Stored Memory (Chapter 1)

stored memory

 

 

Title : Stored Memory

 

Author : junia ( @juniakyu1003 )

 

Genre : Friendship, Romance

 

Main Cast : Kim Jongin, Byun Baekhyun, Ha Joon Hee (OC)

 

Length : Multichapter

 

Rating : PG

 

Disclaimer : Destiny ! i believe that. Everything what i do in this world will be ultimately by fate. And you’re my fate!


 

Seoul University, 08.00 AM KST

 

#Joon hee POV#

 

Aku berjalan dengan langkah semangat. Semangat menghentak-hentakan kakiku, semangat bicara tidak jelas, semangat mengumpat, semangat mencaci dan. . . aarght! Dengan santainya orang disebelahku berjalan dengan tenang, damai seolah aku dianggap pohon yang berjajar dipinggir jalan. . sial!

 

“yak, hitam. Kau dengar aku tidak sih. .”

”hmm. .” hmm? Hanya itu? Dia benar-benar.

”hitam”

”apa ”

”hitam ”

”Yak bodoh, kau itu berisik sekali. . tutup mulutmu dan jangan panggil aku hitam! “

 

Mataku membulat sempurna kearahnya yang seenaknya berteriak tiba2. kaget? Tentu saja. Dari yang awalnya diam, tiba-tiba berteriak dan diakhiri decakan darinya karena merasa jiwa tenangnya terganggu oleh gerutuanku. Dia itu sudah tidak mendengarku, sekarang malah memakiku. Awas kau kim jongin!

 

“Aww. . YAK “ aku menyeringai puas kearahnya. Siapa suruh membuat moodku tambah buruk bodoh!

 

Langsung kupercepat langkahku setelah menendang kakinya. . aku tidak bisa jamin leherku aman kalau masih berada disampingnya. Dia itu sangat terobsesi mencekik –ku kalau sedang kesal padaku.

 

 

***

          Jongin atau lebih tepatnya kai. Hah . . aku bergidik sendiri menyebut nama panggilannya. Lebih bagus jongin menurutku. Tapi dia terobsesi punya nama singkat. sepertinya Otaknya memang hilang ditelan oleh kukki, si anjing kesayangannya. Dengarkan. Anjingnya saja diberi nama alien seperti itu.

Dia adalah sahabatku! Orang yang selalu ada disampingku. Lebih tepatnya mengacau dikehidupanku. Tapi aku malah senang dia mengacau dihidupku. Setidaknya ada dia yang membuat hariku tidak monoton. Tapi dia juga yang paling memahami diriku. Aku sangat nyaman dengannya. Hanya dialah yang bisa sedekat ini denganku. Aku ini tipe orang yang paling malas bergaul. . terlalu banyak teman malah membuatku terjerumus kedalam banyak masalah. Jangan tanya kenapa aku bicara begini. Karna dulu. . dulu sekali ketika aku masih SMA ditingkat pertama, aku tersandung banyak masalah dengan teman-temanku. Entahlah! Mungkin aku yang tidak pandai memilih teman. Hingga akhirnya kuputuskan untuk berdiri sendiri tanpa didampingi yang namanya teman. .

 

Tapi kini aku mempunyai jongin. Dia amat sangat berbeda. Sikapnya, sifatnya, auranya, tatapannya, . membuatku benar-benar merasa nyaman . aku juga tidak tau bagaimana kami bisa menjadi sedekat ini. Takdir kurasa. . hanya tuhan yang tau kenapa aku hanya bisa berdekatan dengan dia sampai saat ini.

 

***

”baiklah . . kelas cukup sampai disini dan jangan lupa tugas yang sudah kuberikan. Selamat siang! ”

 

Kalimat terakhir dari dosen tua yang berbakat menjadi kakek sihir itu keluar juga. . aku menyebutnya seperti itu karna ia hobi sekali memarahi orang. Ada saja yang menjadi topik untuk memarahi mahasiswanya. Kurang kerjaan dasar. .

