Gold Cage (Chapter 3)

Title: Gold Cage (Part 3)

Author: Lee Yong Mi / @YongMiSM

Cast: Akan diketahui di setiap chapter

Genre: Romance, Angst, Action, Family, Tragedy

Rating: Mature

Length: Chapter

Disclaimer:

Semua cast milik Tuhan YME  Oh ya, disini karakter Seohyun akan berubah nama menjadi Kim Seohyun, karena penyesuaian dengan alur cerita. Happy reading readers

NOT FOR SILENT READERS AND PLAGIATOR PLEASE

 

gold-cage (3) 

 

Prince Charming… or King of Bed?

Kim Ah Young

Dan akhirnya, setelah usahaku untuk terus kabur-dan ternyata tidak berhasil-, aku pun menginjakkan kakiku di rumah Luhan. Dalam waktu beberapa menit lagi, aku dapat bertemu dengan Seohyun eonni…

“Kau memang tidak akan dapat kabur dari Tuan Xi.”

Wajah menyebalkan Kim Jong In pun muncul di balik pintu ruangan dimana aku dikurung-yeah, baru tiba disini saja aku langsung dikurung.

“Diam kau, Kim Jong In.” Ucapku seraya berdiri. Aku berjalan ke arah meja rias dan menatap pantulan wajahku sendiri di depan kaca. Rambut yang berantakan, baju kebesaran-milik Kris…

Kris.

Apakah terlalu kejam baginya karena semua perkataanku itu? Tapi… itu untuk melindunginya juga… Dia harus membenciku, karena jika ia mencintaiku… itu sama saja dengan membawanya masuk ke dalam masalah ini.

Cukup aku saja yang menanggungnya.

Pluk.

Tiba-tiba saja  Jong In mendudukkanku di depan meja rias. Tangannya meraih sebuah alat make up.

“Kau kusam.”

Rasanya aku ingin membunuh bocah ini.

“Biarkan seorang butler membantumu, Nona.”

Jong In mengikatkan dasi-yang tadi ia pakai-menutupi mataku. Aku sedikit memberontak, namun sebuah sapuan yang lembut di pipiku membuatku terdiam.

“Diam dan tenanglah.”

Cukup lama Jong In melakukan permak pada wajahku, sampai akhirnya dia menarikku berdiri dan melemparku ke atas tempat tidur.

“YAK NEO-“

Breett (?)

Baju yang kukenakan robek. DASAR KIM JONG IN BRENGSEK!!

“Diamlah!” bentak Jong In dan kurasakan ia memakaikan sebuah baju padaku. Dia kembali menarikku berdiri dan melepas ikatan dasinya dari mataku. “Lihat dirimu di depan cermin!”

Aku menoleh ke arah cermin dengan malas, namun mataku membulat ketika melihat penampilanku sekarang. Rambutku disanggul ke atas dengan rapi, wajahku dirias sedemikian rupa sehingga aku… terlihat cantik… Aku pun mengenakan gaun coklat yang lebar di bagian bawah, dengan panjang gaun dibawah lutut.

“Sekarang kau terlihat… lebih pantas menjadi Nona Xi.”

Aku melihat raut wajah Jong In berubah. Dia mengalihkan pandangannya dariku dan berjalan pergi. Ada apa dengannya?

Prok prok prok…

Tidak kuduga, Luhan muncul dan dia tersenyum ‘puas’ melihatku.

“Lihat, calon istriku sangatlah cantik…” ucapnya dengan senyum yang memuakkan.

Dia adalah oknum yang memisahkanku dengan orang-orang yang kusayangi.

“Aku tidak akan menikah denganmu.” Ucapku datar. Luhan justru berjalan menghampiriku dengan wajah penuh percaya diri.

“Kau pasti akan menikah denganku.” Bisik Luhan yang kubalas dengan tatapan membunuh. Ia tertawa seraya berjalan keluar dari kamar ini, dan kemudian… sesosok perempuan yang sangat kurindukan berjalan masuk ke dalam.

Seohyun eonni…

“Eonni!” ucapku seraya ingin memeluknya, namun ia justru mendorongku kasar.

