Gold Cage (Part 2)

gold-cage-2

Title: Gold Cage (Part 2)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Cast: Akan diketahui di setiap chapter

Genre: Romance, Angst, Action, Family, Tragedy

Rating: Mature

Length: Chapter

Disclaimer:

Semua cast milik Tuhan YME  Oh ya, disini karakter Seohyun akan berubah nama menjadi Kim Seohyun, karena penyesuaian dengan alur cerita. Happy reading readers

NOT FOR SILENT READERS AND PLAGIATOR PLEASE

 

Prince Charming? … Not?

Xi Lu Han

“… Ah Young?”

Mereka semua menoleh ke arahku dan terbelalak, terutama yeoja itu. Aku mengeluarkan buku catatan kecilku dari balik jas yang kukenakan, kemudian aku mengeluarkan sebuah foto, yaitu foto Kim Ah Young yang kucari. Dan… sial, wajahnya mirip.

“Kalian menipuku?!” bentakku marah. Aku merobek foto itu dan melemparnya ke atas lantai. Mataku menatap ke arah Ah Young dengan tatapan tajam. “Kau. Ikut. Aku. Sekarang.”

“Shireo!!” teriak Ah Young menolakku. Aku berjalan menghampirinya cepat, namun Baekhyun dan Chanyeol menghalangiku.

“Mianhae, hyung! Kali ini kau tidak boleh membawanya!” ucap Baekhyun dan sedetik kemudian dia bersama Chanyeol mendorongku ke dinding.

“Sehun! Bawa Ah Young pergi!” Chanyeol berteriak. Aku melihat Sehun menarik Ah Young untuk pergi, dan disitulah emosiku semakin bertambah.

“Kalian… akan kubunuh kalian!! JONG IN!”

Dan hanya memerlukan waktu beberapa detik, Jong In telah berdiri di depan Sehun dan Ah Young, menghalangi mereka untuk pergi.

+++

Kim Ah Young

Dia, Jong In berdiri menghalangi kami.

“Ternyata kau benar-benar Ah Young yang dicari oleh Tuan Xi.” Ucap Jong In seraya menatapku datar. Aku bersembunyi di balik punggung Sehun. Ah, kenapa aku bersikap seperti ini? Seharusnya aku melawan mereka, bukan? Ah, tidak. Seharusnya… aku melindungi Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol! Mereka bertiga yang tidak sengaja terlibat dalam masalah ini. Aku harus melindungi mereka!

“Hey, Jong In-ah! Aku yang sengaja mengancam mereka agar menurutiku!”

Kulihat mereka bertiga terkejut mendengar ucapanku, dan kesempatan itu dimanfaatkan oleh Luhan untuk mendorong BaekYeol. Dia berjalan menghampiriku, namun Sehun kembali melindungiku.

“Yak, noona-“

“Sudahlah, Sehun-ah. Kenapa kau menutupi kenyataan? Kau takut padaku, bukan? Karena itu kau menuruti perintahku. Sekarang, Tuan Xi-mu telah mengetahui semuanya, kenapa kau tidak meminta pertolongannya dan melawanku?” ucapku lancar tanpa ragu sedikit pun. Sehun menatapku tajam, namun aku justru mendorongnya ke arah Jong In. “Jangan menyesal jika kalian tidak dapat menangkapku!”

Aku bergerak gesit ke arah jendela dan melihat keadaan sekilas. Tempat ini terletak di lantai dua, dan sepertinya mudah untuk melompat. Aku memang telah terlatih untuk melompat dari jarak 5 meter tanpa luka sedikit pun.

Grep!

Gawat! Luhan menahan lenganku!

“Jangan pikir kau bisa kabur dengan mudah!” ucap Luhan dan dia menarikku kasar ke dalam. Aku berpegangan erat pada sisi jendela. Dengan satu sentakan, aku berhasil menarik tanganku dari Luhan dan melompat turun ke atas tanah. Beberapa orang mengernyit heran melihatku, namun tanpa mempedulikan mereka, aku berlari pergi.

+++

Kim Seohyun

Prang!

Gelas yang kupegang jatuh ke atas lantai. Aku menatap keluar jendela dan melihat langit mendung. Seketika pikiranku teralihkan pada Ah Young.