Kelasku baru saja berakhir. Tinggal menunggu si hitam itu selesai kuliah. Aku beda jurusan dengannya, .

Dia dijurusan seni dan aku dijurusan kedokteran. Dan sibodoh itu malah mentertawakanku saat aku bilang ingin masuk jurusan itu. Katanya aku tidak cocok jadi dokter. Wajahku tidak ramah. Menyeramkan, kasar, seenaknya! Dan dia mengatakan aku akan bangkrut dalam seminggu karna tidak akan ada pasien yang mau dirawat olehku. . brengsek! Hobi sekali membuatku kesal. .

 

 

Sambil menunggu dia, lebih baik aku ke cafe depan kampusku, ’Rigel Star Cafe’ . aku menyukai namanya. Bintang rigel. Bintang yang paling terang di rasi bintang orion. . itulah yang menjadi alasanku untuk menjadikan cafe favoritku. . karna aku menyukai rasi bintang. Terutama orion. Dan kisahnya!

 

Saat aku baru saja membuka pintu cafe, aku melihat makhluk itu. Orang yang tadi pagi membuat moodku hancur. Dan sekarang aku jadi kehilangan selera untuk masuk lebih dalam. Ckkk . tidak jadi saja.

Saat ingin berbalik, dia melihatku dan malangnya memanggilku dengan suara lantang ! ya tuhan. . kenapa dia di anugerahi suara sebesar itu.

 

”joon hee” aku tidak dengar. Kuhiraukan dia

”YA joon hee ” kupercepat langkahku untuk menghindarinya.

”joon hee . . tunggu aku” dan sialnya dia berhasil menghadangku.

 

”wae ” kutatap matanya dengan pandangan paling menyeramkan yang kupunya. Semua orang pasti langsung bungkam jika aku memberikan tatapan seperti sekarang. . yah kecuali jongin dan dia kurasa. Karna sekarang, dia malah memberikan senyuman lebarnya yang selebar sungai han. Menyebalkan !

 

”joon hee, kau ingin makan? ” tanyanya dengan tampang tak berdosa. .

”ani. Tidak jadi ”

”wae? ” kenapa? Dia tanya kenapa ? aish. Kalau saja membunuh orang tidak berdosa dan masuk penjara, sudah kutenggelamkan dia ditumpukan kaus kaki jongin yang baunya bisa membunuh lalat dalam jarak 100 meter. Oke ini  sedikit berlebihan. Tapi percaya atau tidak, lalat benar-benar takut pada kaus kakinya. Sial! Kenapa aku jadi ngawur begini. .

Lebih baik tak kuhiraukan. . aku kembali berjalan dan melewatinya yang sedang berdiri dihadapanku saat tadi menghadangku.

 

”joon hee kau mau makan kan? Kau lapar kan? Ayoo kita masuk. Aku yang traktir. Aku baik kan? ”

”YAK . . jangan sembarangan menyeretku ”

 

Dan dia mengabaikan ucapanku. Kenapa jadi dia yang tidak mendengarkanku. Aku benar-benar pasrah sekarang. Baiklah ! kali ini saja kubiarkan. . hitung-hitung menguji kesabaranku.

 

 

 

*****

#AUTHOR POV#

 

Joon hee menatap pria dihadapannya dengan tatapan jengah. Sedangkan pria itu, byun baekhyun dengan lahapnya menyantap makanan tanpa memperdulikan tatapan tajam yang dilayangkan oleh joon hee. Tapi seketika dia sadar bahwa makanan yang ia pesan untuk wanita itu tidak disentuh sedikitpun. .

 

Baekhyun mendongakan kepalanya. Menatap joon hee dan bertanya dengan tanpa beban.

”wae ? kenapa tidak dimakan ? bukankah kau lapar? ”

Joon hee memutar bola matanya dan memberikan tatapan ’kau masih tanya kenapa?’

 

”aaah . . soal tadi pagi? Aku kan sudah minta maaf ” ucap baekhyun.