“Kenapa kau berada disini?” tanya Seohyun eonni sinis. Aku menatapnya tidak percaya.

“Eonni… Ini aku, eonni! Aku Ah Young, adik eonni! Eonni tidak mengingatku?”

“Kau justru mengganggu kebahagiaanku disini.”

Rasanya ada sesuatu yang menghujam tubuhku. Sakit… terlalu sakit…

“Kau mengganggu kebahagiaanku, Luhan, dan anak yang sedang kukandung.” Ucap Seohyun eonni bertambah sinis, sedangkan aku terperanjat.

“Kau… sedang hamil, eonni?!!”

+++

Kim Seohyun

Aku harus membuat Ah Young kabur dari sini!

“Eonni!”

Ah Young bergerak, ingin memelukku, namun aku mendorongnya kasar. Mianhae, saengie…

“Kenapa kau berada disini?” tanyaku dengan nada sesinis mungkin. Ah Young menatapku tidak percaya.

“Eonni… Ini aku, eonni! Aku Ah Young, adik eonni! Eonni tidak mengingatku?”

Ah Youngie… Tentu saja eonni mengingatmu! Kau satu-satunya orang yang eonni sayangi… Tidak mungkin eonni melupakanmu begitu saja!

“Kau justru mengganggu kebahagiaanku disini.”

Kebahagiaan? Tidak, Ah Youngie. Aku tidak bahagia disini.

“Kau mengganggu kebahagiaanku, Luhan, dan anak yang sedang kukandung.” Ucapku sinis, walau sebenarnya aku menahan air mataku agar tidak tumpah.

“Kau… sedang hamil, eonni?!!”

Aku berbalik pergi, dan disaat itulah pertahananku runtuh.

“Kau hanya mengganggu.”

+++

Yura terduduk di atas lantai. Setelah kepergian Seohyun, kini ia menyadari satu hal.

Percuma bahwa ia berusaha untuk kembali ke Korea, menemui Seohyun dan berniat untuk membawanya kabur, jika ternyata Seohyun lebih bahagia bersama Luhan dibandingkan bersamanya.

So… I’m just wasting my time here.

Tangannya terkepal. Ia merasa kesal, bukan pada Seohyun, melainkan pada dirinya sendiri.

If i came faster…” gumamnya. “Kau pasti bisa kubawa pergi, eonni. Tapi karena semua seperti ini…”

Yura melompat ke arah jendela. Dia melihat tinggi jendela kamarnya tersebut dari atas tanah sekitar 4 meter.

“Aku tidak bisa menetap di tempat ini lagi.”

Dan ia melompat turun.

+++

Kim Ah Young

Siasat kaburku berjalan dengan lancar. Tidak ada pengawal Luhan yang mengetahui bahwa aku kabur.

What the hell is that?!

Aku menoleh karena mendengar suara yang familiar bagiku. Mataku terbelalak melihat seorang namja yang sedang menggerutu di tepi jalan.

“Jong Dae oppa!!”

Namja itu menoleh ke arahku. Dia pun ikut terbelalak.

“Ah Young-ah!!”

Tanpa mempedulikan kopernya, dia berlari ke arahku dan memelukku erat.

“Bogoshippo! Jeongmal bogoshippo!!” ucap Jong Dae oppa.

“Nado bogoshippo, oppa!” balasku, dan kurasa orang yang melihat kami menganggap kami sebagai sepasang kekasih yang telah lama tidak bertemu.

Bletak!

“Auw!” ringisku karena Jong Dae oppa justru memukul kepalaku.

“Kau kemana saja, hah?! Kau kira aku tenang saja di Belanda karena kau pergi dengan tiba-tiba? Kau kemana saja??” tanya Jong Dae oppa dan dia mencubit lenganku.

“Yak, oppa! Appo!!” ucapku dan aku segera memukul tangannya.

“Bagaimana mungkin aku bisa tenang sekarang? Aku baru saja menemukan belahan jiwaku yang telah hilang!”

 

Baiklah, ada yang ingin bertanya sesuatu?

