Sorry, But I Love You

Sorry, But I LOVE YOU

Title                       : sorry, but I love you

Cast                       : – kwon Hye Soo

– Do Kyung Soo

– Byun Baekhyun

– Park chanyeol

Support cast       : Do hana [kyungsoo’s nuna]

Genre                   : romantic

Length                  : one shot

Author                  : @sophiaamishella

Note: “ini ff mungkin agak aneh, lebai atau apalah. Maaf kalau alurnya kurang jelas, terus penokohannya kurang bagu, dan banyak typonya. Intinya saya sebagai istri D.O hanya mengucapkan selamat membaca -_-“

 

sorry but i love you

 

~author pov~

Seorang yeoja cantik berseragam SMA dengan rambut di ikat seperti ekor kuda berjalan menyusuri lorong sekolah yang sangat sepi. Yeoja itu memegan sebuah kertas di tangannya sambil sesekali melihat ke sekeliling. Lalu di berhenti di depan sebuah kelas bertuliskan “XI A”. yeoja itu mengetuk pintu kelas itu dengan lembut lalu membukanya perlahan. Semua mata tertuju kepada yeoja itu. “kau pasti murid baru itu” kata seseorang yang ternyata dia adalah guru yang sedang mengajar.
“iya, mianhae saya terlambat, saya sedikit bingung mencari kelas ini” kata yeoja itu lalu menunduk.
“tidak apa apa, masuklah lalu perkenalkan dirimu pada teman teman” kata guru itu sambil tersenyu dan mempersilahkan yeoja itu masuk.

“anyeong, kwon hye soo imnida.. saya pindahan dari busan” kata gadis itu. Yaa.. gadis itu adalah kwon hye soo, gadis yang baru saja pindah dari busan, hye soo adalah anak yang pintar, makanya dia di tempatkan di kelas A. kelas A adalah kelas unggulan, dimana seisi kelas itu adalah anak pintar semua.
“baiklah, kau bisa duduk disana” kata guru itu sambil menunjuk ke arah sebuah bangku di pojok belakang . setiap bangku di isi oleh 2 siswa, dan hye soo pun juga duduk dengan seorang siswa.  Dia seorang namja dengan tatapan yang sangat dingin.

~hye soo pov~

Akhirnya aku dudk di dekata namja dingin ini. dia sama sekali tidak menegurku. Sebenarnya aku ingin menyapanya lebih dulu, tapi sedang dalam jam pelajaran dan itu sangat tidak sopan. Tiba tiba sebuah kertas yang di gulung tidak beratiran mendarat di mejaku. Aku mengambil kertas itu lalu menatap ke sekeliling bermaksud mencari orang yang melempar kertas ini. tiba tiba mataku menangkap sosok dua orang namja yang bangkunya tidak terlalu jauh dariku sedang tersenyum, yang satu tersenyum dengan muka yang sangat manis dan imut, yang satunya lagi tersenyum dengan muka agak menyeramkan(?). aku langsung membuka kertas itu dan membaca tulisannya “hai aku baekhyun namja yang imut dan tampan, dan teman yang duduk disampingku ini namanya chanyeol, dia memliki mata besar jadi kalau senyum agak menyeremkan, hehe maklumi saja ya ^^” begitulah isi suratnya. Aku tersenyum lalu melihat kea rah mereka yang juga sedang tersenyum. Mereka sangat ramah kataku dalam hati.

KRIIING!! Akhirnya bel istirahat berbunyi. Siswa di kelas ini sangat ramah dan mudah bergaul. Mereka mengajakku berkenalan dan mengajakku ke kantin juga tapi aku menolaknya karena ingin di kelas dulu. Tiba tiba baekhyun dan chanyeol menghampiriku dan menarik bangku bersamaan membuat mereka begitu terlihat sangat akrab seperti saudara.
“ya! Kyung soo-ah, aku yakin kau belum mengajak hye soo berkenalan?!” kata baekhyun pada kyung soo yang sedang memakai headset dan membaca buku sejarah yang sangat tebal.
“ya! Kyung soo-ah kau tidak mendengarkanku?” kata baekhyun dengan wajah polos. Tiba tiba namja itu membuka headsetnya “apa kau bicara padaku hyung?” kata kyung soo dengan ekspresi O_O. baekhyun langsung tercengang mendengar perkataan kyung soo tadi.
“kau ini, hanya sibuk dengan pelajaran dan music saja. Bagaimana kau bisa punya pacar?” kata baekhyun meledek.
“baekhyun-ah aku lapar, ayo kita ke kantin” ajak chanyeol dengan manja.
“aku tidak mau.” Kata baekhyun santai.
“aiiissh kau ini pelit sekali” kata chanyeol lalu memonyongkan bibirnya. Aku hanya tertawa dan mengeluarkan sebuah roti lalu memberikannya kepada chanyeol. “makan ini saja”. Chanyeol langsung menatapku dengan mata bersinar(?)
“gomayo hyesoo-ah! Kau sangat baik, tidak seperti orang disampingku ini” kata chanyeol meyindir baekhyun.
“terserah ka chanyeol, aku sudah capek dengan semua ini! sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini!!” kata baekhyun lebai. Mereka benar bnar mood maker, tidak seperti namja yang sebagku denganku ini. dia kaku dan tidak banyak bicara, bahkan kalau ketawa terdengar sangat garing.
“hye soo-ah.. rumahmu dimana?” tanya baekhyun tiba tiba.
“di jalan gyongi 1” kataku singkat.
“jalan gyongi 1? berarti rumah kita dekat, aku di jalan gyongi 2. Hmm rumah mu juga dekat dengan kyung soo” kata baekhyun yang spontan membuatku kaget.
“berarti kau bisa pulang bersama kyung soo” kata chanyeol polos.