 

Mendengar kata-kata pria itu yang seolah tanpa rasa bersalah sedikitpun membuat kadar kekesalan joon hee melambung ketingkat yang paling tinggi.

 

”YAAK. . kau tadi terjatuh dibelakangku dan dengan seenaknya menarik rambutku sampai aku ikut terjatuh denganmu bodoh ! kau kira berapa orang yang memperhatikan kita. Ini kampus bukan pemakaman. Aku benar-benar harus menanggung malu karna kejadian konyol yang kau ciptakan itu dan itu semua karnamu. ”

 

Baekhyun berkedip beberapa kali mendengar perkataan. Ah tidak. . lebih tepatnya bentakan yang dilontarkan joon hee kepadanya. Takjub? Jelas saja. . selama baekhun kenal dengan wanita ini, barusan adalah perkataan terpanjang yang dilontarkan joon hee. Yah walaupun dalam bentuk makian. .

 

Dengan senyum lebar yang menghiasi wajah tampannya, baekhyun berkata ”joon hee, baru kali ini kau berkata sepanjang itu. Waaah. . benar-benar mukzizat. Hahaha.”

 

Terlihat sekali senyuman lebar yang menandakan bahwa pria itu, byun baekhyun benar-benar bahagia dengan ucapan panjang yang keluar dari mulut joon hee. Sedangkan joon hee hanya mematung melihat reaksi yang dikeluarkan baekhyun. ’Yang benar saja. Mana ada orang yang mendapat makian mengeluarkan reaksi bahagia’ pikirnya. .

 

”kau gila” ucap joon hee dengan tatapan tak percayanya. ”aku membentakmu dan kau malah memperlihatkan cengiran kuda seperti itu ?”

 

”itu karna kau tidak tau seberapa besar pengaruh yang kau timbulkan di setiap tindakan dan perkataan darimu” jawab baekhyun masih dengan senyum yang mengiringinya. Kali ini dia menunjukan senyuman lembutnya dan melanjutkan perkataannya.

”kau itu takdirku dan aku percaya suatu saat nanti, kita akan berjalan dilingkar takdir yang sama. Destiny ! i believe that. Everything what i do in this world will be ultimately by fate. And you’re my fate! Trust it . . ha joon hee !”

 

 

 

***

Seorang pria tengah berjalan dengan langkah terburu-buru. Dia berjalan kearah taman samping yang berada dikampusnya. . setelah sampai, matanya melirik ke arah kanan dan kiri seperti mencari seseorang. Tapi dilihat dari ekspresinya, pria itu tidak menemukan sosok yang dicarinya. Maka ia memutuskan untuk menghubunginya.

 

”yeob. . .”

”yak . neo eoddiseo?” belum sempat menyelesaikan perkataannya, pria itu sudah memotongnya terlebih dahulu.

 

”aku dikantin.” jawab orang yang berada di sebrang teleponnya. Belum sempat pria itu buka suara, dia mendengar suara ribut-ribut diteleponnya. Sedikit mengeryit. .

 

“joon hee” tidak ada jawaban.

“yak ha joon hee. . “ panggil pria itu dengan nada kesal karna merasa diacuhkan.

 

“ne jongin sebentar. Kau dimana? Ditaman? Kalau ia, tunggu disana, aku akan kesana sebentar lagi. Ada setan pengganggu yang mesti kusingkirkan terlebih dulu. Tunggu disana. Oke?”

 

Klik. Telepon terputus dan jongin hanya mengangkat bahunya. Heran dengan kelakuan temannya yang sibuk sendiri. ’tadi joon hee bilang tunggu ditaman dan aku sudah disini. Jadi yang harus kulakukan hanya menunggu dia datang kan.’ Pikirnya sambil duduk dibawah pohon dan memasang headphone mendengarkan musik dari ipodnya sambil memejamkan mata.

