Biggest Secret of Kim Jongin (Chapter 3)

Biggest Secret of Kim Jongin (Chapter 3)

Author: A Bubble Tea

Main Cast:       -Kim Jongin EXO K

– Luhan EXO M

-Park Dee (OC)

Other Cast:      find them by your self

Note: annyeonghaseyoooo~ author kembali dengan sebuah ff absurd dan gaje lagi^^ kali ini author ngegandeng kai jadi cast di ff author karena ini spesial buat temen author yang biasnya kai. Namanya dea tapi author ubah jadi dee(?) oke ga penting author malah curhat¬_¬ ya ide murni hasil keringat author kalau ada kesamaan ide/cerita itu diluar kehendak author dan tolong hargai hasil kerja keras author dengan tidak mengcopy tanpa izin atau mengklaim ff ini sebagai karya pribadi. I’ll appreciate u guys, sorry for typos and happy reading guys^^

 

***

 

“aku mencintaimu. Aku ingin kau menjadi yeojachinguku.”

Author’s pov

Dee masih berusaha menjernihkan pikirannya dan menatap kosong kearah namja dihadapannya itu. dia segera menundukkan kembali wajahnya dan menghela nafas panjang membuat namja didepannya itu pun merenggangkan genggaman tangannya

“aku tahu ini akan menjadi cukup sulit” ucap luhan serius dan bersiap melanjutkan kalimatnya

“hanya saja beri aku kesempatan untuk menggantikannya”

Dee sukses membulatkan kedua bola matanya menyadari apa yang baru saja diucapkan oleh namja dihadapannya itu. segera setelah itu dee menundukkan kepalanya, menautkan kedua tangannya yang entah mengapa terasa begitu dingin. Luhan tetap menatap yeoja didepannya itu, dia sadar apa yang baru saja dia katakan membuat gadis itu shock.

“oppa….” Ucap dee pelan membuat luhan segera membenarkan posisi duduknya

“ya? Ada apa?” tanya luhan

“apa maksud oppa berkata seperti tadi?” tanya dee pada luhan membuat namja itu tersenyum

“aku hanya mengungkapkan apa yang ingin kuungkapkan sedari dulu dee. Aku mencintaimu, dan aku ingin kau menjadi yeojachinguku”

Dee kembali terdiam dan menunduk, dia tahu apa yang dia rasakan dia sangat tahu perasaannya hanya saja dia tak mau terhanyut lebih jauh. Melupakan seseorang yang sudah sejak dulu berada di hatinya. Seseorang yang selalu menyerangnya dengan rasa rindu. Seseorang yang memiliki memori begitu banyak dengannya. Seseorang bernama kim jongin.

“aku tidak bisa….” Ucap dee lemah sambil menunduk. Takut. Dia sangat takut untuk menghadapi kenyataan yang diluar perkiraannya ini. namja yang mulai mengisi hatinya ternyata juga menyukainya.

“aku tahu.”

“m…mwo?”

“aku tahu kau akan menjawab begitu. tapi aku juga tahu apa yang kau rasakan. Tak bisakah kau memulai sesuatu yang baru dan melupakannya? Bukankah dia yang meminta untuk mengakhiri semuanya? Bukankah kau bilang kau sudah sangat lelah dengannya? Aku berbeda, aku….aku sudah cukup lama memendam semuanya dee” ucap luhan sambil menatap lurus kedepan dan tersenyum miris.

“oppa, mianhae”

“tak apa. Lupakan saja. Kurasa lebih baik kita kerumahmu sebelum kau dimarahi ibumu.” Ucap luhan sambil mengelus puncak kepala dee dan segera mempercepat laju mobilnya. Seperti dugaan, mobil itu pun melaju ditemani keheningan. Luhan dan dee hanya diam tanpa memulai obrolan apapun. Tidak seperti kemarin, tidak seperti 2hari yang lalu, tidak seperti yang dulu.

 

***

*dorm EXO K*

Kai’s pov

Aku hanya diam sambil menatap kosong kearah cangkir coklat panas didepanku. Masih terekam dengan jelas apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Dan rasanya batinku semakin hari semakin berperang. Aku masih menyayangi dee. Aku tidak bisa merelakannya untuk luhan hyung. Aku harus tahu sejak kapan mereka saling kenal satu sama lain.