~kyung soo pov~

-flashback-
“eomma siapa yang mengantarkan kimchi ini?” kataku pada eomma yang sedang memasak.
“tetangga sebelah yang memberinya, mereka baru saja pindah kemarin malam. Dia mempunyai anak perempuan yang sangat cantik.” Kata ibu membuatku merasa tersindir.
“maksud ibu bicara seperti itu apa?” kataku bercanda pada ibu.
“kau ini pria tampan, tapi sangat sinis, jadi wanita manapun tidak ada yang mau denganmu.” Kata ibu sambil membawa panici berisi makanan ke meja makan.
“ah eomma, pasti ada wanita yang mau denganku” kataku sambil memakan kimchi pemberian tetangga baru itu.
“ya! Jangan dimakan dulu! Kau belum mencuci tanganmu!” kata ibu sambil memukil tanganku.
“heheh mianhae eomma” kataku lalu kabur

-flashback end-

Jadi gadis ini adalah tetangga yang di bicarakan eomma semalam?  Dia memang cantik, gaya bicaranya juga sangat sopan. Yang paling membuatku suka darinya adalah senyumannya yang sangat manis. Tapi aku terlalu kaku kalau bicara dengan wanita, bukannya aku tidak menyukai wanita -_- aku hanya merasa canggung kalu dengan wanita kecuali dengan eomma ku dan nuna ku.

KRIIINGG!!!!! bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Aku membereskan bukuku sambil sesekali melirik ke arah hye soo. Tanpa kusadari aku melihat hye soo terlalu lama sampai dia menyadarinya dan melihat ke arahku juga.
“hmm.. kau melihat siapa?” kata hyesoo polos sambil celingak celinguk.
“ah, aniya.. ayo kita pulang bersama rumah kita serah kan?” kataku lalu berdiri dari bangku dan menuju ke luar pintu. Hye soo terlihat sedikit bingung dengan kelakuanku tadi. Mungkin dia kira aku tidak mau bicara dengannya sama sekali. “aku tunggu kau di luar” kataku tanpa melihat ke arahnya sama sekali.

~author pov~

Hye soo dan kyung soo berjalan bersama, awalnya mereka ingin pulang bersama baekhyun dan chanyeol, tapi dua orang mood maker itu pergi ke toko kaset untuk membeli kaset SNSD terbaru *plak*. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, hye soo maupun kyung soo tidak ada yang berbicara sedikitpun. Sebenarnya hye soo ingin memulai pembicaraan tapi dia takut tanggapan kyung soo kurang baik padanya.
“ehm.. jadi kau baru pindah dua hari yang lalu?” akhirnya kyung soo angkat bicara *ciee bisa ngomong juga ‘-‘.
“iya aku baru pindah dua hari yang lalu, mohon bantuannya. Aku belum terbiasa di sini” kata hye soo sambil tersenyum, membuat matanya menyipidan terlihat begitu cantik. Kyung soo hanya mengangguk mengiyakan perkataan hye soo. Suasana masih begitu canggung diantara mereka berdua. Masing masing dari mereka takut memulai pembicaraan. Sampai akhirnya tiba depan rumah.
“hmm aku duluan ya” kata kyung soo sambil memegang kepala baagian belakangnya sambil menahan malu.
“ahh.. ne aku juga” jawab hye soo sambil tersenyum. Lalu mulai membuka gerbang rumahnya
“hye soo-ah!” tiba tiba kyung soo  memanggil hye soo dan membuat hye soo berhenti membuka gerbang lalu melihat kea rah kyung soo.
“ada apa?” tanya hye soo bingung
“besok kau mau berangkat sekolah bersama ku?” tanya kyung soo ragu ragu.
“hmm.. baiklah” kata hye soo sambil tersenyum lalu masuk kedalam rumah.

~kyung soo pov~

Dug dug dug… jantungku bergetar sangat cepat saat bicara padanya tadi. Ini berbeda, walaupun aku tidak banyak bicara dengan yeoja, tapi kalau berbicara dengan yeoja tidak akan seperti ini rasanya. Aku rasa aku mulai menyukai yeoja itu. dia yeoja pertama yang membuatku bisa deg degan seperti ini.
“kyung soo-ah! Ayo cepat keluar dari kamarmu! Makan malam sudah siap” tiba tiba suara cempreng membuyarkan lamunanku. Siapa lagi kalau bukan nuna ku yang sangat bawel. Walaupun bawel tapi dia tetap terlihat cantik dan selalu tersenyum, yaah bisa di bilang seperti hye soo tapi hye soo sepertinya tidak sebawel nunaku. Nunaku bernama Do hana, memiliki rambut panjang se punggung, mata yang bulat sepertiku, bibir yang tebal juga sepertiku, dan suaranya sangatlah merdu, dia juga pintar dalam hal olahraga, pelajaran dan memasak. Satu hal lagi, dia sangat mudah bergau, tidak seperti aku.
“baiklah aku akan turun 5 menit lagi” kataku mengulur waktu.