‘Ottokhae? Apa terjadi sesuatu pada Ah Young?’ batinku cemas. Aku meraih gagang telepon rumahku dan segera menghubungi ibuku.

“Yeoboseo?”

“Yeoboseo? Eomma?” ucapku panik.

“Ne? Seohyun-ah?”

“Ne, eomma. Ini Seohyun. Eomma, Ah Young masih belum ditemukan?” tanyaku terburu-buru.

“Aniyo, ia belum ditemukan. Waeyo, Hyun?”

“Aku mempunyai firasat buruk, eomma… Tadi Jong In mengatakan bahwa ia menemukan Ah Young! Eomma, ottokhae??”

“Mwo?! Jong In menemukannya? Andwae, ini tidak boleh terjadi!”

“Jadi apa yang-“

Tiba-tiba seseorang meraih telepon itu dan membantingnya keras ke atas lantai. Aku terbelalak melihat Luhan yang sangat emosi. Dadanya naik turun, nafasnya pun terengah-engah.

“NEO! JADI SELAMA INI KAU MENGHUBUNGI ORANG TUAMU?!”

Aku gemetar. Seluruh rasa takutku seakan keluar begitu saja. Luhan menamparku kuat, kemudian dia menarikku kasar ke dalam kamar. Oh tidak, jangan lagi…

Luhan menghempasku kasar ke atas tempat tidur, kemudian ia merangkak ke atas tubuhku dan melumat bibirku kasar. Tangannya menahan kedua lenganku sehingga aku tidak dapat bergerak.

“Lu, Luhan… perutku…”

Tubuhku tertekan oleh tubuhnya! Andwae… Bayiku…

Plak!

Luhan kembali menamparku. Dia beranjak berdiri kemudian berjalan pergi. Aku merasakan sakit yang amat sangat di dalam perutku. Andwae… Jangan sampai terjadi apa-apa pada bayiku…

“Nona Seohyun!”

Seorang pelayan menghampiriku, kemudian aku melihat beberapa butler berjalan masuk dan membawaku pergi.

“Kita ke rumah sakit! Kandungan Nona Seohyun melemah!”

Anakku…

+++

Kim Ah Young

“Ah! Damn it!”

Aku kembali menggerutu untuk kesekian kalinya di sisi jalan ini, namun dalam hati kecilku aku berharap semoga Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol tidak mendapat hukuman aneh dari Luhan!

Damn it! I really hate this situation!” umpatku lagi, namun tiba-tiba kurasakan seseorang memukul kepalaku pelan. “Auw! Yak! What did you-

Aku terpana melihat seorang namja dengan rambut dicat pirang. Namja itu berjalan dengan santai ke sebelahku dan dia duduk disana.

Who are you?” tanyaku setelah sekian lama terpana olehnya. Namja itu menenggak isi dari cangkir yang ia pegang.

Let me ask you first. Who are you? Why are you cursing your own self?” balasnya tenang. Dia mengulurkan secangkir kopi lainnya padaku. “Wanna some?

Perutku memang telah berbunyi sedari tadi, sehingga tanpa ragu aku mengangguk. Tanganku meraih cangkit itu dan aku menyadari bahwa cangkir itu berisi kopi. Aku pun menenggak kopi itu sampai habis.

I guess you’re having some problems. May I know?

Aku terdiam sejenak. Haruskah aku memberu tahunya? Apakah dia dapat menyimpan rahasia?

Can you keep this… as a secret?” tanyaku pelan, dan tanpa kuduga dia tersenyum, memberikan sebuah perasaan tenang… sehingga semua pun kuceritakan padanya, namun aku tetap berhati-hati untuk tidak mengucapkan nama Luhan, Jong In, maupun Seohyun eonni karena aku khawatir bila namja ini adalah seseorang yang berhubungan dengan Luhan.

So, that’s your problem, right?” tanyanya. Dia berdiri, membersihkan salju di bajunya-ah, ternyata sedari tadi salju turun! Pantas saja aku merasa dingin-dan mengulurkan tangannya padaku. Dia memberikan sebuah senyuman yang… meneduhkan.

Why are you giving your hand?” tanyaku seraya tersenyum kecil. Dia terlihat salah tingkah.

