Please, See My Heart (Chapter 4)

Title                 : Please, see my heart

Author             : Lee yeojin (@dewiiezers)

Main cast         : Kim joon hee (OC)

Kim jong in a.ka Kai (EXO-K)

Oh sehun (EXO-K)

Wu yi fan a.ka Kris (EXO-M)

Choi Minho (SHINee)

No Minwoo (Boyfriend)

Lee hyunri

Genre              : Set yourself 😀

Rating                         : Pg 15

Disclaimer       : This is Chapter 4! Semoga chapter ini gak mengecewakan seperti chapter 3 yang kemarin ya ^^  thanks banget buat para admin yg udah ngepost FF ini dan thanks untuk yg tidak jadi SILENCE READER ^^ aku menghargai kalian JJ aku mencintai kalian *authorsarap! Oh iya satu lagi FF ini jg gue post di blog gue sendiri http://fanfictionstoryblog.wordpress.com berkunjung juga kesana ya 😀 *promosidikit kalian jg bisa koment ke twitter gw. So, tunjukan kalo kalian adalah good reader yg menghargai para author J

Please, See My Heart (Cover 3)

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 

 Priview..

“Lalu apa hubunganmu dengannya?” tanya jong in. sehun memandang jong in dengan tatapan yang sulit diartikan. Aku jadi semakin tidak mengerti ada apa dengan mereka berdua hari ini.

“Just friend.” Jawabku datar

“Sepertinya dia menyukaimu.”Pernyataan kai tentu saja membuatku terbelalak tidak percaya.Aku akui kris memang pernah menyatakan perasaannya waktu itu tapi aku menolaknya karena tentu saja aku masih belum bisa melupakan namja yang berada di hadapanku ini.

“Dia memang pernah mengatakan tentang perasaannya tapi..”

BRAKK!

Chapter 4

BRAKK!

Author POV*

Mereka menengok kearah pintu yang tiba-tiba dibuka.Dan munculah seorang namja berpakaian dokter dengan tinggi badan ideal dan garis rahang yang tegas yang memungkinkan semua wanita bisa saja mengejarnya.

“Anyeong” sapanya ramah dan menampilkan senyum menawannya.

“A a a anyeo..” baru sehun mau menjawab tapi sudah dipotong oleh omelan joon hee

“YAK OPPA! KAU MEMBUAT KERIBUTAN DIPAGI HARI HAH?!” omel joon hee

Yang dimarahi hanya menampilkan cengirannya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Hehe, mianhae jika aku mengagetkan kalian. Perkenalkan Choi minho imnida” ucap minho ramah

Joon hee hanya mendengus, sedikit kesal denga kelakuan oppanya yang terkadang suka diluar nalar manusia.

“Anyeong Oh sehun imnida dan dia..” lagi-lagi perkataan sehun sudah dipotong tapi kali ini minho yang memotongnya

“Ah pasti kau  yang bernama Kim jong in itu kan?” jawab minho

Jong in yang namanya disebut hanya mengangguk, dia cukup heran kenapa namja yang tiba-tiba masuk kedalam kamarnya bisa mengenalnya padahal jong in sama sekali tidak tahu siapa namja yang sekarang berdiri tidak jauh darinya itu.

“Kenapa kau bisa berada disini pagi-pagi oppa?” tanya joon hee

“Aku ingin bertemu dengan teman-temanmu.” Jawab minho.

Sehun dan kai yang mendengar jawaban minho langsung menatap joon hee penuh tanya. Joon hee memang belum pernah menceritakan tentang minho atau tentang bagaimaa kehidupannya selama menghilang 5 tahun ini. Dan itu semakin membuat sehun dan kai penasaran apa saja yang disembunyikan oleh joon heed an tidak diketahui oleh mereka berdua. Dan terlebih lagi sekarang dikehidupan joon hee banyak sekali namja. Ya meskipun baru kris dan minho yang diketahui oleh sehun dan kai. Tapi dulu saat mereka masih bersama jangankan teman namja teman yeoja yang dekatnya dengannya pun tidak ya kecuali kai dan sehun tentunya.