“lama sekali kau! Kita sudah menunggumu dari tadi” kata hana nuna.
“mianhae” jawabku santai lalu duduk di meja makan. Kami makan tanpa ada yang berbicara sedikitpun. Aku, nuna, eomma dan appa selalu seperti ini, saat makan kamu lebih suka diam, selesai makan barulah kami mulai berisik.
“appa, eomma! Tadi siang aku melihat kyung soo dan seorang gadis pulang bersama, sepertinya gadis itu tetangga ba..” kata kata nuna terhenti karena aku mendekap mulutnya.
“eomma, appa jangan dengarkan dia!”
“mwo?! Kau pulang bersama gadis cantik itu?!” kata eomma kaget
“jinja?!” kata apa kaget juga.
“kami satu sekolah dan satu kelas pula, jadi aku pulang bersamanya, aku hanya khawatir dia tersesat dan di kejar anjing di perumahan ini.” kataku gugpup. “aww!!” triakku ketika nuna ku menggigit tanganku.
“nuna! Kau seperti kanibal!” kataku
“siapa suruh kau menutup mulurku?!” kata nuna sewot.
“ya! Kyung soo anak appa tersayang, jangan mengalihkan pembicaraan?! Jadi kau benar benar pulang bersama gadis itu?” tanya appa penasaran.
“hmm..” jawabku singkat sambil mengangguk.
“omoo!! Ana eomma sudah bisa mendekati wanita sekarang.” Kata eomma berlebihan.
“aiishh kalian semua berlebihan. Aku mau naik dulu, PR ku menumpuk” kataku lalu pergi meninggalkan meja dengan wajah memerah.

tok tok tok! Kyung soo ah cepat keluar!” terdengar lagi suara cempreng dari luar kamarku.
“aiiissh! Kenapa nuna selalu menggangguku?” kataku lalu membuka pintu.
“yeoja itu datang!”kata hana nuna panik
“mwo?! Sedang apa dia disini?!
“dia ingin menanyakan PR” kata nuna sambil menarik tanganku agar keluar dari kamar.
“ini kan sudah sangat malam?”
“kau gila?! Ini bahkan belum jam 7 malam” kata nuna sewot
“baiklah aku turun, tapi lepaskan tangan nuna” kataku datar.

                ~hye soo pov~

Aku berdiri di depan rumah kyung soo, aku bermaksud untuk menanyakan salah satu PR yang  tidak ku mngerti. Bagaimana ini?! apa aku pulang saja? Tap ini sudah di ddepan gerbang rumah kyung soo gerutuku dalam hati. Aku membawa buku sejarah yang super jumbo. Tiba tiba seorang wanita mengagetkanku
“kau teman kyung soo bukan” katanya tiba tiba yang langsung membuatku sangat shock.
“ahh.. nee, aku ingin menanyakan PR pada kyung soo” kataku gugup. Akhirnya wanita itu  yang ternyata adalah ibu kyung soo membukakan gerbang dan menyuruhku masuk.
“tunggu sebentar, akan kupanggil anak itu” kata ibu kyung soo lalu pergi .

“aiishh!! Tidak usah mendorongku seperti itu nunaa!” tiba tiba suara yang tidak lain adalah kyung soo terdengar dari belakang. Ternyata dia tidak sendiri, dia bersama serang gadis cantik yang sepertinya adalah nunanya. Aku langsung tersenyum melihat mereka berdua, wanita cantik itu juga ikut tersenyum melihatku, sedangkan kyung soo  hanya tersipu mal, terlihat jelas dia sedang malu, karena wajahnya berubah jadi seperti tomat rebus.
“anyeonghaseyo, kwon hye soo imnida” kataku lalu membungkuk
“ahh.. anyeonghaseyo.. Do hana imnida” katanya lalu membungkuk juga.
“eonni pasti kakanya kyung soo” kataku sok tahu.
“aah kau benar sekali. Bagaimana kau bisa tahu?” jawab hana eonni
“kalian sangat mirip” kataku yang langsung membuat ekspresi kakak beradik ini berubah menjadi aneh.
“kau bilang aku mirip dengan namja gila ini? hhaha tidak mungkin, aku lebuh terlihat menari daripada dia” kata hana eonni meledek kyung soo.
“kau ini! berhentilah!” kata kyung soo yang membuat dia begitu terlihat lucu.
“heuung.. baiklah aku akan meninggalkan kalian berdua” kata hana eonni sambil tersenyum padaku lalu pergi.
“hmm ada apa mencariku?” kata kyung soo tiba tiba.
“aku ingin menanyakan PR yang tadi. Aku tidak mengerti bagian ke-5” kataku
“yasudah duduk dulu, aku akan mengambil catatanku sebentar” kata kyung soo lalu pergi meninggalkanku. Tidak terlalu lama aku menunggu akhirnya dia datang membawa buku catatan berwarna hitam di tangannya.
“mian lama menunggu” kata kyung soo datar lalu dudk di dekatku. Bahkan sangat dekat sampai kulit kami bertemu. Kulit kyung soo sangat halus sepertinya dia selalu melakukan perawatan *emot garuk garuk tembok*. Sudah sekitar sejam lebih aku berada di rumah kyung soo, dan sudah sejam lebih pula dia mengajariku.