Kim Jong Dae, dia adalah temanku selama di Belanda. Kami sering kabur bersama dari asrama, karena itulah kami menjadi akrab. Dia sering menggodaku dengan memanggilku sebagai ‘pasangannya’, ‘belahan jiwanya’, ‘orang yang akan ia nikahi di masa depan’.

Asal kalian tahu saja, dia hanya menganggapku sebagai adik.

“Ini.”

Jong Dae oppa memberiku sebuah kaleng minuman. Aku mengambil kaleng itu.

“Gomawo, oppa.” Ucapku yang dibalas dengan senyuman. Dia duduk di sebelahku.

“Hey, karena aku baru saja kembali ke Korea setelah belasan tahun, bagaimana kalau aku menginap di rumahmu untuk sementara?”

Dengan cepat aku menggeleng.

“Andwae!! Eh, maksudku, tidak bisa!” ucapku panik. Bagaimana kalau Jong Dae oppa tahu bahwa aku tidak punya tempat tinggal?

“Haha, aku hanya bercanda. Sekarang aku harus pergi ke Busan, karena aku akan menginap di rumah temanku disana. Kau ingat Min Seok dan Yixing, bukan?”

Min Seok dan Yixing. Ya ya, mereka adalah dua namja ter-pervert yang pernah kutemui. Mereka hampir saja menyentuhku jika Jong Dae oppa tidak dengan cepat menghalangi mereka dan mengatakan bahwa aku adalah ‘pacarnya’.

“Ne, aku tahu.” Balasku dan aku kembali melamun. Bagaimana langkah selanjutnya yang akan kulakukan? Aku tidak punya tempat tinggal, dan tidak mungkin aku menemui Sehun, Baekhyun, Chanyeol, maupun Kris. Setelah berusaha menghindarkan mereka dari masalahku, apa aku harus melibatkan mereka lagi?

“Ah Young-ah, waeyo? Kau ada masalah?”

Seperti biasa, Jong Dae oppa dapat menebak semuanya.

“Oppa, aku ingin bercerita.” Ucapku cepat. Jong Dae oppa mengangguk seraya mengusap rambutku lembut.

“Ceritakan saja. Oppa siap mendengar ceritamu.” Ucap Jong Dae oppa. Dia menepuk dadanya bangga, membuatku tertawa kecil.

“Begini, oppa…” aku mulai menceritakan masalahku padanya. Jong Dae oppa mendengarku dengan seksama, sampai aku melihat sebuah senyum nakalnya lagi.

“Saranku, lebih baik kau kembali kesana.”

Aku terperanjat mendengar ucapan Jong Dae oppa. Dia memintaku untuk kembali ke tempat-yang-sangat-tidak-ingin-kumasuki-lagi.

“Tapi…”

Senyuman nakal itu berubah menjadi wajah jahil.

+++

Kim Seohyun

Luhan dan Jong In tampak panik mencari Ah Young yang kabur.

Aku menghela nafas lega. Setidaknya Ah Young tidak akan menikah dengan Luhan, sehingga dia tidak perlu merasakan bagaimana kejamnya Luhan di atas tempat tidur.

Sudah pernah dikatakan bahwa julukan Luhan adalah ‘King of Bed’, bukan? Maksud dari ‘King of Bed’ adalah, dia benar-benar bertingkah seperti seorang Raja di atas tempat tidur. Jika kau tidak menuruti perintahnya, maka kau akan mendapatkan hukuman.

Hukumannya itu bukanlah hukuman biasa. Ia akan menyerangmu dengan ganas, membuatmu tidak akan dapat beranjak dari atas tempat tidur keesokan harinya dan Luhan akan menyerangmu-lagi.

Jadi, ‘King of Bed’ mempunyai dua makna yang berbeda.

“Aku pulang!”

Apa?

Ah Young melangkah masuk dengan santai, kemudian dia mengemukakan satu pertanyaan yang membuatku sangat ingin membunuh diriku saat ini juga.

“Jadi, Xi Lu Han, kapan kita menikah?”

+++

2 days later…

Wedding’s day

Yura menggigit kukunya takut. Sebentar lagi ia akan menikah, tapi orang yang ditunggunya sedari tadi belum datang juga!

Ceklek.