To ask you. If you don’t have any place to stay, do you want to stay at my place?” balasnya diiringi dengan tawa kecil. Sungguh, ia terlihat sangat tampan!

Apa yang sedang kupikirkan?

Surely. Why not?” ucapku yang justru membuatnya mengernyit.

You’re not afraid when a stranger asked you to stay at his house?” tanya namja itu tidak percaya. Aku kembali tersenyum.

Now I’m sure that you’re a nice guy. I mean, if you’re not a nice guy, you will never ask me to make sure if I really wanna stay ar your place.” Jawabku yang membuatnya kembali tersenyum.

So… are you ignoring my hand?” tanyanya bercanda. Aku tertawa, kemudian tanganku menyambut ulurang tangannya.

No, I’m not ignoring it.” Balasku. Dia menggenggam erat tanganku.

What’s your name? I’m Wu Yi Fan, but you can call me Kris.

I’m Kim Ah Young… and you can call me Yura.

+++

Xi Lu Han

Sial!

Melakukan apa pun tidak dapat mengembalikan mood-ku. Menyiksa para istriku dengan memaksa mereka untuk melayaniku tanpa henti juga tidak berhasil membuatku kembali merasa senang, sehingga aku memerintah Jong In untuk membunuh mereka semua.

Semua hanya karena yeoja bernama Kim Ah Young tersebut.

Yeoja itu ternyata menjaga komitmennya 11 tahun yang lalu. Dia akan membunuhku, huh? Kalau ya, kenapa dia harus melarikan diri? Lihat, aku tidak akan melarikan diri jika sekarang dia berdiri di hadapanku dengan mengacungkan pistol tepat di depan wajahku.

Tapi itu jika dia bisa melakukannya.

“Tuan Xi.”

Jong In berjalan menghampiriku. Dengan bercak kemerahan di bajunya, aku yakin dia telah menjalankan perintahku dengan baik.

“Saya telah melakukan perintah Tuan. Ada lagi yang Tuan inginkan?”

Aku mengangguk.

“Cepat temukan Kim Ah Young.”

+++

Wu Yi Fan (setiap dialog yang ada efek italic, itu berarti dialog tersebut diucapkan dalam bahasa Inggris)

Ini rumahmu?” tanya Yura padaku. Aku mengangguk pelan. Tanganku membukakan pintu rumahku seraya berkata,

Selamat datang di rumahku, Tuan Putri.

Wajahnya bersemu merah, membuatku kembali tersenyum. Dia sangatlah cantik, aku mengakuinya.

Terima kasih karena telah mengizinkan hamba untuk tinggal disini, Yang Mulia.” Ucapnya membalas candaanku. Aku tertawa, dan dia juga ikut tertawa bersamaku. Baiklah, salju yang tadi menempel di baju kami sekarang mencair-DAN ternyata sepanjang perjalanan tadi, baju Yura basah kuyup.

Kau tidak apa-apa? Bajumu basah.” Ucapku seraya memegang lengan bajunya yang memang sangat basah. Dia menggeleng dan menatapku polos.

Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir Kris.

Namun tiba-tiba dia tumbang. Aku segera menangkapnya sesaat sebelum dia jatuh di atas lantai.

Yura? Yura?!” panggilku panik. Aku memegang dahinya dan PANAS! Gawat, apa dia sakit?

Tanpa ragu aku segera menaikkan Yura ke punggungku dan membawanya ke dalam kamar. Aku membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan kembali meraba dahinya. Panasnya bertambah!

Yura! Kau bisa mendengarku?” tanyaku cemas, namun ia tidak menjawab. Raut wajahnya menyiratkan bahwa ia benar-benar kesakitan. “Tunggu sebentar, aku harus mengganti bajumu terlebih dahulu…

Aku memegang bagian celana Yura dan bagian itu tidaklah basah, hanya bajunya yang basah kuyup. Perlahan, aku membuka bajunya seraya mengucapkan berbagai macam do’a.

Jangan sampai aku kehilangan kendali…’ batinku berharap. Aku berhasil membuka bajunya dan segera memasangkan selimut di atas tubuhnya. Sekarang aku harus menutupi tubuhnya dengan apa? Bajunya tidak ada sama sekali… Ah! Masa bodoh!

