Words of Love

Words of Love

Title                 : Words of Love

Author             : Wu Mei Yi (@de_smstand48)

Rating             : PG-15

Length             : Oneshoot

Genre              : Romance, School Life, Comedy (little ._.)

Main Cast        : • Zhang Yi Xing/Lay

• Yoo Jae In (OC)

Summary           : “Tentang aku, tentang kamu, tentang cinta, tentang hati, tentang suka, tentang benci semuanya. Dirimu seperti diriku, diriku seperti dirimu. Kita sama tapi berbeda, perbedaan membuat kita sama. Perasaan ini semakin bertambah. Dariku, kuberikan sebanyaknya, Kata-kata Cinta”

wol_副本

***

Jaein POV

Sudah 30 menit aku menunggu Lay didepan rumahku dan sekolah sudah mulai 15 menit yang lalu.

Dasar pabbo! Anak itu kemana sih? Awas saja kalau sampai dia meninggalkanku. Aku jamin pipinya yang berhiaskan lesung pipit itu akan berubah membiru.

Belum lama setelah aku merutukinya dalam hati, aku melihat seorang namja tengah mengayuh sepedanya cepat melewati rumahku. Melihatnya, segera saja aku mengeluarkan suara petirku.

“HOYYYY!!!! ZHANG YI XINGG!!! BERHENTI KAUUUU!! JANGAN TINGGALKAN AKUU!!!!” teriakku dengan suara 10 oktaf(?)

Setelah mendengar teriakanku yang super itu, otomatis dia langsung menlihat ke arahku. Tapi, dia tidak melihat sebuah tong sampah ada didepannya dan jadilah….

DRUAAKKK

Ya, dia menabrak tong sampah itu, dan terjerembab dari sepedanya dengan pantatnya yang lebih dahulu mencium trotoar dan kulit pisang di rambutnya.

Aku berjalan tenang ke arahnya dan menatapnya yang sedang mengelus-elus pantatnya itu dengan tatapan horror

“Inilah karmanya karena sudah berani terlambat menjemputku, keripik” ujarku sinis

“Ya! Bukannya membantu malah melihatiku begitu, bantu aku berdiri dasar gembul” balasnya sengit

“Mwo?! Gembul?! Kau ingin sampah-sampah itu aku masukkan ke mulutmu itu ya? Hahh??!!” teriakku tepat di wajahnya.

“Aishh,,, jangan ngomel saja seperti itu. Bantu aku berdiri dong!!”

Dengan berat hati aku membantunya berdiri dan membersihkan tubuhnya itu dari sampah-sampah.

“Padahal kau cocok sekali dengan sampah ini. Sangat menyatu” gumamku

“MWO?! Can you replay that!!” jawabnya

“Bukan apa-apa tuan inggris, hanya ada babi terbang di atas kepalamu”

“Babinya itu kau” balasnya sambil mendirikan sepedanya.

“Terserah kau saja-_-“

“Mian, aku terlambat menjemputmu. Aku harus menyelesaikan tugas Luhan seonsaengnim tadi malam, makanya aku kurang tidur” jelasnya

“Siapa suruh menolakku membantumu malah menyuruhku pulang. Kan kalau aku ada, tugas itu bisa cepat selesai kan?” jawabku

“Aku kasihan gara-gara kau kelelahan malam tadi” ujarnya polos. Ya ampun.

“Kau ini perhatian sekali pada orang lain. Sekali-kali perhatikanlah dirimu yang kucel itu” kataku sambil pura-pura menutup hidung dan berlagak jijik

“Kau bicara seolah kau lebih rapi dariku” jawabnya santai

“Memang kenyataannya begitu” balasku cepat

“Ah, sudahlah, kajja, cepat naik sepedaku. Kita sudah terlambat 30 menit!” sentak Lay saat melihat jam tangannya. Oh Iya!!! Aku lupa!! Ya Tuhan. Bagaimana ini?

Dengan cepat aku menaiki boncengan dibelakang sepedanya, yang kini melesat cepat.

Jaein POV END

Author POV

Meskipun mereka mengayuh sepeda dengan kecepatan extra, tetap saja dua sahabat itu berakhir dengan berdiri di tengah lapangan basket, mengangkat satu kaki dan menjewer telinga teman disebelahnya. Berhubung hanya mereka berdua yang dihukum, jadilah mereka saling jewer-menjewer dan sekarang sudah terhitung 1,5 jam mereka berdiri sementara pelajaran Luhan seonsaengnim berakhir 30 menit lagi.

