There Is No Chance To Back

krisCast : Song Hye Ah (You)

                Wu Yi Fan

                Kim Joon Myeon

Length : 893 words

Author : GSB

Note : FF ini udah pernah aku publish di Gigsent, jadi ini real punya aku.

 

~000~

Memang siapa yang menginginkan semuanya begini? Bukankah kau yang menginginkan hal itu? Ya kan? Kau tidak pernah lupa kan, bagaimana caramu dulu membentakku untuk pergi dari kehidupanmu?. Atau mungkin kau tidak ingat sudah berapa kali kau tunjukkan perbuatan kejimu di depan mataku? Meniduri banyak wanita di rumah, ah tidak! Bahkan di ranjang dimana harusnya menjadi tempat peraduan kita berdua, bukan malah dengan wanita-wanita jalang yang setiap harinya berganti.

Telingaku ingin tuli ketika suara-suara menjijikkan itu terdengar, rasanya aku ingin meminta pada tuhan agar tidak bisa mendengar lagi. Dan kau tahu betapa banyak airmata yang ku habiskan hanya untuk menangisi pria seperti dirimu?. Bahkan mataku selalu bengkak, aku kehilangan kebahagiaanku, walau menikah denganmu adalah kebahagiaan terbesar yang pernah terjadi dalam hidupku. Tapi semua hanya kebahagiaan semu, karena setelahnya pernikahan kita hanya berisi dengan penderitaan. Mungkin kau memang tidak menderita, tapi aku, akulah pihak yang menderita.

Aku tak pernah mengerti dan tak ingin mengerti kenapa kau berubah. Atau mungkin memang begitukah sifat aslimu Wu Yi Fan?. Mungkin aku terlalu naif selama ini, bahkan aku sampai menentang kedua orang tuaku hanya untuk bersamamu. Tapi apa? kau tak pernah memberiku kebahagiaan. Semua yang indah yang pernah kau janjikan tak pernah terjadi, seolah hanya seperti cek kosong tak berharga, tak ada nilainya.

Hingga ketukan palu itu terdengar, menandakan akhir dari segalanya. Akhir dari pernikahan kita. Saat itu Minggu di pertengahan april, akhirnya keputusan pengadilan dibacakan. Kita bercerai. Tak ku sesali keputusan itu, karena tetap bersamamu sama saja dengan membiarkan diri ini mati perlahan-lahan. Kini semua terasa tak berbekas untukku. Semua seolah menghilang, terbang bersama dengan angin selatan yang bergerak meniup helaian rambutku.

Satu tahun sudah cukup untuk melupakan semuanya, untuk menghapus semua ingatan yang lebih pantas disebut mimpi buruk. Dan hari ini tepat di sebuah persimpangan jalan, kita kembali bertemu. Bertemu untuk pertama kalinya setelah perpisahan itu.

Tak ada yang berubah darimu. Caramu berpakaian hingga bagaimana kau menatapku. Semua masih sama. Tapi tidak begitu dengan hatiku. Sudah tak ada lagi getaran yang terasa kala melihat wajahmu, sudah tak berasa hangat lagi saat tanganmu menggenggam lenganku dengan penuh paksaan. Matamu yang tajam masih menyorotku, seolah akulah yang bersalah.

“ Kembalilah padaku.”

Dengan mudahnya kalimat itu terucap dari bibirmu. Bahkan jika kesungguhanmu begitu kuat, itu tak akan merubah apapun. Merubah kenyataan bahwa aku tidak bisa kembali lagi. Karena semua alasan untuk bersamamu sudah enyah bersama dengan kebahagiaan baru yang menyentuh hatiku yang ringkih. Apa itu salah? Apa aku salah jika menggantungkan hidupku pada kebahagiaan baru yang dengan baiknya menerima diriku apa adanya?.

“ Tidak Kris.”

Jawabanku tak pelak membuatmu emosi. Aku lupa, kau memang selalu seperti ini. Kau memang tidak bisa menerima penolakan. Karena kau selalu mendapatkan apa yang kau mau, tapi tidak dengan diriku saat ini. Mungkin ini menjadi tamparan keras untuk orang sepertimu. Bisa kulihat amarahmu yang semakin menggila, bisa kurasakan dari tanganmu yang mencengkram lenganku lebih keras lagi.

“ Hye Ah…”

Suara lembut itu mengalun indah, hingga aku lupa dengan siapa aku sedang berhadapan. Semua terasa tak menakutkan lagi ketika sosok itu datang, datang dengan menawarkan jiwa dan raganya dengan tulus hati. Dan dialah jawaban atas penolakanku padamu Kris. Dialah…yang membuatku yakin bahwa kebahagiaanku tak bisa terhenti hanya karena tidak bersama denganmu. Dialah…alasan kenapa aku begitu berani melepas cengkramanmu, dan meninggalkan segala bayang-bayang semu yang hanya kau tawarkan di awang-awang.