“bagaimana? Kau mengerti?” kata kyung soo dengan ekspresi ini à O_O

“oohh nee..” kataku yakin

“baiklah apa ada lagi yang ingin kau tanyakan?” kata kyung soo lagi

“hmm.. kenapa kulitmu begitu lembut?” kataku polos lalu tiba tiba panik dan menutup mulutku sendiri iissh pabo! Kenapa aku berkata seperti itu?!. kyung soo menatapku aneh

“aah mianhae! Aku salah bicara” >//< kataku menahan malu dengan wajah yang sudah mulai memerah.

“hahahhaah XD” tiba tiba kyung soo tertawa . entah kenapa kyung soo terlihat begitu tampan saat tertawa *emot garuk garuk tembok*

“ke.. kenapa kau tertawa?” kataku sambil mendekap buku

“pertanyaanmu sangatlah lucu, baru kali ini ada yang bilang kulitku lembut. Besok akan ku tunjukan sesorang dengan kulit lebih lembut dariku, aku janji” kata kyung soo sambil sesekali tertawa kecil. Aku kira dia orang yang sangat pendiam, tapi setalah kenal lebih dalam dengannya ternyata dia punya kepribadian yang sangat unik(?) dan asik.

“baiklah ini sudah sangat malam, aku sebaiknya pulang” kataku sambil melihat jam tanganku.

“baiklah, aku antar kau ke depen” kata kyung soo sambil membereskan beberapa buku yang tergeletak di meja.

“gomawo.. sudah mau mengajariku” kataku sambil tersenyum pada kyung soo saat sudah di depan pagar rumah kyung soo.

“hmm..” kata kyung soo mengangguk.

“selamat malam” kataku lalu berjalan menuku rumahku.

“hye soo-ah! Besok pagi kita berangkat sekolah bersama ya” kata kyung soo yang spontan membuatkku  membalikkan badan dan mengangguk sambil tersenyum.

~kyung soo pov~

Semalaman aku memikirkan tentang gadis ini. dia begitu berbeda, membuatku merasa nyaman bersamanya. Atau mungkin aku benar benar sudah menyukainya. Aiiissh!! Tidak mungkin! aku menjatuhkan tubuhku di ranjang sambil menutupi mwajahku dengan tangan.

Bunyi alaram mebangunkanku, aku segera menuju kamar mandi setelah selesai mandi aku kebawah dan menyantap roti selai dan susu putih yang sudah di siapkan oleh nunaku.

“ya! Bagaimana semalam? Apa berjalan lancar? Apa kau berhasil mendekatinya dan menyatakan perasaanmu?” kata nunaku antusias.

“ya! Nuna sebaiknya urus urusan nuna sendiri, jangan mengurus urusanku! Lagipula aku tidak ada niat untuk mendekatinya” kataku cuek sambil melahap roti.

“kyung soo! Kau tidak boleh berkata seperti itu kepada kakakmu! Dia itu ingin membantumu agar tidak ada wanita yang takut kepadamu.” Kata ibumembela nuna ku.

“hmm baiklah” kataku santai sambil melahap roti dengan cepat. Entah kenapa aku begitu semangat hari ini. mungkin karena ingin berangkat bersama hye soo. Setelah selesai memakan roti buatan eomma, aku pun berpamitan dan  menghamiri hye soo di depan rumahnya. Saat ingin membunyikan bel rumahnya tiba tiba gerbang rumah hye soo terbuka dan dia keluar dari dalam rumahnya dengan menggunakan sweater abu abu bergambar kelinci. Itu membuatnya terlihat sangat manis.

“kau sudah lama menunggu?” tanya hye soo dengan senyuman manisnya.

“a..aniya aru saja aku ingin memencet bel rumahmu dank au langsung keluar” kataku agak gugup.  Akhirnya kami berjalan ke sekolah dengan santai. Masih agak canggung antara kami berdua.

“oh iya, semalam kau bilang ingin member tahukanku seseorang dengan kulit sangat lembut, siapa dia?” tanya hye soo penasaran.

“aaahhh itu.. nanti di sekolah kutunjukan kepadamu orang itu” kataku sambil tersenyum. Dug dug dug.. rasanya jantungku berdetak sangat cepat kalau dia bicara padaku. Apalagi saat dia tersenyum padaku, rasanya aku ingin meleleh(?). akhirnya kami tiba di sekolah, tapi belum begitu ramai di sekolah

“sepi sekali” kata hye soo sambil celingak celinguk.

