HER NEED YOUR BLOOD!!!

Author: soft dubu

Main cast:

ELIZHABET  BATHORY

 CHANYEOL  + HYE WOON

SEHUN+ SEOK RAN

BAEKHYUN+ HARA

WU FAN (KRIS)+ SUN HAE

MINSEOK (XIUMIN) + MINJIE

ZI TAO + DONGKYO

KYUNGSOO (D.O) +  YOON HEE

JOONMYEON(SUHO) + HYUN RAN

JONG IN (KAI) + EUN JAE

YI XING (LAY) + SUNJI

JONG DAE (CHEN) + JINRI

LUHAN + HYUN TAE

Support cast:

Supir kereta kuda countess

Sosok makhluk gaib

Penjaga castil

Length: loooooonghoot

Genre : horor,threiler, little romance

Ratting: NC 13

A/N: ini dia si jali jali. Eh bukan ini dia lanjutan teasernya. Kalau ngerasa pernah baca ff ini di fb itu berarti bukan copas tapi emang bikinan sayah #tunjuk jidat sendiri. Selain di fb ff ini pernah di publish di wp pribadi author. Makasih buat admin yang rela dan ikhlas publish ini ff. Baca yuk abis itu coment okeh?

Warning: 1 typo = 1 cinta buat reader=1 maaf buat author
karena di ff ini banyak cinta (typo) mohon maafnya juga di perbanyak #apalah?

Chanyeol dan hye woon sudah berada didepan pintu gerbang “kan apa ku bilang tempat ini terkenal” ucap chanyeol bangga. Menunjuk barisan mobil di tempat parkir didepan castil tujuannya.

“kalau memang benar  terkenal kenapa mereka turun dari mobilnya dan berjalan kearah kita??” tanya hye woon menunjuk segerombolan orang menuju mobilnya.

 “Mwo???” chanyeol mendapati  4 orang namja berjalan menuju mobilnya.


“mollayo” chanyeol menjawab pertanyaan kris.

“lebih baik kau pergi dari sini atau kau ikut jadi persembahan!” ucap kris lantang. Sejenak kemudian I-phone chanyeol berdering.
“ne yeoboseyo. Ne OMO!!! Ne aku akan menyelamatkanmu!”  tiba-tiba chanyeol terduduk lemas

“waegurae?” tanya lay.

“sahabatku sudah terjebak didalam” ucap chanyeol lirih.

“aku harus ikut kalian membantu didalam” kata chanyeol,sementara hye woon langsung menggenggam erat tangan chanyeol karena takut.

“ah…. Sehun-a!! Tolong!!” teriak seok ran saat ada seseorang menyeret tubuhnya menuju ruang penyiksaan.

“sehunaaa tolong aku!!” teriakan seok ran mendominasi tangisannya.

“KYAAA EONNIIE!!!” teriakan seok ran malah makin hebat saat ia sampai di ruang penyiksaan dan melihat hyun tae dengan rantai dikakinya dan akan ditarik ke atas agar ia tergantung diatas bathup.

“eonnie ireona!! Jebal!! Ireona eonni” seok ran berlari dan segera memeluk hyun tae. Dengan tangan berlumuran darah seok ran berusaha membuka rantai di kaki hyun tae namun rantai itu sudah dikunci dan ia tidak menemukan kunci rantai itu.

“sehuna kau kesini juga??” ucap sebuah suara.

“hyung!!! Kenapa punggungmu??” sehun berlari kearah luhan. Dipunggung mulus luhan kini terdapat beberapa bekas cambukan dan mengeluarkan darah.

“hyun tae. Selamatkan hyun tae” kata luhan tidak jelas.

“kita sudah dikurung hyung berdo’a saja ada keajaiban yang akan menyelamatkan kita” ucap sehun lirih.

“hyun tae. Kasihan dia. Hyun tae.” dan akhirnya luhan ambruk dipangkuan sehun.

“oppa lewat sini!” Ucap yoon hee menunjukkan jalan.

“ne.” akhirnya mereka sampai di kebun belakang castil ini.

“tubuhku. Kau apakan tubuhku?? Darah ku!! Jangan kau minum darah ku!! Kyaaaaa” ucap sesosok hantu didepan D.O dan segera mencekiknya.

“aku masih suci! Jangan kau minum darahku! Iblis dari neraka!! Hukumlah dia” pertama memang ada beberapa sosok hantu wanita namun semakin lama jumlahnya semakin banyak Mengejar D.O.

 “OPPAA!!!” teriak yoon hee lalu menarik tangan D.O pergi.

“ini! Bawalah mawar ini ke dalam rumah. Jika ada hantu yang mendekat padamu lemparkan setangkai mawar ini lalu mereka akan hangus terbakar” ucap sunji menjelaskan sambil membagikan beberapa bucket bunga.

“kita berpencar disini” kata kris singkat dan mudah dipahami oleh yang lainnya.

“oppa! Kalau aku mati disini bagaimana??” Tanya eun jae berjalan bersama kai.

“kalau memang sudah ditakdirkan kita mati disini mau bagaimana lagi??” kai malah terkesan pasrah menjawab pertanyaan eun jae. Sementara eun jae hanya bisa mendesah menghembuskan nafas berat.

“oppa apa ini??” tanya hyun ran mengeratkan rangkulannya pada tangan suho.