“Joon-ya apa kau tidak menceritakan tentangku pada mereka?”tanya minho

“….” Yang ditanya malah diam saja. Joon hee hanya menatap remeh kearah minho.

“Mmmm, bisa kau jelaskan?” kai angkat bicara karena joon hee tidak kunjung membuka suaranya.

“Araseo.Dia sebenarnya sunbaeku saat di amerika. Aku mengenalnya sebagai namja tampan yang baik dan dingin pada setiap yeoja tapi entah karena setan apa saat dia memintaku menjadi yeodongsaengnya aku menyetujuinya.” Perkataan joon hee sukses membuat minho menjadi cemberut yang sebelumnya tersenyum kemenangan saat dipuji.

“Ya neo!” sela minho

Joon hee hanya tertawa mendengarnya. Menurutnya minho memang sosok yang dingin pada wanita tapi sikap dinginnya itu berubah saat minho sedang dekat dengan joon hee. Sikap yang tadinya dingin seperti es berubah menjadi hangat dan seperti anak kecil menurut joon hee.

Mungkin karena minho adalah anak tunggal dikeluarga choi. Jadi dia merasa kesepian karena tidak ada yang bisa diganggu di dalam keluarganya. Keluarga choi minho adalah kelurga kaya ayahnya mempunyai banyak perusahaan besar di berbagai Negara dan minho adalah satu-satunya penerus dari keluarga choi. Ibu choi minho adalah wanita yangf sangat baik, dia sudah menganggap joon hee sebagai anak kandungnya sendiri. Itulah kenapa mereka bisa dekat. Walaupun sering saling mencela tapi joon hee tetap menyayangi minho sebagai keluarganya.

“Hyung kau mau sup?” tanya sehun

“Sup?” tanya minho

“Mmm, ini buatan joon hee.” Jawab sehun

“Jangan berikan sup itu padanya dia akan menghabiskannya dalam sekali makan.” Ejek joon hee

“Jangan dengarkan dia hyung. Hari ini otaknya joon hee sedang bermasalah.” Bela sehun

Sontak minho tertawa terbahak-bahak. Baru kali ini dia menang melawan joon hee, biasanya dia selalu kalah jika saling mencela dengan yeoja yang sudah dianggapnya dongsaeng itu.Sebenarnya itu juga karena sehun ingin membalas joon hee yang sudah meneriakinya tadi saat dia masih tidur.

Joon hee hanya mendnegus dan memasang wajah dinginya. Sebenarnya maksud dan tujuan minho datang kekamar itu bukan hanya sekedar ingin bertemu dengan teman-teman joon hee tapi dia juga harus berdiskusi dengan joon hee soal pasien yang sedang ditanganinya.

“Joon-ya kau sudah melihat catatan kesehatan dari halmeoni No yang kuberikan kemarin?” tanya minho yang kini sudah duduk disamping sehun

Joon hee mengangguk “Kesehatannya semakin memburuk. Apa kau sudah memberitahukannya pada min woo?” tanya joon hee. Minho hanya menggeleng.

“Araseo. Aku rasa kris bisa membantu, biar bagaimanapun kita harus berusaha untuk menyelamatkannya.” Ujar joon hee lirih

“Mmm, aku mengerti apa yang kau rasakan. Aku juga sama sepertimu tidak ingin min woo sendirian.” Ucap minho. Minho menghela napas berat “Araseo, aku akan mencoba minta bantuan pada kris, tapi aku tidak yakin dia akan mau membantu.”

“Jika dia tidak mau membantu aku yang akan membuatnya mau membantu.” Ucap joon hee tegas dan menampilkan senyum evilnya.

“Jangan katakan kau akan melakukan tindak kekerasan padanya lagi?” tanya minho ngeri

“Jika itu harus dilakukan maka aku akan melakukannya.”

