Please, Stop The Time (Chapter 3)

Title : Please, Stop The Time (CHAPTER 3)

Author : Hayamira (HayashiMirai)

Genre : Romance, Friendship, Married Life Story

Rating : PG-15

Length : Chaptered

Cast :

Jung Na Eun/Nana (OCs)

Kris (EXO-M)

Oh Se Hun (EXO-K)

 

[PROLOG]  [CHAPTER 1]  [CHAPTER 2]

PSTT

#NANA POV#

 

“Saranghae…”

Mimpi itu, indah sekali. Seseorang mengatakan ‘SARANGHAE’ kepadaku dan berbaring disampingku, menggenggam tanganku seakan-akan tidak mau melepaskanku. Tapi, siapa dia?

 

Kenapa pikiranku Ke Kris …. atau Se Hun ?

Entahlah.

 

“Dimana ini?”

Aku di kamarku. Tunggu dulu, tadi malam aku di kamar Kris, kan? Kenapa aku dikamarku. Aku bangkit tergesa-gesa ke kamar Kris. Belum sampai aku dikamarnya, Dia sudah keluar dari kamarnya.

 

“Kau sudah bangun?”ujar kris.

“kau baik baik saja? Kau tidak menggigil lagi?”
“Aku?”

Aku mengangguk, memperhatikan keadaannya.

“Gwaenchana. Kau sendiri?”katanya menunduk melihatku,
“Seharusnya aku yang berkata seperti itu, tadi malam kau….sakit”

“Oh Ya? Aku merasa sehat sehat saja”

 

Apa katanya? Sehat? Oh Tuhan, apa yang terjadi dengan dia, tadi malam sakit sekarang malah mengatakan dirinya sehat? Aku hampir saja mati melihatnya tadi malam.

“Jangan bercanda. Aku hampir gila melihatmu tadi malam”

“Aku tidak merasa kedinginan, justru sangat hangat dan nyaman” Aku mengerutkan dahi, maksudnya? Apa karena sakitnya jadi dia lupa ingatan?

 

“Kita tidur seranjang tadi malam”ujarnya datar namun tersenyum menggoda.

 

Apa? Oh, mukaku pasti merah sekarang. Seingatku aku tidak tidur, hanya duduk di tepi ranjangnya. Tidak berbaring di ranjangnya.

 

Kris tersenyum. Dia menurunkan kepalanya persis didekat telingaku, dan berbisik

“Terima Kasih untuk tadi malam “katanya. Aku terpaku di tempatku berdiri sekarang, tidak mengerti dengan perkataan Kris, dan lamunanku buyar ketika Dia, Kris, langsung mencium pipiku dan tersenyum, lalu pergi meninggalkanku yang memegang pipi.

 

***

“Jung Na Eun”panggil seseorang. aku menoleh ke arah belakang, ternyata Manajer Jung memanggilku. Aku memberikan isyarat dengan mengangguk, lalu meninggalkan pekerjaan yang sedang kukerjakan.

 

“Permisi”ujarku masuk ke ruangan manajer Jung. Manajer Jung mempersilahkanku duduk.

“Kalau boleh saya tahu, ada keperluan apa Manajer memanggil saya?“kataku penasaran. Manajer Jung tersenyum.

 

“Na Eun, kita punya project baru”kata Manajer Jung membuka percakapan. Aku mendengarnya dengan seksama. Project Baru? Senyumku pun berkembang, terdengar menarik.

“Project ini cukup besar, karena Design Interior kita diminta untuk mendesain interior dan tatanan ruang dari sebuah entertaintment besar, SM Entertaintment. Kau tahu SM Entertaintment?”tanya Manajer Jung. Aku berpikir sesaat, lalu menggelengkan kepala.

 

“Tapi untuk percobaan, kita diminta mendesain ruang kerja salah seorang komposer musik terkenal. K-Li”Manajer Jung bercerita dengan sangat bersemangat.

 

K-Li? Aku tidak tahu siapa dia. Aku jarang mendengarkan lagu-lagu SM ent, kecuali lagu BoA dan Dong Bang Shin Ki, itupun karena mereka telah debut di Jepang, jadi aku tahu siapa mereka.

 

“Sudahlah, kalau aku bertanya kalau tahu K-Li pasti tidak tahu. Intinya, kita diminta mendesain ruangan K-Li sebagai permintaan. Kalau K-Li puas, maka proyek besar itu akan kita dapatkan. Maka dari itu, Aku memintamu ke SM Ent, lebih tepatnya untuk menemui K-Li. Aku tahu, kau yang bisa menangani masalah seperti ini”ujar Manajer Jung.