“entah lah baunya seperti bangkai.” ucap suho. Akhirnya suho menemukan obor lalu membakarnya. Ya! Ruangan itu adalah tempat elizhabet menumpuk korbannya. Terdapat banyak mayat yeoja yang sudah membusuk dengan ulat dan belatung yang menggerogoti badan mereka.
Suho melemparkan obornya pada mayat itu dan api mulai menjalar membakar mayat-mayat yeoja tanpa dosa itu.

“semoga mereka bisa beristirahat dengan tenang.” ucap suho lalu membawa hyun ran keluar dari gudang itu. Pandangan mereka kini tertumpu pada seorang yeoja yang sedang menggali tanah dengan badan penuh luka sayatan sembari menangis. Terkadang dalam cangkulannya ia menemukan potongan tangan ataupun kaki.

“ya! Yeoja bodoh! Percepat gerakan mu!” ucap sosok berwajah cantik menggunakan baju ala ningrat eropa. Yeoja itu tetap menangis sambil masih menggali kuburannya sendiri.

“oppa itu jinri eonni!!” hyun ran memekik sehingga elizhabet melihat mereka berdua. Dengan segera suho melemparkan setangkai mawar kedepan countess sehingga bayangannya menghilang dan mawar tadi hangus terbakar.

“eonni!! Apa yang ia lakukan padamu??” tanya hyun ran.

“dia! Menculik Chen oppa. Saat ia mulai marah kulihat kulit wajahnya mengelupas. Dan countess itu menyuruh ku menyayat tanganku sendiri menggunakan pisau silet. Aku tidak bisa mengelak lagi. Aku menyayat kulitku sendiri. Dan dengan ganas ia menyeka darahku dan mengoleskannya pada kulitnya. Hiks lalu wajahnya kembali utuh dan cantik. Tak puas hanya mengoleskan darah ku ia menyayat kulit wajahku! Lalu meminumnya. Hiks. Aku tidak tahan hiks. Sakitt. Sakit hyun ran aah” jin ri makin terisak mengingat rasa pedih yang dirasakan tubuhnya.

“jung hara!! Masuk lah!!” sosok itu membentak hara.

“andweee aku tidak mau mati konyol disini!!” plaak!!! Sebuah tamparan melayang kepipi kiri hara sehingga bibirnya berdarah.

“masuk atau kubunuh dia??” kata countess menunjuk baekhyun yang sudah tidak berdaya.
Perlahan hara berjalan menuju sebuah peti seperti peti mayat tetapi disetiap sisinya terdapat paku yang mencuat kedalam seperti siap menusukmu saat kau masuk kedalamnya.

“stop!!!” #author:(engkau mencuri hatiku~) Kata Lay saat ia memasuki ruangan itu.

“Siapa kau berani2nya menghalangiku!!?” countess bersiap mencekik lay.

“aku adalah orang yang hampir kau bunuh beberapa bulan yang lalu” kata lay lalu melemparkan mawarnya hingga countess menghilang.

“nuguseyo??” tanya hara.

“aku hanyalah korban countess yang berhasil selamat.”

Sesuai dengan rencana kris semua sedang mengalihkan perhatian countess sementara ia dan sun hae pergi ke puncak menara castil tempat mayat countess terbaring.

“oppa aku melihat akan ada sesuatu terjadi padaku.” ucap sun hae lirih. Kemampuan sun hae melihat masa depan memang terkadang membuat kris sangat khawatir #caiyo krease

“tidak ada yang akan terjadi padamu. Trust me” kata kris lalu memegang tangan sun hae dan benar saja ada sosok makhluk berjubah hitam menarik sunhae. Sunhae. jatuh terguling-guling menuju dasar menara. Kris yang tersadar segera menuruni anak tangga mengejar sunhae tapi sosok itu tetap saja menyeret sunhae hingga kepalanya terbentur setiap anak tangga.

“sunhae! Jangan lupa mawar mu” belum selesai sunhae melempar mawarnya seseorang sudah memegang tangan seunhae lalu menyemprotkan spray bawang putih pada sosok itu hingga ia terbakar menjadi abu.

“nuguya!” tanya kris saat melihat tao.

“jeoneun tao imnida aku adalah adalah adik seorang korban countess dan aku ingin membalas dendam noona ku pada countess” kata tao sementara dongkyo membalut luka di kepala sun hae.

Minjie sudah merasa lemas pasalnya tangannya diikat keatas dan kakinya juga diikat rantai elizhabet memulai dengan menyayat kulit putih minjie.”kyaaaaaaaaa tolong aku!!! Siapapun tolong aku!!! Toloooongg aaaaaaaaaaaaa” teriakan memilukan itu keluar bersamaan dengan darah segar minjie.

“buka pintunya!!! Ya! Iblis!!! Buka pintunya!!!” xiumin terus saja menggedor pintu mendengar teriakan minjie. Ia semakin takut tangannya gemetar mendengar suara minjie yang mulai habis karena memanggilnya.

Untuk memasuki castil melalui pintu utama kau harus membaca sebuah mantra. Chanyeol sudah berada di depan pintu dan bersiap membaca mantra keramat itu.
“…..

