Rolling Girl

Rolling Girl

Title                 : Rolling Girl

Author             : Wu Mei Yi (@de_smstand48)

Rating             : PG-15

Length             : Oneshoot

Genre              : Romance, School Life, Angst, Hurt

Main Cast        : • Kim Joonmyeon/Suho

• Song Sangmi (OC)

Support Cast   : • Park Min Yae (OC)

Summary           : “Sekali lagi, sekali lagi. Aku akan berputar lagi hari ini. Kelelahan? Tidak. Aku masih belum mencapai tujuanku, dia belum melihatku disini. Tapi, aku hanya akan berhenti bernafas sekarang”

rollinggirl1_副本

***

Sangmi P.O.V

“Sangmi-ya, kau tidak lupa kan habis pulang sekolah kita latihan wushu?” Tanya Min Yae.

“Tentu saja, Min Yae, bela diri adalah hidupku, hahahaha” tawaku

Setelah bel berbunyi, aku dan sahabat sohibku ini, Park Min Yae, langsung berjalan menuju gedung tempat kami akan latihan wushu kali ini. Memang peminat wushu hanya sedikit, dan yang yeoja hanya kami berdua. Maklumlah, kami kan yeoja perkasa, hahaha(?)

“HYAA!!”

DUAKK!!

BRUGHHH!!

“Wah, ternyata kemampuan wushumu bertambah ya, Sangmi. Seonsaengnim sangat bangga padamu. Tidak salah kau menjadi siswa yang paling unggul masalah bela diri” puji Tao seonsaengnim. Dia guru wushu kami yang berasal dari China dan seperti biasa, aku berhasil menumbangkan lawanku yang bertubuh gentong(?)

“Gomawo seonsaengnim” jawabku sambil membungkukkan tubuhku.

“Baiklah, sampai disini pelajaran hari ini, silakan kalian pulang!!” ucap Tao seonsaengnim lantang.

Setelahnya aku pun berjalan menuju Min Yae yang sedang minum dan akupun duduk disebelahnya sambil mengelap keringatku.

“Wah, Sangmi, sepertinya aku harus latihan keras untuk mengalahkanmu dalam wushu, hahaha” canda Min Yae

“Butuh waktu 1000 tahun untukmu mengalahkanku, Yae-ah” ledekku

“Awas saja kau, Sangmi. Kalau aku berhasil mengalahkanmu, kau harus mentraktirku makan sampai aku kenyang” balasnya tidak kalah sengit, tapi tetap dengan nada bercanda

“Dasar perut karet” ejekku lalu kami tertawa membahana.

“Wah, wah, sepertinya dua yeoja ini sedang bersenda gurau, ya?” ucap seseorang

Sontak aku dan Min Yae menghentikan tawa kami dan berbalik kearah orang itu

DEG

Kurasa jantungku akan keluar dari tempatnya, dia Suho sunbae, dia sunbae satu tingkatku sekaligus orang yang kucintai dari kelas satu Seoul High School, dan sekarang aku sudah kelas dua. Artinya, sudah satu tahun aku memendam perasaanku ini padanya.

Suho sunbae itu benar-benar mirip malaikat, senyumnya juga suaranya. Tidak hanya aku yang menyukainya, mungkin hampir semua siswa yeoja Seoul High School tergila-gila padanya. Bahkan ada yang sampai menembaknya. Astaga, tidak tahu malu.

Dia tersenyum dan duduk disebelahku. Aku hanya memasang muka datarku, sementara Min Yae memasang wajah tidak peduli. Aku bukan seperti yeoja lain, yang memerah wajahnya saat didekati namja yang disuka. Aku justru memasang wajah dingin dan datar padanya, untuk menyembunyikan perasaanku.

Karena aku memang dikenal dengan yeoja yang kasar di sekolah, dan tak segan-segan aku menghajar siswa yang berani kurang ajar padaku atau Min Yae, makanya aku tidak punya teman. Hanya aku dan Min Yae yang tahu hal ini. Jujur saja, aku sangat menyukai senyum malaikatnya itu.