Pintu terbuka dan Yura melihat Luhan berjalan masuk. Ia segera berdiri dan berjalan menjauhi Luhan dengan perlahan, agar Luhan tidak menyadari bahwa ia merasa takut sekarang.

“Yura, kemarilah.”

Yura menggigit bibir. Ia tidak tahu apakah ia harus menuruti ucapan Luhan-yang terdengar seperti perintah-atau tetap berdiri disana, menantikan seseorang untuk datang.

“Jangan menggodaku.”

Grep.

Luhan menarik Yura dengan mudahnya dan mendorongnya ke atas tempat tidur. Yura terkejut dan berusaha melawan, namun Luhan telah menahan kedua lengannya.

“Yak! Xi-Xi Lu Han!” ucap Yura panik, sedangkan Luhan hanya menunjukkan smirk-nya.

“Wae? Takut, hm?”

Yura bergidik ketika Luhan menciumi rambutnya, terus turun ke dahi, dan hampir saja menyentuh bibirnya jika ia tidak berhasil mendorong Luhan dengan kuat.

“XI LU HAN! KITA BELUM MENIKAH!”

Luhan terpana sesaat mendengar bentakan Yura, namun kemudian ia tersenyum seraya berdiri. Ia mengulurkan tangannya dan membantu Yura berdiri.

“Jaga dirimu dengan baik, ne? Jangan sampai kau nanti tidak sehat.”

Dan dengan lembut, Luhan mencium puncak kepala Yura, membuat yeoja itu terdiam.

“Nanti calon bayi kita akan sehat jika Ibunya sehat.”

Luhan mengacak-acak rambut Yura seraya tertawa kecil, kemudian dia berjalan keluar dari kamar Yura, meninggalkan yeoja itu dengan jantung yang berdebar cepat.

‘Apa ini…?’ batin Yura seraya memegang dadanya. ‘Rasa apa ini…?’

Tuk tuk!

Yura segera menoleh dan ia melihat Jong Dae berdiri di depan pintu balkon kamarnya. Akhirnya! Orang yang ditunggu Yura pun datang!

+++

Kim Ah Young

Aku segera berlari ke arah balkon dan membuka pintunya. Jong Dae oppa menghambur ke dalam pelukanku.

“Oppa! Kenapa kau terlambat? Bukankah kau seharusnya datang 10 menit yang lalu?” tanyaku. Dia melepas pelukanku dan menatapku cemas.

“Tadi disaat aku mau masuk, aku melihat Luhan juga masuk ke dalam. Dia tidak melakukan apa pun padamu, bukan? Dia menyentuhmu? Dia membentakmu?” balas Jong Dae oppa khawatir. Aku segera menggeleng.

“Aniyo, oppa! Sudahlah, sekarang apa kita akan menjalankan rencana kita atau tidak?”

“Tentu saja, Princess. Min Seok dan Yixing telah bersiap di bawah.” Jawab Jong Dae oppa. Aku membuka gaun pengantinku dengan santai. Tentu saja aku tenang, karena aku mengenakan pakaian lain di  balik gaun pengantinku! Aku mengenakan baju berwarna hitam yang panjangnya di atas lutut 10 sentimeter dan legging hitam panjang yang memudahkanku untuk bergerak.

“Aku siap, oppa.” Ucapku seraya menarik sesuatu yang menyanggul rambutku ke atas. Rambutku pun jatuh terurai dengan lembut, membuat Jong Dae oppa terpana sesaat. Aku segera menariknya keluar balkon.

“Oppa, bagaimana caramu dapat naik ke atas sini?” tanyaku seraya menatap ke arah tanah yang berjarak sekitar 3 meter. Jong Dae oppa memukul kepalaku.

“Kau lupa, huh? Bukankah sejak dulu kita selalu kabur bersama-sama dari asrama?!” balas Jong Dae oppa. Oh iya, aku melupakannya…

“Hehe, mian oppa.”

“Kajja! Karena kau telah mengganti kostum badut tadi dengan baju yang tampak elegan, ada baiknya kita segera kabur sekarang. Kajja?”

Jong Dae oppa mengulurkan tangannya padaku. Aku segera meraihnya dan tersenyum.

“Kajja, oppa!”