Hah. Chanyeol menarik nafas
(baca dalam hati! Jangan pake suara karna mantra ini memang asli)

“the prayer of elizhabet.
Help me, O clouds.
O clouds, stay by me.
Let no harm come to me.
Let me remain healthy and invicible.
Send, O send, you powerful cluod ninety cats.
I comand you, O king of the cats, I pray you.

May you gather them together,
even if you are in the mountains,
or on the waters,
or on the foofs,
or on the other side of the ocean.
May these ninety cats appear to tear and destroy the hearts
of king and princes,
and in the same way
the hearts of teachers and judges so they shall harm me not.

Holly trinity, protect me.
Elizhabet bathory we pray for you”

kata chanyeol seperti sedang menghipnotis. Hye woon tetap berada di sampingnya mengeratkan pegangannya pada chanyeol.

“kau sudah mendoakanku. Silahkan masuk!” ucap sebuah suara wanita, lalu mempersilahkan mereka masuk. Castil itu berwarna merah dan dominan hitam dengan arsitektur eropa tengah abad 15.

“kyaaaaaa darah ku!!! Jangan kau ambil darah ku!!! Iblis jahanam akan menghukum mu!!!” teriak sebuah suara memilukan membuat hye woon makin bergetar.

“buka pintunya!!!! Ya! Kau iblis buka pintunya!!!” teriak suara lainnya.

“chen hyung!!!”ucap chanyeol kemudian berlari menuju chen di bawah tangga.

“tolong aku. Jebal!” lirih chen.

“jinri!! Dia sedang menggali kuburnya sendiri. Jebal tolong aku”ucap chen, hye woon mematung merasakan ada sesuatu menetes dikepalanya.

“oppa apa ini?” hye woon menyeka cairan hangat yang menetes di wajahnya dan melihatkan tangannya yang berdarah.

“dari mana??” chanyeol menengadahkan kepalanya dan setetes darah mengenai wajahnya.

Tak butuh waktu lama seok ran dan hyun tae bertemu dengan
yoon hee dan hara dari lantai 1.

“baguslah malam ini memang malam yang tepat untuk mengorbankan kalian semua.” kata countess menatap para yeoja muda itu satu persatu.

“kau! Ayo kemari!!” ucap countess, seokran hanya bisa menurut karena ia tidak ingin penyiksaannya bertambah berat.

“berikan tanganmu!” ucap countess lagi.

“arrrggggghh appppoooo kyaaaaaaa lepaskan kumohon!!! Aaaaaaa” teriak seokran saat countess menusuk bagian bawah kukunya dengan jarum.
Countess tetap menusuk-nusukan jarum itu pada seokran hingga jarumnya berdarah. Lalu menjilat sisa darahnya.

“hiks hiks.” suara tangis mendominasi ruangan penyiksaan itu. Hyun tae tetap tidak sadar karena tubuhnya sudah terlalu lemas. Sementara itu beberapa orang yang berada didalam ruangan itu hanya bisa berteriak tertahan melihat penyiksaan itu yang akan terjadi pada mereka juga.

“jadi bagaimana??” tanya kris.

“ne kau harus menancapkan paku perak di tiga titik yaitu di jidat, di dagu dan didadanya” jawab tao.

“eottokhae?? Aku tidak membawa paku” kata kris.

“tak usah repot karena kau hanya boleh mengambil 3 paku perak yang tertancap di atas menara tempat dia berbaring sekarang” kata tao.

“oppa kita harus cepat karena ia sudah menyekap yeoja-yeoja itu.” kata sun hae.

“apa yang kau lihat??” tanya tao.

“aku melihat mereka disiksa satu persatu lalu di bunuh perlahan dengan siksaan yang sama setiap hari sehingga mereka mati perlahan. Oppa!! Aku ada disana! Aku juga disiksa oppa!!” ucap eun hae tanpa berkedip menerawang nasibnya. Matanya mulai berair. Bagaimana tidak? Kau melihat kematianmu yang akan terjadi padamu.

“tutup matamu!! Ppaliwa tutup matamu” ucap kris ikutan panik

“andweeeee!!! Tolong aku!! Kumohon” teriak sun hae menjerit histeris. Sepertinya ia sudah tenggelam dengan penglihatannya. Dengan cepat kris memeluk sun hae lalu membantu sun hae menutup matanya.

“jebal! Tutup matamu! Aku khawatir padamu.” kata kris.

“kalau begtu kajja” kata dongkyo yang mulai gerah melihat kris dan sun hae. Merka terus menaiki tangga hingga sampai didepan pintu kamar sekaligus pengasingan countess.

“dimana kuncinya??” tanya kris

“ne ada dikamar pembantunya disebelah kamar ini” kata tao.

Countess baru saja membawa jinri dan minjie diruang penyiksaan milik countess di bawah tanah.

Sehun mendengar teriakan dari lantai yang sama ditempat mereka duduk yaitu lantai bawah. Hawa dingin mulai menyeruak masuk ke ruangan penjara tempat sehun berada dengan luhan. Perlahan pintu terbuka terlihat sesosok yeoja dan namja mendekati mereka.

“sehun! Luhan hyung!” teriak namja itu.

“kai! Tolong luhan hyung!” teriak sehun

“kyaa!” teriak eun jae melihat tubuh luhan penuh luka.