 

Aku mengangguk, dan Manajer Jung memberiku alamat kantornya. Segera, aku pergi ke kantor K-Li itu.

 

***

#AUTHORPOV#

 

“Kita akan bertemu suatu saat nanti di masa depan…. Ini tanda pertemanan kita, yang akan membuat kita bertemu”

 

“Gadis kecil, kau dimana sekarang? Aku ingin bertemu”ujar kris memandang jendela. Tangannya memegang liontin berbentuk setengah bunga kelopak empat. Kris memngamati mata kalung yang selalu dia pakai tersebut.

 

“Kris-ssi,”panggil seseorang sambil masuk. Kris tidak memerdulikan orang yang masuk.

 

“Kris ya! Ada sesuatu yang ingin kubicarakan”

“Ada apa, Krystal?”kata Kris sambil duduk dikursinya. Kris menunjukkan ekspresi yang sangat malas didepan Krystal.

“Eh, kau memakai kalung?”kata Krystal memerhatikan kalung yang digunakan Kris. Kris mengangguk, lalu memberikan Krystal sekumpulan kertas

 

“Ini lagumu, itu kan yang mau kau ambil?”

“Aigo~ Jangan jutek seperti itu. Kau tidak pernah berubah. Kau punya waktu besok? Ayo kita makan malam bersama, aku akan masak denga..”
“Aku tidak ada waktu”kata Kris menyela pembicaraan Krystal, membuat krystal jengkel dan cemberut.

“Aku permisi dulu, da, Kris”kata Krystal yang sudah tidak nyaman di kantor Kris. Kris memandang cuek Krystal yang keluar dari kantornya.

 

Trtt, telepon di kantor Kris berbunyi.

“Ya?”

“Orang dari Design and Built Factory sudah datang”
“Oh, suruh dia masuk. Aku sudah menunggu dia”

“Baik”

 

Kris menutup teleponnya. Matanya kembali ke matakalung yang dia pakai. Kris sadar, dia sudah menyia-nyiakan kesempatan untuk menanyakan nama pada gadis kecil yang memberikannya kalung itu.

 

“Jangan sedih, ini….Liontinku aku berikan setengah padamu. Kita akan bertemu lagi….”

 

 

***

#NANA POV#

“Nona, K-Li menyuruh anda masuk” kata receptionist itu. Aku membungkukkan badanku, tanda terima kasih dan berjalan memasuki kantor itu.

Ternyata, SM entertaintment itu megah sekali. Aku baru tahu. Tapi, bagian mana ya? Ah, bodohnya, aku lupa menanyakan dimana kantornya. Kantor ini, kan besar sekali. Aku bisa-bisa tersesat seperti di Hutan.

“Nana?”panggil seseorang. Aku menoleh. Se Hun berjalan kearahku, aku tersenyum melihatnya. Syukurlah, ada seseorang yang setidaknya aku kenal disini.

“Yokatta… Se Hun”kataku.

“Apa yang kau lakukan?”katanya lagi. Aku menunjukkan kartu nama K-Li.

“Ini, aku mencari orang ini. Dimana kantornya? Aku bingung”kataku sambil mengedarkan pandangan. Dan tawa Se Hun pun meledak melihatnya. Aku melihat Se Hun, apa yang salah?

“Kau benar-benar tidak tahu siapa orang ini?”tanyanya sambil tertawa. Aku menggeleng,

“serius aku tidak tahu. Namanya saja baru kudengar beberapa jam yang lalu. Se Hun, jangan menertawakan aku” bisikku ke Se Hun, karena tawanya sukses membuatku dan Se Hun jadi bahan perhatian.

 

“baik-baik. Naik lift ke lantai 8, lalu belok Kiri ketika keluar dari lift, lalu terus. Kantornya gampang ditemukan, kok”kata Se Hun memberiku petunjuk, namun tetap tertawa. Aku tertunduk malu , lalu membungkuk dan naik lift ke lantai 8.

 

Sampai. Lalu belok kiri, ah itu ya? Kentara, K-Li Office. Sepertinya yang aku akan hadapi ini orang yang dingin dan agak perfeksionis. Kenapa? Entahlah. Hanya feelingku saja.

 

“Masuk”

 

Seorang laki-laki duduk menghadap ke jendela. Sepertinya dia K-Li, di mejanya ada namanya. K-Li.

“Permisi, saya orang dari Design and Build Factory”kataku sambil masuk dan menutup pintu. Aku masih berdiri di depan pintu.