+++

Kim Jong In

Aku melangkah ke arah ruang tunggu mempelai wanita. Disini, aku ditugaskan oleh Tuan Xi untuk membawa mempelai wanita menuju altar. Menyakitkan, tapi aku harus melakukannya.

Ceklek.

“Nona Kim, sekarang-“

Aku terbelalak melihat ruangan tersebut kosong dan pintu balkon terbuka lebar. Ah Young kabur lagi! Dan lebih parah, dia kabur di saat pernikahannya!

 

Buaakk!!

Sebuah pukulan yang kudapatkan setelah melapor apa yang terjadi. Tuan Xi benar-benar marah padaku.

“KENAPA KAU LENGAH, KIM JONG IN?!!”

Dan lagi, sebuah pukulan mendarat di tubuhku.

“KAU SEHARUSNYA MENJAGA KIM AH YOUNG!! LIHAT SEKARANG, DIA KABUR LAGI! KAU MAU BERTANGGUNG JAWAB ATAS KABURNYA DIA?!!”

Aku hanya menunduk.

“Maafkan saya, Tuan Xi.”

Buaakk!!!

“Sekarang aku tidak mau tahu.” Ucap Tuan Xi. Dia menekan bel di atas mejanya dan kemudian muncul seseorang dari balik pintu.

Anda memanggil saya, Tuan?” ucap orang itu dengan Bahasa Mandarin yang kental.

Ya. Cari Kim Ah Young.” Perintah Tuan Xi. Namja itu mengangguk, kemudian dia melangkah pergi. Tuan Xi mengalihkan pandangannya padaku.

“Kau akan kuhukum, Kim Jong In. Hukuman mati dalam 1 minggu.”

Aku tidak dapat melawan.

+++

Kim Ah Young

Menatap pemandangan di luar jendela mobil. Aku merasakan ada sesuatu yang tertinggal disana, namun… aku tidak tahu apa yang kutinggalkan.

“Ah Young-ah, kau melamun?”

Aku menoleh ke arah Jong Dae oppa. Wajahnya terlihat khawatir.

“Hm, aku hanya memikirkan sesuatu, oppa.” Jawabku.

“Wajahmu pucat, kau sakit?” tanya Min Seok seraya fokus mengendarai mobil ini.

“Aniyo, aku tidak sakit.”

“Apa kau sedang sedih?” tanya Yixing yang menoleh ke arahku. Aku menggeleng.

“Aniyo, aku-“

“Jangan mengerubunginya dengan berbagai macam pertanyaan.” Ucap Jong Dae oppa seraya menarikku mendekatinya. “Lebih baik kau tidur dulu, Ah Young-ah. Perjalanan ini masih panjang.”

Aku mengangguk, kemudian menyenderkan kepalaku di bahunya. Semoga tidak ada hal buruk lagi yang terjadi…

 

“Kita sudah sampai!”

Aku membuka mataku perlahan. Yang pertama kali kulihat adalah wajah Jong Dae oppa yang sedang tersenyum.

“Ayo, kita masuk ke dalam. Segala keperluanmu yang lain akan kubelikan.” Ucapnya. Dia membantuku untuk keluar dari mobil, kemudian menuntunku masuk ke dalam rumah yang cukup besar itu. Min Seok dan Yixing menyambutku di depan sebuah kamar.

“Ini kamarmu! Kamar kita bersebelahan, Ah Young-ah!” ucap Yixing antusias, membuatku mencurigainya apakah ia mempunyai maksud tertentu untuk meletakkan kamarku di sebelah kamarnya.

“Sudah! Kalian jangan mengganggunya! Istirahatlah, Ah Young.”

Jong Dae oppa menarik Min Seok dan Yixing menjauh dariku. Aku tertawa kecil melihat tingkah laku mereka, seakan bersama dengan teman lama. Aku merindukan saat-saat seperti ini.

+++

Kim Seohyun

Ah Young kabur lagi. Tepat di hari pernikahannya. Dan sebagai akibatnya?

Luhan membantaiku habis-habisan. Aku tidak dapat berangkat lagi dari atas tempat tidur akibat ulahnya itu.

Tapi tidak apa-apa.