“hyun tae! Selamatkan hyun tae jebal” gumam luhan

“oppa eemmpphh” tiba-tiba ada yang membekap eun jae dari belakang dan membawanya melayang mundur. Hawa siang itu terasa sangat dingin menusuk kulitmu. Sangat dingin hingga bulu kudukmu berdiri.

“mana eun jae??” tanya kai pada sehun dan luhan.

“molla yo” jawab sehun.

“opppaaaaaaaa kyaaaaaaaaaa jebaaaaall save me!!!!” ucap eun jae menghilang dibalik pintu lantai bawah.

“eun jae!!!!” kai melihat bayangan eunjae dibekap oleh sesosok wanita berbaju merah darah lalu menghilang.

“ayo kita kesana kita selamatkan mereka” kata kai segera berjalan menuju ruang bawah tanah mencari bayangan yang telah membawa eun jae.

“hyung!,luhan hyung apakah kau bisa bertahan??” tanya sehun.

“ya aku ingin menyelamatkan hyun tae.”

“ne kajja” kata kai.

Chanyeol memapah chen berjalan menuju lantai bawah sementara hye woon masih setia menggenggam tangannya.

“minji!!! Selamatkan minji!!! Jebal”
teriak xiumin melihat 3 orang yang berjalan menuju mereka.

“nuguya??” tanya chanyeol melihat xiumin.

“jeoneun xiumin imnida. Jebal selamatkan minji didalam! Tolong aku mendengar teriakannya didalam” kata xiumin panik.

“apakah ada jinri didalam??” tanya chen.

“ya aku melihat banyak yeoja yang masuk kedalam” ucap xiumin.

“biarkan saja dulu!” kata chanyeol membuat xiumin chen dan hye woon terkejut. “apa maksudmu!!” ucap chen mulai gerah.

“ne arraseo, tapi bagaimana dengan mereka??? Aku tidak bisa membiarkan mereka.”ucap chen diluar sementara didalam eun jae sudah memasuki ruang penyiksaan.

“apakah sudah lengkap semua?? Ayo kita mulai. Darah 7 gadis muda bersatu pada malam bulan purnama tepat tengah malam bulan purnama berada di puncaknya dan aku kembali hidup lagi.” kata countess.

Countess memulai ritualnya dengan pemanasan yaitu membakar beberapa besi panas lalu menyuruh jinri duduk di tempat seperti pasung. Dan menghimpitkan besi panas itu dikakinya.

“kyaaaaaaaaa paannnaaaaassss toloooooonggg kumohon tolong aku!!! Oppaaaaaaa” teriakan menyayat hati itu menggema diseluruh castil.

“jinri-ah bertahan lah!!! Kumohon bertahanlah!!” teriak chen gelisah.

“oppa tolong aku!! Jebaal!!” teriak jinri saat mendengar teriakan chen diluar.

“ada couple moment ha??” tanya countess lalu meninggalkan ke tujuh yeoja itu untuk menghabisi namja yang ada di luar.

Hye woon entah dengan sadar atau tidak malah pergi meninggalkan chanyeol menuju sebuah kamar yang ia merasakan bahwa ada seseorang disana.

“hye woon!!!”

“sunji eonni?? Lay ssi?? Apa yang kalian lakukan??” tanya hye woon bingung.

“lepaskan rantai ku dulu!” kata sunji

“ne tapi bagaimana caranya?? Dimana letak kuncinya??” tanya hye woon.

“pecahkan menggunakan kapak itu!” kata lay.

“mwo?? Kapak?? Bagaimana kalau nanti aku salah?? Kakimu bisa tertebas” kata hye woon tidak yakin.

“kalau kau tidak mau biar kan saja kami mati perlahan disini” kata sunji.

“ah ne ne!” perlahan hye woon mengambil kapak disudut kamar itu.

“han dul set” hye woon mengangkat kapak itu dan melayangkannya ke kaki lay praaak!!! Rantai yang mengikat kaki lay pecah.

“aargh” lay mendesah kesakitan.

“mianhe lay-ssi” kata hye woon.

“sekarang biar aku yang melakukannya” kata lay mengambil kapak ditangan hye woon. Cring.. Hanya dengan hentakan kecil rantai yang melilit kaki sunji terlepas.

“bagaimana bisa kalian sampai kesini??” tanya hye woon.

“pembantu abadi countess menyekap kami disini.” kata sunji.

“kenapa ia tidak memberikanmu pada countess ah mian tapi bukan itu maksudku.” kata hye woon.

“ne arasseo. Ia tidak ingin meminum darah seseorang 2 kali.” kata sunji ringan.

“mwo?? Kau pernah kesini??” tanya hye woon

“ye. Suho dan lay oppa yang menyelamatkanku.” kata sunji lalu pergi berlalu dari tempat itu.

“oppa aku menemukan lay dan sunji eonni” kata hye woon.

“ya!!! Hye woon ah!! Kupikir kau sudah ditangkap countess! Kau membuatku khawatir!!” bentak chanyeol.

“mianhe oppa tapi aku tidak bermaksud membuatmu khawatir.” kata hye woon merasa bersalah.

“hah!! Masih ada bedebah disini!!baiklah akan ku bereskan” ucap countess dari belakang mereka.

“mawar dimana mawar!!” Kata lay panik

“ya kan sudah habis!!” kata chanyeol.