Aku membuka jaket yang kukenakan dan juga bajuku sendiri, kemudian menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Yura. Dengan cepat aku memakaikan bajuku pada tubuhnya, sehingga aku tidak mempunyai kesempatan untuk berpikiran macam-macam.

Ugh…

Yura bergerak sesaat. Aku kembali membaringkannya di atas tempat tidur. Sepertinya aku harus menyediakan berbagai jenis obat di rumahku, agar suatu hari nanti jika kejadian seperti ini terulang maka aku dapat segera memberinya obat.

Tubuh Yura bergerak gelisah. Apa dia benar-benar sakit? Jujur saja aku khawatir, padahal aku tidak pernah khawatir terhadap orang lain secara berlebihan seperti ini, terutama pada orang yang baru saja kukenal…

Tunggu sebentar.

Aku merasakan sesuatu yang berbeda disaat melihat Yura. Rasanya ada sebuah perasaan senang yang membuncah ketika melihat senyumannya, rasanya ingin memeluk tubuh mungilnya ketika ia bergerak, rasanya ingin melumat bibir itu ketika ia berbicara…

Crap. I’m falling in love with her, am I?

+++

3 days later… (setiap dialog yang ada efek italic, itu berarti dialog tersebut diucapkan dalam bahasa Mandarin)

Kris berjalan diiringi dengan 3 pria berpakaian hitam di belakangnya. Ia terus melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan, dimana di ruangan tersebut telah menunggu seorang namja.

I’m sorry to make you wait.” Ucap Kris sedikit merasa bersalah. Namja itu berdiri dan berjalan ke arahnya.

It’s okay, Kris. By the way, why don’t we speak in our own language? It will be better, ‘cause no one will understand what are we talking, except if he’s Chinese.” Canda namja itu. Kris tertawa.

Baiklah. Apa yang membuatmu memanggilku, Luhan?” tanya Kris seraya duduk di kursi di dekatnya. Dia memberikan isyarat kepada 3 pria berpakaian hitam tersebut agar meninggalkan mereka berdua.

Luhan-namja tersebut-mendengus kesal.

Aku sedang mencari seorang yeoja. Kau tahu, hanya demi ia aku mengusir 19 istriku yang lain, bukan?” balas Luhan kesal. Kris mengernyit sesaat.

Luhan, kau masih menyimpan 1 orang istri di rumahmu.” Ucap Kris yang dibalas anggukan dari Luhan.

Ya, tapi aku menyimpannya karena ia sedang mengandung. Kau tahu? Aku sedikit kesal karena dari 20 orang istriku, hanya ada 2 yang memberiku keturunan.” Ucap Luhan.

Bagaimana kondisi Albert?” ucap Kris menanyakan Albert, anak Luhan bersama istrinya yang merupakan perempuan berkewarganegaraan Inggris.

Baik. Dia sama sekali tidak tahu siapa Ibunya yang sebenarnya, sehingga sekarang dia menganggap bahwa Seohyun adalah Ibu kandungnya.” Jawab Luhan.

Wow, that’s nice. I mean, dia mengakui bahwa Seohyun adalah Ibunya. Lalu bagaimana dengan 19 istrimu yang lain?

Aku menyuruh Jong In untuk membunuh mereka.

Kris terkejut mendengar jawaban Luhan, namun ia dapat memaklumi akan sifat Luhan yang kejam. Tidak heran, karena Luhan adalah pemimpin dari kumpulan mafia di seluruh Korea.

Asal kau tahu, aku hampir saja mendapatkan yeoja itu.” ucap Luhan. Dia meraih gelas berisi Martini di hadapan mereka kemudian menenggak Martini tersebut. “Tapi dia kabur. Apa kau dapat membayangkannya? Dia melompat dari jendela lantai dua!

Berarti dia sangat hebat, karena bisa kabur darimu.” Canda Kris yang mendapat pukulan kecil dari Luhan.

Oh, ayolah! Aku sedang kesal.” Ucap Luhan seraya menenggak Martini lagi.

Baiklah, baiklah. Memangnya bagaimana caranya sehingga dia bisa kabur darimu?” tanya Kris fokus pada cerita Luhan.