Minho hanya bergidik ngeri melihat joon hee tersenyum penuh kemenangan seperti itu.Sebenarnya hatinya sedikit tenang melihat yeodosaengnya bisa tersenyum seperti itu saat bertemu dengan 2 orang terpenting dalam hidupnya.

Minho tahu bagaimana cerita kehidupan joon hee dimasa lalu. Tentang cerita bagaimana yeoja itu kehilangan keluarga dan hartanya dan juga tentang bagaimana yeoja itu sangat bergantung pada kai.Tapi pada akhirnya dia memilih pergi karena tidak ingin merepotkan kai lagi. Itu yang joon hee katakana pada minho, dan jangan lupakan tentang bagaimana perasaan joon hee pada kai. Minho adalah orang yang sangat mengenal joon hee luar dalam.Meskipun selama ini banyak pria yang menyatakan cinta padanya termasuk kris, tapi yeodosaengnya itu masih dan tetap mencintai kai.

***

Pagi ini jong in sudah diperbolehkan pulang.Joon hee bilang hanya butuh istirahat satu minggu untuk memulihkan semuanya dan jong in bisa beraktifitas kembali.

“Istirahatlah selama satu minggu ini. Itu aka membuatmu menjadi lebih baik.” Ucap joon hee bijak

“Araseo. “ jawab jong in sedikit muram.

“Kau tidak senang keluar dari rumah sakit?” tanya joon hee heran

“….”

“Tentu saja dia tidak senang. Kalau dia keluar hari ini itu artinya dia tidak bisa bertemu dengan mu lagi.” Ceplos sehun dan perkataannya itu membuat jong in menatap tajam kearahnya.

“Aku akan mengunjungi kalian jika aku tidak sibuk.” Jawab joon hee.

“Tetap saja. Kau pasti akan mencari banyak alasan untuk tidak datang berkunjung.” Balas sehun

Joon hee terpaku.Ya, memang sebenarnya alasannya mengatakan untuk sesekali berkunjung tidak sepenuhnya benar.Sampai sekarang masih ada perasaan canggung antara dirinya jong in dan sehun.Entah mengapa tapi joon hee hanya tidak ingin jatuh terlalu jauh dalam perasaannya.

“Kalau begitu kalian bisa berkunjung ke apartemen miliku.” Jawab joon hee dengan senyum lembut menghiasi bibirnya.

“Kau tidak tinggal di tempat yang dulu.” Tanya jong in

Joon hee menggelang.“Ani.Aku menempati apartemen milik minho oppa.”

Konta saja sehun dan kai langsung memandang kearah joon hee begitu mengatakan kalau dia tinggal di apartemen milik minho.

“Jangan berfikiran yang aneh-aneh.Bukankah kalian tahu bahwa aku dan dia hanya sebatas kakak dan adik.Dan itu juga permintaan dari orang tua minho.”

Kai dan sehun hanya mengangguk mengerti.Pintu kamar diketuk dan dari luar munculah sosok yang dibicarakan tadi.

“Annyeong.” Sapa minho ramah

“Annyeong hyung.” Jawab sehun

“Aku dengar kau pulang hari ini kai?” tanya minho

“Mmm” jawab kai mengangguk

“Kau sudah baikan?”

“Ne hyung. Apa kau datang untuk mengatar ku?” tanya kai

“Tentu saja.bukankah sahabat dongsaengku akan keluar dari rumah sakit?” canda minho

Kai hanya tersenyum mendengarnya.

“Kapan-kapan mampirlah ke rumahku. Kita bisa makan bersama disana.” tawar minho

“Jinja?” tanya sehun

“Mmm.. akan ku sediakan buble tea untukmu sehun-ah.” Jawab minho

“Wah..kalau seperti itu setiap hari aku akan selalu mampir kerumah mu hyung.” Jawaban sehun membuat minho, joon heed an kai tertawa.

Joon heed an minho mengantarkan sehun dan kai sampai di parkiran. Sehun dan minho asik mengobrol sejak tadi. Mereka berdua seperti mempunya dunia sendiri dan melupakan bahwa didekat mereka juga ada joon heed an jong in.