 

 

***

Joon hee berjalan dikoridor kampus dengan tampang mengerikan. Dia memandang tajam pada apapun yang dilihatnya. Membuat orang-orang yang melihatnya memandang dengan tatapan aneh dan bergidik. Pasalnya ia terkenal dengan sifatnya yang dingin. Dan sepertinya ia sadar dengan tatapan orang-orang tersebut karna melirik ke sekelilingnya. Tapi ia acuh dan tetap berjalan dengan tenang tanpa terganggu dengan keadaan disekelilingnya. sejak kapan ia peduli dengan hal-hal yang tidak berguna seperti itu.

 

 

 

 

Langkahnya terus membawa tubuhnya kehalaman samping kampusnya. Setelah sampai ditempat yang biasa ia kunjungi, raut wajahnya berubah menjadi seringaian jahil. Ia perlahan melangkah kedepan. Sampai beberapa langkah, ia duduk disamping pria yang sedang bersandar dipohon besar tersebut sambil memejamkan matanya. Joon hee pastinya sudah tahu kalau laki-laki disampingnya ini, kim jongin sedang tertidur.

 

Dengan hati-hati, headphone yang terpasang rapih dikepala jongin dilepas olehnya. Dan joon hee mendekatkan bibirnya ketelinga jongin. Sampai ia mengeluarkan suara yang cukup memekikan telinga.

 

“YAK KIM JONGIIIIIIIIN. . ” mendengar teriakan yang sangat kencang itu, jongin langsung terkaget-kaget membuka matanya. Jelas saja dia kaget. Teriakannya tepat disamping telinganya.

 

“haha. . wae. Kau kaget? “ tanya joon hee dengan tawa yang lebar yang menghiasi wajahnya.

 

Jongin hanya menatap horor ke arah joon hee. Tapi tetap saja joon hee tak menghentikan tawa lebarnya.

 

“bagus sekali kau. Sudah membuatku menunggu lama, sekarang malah membangunkanku secara paksa. Kau senang hah. .” ujar jongin sambil merebut kembali headphone yang dipegang joon hee.

 

“ne. Saaaaaaangat senang. . haha” jawabnya tanpa merasa bersalah.

“heish jinjja. . dasar setan jadi-jadian” umpat jongin mendengar jawaban wanita itu.

 

“salah sendiri kau malah asik-asikan menikmati hidupmu dengan tenang sementara aku mati-matian menghadapi bocah hantu itu” gerutu joonhee

 

“memangnya kau tadi kenapa? Tidak biasanya terlambat dan tidak mengabariku?”

“ada bocah hantu sialan yang menghadangku” jawab joon hee dengan nada ketus.

 

Sejenak jongin mengernyit mendengar jawaban joon hee. Sampai akhirnya dia mengerti apa yang dibicarakan

 

“oh baekhyun maksudmu?” tebak jongin

“siapa lagi kalau bukan dia yang senang muncul tiba – tiba dan mengeluarkan aura aneh” jawab joon hee. Aura kesalnya mulai kentara dari raut wajahnya.

 

Melihat itu, jongin jadi geli sendiri. Dia memang paling senang melihat raut wajah kesal yang muncul di wajah sahabatnya itu.

 

”memangnya dia buat apalagi?”

”dia mengikutiku saat aku sedang ingin makan. Menyeretku duduk bersamanya dan makan dengannya. Katanya dia mau mentraktirku. Hah dia pikir aku sebegitu melaratnya sampai harus ditraktir segala. ” oceh joon hee dengan panjang lebar

 

Jongin terkikik geli mendengar gerutuan joon hee.

 

”berarti lain kali aku tidak akan pernah mentraktirmu lagi.”

 

Joon hee menolehkan kepalanya kearah jongin. ”mwo? Maksudmu?” tanyanya dengan nada bingung.

 

”kau bilang kan kau tidak melarat sampai harus ditraktir segala. Berarti lain kali aku tidak perlu mentraktirmu lagi kan” jelas jongin dengan senyum untuk menggoda joon hee

 

”neee? Yak. Kalau kau beda lagi persoalanya. Mana bisa begitu.” protes joon hee.