Kau tahu Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol, bukan? Yeoja itu mengancam mereka agar mau mengikuti segala perintahnya, dan beberapa hari yang lalu aku berhasil menemukan yeoja itu di dorm Sehun. Baekhyun dan Chanyeol menahanku untuk membawa yeoja itu pergi-dan katanya yeoja itulah yang mengancam mereka untuk melindunginya dariku. Disaat aku terjepit dan Sehun hampir membawa yeoja itu pergi, Jong In pun muncul. Namun yeoja itu justru melompat ke arah jendela, padahal kami sedang berada di lantai dua! Aku mendorong Baekhyun dan Chanyeol kemudian mencekal lengannya, namun dia berhasil mendorongku lalu dia melompat ke bawah! Karena itulah dia kabur!

Kris cukup terkagum akan bagaimana yeoja itu dapat kabur.

Oh ya, dimana Jong In?” tanya Kris lagi.

Aku menyuruhnya untuk mencari yeoja itu. Yak Kris! Sepertinya kau begitu cerewet hari ini!” ucap Luhan yang dibalas tawa oleh Kris.

Kau akan percaya kalau kukatakan bahwa aku sedang jatuh cinta?

Luhan terbelalak tidak percaya, sedangkan Kris kembali terkekeh.

Kau tidak mengatakannya padaku!

Sudahlah, abaikan perkataanku tadi! Memangnya siapa yeoja yang kau incar itu?” tanya Kris di sela tawanya.

Namanya Kim Ah Young, dia adik dari Seohyun.

Seketika tawa Kris menghilang. Raut wajahnya berubah. Pikirannya melayang kepada Yura yang tidur di rumahnya. Ia pun mencocokkan cerita yang Yura katakan kemarin dengan cerita dari Luhan, dan semuanya… mirip…

Kau akan membantuku untuk mencarinya, Kris?

Di satu sisi, Luhan dan Kris adalah sepasang sahabat yang telah kenal untuk waktu yang lama. Sedangkan di sisi lain, Kris menyukai-ah, maksudnya mencintai seorang Yura. Ya, dalam perkenalan yang singkat 3 hari yang lalu, semua hal mengenai Yura berhasil membuat Kris jatuh cinta padanya.

Dan sekarang ia harus memilih, antara Yura atau Luhan.

Siapa yang akan Kris pilih?

+++

Ceklek.

Kris membuka pintu rumahnya. Biasanya Yura akan menyambutnya, namun hari itu Yura tidak ada disana.

Yura?

Tidak ada jawaban. Kris bergegas ke kamar Yura dan perlahan ia membuka pintunya.

Kriet..

Kris melihat Yura yang sedang tertidur di kamarnya. Dia pun segera menutup pintunya dan menghela nafas dalam.

No… I couldn’t do that!

Kris melangkah menjauhi kamar Yura, namun ia teringat akan diri Luhan.

If I make her stay with me… She will get hurt.’

Ya. Kris hanyalah pemimpin mafia yang berada di bawah pimpinan Luhan. Jika ia mempertahankan Yura, ia takut jika suatu hari nanti Luhan mengetahui keberadaan Yura dan memaksanya untuk menyerahkan Yura. Ia takut jika Luhan akan menyakiti Yura. Tapi jika ia menyerahkan Yura pada Luhan, ia takut jika ia yang tidak dapat bertahan.

Namun konsekuensi yang terbesar adalah jika ia tetap mempertahankan Yura.

Jika Luhan mengetahuinya, maka ia khawatir Luhan akan memutuskan persahabatan dengannya. Kelompok mafia Kris dapat terus bertahan karena bantuan dari Luhan. Jika Luhan menyerangnya… ia khawatir akan nasib semua anak buahnya.

Jadi, siapa yang akan dia pilih? Satu orang atau ribuan orang?

+++

Wu Yi Fan (dialog yang ditulis miring berarti dibicarakan dalam bahasa Mandarin)

Aku meraih handphone-ku dengan pikiran kosong. Tanganku menekan angka-angka di handphone tersebut, menghubungi seseorang.

Halo? Kris? Ada apa?