“iya..” kataku dengan ekspresi O_O. karna terlalu sepi, aku memutuskan untuk mengajak hye soo ke taman belakang sekolah, karena dia situ ada bunga sakura yang sangat indah. Tanpa bicara aku mnarik tangan hye soo dan mengajaknya ke taman belakan sekolah. Ternyata disana juga sangat sepi. Hye soo terlihat begitu bingung, wajahnya memerah.

“kenapa wajahmu memerah seperti itu?” kataku datar. Tapi jantungku masih berdegup kencang.

“a..aku hanya kedinginan” kata hye soo.

~hye soo pov~

“kenapa wajahmu seperti itu?” kata kyung soo yang menyadari wajahku mulai memerah.

“a.. aku hanya kedinginan” jawabku kurang yakin. Dia menatapku aneh, mana mungkin di musim semi seperti ini ada yang kedinginan. Dasar yeoja pabo. Bagaimana kalau dia tahu aku menyukainya?!

“ooh kau kedinginan, apa kau sakit?”  tanya kyung soo.

“hmm.. sedikit flu” kataku ngeles(?). kami duduk di bangku di bawah sebuah pohon bunga sakura. Tidak ada yang memulai pembicaraan, kyung soo hanya sibuk mengayun ayunkan kakinya sementara aku hanya sibuk menatap sekeliling. Akhirnya aku putuskan untuk memulai duluan pembicaraan.

“kakakmu, dia sangat cantik” kataku yang membuat kyung soo langsung menatapku dengan mata bulatnya.

“dia memang cantik, tapi dia sangat bawel, suaranya kalau sedang menyuuhku keluar dari kamar sangatlah cempreng” kata kyung soo sambil sesekali tersenyum.

“tapi ku lihat dia mirip sekali denganmu”  mata kyung soo langsung membulat *emang udah bulat*

“enak saja kau ini! dia sangat berbeda denganku, matanya lebih bulat dariku” kata kyung soo membuatku tertawa karena ekspresinya yang sangat lucu. Dia juga tertawa setelah membuatku tertawa.

“boo!!” tiba tiba dari belakang ada dua orang namja yang ternyata chanyeol dan baekhyun

“sedang apa kalian berdua disini?” tanya chanyeol kemudian menyelip duduk diantara aku dan kyung soo.

“kami sedang menunggu sekolah ramai” kataku

“kalian pasti menunggu kami berdua?” tanya baekhyun

“ne hyung aku sangat merindukan kalian berdua” kata kyung soo dengan ekspresi sedikit berlebihan. Baekhyun hanya tertawa kecil dan menjitak kyung soo.

“oh iya, orang yang kumaksud semalam adalah baekhyun” kata kyung soo membuatku kaget.

“ya! D.O ah kau bicara dengan siapa?” kata chanyeol agak bingung.

“aku bicara dengan hye soo. Kalau kau tidak percaya liat sendiri” kyung soo langsung mengambil tangan baekhyun dan menunjukannya kepadaku.

“omo! Kau benar sekali, tangannya sangat lembut” kataku kaget, bagaimana bisa seorang pria seperti dia mempunyai tangan yang begitu lembut, bahkan lebih lembut dari tanganku.

“kalian sedang membicarakan apa?” kata baekhyun bingung.

“hehe.. semalam hye soo bilang padaku kalau tanganku sangat lembut, tapi aku bilang tanganmu sangat lembut, bahakan lebih llembut dari tangan seorang wanita. Semua hanya tertawa dan saling menjitak satu sama lain *apaini?!

“oh iya, tadi baekhyun memanggil D.O, D.O itu siapa?” kataku polos pada mereka.

“D.O adalah kyung soo. Namanya kan do kyung soo, jadi kami sering memanggilnya dengan sebutan D.O atau mata bulat” jelas chanyeol dengan wajah yang seram.

“ya! Jangan bawa bawa mata bulatku ini hyung! Matamu juga besar bahkan saat kau tersenyum wajahmu akan berubah sangat mengerikan.” Kata kyung soo meledek.

“jadi semalam kalian bertemu?” kata baekhyun dengan muka datar.

“ah nee.. aku menanyakan PR sejarah pada kyung soo, ku lihat dia sangat pintar jadi aku bertanya padanya saja.” Kataku menjelaskan. Semua hening begitu aku bercerita. HAHAHAHAHA tiba tiba kami kaget karena chanyeol mendadak tertawa seperti orang kesurupan.

“ya! Kau mengagetkanku!” kata baekhyun langsung memukuk punggung chanyeol.

“ayo kita ke kelas” ajak kyung soo kemudian.

                ~author pov~

___flashback___

“chanyeol-ah.. hye soo sangat cantik.” Kata baekhyun pada chanyeol yang sedang asyik melihat kaset kaset 2NE1. “iya, Dara nuna memang cantik” kata chanyeol singkat.

“ya!! Kau dengar aku tidak?” kata baekhyun kesal

“aah.. mianhae, aku terlalu terpesona dengan wajah Dara 2NE1” kata chanyeol sambil menggaruk garuk kepalanya. “tadi kau bilang apa?” kata chanyeol bertanya lagi.