“Kau memang yeoja yang kuat, Sangmi. Meskipun yeoja, kekuatanmu sama dengan kekuatan namja” pujinya

“Gomawo” ucapku dingin

“Sangmi, ayo kita pulang” ajak Min Yae seolah tidak peduli pada Suho

“Kajja Min Yae-ah” kataku lalu menarik tangannya tanpa memperdulikan Suho yang memandangku dengan tatapan yang tidak bisa kuprediksikan. Memang sakit rasanya harus bersikap dingin dengan orang yang kau sukai, tapi mau bagaimana lagi.

Sangmi P.O.V END

Suho P.O.V

Lagi, dia bersikap dingin lagi padaku. Tapi itulah yang membuatku jatuh cinta padanya. Dia berbeda dengan yeoja lain yang selalu mencari perhatianku. Dia yeoja yang kuat, jenius dan sikap dingin juga tertutupnya itu membuatku tertarik padanya.

Sebenarnya aku putus asa untuk membuatnya jatuh cinta padaku, tapi aku tidak akan menyerah. Aku pasti bisa mendapatkan hati Sangmi.

Ah, iya, aku harus membawa berkas OSIS-ku ke perpustakaan. Sebaiknya aku bergegas.

Suho P.O.V END

Sangmi P.O.V

“Min Yae-ah, Chakkanman!” kataku pada Min Yae sambil menghentikan langkahku

“Wae Sangmi?” tanyanya sambil menatapku bingung.

“Aku lupa kalau aku harus mencari buku Sastra China untuk tugas Lay seonsaengnim”

“Jinjja? Kupikir kau sudah mengerjakan tugas itu” balasnya

“Ani, aku tidak sempat mengerjakannya. Aku kan harus latihan keras untuk turnamen wushuku kemaren”

“Ya, dan kau berhasil meraih medali emaskan? Jangan sombong, Sangmi” ucapnya ketus

“Hahahaha,, tentu saja tidak Min yae-ah. Kau pulang duluan saja, mungkin aku akan lama di perpustakaan” kataku

“Arraseo, annyeong Sangmi” jawabnya lalu berjalan ke gerbang sekolah, sementara aku memutar arah menuju Perpustakaan

At Library

Ah, ternyata tidak banyak siswa di perpustakaan. Hanya beberapa anak yang memang betah disini sedang membaca dengan tenangnya, mungkin aku termasuk golongan itu, hahaha.

“Ah,annyeong Sangmi”

“Annyeong, Sehun-ssi” sapaku pada Sehun, penjaga perpustakaan ini.

“Apa kau sedang mencari sesuatu?” tanyanya

“Ne, apa kau tahu dimana letak buku Sastra China?”

“Sastra China? Tunggu sebentar” balasnya lalu mengalihkan pandangannya menuju laptopnya

“Sastra China ada di rak paling ujung, disana” katanya sambil menunjuk rak paling ujung.

“Arraseo, gomawo, Sehun-ssi” ucapku

“Cheonma Sangmi” jawabnya sambil membetulkan kacamatanya yang melorot. Padahal dia kan tampan kalau tidak memakai kacamata. Tapi lebih tampan Suho sih. Hei, apa yang kupikirkan?

Aku berjalan menuju rak yang tadi ditunjuk oleh Sehun

“Wah, bukunya banyak sekali. Tebal-tebal lagi” gumamku lalu memfokuskan diriku untuk mencari buku yang bagus

“Ah, itu bukunya. Tapi kenapa harus paling atas, besar lagi. Haft”

Akupun mencoba berjinjit untuk mencapai buku Sastra China itu.

“Sedikit lagi dan,,,, yak!! Dapat!”

Tapi sayang, buku setebal 2 kamus itu terlepas dari genggamanku, aku hanya memejamkan mataku, siap merasakan sakitnya ditimpa buku tebal itu dan…

BRUK

“AWW,,, adududuh,, appo”

Eh?

Sangmi P.O.V END

Suho P.O.V

“Ah, akhirnya selesai juga” ucapku lega.