“Lay”

“Apa?”

“Aku capek”

“Ng?”

Lay langsung menoleh kea rah Jaein yang berada di sebelahnya. Sontak Lay terkejut karena wajah Jaein saat itu sudah pucat pasi dan dia baru ingat kalau Jaein tidak boleh kena panas karena akan membuatnya pingsan

“Jaein, lebih baik kau sembunyi dulu di balik semak didepan kita. Kalau sudah aman, kau pergilah ke ruang kesehatan.” Ujar Lay cemas

“Tapi kau…”

“Nan gwenchana, cepatlah”

“Nanti kau dimarahin Luhan seonsaengnim lagi. Sudahlah, aku tidak apa-apa”

Tapi jawaban tidak apa-apa itu malah membuat tubuh Jaein goyang. Dengan kilat Lay memegangi tubuh Jaein yang melemah.

“Ayo, kau sembunyi dulu” kata Lay lalu menyeret Jaein ke balik semak

Baru saja meletakkan Jaein di balik semak, mereka melihat Luhan seonsaengnim tampak akan keluar dari kelasnya

“Lay! Itu Luhan seonsaengnim akan kemari”

“Kau disini dulu” balasnya

Lay pun kembali dalam posisi berdiri satu kakinya dan tepat saat Luhan seonsaengnim datang

“Lay! Mana Jaein?!” Tanya Luhan seonsaengnim

“Eh.. itu anu..”

“Anu, anu, anumu kenapa?*plak*” tanyanya lagi

“Itu, Jaein kecapean seonsaengnim, jadi dia istirahat duluan” jawab Lay pelan

“APAA??!! Kau ini dasar ya!! Saya memberikan hukuman kepada kalian supaya jera!! Kau sebagai siswa teladan sekolah ini seharusnya bisa memberikan petunjuk yang baik bagi siswa lain” semprot Luhan seonsaengnim sambil menjewer telinga Lay keras

“Aaaaww!! Adawww!! Aduuuhh,,, seonsaengnimmm,,, appo aihhh,,,, iya ampun ampun” pekik Lay sakit.

“Sebagai tambahan hukuman kau tidak boleh mengikuti pelajarannya Kyungsoo seonsaengnim!” bentaknya lagi. Tampak wajah imut Luhan seonsaengnim sudah berubah menjadi wajah sangarnya Kris.

Sementara Jaein yang tidak tega melihat Lay seperti itu berusaha berdiri, tapi Lay malah menatapi Jaein seakan berkata ‘Jangan keluar atau kau akan mati!’

‘Aish, dasar Lay. Kenapa harus seperti itu juga sih?’ rutuk Jaein

 

Lay tampak masih menjalani hukumannya itu. Beberapa anak yang beristirahat berbisik-bisik melihat Lay yang dihukum. Sementara yang dihukum hanya memasang wajah EGP aja ._.v

Tetapi saat Luhan seonsaengnim mendekatinya. Lay langsung merubah raut wajahnya.

“Baiklah, hukumanmu sampai disini. Jangan ulangi kesalahanmu lagi atau aku akan menyuruhmu untk menambal genteng sekolah yang bocor” kata Luhan seonsaengnim datar.

“Eh? Jinjja?” ucap Lay tidak percaya.

“Kalau bukan karena sahabat satu perjuanganmu yang memohon, aku tidak akan mencabut hukumanmu ini, Zhang Yi Xing” balasnya setelah itu berlalu pergi

Sedetik kemudian, Lay langsung jatuh terduduk di tengah lapangan.

“Aishh,, aku capek sekali” keluh Lay.

Tetapi sebuah cola dingin menempel begitu saja di pipinya. Membuatnya terkejut setengah mati

“UWAAA!!” jerit Lay sambil membalikkan badannya ke belakang dan melihat pelakunya sedang cengar-cengir

“Ya! Yoo Jaein! Kau ingin membuatku jantungan!” sentak Lay

“Ehehehe” cengir Jaein, si pelaku pemerkosaan*plak* *author dimutilasi* lalu ikut duduk di samping Lay

“Ngomong-ngomong, kau ya yang memohon pada Luhan seonsaengnim”

“Ne, waeyo?” Tanyanya balik

Dan

BLETAK

“Ya! Appo!”

