Perfect (Special Girl)

KRISSU(1)Title : Perfect (Special Girl)

Author  : Lee HaeYoung (@shflytanialee) & brigida1315 (@LBbrig)

Genre : Romance, Comedy

Rating : G

Cast:

Wu Yi Fan/Kris (EXO-M)

Bae Suzy (Miss-A)

Disclaimer : Cerita ini murni. Jika ada kesamaan dalam bentuk apapun, maaf itu berati ga sengaja 😀

.Perfect.

“aahhh..kenapa aku harus kuliah di semester akhir!!” Kris mengacak-ngacak rambutnya sendiri.

“Kau kenapa?” Kris menatap ke arah seseorang yang sedang bertanya padanya.

“aku harus menyusun skripsi.” Sahut Kris lemah.

“Itu sudah menjadi kewajiban bagi mahasiswa semester akhir.” Gadis itu tersenyum pada Kris. Setelah melihat gadis itu tersenyum, masalah yang sedari tadi berputar di kepala Kris langsung hilang seketika. “Suzy-ah..neomu yeoppo..” gumam Kris.

“Mworago?” gadis itu mengernyitkan keningnya, karna dia mendengar Kris menggumam.

“Ha? An-anniya..” Kris menggelengkan kepalanya.

“Ini. mungkin americano ini bisa mendingin otak mu.” Suzy menyodorkan segelas americano dingin pada Kris.

“gomawo. Bagaimana kuliah mu?”

“baik-baik saja, tidak ada masalah.” Suzy tersenyum sambil meminum americano miliknya. Kris dan Suzy terus mengobrol tentang kuliah mereka. Mereka berdua memutuskan untuk mengobrol bersama di sebuah cafe. Dan tiba-tiba pintu cafe itu terbuka.

“Kris?” seorang namja menyapa Kris.

“Ya! Luhan!” Kris balik menyapa namja itu. Ternyata itu Luhan dan tengah menggenggam tangan seorang gadis.

“kenapa kita sering sekali bertemu disini?” ucap Luhan. Kris hanya terkekeh kecil mendengar ucapan temannya itu.

“aku kesana dulu..” Luhan mengangguk dan tersenyum pada Kris.

“Bagaimana keadaan mu? Jangan sampai kau kelelahan lagi, arra?” Suzy memperhatikan keadaan Kris.

“Arraseo..” Kris tersenyum manis pada Suzy. Kris benar-benar memiliki kharisma yang berbeda dengan namja manapun. Untuk beberapa detik Suzy terhipnotis karna melihat senyuman Kris. Tiba-tiba sebuah kejadian beberapa saat lalu, kembali melintas di pikirannya. Biasanya Suzy sering melupakan banyak hal. Tapi untuk urusan cinta dan perasaan, Suzy tidak bisa lupa.

#Flashback on#

@Hospital

“Suzy-ah lebih baik kau pulang saja. Malam semakin larut.” Kris menyuruh Suzy pulang.

“Tapi kalau aku pulang tidak ada yang menemani mu disini.” Suzy yang sedang duduk disebelah ranjang Kris, terlihat sangat mengkhawatirkan Kris.

“gwaenchanayo..kau tenang saja. Sebentar lagi pasti Kai datang. Tadi aku sudah menelponnya.” Kris tersenyum dan mengacak pelan rambut Suzy.

“apa kau yakin?”

“Nde, kau jangan khawatir.” Kris mengangguk pasti.

“Hmm..baiklah. kalau begitu aku permisi. Besok pagi aku akan kesini lagi.” Suzy pun beranjak dari duduknya.

“Selamat malam Kris..Annyeong..” Kris tersenyum dan melambai pada Suzy yang pergi meninggalkannya. Setelah Suzy keluar dari kamarnya. Kris tersenyum lebar. Ekspresinya terlihat sangat senang. Dia senang karna Suzy terlihat mengkhawatirkannya.

++

Suzy yang baru saja keluar dari kamar tempat Kris dirawat, mengusap pelan dadanya, ada senyum lega yang terlihat di wajahnya. Setiap kali mereka bersama mereka selalu merasakan jantung yang berdebar, perasaan senang yang tidak bisa digambarkan, satu kata yang bisa mewakili itu semua, Kris dan Suzy saling jatuh cinta.

Suzy melangkahkan kakinya ke area parkir. Saat dia membuka pintu mobilnya, ada seseorang yang menghampirinya.

“Ya! Suzy-ah! Kau sudah mau pulang?” Suzy menoleh ke arah orang tersebut, itu Kai.

“Aish..syukurlah kau sudah datang. Aku khawatir meninggalkan Kris sendirian.”

“kekeke~kau tidak perlu khawatir seperti itu. Aku akan menjaga Kris hyung dengan baik.” Kai mengepalkan tangan kanannya.

“Arraseo..kalau begitu aku pulang. Annyeong” Suzy tersenyum dan hendak masuk ke dalam mobilnya, tapi Kai menahan pergelangan tangan Suzy.