“Sehun sepertinya senang berteman dengan minho hyung.” Ucap jong in

“Mmm. Minho orang yang baik dia akan seperti itu jika dia menemukan teman yang dianggapnya cocok untuknya.” Jawab joon hee

“Joon hee-ya..kau.. tidak akan pergi lagi bukan?” tanya jong in tiba-tiba

Joon hee menatap dalam kedua mata kai.Dia ingin mencari kebenaran bahwa kai tidak ingin dia pergi dari hidupnya dan kedua mata milik kai tampak sayu.Joon hee tahu bagaimana perasaan kai saat ini. Joon hee mencoba menenagkan jong in dengan senyumnya

“Tidak akan. Aku akan selalu ada disini. Maaf untuk 5 tahun yang lalu aku pergi tanpa kabar.” Kata joon hee lirih.Tiba-tiba jong in memeluk joon hee.

“Ani.Seharusnya aku yang meminta maaf.Aku tidak mengerti persaanmu waktu itu.Jadi kumohon jangan tinggalkan aku lagi.” Jong in mengatakannya dengan nada kecil

“Araseo.Kau bisa menghubungiku jika ingin bertemu atau kau bisa datang ke apartemen atau rumah sakit.Aku akan menyediakan waktuku untukmu.”Jawab joon hee setelah melepaskan pelukannya dari kai.

>skip<

Tidak terasa musim gugur sudah memasuki hari terakhirnya dan bisa dipastikan besok salju pertama akan turun menghujani kota seoul. Hari ini joon hee akan pergi ke makam kedua orang tuanya. Sudah lama dia tidak mengunjungi makam kedua orang tuanya, terakhir sebelum dia memutuskan utnuk pergi meninggalkan semua orang yang dikasihinya.Sebelum menuju pemakaman joon hee mamir ketoko bunga langganannya.Dia membeli 2 buket bunga tulip.Dia masih ingat betul dulu saat semuanya masih dalam keadaan baik-baik saja –saat ibu dan ayahnya termasuk hidupnya yang masih berkecukupan- kedua orang tuanya sangat menyukai bunga tulip terutama yang berwarna merah.

Begitu tiba di makam ayah dan ibunya joon hee manaruh bunga tulip yng tadi dibelinya diatas kedua pusara oraang yang sangat dicintainya tersebut.Joon hee tersenyum, dia mengingat bagaimana kebersamaannya dengan orang tuanya dulu.Hidup yang selalu berkecukupan, kasih sayang yang selalu mengalir tanpa henti.Dia merindukan itu semua.Dia merindukan appa dan eommanya.Tanpa joon hee sadari ada seseorang yang berdiri disampingnya.

“Sudah lama bukan kau tidak kemari?” tanya sura tersebut. Joon hee menoleh ke sumber suar tersebut.

“Jong in..” joon hee bingung kenapa kai bisa berada disini.

“Jangan menatapku seperti itu. Aku memang tampan” kata jong in percaya diri

“Cih, selalu saja.kenapa kau bisa berada disini?” tanya joon hee

“Aku memang selalu datang kesini setiap bulannya.” Jawab jong in

Joon hee menatap jong in dengan pandangan tidak percaya.Benrkah namja itu sering datang ke makam orang tuanya?

“Kalau tidak percaya tanya saja pada sehun.” Ujar jong in

“Aku percaya. Tapi..kenapa kau sering datang kesini?” tanya joon hee penasaran

“Itu karena aku juga sudah menganggap ahjumma dan ahjussi sebagai orang tuaku.Eomma dan appa juga sering mengingatkanku untuk sering mengunjungi makam orang tua mu. Mereka bilang mereka takut ahjumma dan ahjussi kesepian karena kau pergi.” Jelas jong in

Joon hee terdiam.Betapa baik dan perhatiannya namja ini pada orang tuanya.Joon hee senang setidaknya selama dia tidak ada appa dan eommanya tidak kesepian karena jong in selalu datang.Joon hee tersenyum memandang jong in.