Tentu saja, berkas OSIS yang segunung ini akhirnya selesai. Aku membereskan berkas itu dan berdiri dari kursiku. Tunggu, itu Sangmi kan?

Kulihat dia berjalan menuju rak buku khusus Sastra China. Dengan mengendap-ngendap dan perlahan, aku memperhatikannya.

Wajahnya tampak sangat manis saat dia berusaha focus mencari buku.

Kulihat lagi dia berusaha mengambil buku tebal di rak paling atas sambil berjinjit

“Sedikit lagi dan,,,, yak!! Dapat!”

Dia berhasil mengambil buku  itu tapi buku itu terlepas dari genggamannya. Dia memejamkan matanya dan tidak bergerak sama sekali, seolah pasrah buku tebal itu akan mengenai tubuhnya.

Dengan cepat aku melindunginya dari buku itu dan….

BRUK

“AWW,,,adududuh,,appo” rintihku

Sangmi membuka kedua matanya dengan tiba-tiba. Tampak raut terkejut dari wajahnya. Sementara aku hanya menyengir tidak jelas sambil mengelus-elus pundakku yang sakit

“Gwenchana?” tanyaku

Hening

“Sangmi?” panggilku

“Eummm,, nan gwenchana” ucapnya dingin

“Jinjja?”

“Tsk! Kau ini cerewet sekali! Minggir!” bentaknya kasar lalu mendorong tubuhku keras dan berlalu pergi.

Sementara aku hanya menatapnya dengan pandangan sedih

“Wae Sangmi-ah? Wae?”

Suho P.O.V END

Auhtor P.O.V

“SANGMI-YA!! PALLI!! KITA HAMPIR TELATT!!”

“YAKK!! MIN YAE!! JANGAN BERTERIAK BEGITUU!!”

Sangmi segera mengambil tasnya dan menghampiri Min Yae yang memandangnya dengan kesal

“Haha, mian Min Yae, kajja”

“Aishh”

Dua orang sahabat ini pun berjalan menuju sekolahnya, sesekali bercanda dan tertawa sampai tak terasa mereka sampai di sekolah.

“Wah, masih 15 menit lagi nih” ucap Min Yae

“Santai aja dong” balas Sangmi

Tetapi langkah mereka terhenti dan mata mereka tertuju pada namja yang sedang bersama seorang yeoja

“Eh? Sangmi-ya, itu Suho kan?” Tanya Min Yae

“Ne, itu Suho. Tapi siapa yeoja di sebelahnya itu? Sepertinya siswa baru”

“Nan molla, Sangmi. Tapi, kenapa mereka tampak akrab”

Sangmi hanya terdiam, terbesit rasa sakit karena Suho tersenyum bukan untuknya tapi untuk yeoja itu. Min Yae yang menyadari hal itu langsung menepuk pundak sahabatnya itu

“Sabarlah Sangmi, kau pasti bisa”

“Gomawo, Min Yae-ah”

Sangmi P.O.V

Aku memakan ramenku dengan pelan sekali. Sementara pandanganku tertuju pada sepasang manusia yang sedang bercanda. Ya, Suho dan yeoja itu. Aku sangat penasaran. Siapa kira-kira yeoja itu? Mengapa dia bisa akrab sama Suho?

“Sangmi-ya, apa kau sudah selesai?” Tanya Min Yae

“Eh? Ne? Ah, aku sudah selesai” jawabku yang terkejut

“Arra, ayo kita kembali ke kelas” ajaknya

Sebelum aku benar-benar pergi dari kantin, aku melihat Suho mengacak rambut yeoja itu sambil tertawa, dan rasa sakit itu kembali datang.

 

“Cogiyo”

Aku terkejut saat Min Yae menyapa salah satu siswi yeoja. Aku menatap Min Yae dengan pandangan bingung

“Apa kau kenal dengan yeoja yang dekat dengan Suho sunbae?” tanyanya lagi pada siswi itu.