“jongin!” teriak sebuah suara berhasil menyadarkanku dari lamunanku

“baekhyun hyung?” ya, ternyata baekhyun hyunglah yang memanggilku

“aisssh, daritadi kau melamun terus… ada apa?”

“aniyo. Aku hanya sedikit kelelahan kok hyung”

“bzt. Bohong! Pasti ada hubungannya dengan gadis yang datang bersama luhan hyung tadi kan?”

DEG. Tepat sasaran. Baekhyun hyung tepat sasaran.

“n….ne”

“wah aku benar? Memangnya kau mengenal gadis itu huh?”

“aku sangat mengenalnya hyung” ucapku datar tanpa melepaskan tatapanku dari cangkir coklat panas tadi

“mwo? Kau mengenalnya dimana jongin?”

“ingat mantan kekasihku?”

“ne tentu saja. Lalu?”

“dia orangnya hyung”

Diam. Seketika itu baekhyun hyung hanya membulatkan kedua bola matanya dan mengunci mulutnya rapat rapat. Aku tahu dia sangat kaget mengetahui gadis yang datang bersama luhan hyung adalah dee, mantan kekasihku.

“kau serius?” tanyanya memecahkan keheningan

“tentu saja” ucapku lemah. Ya, aku tak mau mengingat bagaimana mereka datang kesini dan bagaimana luhan hyung memanggilnya chagi.

“jongin… tapi bagaimana bisa?”

“entahlah. Aku juga tidak mengerti hyung”

“hhh apa tidak sebaiknya kau menanyakannya pada luhan hyung?”

“eh?”

“tanyakanlah padanya mengenai dee. Lagipula aku tak yakin hubungan luhan hyung dengan dee lebih dari teman. Walaupun luhan memanggilnya chagi entahlah aku hanya merasa tidak yakin kalo mereka berpacaran….” Tutur baekhyun hyung membuatku kembali memutar otakku

“ayolah jongin!! Setidaknya kau butuh kejelasan kan?” bujuk baekhyun hyung sambil mengguncang kedua bahuku. Membuatku berpikir keras

“hyung…sudahlah. Aku rasa itu akan menjadi awal yang buruk bagi kami”

“jongin! Sekarang atau tidak sama sekali! Kau harus tahu kejadian yang sebenarnya. Aku percaya pada luhan hyung dan kau pun harusnya begitu.”

Aku pun terdiam. Baekhyun hyung benar. Aku harus menanyakannya pada luhan hyung. Aku sudah mengenal luhan hyung lama dan tentu aku sangat tahu dia bukanlah karakter yang suka mengambil kekasih orang lain. Dan aku bisa menjamin luhan hyung pasti tahu mengenai hubungan kami.

“baiklah hyung. Aku akan segera menelfon luhan hyung! Terimakasih saranmu!” ucapku seraya berdiri dan mengambil iPhoneku

“nee. Cheonma jongin!” teriaknya

 

***

 

“yeoboso” ucap sebuah suara di sebrang sana. Suara luhan hyung. Ya, tepat sekarang ini aku sedang menelfonnya

“hyung ini aku jongin”

“ne, ada apa jongin?” ucapnya ramah. Ya dia memang hyung yang sangat ramah

“ani. aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu. Bolehkah?”

“eummmm…. Tentang dee kah?” tanyanya membuatku entah bagaimana sedikit tersenyum menyadari luhan hyung ternyata memang tahu mengenai hubungan kami

“ne. hyung……pacaran dengannya?” tanyaku ragu ragu

“eh? Aniyooo! Tidak hahaha. Ya lebih tepatnya tidak jadi jongin” ucapnya diselingi tertawa yang tiba tiba terdengar seperti kesedihan di telingaku

“maksudmu?”