“Gomawo” kata joon hee

“Gwaenchana.” Jawab kai

Hening.Lagi-lagi keheningan terjadi diantara keduanya.Mereka berdua sibk dengan pikiran masing-masing dan joon hee seperti tengah menerawang kemasa lalunya.Mengingat bagaimana kedekatan kai dan sehun dengan orang tuanya.Sungguh dia sangat merindukan saat-saat seperti itu.

“Kajja.Aku ingin mengajakmu kesbuah tempat.” Ajak kai

“Kemana?”

“Sudahlah ikut saja” jawab kai.Sebelum joon hee mnejawab tangan kai sudah meraih tangan joon hee terlebih dahulu dan membawa gadi itu ke tempat yang dia tuju.

Joon hee tidak tahu akan dibawa kemana. Dia tidak bertanya apa-apa lagi pada kai setelah kai mengatakan untuk ikut saja.dalam hatinya joon hee merasa senang karena dia bisa merasakan saat-saat bersama dengan kai lagi saat-saat mereka hanya berdua saja.

Mereka sampai disebuah tebing. Sebenarnya kai sudah membawa joon hee keluar sedikit lebih jauh dari kota seoul. Joo hee terkesiap melihat pemandangan yang ada dihadapannya. Dia tidak menyangka bahwa masih ada tempat sebagus ini di pinggiran kota seoul. Kai hanya tersenyum memandangnya.Dia tahu joon hee pasti suka dengan tempat itu.Joon hee tak henti-hentinya berdecak kagum karena melihat keindahan yang terhampar dihadapannya.

“Kau suka?” tanya kai

“Mmmm.. tempat ini bagus. Bagaimana kau bisa menemukannya?” tanya joon hee ingin tahu

“Itu semua berkat kau.” Jawab kai.Joon hee memandnag kai tidak mengerti.

“Aku menemukan tempat ini saat sednag mencarimu.Saat itu aku berusaha mencarimu kesmua tempat yang bisa kutuju.Tapi kau tidak ada dimanapun.Dan akhirnya aku sampai di tempat ini.”

“Aku selalu datang kesini saat merindukanmu.” Lanjut kai dengan lirih

Joon hee tertegun.Dia tidak menyangka kalau kepergiannya 5 tahun yang lalu bisa membuat namja itu bersedih sekian lama.Meskipun joon hee tahu perasaan namja dihadapannya ini hanya sebatas sebagai teman dan sahabat.

“Joon hee-ya saranghae.” Ucap kai dan menatap mata joon hee lekat.Lagi-lagi joon hee dibuat tertegun denga pernyataan kai.Sungguh dia sangat ingin mempercayai perkataan namja itu. Tapi jauh didalam lubuk hatinya dia tahu bahwa namja dihadapannya ini sudah memiliki yeoja yang dia cintai sendiri dan yeoja itu bakanlah dia. Miris memang tapi itulah kehidupan

“….” Joon hee memilih untuk diam

“Kenapa kau tak menjawabnya?” tanya kai sedikit kesa karena pernyataannya barusan seperti diacuhkan begitu saja oleh joon hee.

“Gwaenchana..” jawab joon hee seadanya.

Ddrrt ddrrt

Ponsel milik joon hee bergetar ada paggilan masuk dari kris.

“Yeoboseo. Mmm..aku sedang bersama kai.. yak! Berhenti berfikiran kotor MR. WU!! Sudah kututup telponnya.” Jawab joon hee ketus

“Nugu?” tanya kai

“Kris.”

“Apa ada masalah?” tanya kai khawatir

“Ani.Semuaya baik-baik saja.kai kau mau mampir kerumah ku?” tanya joon hee

“Apa boleh?”

“Sejak kapan aku melarangmu untuk berkunjung kerumahku.” Joon hee tertawa kecil

“Baiklah. Aku akan menelpon sehun juga untuk datang.” Jawab kai antusias.