“Hyungku, mengharapkanmu.” Kai tersenyum pasti dan pergi meninggalkan Suzy. Suzy terdiam, terpaku, selama beberapa detik, dia mencoba memahami perkataan Kai. Tapi setelah itu, senyuman manis terlihat di wajah cantiknya.

#Flashback off#

“Suzy-ah..Suzy-ah..Bae Suzy, gwaenchanayo?” Kris melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Suzy. Suzy yang sedang melamun, tersadar dari lamunannya.

“Nd-Nde?” Sahut Suzy terbata-bata.

“gwaenchanayo?” Kris terlihat khawatir.

“kekeke~nan gwaenchana.” Suzy terkekeh kecil. Dia pun kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Kris. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Bahagia tertawa bersama, bercanda, benar-benar seperti sepasang kekasih yang sempurna.

========

Jika orang yang tidak mengenal Kris dan Suzy, pasti mereka berpikir kalau Kris dan Suzy adalah sepasang kekasih. Sebenarnya tidak ada hubungan spesial yang mengikat mereka berdua. Mereka berdua hanya sebatas hubungan ‘sunbae dan hoobae (senior dan junior)’. Suzy adalah mahasiswi  semester lima jurusan hukum, sedangkan Kris adalah mahasiswa semester akhir jurusan seni. Walaupun Kris sedikit lebih tua dari Suzy, tapi dia tidak ingin Suzy memanggil dirinya dengan sebutan oppa. Kris mengatakan bahwa kalau panggilan oppa membuat dirinya merasa jauh lebih tua. Di dalam hati masing-masing, mereka sama-sama memendam rasa yang sama. Cinta. Mereka berdua saling jatuh cinta. Suzy memiliki tempatnya tersendiri di hati Kris, dan begitu pula dengan Kris. Kris juga memiliki tempatnya tersendiri di hati Suzy. Sampai saat ini, kedua insan manusia itu belum pernah menyatakan cinta mereka. Suzy senang karna dia selalu mendapat perhatian dari Kris, tapi Suzy berpikir kalau perhatian yang diberikan Kris selayaknya seperti perhatian sunbae pada hoobae’nya, oleh karna itu Suzy ragu-ragu untuk menyatakan perasaannya. Dan Kris berpikir kalau Suzy selalu menganggapnya hanya sebagai seorang sunbae, tidak lebih, dan hal itu pula yang membuat Kris sampai saat ini masih memendam perasaannya untuk Suzy. Kris namja yang terkenal karna kharisma yang dimilikinya, sikapnya yang sedikit kaku dan dingin, selalu membuat gadis-gadis disekitarnya terkagum-kagum. Gadis-gadis itu memiliki rasa penasaran yang sangat besar tentang sosok seorang Kris. Kris memiliki sikap yang berbeda dengan adiknya Kai. Kai memang cool, tapi dia sedikit lebih ramah bila dibandingkan dengan Kris. Kris selalu tertutup dengan orang-orang yang baru dikenalnya. Mungkin 1 tahun adalah waktu yang paling sebentar untuk mengenal Kris jauh lebih dalam. Dan mungkin hanya beberapa orang saja yang bisa akrab dengan Kris dalam jangka waktu 1 tahun itu. Tapi waktu 1 tahun tidak berlaku untuk Suzy. Gadis yang bisa dengan mudah masuk ke dalam kehidupan Kris hanya dalam waktu beberapa hari saja.

#Flashback On#

Kris sedang membaca buku sambil berjalan di lorong kampusnya. Dia tidak khawatir kalau nanti ada seseorang yang menabraknya. Karna orang-orang tersebut pasti akan berpikir dua kali jika ingin bertabrakan dengan Kris. Mereka tidak mau mendapat perkataan yang cukup pedas yang pasti akan keluar dari bibir Kris. Untuk pertama kalinya Kris bertabrakan dengan seseorang di lorong kampus saat itu.

#bruk!# buku yang ada di tangan Kris jatuh ke lantai, dan itu menyebabkan Kris sedikit tersentak. Kris melihat seorang gadis dengan rambut hitamnya yang panjang, memakai jeans, sepatu boot hitam hingga mata kaki, dan blazer berwarna pink muda membalut tubuh sempurna yang dimiliki gadis itu. Gadis itu terduduk di lantai, sepertinya dia jatuh saat bertabrakan dengan Kris. Untuk beberapa detik, Kris terpana melihat gadis itu, dia sangat cantik. Tapi tiba-tiba Kris tersadar, dan mengambil bukunya yang tadi terjatuh. Dan gadis itu berdiri sendiri tanpa mendapat bantuan dari Kris.

“Aish..jeosonghamnida..” gadis itu membungkuk dan meminta maaf pada Kris. Kris hanya mengangguk kecil dan meninggalkan gadis itu begitu saja.