Laki-laki itu memutar kursinya menghadapku, dan…….

 

“Nana?”

Laki-laki ini memanggil namaku, Nana. Aku melihat dengan seksama, tidak mungkin, dia… Kris? Kris suamiku? Kris… dia kris, hey apa dia asisten K-Li? Tidak, bagaimana bisa asisten duduk di meja atasannya. Tapi, apa benar dia, Kris… itu K-Li?
“Kris? Kau… Kris kan?” Wajah kris tak kalah kagetnya denganku.

 

“Hoho… jadi kau bekerja di Design and Bulid Factory, ya. Duduklah”kata Kris mempersilahkanku duduk.  Duduk, namun masih kaget dan heran.

 

“Kau ini… K-Li ya?”tanyaku masih kaget. Kris mengerutkan dahinya

“Sudah berapa lama kau hidup denganku? Masa namaku saja kau tidak tahu”

“Tapi aku tidak tahu kalau nama mu itu K-Li. Setahuku, Kris. Aku tidak pernah tahu namamu itu K-Li”kataku

 

“Seharusnya kau mengetahui namaku, nama apapun itu.. Apa kau tidak pernah melihat kartu namaku,? ”ujar Kris memalingkan wajah dariku.

 

Aku ini , kenapa bisa tidak tahu nama Kris sendiri. Seharusnya, kan aku tahu. Secara status dia itu suamiku, penekanan, suamiku sendiri. Aku tidak berani melihat Kris.

Aa~ rasanya aku ingin menangis sekarang. Orang macam apa aku ini, bodoh!

 

“Sudahlah. Angkat wajahmu”kata Kris. Aku mengangkat wajahku,

“Maaf. Mianhae-yo”kataku pelan. Kris mengangguk. Suasana menjadi sangat canggung. Dengan mengambil napas panjang, aku mengambil sketch book andalanku dari tasku

 

“Kris, eh maksudku K-Li”

“Kris saja, tidak usah terlalu formal”

“Iya, Kris, sesuai dengan apa yang kau inginkan, silahkan kau memilih tema apa yang kau inginkan untuk ruanganmu”kataku menyodorkan ke Kris sketchbook ku. Kris melihat dengan seksama,sesekali dia membalik halamannya.

 

“Wow, Keren sekali gambarmu, Nana. Ternyata kau seorang arsitek ya, hebat”ujar Kris sambil melihat karya-karyaku. Apa katanya? Bisa diulangi? Aku tidak mendengarkannya? Aku dipuji?

 

Wajahku pasti sangat merah sekarang mendengar pujian Kris.

“Aku mau ruangan yang terkesan minimalis, tapi nyaman dan dapat membuat orang betah, hanya itu”katanya menutup sketch Book ku. Aku mengangguk lalu mencatat pada notes yang kubawa dari kantor

“Ada lagi?”

“Semuanya kuserahkan padamu. Detail ruangan ini kau minta dirumah saja.”

 

Aku mengangguk setuju.

“Kau bisa pulang kalau kau mau…”kata Kris. Aku menggeleng

“Aku ingin mengukur luas ruangan ini ada di ruangan ini”

“Kau bisa?”

“Its my job, tentu saja aku bisa” kataku tersenyum lebar, lalu mengeluarkan alat meteran, namun tangan Kris mencegahnya

 

“duduklah”tariknya dan menyuruhku duduk. Kris lalu keluar sebentar, dan kembali lalu tersenyum kepadaku. Datang seorang OB membawa minuman, lalu menyerahkannya padaku. Tanpa disuruh, OB itu mengambil meteran dan mengukur ruangan ini.

 

“Kenapa…kau”kataku sambil melihat OB itu, yang sekarang memanjat untuk mengukur tinggi tembok

“Aku tidak mungkin diam melihatmu memanjat seperti itu, kau perempuan”

Bisa kupastikan wajahku lagi-lagi memerah, aku menunduk menyembunyikannya.

 

Trrrtttt

“Halo?”

“Halo? Nana?Aku Se Hun”

“Se Hun?”

“Iya… Ada yang ingin kubicarakan, apa kau sibuk sekarang?”

 

Aku memandang Kris, Kris mengangguk saja

“Tidak, kenapa memangnya?”

“Err… Aku ingin mengajakmu ke sebuah acara”

“Oh Ya? Acara Apa?”

“Aku…Ingin mengajakmu ke pesta… pesta dansa. Aku mau kau jadi pasanganku ke pesta itu”

 

Aku terdiam… Pesta… Dansa…Gaun…

“EEHH?”