“Dasar pabbo! Untuk apa kau memohon? Bikin malu saja” kata Lay lalu meminum cola dingin itu dalam sekali teguk

“Seharusnya kau bersyukur kan kau bebas dari hukuman. Dasar tidak tahu terima kasih!”

“Ya sudahlah. Kau bagaimana? Sudah baikan?” Tanya Lay

“Kau ini! Masih sempat saja memperhatikan orang lain. Lihatlah dirimu ini, sudah penuh keringat. Dasar!” rutuk Jaein sambil mengambil saputangan lalu, mengelap keringat yang ada di wajah Lay.

Sontak membuat Lay terkejut dan menatapi Jaein.

‘Heung? Kenapa jantungku berdebar begini? Ah, paling karena aku kelelahan saja’ ujar Lay dalam hati

Author POV END

Lay POV

Huahh,,, akhirnya pulang sekolah juga, ya. Benar-benar hari yang melelahkan, aku jadi ingin cepat-cepat beristirahat di rumah. Kulihat Jaein sedang menerima telepon.

“Lay, maaf ya, aku tidak bisa pulang bersamamu. Tiba-tiba saja aku dipanggil eomma untuk segera pulang. Mianhae Lay” ucapnya padaku.

Eh? Tidak biasanya.

“Arra, pulanglah duluan, kasihan eommamu”jawabku

“Gomawo Lay. Annyeong^^” ujarnya lalu berlari marathon.

Yah, aku tidak ada teman pulang kali ini. Jadi, lebih baik aku berjalan-jalan sebentar. Hitung-hitung buang stress, hahaha.

Aku melangkahkan kakiku menuju taman yang berada tidak jauh dari sekolahku. Taman itu mempunyai air mancur di tengah-tengahnya.

Kududukkan diriku di bangku taman yang menghadap kea rah air mancur. Kutarik nafasku dalam-dalam, dan kuhempaskan. Menjadi seorang pelajar memang sangat berat ya?

Tapi, saat aku sedang merefleksikan diri, samar-samar aku melihat sebuah benda berwarna pink di sela-sela pancuran itu.

Perlahan aku mendekat untuk memastikan benda itu apa.

Eh?Sebuah kertas?

Aku membuka kertas itu dan benar saja, ada tulisan di dalamnya.

Annyeong^^

Kau tahu, kau beruntung sekali bisa mendapatkan surat dariku ini. Karena aku ini orangnya limited edition loh. Hanya ada satu di dunia.

Bisakah kita berteman? Yah, walaupun sahabat pena saja hahahaha

Aku tersenyum melihat isinya. Tanpa sadar aku mengambil secarik kertas biru dari dalam tasku dan menuliskan balasan untuk orang yang menulis surat itu.

Setelah kulipat, kuletakkan surat biruku di tempat surat pink tadi.

Kemudian aku tersenyum lagi. Sepertinya aku akan mendapatkan teman pena.

Karena hari sudah sore, aku putuskan untuk pulang saja dan berhibernasi sampai besok pagi. Lagipula, besok tidak ada tugas, kan? Semoga saja si gembul itu tidak mengganggu acara istirahatku besok.

Lay POV END

Keesokan Harinya

Jaein POV

Dodododo lalalala trililili,, hari ini moodku bagus sekali. Jadi, sambil menunggu Lay datang menjemputku. 5 menit kemudian, Lay datang, dan kali ini kami tidak bersepeda, jadi santai saja.

“Ya! Kenapa kau senyum-senyum begitu? Kau membuatku takut” kata Lay. Aishh, anak ini.

“Apa salah kalau aku sedang senang? Lagipula aku dalam mood yang baik sekarang. Aku sedang tidak mau berkelahi denganmu, keripik” balasku santai.

“Terserahlah, memang ada apa sampai kau senang hari ini? Eommamu membelikanmu helikopter? Atau kau ditunangkan dengan Greyson Chance?” Tanya Lay ngawur, ada-ada saja.

“Bukan itu. Kau ini aneh sekali.” Jawabku.

“Lalu apa?”tanyanya lagi.

“Mau tahu atau mau tahu banget?” kataku

“Kok gitu sih?”

“Habisnya kau kepo sekali jadi orang”

“Aku kan hanya ingin tahu. Apa tidak boleh ya kalau sahabatmu yang tampan ini ingin tahu kegembiraanmu?” rajuknya.

“Tampan apaan. Nenekmu tampan” ejekku, yah, walaupun memang dia tampan sih.

