, apa kau sudah makan? Oppa jaga kesehatan aku tidak mau kau sakit”

“Oppa sudah makan sekarang?”

“Oppa kau sedang apa? Bagaimana latihanmu kau lelah bukan? Istirahat dan banyak minum ya oppa”

” Oppa kau sudah tidur? Selamat malam oppa, saranghe”

Benar benar membuatku muak, dia pikir aku anak kecil yang masih diperhatikan. Aku jarang  membalas pesan nya, tergantung moodku saja, aku pikir untuk apa mengabari apapun yang aku lakukan.
Yoeun POV
Sudah seminggu ini aku tidak bertemu dengan oppa, ia tidak pernah kuliah lagi sejak ia memarahiku kemarin. Oppa memang sedang sibuk promosi album nya, aku bisa tahu seluruh informasi dan jadwalnya melalui internet.

“Yoeun-ah, kajja kita makan” Hwayoung menarik tanganku membawaku ke kantin.

” Kau mau pesan apa?” tanya Youngie
Aku beberapa kali melihat daftar menu tapi aku tidak ada niat makan sama sekali.
“Molaa, kau duluan saja”
” Aish kau ini” gerutu Hwayoung, aku tertawa kecil melihat sahabatku ini.

” Itu bukannya Suho?” ucap Hwayoung menunjuk tv besar yang ada di belakangku.
Aku spontan langsung membalikan badanku, itu benar Suho oppa ia sedang di wawancara di acara Strong Heart.

“Suho, apa kau pernah berpacaran?”

“Tidak, aku tidak pernah berpacaran”

” Jinjja? Waeyo?”

” Aku rasa cinta tidak penting untukku sekarang. Aku ingin fokus pada EXO sekarang”

” Arra arra, coba ceritakan tipe wanita idealmu”

” A.. Aku suka wanita yang cantik, putih dan rambut indah. Wanita yang mengerti kesibukanku, mengerti aku, menerima aku apa adanya dan dia tidak cerewet”

” Wah, apa ada seseorang yang sesuai dengan tipe idealmu?”

” Tidak, hanya saja ada yang hampir mendekati tipe idealku”

” Siapa?”

“Krystal Jung”

Aku terkejut sekali dengan wawancara Suho oppa tadi, bagaimana ia bisa dengan terang terang bilang bahwa ia memilih Krystal sebagai tipe idealnya? Lalu aku siapa?  Aku ini yeojachimu oppa ! YEOJACHINGUMU !!!

” Gwenchana Yoeun-ah?” Hwayoung duduk di sebelahku sekarang, ia menepuk nepuk bahuku pelan  seakan ia mengerti perasaanku yang hancur saat ini.

Aku pergi ke toilet untuk membasuh wajahku yang pasti tidak jelas sekarang. Aku sebenarnya ingin menangis di toilet melihat toilet yang cukup ramai jadi aku hanya membasuh wajahku dengan air. Air mataku mulai berjatuhan, aku segera menghapusnya karena di sini banyak orang aku tidak mungkin menangis di sini.

Aku kembali ke kantin, ternyata Hwayoung masih sibuk dengan makanannya dasar shikshin. Aku mengambil hpku dan mengirim smsku pada Suho oppa.Sudah 3 jam aku menunggu balasan oppa tapi tidak ada, ia memang sibuk. Aku tidak perlu pesan yang panjang, aku hanya ingin ia membalas pesanku dan tidak membuatku khawatir itu saja, walapun hanya satu kata setiap ia membalas pesanku ini begitu berarti untukku

Keesokan harinya..
Aku memasuki gedung universitasku ini, semuanya menjadi tidak menarik jika tidak ada suho oppa. Aku berjalan menuju kelasku yang berada di lantai 8 aku memilih menaiki tangga karena lift benar benar penuh pada jam kuliah seperti ini.
Rasanya lelah sekali menaiki tangga ini, ini lebih meleahkan daripada berlari. Ini baru lantai 6 dan aku harus naik 2 lantai lagi, aku tidak ingin kakiku patah nantinya aku duduk di salah satu anak tangga dan memeriksa hpku dari kemarin tidak ada balasan sms dari Suho oppa.
Aku melihat kotak keluarku banyak sekali, setiap hari rata rata aku mengirimi Suho pesan 30 kali.

” Apa yang kau lakukan di sini?” Suara itu, bukankah suara Suho oppa. Aku menaikan pandanganku, menatap Suho  yang sudah ada di sampingku.