 

Kris terlonjak melihatku tiba-tiba berteriak melihatku. Aku menutup layar ponselku dengan tanganku,

“Kris, Se Hun mengajakku ke pesta dansa” Kris terlihat kaget, lalu mendesah pelan. Kemudian dia mengangguk

“Hanya pesta kan? Tidak apa-apa”katanya. Namun, dia tampak tidak ikhlas.

 

“Se Hun, kapan pestanya?”

“Sebentar malam jam 7.. Aku tidak memaksa ….Kau mau?”

“Baiklah, hanya menemanimu, Kan? Setuju”

“Aku jemput dimana?”

“Dirumah saja, Oke?”
“Baik. Terima kasih”

“Sama-sama”

 

Aku menutup sambungan telepon, lalu memandang Kris yang terlihat sedih dan marah.

“Kau tidak apa apa?”tanyaku, Kris menngangguk pelan. Aku pun mengangguk pelan.

 

Suasana jadi canggung sekali. Aku terdiam duduk memikirkan pesta dansa sebentar malam, dan Kris hanya termenung duduk disampingku dengan pikirannya sendiri. Aku melirik jam tanganku, astaga sudah jam 3 sore.

“Kris, aku pulang dulu tidak apa apa?”tanyaku seraya bangkit tiba-tiba.

“Tidak mau kuantar?”

“Oh, Tidak usah”kataku mengelak, menerima meteran dan kertas yang berisi ukuran properti ruangan Kris dari OB itu.

 

“Aku pulang ya?”pamitku. namun, Kris malah menarik tanganku dan menatapku dalam. Aku termenung menatapnya.

“Hati-hati, Nana” kata Kris mengacak-acak rambutkku. Dia tersenyum. Dan secara refleks aku pun tersenyum membalasnya.

 

#AUTHOR POV#

 

“Hai Kris”

 

 

Krystal duduk di sofa ruangan Kris, memegang dua buah undangan.  Kris masih saja berdiri menatap Krystal

“Apa itu”tanya Kris menunjuk undangan di tangan Krystal. Krytal menyodorkan undangan tersebut ke Kris. Kris menerima dan membacanya…

“pesta Dansa hari ini jam 7 malam….”

“Ya. Dan harus membawa pasangan”Sambung Krystal.

 

Kris mematung mendengar harus membawa pasangan.

“Se Hun juga diundang?”

“Tentu saja… Kau ini, rekan kerjamu sendiri kau lupa”ujar Krystal berdiri. Kris menyesali keputusannya memperbolehkan Nana pergi dengan Se Hun. Sekarang, Se Hun akan berpasangan dengan Nana. Sementara dirinya, yang jelas-jelas suami Nana, tidak bersama Nana. Bodohnya Kris…

 

“Aku juga belum mendapat pasangan…kalau kau mau kau bisa pergi bersamaku”kata Krystal merangkul tangan Kris.

“Yasudah”jawab Kris, melepaskan rangkulan Krystal dan meninggalkannya keluar ruangan.

 

“Sial”umpat Krystal memandangi sosok Kris pergi.

 

***

6.15 PM

Kris merapikan kerah kemeja dan dasinya. Sekali lagi, Kris mematutkan bayangannya dicermin, melihat apakah ada yang kurang dari penampilannya malam ini. Kemeja Biru gelap dipadukan dengan rompi kain Putih dan dasi putih, lalu celana panjang biru gelap dan sepatu putih. Sempurna. Ditambah Rambut cokelat terangnya yang diatur rapi namun tetap meninggalkan kesan funky, membuat penampilannya sempurna.

 

Namun, ada sesuatu yang membuat Kris tidak nyaman malam ini. Kris mengumpat dirinya yang harus pergi dengan Krystal, yeoja yang sangat menyebalkan. Sebaliknya, Kris sebenarnya berharap dia pergi dengan Nana, yeoja yang selama ini dia anggap menyebalkan, namun akhir-akhir ini dia menyadari sesuatu….

 

Nana tidak menyebalkan. Nana menyenangkan. Kris…menyukai Nana

 

“Sial!”umpat Kris pada dirinya sendiri, mengingat kejadian tadi siang dikantornya. Dan itu membuatnya panas.

 

Kris mengambil kunci mobilnya dan beranjak keluar dari kamarnya. Krystal pasti sudah menunggunya. Kris berjalan keluar kamar, baru hampir mencapai pintu utama Rumah, namun tangannya terhenti mendengar suara langkah kaki seseorang mendekat.

 

“Kris” Kris menoleh, Nana yang memanggilnya. Kris ternganga melihat penampilan Nana malam itu.