“aku bilang hye soo sangat cantik” kata baekhyun sabar.

“mwoo.. apa kau menyukainya?” kata chanyeol kaget.

“kurasa begitu” kata baekhyun dengan wajah yang sudah mulai memerah.

“ehmm.. aku akan membantumu mendekatinya” kata chanyeol sambil merangkul pundak sahabatnya.

“terimakasih. Kau memang sahabatku terjelek sedunia” kata baekhyun membuat chanyeo ngamuk(?)

_____flashback end_____

Kelas tenang seperti biasanya. Tidak ada murid yang berisik walaupun guru belum datang. Kyung soo dan hye soo pun juga diam sambil membaca buku, tidak ada yang berbicara satu sama lain. Sedangkan baekhyun hanya melihat ke arah hye soo sambil senyum senyum ga jelas.

“kyung soo-ah.. kau mengerti yang ini?” kata hye soo menepuk punggung kyung soo.

“ah.. iya aku mengerti ini” kata kyung soo langsung menjelaskan pada hye soo. Sementara baekhyun yang melihat itu agak sedikit jealouse lalu membalikkan wajahnya. Tiba tiba baekhyun terganggu dengan suara tertawa kyung soo dan dan hye soo.

“hahaha.. mianhae aku tidak sengaja” kata hye soo sambil memegan kepala kyung soo karena dia tidak sengaja menyenggol kepala kyung soo dengan tangannya. Baekhyun semakin panas sampai akhirnya dia memakan kertas(?)

“ya.. kau kenapa?” tanya chanyeol dengan muka setengah sadar, biasalaah abis molor -__-

“aniyaaa.. aku hanya sedikit lapar” kata baekhyun ngeles.

“jangan memakan buku seperti itu, sebentar lagi juga bel istirahat” kata chanyeol langsung melanjutkan tidurnya lagi. Akhirnya baekhyun pun tidur mengikuti jejak chanyeol(?).

Akhirnya bel pulang sekolah berbunyi, seperti biasa hye soo dan kyung soo akan pulang bersama. Mereka membereskan buku sambil sesekali tertawa.

“hhye soo-ah..” tiba tiba baekhyun sudah berada di samping meja hye soo sambil menggigit bibirnya

“ne? kenapa baekhyun-ah?” tanya hye soo sambil tersenyum

“maukah kau jalan jalan denganku??” tanya baekhyun gugup. Hye soo diam sejenak untuk berfikir. Dia melihat ke arah kyung soo rasanya tidak enaak pada kyung soo.

“aah.. kalau kalian mau pergi aku bisa pulang sendiri” kata kyung soo sambil tersenyum.

“aigoo.. kau baik sekali D.O-ah!”  kata baekhyun sambil merangkul kyung soo.

~hye soo pov~

Namja pabo, kenapa dia membiarkanku pergi dengan baekhyun >//<. aku dan baekhyun berjalan menyusuri taman kota. Baekhyun memang orang yang baik, dia mood maker tapi aku merasa kurang nyaman bersamanya, aku merasa lebih nyaman berada di saming kyung soo. Mungkin karena aku menyukainya(?)

“hye soo-ah.. kau mau es krim?” kata baekhyun sambil menunjuk tukang es krim

“nee..” kataku bersemangat karena memang aku sangat suka es krim

“kau mau rasa apa?” tanya baekhyun

“hmm vanilla” kataku sambil tersenyum bahagia karena mau dibelikan es krim-_-

“kau tunggu disana saja” kata baekhyun menujuk sebuah bangku di bawah pohon yang sangat sejuk. Baekhyun sangat lama, mungkin karena banyak anak kecil yang membeli jadi dia mengalah. Tiba tiba ada sebuah pesan masuk

Kyung soo: “bagaimana kencanmu dengan baekhyun? J”

“aiissh.. apa maksdunya berkencan” kataku pada HP(?) lalu membalas sms nya lagi

Hye soo: “apa yang kau bicarakan, kami tidak berkencan L”

Kyung soo: “haha sudahlah selamat bersenang senang, maaf aku mengganggu kencan kalian”

Hye soo: “kay tidak boleh berkata seperti itu kyung soo-ah”

Setelah itu dia tidak membalas pesanku lagi. Rasanya sangat kesal karena dia tidak membalas pesanku, apakah dia tidak bisa membaca perasaanku?!dasar pria dingin yang aneh.

“hye soo-ah ini es krim mu, maaf lama menunggu” tiba tiba aekhyun duduk disampingku dan membuyarkan lamunanku.

“ah.. ne gomawoo” kata ku sambil tersenyum pada baekhyun. baekhyun benar benar mood maker, dia membuatku tertawa karena leluconnya, dan dia selalu membawa chanyeol dalam ceritanya. Jujur dia lebih asik dia ajak bercanda dari pada kyung soo, tapi entah kenapa hanya kyung soo yang bisa membuatkku merasa nyaman berada di sampingnya.