” Oppa” spontan aku berdiri dan mendekati dia aku benar benar ingin memeluk oppa sekarang, ia mundur beberapa langkah menjauhi. ” Kau ingin membuatku marah?” tanyanya kasar, saking senangnya aku hampir saja memeluk Suho.
” Kau naiklah ke tangga atas” suho menyuruhku naik ke tangga atas, aku tidak mengerti apa maksud suho ini.
” Mulai sekarang di kampus jika kita berbicara jaga jaraklah dariku, aku tidak ingin orang curiga nanti”

“Ne” jawabku singkat. Aku masih tidak bisa mempercayai apa yang barusan aku dengar.
Suho POV
” Oppa hari ini kau tidak ada jadwal kan? ” tanya yoeun masih di posisi yang sama , 3 anak tangga di atas tempatku berdiri.

” Ani”

” Aku ingin menunggu oppa pulang, bolehkan?”

” Aku pulang jam 7 malam, terserah kalau kau mau menunggu” aku meninggalkan yoeun dan berjalan menuju kelasku.

Jam 20.30
Dosen gila, menyebalkan memberikan test mendadak. Michin membuat aku badmood saja, aku berjalan cepat keluar kelas dan mengedarkan pandanganku ke seluruh sudut mencari yoeun ia pasti menungguku lama sekali, ani tidak mungkin dia pasti sudah pulang mana ada yeoja yang tahan di suruh menunggu lama seperti ini.

Tunggu tapi  Kenapa aku jadi seperti ini? Tiba tiba tidak ingin membuat yoeun menunggu lama seperti biasa , aish mungkin aku lagi kacau karena tugas tugas dosen michin tadi. Itu bukannya Yoeun ” Oppa” yoeun melambaikan tangannya padaku.
Aku mendekati Yoeun ” Ini oppa, kau pasti lapar” Yoeun memberikanku kotak makanan berwarna pink, benar benar menjijikan.
” Tidak usah, aku tidak lapar” aku mengembalikan kotak makanan itu.
” Oppa kau sudah tidak makan sejak tadi, kau pasti lapar. Ini masakan buatanku sendiri”
” Aku tidak mau!” ucapku dengan nada yang sedikit keras, ia hanya tersenyum dan menarik tanganku untuk memegang kembali kotak makanan itu.
” AKU BILANG AKU TIDAK MAU !”  Aku mendorong tangan Yoeun tapi kotak makan itu terjatuh Raut wajah nya benar benar berubah sekarang.
” Waeyo?” tanya nya lirih.

Tatapan macam apa itu, menatapku dengan wajahnya sendunya dan suara yang parau. ” Waeyo oppa?” Nada bicara Yoeun mulai meninggi, dia pikir dia siapa berani berbicara seperti itu padaku.

” YA! Mian aku tidak sengaja tadi, aku juga benci di paksa seperti itu!” Ucapku dengan nada yang sama

” Dan juga kenapa aku harus makan makanan masakanmu? Aku tidak lapar kau ini tidak tuli kan?!”

Yoeun  mengambil makanannya yang sudah jatuh ke lantai dan memasukannya ke kotak bekal itu. Apa yang ia lakukan?

” Apa yang kau lakukan?” aku mengambil kotak makan itu kasar dan membuangnya ke tempat sampah.
Air mata terus mengalir membasahi pipinya, apa aku keterlaluan tadi? Tidak, suruh siapa dia memaksaku makan masakannya.

Beberapa saat ia tidak menjawabku dan memilih duduk di anak tangga sambil memegangi lututnya, suara tangisannya sangat jelas sesekali Yoeun mengusap air matanya.
” Masakanku tidak seburuk itu oppa” ucapnya.

Aku memang sering membuat Yoeun menangis, tapi aku tidak pernah melihatnya sampai melakukan hal tidak masuk akal seperti itu memungut makanan dilantai seperti orang susah saja. Apa apaan dia itu, sengaja membuatku tidak enak seperti ini. Kenapa aku menyesal sekali sekarang, tapi aku benar benar tidak sengaja, makanan itu terjatuh bukan aku yang membuangnya

” Yoeun, mianhae aku sedang kesal saja tadi.uljima! Kajja kita pulang!” aku menarik tangannya menyusuri jalan keluar gedung ini.
Setiba di depan aku melepas genggaman tangan kami, di tempat parkir sudah ada van SM yang menungguku.
” Yoeun aku pulang”

” Lalu aku bagaimana oppa? Ini sudah jam 10″

” Aku sudah meminta supir untuk mengantarmu, aku tidak bisa mengantarmu sekarang. Mian”. Ucapku berbohong

Kenapa tatapannya seperti itu lagi? Aku tidak mau mengantarnya karena aku sudah janjian dengan Krystal untuk makan bersama, aish aku takut Krystal marah.