“ Syukurlah kau cepat kembali, oh ya kenalkan ini Kris dan Kris ini Joon Myeon.”

Tak berat, karena senyumnya menguatkan segala tindakanku. Membuatku merasa sangat baik. Membuatku merasa berharga, walau ku tahu banyak sekali kecerobohan yang membuatku tak sepadan dengan Joon Myeon. Tapi belaiannya saat aku terpuruk, pengertiannya disaat aku terjatuh membuatku yakin jika kebahagiaan juga perlu untuk diperjuangkan.

“ Joon Myeon. Senang bisa bertemu denganmu.”

Aku kembali menatapmu, menatapmu Kris. Bisakah kau sepertinya? Bisakah kau tersenyum seperti dirinya? Tidak! kau hanya makhluk egois yang ingin dimengerti tanpa mau mengerti orang lain.

“ Maaf..kami harus segera kembali. Hye Ah, kajja.”

Lagi-lagi aku membalasnya dengan tersenyum. Dengan senang hati aku menerima uluran tangannya yang menggenggamku dengan penuh kasih sayang. Tanpa pikir panjang aku berjalan mengikutinya tanpa terganggu dengan kehadiranmu yang dulu sangat berarti bagiku.

“ Aku duluan, senang bisa bertemu kembali.”

Kau hanya menatapku dengan tajam tanpa berniat membalas ucapanku. Bahkan kau tak mengindahkanku sepertinya, kau sudah terlarut dalam kekesalanmu dan mungkin dengan penyesalanmu.

Tapi apapun itu, semua sudah berlalu. Aku tidak menyesalinya. Lagipula aku tidak bisa memaksakan keadaan. Jika mungkin waktu bisa diputar, aku akan mencari tahu apa yang membuatmu seperti itu. Tapi sayangnya waktu tidak akan pernah bisa diputar balik. Dan yang bisa kulakukan adalah melanjutkan hidupku bersama dengan waktu yang terus berjalan.

Denganmu atau tanpamu, aku tetap harus melanjutkan hidupku. Hidupku terlalu berharga hanya untuk menangisimu. Dan bersamanya, aku kembali mendapatkan kehidupanku. Aku bisa merasakan bagaimana rasanya bahagia. Cinta…dulu aku memang mencintaimu, namun aku tidak bisa mempertahankannya. Walau ada pepatah yang mengatakan bahwa cinta butuh perjuangan. Tapi sayangnya aku bukan petarung hebat yang mampu mempertahankan cinta itu, aku tidak menutup mata, bahwa aku tidak sanggup. Semua ujian yang kurasakan sudah terlalu menyiksa batinku.

Lagipula cinta itu sudah pergi menghilang tanpa bekas dan berganti dengan perasaan baru yang hanya ku serahkan padanya. Kebahagiaan baruku, cahaya yang menerangiku di saat aku terperosok di jurang paling temaram. Kebahagiaan yang bersedia menunjukkan dunia dengan cara yang baik, yang mau membimbingku untuk melepas mimpi buruk itu. Dan kebahagiaan itu adalah kebahagiaan yang ia berikan tanpa paksaan. Karena kebahagiaan bukan sesuatu yang bisa dipaksakan.

END

First…aku mau ngucapin terimakasih buat admin yg udh mau publish ff gaje ini. sekali lagi makasih..

Thanks juga buat semua yg udh mau baca, smoga kalian gak amnesia abis baca ff ini. well…meskipun gak berharap banyak, But I need comment, cuz there are many things to correct, right?.

 

 

Thanks

 

GSB

Iklan

27 pemikiran pada “There Is No Chance To Back

  1. pertama aku mau usul poster, kalo buat poster yang genre romance nya udah dewasa coba cari muka cewenya yang agak dewasa ._.
    terus menurutku muka mereka di poster terlalu imut.
    terus karakter joonmyeon nya nggak begitu menonjol kan masih bisa dieksplor lagi tuh. padahal aku ngarep ada part yang bikin breakdown.
    tapi dari segi penggunaan kata oke sih, aku suka nggak kebanyakan pake oppa oppa, nggak manja, tegas.
    I’m waiting your other fic~~

  2. Wow, Kris looks really bad here instead suho that keep on his angel figure…
    Ummm lgsg cari ff ini dan wow bahasanya emg bagus bagus bgt ya T.T OMG enak bacanya… Speechless lagi nih…
    Tapi beneran kasihan Kris…
    If you don’t mind thor I hope there will be another story that positively make a little bit happiness for him…
    Poor my baby…
    Keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s