“tidak ada gunanya mengikat kalian. Aku tidak punya waktu! Bulan purnama tinggal sebentar lagi baiklah” kata countess sedetik kemudian ke 6 orang itu sudah masuk dalam kurungan dan ditinggal pergi oleh countess.

“ritualku bisa tenang sekarang hahahaaha” kata countess menggema di seuruh ruangan castil.

“bagaimana bisa kau tahu seluk beluk dari castil ini??” tanya kris.

“aku?? Kau sendiri kenapa bisa sampai ke menara??” tanya tao.

“ini sudah yang ke 2 kalinya aku kemari dengan tujuan yang sama” jawab kris.

“kau sendiri?”

“noonaku sudah membeli castil ini. Ia berniat memberikannya padaku saat ulang tahunku. Tapi saat noona membeli castil ini si penjaga malah membawa kabur uang noona dan mengorbankan noonaku disini” kata tao mengingat kejadian pahitnya dulu.

“jadi kau adalah pemilik castil ini??” tanya kris.

“ne bisa dibilang begitu.” kata tao.

“oppa kenapa kau tidak menceritankannya padaku?? Tanya dongkyo pada tao.

“mianhamnida. Aku tidak mau kau ikut jadi korban”.

“lalu kau berencana membakar castil ini sampai hangus dan menjual tanahnya betul kan?? ” kata sun hae.

“ne! Kau melihatnya??” tanya tao.

“ne!” sunhae kembali terdiam dan menatap lurus dan kosong.

“oppa!!! Dia sudah memulai ritualnya oppa!!! Kita harus cepat” kata sun hae dengan cepat menutup matanya.

“ne ayo cepat.” saat tao mendapat kunci diatas meja penjaga abadi countess.

“kalian kira aku akan membiarkan kalian??” tanya penjaga itu memergoki 2 couple itu.

“omo hyung!! Siapa orang yang bersama mu ini??” tanya kai saat melihat baekhyun memeluk D.O memasuki sel tempat kai menyelamatkan sehun dan luhan

”Dia D.O dia juga terjebak disini” kata baekhyun.

“bagaimana hyung ada disini??” tanya kai.

”Aku tidak tahu yang jelas saat aku berlari bersama yoon hee pandanganku terasa kabur dan semua seperti berputar. Aku tidak tahu dan saat aku tebangun aku sudah berada disini bersama baekhyun” D.O memegang keplanya yang terasa kaku.

“nah lebih baik begini jadi aku tidak perlu susah payah mengurung kalian” kata countess lalu segera mengurung kai, D.O, sehun dan luhan.

“hah! Apa aku dikurung lagi?? Bagaimana seok ran??” tanya sehun frustasi.

“oppa kurasa hari ini adalah kencan kita yang terbaik” kata hyun ran sambil masih berlari karena dikejar oleh kereta kuda milik countess.

“naddo hyun ran ah. Aku juga begitu” kata suho lalu berhenti.

“Mwo!!” teriak hyun ran. Suho mencabuti kelopak mawar terakhirnya lalu melemparnya pada kereta kuda itu.

“ya! Kau membuat ku kaget!” kata hyun ran.

“ne, jangankan kau aku saja masih bingung kenapa aku bisa melakukannya” ucap suho seenaknya.

“oppa bagaimana nasib jinri??” tanya hyun ran sambil masih berjalan menuju castil

“biarkan saja.” kata suho singkat

“MWO??? Kita kesini kan untuk menyelamatkan mereka. Kenapa sekarang kita harus membiarkan mereka?? Kau aneh oppa” kata hyun ran. Langkah mereka berdua terhenti saat melihat puluhan hantu wanita dengan baju putih selutut dan kaki yang tak memijak tanah mendekati mereka.

“eottokhae??? Mawar kita habis!!” kata suho.

“ya sudah kita lari oppa babo!” kata hyun ran lalu berbalik dan berlari menuju gerbang castil.

Kris menjatuhkan sekuntum mawar dihadapan penjaga itu tapi tetap tak ada yang terjadi.

“bodoh! Kenapa tak ada yang terjadi??” kata kris menyumpahi dirinya sendiri.

“lempar se bucket! Jangan cuma setangkai!” kata tao mulai emosi. Belum sampai bucket itu jatuh ke tanah sosok tadi sudah terbang menerkam dongkyo dan hendak menusukkan pisau ke leher mulusnya.
“YA!!! JANGAN KAU SENTUH DIA!!! TANGAN KOTOR MU TAK BOLEH MENYENTUHNYA” ucap tao kalut. Ia benar2 tidak bisa meredam amarahnya.

Tanpa disadari sosok itu sun hae malah pergi kebelakang si penjaga dan mencabuti seluruh kelopak mawar itu. Dan melemparkannya ke sosok penjaga bertudung hitam itu hingga badannya hangus terbakar bersamaan dengan mawar tadi.

“kajja kita pergi!” kata tao merangkul dongkyo yang masih lemah.

Sementara itu hyun tae, eun jae, jinri, seok ran, minjie, hara dan yoon hee sedang dijadikan santapan untuk menghidupkan raga sang countess.