” Apa oppa tidak khawatir?”

” Khawatir untuk apa? Supirku akan menggodamu begitu? Kau ini berlebihan sekali.. Tenang saja supirku tidak akan macam macam padamu aku bisa menjaminnya” jelasku panjang lebar
Kenapa Yoeun menatapku tajam seperti itu? Aku kan sudah memastikan ia akan baik baik saja tapi dia masih diam saja.
” Aku pulang, annyeong” aku meninggalkan Yoeun tanpa menatapnya lagi.
Aku menatap jam tanganku sudah jam 11.00 Krystal pasti sudah pulang.

Dorm SM
Aku mengetuk pintu dorm F(x), Victoria membuka pintu.
“Suho-si ada apa?” tanya noona padaku, ia memang ramah dan baik pantas saja banyak yang menyukai noona ini.
” Ah, ani noona maaf aku mengganggumu malam malam. Ada Krystal?” tanyaku to the point.
” Tidak, Krystal sudah pulang tadi ke rumahnya bersama Jessica. Wae?”
” Anniyo, aku ingin bertemu dengannya noona” Victoria tersenyum jahil padaku.
“Kau menyukainya Suho?”
” Mwo?? Ani noona, aku tidak menyukainya kau jangan salah paham, dia hanya yeodongsaengku noona”
” Aigoo kau ini, awas ya sampai kau menyukainya hahaha”
” Tenang noona, aku tidak akan pernah menyukainya hahaha”

Tidak berapa lama mengobrol dengan Victoria, aku pulang ke rumah ini sudah jam 2 pagi, benar benar lelah sekali hari ini.
Aku melihat hpku ada banyak panggilan dan sms, ini semua pasti dari Yoeun aku menghapus semua pesannya tanpa membaca lebih dahulu.

Krystal POV
Aku mendengar semuanya yang dibicarakan Victoria unnie dan Suho oppa.

“Kau menyukainya?
“Ani noona, aku tidak menyukainya kau jangan salah paham, dia hanya yeodongsaengku noona”
” Aigoo kau ini, awas ya sampai ku menyukainya hahaha”
” Tenang noona, aku tidak akan pernah menyukainya hahaha”

Aku tidak akan pernah menyukainya, inikah semua balasan yang aku terima sesudah 1,5 tahun menyukai oppa? Sejak kejadian itu aku memang sengaja menghindar dari Suho  oppa, aku ingin menenangkan perasaanku bukan karena aku marah pada oppa tapi aku butuh waktu untuk sendiri. Oppa sering menghubungiku tapi aku tidak pernah menjawabnya, aku juga sudah tidak tinggal di dorm dan memilih pulang ke rumah setiap hari.

Hari ini aku mengisi sebuah acara , bersama EXO juga aku diam di ruang make up melihat seluruh memberku sudah tampil sempurna sekarang, mereka meninggalkan aku satu persatu.
” Krys-ah kajja kita keluar” Sulli mengapit tanganku mengajakku keluar, aku terpaksa mengikuti Sulli. Kami berjalan ke ruang tunggu, aku menyapa mereka satu persatu. ” Krystal” panggil D.O oppa padaku.
” Waeyo oppa? Kenapa kau menyapa semua orang di sini kecuali Suho?” aku kaget dengan pertanyaan D.O oppa, ia mengamatiku sampai segitunya. Bagaimana ini? Aku harus jawab apa, semua orang menatapku sekarang.
” Aigoo sepasang kekasih sedang bertengkar” bisik Luna padaku.
” YA ! Aku bukan yeojachingunya dan kami tidak akan pernah berpacaran” pekikku kesal lalu meninggalkan ruang tunggu dan kembali ke ruangan make up. Untung kami tampil sebagai bintang tamu terakhir jadi aku bisa tinggal di sini dulu sebentar.

Aku melihat hpku, membaca semua pesan dari Suho oppa.

To: Krystal
Jung, apa kau marah? Mian, tadi aku banyak tugas dari dosen. Jeongmal mianhye

To: Krystal
Jung kau masih marah? ;(

To: Krystal
Jung-ah jangan seperti ini padaku, aish kau kekanak kanakan sekali.

Sebenarnya untuk apa aku marah pada oppa? Untuk apa juga aku mengacuhkannya, ini bukan salah oppa kalau dia tidak menyukaiku. Geurae hari ini aku akan minta maaf pada Chanyeol oppa.