Setelah beberapa meter berjalan dan memastikan dirinya tidak bisa terlihat lagi oleh gadis itu, Kris bersandar di dinding salah satu kelas di fakultas seni Seoul University. Nafasnya sedikit terengah-engah, jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya, bibirnya terlihat seperti kapas, wajahnya memucat. Untung saja tidak ada yang melihat Kris dalam keadaan seperti ini. Kris sudah sering bertemu dengan gadis-gadis cantik, tapi baru kali ini ada gadis yang bisa membuatnya seperti ini hanya dalam hitungan menit. Kris memejamkan matanya, mendongakkan kepalanya, menyandarkan kepalanya pada dinding kelas, dia mencoba mengatur nafasnya, dia terus menarik dan mengeluarkan nafasnya. Tapi aktifitasnya terganggu, karna dia merasakan ada seseorang yang menarik-narik lengan bajunya. Kris membuka kedua matanya perlahan-lahan, dan…

“Ommo!!” Kris sangat terkejut dan sedikit menghindar saat melihat seseorang yang sedang berdiri di depannya. Kris masih dengan ekspresi mata dan bibirnya yang membentuk huruf ‘O’. Kris terlihat benar-benar bodoh dengan ekspresi seperti itu.

“An-nyeong?” Gadis itu melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Kris. Kris pun tersadar, dia memperbaiki posisinya yang sedang berdiri. Dia merapikan kerah kemejanya, dan sedikit berdeham untuk melancarkan tenggorokannya yang tadi sempat tercekat.

“Ya! aku bukan hantu!” gadis itu cemberut karna kesal melihat ekspresi Kris beberapa menit yang lalu. Kris seolah-olah seperti melihat hantu saat melihat gadis itu. sekarang Kris menatap gadis itu dengan tatapan tajam dan dingin.

‘bagaimana aku bertemu dengannya disaat seperti ini? dan kenapa dia tiba-tiba ada disini? Bahkan aku tidak mendengar suara langkah kakinya saat menuju kemari.’ Kris terus membatin. Beberapa pertanyaan melintas di pikirannya.

“apa aku boleh meminjam ponsel mu?” sedari tadi hanya gadis itu yang berbicara. Dengan sikapnya yang polos, gadis itu berusaha meminjam ponsel dari Kris. Kris hanya mengangguk kecil. Dan mengeluarkan iphone miliknya dari saku celananya.

“Waaahh..kamsahamnida.” gadis itu berbalik membelakangi Kris dan setelah dia mengetik beberapa nomor, dia menempelkan iphone itu pada telinganya. Gadis itu berjalan sedikit menjauh dari Kris. Kris menatap gadis itu dengan tatapan datar. Sangat berbeda dengan apa yang dirasakannya di dalam hatinya. Di dalam hatinya Kris tertawa senang, tertawa bahagia, bahkan kalau ada seseorang yang bisa melihat isi hati Kris, disana ada miniatur Kris yang sedang berlompat-lompat kegirangan, berlari kesana kemari, tertawa lebar, karna miniatur Kris itu sangat senang bisa bertemu dengan gadis yang tadi bisa membuat Kris memucat hanya dalam hitungan menit. Tapi Kris sangat pintar menyembunyikan ekspresinya. Ekspresi wajahnya bisa terlihat sangat datar walaupun di dalam hatinya sekarang sedang ada taman bunga yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran, yang bisa mewakili perasaan senang Kris. Gadis itu kembali berjalan ke arah Kris.

“Ini. jeongmal kamsahamnida. Untung saja aku bertemu dengan mu. Aku lupa membawa ponsel. Tadi aku sempat berpikir kalau ponsel ku hilang. Tapi ternyata ponsel ku tertinggal di rumah. Hehe. Ini hari pertama ku kuliah di universitas ini. Aku baru saja pindah dari Gangnam University. Dan intinya aku juga ingin bertanya, apa benar ini gedung fakultas hukum?” setelah berbicara panjang lebar dan tidak mendapat tanggapan apa pun dari Kris, akhirnya gadis itu langsung ke inti permasalahan yang dimilikinya. Gadis itu tersesat.

“Kau salah agaeshi. Ini gedung seni. Fakultas hukum berada tepat di sebelah gedung ini.” Kris menjawab seadanya.

“Aish..pabboya. kalau begitu aku permisi. Kamsahamnida.” Gadis itu pun pergi meninggalkan Kris. Tiba-tiba tergurat senyum tipis yang menghiasi wajah Kris.

“she is so special..” gumam Kris.

—-

Setelah tadi pagi mengalami hal yang sedikit memalukan, Kris melamun di dalam kamarnya. Dia masih membayangkan gadis yang tadi bisa membuatnya terlihat sangat bodoh. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghapus memori saat dia terkejut melihat keberadaan gadis itu.

#cklek# terdengar suara pintu kamar Kris terbuka.

“hyung? Kau tidak mau menemaniku makan malam?” itu adalah Kai. Adik laki-laki Kris satu-satunya.

“ah..nde. sebentar lagi aku akan ke ruang makan.” Mendengar perkataan Kris, Kai hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Kris.