“Ne sunbae, setahuku dia siswa baru, namanya Choi Haneul. Katanya sih, dia yeojachingunya Suho sunbae” jelas yeoja itu

DEG

Hatiku seolah ditusuk ribuan jarum. Yeojachingu Suho?

“Jinjja? Gomawo ne?”

“Ne, sunbae. Annyeong”

Min Yae mengakhiri percakapan antara dia dan yeoja itu. Lalu memandangku.

“Setidaknya kau tidak perlu mati penasaran kan?” kata Min Yae

Sementara aku hanya tersenyum miris

 

KRIIIINGG KRIIING

Akhirnya bel pulang berbunyi juga. Aku benar-benar tidak fokus dengan pelajaran Changmin seonsaengnim. Padahal pelajaran Changmin seonsaengnim adalah pelajaran favoritku.

Aku membereskan buku-bukuku yang berhamburan di atas meja sampai Min Yae menghampiriku

“Kajja”

“Ne” balasku

Dari kejauhan aku bisa melihat Suho dan Haneul berjalan beriringan. Membuatku kembali merasakan sakit. Mengapa bukan aku? Tentu saja, namja mana yang mau dengan yeoja kasar sepertiku.

“Sangmi-ya?”

“Ne Min Yae?”

“Wae?”

“Apanya?”

“Kenapa kau tidak menyatakannya? Sekarang dia sudah jadi milik orang lain, kan?”Tanya Min Yae serius

“Ani, Min Yae. Aku tidak bisa. Lebih baik rasa ini kupendam selamanya saja” jawabku

“Kenapa kau tidak cari namja lain saja? Kau itu cantik dan pintar. Namja mana yang tidak tergila-gila denganmu?” ucapnya meyakinkan

“Tidak, aku akan terus mencintainya. Hanya Suho cinta pertama dan terakhirku. Sejak dia menyelamatkanku dari kecelakaan maut itu” jawabku lagi.

Aku teringat saat pertama kali aku bertemu Suho. Saat itu aku hampir saja tertabrak kereta api yang melaju dengan cepatnya dan dia menyelamatkanku dari kecelakaan itu. Aku juga sangat bersyukur saat aku satu sekolah dengannya. Flashbackku terhenti saat Min Yae kembali berbicara

“Kau tidak lelah dengan semua ini?”

“Lelah? Kelelahan? Tidak, aku masih belum mencapai tujuanku. Walau aku tahu itu tidak akan pernah tercapai” ucapku lirih.

“Tapi mungkin aku akan berhenti bernafas, karena selama ini Suho sudah kuanggap nafasku dan sekarang dia pergi” lanjutku

Kudengar Min Yae menghela nafas berat

“Arra, terserah padamu saja. Aku sebagai sahabat hanya mendukungmu saja, Sangmi-ya.”

“Gomawo Min Yae” balasku sambil memeluknya

“Nah, aku duluan ya, Sangmi. Aku ada janji dengan Kyungsoo oppa.”

“Ne, arra. Selamat bersenang-senang. Annyeong”

“Ne, annyeong Sangmi”

Setelah bayangan Min Yae hilang dari pandanganku, aku berjalan mengikuti Suho dan Haneul sambil mengamatinya dari kejauhan. Sepertinya mereka berbahagia sekali. Tertawa bersama dan tersenyum. Sesekali aku berlindung di balik tembok atau pepohonan saat Suho merasa diikuti.

Saat mereka hendak sampai di halte bus, kulihat 5 preman keluar dari jalan sepi dekat halte.

“Wah, namja itu ya yang menggagalkan rencana perampokan bank kita?”

“Tidak disangka kita akan menemukannya disini”

“Kita berikan pelajaran padanya yang sudah berani pada kita”

“Ya, mumpung tidak banyak orang disini. Kajja!”

Merasakan firasat buruk, dengan cepat aku menghalangi preman-preman yang sepertinya akan menghabisi Suho, dan aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.

“Tunggu!!” ucapku lantang didepan mereka semua

“Hei, siapa kau yeoja aneh!” bentak salah satu preman itu

“Kuperingatkan! Jauhi namja itu!! Jangan pernah berani menyentuhnya!!” bentakku

Preman-preman itu tertawa mengerikan. Tetapi tetap tidak membuatku takut.