“arwah iblis hitam pengusa langit.!! Aku berdoa dibawahmu! Hidupkan aku kembali! Ku korban kan darah 7 gadis suci.” kata countess di dalam ruangan dengan menengadah 7 gadis suci itu sudah berada di langit2 ruang bawah tanah dan akan diimpit dengan bola-bola berduri agar darahnya mengalir jatuh kebawah membuat countess shower darah dibawahnya.

“ya! Erzsebet bathory, la comtesse sanglante!! Sesungguhnya aku sudah tidak suci lagi” aku minjie.

“MWO!!! How dare you!!! Memanggil namaku dan mengapa kau tak suci lagi?? Perempuan jalang!!!” pekik countess tidak terima.Ia melepaskan ikatan yeoja2 itu secara kasar. Sehingga mereka terjatuh ke bawah dengan keras.

“siapa yang mengaku tadi!!!”

“YA kalian semua!!! Enyahlah!!” kata suho pada arwah penasaran itu.

“bunuh dia!! Bunuh dia demi kami!!! Darah ku!!! Ia meminum darah ku!!! Kyaaaaaa” teriak salah satu hantu.

“ne aku akan membunuhnya untuk kalian tapi kumohon!! Pergi dari sini!! Beristirahatlah dengan tenang!!” kata suho geram.

“aku akan memegang perkataan mu! Kalau sampai kau melanggarnya akan kubunuh perempuan ini seperti dia membunuh kami” kata hantu itu lalu pergi perlahan menjauhi suho dan hyun ran.

“oppa!!!” teriak hyun ran pada suho.

“ne! OMONA!!!” suho dengan cepat merangkul hyun ran dan menyumbat darah mengalir dari arteri hyun ran yang terpotong karena gigitan seorang hantu tadi.

” kajja kita kedalam.! Luka mu tidak terlalu parah kan??” ucap suho lalu membawa hyun ran masuk ke castil lewat kebun belakang.
Hyun ran dan suho berjalan menuju lantai bawah karena mereka tau kalau ruang penyiksaan biasanya dibawah. Dan pada faktanya kamar countess ada di puncak menara.

“hyung!! Kami disini!!!” ucap baekhyun yang melihat suho lewat didepannya.

“baekhyun-a kenapa kau terkurung disini??” tanya suho sambil mencocokkan kunci yang ia temukan tepat disamping penjara itu.
“cepat hyung!!! Acara pemujaannya akan dimulai!” kata baekhyun.

“Mwo!!! Ayo keluar kalian semua” kata suho. Lemas, capek lapar sakit semua telah bercampur pada mereka. Sehun, luhan, D.O kai dan baekhyun keluar dari penjara mereka.

“dimana ruang penyiksaanya?”

” aku melihatnya!!!” kata sun hae.

“apa yang kau lihat??” tanya tao

” ia mendekat pada minjie!” kata sun hae.
Kris membuka pintu kamar elizhabet countess dan dengan cepat mencari 3 paku perak disekitar kamar elizhabet.
Sementara itu dongkyo hanya berdiri terpaku melihat mayat countess terbaring di sebuah tempat tidur dengan kelambu transparan. Ia tidur dengan melipat kedua tangannya. Dan menggunakan baju berwarna merah dan putih dengan rok kembang. Kulitnya terlihat mengeriput.

“hah!! Countess kau terlihat tua! Tak cantik lagi” kata dongkyo.

“dia berhenti!!!” kata sun hae.

“mwo??” tanya tao bingung.

“dia menuju kesini.! Oppa ia kesini!! Countess kesini.” belum selesai sun hae berteriak mereka sudah bisa melihat bayangan countess sudah membawa dongkyo menghilang.

“arwah langit!! Lindungilah ragaku.!” kata countess lalu mendorong dongkyo bergabung dengan yeoja lainnya.

“beraninya kau mengatai ku tua!!! Maukah kau ku siksa?? Seperti 650 gadis bodoh lain?? Ha?” ucap countess pada dongkyo.

“hah!! Memang kenyataannya kau tua, jelek tidak mode. Ningrat kolot” kata dongkyo tanpa takut pada countess.

“rasakan ini” kata countess menjatuhkan besi panas diatas tangan dongkyo hingga tangannya remuk.

“hanya itu?” tanya dongkyo yang tak memperlihatkan rasa takutnya pada countess.
countess mengambil gunting di laci ruangan itu. Lalu menjewer telinga dongkyo dan ingin mengguntingnya.

“kau akan menyesal!” kata countess.

“tao ssi dimana pakunya??” tanya kris mulai emosi.

“ia mengambil gunting dan ingin menggunting telinga dongkyo” kata sun hae tanpa berkedip.

“keparat!!” ucap tao mencongkel paku di tempat tidur countess.

“tidak jadi! Ia membanting dongkyo keras kelantai. Kepalanya berdarah” kata sun hae lagi.
Plak!! Tanpa kris dan sunhae tau Satu paku tertancap di kening countess. Wajahnya mengkerut tapi kulitnya masih bagus. Dengan badan yang utuh.

“ia kepanasan” kata sun hae.

“dimana lagi letak pakunya??”

“baekhyun ah!!!!” Teriak chanyeol dari dalam kamar.

“chanyeol?? Eodiseyo??” teriak baekhyun.

“Dikamar disampingmu!” tak butuh waktu lama untuk melepaskan xiumin,chen, chanyeol, lay, sunji dan hye woon.