To: Suho oppa
Oppa, bisa kita bertemu sepulang dari sini?

To: Krystal
Ne.

Setelah tiba giliranku menyanyi, aku menyusuri setiap ruangan di sini untuk berpamitan. ” Oppa, annyeong”. Aku membungkukan badanku memberi salam pada member member grup lain yang melewatiku.
Aku berjalan menuju gedung belakang, karena itulah tempat yang tepat untuk berbicara dengan suho oppa.
To: suho oppa
Oppa aku menunggumu di gedung belakang.

Tidak berapa lama aku melihat suho oppa sedang berjalan ke arahku.
” Oppa” aku berjalan menghampirinya.
” Jung ada apa?” tanyanya dengan wajah penasaran. Wajahnya lucu sekali kalau ia serius seperti ini.
” Haha, oppa wajahmu lucu sekali”
aku mencubit kedua pipi suho, babo sekarang jantungku berdegup kencang sekali. Aku segera melepas tanganku dari pipinya. Oppa hanya diam menatapku dari tadi.
” A.. ani oppa, mian aku sudah menjauhi oppa”
” Oh, gwenchana jung aku harusnya yang meminta maaf. Jadi kau sudah tidak marah kan?”

Aku mengangguk, akhirnya masalahku dan oppa selesai. Suho mengacak ngacak rambutku dan tersenyum, senyuman yang manis sekali. Bagaimana aku tidak mencintainya kalau dia terus bersikap baik dan tersenyum seperti itu.

 Yoeun POV

Hari ini aku dan Hwayoung menonton Music Bank, aku datang untuk melihat  Suho sudah lama kami tidak bertemu, awalnya Hwayoung tidak mau ikut tapi karena aku bilang di sana ada SHINee akhirnya dia mau, dia memang sangat menyukai SHINee terutama Onew.

EXO K tampil di tengah acara, Suho tampan sekali dengan celana biru tua dan kemeja birunya, rambutnya juga sudah di cat berwarna coklat tua. Betapa beruntungnya aku punya namjachingu seperti dia.Aku yakin Suho tahu aku datang, aku memang berada di posisi paling depan, karena dia sempat melihatku sekilas.  selesai acara Music Bank aku tidak langsung pulang karena aku ingin bertemu dengan Kris dulu, aku mengelilingi gedung yang sangat besar ini, sudah sejam aku mencarinya di mana mana tapi tidak ada.

Aku memutuskan untuk menunggu oppa di belakang, agar tidak ada yang melihat kami. Aku melihat seorang yeoja, tunggu itu bukannya oppa dan yeoja itu bukankah itu Krystal, apa yang mereka lakukan. Aku memutuskan bersembunyi di dinding untuk melihat mereka. ” Oppa kau merindukan aku?” tanya Krystal sambil melipat kedua tangannya, oppa hanya tertawa kecil. Apa apaan Krystal, cih yeoja tidak tahu malu. Awas saja kau Krystal Jung!

” Tentu, aku sangat merindukanmu” Suho menarik Krystal dalam pelukannya, Krystal tersenyum malu dan membalas pelukan Suho. Drama apa ini, DEG ! Rasanya hatiku ditusuk seribu pisau sakit sekali, apa selama ini Suho memang menyukai Krystal ” Oppa, apa yang kau lakukan? ” Aku benar benar marah sekarang aku berjalan ke arah mereka, mereka dengan segera melepas pelukannya.

Aku menatap Krystal tajam, ia tampak bingung dan menoleh ke arah Suho yang sama terkejutnya.  ” Siapa kau?” tanya Krystal dengan tatapan yang tajam, ” naega, aku ini” belum selesai bicara oppa menutup mulutku dengan tangannya. ” Krys kau pulanglah aku ada urusan” ucap oppa membawaku menjauhi Krystal. ” Ani oppa siapa yeoja ini?” Krystal menahan sisi lain tangan Suho.

Aku muak, apa yang akan di lakukan Krystal lagi. ” Oppa siapa dia?” tanyanya sedikit memaksa.
” Jungie, kau pulang sudah malam. Lihat ini hampir jam 3 pagi”
“Jungie?” Panggilan macam apa itu? aku ingin sekali bicara tapi oppa masih menutup mulutku.
” Ani aku tidak akan pulang sampai oppa bilang siapa dia” Krystal menunjukku, tidak sopan sekali dia walau kami seumur harusnya dia bisa sedikit menjaga kelakuannya bukannya dia artis, lihat saja aku akan sebarkan berita ini di internet.