 

Terusan Gaun biru gelap berbahan silk dengan model yang simpel dan sederhana, tanpa lengan, dan model melebar dibagian bawahnya. Dihiasi obi putih membuat manis gaun tersebut. Rambut Nana dikepang longgar. Simpel dan klasik tapi terkesan high-class.

 

Riasan wajah Nana tidak menor. Nana hanya memperjelas garis wajahnya, dengan eyeliner yang tipis danh blush on merah muda yang membuatnya tampak manis. Bibirnya teroler lipgloss pink alami. Benar-benar natural. Sepatu high heels 5 cm berwarna putih serasi dengan obinya. Kris menatap Nana yang sedang melihat Kris, tanpa berkedip.

 

Cantik sekali, dia sangat cantik… gumam Kris

 

“kenapa melihatku seperti itu?”Tanya Nana merasa Kris melihatnya “aneh”. Kris mengerjapkan matanya. Yang dihadapannya bukan Nana. Yang dihadapannya adalah gadis lain.

 

“Siapa…kau?”
Nana mengernyitkan dahinya.

“Nana. Aku Nana, Jung Na Eun”

 

#NANA POV#

 

Kenapa Kris melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dengan pakaianku? Dandananku?

Mataku menelusuri penampilannya.  Setelan kemeja biru laut yang dipadukan rompi dan dasi putih, lalu celana panjang yang senada dengan kemejanya juga sepatu putih. Dia…tampan sekali.

 

Aku dan kris masih saling melihat dan memerhatikan. Ada sebersit rasa kecewa yang muncul dihatiku, aku tidak pergi bersamanya. Tapi aku juga tidak tahu dia mau kemana. Mungkin ada pesta lain. Sepertinya begitu.

 

Suasana pun canggung. Aku menarik napasku, biar aku yang memulai percakapan.

 

“Kris”

“Nana”

 

Kami bersamaan saling menyapa. Aku tertawa,

“Kau duluan saja, kris” kataku. Kris menggeleng

“Ladies first”katanya

“kau saja”

“Nana First”

“Kris First”

“I Say Nana”

“Kau saja”

“Baiklah, aku mengalah”

 

“Tapi tampaknya kau membutuhkan sesuatu, sampai memanggilku”ujarku tanpa sadar. Astaga, aku ini apa-apaan. Kris masih saja terdiam. Sedetik kemudian, dia tersenyum. Senyum yang sangat tulus dari hatinya. Senyum yang…tidak pernah kulihat sebelumnya.

 

“Kau…Beda dari yang biasanya”kata Kris tersenyum.

 

Aku menunduk. Wajahku pasti memerah, bukan, pasti pucat.

“Kau…Cantik” ujar kris lagi, memegang tengkuknya namun tidak melihat kearahku. Ini hanya perasaanku saja atau memang Kris salah tingkah?

 

“Kau juga berbeda”ujarku tersenyum. Wajah Kris tiba-tiba menegang dan sebersit warna merah muncul dipipinya. Pipinya merona. Ini…. perasaanku atau memang pipinya merona?

 

“Kau baik-baik saja?”kataku berjalan mendekat. Kris menggeleng

“iya, aku sudah harus pergi. Bye” kata Kris pergi. Aku memandangnya heran. Kris kenapa? Aku baru saja melihatnya bertringkah seperti ini. Sungguh.

 

Lamunanku buyar sampai kudengar suara mobil yang meninggalkan rumah. Itu pasti Kris.

 

Trrt….

“Ya, Halo?”

“Nana, kau dimana? “

“Dirumah. Mmm, kenapa?”

“Aku sudah ada didekat rumahmu”

“Oh, Haha. Maaf, aku akan segera keluar”

“Baiklah. Sampai bertemu”

 

#AUTHORPOV#

 

“Wah, ramai ya”kata Krystal. Kris mengangguk. Ballroom pesta malam itu sangatlah luas dan besar. Red carpet terbentang sepanjang jalan masuk ke ballroom tersebut. Sebelum ke ballroom, ter;ebih dahulu ada sebuah ruangan panjang yang menghubungkan antara taman luar dan ballroom. Suasana klasik nan minimalis memenuhi ruangan tersebut, ditambah dengan rangkaian bunga yang berjejeran sepanjang dinding ruangan itu.

 

Ternyata, banyak wartawan yang datang. Pesta ini sekaligus pesta perayaan ulang tahun SM Ent. Otomatis, banyak yang datang dan banyak wartawan ingin mengabadikan momen ini. Barusan saja Kwon BoA lewat di Red Carpet. Penampilannya mewah dan berkelas.