“hmm hye soo-ah” kata baekhyun di sela sela candaannya

“ne?” kataku sambil masih sedikit tertawa.

“ah. Tidak apa apa, aku hanya suka dengan senyummu dan merasa harus selalu bersamamu” kata baekhyun tiba tiba.

“mwo? Benarkah? Haha kalau begitu tetaplah bersamaku, kita akan menjadi sahabat” kataku pada baekhyun yang terlihat mulai serius.

“sahabat?” kata baekhyun meyakinkanku

“hmm..” aku pun mengiyakan

“bisakah hubungan kita lebih dari sahabat?” kata baekhyun membuatku terdiam.

“hmm.. sepertinya sudah terlalu sore, aku harus pulang kalau tidak ayah bisa marah padaku” kataku mengalihkan pembicaraan.

“heung.. baiklah” kata baekhyun agak malas lalu berdiri dari bangku taman dan berjalan dengan lemas. Kenapa dia begitu, apa dia marah padaku karena mengalihkna pembicaraan? Aku harus bagaimana sekarang, pria yang kucintai adalah kyung soo bukan baekhyun.

Satu bulan berlalu sejak kejadian di taman itu. ku kira baekhyun akan mnejauhiku tapi ternyata dia malah terus mendekatiku dan tidak membicarakan hal itu sama sekali, di sisi lain aku dan kyung soo juga semakin akrab, kami selalu mengerjakan PR bersama, berangkat sekolah bersama dan pulang pun bersama. Bahkan kyung soo sering mengajakku ke toko buku langganannya. Suatu hari kami pulang sekolah sangat larut karena membereskan perpustakaan, yaah sekarang aku dan kyung soo ada anggota perpustakaan, jadi kami harus membereskan buku buku yang berserakan sebelum kami pulang kerumah.

“hye soo-ah aku sudah selesai di bagian sana” kata kyung soo kepadaku yang masih memegang beberapa buku

“ah.. nee aku sedikit lagi selesai” kataku kewalahan

“sini ku bantu” kyung soo mengambil beberapa buku lalu meletakkannya di rrak bu

“tidak usah, kau kan sudah dapa jatah, sekarang giliranku” kataku sambil membawa banyak tumpukan buku.

“ah tidak apa apa” kata kyung soo tanpa rasa keberatan sedikit pun. Akhirnya semua selesai kami istirahat sejenak di salah satu meja perpustakaan, tidak biasanya kami pulang selarut ini, mungkin karena sudah dekat ujian keli=ulusan jadi banyak kakak kelaskami yang membaca buku tapi tiddak membereskannya.

“hoaam.. akhirnya selesai juga” kataku sambil merentangkan kedua tanganku kedepan

“hmm.. kau keliatannya capek sekali” kata kyung soo

“aah iya, tidak bisanya seperti ini” kataku dengan wajah lemas

“ayah dan ibumu tidak marah kalau kau pulang lama?” kata kyung soo aggak khawatir

“tidak, aku sudah ijin, lagi pula mereka tidak pernah khawatir kalau aku bersamamu” kataku sambil tersenyum pada kyung soo.

“benarkah.. kalau begitu tetaplah bersamaku, aku akan selalu menjagamu” kata kyung soo yang suskses membuat jantungku berdegup kencang. Aku hanya mengangguk mengiyakan perkataannya sambil tersenyum. Rasanya sangat bahagia saat dia mengatakan hal itu. kyung soo menyandarkan kepalaku di pundaknya dengan tangan kananya, sangat hangat dan nyaman itulah yang kurasakan saat berada di dekat kyung soo. Perlahan tangan kyung soo mulai merangkulku dan menyandarkan kepalanya di atas kepalaku. Aku memejamkan mata melepas semua kelelahan. Rasanya sangat senang bisa berada di sampingnya

“D.O-ah!” tiba tiba terdengar seorang namja memanggil nama kyung soo, ternyata namja itu adalah baekhyun. dia berdiri di depan kami berdua dengan tatapan yang sangat marah.

“kau pengkhianat!” bentak baekhyun lalu pergi meninggalkan kami berdua. Kyung soo memegang tanganku erat dan mengajakku keluar untuk mengejar baekhyun. aku yang tidak mengerti dengan semua ini hanya mengikuti kyung soo.

~kyung soo pov~

____flashback____

“kyung soo-ah aku ingin bertanya sesuatu kepadamu” kata baekhyun mengalihkan pandanganku dari buku tebal yang sedang ku baca.

“ne hyung?” jawabku santai

“apa kau menyukai hye soo?” kata baekhyun membuatku agak gugup

“a..aniya memangnya kenapa?”

“benarkah?! Hmm karena aku sangat menyukai hye soo” kata baekhyun dengan senyum malaikatnya

“ah jinja? Kalau begitu semoga beruntung” kataku dengan senyum agak di paksakan. Kemudian baekhyun merangkulku

“kau memang dongsaeng terbaikku” katanya sambil tersenyum bahagia.