“Hahahaha,,, lebih baik kau menyingkir saja gadis kecil” kata preman yang lain.

“Cuihh!! Langkahi dulu aku dasar preman pengecut” tantangku

“Apa kau bilang? Kau berani ya?? Rasakan ini dasar gadis tengikk!!”

Kelima preman itu mulai menghajarku. Dengan cekatan aku menghindar dan membalas mereka dengan wushuku. Tidak sia-sia aku mempelajarinya, ya.

BUGGGHHHH

DUAGGHHH

Preman-preman itu mulai ambruk. Tapi aku lengah, salah satu preman itu menjambak rambutku

“ARGGHH!!!!”ringisku

Dan dengan cepat preman yang lain menghajarku. Memukuli perut dan dadaku, menendangi kakiku dan menampar wajahku. Kurasakan sakit dan kuyakin wajahku saat ini sudah membiru, terasa dari bibirku yang mengeluarkan darah. Tubuhku melemas. Yang kupikirkan hanya satu, Suho

Setelah puas menghajarku, preman itu membantingku ke tanah. Remuk sudah tulangku.

“Itulah akibatnya kalau berani pada kami, bocah ingusan”

“Hahahaha,, rasakan itu. Ayo pergi teman-teman”

Preman-preman itupun pergi, meninggalkanku di jalan sepi itu. Tubuhku nyeri dan sakit, tapi tidak sebanding dengan rasa sakit hatiku. Kucoba untuk berdiri, walaupun membutuhkan usaha keras. Tak apa aku harus dipukuli seperti ini, yang penting Suho tidak celaka.

Sangmi P.O.V END

Suho P.O.V

Sepupuku yang berasal dari Jinan pindah ke Seoul High School, namanya Choi Haneul. Sebagai ketua OSIS, aku mengajaknya berkeliling sekolah. Ternyata dia benar-benar yeoja yang lucu. Seringkali aku tertawa karenanya. Dia memiliki selera humor yang tinggi.

Ternyata semua siswi di sekolah menyangka aku berpacaran dengan Haneul. Padahal kan tidak. Tapi tidak apa-apalah. Untungnya, yeoja-yeoja genit itu tak mengikutiku lagi kan?

Saat istirahat aku mengajak Haneul ke kantin. Dia tetap saja melawak(?) di depanku. Dasar anak ini. Tapi aku merasa ada yang memperhatikanku. Kulihat Sangmi dan Min Yae lewat di hadapanku, sekilas aku melihat Sangmi menatapku, dan jantungku kembali berdebar kencang. Tapi tatapan apa itu? Seperti tatapan, sakit? Entahlah.

Saat pulang sekolah, aku mengantar Haneul ke halte bus. Karena rumah kami yang berlawanan. Tapi kulihat ada keributan di dekat jalan sepi di sana. Kulihat juga ada beberapa preman. Eh, itukan preman yang ada di bank minggu lalu. Ada apa ya??

“Oppa?? Suho oppa??” panggil Haneul

“Ah? Ne Haneul?”

“Gwenchana?”

“Ne, gwenchana, Haneul. Nah, masuklah, busmu sudah datang”

“Arra oppa. annyeong^^”

“Ne, annyeong Haneul”

Setelah bus Haneul berjalan menjauh, aku kembali mengalihkan pandangan kearah jalan sepi itu tadi. Seorang yeoja keluar dari jalan itu. Dia berjalan tertatih-tatih, sesekali memegangi perut dan dadanya. Tunggu! Sepertinya aku mengenal yeoja itu. Itukan…. Sangmi!!

Aku berlari mendekat ke arahnya, tetapi kuhentikan langkahku. Kuputuskan untuk mengikutinya saja.

Apa yang terjadi? Kenapa wajahnya penuh lebam? Sesekali kulihat dia meringis kesakitan. Ya ampun. Aku benar-benar sangat sakit melihat keadaannya.