Mereka berdua kembali ke seoul dan joon hee sudah menghubungi minho untuk menyiapkan snack karena kai dan sehun akan mampir kerumah mereka.Minho sangat antusias mendengarnya dia senang karena kali ini apartemennya aka ramai.Dia juga meutuskan untuk mengundang kris.

Joon hee dan kai smapai diapartemen yang ditempati oleh joon hee dan minho. Sebelumnya minho sudah menghubungi joon hee terlebih dahulu kalau dia sedang kemini market yang tidak juh dari apartemen mereka untuk membeli tambahan snack.

“Bagus dan rapih.” Ujar kai begitu memasuki apartemen

“Tentu saja.minho oppa tidak suka dengan berantakan lagi pula kami jarang berada dirumah. Kami lebih sering berada dirumah sakit.” Jawab joon hee.

Kai hanya mengangguk-angguk mengerti.

“Kau ingin minum apa?” tanya joon hee

“Minuman ringan saja.” jawab kai

“Dimana kamarmu?” tanya kai lagi

Joon hee yang baru saja kembali dari dapur unutk mengambil minuman hanya menunjuk kearah pintu yang berada ditengah.Tanpa persetujuan dari joon hee kai langsung masuk kedalam kamar milik yeoja itu.

Dan kata pertama yang keluar dari mulutnya dalah.Sama. Kamar joon hee sama seperti yang dulu. Yeoja itu juga masih menyukai warna-warna pastel dan tentu saja rak buku besar yang terdapat ditenga-tengah ruangan itu.

“Kamarmu sama seperti yang dulu” ujar kai

Joon hee tersneyum mendengarnya.“Tentu saja.karena aku masih tetap joon hee kan?” jawab joon hee.

Kai bisa melihat joon hee juga masih memajang foto-foto antara dirinya yeoja itu dan sehun.Kai tersneyum senang karena itu tandanya yeoja ini tidak pernah melupakan dirinya dan sehun.Kai duduk di pinggir ranjang milik joon hee sambil melihat album foto kenangnnya bersama yeoja itu.

“Joon hee-ya..” sapa sebuah suara. Joon hee mangalihkan tatapanya dari jendela kamarnya menuju pintu dimana asal suara itu.Kai juga mengalihkan perhatiannya dari album foto kearah pintu.Diambang pintu berdiri seorang namja yang begitu tampan. Kris. Ya, dia juga datang karena diundnag oleh minho.

“Kris..”

“Hei..kau ingin mati ya? berani-beraninya membawa namja masuk kedalam kamarmu!” dengus kris kesal.

Kai menatap kris tajam.Tapi kris tidak peduli dengan tatapan kai.

“Dia sahabatku kris.Kai kenalkan dia kris orang yang waktu itu aku ceritakan.”

Author POV*

“Kai imnida.”Kai memperkenalkan dirinya pada kris.Meskipun dia juga sedikit tidak suka dengan kris.Mengingat namja yang berada didepannya juga mencintai gadis yang dicintainya.

“Kris.” Jawab kris datar.

“Untuk apa kau berada dikamar joon hee?” tanya kris dingin

“Kris jangan mencari masalah disini.” Ujar joon hee.Joon hee tidak menyukai sifat kris yang seprti ini.Menurutnya namja ini snagat mengerikan jika seperti sekarang ini. Lagipula joon hee tidak mau jika kai akan membenci kris nantinya.

“Saengie sehun sudha datang cepatlah keluar.” Teriak minho dari dapur

“Kajja kita keluar sehun sudah menunggu.” Ajak joon heed an meninggalkan kai yang masih duduk diranjangnya dan kris yang masih berdiri diambang pintu.

Joon hee membantu minho untuk menyediakna snack yang tadi sudah dibeli minho. Sebenarnya suasana agak canggung.Sebanrnya karena tatapan tajam yang selalu terpancar dari mata kris karena sepertinya dia tidak suka dengan kehadiran sehun dan kai.