Suara Luhan terdengar. Aku menenggak ludahku sendiri.

Luhan…” panggilku pelan.

Ya?

Apa ini keputusan yang tepat? Pikiranku tidak tahu lagi berada dimana.

Aku… menemukan Ah Young-mu…

Ada sesuatu yang basah, mengalir di pipiku sendiri. Tapi aku tidak mempedulikannya, karena pikiranku sekarang benar-benar kosong.

Apa?! Benarkah?? Dimana ia sekarang?!” tanya Luhan dari seberang.

Di rumahku… Aku berhasil membawanya dalam keadaan tidur…

Aku akan segera kesana!

Sambungan terputus. Aku menatap kaca di hadapanku dan menyadari bahwa diriku menangis. Aku? Seorang pemimpin mafia ini menangis? Hanya karena seorang yeoja seperti Yura?

Aku tidak mengeluarkan suara apa pun, namun air mataku tetap mengalir dengan deras. Menangis dalam diam, di tengah kegelapan malam. Semua karena seorang yeoja bernama Kim Ah Young. Kau membuatku gila.

+++

Ceklek.

Kris membuka pintu kamar itu, dimana Yura sedang tertidur dengan nyenyak. Perlahan, ia berjalan menghampirinya.

Yura…” gumamnya pelan.

Kris menarik sebuah kursi ke sisi tempat tidur, kemudian dia menatap wajah Yura yang terlihat damai. Tangannya berniat menyentuh wajah Yura, namun ia segera mengurungkan niatnya tersebut.

I may not touch you, Yura.” Bisik Kris tertahan, dan sebuah cairan kembali mengalir dari mata tajamnya tersebut. “When you know this, will you be angry to me? Or will you go and leave me alone here?

Kris beranjak berdiri dengan cepat dan melangkah keluar, namun langkahnya terhenti. Ia menoleh kembali ke arah Yura. Hatinya menginginkan sesuatu, sebagai sebuah perpisahan.

Kaki Kris kembali melangkah mendekati Yura. Air mata tidak berhenti mengalir di pipinya. Dia kembali duduk di kursi tersebut, dan matanya menatap Yura dengan tatapan sendu.

I’m so sorry…

Kris mendekatkan wajahnya pada Yura, semakin dekat dan hampir saja bibir mereka saling bertautan satu sama lain, namun Kris merubah tujuannya. Dia mencium dahi Yura lama.

You should go.

Dan Kris pun melompat keluar, tidak sanggup menahan perasaannya. Sakit? Tentu saja. Siapa pun pasti merasa sakit ketika ditinggalkan, dan kini Kris-lah yang menjadi korban perpisahan.

Setelah Kris menutup pintu kamar Yura, emosinya meluap. Dia berteriak keras, melampiaskan seluruh perasaan sakitnya.

“AAAAAAAAAAAARRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!”

+++

Yura membuka matanya. Ia merasakan ada sesuatu yang basah menyentuh dahinya.

Buaakkk! Bakk! Buukkk!!

Yura terkejut mendengar suara pukulan di dinding. Terlebih, setelah itu terdengar suara teriakan yang sangat pilu.

“AAAAAAAAAAAARRRRRRGGGGGGGGHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!”

Tanpa ragu, Yura melompat dari atas tempat tidurnya. Dia berjalan ke arah pintu kamarnya dan membukanya, lalu ia menemukan Kris yang sedang berlutut menghadap dinding, dengan tangan penuh darah.

K-Kris?! What just happened?

Kris menoleh ke arah Yura, dan Yura terperanjat ketika menyadari bahwa Kris menangis.

Kris…

Yura berniat menghampiri Kris, namun Kris menggeleng.

Stay away from me, Yura. Please.

Kris menopang tubuhnya dengan kedua tangannya di atas lantai.

Please… forgive me…” bisik Kris tertahan. Yura mengernyit, tidak mengerti akan apa yang dikatakan oleh Kris.

Kris? I really don’t understand. What’s going-

I told Luhan that you are here!!

Seketika raut wajah Yura berubah. Matanya membulat menatap Kris tidak percaya, sedangkan Kris kembali memukuli lantai dengan lengan penuh darah.