”wae? Kan sama saja. Pokoknya aku tidak akan mentraktirmu lagi. Waah padahal aku baru saja berniat membelikanmu waffle ice cream di tempat biasa. Akhirnya aku bisa hemat. Haha”

 

”YAK KIM JONGIN”

 

 

 

 

 

******

Han River 05.00 PM KST

 

Seorang pria sedang berjalan-jalan disekitar sungai han. Menikmati pemandangan musim gugur yang cukup membuat kulit tersentak karena dinginnya angin yang menerpa tubuh.

 

Aneh memang mengingat sungai han, bukan tempat yang layak untuk menikmati musim gugur karena objek utamanya yang jelas-jelas adalah sungai. Bukankah seharusnya musim gugur dinikmati dengan pergi ke taman-taman yang terdapat pepohonan dengan daun berguguran. Tapi setiap orang pasti memiliki intuisi masing-masing terhadap hal-hal yang ingin mereka lakukan.

 

Seperti pria ini. Byun baekhyun. .

 

Dia berjalan-jalan santai sambil sesekali matanya melirik hal-hal yang ada disekitarnya. Dan tak lama, ia menjatuhkan tubuhnya dikursi yang kosong. Menikmati pemandangan sungai han dihadapannya.

 

Ia menerawang jauh kedalam pikirannya. Kedalam ingatan masa lalunya. Tepatnya 12 tahun yang lalu.

 

Saat itu, ia masih berumur 8 tahun. Tepat saat musim gugur. Di tempat ini, sungai han. Ia sedang menunggu ibunya yang pergi membeli minuman hangat. Ditangannya, ada sebuah rubik yang selalu ia mainkan ketika sedang bosan. Ia melirik rubik itu, dan mulai memainkannya.

 

tak lama, ada seorang gadis duduk disampingnya dan dengan polosnya ia bertanya. ” kau sedang main apa?”

 

baekhyun kecil menoleh saat mendengar suara gadis kecil disampingnya. Bukannya langsung menjawab, ia malah menatap lama wajah gadis itu. ’cantik’ itu kata pertama yang ada dipikirannya. Dengan balutan dress gading selutut dan rambut yang diberi jepitan disisi kanan rambutnya. Matanya terlihat coklat terang dengan pancaran sinar matahari yang menyorot kearahnya. Kulitnya putih susu. Dengan rambut panjang yang ikal dibawahnya.

 

Gadis kecil itu menatap baekhyun dengan tatapan bingung. ”hei aku bertanya padamu. ”

 

Akhirnya baekhyun sadar. Matanya mengerjap beberapa kali. Sampai akhirnya ia mengeluarkan suara. “kau tadi bertanya apa?”

 

Gadis itu menatap kesal kearah baekhyun. “memangnya kau tadi tidak dengar? Masa aku harus mengulang pertanyaanku. Aku tidak suka mengulang apa yang sudah kutanyakan.” gerutu gadis itu dengan bibir mengerucut. Terlihat lucu sekali.

 

”maaf” sesal baekhyun

”baiklah. Karna aku anak yang baik, akan kuulangi sekali lagi.” seru gadis itu dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.

 

Baekhyun tersenyum lebar mendengar perkataan gadis itu. Ia langsung menghadapkan tubuhnya kearah gadis itu. Siap-siap mendengarkan dengan baik pertanyaan yang akan dilontarkan gadis itu.

 

”yang ada ditanganmu itu apa? Aku sepertinya baru melihatnya.”

“aah ini?” baekhyun menunjukan benda yang ia pegang ke arah gadis itu.

 

Gadis kecil itu mengangguk.

“ini namanya rubik”

“rubik? Apa itu?”

“mainan yang mengasah otak kata ibuku. Sekarang coba kau perhatikan”

 

Baekhyun mengacak-acak susunan kotak yang warnanya menjadi tercampur. ”kau lihat? Ada 6 sisi yang memiliki masing-masing warna. Ini sudah kuacak. Dan jika kau bisa menyusun warnanya sama penuh disetiap sisinya, berarti kau berhasil memecahkan permainan ini” jelas baekhyun dengan wajah yang ia buat sok dewasa.