“hmm. Begini jongin, akan kujelaskan. Aku mengenal dee karena dia itu anak dari kerabat ibuku. Kami sudah sangat lama saling kenal dan jujur saja aku pun sudah sangat lama mengenalnya. Tapi tibatiba suatu hari dia datang padaku dan mengatakan dia sudah menjadi kekasih salah satu member EXO. Sejujurnya aku sempat sakit hati apalagi begitu mengetahui namja beruntung itu adalah kau….” Ucap luhan hyung dan dia berhenti sejenak memberiku waktu untuk mencerna setiap kata di kalimatnya

“lalu….?” Ucapku memintanya melanjutkan

“aku sudah tahu hubungan kalian sejak awal. Dan aku sangat tahu seberapa sayangnya dee padamu jongin. Jujur saja aku kesal dan tak mengerti kenapa kau tidak pernah menceritakannya pada member exo manapun. Tapi terlepas dari itu, tiba tiba aku dengar kalian putus. Kau harus tahu bagaimana sedihnya dee saat kau memutuskannya”

“sedih? Tapi dia terdengar biasa saja saat aku menelfonnya”

“aish, kalian sudah lama pacaran tak bisakah kau membaca pikiran dee? Aku pun baru saja menyatakan perasaanku padanya. tapi nihil. Dia tetap memilihmu.” Ucap luhan hyung lirih.

“hyung……mianhae” ucapku

“aish tak usah meminta maaf! Sekarang aku Cuma minta satu hal saja padamu”

“eh? Apa itu?”

 

***

 

Author’s pov

Gadis itu sedang memeluk kedua lututnya dan duduk di pojok kamarnya. Manik matanya terlihat begitu berkaca-kaca. Entah ini kali berapa dia menangis sendirian dikamarnya. Rasa bersalah yang terus menghantuinya. Rasa tak enak karena sudah menolak luhan yang selama ini selalu ada untuknya. Rasa penyesalan karena ketidak beranian dirinya untuk meminta kai kembali dan memintanya untuk menunjukkan dirinya sebagai kekasih resmi seorang yeoja biasa. Sesekali yeoja itu melihat lembar-lembar foto yang berserakan tak beraturan di lantai kamarnya.

“neomu bogoshipeoyo….” Ucapnya lemah dalam gelap ruangan itu dapat terdengar jelas suara isak yang tak keras namun terdengar pasti penuh kesedihan.

TOK TOK TOK!!

Suara pintu rumah diketuk membuat dee tersentak kaget dari tempatnya. Dia memang penakut. Apalagi dia sedang sendirian di rumahnya, dan sekarang sudah cukup larut untuk seorang temannya datang bertamu. Dia pun memutuskan untuk tetap diam dalam kamarnya

TOKK TOOKKK TOOOK!!!

Suara ketukan pintu semakin keras. Dee pun hanya pasrah dan akhirnya dengan terpaksa berjalan menuruni tangga. Dengan takut takut dia mendekati pintu. Suara ketukan pintu terus berdatangan memekakan telinganya dan membuatnya semakin takut.

Dengan perlahan dan tidak mengeluarkan suara dia memegang gagang pintu, memutarnya pelan, dan perlahan pintu terbuka, dee pun dengan takut takut mengangkat kepalanya melihat orang yang bertamu kerumahnya

GREP!!!

Tangan tangan besar dan kuat segera meraih tubuh dee kedalam dekapannya. Membuat yeoja itu kaget setengah mati dan mencoba mencari tahu siapa orang yang tiba tiba datang dan memeluknya. Bukan, dia bukan takut tapi dia merasa sangat familiar dengan pelukan itu.

“PABO YEOJA!” teriak suara berat itu membuat dee segera tahu siapa namja itu. kim jongin.

“k…kai?” tanya dee kebingungan

“dasar bodoh!! Kenapa kau membukakan pintu tengah malam begini huh? Kau ingin diculik?” ucapnya sambil merenggangkan pelukannya dan menatap yeoja dihadapannya lekat lekat

“apa yang kau lakukan disini….” Tanya dee masih belum sepenuhnya sadar

“aku? Aku hanya memastikan yeoja bodoh macam kau tidak diculik malam malam begini” ucap kai santai sambil tersenyum

“apa maksudmu? Kenapa kau ada disini?”