 

Kris memandang kosong kearah red carpet tersebut, namun sosok Oh Se Hun langsung menyita perhatian Kris. Wanita yang menggandeng Oh Se Hun yang menjadi Perhatiannya. Itu Nana. Jung Na Eun. Nana-nya.

 

Nana terlihat menggandeng Se Hun. Dia menyembunyikan wajahnya berlawanan arah kamera., sambil terus berjalan disamping Se Hun.

 

“Hey, Se Hun tampan sekali ya. Ayo, kita hampiri mereka”ujar krystal menarik lengan Kris. Kris dengan enggan mengikuti Krystal.

 

“Sehunna”panggil krystal. Se Hun menoleh

“Krystal-sshi, annyeong”ujar se Hun membungkuk. Nana menoleh. Betapa Kagetnya Nana melihat Kris.

 

“pasanganmu cantik sekali”ujar Krystal. Kris melirik Krystal risih. Sementara Se Hun melihat Nana yang terus memandang Kris dengan tatapan sedih. Dan Kris yang membalas Nana dengan tatapan maafkan-aku-ini-bukan-maksudku-seperti-ini.

 

Krystal menyadari, Kris memandangi pasangan Se Hun dengan tatapan yang sama sekali dia tidak mengerti. Dan Pasangan Se Hun tersebut melihat Kris dengan tatapan sedih. Sementara Se Hun terus melihat Nana dengan tatapan penuh makna. Krystal tidak mengerti. Apa yang terjadi antara mereka bertiga.

 

“Maaf”kata Krystal memecahkan suasana. Nana tersadar, lalu tersenyum

“Saya Jung Na Eun, teman Se Hun”kata Nana membungkuk sopan, lalu menjulurkan tangannya kearah krystal. Krystal menyambut

”Aku Jung Soo Jung, panggil saja Krystal”senyum Krystal. Nana mengangguk lalu membalas senyuman Krystal.

 

Astaga, wanita ini cantik sekali, pikir Krystal.

“Dia temanku”kata Se Hun memandang kearah Krystal seakan tahu apa yang dipikirkan Krystal.

“Juga teman Kris” tambah se Hun lagi. Kris menoleh kearah Se Hun

 

“benar kan, Kris?”

Kris tidak menjawab. Dia hanya membuang muka. Melihatnya membuang muka seperti itu, Se Hun memandang kris kesal. Sialan, berani-beraninya dia tidak mengakui Nana.

 

“Kris, kau ….” belum sempat Se Hun menyelesaikannya, Nana menarik lengan Se Hun.

 

“Maafkan saya”ujar Nana membungkuk, lalu mengajak Se Hun pergi . Kris hanya bisa memandang Nana dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah, juga rasa cemburu yang bercampur aduk. Sesak.

 

Sementara Krystal melihat Kris menatap Nana dan Se Hun, Krystal tahu tatapan itu bukan tatapan biasa. Tatapan yang penuh makna. Ada sesuatu diantara wanita itu dan Kris. Krystal yakin akan hal itu.

 

***

Pestanya dimulai. Hadirin-dan hadirat pesta itu mulai berdiri dan mendengarkan sambutan dari presdir SM Ent, selaku penyelenggara acara ini. Se Hun dan Nana duduk di bangku meja bundar yang disediakan untuk para tamu. Nana tampak lesu memandangi hadirin pesta tersebut.

 

“Nana, Gwaenchana?”tanya Se Hun.

“Iya”kata Nana mengangguk. Se Hun tidak percaya. Wajah Nana tempak lesu.

 

“Karena Kris?”bisik Se Hun. Nana sedikit kaget

“Iya, haha”tawa sumbang Nana membuat Se Hun semakin khawatir. Se Hun merasa bersalah

 

“Kalau gara-gara aku mengajakmu kesini, dan kau sedih, maafkan aku”ujar Se Hun memandang Nana. Nana mengernyitkan dahinya, lalu tersenyum

“Bukan. Aku tidak tahu kalau Kris….yah”

“Maafkan aku”
“Bukan salahmu, Se Hun”

 

Se Hun memandangi Nana. Dia ingin memilikinya. Wanitanya, Nana-nya. Wanita yang sekarang tersenyum menatapnya seakan memberi sinyal aku-baik-baik-saja-jangan-khawatirkan-aku, yang sudah ia cintai sejak mereka mahasiswa, wanita yang lepas darinya. Wanitanya, Jung Na Eun.