I don’t have any choice anymore! I should give you to him… I’m so sorry, Yura… I… really don’t know what to do… I should safe many people…

Dan tangan Kris terus menerus memukuli lantai. Yura segera menghampirinya dan menahan tangannya.

Kris! Stop that! It will never make you become better than now!” ucap Yura cemas. Dia menatap wajah Kris yang benar-benar terlihat pucat, bahkan air mata itu belumlah kering. Dengan lembut Yura menghapus air mata Kris.

After hearing what you said… I know that I have no place anymore to run.

Kris mengangkat wajahnya. Ia menatap mata Yura yang terlihat berkaca-kaca.

Why did you make me believe you, if finally you will give me to him?” tanya Yura. Dia mengalihkan pandangannya dari wajah Kris. “And now, i’m not believing anyone anymore. Thanks.

Di balik semua perkataan itu, Yura sendiri merasakan bahwa hatinya sakit. Ia mempercayai Kris, sangat mempercayainya. Tapi, Kris mengkhianatinya seperti ini…?

No! You’re wrong, Ah Young!” ucap Kris keras. “I’m afraid if  couldn’t take care of you if you stay with me! Because… I have no strong as Luhan! If you stay with him, I believe that no one can hurt you!

Why?” tanya Yura yang membuat Kris terdiam. “Why you really want nobody can hurt me?

Yura…

Kris menarik Yura ke dalam pelukannya. Awalnya Yura berusaha memberontak, namun pelukan Kris yang sangat erat membuatnya terdiam.

Yura… I really love you, and I mean for it.

Terdengar suara pintu yang dibuka dengan paksa. Yura mendorong Kris dengan kasar sehingga Kris terdorong ke belakang, dan detik berikutnya, Luhan muncul.

“Akhirnya kau datang, Luhan.” Ucap Yura seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

Luhan terbelalak melihat tangan Kris yang berlumuran darah. Yura tahu bahwa Luhan terkejut melihat keadaan Kris.

“Hanya terjadi sebuah kecelakaan kecil. Jadi, kapan kau akan membawaku ke rumahmu?”

Kris terperanjat, sama sekali tidak menyangka akan apa yang Yura ucapkan, sedangkan Luhan tersenyum kecil. Dia mengulurkan tangannya pada Yura.

“Kau memang telah ditakdirkan untukku.” ucap Luhan, namun Yura tidak berniat membalasnya. Dia melangkah menghampiri Luhan, namun Kris menahan lengannya. Yura menatap Kris datar, dibalas dengan tatapan Kris yang berarti,

“Kumohon jangan pergi!”

Namun Yura hanya menjawab,

Lepaskan tanganku, Kris.” Ucap Yura dingin, dan dia menghentakkan tangan Kris.

Namun dalam hatinya, ia menangis.

‘Maafkan aku, Kris…’

TBC

29 pemikiran pada “Gold Cage (Part 2)

  1. Ff nya bagus. Suka jalan critanya..

    Tp kdang, ak suka bingung sama eberapa dialog. Jalan crita dsb ‘-‘)? Tp pas labjut bca. Ya ngerti lah intinya.

    Komennya ak gabung sama part 1 ya.
    Gni. Klo gk salah kan yg jemput seohyun itu laki2 yg yah. Lmyan gede(?). Tp knpa jdinya luhan yg hmpr seumuran sama mreka?

    Atau.. Ak yg gk bgtu paham? Hmm..
    Yasudahlah ^^ lanjut ya..

  2. Ahhh bnr2 d ff nie bnr2 bsa bwt perasaan aku lompat2 gaje…tpi aku gk bgtu dpt feel pas peran ny kris.. Next chapther

  3. Yaampun demi apa bukan bermaksud lebay tap beneran suka bgt sm cerita-cerita buatan YongMi unnie!
    Kata2nya pas bgt.. penjelasan ttg pergantian bahasanya jg bagus bgt ditatanya (?)
    To the point… 4 thumbs up for you^^

  4. Berharap luhan cepet insap? Rasanya pengen setrum kepalanya supaya nggak semena2 sm wanita… Ck…ck…
    Aku lanjut ya….
    Hehehehe crita ini membuat aku greget sama luhan

Tinggalkan Balasan ke myunge Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s