“ruang penyiksaannya ada disamping kamar itu!” tunjuk chen pada kai.Mereka sudah berada di depan pintu akan mendobrak pintu itu.

“Han deul set!” Mereka mendobrak pintu bersama dengan sebuah balok kayu sementara itu hyun ran, sunji dan hye woon hanya menonton.
Braak!!! Pintu terbuka dengan lebar.
Disana mereka melihat minjie dan hyun tae tidak sadarkan diri, eun jae yang menangis dipelukan hara dan seok ran yang membantu yoon hee berdiri, jinri yang menagis kesakitan dengan tangan penuh luka dan dongkyo yang hanya berdiri melihat countess kepanasan.

“hyun tae!!!!” teriak luhan.

“pergi!!! Pergi!!! Kyaaaa panass panas!” pekik countess lalu menghilang.

Sementara mereka semua mengurusi couple masing-masing dongkyo segera keluar dari ruangan itu mencari tao di puncak menara castil.

“sehun-a!!! Appoyo!!” adu seok ran dengan isak tangis.

” apa yang dilakukan monster itu??” tanya sehun perih melihat kuku-kuku seokran tak berhenti mengeluarkan darah.

“minjie-ah. Apa kau memang sudah tidak perawan??” tanya hara.

“ne??? Aku berbohong. Agar aku bisa mengulur waktu kris oppa dipuncak menara sesuai cerita eun jae” kata minjie berusaha menahan darah yang mengalir dari hidungnya akibat tamparan countess.

“kau bilang kau sudah tidak perawan??” tanya xiumin shock.

“YA!!! Apa yang oppa katakan?? Aku kan masih suci!!” minjie hanya bisa menundukkan kepalanya malu.

“hyun tae!! Hyun tae!! Ireona!!” ucap luhan menggoncang tubuh hyun tae yang penuh luka sayatan

“ah ooppa kau datang?? Menyelamatkanku??” tanya hyun tae dengan sisa tenaga yang ada.

“nee aku menyelamatkan mu!!” kata luhan mencoba menopang tubuh hyun tae tanpa komando mereka semua berjalan keluar menjauhi castil.

seok ran masih saja mengeluh sakit ntah karena ia menemukan sehun “sehun-a!! tiupkan untukku” ucap seok ran meberikan tangannya pada sehun.

“ne.” kata sehun lalu mencium tangan seok ran.

“apa yang dilakukannya padamu” tanya baekhyun pada hara.

“apa kah tubuh ku yang penuh goresan seperti ini belum memberimu jawaban??” jawab hara garang.

“ya! Lihat aku.!” kata baekhyun lalu membersihkan luka diwajah hara diatas mobil van milik kris.

“Ya!! Tak bisakah mata sipitmu melihat kakiku?? Ia telah meremukkan tulang kaki ku. Aku tidak bisa berjalan” kata minjie yang masih tinggal di castil

“ne aku tau” kata xiumin lalu menggendong minjie ala bridal style.

yoon hee melihat D.O dengan pandangan miris. Tunangannya kini tertidur di pangkuannya menunggu kris dan tao kembali dari menara castil.

“kenapa kau melihat ku begitu??” tanya D.O mengagetkan yoon hee

“ah ani” kata yoon hee dengan pipi mulai memerah. D.O tak peduli dengan jawaban yoon hee meletakkan tangan yoon hee diatas dadanya agar yoon hee merasakan getaran yang dirasakannya.

eun jae melepaskan tautan tangan kai saat menggenggam tangannya.

“waegeure?” tanya kai heran.

“countess menyayat tangan ku. Masih perih jiika disentuh” ucap eunjae ringan

“mianhe” kata kai lalu memeluk eun jae erat.

“kenapa oppa minta maaf??”

“maafkan aku tidak bisa menjagamu.”

“kukira hari ini adalah hari pertama dan terakhir aku berpacaran dengan oppa” kata hyun ran sambil membalut arterinya yang tergores

“sebenarnya aku inginnya begitu.” kata suho.

“mwo!!” mata hyun ran membulat

“aku ingin besok kita menikah” kata suho sambil berbisik pada hyunran

“YA!!! Kau kira pernikahan itu main-main???” kata hyun ran lalu masuk dalam mobil meninggalkan suho diluar.

” tadinya aku ingin menyatakan perasaan ku padamu di dalam” kata chen menunjuk castil.

“kau mau kita masuk kesana lagi?? Tanya jinri

“andwee!!! Heu!! Saranghae” kata chen lalu memeluk jinri.

“aauuww!!” kata jinri

“maaf oppa tubuh ku menolakmu” kata jinri datar chen langsung menatap jinri terkejut

“tapi hatiku menerimamu! Nado saranghae.”

“oppa! Apakah menurut mu kris oppa akan berhasil??” tanya sunji.

“pasti! Aku percaya dia bisa.” kata lay pasti.

“ne ayo berdoa” kata sunji.

“aku tidak mau berdoa!” kata lay tersenyum nakal.

” lalu??”

“bagai mana kalau taruhan?? Kalau kris hyung bisa maka kau harus mau menuruti perintahku tapi kalau kau yang menang aku akan turuti perintah mu” kata lay.

“boleh apa permintaanmu??”

“mudah. Hanya cium aku!”