“aishhh, setidaknya biarkan aku masuk. Udara malam ini sangat dingin tahu!” ucap kai ketus dan segera menarik tangan dee masuk kedalam rumah. Gadis itu hanya bisa menurut dan mengikuti kai ke ruang tv. Namja itu segera ke dapur dan membuat 2 buah cangkir coklat panas lalu menghidangkannya di atas meja tepat di hadapan dee. Gadis itu semakin bingung dengan kai

“kenapa kau bisa berada disini?” tanyanya lagi. Entah untuk yang keberapa kali

“aku sudah jawab kan” jawab kai santai lalu duduk disamping dee dan menunjukkan smirknya

“kai. Jawab aku. Sedang apa kau disini?”

“aku hanya ingin menemui gadis yang sudah sangat bodoh selalu menutupi perasaannya dariku. Dan untuk menebus kesalahanku pada gadis bodoh itu” ucapnya sambil meminum coklat panas membuat dee semakin bingung

“hhh…haruskah aku menjelaskan semuanya?” tanya kai dan dibalas dengan anggukan dari dee

“baiklah baiklah. Tadi aku menelfon luhan hyung dan meminta penjelasan hubungan kalian. Tega sekali kau berbohong padaku. Ternyata kalian tidak berpacaran, dan satu lagi luhan hyung bilang padaku kau sedang ketakutan di dalam rumah sendirian karena kedua orangtuamu sedang keluar kota. Katanya kalau aku tidak segera menemanimu dia akan segera menikahimu!” ucap kai panjang lebar

“………” dee terdiam mendengar penjelasan dari namja dihadapannya

“yaaa kenapa tidak merespon?” ucap kai dengan muka badmood

“….BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA” bagus. Dee membuka mulutnya dan langsung tertawa sangat kencang membuat kai membulatkan kedua matanya

“YAAA! Kenapa tertawa?!” ucap kai sambil menutup kedua telinganya

“hahahaha mianhae. Habis kau pabo sekali sih. Mana mungkin luhan oppa menikahiku huh? Aku takkan mau. Lagipula aku tidak sepenakut itu! hahaha” ucap dee sambil terus tertawa

“yaaa. Berhenti tertawa! Harusnya kau bersyukur didatangi namja tampan sepertiku”

“puuuh. Tidak akan! Haha. Tapi kenapa kau takut kalau luhan oppa menikahiku huh?” ucap dee usil membuat semburat merah memenuhi wajah kai.

“eummm k…kau itu! ya ten…tentu saja kan…” ucapnya terbata bata

“tentu saja apa? Coba jelaskan?” ucap dee masih dengan muka mengejek

“aish! Baiklah baiklah aku menyerah aku menyerah! Aku masih menyayangimu! Aku menginginkanmu kembali padaku! Kau tahu tidak seberapa stresnya aku karena melihatmu bersama luhan hyung?! Dan satu lagi aku sudah tidak tahu cara untuk tertawa semenjak kau meng-iyakan tragedi pemutusan hubungan dariku itu! kau tahu tidak seberapa hopelessnya lelaki ini karena seorang yeoja sepertimu huh?”

“lalu?” ucap dee masih dengan muka mengejeknya

GREP!

Segera kai menarik tangan gadis itu dan memeluknya erat. Membuat dee tersenyum didalam dekapan namja tampan itu.

“aku. Menyayangi. Mu. Park. Dee” ucap kai dengan tegas sambil tetap memeluk erat yeoja itu

“nado.” Ucap dee. Singkat. Tapi lebih dari cukup untuk membuat namja itu tersenyum

“saranghae. Jeongmal saranghae.” Ucap kai lagi

“nado. Nado saranghae oppaaa” ucap dee lagi.

“aku sangat sangat sayang padamuuuuuu park dee” ucap kai lagi dan kali ini membuat dee sedikit gerah

“yaaa! Aku juga menyayangimu-_- berhentilah mengulanginya!”

“aish tega sekali…..” ucap kai sambil mengerucutkan bibirnya

“tak usah sok imut deh-_-“

“aku memang imut! Kau saja naksir kan?”