Minho mencoba mencairkan suasana dengan mengajak kai dan sehun mengobrol.Mereka membicarakan tentang apapun akhirnya keadaanpun mulai mencair dan tidak canggung seperti tadi.Joon hee terlihat sangat dekat dengan sehun.Itu memang karena sejak di bangku sekolah dasar mereka berdua sudah bersahabat. Lama-kelamaan pun kris ikut berbaur dengan mereka ya meskipun kata-katanya sedikit agak dingin dan mungkin akan membuat orang yang mendengarnya akan langsung melayangkan tinjunya pada namja itu. Tapi semua yang berada diruangan itu berusaha mengerti sifat kris, terlebih sebelumnya minho sudah minta maaf pada sehun dan kai jika perkataan kris sedikit kasar tentunya tanpa sepengetahuan kris. Jika kris tahu mungkin rumahnya akan menjadi kapal pecah olehnya.

Joon hee senang karena semua orang yang disayanginya bisa berkumpul bersama seperti ini.

>skip<>skip<

Namja itu tengah menunggu seseorang. Dia terlihat sangat senang karena hari ini ia akan jalan dengan yeoja yang dicintainya. Tapi sudah lewat dari 15 menit yeoja itu belum datang juga. Setelah 30 menit ia menunggu yeoja itupun belum datang-datang juga. Ponselnya bergetar.

Ddrrt ddrrt ddrrt

-Joon hee-

“Yeoboseo” jawab namja itu

“Jong in-ah mianhae kita tidak bisa pergi hari ini..ada masalah dirumah sakit aku tidak bisa pergi.” Sesal joon hee

“Araseo. Kita bisa pergi lain kali.”

“Mianhae..bisakah kau datang?” tanya joon hee ragu

“Kau ingin aku datang? Apa tidak mengganggu?” tanya kai balik

“Ani.Aku butuh bantuanmu dan sehun.”

“Ne. aku segera kesana.” Kai pun langsung bergegas ke rumah sakit setelah sambungan terputus.

## Rumah sakit Seoul Hospital

Kai segera menuju ruang oprasi begitu joon hee memberitahunya dia ada disana.sehun yang berada dibelakangnya segera menyusul kai. Sehun juga lagsung beranjak ke seoul hospital begitu menerima telfon dari kai yang mengatakan bahwa joon hee ingin mereka dtaang kerumah sakit.

“Joon hee-ya gwaenchaa?” tanya kai begitu dia bertemu joon hee. Joon hee mengangguk.Tapi terdapat gurat tegang dan ketakutan diwajah joon hee.

“Kau serius?” tanya sehun

“Ne.. hanya saja.. bisakah kalian membantuku?” tanya joon hee terbata

“Mwo?Kami akan membantu” jawab sehun cepat.

“Bisakah kalian menemaninya.” Jawab joon hee sambil menunjuk seorang namja yang lebih muda darinya yang duduk di dekat tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

“Memang dia kenapa?” tanya kai

“Halmonie nya sedang kritis dan akan dioprasi saat ini juga. Aku dan minho oppa yang bertanggung jawab atas halmonie nya.” Jawab joon hee

“Araseo. Tenang saja aku dan kai akan menjaganya. Lagipua sepertinya dia mudah diajak berteman.” Jawab sehun

Sehun menghampiri anak tersebut.Tapi anak itu hanya memandang lurus kebawah seolah lantainya lebih terlihat menarik dibandingkan dengan sehun.Sehun menepuk pundak anak tersebut lalu tersenyum saat anak itu melihat kearahnya.

“Anyeong..” sapa sehun

“A anyeong” jawab anak tersebut kaku

“Min woo-ah..” spanggil joon hee

“Noona..bagaimana dengan halmonie?” tanya sehun begitu mendapati joon hee berada dihadapannya.

“Noona dan hyung akan berusaha untuk menyembuhkan halmonie.” Jawab joon hee dengan senyum menghiasi bibirnya.