Selama Ah Young selamat dari cengkraman Luhan, aku akan tetap tenang. Aku… rela mengorbankan diriku untuk Ah Young.

Mom!

Albert melompat ke atas tempat tidur dan memelukku erat. Aku bersyukur karena aku telah mengenakan baju-meskipun tempat tidurku sekarang sangatlah berantakan dan lengket.

Why, dear?” tanyaku seraya mengusap rambutnya.

Mom, why would father marry that girl? Well, I know that the married has canceled, but before that, I saw a man jumped up the balcony! After that, the man and the girl jumped out and ran away!

Seorang laki-laki? Membawa Ah Young pergi?

Siapa dia?!

+++

Pagi hari yang begitu cerah bagi Yura.

“Pagi~”

Yura menoleh dan melihat Min Seok berjalan masuk ke dalam kamarnya. Dia membawa sebuah nampan dengan satu piring berisi nasi kimchi dan segelas susu.

“Kau belum sarapan, bukan?” tanya Min Seok seraya meletakkan nampan itu di atas meja. Yura mengangguk pelan. Ia menghampiri Min Seok, sedangkan Min Seok memberikan piring itu kepada Yura.

“Gomawo, Min Seok-kyaaaa!!!”

Secara tiba-tiba, Min Seok mendorong Yura ke atas tempat tidur sehingga nasi kimchi di piring itu berhamburan di atas tempat tidur.

“Waah…”

Yixing melangkah masuk dengan ekspresi yang pernah Yura lihat sebelumnya.

Ekspresi itu adalah ekspresi yang sama dengan saat dimana mereka hampir menyentuh Yura dulu.

“Kau sedang ingin bermain disaat Jong Dae tidak ada?” tanya Yixing yang membuat kepanikan Yura bertambah. Jika bukan Jong Dae, siapa yang akan menolongnya?!

PRANG!!

Jendela kamar itu pecah karena ada seseorang yang mendobraknya dengan paksa. Dalam satu gerakan kilat, Min Seok dan Yixing berhasil disingkirkan menjauh dari Yura.

Yura sendiri melihat dengan samar, seorang namja berambut pirang yang membelakanginya.

“Kalian…” ucap namja itu dengan suara datar. “… jangan pernah menyentuh yeoja ini walau hanya dengan ujung kuku kalian sekalipun!”

Namja itu hampir saja melayangkan tinjunya pada Min Seok dan Yixing jika Yura tidak segera menahannya.

“Hentikan!” ucap Yura cepat. Dia memutar tubuh namja itu, dan matanya melihat sebuah wajah… yang tertutupi oleh sebuah topeng di bagian matanya.

“Nu… gusseo?”

Namja itu tidak menjawab, ia justru melompat keluar dari jendela dengan cepat. Yura bergegas menyusulnya, akan tetapi namja itu telah menghilang.

+++

Kim Ah Young

Min Seok dan Yixing tidak akan pernah berubah, oleh karena itu aku memutuskan… untuk kembali pada Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol. Bagaimana pun, aku juga harus memastikan apakah mereka baik-baik saja setelah aku kabur dulu?

“Jong Dae oppa!” ucapku ketika Jong Dae oppa telah pulang. Min Seok dan Yixing sama sekali tidak berani mendekatiku. “Oppa, aku mau menemui Sehun, Baekhyun, dan Chanyeol!”

Jong Dae oppa mengernyit. “Siapa mereka, Ah Young-ah?”

“Mereka semua temanku! Selama aku berada disini, merekalah yang menolongku! Jebal, oppa… Aku harus bertemu dengan mereka dan memastikan mereka baik-baik saja!” ucapku sedikit memaksa. Jong Dae oppa melirik jam tangannya.

“Aku tidak bisa menemanimu sekarang… Ada banyak hal yang harus kulakukan. Min Seok-ah! Yixing-ah! Kalian bisa menemani Ah Young, bukan?” tanya Jong Dae oppa pada dua orang itu. Andwae! Aku tidak mau dua orang itu memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan!

“Ka, kami tidak bisa…” ucap Min Seok gelagapan. Sepertinya mereka masih trauma akan kejadian tadi.