Sekarang pikiran Kris dipenuhi oleh bayang-bayang gadis itu.

“bagaimana dia bisa memenuhi pikiran ku seperti ini? bahkan aku tidak mengenalnya sama sekali! Arrrggghhh!” Kris berbicara pada dirinya sendiri. Dia kesal karna bisa-bisanya dia memikirkan seseorang yang tidak dikenalnya. Kris beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah pintu kamarnya.

#drrt drrt drrt# Langkah Kris terhenti saat iphone yang ia letakkan di ranjangnya bergetar. Dia membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah ranjang. Dia mengambil iphone miliknya, keningnya berkerut saat melihat siapa yang menelpon dirinya?

“aku tidak mengenal nomor ini.” Kris menggumam. Biasanya Kris tidak akan menjawab telpon dari nomor yang tidak dia kenal. Kris menekan tombol abaikan pada layar iphone’nya. Dia melempar kembali iphonenya ke ranjang. Saat Kris melanjutkan langkahnya, lagi-lagi iphone’nya bergetar. Ternyata masih dari nomor yang sama. Dengan perasaan kesal dan sedikit penasaran, Kris menjawab telpon tersebut. Tidak seperti biasanya, kali ini Kris mencoba menjawab telpon dari nomor yang tidak dia kenal.

“yoboseyo?” ucap Kris dengan nada datar.

“yoboseyo? Nuguya?” tanya seseorang di seberang sana. Kris mengernyitkan keningnya. Dia benar-benar kebingungan. Harusnya dia yang bertanya seperti itu.

“yoboseyo? Apa ada orang disana? Aku melihat nomor ini ada di daftar panggilan masuk ku. Sepertinya nomor ini menghubungi ku tadi siang.” Awalnya Kris benar-benar bingung dengan ucapan orang tersebut. Tapi tiba-tiba dia teringat kejadian tadi siang, saat seorang gadis meminjam iphonenya. ‘ah..pasti dia gadis yang tadi menabrak ku.’ Kris membatin. Dan Kris hanya tersenyum tipis setelah mengetahui siapa pemilik nomor ini.

“Ah..tadi siang kau lupa membawa ponsel mu, dan meminjam ponsel ku. kau ingat?” sahut Kris datar. Sebenarnya Kris sedang menahan tawanya, dia benar-benar bahagia karena bisa bicara dengan gadis itu lagi.

“Aish..jeosonghamnida. Aku lupa. Nan Suzy imnida. Jeosonghamnida karna harus mengganggu mu malam-malam begini.” Ekspresi Kris masih seperti tadi, menahan tawanya. Sebenarnya Kris ingin tertawa lebar, dan melompat-lompat kegirangan.

“Gwaenchanayo. Nan Kris imnida” Kris dan Suzy melanjutkan obrolan mereka. Suzy bertanya tentang jurusan Kris di Seoul university, tentang Kris sedang kuliah di jenjang semester berapa, dan lain sebagainya. Kris saat ini sedang berbaring dan berguling kesana kemari di ranjangnya yang empuk. Dia terlalu senang karna bisa mengobrol dengan gadis itu. Tapi Kris tetap menjaga kharismanya, dia tetap  menjaga nada bicaranya seolah-olah dia hanya bersikap datar. Sebenarnya saat ini dia seperti orang yang sedang mendapat hadiah jutaan won dari undian sabun cuci. Disaat Kris sedang asik berguling dan menahan tawanya, Kai memasuki kamar Kris.

“Ya! hyung! Kau sedang apa? Aku sudah menunggu mu daritadi! Dan..kau seperti orang gila” melihat keberadaan Kai, Kris segera menutup speaker iphonenya agar Suzy tidak mendengar perkataan Kai. Dia mengisyaratkan pada Kai agar segera keluar dari kamarnya. Mengerti dengan isyarat itu, Kai melangkah mundur dan menutup pintu kamar Kris. Kai berdiri sejenak di depan pintu kamar Kris.

“Aish..jinjja. Dia benar-benar berbeda saat di kampus. Dia seperti memiliki kepribadian ganda. Di kampus seperti seorang pangeran dengan kesempurnaannya, dan sekarang di rumah dia seperti orang gila dengan kebodohannya. Ahh..sudahlah. Lebih baik aku makan sendiri saja.” Kai pun memutuskan untuk pergi ke ruang makan, dan menikmati makan malamnya seorang diri.

#Flashback off#

++

Sejak kejadian yang tidak disengaja itu, Kris dan Suzy semakin dekat. Mereka sering pergi bersama. Mereka sering bertukar pikiran. Mereka merasakan kecocokan satu sama lain, tapi sampai saat ini, mereka belum memiliki keberanian untuk menyatakan perasaan mereka berdua…

++

Sudah berbulan-bulan Kris menyimpan perasaannya pada Suzy. Karena sebentar lagi dia akan lulus dari Seoul University, dia memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Suzy sebelum dia meninggalkan Seoul University.