 

”benarkah? Kalau begitu aku ingin mencobanya.” ucap gadis itu dengan sorot mata penuh semangat.

 

Baekhyun menyerahkan rubiknya kepada gadis itu. Dan gadis kecil itu mulai memainkan rubik yang ia pinjam.

Baekhyun memperhatikan raut wajah serius yang dikeluarkan oleh gadis kecil disampingnya. Ia sesekali tersenyum geli melihat setiap ekspresi yang ada pada gadis itu.

Dan entah kenapa, ia jadi merasa ingin mengenal lebih jauh gadis yang tiba-tiba muncul dihadapannya. Dan bagusnya, namanya pun ia belum tahu. Bagaimana bisa mengenal lebih jauh !

 

Baekhyun menepuk jidatnya sendiri. Merasa bodoh karna mereka belum bertukar nama tapi sudah menunjukan reaksi kalau keduanya seperti sudah saling mengenal,

 

”siapa namamu?” tanya baekhyun

 

Gadis itu masih sibuk memainkan rubiknya. Merasa diacuhkan, baekhyun jadi kesal sendiri.

 

”Yaaakkk.” teriak gadis itu saat merasa sedang asik-asiknya bermain dengan mainan yang baru ia lihat, direbut oleh sang pemiliknya.

 

”siapa suruh kau mengacuhkanku” kesal baekhyun.

”aku kan sedang serius.” elak gadis itu

”tapi kan bukan berarti mengacuhkan orang yang sedang bicara denganmu”

”ia maaf” akhirnya gadis itu meminta maaf. Dan setelah itu, ia mengambil kembali mainannya.

“biarkan aku selesaikan ini dulu. Setelah itu, aku janji tidak akan mengacuhkanmu. Oke?”

 

Baekhyun memanyunkan bibirnya setelah mendengar perkataan gadis itu. Dia berfikir, dirinya saja bisa menyelesaikan rubik itu hingga tersusun dalam jangka waktu berhari-hari. Mana bisa gadis itu menyelesaikannya dalam waktu sekejap. Pikirnya.

 

Namun, pemikirannya tak sejalan dengan kenyataannya. Gadis itu berhasil menyelesaikan rubiknya hingga benar-benar tersusun sesuai warnyanya. Gadis itu meloncat-loncat kegirangan. Sedangkan baekhyun, terperangah melihat apa yang sudah gadis itu lakukan. ’hebat sekali’ ucapnya dalam hati.

 

”lihat. Aku berhasil menyelesaikannya. Waah aku pintar kan” kata gadis itu masih dengan senyum lebarnya.

”ne. Kau pintar sekali. Hebat” baekhyun menimpali ucapan gadis itu dan memberikan dua jempolnya kehadapan gadis itu.

 

”oia. Tadi kau bertanya apa?” tanya gadis itu sambil mengembalikan rubiknya.

”siapa namamu?”

”aah. Aku joon hee. Ha joon hee.” jawab joon hee. ”kau?” lanjutnya

”mmmm. . panggil saja aku byun”

”byun?” tanya gadis itu.

baekhyun menganggukan kepalanya.

”baiklah. Aku akan memanggilmu byunnie.”

 

Baekhyun tersenyum lebar mendengarnya. Byunnie? Kedengarannya lucu juga. Saat mereka masih asik bermain berdua, tiba-tiba dari kejauhan, terdengar suara ribut. Beberapa orang mengerumuni sesuatu ditengah-tengahnya diiringi dengan bunyi sirine polisi yang memekakan telinga.

 

Hal itu menarik perhatian baekhyun dan joon hee kecil dari tempat mereka duduk yang memang tak begitu jauh dengan tempat ramai tersebut. mereka memandang bingung kearah kerumunan orang-orang ditengah jalan. Sampai akhirnya, joon myeon, kakanya joon hee menghanpiri mereka.