Kulihat dia berjalan kea rah danau. Dia duduk perlahan dan bersandar pada pohon yang menghadap kea rah danau sementara aku bersenbunyi di balik pohon yang sama dengannya.

“Hiks…. Hikss…”

Mwo? Sangmi menangis??

“Hiks… appo…hiks… wae??”

“Mianhae Suho oppa.. hiks… mianhae…”

Aku?? Dia menyebut namaku?? Apa dia mengetahui keberadaanku? Kurasa tidak?? Tapi. waeyo??

“Mianhae, aku selalu bersikap dingin padamu hiks… saranghae oppa.. jeongmal saranghae.. tapi aku tidak bisa menyatakan perasaanku hiks… biarlah kupendam saja bersama rasa sakit ini hiks… yang penting aku bisa melindungimu oppa”

Aku terdiam. Jadi selama ini Sangmi memiliki perasaan yang sama denganku? Dia tidak bisa menyatakannya? Melindungiku?? Apa dia dihajar preman yang tadi kulihat hanya untuk melindungiku?

“Hiks…hiks…hikss… saranghae, Kim JoonMyeon” gumamnya

Ingin sekali aku berjalan mendekatinya dan membawa tubuhnya ke dalam pelukanku. Tapi apa daya, tubuhku seakan membeku dan pikiranku kosong.

“Nado saranghae, Sangmi-ah” ucapku lirih

Suho P.O.V END

***

Author P.O.V

Sangmi berjalan santai menuju kelasnya. Min Yae tidak bisa menjemputnya karena dia berangkat bersama Kyungsoo-nya.

Wajah Sangmi yang biru di sana-sini, dengan plester dan perban di kaki tangannya, membuat seluruh siswa siswi di Seoul High School yang dia lewati, memandanginya. Dengan pandangan bertanya atau mungkin ‘apa yang terjadi pada yeoja sangar itu?’ ‘Sangmi babak belur, hore!’ untuk yang tadi, itu musuhnya Sangmi. Abaikan.

Dan sesampainya di kelas,

“Annyeong” sapa Sangmi pada seluruh temannya di kelas, termasuk Min Yae

Sontak seluruh kelas tertuju padanya

“Annyeong, Sangmi-ah. Mian aku tidak… SANGMII!!!” jerit Min Yae

Sementara Sangmi hanya memasang wajah biasa dan segera duduk di bangkunya. Dengan panic Min Yae langsung mendekatinya

“Ada apa Sangmi-ah??!! Apa yang terjadi??!! Kenapa wajahmu babak belur begini??!!  Kau habis dipukuli siapa??!! Ceritakan padaku!!” ucap Min Yae beruntun pada Sangmi membuatnya menatap Min Yae dengan pandangan aneh. Kemudian menceritakan semuanya kepada Min Yae, dari awal hingga akhir

“Yak! Neo pabboya!!”

“Mwo?”

“Mengapa kau harus berkorban seperti ini. Sementara dia tidak pernah menyadarimu” ucap Min Yae

“Gwenchana Min Yae-ah” balas Sangmi

“Chakkanman! Aku ke ruang kesehatan dulu untuk mengambil kompresan. Tunggu ya”

“Arraseo”

Min Yae pun berjalan ke ruang kesehatan untuk mengambil obat-obatan. Di perjalanan kembali ke kelas, dia berpapasan dengan Suho.

“Min Yae?” panggil Suho

Menyadari Suho yang memanggil namanya, Min Yae langsung memasang wajah datar.

“Ada apa?” kata Sang Mi ketus

“Apa kau tahu apa yang terjadi pada Sangmi? Kenapa wajahnya sampai lebam begitu?” Tanya Suho

“Cih! Peduli apa kau pada Sangmi!!” ucap Min Yae sinis lalu berjalan meninggalkan Suho setelah memberikan tatapan dinginnya. Dan itu membuat Suho akhirnya mengerti

***

“Kau ingin pulang sendiri, Sangmi?”