 

“Hai. Kami boleh duduk bersama kalian?”Ujar Seseorang. Krystal bersama Kris. Nana mengangguk pelan, diikuti Se Hun yang tersenyum mengiyakan. Se Hun memandangi Kris yang sedang melihat Nana. Orang bodoh!

 

Hadirin bertepuk tangan, karena pidato direktur SM Ent telah selesai. Sekarang saatnya pesta dansa dimulai.

 

“Se Hun-sshi dipersilahkan naik untuk menyanyikan lagu untuk para hadirin” ujar MC. Se Hun berdiri dan berjalan menuju panggung.

 

“Lagu ini saya persembahkan untuk seseorang, dia adalah orang yang datang bersama saya malam ini. Untuknya, Happy Birthday”ujar Se Hun lalu berjalan ke piano. Lampu sorot tertuju pada Se Hun. Se Hun terlihat menarik napas, lalu mulai memainkan pianonya.

 

 

machi amugeotdo moreuneun airo geureoke

dashi taeeonan sungan gachi

jamshi kkumilkkabwa han beon deo nun gamatda tteo boni

yeokshi neomu ganjeolhaetdeon ne ape gidohadeut seo isseo

 

dan han beonman ne yeopeseo

bareul matchwo georeo bogopa han beon,

ttak han beon manyo

 

neoui sesangeuro yeorin barameul tago

ne gyeoteuro eodieseo wannyago

haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo

manyang idaero hamkke georeumyeon

eodideun cheongugilteni

 

[EXO-K – INTO YOUR WORLD]

 

Dengtingan piano terhenti. Lagunya selesai. Se Hun kembali ke tempat duduknya, dan tersenyum kearah Nana.  Nana membalas senyuman Se Hun. Se Hun berbisik sesuatu, dan membuat Nana terbelak senang. Nana tersenyum lebar, dengan lesung pipinya yang dalam. Se Hun memberikan bingkisan ke Nana, Nana menerimanya dengan mata penuh binar, dan ini membuat Kris panas. Kris memalingkan wajahnya, lalu berdiri mengambil minuman sembarang dari bartender dan meminumnya sekali teguk.  Kris masih duduk di bartender, namun ujung matanya terhenti pada sosok Nana yang sedang berjalan ke bartender juga.

 

“Air putih, please”ujarnya. Sepertinya Nana tidak menyadari Kris, karena bartender tersebut juga sedang ramai. Nana meneguk air putih tersebut sampai habis, lalu meletakkan gelasnya kembali.

 

Kris berdiri dan berjalan ke Nana, dan menarik tangannya keluar ballroom, menuju ke taman.

“Eh..Eh…”ujar Nana memberontak. Kris menoleh, dengan maksud memperlihatkan Nana bahwa ini dia, bukan orang lain. Benar saja, Nana langsung kaget dan menurut dibawa ke taman oleh Kris.

 

Kris menghentikan langkahnya, diikuti Nana dibelakangnya. Kris menghela napas panjang, lalu menoleh ke arah Nana yang memandangnya bingung

 

“Ada apa, Kris?”tanya Nana.

“Maaf”

 

Nana tertunduk mendengar kalimat yang diucapkan Kris barusan. Dia melepaskan genggaman tangan Kris, dan berjalan mundur beberapa langkah.

“Sebenarnya aku ingin menanyakanmu sesuatu…dari dulu sudah kupendam….dan aku mulai sesak dengan semuanya..”

Kris menanti kata-kata yang keluar dari mulut Nana dengan penuh rasa cemas.

 

“Kau menganggapku apa, Kris?” Nana mengatakannya dengan mata yang berkaca-kaca. Dengan sekuat tenaga Nana menahan air matanya, agar terlihat bahwa dia baik-baik saja. Kirs bisa melihatnya, Nana memaksakannya

 

“Apa maksudmu bertanya seperti itu?”Kris memandang Nana yang sedang menahan tangisnya, Kris menghela napas…

 

Siapa Nana?

Siapakah Nana?

Kris, dirinya, apa hubungannya dengan Jung Na Eun?

 

“Kalau kau….”Nana menarik napas, dan tersenyum. Tersenyum yang terpaksa. Kris tahu itu. Dan dia tidak suka Nana memaksakan senyumnya. Itu membuatnya tersiksa, amat tersiksa.

 

“Jangan memaksakan segalanya, Nana”ujar Kris tegas. Nana menggelengkan kepalanya

“Tidak ada yang kupaksakan….Kalau kau memang sudah bosan hidup denganku….Aku…Aku….” air mata Nana mulai menetes. Namun Nana tersenyum. Tersenyum dan menangis. Itu karena Kris, itu membuat Kris tersiksa.