 

”oppa. . ” teriak joon hee ketika melihat joon myeon yang mendekat kearahnya.

”oppa, kau melihat itu? Apa yang mereka lihat sampai berkumpul ditengah jalan? Bukankan itu berbahaya?” tanya joon hee dengan tingkah anak-anaknya.

 

Joon myeon tersenyum mendengar pertanyaan polos joon hee. Dan mencoba menjawabnya. ”ada seseorang yang tertabrak mobil tadi. Seorang ibu-ibu. Ia tertabrak saat ingin menyebrang”

 

Mendengar jawaban orang yang dipanggil oppa oleh joon hee, baekhyun jadi merasa gelisah. Perasaannya mengatakan ada sesuata yang buruk telah terjadi.

Ia langsung berjalan cepat kearah kerumunan tersebut.

 

”yak byunnie” teriak joon hee saat melihat baekhyun berjalan dengan tergesa-gesa.

”siapa dia?” tanya joon myeon. Seingatnya, tadi ia meninggalkan joon hee sendirian ketika ia sedang membeli sesuatu.

”teman baruku. Namanya byunnie” jawab joon hee. ”oppa, ayo kita susul byunnie kesana” joon hee langsung menarik tangan joon myeon untuk menyusul baekhyun yang sudah berlari lebih dulu.

 

 

Baekhyun menerobos masuk kedalam kerumunan orang-orang tersebut. Berusaha melihat apa yang menjadi objek pusat perhatian. Dan tubuhnya terpaku melihat seseorang terbujur kaku berlumuran darah. Ia mendekati sosok itu dengan tubuh bergetar.

 

”eomma” lirih baekhyun dengan nada lemah.

”eooma. Ireona” baekhyun mencoba menyentuh wajah sosok yang dipanggil eomma olehnya dengan tangan bergetar.

”eomma ireona. Jangan bercanda denganku”

 

Isakan mulai terdengar darinya. Ia masih mencoba membangunkan sosok tak berdaya ibunya itu. Tapi percuma saja. Denyut nadinya sudah berhenti sedari tadi. Hanya saja, ia masih terlalu kecil untuk menyadarinya.

 

”EOMMAAAA. . KUBILANG BANGUUUUN” teriak baekhyun yang memeluk mayat ibunya.

Semua orang yang melihatnya melihat ia dengan tatapan iba.

 

Joon hee yang melihat kejadian itu, jadi ikut terisak. Kakaknya memeluknya mencoba menenangkannya.

 

Kejadian seperti itu terlalu menyakitkan bagi baekhyun yang masih kecil untuk dialaminya. Bahkan untuk joon hee yang hanya melihatnya. Melihat teman pertamanya menyiratkan kepedihan yang menggores hati dan pikirannya.

 

 

 

 

Baekhyun tersenyum penuh luka mengingat masa lalunya. Masa lalu yang tidak akan pernah ia lupakan. Mendapatkan teman pertamanya saat tiba di seoul, dan sekaligus kehilangan orang yang paling berharga dihidupnya. Disaat yang bersamaan !!

Karna itu, ia takkan pernah mau kehilangan joon hee. Satu-satunya yang paling berharga yang ia miliki setelah kepergian ibunya. Yang menyemangatinya agar bangkit. Dan hasilnya seperti sekarang. Ia bangkit dari keterpurukannya yang mengikat hidupnya hingga tak bisa bernapas. Dan itu karna joon hee. Orang yang membuat baekhyun mendapatkan kembali keceriaannya. Tapi sayangnya, joon hee malah tidak ingat dengannya. Atau mungkin, baekhyun yang sengaja tidak memberitahukan kalau ia kembali. Kalau ia, byunnie-nya, telah kembali untuk mengikat joon hee agar berada disisinya selamanya.

 

*****

TBC

Iklan

10 pemikiran pada “Stored Memory (Chapter 1)

  1. Daebakk thor !! , Baekkie kasian 😥 , ditunggu nih thor next chapternha , kyknya bakal ada cinta segitiga ni thor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s