“kim jongin!!! Jangan kegeeran issssh!” teriak dee sambil melempar namja didepannya dengan bantal sofa

“eits! Gagal hahaha :p” ucap jongin. Ya pada akhirnya malam itu rumah dee yang seharusnya sepi justru menjadi sangat ramai dari biasanya. Membuat beberapa tetangga cukup terganggu. Jauh di sebelah sana, tanpa kai dan dee sadari ada seorang yang sudah berhasil mengabadikan semua momen mereka sedari  tadi.

 

***

 

Kai’s pov

“JONGIN!!! BANGUN!!! JONGIN!!!” teriakan dengan suara cempreng itu berhasil menyadarkanku dari tidurku. Kubuka mataku dengan malas dan mendapati sosok baekhyun hyung disamping kasurku

“aish! Ada apa hyung? Ini kan hari libur?” ucapku malas karena dia membangunkanku

“tidak untukmu!! Kau harus melihat Koran dan menonton berita hari ini! palli!!!” ucapnya sambil menarikku untuk segera menuju ruang tv. Dengan sangat terpaksa aku pun segera berjalan menuruni tangga. Kulihat diruang tv semua member exo k sudah berkumpul dan menatapku dengan serius

“ada apa ini?” tanyaku pada baekhyun hyung dan dia hanya bermuka lesu

“jongin. Duduklah” ucap suho hyung dan aku pun segera menurut

“ada apa hyung? Kenapa semua menatapku seperti ini huh?” tanyaku dengan kebingungan

“bisakah kau….jelaskan ini?” tanya suho hyung seraya menunjukkan sebuah surat kabar. Aku pun segera meraihnya.

DEG

Kedua mataku sukses membulat membaca berita utama di surat kabar itu. dengan jelas terpampang fotoku yang memeluk dee tadi malam.

“KIM JONGIN (KAI) EXO K SUDAH MEMILIKI KEKASIH? GADIS ITU GADIS BIASA YANG SEPERTINYA SUDAH SERING TERLIHAT DENGAN LELAKI BERMASKER? MUNGKINKAH SELAMA INI MEREKA BACKSTREET?”

Begitulah isi berita utama di surat kabar itu. aku pun segera meremas surat kabar itu dan mendengus kesal. Sial! Siapa yang sudah mengambil foto kami?

“jongin…bisa kau jelaskan?” tanya suho hyung lagi

“hyung………mianhae” ucapku sambil menunduk.

“tak apa. Jelaskan pada kami jongin” ucap suho hyung bijak

“dia…….park dee………dia mantan eh bukan dia kekasihku. Semalam aku baru saja mendatangi rumahnya dan kami akhirnya balikan. Tapi…..aku sangat yakin aku sudah berhati hati saat kesana. Bagaimana mungkin….” Ucapku lemah menyadari kecerobohanku

“aigooooo. Kai tenanglah kami siap membantumu!” ucap sehun lantang membuatku segera menatapnya

“tenang saja kami akan membantumu jongin. Lebih baik sekarang kita bersiap siap untu konferensi pers. Tadi manajer sudah menelfonku dan meminta kita untuk melakukan konferensi pers beserta gadis itu.” ucap suho hyung padaku. Aku pun mengangguk tanda mengerti dan segera berlari ke kamarku menelfon dee.

 

***

 

Author’s pov

Terlihat berpuluh puluh wartawan sudah duduk manis sambil mempersiapkan kamera mereka. Didepan mereka sudah ada meja putih dengan ukuran yan cukup besar dan 8 buah bangku. Para wartawan sedang menunggu kepastian dari sebuah berita besar yang tentu saja akan menguntungkan bagi para wartawan itu jika sang “korban” salah menjawab pertanyaan mereka nantinya.