_____flashback end______

“baekhyun-ah! Berhenti sebentar, aku akan menjelaskannya!” teriakku pada baekhyun  sambil memegang erat tangan hye soo

“bukankah kau tahu aku sangat menyukai hye soo, dank au juga pernah bilang kau tidak menyukai hye soo” kata baekhyun dengan nada dingin

“aku tau, aku minta maaf, tapi perasaanku berkata lain. Aku juga sangat mencintai hye soo” kataku mencoba untuk tenang. Wajah hye soo terlihat begitu pucat. Tiba tiba baekhyun berbalik ke arahku dan sebuah tinju mendarat tepat di atas wajahku, hye soo yang melihat kejadian itu langsung berteriak

“hentikan semua ini! kalian berdua seperti anak kecil!!” teriak hye soo sambil menangis.

“hye so-ah..” baekhyun berusaha memegang tangan hye soo namun di tepis oleh hye soo.

“aku penyebab semua masalah ini, sekarang aku akan menjauh dari kalian berdua. Maafkan aku” kata hye soo lalu pergi meninggalkan kami berdua. Aku dan baekhyun hanya bisa terdiam mendengar kata kata  hye soo barusan.

Dua tahun berlalu. Aku dan baekhyun sudah akrab kembali setelah kejadian itu. sedangkan hye soo, dia benar benar pergi dari kehidupan kami. Dia memutuskan untuk pindah sekolah, dan tinggal bersama bibinya di busan. Hari ini hari kelulusan, aku lulus dengan nilai terbaik di sekolah, dan masuk universitas terbaik di korea.

“ya! Kyung soo-ah! Selamat, kau menjadi murid paling cerdas tahun ini!” kata chanyeol dengan wajah agak menyeramkan.

“kau sangat hebat” kata baehyun menepuk pundakku

“seandainya ada hye soo disini”kata chanyeol

“iya seandainya ada dia disini, dia pasti akan sangat bahagia melihat orang yang mencintainya lulus dengan nilai nyaris sempurnya” kata baekhyun dengan wajah malaikatnya.

“kalian bicaara apa?” katku dengan nada kesal.

Aku pulang ke rumah seperti biasa, sendiri tanpa hye soo. Saat tiba di depan rumah aku melihat sebuah mobil hitam terparkir di depan tumah hye soo. Apakah mungkin itu hye soo? Aku harap itu benar benar hye soo, karena aku sangat merindukannya. Selama dua tahun kami tidak bertemu, bahkan berkomunikasi lewat telepon, sms, atau jejaring social saja tidak pernah. Aku memperhatikan gerbang rumah hye soo. Sepertinya percuma, akhirnya aku memutuskan masuk ke rumahku.

                ~hye soo pov~

Sudah lama sekali aku tidak melihat rumah ini. aku sangat merindukan baekhyun, chanyeol dan juga kyung soo, namja aneh dengan mata bulat yang selalu membuatku nyaman berada disampingnya. Aku mengambil HandPhone bermaksud untuk menelpon kyung soo, semoga dia belum mengganti nomor handphone nya.

“Yeoboseyo?”kata seorang namja di ujung telepon

“yeo-yeoboseyo.. apa ini kyung soo?”

“ne.. siapa ini?” katanya datar

“bisakah kita bertemu di taman kota jam 3 sore ini?” aku sangat merindukanmu” kataku lalu menutup telepon karena air mataku mulai menetes.

Aku duduk sendirian di taman menunggu kyung soo datang. Rasanya tidak percaya aku bisa kembali lagi ke seoul tempat yang menurutku sangat banyak kenangan, walaupun aku tidak begitu lama disini. Tiba tiba terlihat seorang namja berbaju biru dan bercelana jeans hitam berlalri menyusuri taman. Aku berdiri dari bangku dan melambai padanya, dia kyung soo, dia datang untuk  menemuiku.  Dia menatapku dalam lalu memelukku . aku tersenyum lirih dan memeluknya begitu erat

“aku sangat merindukanmu” kataku pada kyung soo. Dia merenggangkan pelukannya lalu memegang kedua pipiku dan mencoba menghapus air mataku.

“au juga sangat merindukanmu”  kata kyung soo tersenyum “mianhae aku sudah mengecewakanmu” lanjut kyung soo.

“ini juga salahku, seandainya aku tidak ada di antara kalian, maka…” kalimatku terhenti karena jari terlunjuk kyungsoo  mendarat diatas bibirku.

“hye soo-ah maafkan aku. Aku seperti ini karena aku sangat mencintaimu” kata kyung soo lalu memelukku lagi “saranghae hye so-ah” kata kyung soo

“nado saranghae oppa”

 

~author pov~

Akhirnya kyung soo dan hye soo berpacaran. Mereka kuliah di universitas yang sama. Sedangkan baekhyun dan chanyeol mereka berkuliah di tempat yang berbeda, namun mereka tetap bersahabat, mereka selalu menghabiskan waktu berempat. Dan baekhyun sudah menerima kenyataan bahwa hhye soo lebih memilih kyung soo. Dia mencoba untuk mencari pengganti hye soo. Dan chanyeol dia terus berusaha agar bisa pacaran dengan Dara 2NE1.

~the end~

8 pemikiran pada “Sorry, But I Love You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s