Kris sedang berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan di Seoul. Sebelum dia menyatakan perasaannya pada Suzy, dia memutuskan untuk membeli gelang yang nanti akan ia berikan pada Suzy. Kris pun sampai disebuah toko perhiasan,dia memilih-milih gelang seperti apa yang cocok untuk Suzy. Matanya pun tertuju pada sebuah gelang mas putih. Bentuknya sangat sederhana, rantai kecil tapi sangat manis. Dia merasa kalau gelang ini sangat cocok dengan kepribadian Suzy yang sangat polos. Setelah memilih gelang itu dan membayarnya di kasir, Kris keluar dari toko perhiasan itu dengan senyuman di wajah tampannya. Saat dia hendak melangkah keluar pusat perbelanjaan, dia menghentikan langkahnya. Matanya tertuju pada 2 sosok yang sedang duduk bersama di sebuah cafe.

“Itu..Suzy..” gumam Kris lemah. Tanpa dia sadari dia meremas tas perhiasan yang sedaritadi berada dalam genggamannya. Ada rasa sakit yang secara tiba-tiba menerpa hatinya. Nafasnya sempat tertahan, dan tenggorokannya sedikit tercekat. Dia cemburu. Kris melihat Suzy sedang makan siang bersama seorang namja.

Kris merogoh saku celananya, dia mengeluarkan iphonenya. Dia mencoba menghubungi Suzy. Dia ingin memastikan apakah gadis yang sedang bersama namja itu adalah Suzy. Ada perasaan khawatir pada diri Kris. Kris melihat gadis yang ada di dalam cafe itu sedang menatap layar iphone miliknya, terlihat gadis itu menghela nafas dan memandang namja di depannya dengan tatapan ragu-ragu. Dan saat itu yang terdengar dari iphone Kris adalah..

nomor yang anda tuju sedang sibuk.” Kris menurunkan tangannya yang sedang memegang iphonenya secara perlahan. Suzy mengabaikan telpon Kris, sama seperti perkiraan Kris, gadis itu memang Suzy. Suzy terlihat menekan layar iphonenya dan memasukkan kembali iphone itu ke dalam tasnya. Melihat hal itu, Kris menghela nafas..dia benar-benar kecewa.

++

Kris merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang empuk. Bayangan Suzy dengan namja itu masih terlintas jelas di benaknya. Dia berpikir apa selama ini Suzy menyembunyikan sesuatu darinya. Apa selama ini Suzy memiliki kekasih? Apakah Suzy berbohong padanya? Kris memejamkan matanya, mencoba menghapus semua kemungkinan buruk yang dia pikirkan tentang Suzy.

#drrrt drrrt drrrt# Kris beranjak dari tidurnya. Dia meraih iphonenya yang sedang bergetar. Dia menatap layar iphonenya dengan tatapan bingung. Biasanya saat melihat nama itu di layar iphonenya, dia akan tersenyum lebar. Tapi tidak untuk kali ini.

“Yoboseyo..” sahut Kris lemah setelah memutuskan untuk menjawab telpon itu.

“Kris? Hmm..apa kita bisa bertemu sebentar?” mendengar hal itu Kris tidak tau harus menjawab apa. Di satu sisi dia sangat ingin bertemu Suzy, tapi disisi lain dia ingin menghindari Suzy.

“Hm..ada perlu apa?” sahut Kris datar.

“ah..kalau kita tidak bisa. Tidak masalah. Annyeong..” #klik# telpon itu pun segera terputus. Kris mengacak-acak rambutnya sendiri. Dia berteriak karna dia pikir dia telah melakukan kesalahan karna sudah menjawab Suzy seperti itu. Harusnya dia memakai kesempatan tadi untuk bertemu dengan Suzy.

++

Sudah beberapa hari Kris dan Suzy tidak saling menghubungi. Suzy pun tidak pernah terlihat di kampus. Kris berpikir kalau Suzy sengaja menghindari dirinya karna Suzy sekarang sudah memiliki kekasih..

“hyung?” seseorang membuyarkan lamunan Kris.

“Ah..Chanyeol..sudah lama kita tidak bertemu.” Kris memberikan pelukan hangat pada Chanyeol.

“Nde..akhir-akhir ini aku sering bolos kuliah. Kekeke~” Chanyeol duduk di samping Kris yang sedang menikmati makan siangnya.

“Mana Suzy? Biasanya kalian selalu bersama.” Chanyeol bertanya pada Kris.

“Hmm..sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengannya.” Sahut Kris lemah.

“Jinjja? Ah..teman-teman sekelas ku juga mengatakan kalau sudah beberapa hari ini Suzy tidak pernah masuk kuliah. Mungkin dia sakit hyung.”

“Hmm..mungkin.” Kris berpikir sejenak. Dia mencoba memahami perkataan Chanyeol. Mungkin benar apa yang dikatakan Chanyeol. Mungkin saja Suzy sakit.

“Hyung..aku pulang dulu, Sulli sudah menunggu ku. Annyeong..” Chanyeol menepuk pundak Kris dan pergi meninggalkan Kris yang sedang terlarut dalam pikirannya.