“Aku takut halmonie akan meninggalkanku sendiri.” Jawab min woo

Joon hee tercekat. Sebetulnya dia juga takut jika tidka bisa menyelamatkan nyawa halmonie min woo. Bukan. Bukan karena dia takut untuk menangani oprasi dari halmoni min woo hanya saja dia takut jika min woo akan mengalami seperti yang pernah dialaminya dulu. Kehilangan keluarga di saat usia yang masih muda.

Kedua orang tua min woo memang sudah lama meninggal akibat sakit. Min woo masih beruntung saat orang tuanya meninggal dia masih memiliki halmonie satu-satunya keluarganya yang tersisi. Sedangkan ia, dulu saat orang tua joon hee meninggal dia tidak punya siapa-siapa. Dia seorang diri. Joon hee tersenyum ia hanya ingin menenangkan min woo.

“Jangan bicara seperti itu min woo-ah..bukankah masih ada noona dan minho hyung. Kami berdua sangat menyayangimu.Dan oh iya kenalkan, mereka berdua sahabat noona.”

“Anyeong min woo imnida” minwoo memperkenalkan dirinya pada sehun dan kai.

“Anyeong min woo-ah oh sehun imnida” jawab sehun

“Anyeong kim jong in imnida.” Jawab kai.

Kai sadar raut wajah tegang joon hee terjadi karena sebenarnya dia takut kalau tidak bisa menyelamatkan halmonie dari min woo. Kai memegang bahu joon hee utnuk menenangkannya.Joon hee hanya tersenyum utnuk membalas perlakuan kai.

Kris dan minho datang dengan terburu-buru. Kris yang melihat kai sedang memegang bahu joon hee memasang wajah tidak sukanya diapun berlalu masuk ruang oprasi begitu saja.

“Hyung berjanjilah kau dan noona akan menyelamatkan halmonie” kata min woo

Wajah minho dan joon hee menjadi sulit diartikan. Mereka berdua saling berpandangan.Merka berdua sama-sama tidak ingin mengecewakan minwoo, tapi keadaannya sekarang benar-benar sangat mendesak.Minho tersenyum.

“Hyung akan berusaha semampunya.Berdoalah dan tunggu disini bersama sehun dan kai hyung. Ara?” kata minho

“Mmm, araseo.” Jawab min woo

“Kajja joon-ya” minho dan joon hee pun segera masuk keruang oprasi.

Min woo, kai dan sehun menunggu duliar ruang oprasi. Min woo menceritakan tentang bagaimana kehidupannya dan halmonienya dan juga bagaimana dia bisa mengenal joon heed an minho. Dan jangan lupakan bagaimana tentang cara minho yang memintanya menjadi namdongsaengnya. Semua itu diceritakan oleh min woo. Sebenarnya sehun yang meminta menceritakan semuanya itu juga demi mengalihkan sedikit perhatian min woo dari kondisi tentang halmonienya. Kai hanya tersenyum sesekali saat mendengar cerita dari min woo. Dia bersyukur juga mempunya sahabat seperti sehun yang sedikit bisa mnegalihkan perhatian orang lain.

Sudah 5 jam lebih mereka menunggu didepan ruang prasi tapi belum juga ada kabar tentang bagimana keadaan halmonie No. kai dan sehun cukup khawatir dengan keadaan didalam. Tapi mereka tetap berusaha tersenyum didepan min woo. Tidak lama kemudian kris keluar dari ruang oprasi dengan wajah yang mengeras.Bisa terlihat kelelahan dan penyeslan diwajahnya.Dia pun langsung pergi entah kemana.Minho dan joon hee menyusul dibelakangnya.Wajah mereka berdua terlihta sangat lelah dan sedih.

“Noona-ya bagaimana halmoni?” tanya min woo begitu joon hee dan minho keluar dari ruang oprasi.

“…..”

“Noona-ya jawab aku.” Ucap min woo lagi

“….”

“Hyung..apa terjadi sesuatu pada halmoni?” tanya min woo pada minho

“Min woo-ah mianhae…” jawab minho lirih

TBC..

Wait for next chapter.. thanks banget buat yang udah koment ^^

4 pemikiran pada “Please, See My Heart (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s