 

Wanitanya, Nana…berdiri dihadapannya dan menangis. Tersenyum namun menangis, memaksakan senyumnya. Menyembunyikan sedihnya. Kris melihatnya, hatinya terasa tertusuk bilah tajamnya pedang. Sakit sekali.

 

Kris berjalan pelan ke arah Nana, perlahan melingkarkan tangannya di pinggang Nana, dan menarik Nana kedalam pelukannya. Nana tidak menolak, tubuhnya bergetar sambil terisak dipelukan Kris.

 

Kris tidak bisa berbuat apa apa, selain menenangkan Nana. Hatinya sakit mendengar isakan Nana, seakan silet menyayat hatinya. Kris semakin mempererat pelukannya, tidak ingin melepaskan Nana darinya. Bahkan jika diperbolehkan, dia ingin menghentikan waktu saat ini. Dia hanya ingin bersama Nana-nya, selamanya dengan dirinya. Membalas segala perlakuan jahatnya kepada Nana, hanya dengan memeluknya, merasakan detak jantung Nana, berada didekat Nana.

 

Kris merasa tentram dengan memeluk wanitanya. Sesekali dia membelai rambut hitam Nana. Dia terus memeluk wanitanya, tidak ingin melepaskannya, ingin terus bersamanya.

 

Suara yang terdengar hanya isakan tangis.  Kini Nana lebih tenang, perlahan tangannya merangkul Kris, membalas pelukannya. Kris menutup matanya. Waktu seakan perlahan berjalan antara mereka. Diam, tenang.

 

“Jangan menangis lagi” bisik Kris melap air mata Nana.

 

“Iya, maafkan aku”kata Nana mengucek matanya. Kris melepaskan pelukannya, menatap mata Nana dalam. Tangannya terangkat menyentuh pipi Nana. Nana menatap Kris heran.

 

Wajah Kris perlahan mendekat ke wajah Nana. Jantung Nana rasanya ingin lepas, ketika wajah Kris semakin mendekat, yang sekarang hanya berjarak 5 cm. Semakin mendekat…Nana menutup matanya menanti sesuatu hal yang akan terjadi, diluar dugaannya…

 

Kris mencium bibir Nana pelan. Melumatnya dengan sangat pelan dan lembut. Nana terdiam, tidak tahu harus berbuat apa. Namun, Nana mulai menikmati perlakuan ini. Entah apa yang dipikirkan Kris, namun Nana harus mengakui, dia tidak ingin terpisahkan dari Kris.

 

***

Se Hun mendongak mencari Nana yang menghilang. Kata Nana tadi dia ingin mencari minum, setelah ke bartender dia tidak menemukan Nana. Se Hun melihat kearah taman, siapa tahu Nana menyendiri dengan suasana pesta yang memang tidak Nana sukai.

 

Se Hun melihat kearah taman, seketika hatinya hancur melihat Nana dan Kris berciuman di taman.  Se Hun lupa diri. Nana memang istri sah Kris, dan Se Hun lupa… Nana sangat mencintai Kris.

 

“Bodoh”

 

***

Selesai bergosip tentang artis baru yang omebacknya panas, Krystal bergegas mencari Kris yang menghilang daritadi. Tidak ada, kebetulan sekali Se Hun dan Nana juga menghilang.

 

“Sialan” umpat Krystal sambil mencari Kris. Krystal terus berjalan, sampai berhenti didekat taman. Krystal membelakkan matanya, apa yang dilihatnya bukan mimpi, kan?

 

Didepannya, Kris dan Nana berciuman, lalu mereka berpelukan saling tersenyum. Senyum yang tulus, juga tatapan kasih sayang yang Krystal baru lihat dari Kris.

 

“Sialan!”umpat Krystal. Walau dia tak tahu siapa Nana dan apa hubungannya, dia harus mencari tahu. Karena Kris miliknya. Selamanya milik Krystal.

Iklan

6 pemikiran pada “Please, Stop The Time (Chapter 3)

  1. Thoorr chap 4nya langsung di post atuh TT^TT

    Beytewey di post Multichapter cuma ada Prolog, chap 1 sama 2, yg ketiganya kaga. Ko bisa begituh? belum disunting kali thor? *mangap kalo gajelas

  2. Ahhh~ aku suka sama.part ini 🙂 keren.. tapi agak bingung sama setting waktunya hhehehe, mungkin faktor otak lemot aku juga kali ya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s