“Lagipula, aku belum bisa memberitahukanmu sekarang, Lay. Yang pasti, aku mendapat teman baru” jawabku.

“Oh begitu ya? Baguslah” ujarnya cuek

“Ya! Kau jangan merajuk seperti itu. Seperti anak kecil saja”

“Terserah kau”

“Iya iya maaf. Nanti aku belikan keripik kesukaanmu”

“Oh”

“Aishh”

Dasar Lay, sukanya merajuk mulu. Aku gembira, karena kemaren aku iseng meletakkan surat pinkku di pancuran air taman dekat sekolah. Dan seseorang membalas suratku itu,

Tentu saja kita bisa berteman, kenapa tidak?^^

Sepertinya kau orang yang humoris, pasti kita bisa berteman dengan baik.

Senang bisa mengenalmu^^

Setidaknya itu isi dari surat biru yang ada di pancuran kemaren.

Hahaha,, sepertinya aku mendapat satu teman lagi selain Lay.

Jaein POV END

Author POV

Sudah satu minggu sejak keisengan Jaein meletakkan surat dibawah pancuran dan berkirim surat dengan sahabat penanya yang baru, tanpa tahu kalau orang yang selama ini berkirim surat itu adalah Lay sendiri.

Hari ini, Lay dan Jaein sudah berada di café Ice Cream. Lay mentraktir Jaein es krim karena dia kalah taruhan bermain Playstation. Dengan begitu, gelar Queen of Game disandang oleh Yoo Jaein, sebagai pendamping Kyuhyun #plak

“Cepat pesan es krim sebanyak dan sesukamu. Aku sibuk” kata Lay cuek

“Hemm,, aku pesan ES Krim Stawberry 2 cup, Pandan satu Cup, Berry 3 cup, Kiwi 2 cup dan Chocolate 5 cup” pesan Jaein pada pelayan yang menulis pesanannya sementara wajah Lay semakin lesu, karena uang sakunya akan menipis.

Lagipula dia menyesali persetujuannya saat taruhan, kalau dia menang, dia akan mendapatkan 25 bungkus keripik kesukaannya dan parahnya, dia lupa kalau Jaein mahir dalam bermain game, apalagi Jaein itu Food Fighter, tapi biar gembul, Jaein tetap kurus-kurus aja ‘-‘

“Lay-ah, kau tidak mau pesan es krim”

“Tidak” jawab Lay datar

“Aishh”

Tidak lama kemudian, pesanan Jaein datang hingga memenuhi meja mereka. Dengan mata berbinar pula, Jaein langsung menyantap es krim itu dengan nikmat

“Selamat makaaannn~^^”

Sementara Lay menatap Jaein aneh, lalu segera memainkan ponselnya lagi, waktu author intip, lagi pesbukan ternyata namanya “L4Y cH4y4Nk Qh4mU3” , silakan di ADD ._. *author dikubur*

“Lay”

“Apaan?” sahut Lay cuek

“Jangan marah dong”

“Ehm”

Jaein mengerucutkan bibirnya dan meletakkan sendok esnya.

“Jangan ngambek gitu dong” kata Jaein manja semeentara yang diajak ngomong cuma diam.

“Lay juga harus ikut ngehabisin es krim ini” lanjutnya lagi lalu mengambil es krim Chocolate dengan sendoknya

“Sini aku suapin Lay, aaam~” ujar Jaein sambil mengarahkan sendok esnya kepada Lay

“Aishhh,,, Kau apa-apaan sih?” sentak Lay

“Lay jangan marah ya? Ayo sini, kita makan es krim sama-sama” kata Jaein sambil mengeluarkan puppy eyes-nya

“Arra arra” balas Lay pasrah, karena dia tidak tahan dengan Puppy eyesnya Jaein

“Asyikk,, nah Lay makan ya, aam~”

Dengan agak berat hati juga Lay menerima suapan Jaein, kan dilihat banyak orang, malu.

“Kau ini makannya pelan-pelan dong. Itu ada es krim di bibirmu” kata Lay sambil membersihkan bibir Jaein menggunakan ibu jarinya.

Mata mereka berdua bertemu. Bisa dirasakan Jaein terkejut dan pipinya kini semerah cabe(?)

Sementara Lay kini mulai yakin akan perasaannya

‘Benar, ini bukan hanya perasaan terhadap sahabat. Aku.. aku mencintai Jaein’

 

Sehabis mengantarkan Jaein pulang, Lay langsung memutar haluan menuju taman dekat sekolah. Mendudukkan dirinya di bangku biasa dan mulai menulis di kertas birunya sambil tersenyum.