++

Setelah pulang kuliah, Kris mampir ke supermarket untuk membeli buah. Kali ini dia berpikir kalau Suzy mungkin benar-benar sakit. Jadi dia memutuskan untuk ke rumah Suzy.

Lincoln MKZ concept berwarna merah sudah terparkir tepat di depan rumah Suzy. Sang pemilik mobil pun keluar, tubuhnya yang tinggi dan tegap, kulitnya yang putih, rambutnya yang pirang dan wajahnya yang tampan, sangat pantas untuk memakai mobil mewah seperti itu. Kacamata hitam yang dipakai Kris semakin menambah ketampanannya. Dia melepaskan kacamatanya. Dia sedikit berdeham untuk melancarkan tenggorokannya. Dia pun menarik nafas panjang, sebelum mengetuk pintu rumah gadis pujaan hatinya.

#tok tok tok#

Terdengar suara langkah seseorang yang akan membukakan pintu untuk Kris. Seorang namja dengan wajah yang juga tidak kalah tampan dengan Kris tersenyum pada Kris.

“Nuguseyo?” tanya namja itu manis pada Kris.

“ehm..apa Suzy ada di rumah?” Kris berdeham karna tadi tenggorokannya sempat tercekat. Tentu saja tenggorokannya tercekat, namja yang berdiri di depannya saat ini adalah namja yang bersama Suzy saat di cafe beberapa hari yang lalu. Setau Kris, Suzy hanya tinggal sendiri. ‘Apa namja ini adalah kekasih Suzy?’ Kris terus membatin.

“Ah…kau adalah teman kuliah Suzy kan? Syukurlah akhirnya ada yang menjenguknya.” Namja itu mempersilahkan Kris masuk. Kris duduk di ruang tamu rumah Suzy.

Ternyata perkiraan Chanyeol benar, Suzy memang sakit. Masih ada satu pertanyaan lagi yang belum terjawab, ‘siapa namja ini sebenarnya?’

Namja itu kembali dengan secangkir kopi untuk Kris. Dia pun duduk berhadapan dengan Kris.

“Suzy sedang istirahat di kamarnya. Dia terkena maag kronis. Untung saja dia tidak perlu rawat inap di rumah sakit.” Namja itu tersenyum tipis dan Kris hanya mengangguk kecil. Kris bingung, kenapa namja ini daritadi tidak memperkenalkan dirinya sendiri. -,-

“Ah..mianhae..kau pasti tidak mengenal ku. Aku Suho. Aku adalah kakak Suzy.”

#DZZZIINGG# Kris seperti tersambar petir di siang hari. Ternyata selama beberapa ini dia salah paham. Kris membulatkan matanya, kenapa tidak pernah terpikirkan olehnya kalau namja ini adalah kakak Suzy. Kris baru mengingat kalau Suzy pernah bercerita tentang kakaknya yang sedang kuliah di Jepang. Sepertinya Kris sudah tertular penyakit pelupa milik Suzy.

“Kau kenapa?” Suho menepuk pundak Kris. Dia bingung melihat ekspresi wajah Kris.

“An-anniyo..ahahahaha..nan Kris imnida, bangapseumnida.” Kris membungkuk pada Suho.

“Nde. Oh jadi kau yang bernama Kris? Suzy seringkali bercerita tentang dirimu.” Suho tersenyum pada Kris. Dan kini wajah Kris sudah bersemu merah karna mendengar perkataan Suho.

“Suzy ada di kamarnya, jika kau ingin melihatnya, pergilah ke sana. Dan apa aku bisa minta tolong?”

“Nde?”

“aku harus membeli bahan makanan untuk makan malam. Karena kau ada disini, bisakah kau menjaga Suzy selama aku pergi?” tanya Suho.

“Ah.nde. aku akan menemani Suzy.” Sahut Kris pasti.

“ah..dan kau harus makan malam disini nde?” Suho menepuk pundak Kris.

“Ah..nde.”

“kalau begitu, aku pergi dulu.” Suho pun pergi meninggalkan Kris.

Kris merapikan pakaian dan tatanan rambutnya sebelum dia memasuki kamar Suzy. Dibukanya perlahan pintu kamar Suzy, terlihat seorang gadis sedang tertidur lelap. Kris tersenyum tipis, dipindahkannya kursi belajar Suzy ke tepi ranjang. Kris menopang dagunya dan tangan kanannya, dia terus menatap Suzy, wajahnya  terus memancarkan senyuman.

“jeongmal bogoshippoyo Suzy-ah..” Kris membelai rambut Suzy dengan lembut.

“aku senang kau datang.” Kris langsung menarik tangannya dari puncak kepala Suzy. Kris terkejut ternyata Suzy mengetahui keberadaannya. Suzy masih memejamkan matanya, tapi tergurat senyum tipis yang sangat manis di wajah cantiknya.

“ehm..ah..nde, aku mengkhawatirkan mu.” Kris menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.