Suho diam beberapa saat, wajahnya terlihat gelisah. Ia pasti sedang mencari cara untuk menyuruh Krystal pergi dari sini. Suho oppa melepas tangannya dari mulutku, ” Krystal-ah dia itu” Chuu~ tiba tiba Krystal mencium bibir Suho di depan mataku sekarang. Seperti di bakar rasa cemburu, Aku mendorong Krystal, dorongan yang sangat keras sampai ia jatuh..

“Krys mian” ucapku sambil berusaha membantu Krystal berdiri.
” Apa yang kau lakukan? ” Suho malah balik menepis tanganku saat ingin membantu Krystal.
Aku terkejut sekali Suho menepis tanganku seperti ini , memang tidak sakit tapi aku tidak bisa percaya oppa yang aku kenal berani sekasar ini padaku
Krystal menatapku tajam sekali, ia pasti marah dengan apa yang aku lakukan tadi padahal sungguh aku tidak sengaja itu hanya karena aku terlalu kesal pada mereka berdua  ” Jangan dekati oppaku” “Mwoo? Kau pikir kau siapa?” tanya Krystal tak mau kalah, ” Kau masuklah Jung” tambah Suho oppa. ” Shireo oppa” bantahnya.
” MASUK” Suho  oppa membentak Krystal sama seperti ia biasa membentakku. Krystal masuk ke dalam, setelah Krystal sudah tak terlihat lagi.

Suho oppa berjalan mendekatiku menatapku tajam dengan tatapan elangnya, lucu sekali ia yang salah tapi oppa juga yang marah. Mataku panas sekali rasanya menahan air mata dari tadi.

” Pergilah dari sini, kau keterlaluan sekali. Sejak kapan kau menjadi yeoja kasar” ucapnya masih dengan tatapan yang sama

Kata kata itu menghancurkan semua pertahananku, air mataku mulai berjatuhan. Bagaimana ia bisa membiarkan aku menangis seperti ini.

” Oppa, kau keterlaluan sekali selama ini kau anggap aku apa? Aku selalu menuruti semua permintaanmu, aku sangat mencintai kamu. Tidakkah kau tahu itu oppa?” Dan sekarang kau membiarkan yeoja lain menciummu seperti tadi di depan mataku, aku ini yeojachingumu oppa ! YEOJACHINGUMU!! ” Aku memang sengaja menegaskan dengan kata yeojachingumu

” Aku lelah oppa, kau selalu tidak menghargai dan mengganggap aku ada. Sampai kapan kau mau meperlakukan aku seperti ini oppa? Aku ini yeoja, aku tidak akan tahan jika diperlakukan seperti ini terus”

” Dengar ya Oh Yoeun, terserah aku jika aku berhubungan dengan yeoja lain atau aku melakukan skinship dengan mereka mereka hanya temanku. Apa aku pernah melarangmu dekat dengan namja lain?”

” Tapi aku ini yeojachingumu oppa” aku sedikit membentaknya, ia hanya tersenyum sinis.
” Kau ini jangan terlalu mengatur hidupku ya, kau pikir kau ini sudah menjadi istriku apa, harusnya kau sadar apa pekerjaanku, aku ini seorang artis pasti aku akan dekat dengan banyak yeoja lain, kau harusnya mengerti aku, kalau kau tidak bisa menerima pekerjaanku, kita sudahi saja”
Sakit sekali, apa yang dikatakan oppa sangat menusuk sekali.tangisanku semakin menjadi jadi.

” Apa ciuman itu juga pekerjaanmu? Apa kau bekerja untuk dicium yeoja lain iya begitu? Terserah kau saja oppa” aku melangkahkan kakiku menjauhi oppa, perasaanku benar benar hancur sekarang.
” Kau mau pulang?” Suho oppa menarik tanganku
Aku menatapnya dengan bayangan yang sedikit buram, pandanganku tidak jelas karena mataku terus mengeluarkan air mata.
” Aku akan pulang bersama Hwayoung” aku melepas kasar tangan Suho dari tanganku dan berjalan meninggalkannya.

Annyeong chingu ^^

Gimana ceritanya rame gak? Semoga kalian semua suka ya J

Ini semua murni 100% ideku, Jangan bosen baca fanfiction aku yang ini dan kelanjutannya ya!!

Aku harap comentnya diatas 50 deh L

Makasih yang sekarang kalian udah baca fanfiction aku, jangan lupa tinggalan komentar !! Gomawo ^^

9 pemikiran pada “Not Over You (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s