Dan ini percakapan mereka selama satu minggu setelah acara makan Esnya Jaein dan Lay dan author berhasil mencuri surat surat itu dari mereka berdua*author kabur duluan*

 

Hei, kau tahu, aku merasa kalau aku sedang jatuh cinta sekarang.

Bagaimana menurutmu?

 

Jinjja?

Jatuh cinta?

Siapa yeoja beruntung yang berhasil menaklukkan hatimu itu, kawan. Pasti dia manis sekali J

 

Kau benar, dia manis sekali, sikap manjanya membuatku jatuh hati padanya.

Yeoja itu adalah sahabatku sendiri, dan aku tidak yakin dia juga memiliki rasa yang sama padaku.

Aku takut kalau setelah aku menyatakan perasaanku, persahabatan kami menjadi renggang L

 

Hei, kau itu namja atau bukan sih?!

Bagaimana kalau kau terus menerus memendam perasaanmu, lalu ada namja lain yang menyatakan perasaannya pada sahabatmu itu, apa kau akan merelakannya?

Nyatakan saja secepatnya, setidaknya itu membuat hatimu lega sedikit dan dia tahu akan perasaanmu.

Sebelum terlambat, ya ‘-‘)b

 

‘Dia benar, bagaimana kalau ada namja yang merebut Jaein dariku?’ pikir Lay

 

Sepertinya kau benar.

Kau menyadarkanku, Gomawo^^

 

Oh iya, aku juga sama sepertimu, aku juga sedang jatuh cinta, mungkin?

Soalnya aku selalu berdebar jika bersamanya, dan dia selalu peduli padaku, bahkan sampai membuatnya seringkali tidak memikirkan dirinya sendiri.

Dia juga sahabatku^^

 

Benarkah?

Sepertinya kita sama ya^^

Kita harus saling mendukung ‘-‘)9

 

Kau benar, semoga saja kita berhasil ya, Teman^^

 

Author POV END

Jaein POV

Aku senang sekali, karena aku mempunyai sahabat pena yang senasib denganku. Dia bilang dia jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri, maka aku menyemangatinya supaya dia bisa menyatakan perasaannya itu pada yeoja yang dia suka.

Aku juga sedang jatuh cinta, dan sama halnya dengan sahabat penaku, aku mencintai sahabatku, Lay. Aku tidak tahu kenapa aku bisa jatuh cinta dengannya. Mungkin kedekatan kami selama ini membuatku jatuh cinta dengannya.

Tapi dia tidak mungkin memiliki perasaan yang sama denganku. Paling dia menganggapku hanya sebatas sahabat. Lagipula, aku sudah banyak membuatnya jengkel.

Aku masuk ke dalam rumah dengan wajah seperti biasanya. Kulihat eomma dan appaku duduk di ruang tengah, ada apa ya?

“Eomma, appa, sedang apa disini?” tanyaku

“Kebetulan Jaein, ada yang eomma dan appa ingin bicarakan denganmu” ujar eommaku serius sementara aku hanya mengangkat satu alisku. Bingung

“Duduklah dulu, Jaein” ujar appaku lembut

Akupun menuruti apa yang dikatakan appaku dan duduk diseberang appa dan eomma

“Memangnya ada apa eomma?” tanyaku

“Eomma dan appa sedang mempertimbangkan permintaanmu dua tahun yang lalu, dan kami akan mengabulkannya” kata eomma serius

“Eh? Permintaan dua tahun yang lalu? Yang mana eomma?”tanyaku. aku tidak ingat aku pernah meminta sesuatu pada appa dan eomma. Kulihat eomma menghela nafas.

“Bukannya satu tahun yang lalu kau memohon pada kami untuk masuk universitas Harvard di Inggris jurusan desainer?” ujar Appa. Aku terlihat berfikir, dan kemudian ingat saat aku merengek pada eomma dan appa untuk menyekolahkanku di Harvard.

“Ah, tapi aku sudah tidak berminat lagi eomma” balasku seadanya

“Tapi eomma dan appa sudah mendaftarkanmu di sana. Lagipula kau diterima di sana” jawab eommaku. Sontak aku terdiam.