“Ne, aku bisa pulang sendiri kok” ucap Sangmi

“Jinjja? Aku antar pulang saja ya?” Tanya Min Yae dengan nada Khawatir

“Gwenchana Min Yae, kasihan Kyungsoo sudah menunggumu di gerbang”

“Tapi….”

“Sudah sana. Jangan sampai membuatnya menunggu” balas Sangmi sambil mendorong Min Yae pelan

“Ya sudah, terserah kau saja dasar keras kepala *mehrong 😛 * Annyeong Sangmi”

“Kau ini. Ne annyeong”

Kali ini Sangmi berjalan menuju arah danau yang dikunjunginya kemaren. Hampir sampai danau, tiba-tiba seseorang memanggil Sangmi.

“SANGMII!!!”

DEG

‘Suara ini,, suara Suho oppa’ batin Sangmi

“SANGMIII!! YAA!!”

Sangmi berlari kencang tanpa berbalik atau memperdulikan Suho yang memanggilnya. Tetapi Suho berlari mengejar Sangmi yang sampai di Danau

“Sangmii!! Chakkanman!!!”

Sangmi berbalik lalu mengangkat tangan kirinya

“BERHENTI!!”

“Sangmi…”

“Kubilang berhenti!!!!” teriak Sangmi

Dan Suho menghentikan langkahnya, jarak mereka sekarang hanya dua meter. Tiba-tiba Sangmi terduduk dengan tangan kirinya masih di atas. Air matanya pun jatuh.

“Berhenti Suho hiks…. Kumohon jangan lagi…. Hiks”

“Sangmi-ya…”

“Cukup Suho, cukup!! Hiks… jangan membuatku lebih tersakiti… hiks… jebal… kau tidak akan pernah mengerti!!” ucap Sangmi sambil menangis

“Tapi Sangmi….”

“Jeball… kumohon… hiks”

“TAPI AKU MENCINTAIMU SANGMI!!!”

Sangmi terdiam, tapi kemudian dia tersenyum sinis.

“Tidak Suho, aku tahu kau tidak mencintaiku hiks… dan tidak akan pernah… kau hanya hiks… kasihan padaku kan?? Jangan memandangku seperti yeoja yang lemah Suho!! AKU TIDAK PERLU DIKASIHANI!! PERGI KAU!!!” bentak Sangmi keras dan tangisnya pun pecah.

Tetapi, Suho berlari dan memeluk Sangmi. Membuat Sangmi sontak terkejut dan melebarkan kedua matanya. Suho memeluk Sangmi erat, seolah tidak ingin melepaskannya. Masih dalam posisi duduk, Suho membelai rambut lembut Sangmi dan mencium puncak kepala Sangmi penuh kasih sayang.

“Ultjima Sangmi… ultjima” ucap Suho pelan

“Saranghae Song Sangmi, jeongmal saranghae yeongwonhi”

Sangmi pun tersenyum sembari memejamkan kedua matanya perlahan

‘Mungkin inilah saatnya, mianhae, Suho oppa’

“Nado saranghae”

 

-END-

Gimana readers?? Hancur?? Kecewa?? Hahaha,, mian, author Cuma bisa bikin Fanfic pasaran T-T

Tapi boleh dong comment dan RCL nya??

Nah, author mau ngasih bocoran FF yang akan author bikin dan dipost disini selanjutnya :

–          Words of Love

–          Daydream

–          Back To December

–          Last Night, Good Night

Itu tadi bocoran (judul) Fanfic selanjutnya, jadi, ditunggu ya J Okey, Annyeong^^

 

Iklan

9 pemikiran pada “Rolling Girl

  1. Walaupun author’a nyebut ‘ff pasaran’ tapi ini hasil karya sndri lho. Daripda copas punya org lain, lebih rendah mana??

    Aq cuma mau kmntar sdkit ttg karakter’a nie. Sifat dan karakter’a trkesan maksa gtu, apalgi sikap kasar’a sangmi ke suho. Kalo dy emg mau mendam perasaan gak perlu bersikap kasar kan. Cukup bersikap dingin aja.

    Nah, kalo untuk suho’a udah oKey lah ….

    Semangat menghasilkan karya baru ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s