“Mana Suho oppa?” Suzy menanyakan kakaknya.

“dia sedang membeli bahan makanan untuk makan malam. Dia menyuruhku untuk menemani mu disini.” Kris tersenyum pada Suzy yang sudah membuka kedua matanya.

“gomawo.” Suzy tersenyum. “Hmm..malam itu, kenapa tidak mau bertemu dengan ku?” raut wajah Suzy terlihat sedikit kecewa. Kris terihat sedikit gugup.

“Hmm..aku..aku..” Kris terbata-bata menjawab pertanyaan Suzy. Kris mulai menahan nafas dan menarik nafas cukup panjang..

“ya! kita akhiri saja semua ini! aku sudah bosan kita terus seperti ini! AKU MENCINTAI MU!!” nafas Kris terengah-engah. Namun ada rasa lega yang memasuk relung hatinya. Suzy membulatkan matanya, dia terkejut dengan apa yang dikatakan Kris.

“mwo-mworago?” tanya Suzy terbata-bata.

“Aish..jinjja..saranghaeyo Bae Suzy..aku mau hubungan kita yang seperti sunbae dan hoobae ini berakhir. Aku ingin kau menjadi kekasih ku..” sahut Kris lemah sambil menundukkan kepalanya.

“nado saranghae..” gumam Suzy tapi berhasil membuat kepala Kris mendongak.

“Jinjjayo??? Aahhh..aku sangat senang!!!” Kris terlihat tidak percaya, dan dalam sekejap dia memeluk Suzy dengan erat. Masih dalam posisi berbaring, Suzy membalas pelukan Kris.

“Ya! kalian sedang apa?!?” tiba-tiba Suho meneriaki mereka berdua dari depan kamar Suzy. Kris segera melepaskan pelukannya pada Suzy.

“Jeosonghamnida..aku terlalu senang Suho-ssi.” Tiba-tiba wajah Kris bersemu merah.

“apa kau sudah mengatakannya?” Suho tersenyum dan bertanya pada Suzy.

“Anniyo..aku belum mengatakannya oppa. Dia yang mengatakannya lebih dulu.” Suzy mengedipkan matanya pada Suho.

“Aish..jinjja??? Chukkaeyo..sebagai perayaan atas hubungan kalian, aku sudah memasak makan malam yang spesial. Kajja kita ke ruang makan.” Kris membantu Suzy untuk berjalan ke ruang makan. Mereka bertiga menikmati makan malam yang sangat menyenangkan. Bercanda, tertawa bersama, yang terjadi saat ini berhasil menghapus semua kegalauan Kris beberapa hari yang lalu.

++++++++++

Kris dan Suzy duduk di tepi pantai sambil menikmati matahari terbenam. Suzy meletakkan kepalanya di pundak Kris dan Kris merangkul bahu Suzy. Kris merogoh saku celananya dan hal itu menyebabkan Suzy mengangkat kepalanya.

“kau sedang mencari apa?” Suzy bertanya pada Kris.

“Ini.” Kris menunjukka sebuah kotak berukuran 10x10cm berwarna silver dengan pita hitam. Dia membuka kotak itu dan mengeluarkan gelang yang memang dia siapkan untuk Suzy.

“neomu yeoppo..” gumam Suzy. Kris meraih pergelangan tangan kiri Suzy, dan memakaikan gelang itu pada Suzy.

“Ini sebagai bukti bahwa kau adalah milik ku.” Kris tersenyum dan menggenggam erat tangan Suzy.

“gomawo..” Suzy mencium sekilas pipi Kris. Kris terdiam, dia tidak percaya Suzy mencium pipinya. Dia menoleh pada Suzy, diperhatikannya bibir Suzy, Kris mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Suzy. Sepertinya Suzy mengetahui apa yang akan dilakukan Kris, Suzy memejamkan matanya, dan..

#chu# bibir mereka bersentuhan. Kris dan Suzy saling memberi ciuman lembut. Selama beberapa detik mereka menikmati ciuman itu.

“Ya! aku ingin bertanya pada mu!” tiba-tiba saja Kris menarik kepalanya dan berteriak di depan wajah Suzy.

“Aish..ya! tidak bisakah kau berteriak setelah ciuman kita selesai!?!” Suzy cemberut dan memalingkan wajahnya.

“Hmm..mianhae. Aku janji akan melanjutkan ciuman kita setelah kau menjawab pertanyaan ku ini.” Kris mengedipkan sebelah matanya pada Suzy. Suzy memandang Kris lekat-lekat, Kris sangat berbeda jika dia sedang bersama Suzy. Sikap kaku dan dinginnya hilang begitu saja. Bahkan kharismanya juga hilang entah kemana. Segurat senyuman tipis terlukis di wajah cantiknya.

“arraseo..kau ingin menanyakan apa?”

“beberapa hari yang lalu, saat kau menelpon di malam hari dan mengajak ku bertemu, sebenarnya ada apa?”