“Oppa! Kalau begitu aku pergi sendiri sa-“

“ANIYO!” potong Jong Dae oppa cepat. “Setelah apa yang terjadi padamu-dikarenakan oleh namja bernama Luhan tersebut-aku tidak akan membiarkan kau pergi sendirian! Kau bisa ditangkap olehnya!”

“Tapi aku harus benar-benar menemui mereka, oppa…” ucapku setengah memohon, namun Jong Dae oppa menggelengkan kepalanya dengan tegas.

“Shireo! Kau tetap di kamarmu!”

Inilah kenapa aku tidak menyukai saat Jong Dae oppa terlalu mengekang.

“OPPA JAHAT!”

Brak brak brak brak BLAM!

+++

Next morning

Tap tap tap…

Sehun melangkah keluar dari dorm-nya, namun seketika langkahnya terhenti ketika melihat seorang yeoja berdiri di hadapannya.

“Annyeong… Sehun-ah.”

Chanyeol dan Baekhyun yang juga mengikuti Sehun melangkah keluar dorm pun terpana melihat yeoja itu.

“Chanyeol-ah, Baekhyun-ah, apa kabar?”

Yeoja itu sedikit salah tingkah. Yah, semua dikarenakan ia tampak sangat kotor. Bajunya sendiri robek di beberapa bagian, dan rambutnya pun sangat berantakan. Tangannya menggenggam sebuah tas kecil.

“Ah Young noona!!”

Baekhyun melompat terlebih dahulu dan menuntun Yura untuk masuk ke dalam. Chanyeol segera berlari ke arah dapur untuk membuat segelas teh, sedangkan Sehun hanya berdiri menatap Yura. Di dalam hatinya, ia merindukan sosok itu.

“Ah Young-ah, kau baik-baik saja?” tanya Baekhyun khawatir.

“Ne, noona! Kudengar kau hampir menikah dengan Luhan, tapi kau kabur! Benarkah?” tanya Chanyeol tidak kalah khawatir. Yura bingung ingin menjawab pertanyaan yang mana karena Baekhyun dan Chanyeol terus menanyainya, sampai Sehun secara tiba-tiba menarik Yura dan memeluknya erat.

“Ah Young noona, bogoshippo…”

Yura sedikit terkejut, namun dia justru membalas pelukan Sehun dan berkata dengan jahilnya,

“Kau tidak apa-apa memeluk gumpalan kotor ini?”

+++

Tanpa mereka berempat sadari, ada seorang namja yang sedari tadi mendengar percakapan mereka dari balik pintu.

“Ah Young…” gumam namja itu pelan. Ia memainkan foto di tangannya, foto dari seorang Kim Ah Young. Terdengar desisan aneh dari bibirnya.

“Akhirnya aku menemukanmu.”

 

TBC

 

35 pemikiran pada “Gold Cage (Chapter 3)

  1. Perasaan dimana-mana ada anak buahnya Luhan terus ya, pasti ah young selalu ketauan. Sebegitu banyak kah anak buah luhan?

    Semoga kali ini Sehun, Baekhyun ama Chanyeol ga ngasihin Ah Young ke Luhan. Kira2 yang ngintipin mereka berempat siapa? Jongin kah? Luhan kah? Atau anak buahnya Luhan yang lain?

    Next Chapter ditunggu ya thor! Hwaiting!

  2. HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! dari chap 1-3 gila keren banget authooooooooor makan apsih ;________________;
    suka banget sama penokohannya, terutama sama luhan dan kris:3
    dan maaf nih, menurutku penokohan xiumin dan lay agak2 gimana gitu .__. rada aneh menurut akuu </3

    maaf kalo terlalu heboh dan ada kata yang gak enak T-T
    tapi serius ini ff keren .__. 4jempolss

  3. Huaaaaaaa….. Ketahuan lagi…
    Keliatannya kemanapun Ah Young pergi pasti bakalan berujung ke pelukan Luhan deh…
    Dan keliatannya ah young punya “rasa” deh sama luhan…
    Oh iya paling menggelitik mau ketawa waktu baca Jongin dandanin Ah Young… Hahahahhahahahaha…..

Tinggalkan Balasan ke bert Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s