“Kenapa eomma tidak pernah membicarakan ini denganku? Kenapa eomma mendaftarkanku tanpa persetujuanku?” ucapku pelan

“Ini lebih baik Jaein. Lebih baik kau berkemas, karena lusa kau harus segera pergi ke sana” balas appa pelan

Dengan cepat aku berlari menuju kamarku yang terletak di kamar atas, air mataku tak bisa dibendung lagi. Appa dan eomma benar-benar kejam! Walaupun aku tahu, bila aku bersekolah disana, maka cita-citaku menjadi seorang desainer akan terwujud.

Tapi itu berarti, aku harus meninggalkan Lay.

Setelah berhasil meredakan tangisku, aku langsung mengambil iPadku dan mencari nama contact sahabatku itu.

Turururururut

KLIK

‘Yeoboseyo?’

“Yeoboseyo, Lay, apa besok kau sibuk?” tanyaku pelan

‘Ani, besok aku tidak punya kegiatan apa-apa. Waeyo?’

“Bagaimana kalau kita berjalan-jalan besok?”

‘Ide bagus, kebetulan aku bosan di rumah. Ne, besok kujemput kau.’

“Ne Lay, gomawo”

‘Cheonma’

KLIK

Langsung kuputuskan sambungan telepon itu.

Semoga besok menjadi hari perpisahan yang indah, Lay.

 

Keesokan Harinya

“Jaein-ah, kajja”

“Ne”

Aku dan Lay berjalan beriringan, tiba-tiba saja keadaan menjadi awkward. Lay diam, akupun diam. Berfikir, bagaimana bisa aku meninggalkan orang di sebelahku ini.

“Eumm, Jaeih, kita mau kemana?” tanyanya membuyarkan lamunanku

“Eh? Bagaimana kalau kita ke berbelanja di Myeongdong saja?”

“Baiklah, kajja” ucapnya riang sambil menarik lenganku pelan.

Setelah sampai di Myeongdong, kami langsung berbelanja. Kebanyakan kami membeli barang yang berbau couple, seperti, jaket, topi, gantungan kunci deelel ._.(?)

Tak terasa hari sudah sore, dan aku masih belum mau pulang, karena besok aku harus pergi.

“Kita mau kemana lagi, Jaein?” Tanya Lay

“Eumm,,, bagaimana kalau kita ke Namsan tower saja” tawarku

“Hem, baiklah, lagipula aku tidak pernah kesana semenjak pertemuan pertama kita.hahaha” candanya, sementara aku hanya tersenyum miris.

Kamipun menuju Namsan Tower, dan menikmati pemandangan dari atas.

“Mau memasang gembok?” tanyaku

“Boleh, tapi, apa yang harus kita tulis ya?” ujarnya sambil berfikir.

“Ah bagaimana kalau ini saja” katanya mengejutanku, membuatku sedikit melonjak saat dia merebut gembok dari tanganku

“Nah, selesai” sambutnya riang, kulihat tulisannya.

Jaein & Lay

Forever

Aku kembali tersenyum miris, sakit. Tapi mau bagaimana lagi, ini demi cita-citaku.

“Bagus, ayo kita gembok” ujarku (berusaha) senang.

“Oke ‘-‘)b” jawabna

Dan

KLIK

Kini gembok kami terpajang indah bersama gembok-gembok lainnya. Kamipun melanjutkan memandangi kota Seoul dari atas. Sungguh indah, apalagi bersama orang yang kita cintai.

“Lay”

“Ne?”

“Ini untukmu”

Kuberikan padanya sebuah boneka Unicorn putih berukuran sedang.

“Kupikir kau cocok dengan unicorn ini, Lay.” Kulihat wajahnya bingung

“Eh?”

“Karena kau selalu menolongku disaat aku membutuhkan pertolongan, dan selalu ada untukku”ujarku sambil memberikan senyum terbaikku.

Kulihat dia tersenyum sangat indah dengan lesung pipit di pipinya.

“Gomawo Jaein-ah”

Aku berusaha untuk menahan agar tangisku tidak pecah. Lay tidak boleh tahu. Maafkan aku, Lay.

“Boleh aku memelukmu?” tanyaku pelan

“Tentu saja boleh, kenapa tidak?” ujarnya dengan nada bercanda

Langsung saja aku memeluk tubuh hangat itu erat. Sekedar menguatkan tekad keberangkatanku besok.

“Gomawo Lay”

“Untuk apa?”

“Untuk semuanya” jawabku.