#Flashback on#

Suzy dan Suho sedang menikmati makan siangnya di sebuah cafe di dalam sebuah pusat perbelanjaan. Suho adalah kakak Suzy yang berkuliah di Jepang, dan saat ini dia sedang berlibur ke Korea.

“Oppa..aku mencintai Kris. Tapi aku tidak tau bagaimana cara mengatakannya.” Suzy memang sering bercerita tentang Kris pada Suho.

“bersabarlah sebentar lagi. Kalau dia benar-benar mencintai mu, aku yakin dalam beberapa hari ini dia akan menyatakan cintanya pada mu.” Suho.

“lalu aku harus bagaimana oppa?”

“Hmm..bagaimana untuk beberapa hari ini kau menghindari Kris. Kalau dia benar-benar mencintai mu pasti dia akan mencari mu.” Suho tersenyum penuh arti.

“Hmm..aku rasa itu ide yang bagus.” Suzy tersenyum tipis.

#drrrt drrrt drrrt# Suzy merogoh tasnya yang dia letakkan di sampingnya. Iphonenya bergetar, ada telpon yang masuk. Dan nama Kris terpampang di layar iphonenya.

“Oppa..Kris menelpon ku. Otthoke?” Suzy memandang Suho dengan pandangan ragu-ragu.

“jangan kau jawab. Biarkan saja. Ini termasuk bagian dari rencana kita.” Suho mengedipkan matanya pada Suzy.

“Hmm..arraseo.” Suzy menekan tombol abaikan pada iphonenya dan memasukkannya lagi ke dalam tasnya. Ada rasa bersalah dalam hati Suzy. Tapi mau bagaimana lagi, ini salah satu cara untuk membuktikan apa Kris mencintai dirinya atau tidak.

++

Malam harinya Suzy terbaring lemah di ranjangnya. Suho baru saja mengantarnya ke rumah sakit untuk memeriksa keadaannya. Ternyata Suzy terkena maag kronis. Tapi untungnya Suzy tidak perlu dirawat inap. Suzy memandang iphonenya, foto Kris bersama dirinya terpampang di layar iphonenya. Suzy merindukan Kris..

Tanpa sepengatuhan Suho dan dengan ragu-ragu Suzy menelpon Kris. Dan ternyata Kris menjawab telpon Suzy..

“Yoboseyo..” sahut Kris dengan nada datar. Suzy menarik nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.

“Kris? Hmm..apa kita bisa bertemu sebentar?” Suzy berencana untuk menyuruh Kris berkunjung ke rumahnya.

“Hm..ada perlu apa?” lagi-lagi Suzy hanya mendengar suara Kris dengan nada yang datar.

“ah..kalau kita tidak bisa. Tidak masalah. Annyeong..” #klik# dengan terburu-buru Suzy memutuskan sambungan telpon mereka. ‘Sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan Kris.’ Suzy membatin pada dirinya sendiri.

“Ah..mungkin ada benarnya kata Suho oppa. Aku harus menghindar darinya, aku tidak akan muncul di hadapannya selama beberapa hari. Dan jika dia benar-benar mencintai ku, dia pasti akan mencari ku.” Suzy tersenyum pasti dan menyemangati dirinya sendiri.

#Flashback off#

“Ya!! rencana mu dengan Suho membuat hidup ku selama beberapa hari ini selalu gelisah!” Kris menjitak pelan kepala Suzy.

“Aish..mianhae..kalau aku tidak menghindar, pasti kau tidak akan mencari ku dan menyatakan cinta mu pada ku. Dan kita pun tidak bisa seperti sekarang ini.” Suzy menunjukkan ekspresi kesalnya.

“arra..arra..kau benar. aku tidak mau kau menghindar lagi dari ku. aku benar-benar membutuhkan mu. Kau adalah gadis yang sangat spesial dalam hidup ku!” Kris menarik Suzy ke dalam pelukannya.

“Arraseo..chagiya..” Suzy membalas pelukan Kris.

“aku akan menepati janjiku yang tadi.” Kris menatap Suzy dengan tatapan menggoda. Kris mendekatkan wajahnya dengan wajah Suzy, diraihnya dagu Suzy dengan lembut, Suzy pun mulai memejamkan matanya lagi. Mereka berciuman lembut diiringi semilir angin pantai. Kini mereka berdua sudah saling memiliki.

.Perfect.

Brigida1315 : Mianhae, kalo alurnya kecpetan atau pun konfliknya hampir ga ada. xD Ini juga sengaja konfliknya sedikiiiiitt bgt, krna rencana aku mau buat ini romance comedy. Kekeke~ Ditunggu RCL’nya yeee! Jeongmal gomawo buat admin yang udah ngpost dan readers yang udah baca. 😀 *bow*

Lee HaeYoung: Ini cerita terakhir dari kami. Terimakasih buat reader yang udah setia baca dari seri awal sampai yang terakhir ini. Cepat atau lambat, kami akan kembali dengan cerita yang baru J.

Gamsa~ #bow

21 pemikiran pada “Perfect (Special Girl)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s