Tak butuh waktu lama, sekitar 10menitan seorang namja yang sudah cukup berumur sedikit masuk kedalam ruangan. Dia adalah manajer dari exo k. disusul oleh suho, chanyeol, baekhyun, sehun, d.o lalu tak berapa lama ruangan itu seketika heboh begitu melihat kedatangan 2 orang terakhir. Ya, kai datang sambil menggandeng tangan dee erat. Jepretan jepretan kamera pun terus menerus menyakiti mata dee dan kai membuat namja itu sedikit kesal karena melihat yeojanya yang mulai merasa risih dengan perlakuan para wartawan. Akhirnya kai mempercepat langkahnya dan menuntun dee untuk segera duduk disampingnya

“baiklah tak usah menunggu lebih lama lagi aku, kim jongin alias kai akan mengklarifikasi berita yang sudah kalian sebarkan di surat kabar dan juga berita berita di televisi” ucap kai lantang dan pasti membuat beberapa wartawan sibuk mencatat dan yang lain merekamnya

“aku akan lanjutkan. Gadis di sebelahku ini. seperti yang sudah kalian pikirkan gadis disebelahku ini adalah Park Dee. Dia gadis yang ku peluk semalam dan yang fotonya tersebar bersamaku” ucap kai lagi membuat para wartawan segera ricuh dan ramai

“aku dan dia. Kami. Kami berpacaran” ucap kai tanpa ragu lalu segera berdiri membungkukkan badannya dan menggandeng dee pergi dari ruangan itu. seluruh wartawan semakin ricuh dan segera bangkit dari tempat mereka mencoba mengejar kai dan dee namun security segera menghadang mereka untuk mengejar kedua orang itu

 

*diluar gedung*

“HAAAAH LEGANYAA” ucap kai setengah berteriak sambil merengganggkan otot otot dibadannya

“oppa….” Ucap dee ragu ragu

“wae?”

“apa tidak apa apa?”

“apanya?”

“memberitahu kalau kau sudah memiliki kekasih dan meninggalkan wartawan begitu saja?”

“aish! Tentu saja! Aku kan sudah memberikan jawaban yang mereka inginkan. Lagipula aku tak mau terus menerus menyimpan rahasia terbesarku ini” ucap kai sambil tersenyum

“apa maksudmu?”

“aku tak mau menyembunyikan hubungan ini. aku tak mau menyembunyikanmu. Aku ingin semua orang tahu dan mendukung kita. Aku ingin semua orang tahu bahwa yeoja yang paling aku sayangi itu kau J” ucap kai lagi dan tersenyum lebar hingga kedua matanya hilang.

Yeoja dihadapannya itu pun tersenyum dan memeluk erat namja didepannya. Ya, inilah jawaban dari semuanya. Dari semua yang selama ini tak pernah ia ungkapkan namun sebenarnya sangat ia tuntut dari seorang kai. Sebuah pengakuan kalau kai sudah memiliki kekasih dan itu dirinya. Sebuah pengklarifikasian bahwa kai tidak sendiri lagi dan bahwa mereka saling menyayangi satu sama lain.

Kai mengelus lembut rambut yeoja dihadapannnya dan merenggangkan pelukan mereka. Berbisik ke telinga dee dengan lembut. Entah yang keberapa kali ia mengatakannya

“jeongmal saranghae, Park Dee”

 

THE END

 

KYAAAAA!!!! FINALLYYYY! Gimana? Ga memuaskan ya? Hehehe mianhae readerdeul 3-| ini pertama kali aku bikin chapteran gini. Tapi semoga bisa memuaskan kalian dan kalian masih mau nunggu karya karya terbaruku^^ thanks for reading and please RCL. Goodbyeeee *bow*

Iklan

6 pemikiran pada “Biggest Secret of Kim Jongin (Chapter 3)

  1. Uwaaa,gegara ff ini jadi makin kesemsem sm si kkamjong u.u~
    Kkkk,setelah sekian lama membully si item (?) akhirnya jatuh cintalah saya padanyaaa *Q*
    Disini dia manly banget yaahh,aduuhh aku lebih dukung KaiSoo deh drpd KaiDee,tp kalo kai lebih bahagia sm Dee sih…. Ya terserah yg penting oppa senang saja lah Y.Yb
    Kkkkk,btw aku udh nungguin lamaaa banget lhoo update fanfict inii,akhirnya End juga,sangat amat nggak mengecewakan dehh,keep writing thoorr~ Baekyeol yah kalo bisa._.v
    Kamsaaa^^

Tinggalkan Balasan ke anadonad Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s