“mereka semua sudah keluar dari castil dan dongkyo ada dipintu” ucap sun hae.

“ne??” kata tao terkejut lalu tanpa sengaja menjatuhkan paku peraknya hingga terguling-guling ke kolong tempat tidur.

“mianhe” kata tao lalu membungkuk mencari paku itu.

“mencari ini??” tanya countess pada tao. Ia terlihat tua dan kulit wajahnya dipenuhi keriput dimana-mana.

“berikan padaku!!” bentak tao pada countess.

“ambil sendiri!!” Kata countess lalu melempar paku itu keluar.

“kyaa!!!” teriak countess tak berdaya saat kris memakukan perak di dagunya. Langit langsung menjadi gelap ditutupi awan berwarna abu-abu pekat dan petir menyambar dimana-mana.
Dengan kekuatan tersisa countes berjalan menuju sunhae lalu mengeluarkan silet menyayat kulit leher sun hae lalu menyesap darahnya.
Saat tao keluar mencari paku perak terakhir countess melihatnya dan menghalanginya lalu mencekik tao hingga tersudut kedinding. Kris tidak bisa berbuat apa apa karena badannya kaku sama seperti sun hae yang masih saja belum sadar sepenuhnya dengan penglihatannya.
Tao makin terdesak terasa seperti ia akan mati sebentar lagi. Dan kuku2 tajam countess sudah akan mencabik lehernya. Tapi terlebih dahulu countess ingin mencongkel mata bening tao. Saat kukunya sudah akan menghentak masuk kedalam rongga mata tao tiba-tiba cengkraman countess melemah. Sunhae tersenyum senang tapi saat menutup matanya ia pinsan dan kris segera menyambutnya. Langit membuat pusaran awan seperti mengambil sesuatu dari puncak menara.

“kyaaaaaaaa” teriakan countes menghilang berbarengan dengan tubuhnya mulai menjadi abu. Akibat pahatan paku terakhir yang ditancapkan dongkyo.

“kajja pergi” kata kris yang sudah bersiap menggendong sun hae. “ne” kata tao singkat lalu membakar kamar countess dan menggenggam tangan dongkyo.

“aaauww appoo” ucap dongkyo lirih.

“ada apa dengan tanganmu??” tanya tao.

“countess meremukkan tulang tanganku” kata dongkyo meringis.

” ne baiklah ayo cepat turun” kata tao lalu mengajak dongkyo turun meninggalkan api yang terus menjalar bersamaan dengan angin yang terus berhembus.

“ah. Apa artinya kalau menara itu terbakar??” tanya luhan diatas mobil pada hyun tae. “kenapa diam??..” luhan tidak melanjutkan pertanyaannya melihat hyun tae tertidur dibangku sampingnya.

“mianhe aku tak bisa menjagamu! Tapi aku tidak akan mengulang kesalahanku lagi” kata luhan lalu mengecup pipi hyun tae yang tergores.

“oppa!!!! Kau sudah membuat keslahan fatal membawaku kesini!!” ucap hye woon.

“ne! Maaf kan aku chagia!!” kata chanyeol

“ha??? Semudah itukah minta maaf??” tanya hye woon.

“baiklah sepulang kita dari sini aku akan memenuhi permintaan mu. Apapun itu” kata chanyeol sambil tersenyum.

“baik pulang dari sini aku akan minta kau menjauhiku dan memberikan jarak minimal 10 meter jadi oppa takkan membahayakanku” ucap hye woon.

“mwo??” mata besar chanyeol membulat. “andweee” rengeknya.

“bagaimana kalau diganti menjadi maksimal 10 meter??” ucap hye woon jahil.

“kajja kita semua pulang” kata kris pada yang lainnya setelah meletakkan tubuh sun hae diatas mobil. Mereka pergi meninggalkan castil yang mulai habis terbakar.

Holy trinity protect me!
Elizhabet ‘countess’ bathory we pray for you.
END.

Pesanku Cuma ada satuu~

Cuma ingin coment muu~

Jadi jangan lah lupaaa lagiii~

Coment mu sangat di nantii~

#nyanyi+ dadah gaje

Saranghae saranghae~

Iklan

30 pemikiran pada “HER NEED YOUR BLOOD!!!

  1. bagus thor inspirasi’na,,, tp feel’na kurang,,,
    aq suka thriller,,,
    tp aq rasa msh kurang mengena dan kurang menegangkan,,,
    tp keseluruhan bagus kok,,, 😀

  2. sorry thor enggak maksud. aku sukaaaaa cerita ini soalnya moodel fantasy gitu, aku baca mantra elizabeth malah merinding sendiiri soalnya bacanya ga didalem hati.-.

    Tapi cerita ini kayaknya terlalu bertele-tele, soalnya aku gabisa bayangin gimana kejadiannya jadi ngerasa pusing aja._.v Sekian maaf kalo cerewet.-.

  3. Ceritanya bagus.. Tapi ada satu hal yg bikin aku pusing pas baca ceritanya.. Maaf ga maksud 🙂

    Tapi keren ko.. Aku suka..

  4. Bagus thor! Tapi kurang jelas karena setiap ganti scene enggak diberitau jadi klo buat orang awam pasti bingung bacanya,tapi untuk keseluruhannya bagus kog thor! Keep writing ne!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s