“Heung, sepertinya kau kedinginan Jaein, bagaimana kalau kita pulang?” katanya

Akupun melepaskan pelukanku.

“Baiklah” ucapku sambil tersenyum

 

Keesokan Harinya,

Aku sudah bersiap untuk berangkat, dengan koper besar berwarna biru di sebelahku.

“Baiklah eomma, appa, aku berangkat dulu. Annyeong” salamku kepada orangtuaku dari dalam taksi

“Ne, Jaein, belajarlah yang rajin” ujar appaku sambil melambaikan tangannya.

Tetapi, terlebih dahulu aku menyuruh supir taksi untuk mampir sebentar ke taman dekat sekolah.

Aku berjalan pelan kea rah pancuran air itu, kemudian menatapi kertas pink di tanganku.

Air mataku kembali jatuh, dan dengan perlahan aku meletakkan suratku itu disela-sela pancuran.

Aku terdiam, dan kemudian melangkahkan kakiku kembali ke taksi.

“Mianhae. Jalgayo, Lay. Saranghae”

Jaein POV END

Lay POV

Setelah selesai berlari pagi, aku berjalan menuju taman dekat sekolah, beristirahat sebentar sebelum aku pulang ke rumah. Aku tersenyum mengingat kejadian kemaren, saat aku berjalan-jalan bersama Jaein. Benar-benar kenangan yang indah.

Tapi, aku menghentikan langkahku, aku melihat seorang yeoja berdiri didepan pancuran air. Bukankah itu Jaein?

Kulihat dia menangis dan kemudian dia menyelipkan kertas pink disela-sela pancuran itu.

Jadi selama ini aku bersurat-suratan dengan Jaein?! Tapi kenapa dia menangis?

Kulihat lagi dia melangkah pergi dan memasuki sebuah taksi.

Aku mendekat ke arah pancuran air itu dan mengambil kertas pink itu lalu mulai membacanya,

Kawan, maafkan aku.

Sepertinya aku tidak bisa bersurat suratan lagi denganmu. Karena aku harus melanjutkan pendidikanku ke Inggris, dan aku akan berangkat hari ini.

Maafkan aku, ya. Tapi jangan lupakan aku sebagai sahabat penamu ya.

Oya, kau ingin tahu siapa orang yang kucintai selama ini? Sebenarnya aku tidak ingin pergi meninggalkannya, tapi aku harus mencapai cita-citaku sebagai seorang desainer.

Namja itu adalah, Zhang Yi Xing, dan aku sangat mencintainya.

Baiklah, selamat tinggal, sampai bertemu lagi, kawan^^

 

Aku langsung berlari menuju jalan raya dan menghentikan taksi

“Ke Bandara Incheon! Ppali!” ujarku panic pada supir taksi.

Ternyata selama ini Jaein memiliki perasaan yang sama denganku. Tidak, dia tidak boleh pergi. Tidak boleh!

Sesampainya di bandara, aku langsung mengedarkan pandanganku, tapi aku tidak menemukan seorangpun yang berpostur seperti Jaein.

Aku memutuskan untuk bertanya pada seorang pramugari yang lewat di depanku

“Chogiyo, apa pesawat penerbangan Inggris sudah berangkat?” tanyaku ragu-ragu

“Inggris? Baru saja berangkat 5 menit yang lalu” jawab pramugari itu.

“Jinjja? Gomawo” ucapku pelan

Setelah pramugari itu berlalu pergi, tangisku tidak bisa terbendung lagi.

Sakit.

Kenapa aku terlambat menyatakan perasaanku? Pabbo!

Aku mengeluarkan sebuah benda dari sakuku.

Cincin yang rencananya akan kugunakan untuk menyatakan perasaanku sekaligus melamarnya. Tapi itu sudah tidak berarti lagi.

Jaein sudah pergi.

“Kajima Jaein-ah, saranghae” ucapku lirih

 

5  Years Later

“Ya! Lay, kau mau kemana?”

“Aku mau membeli es krim dulu, Kai-ah”

“Baiklah”

Aku melangkahkan kakiku menuju kedai es krim yang ada di dekat taman. Tentang es krim, bagaimana kabar Jaein sekarang? Apa dia masih mengingatku?

“Es Krim chocholatenya satu ya, aggashi” ujarku pada ahjumma penjual es.

Tiba-tiba ada seorang yeoja berdiri di sebelahku, dengan kacamata hitam menutupi matanya, rambut yang tergerai indah, dengan mantel bulu dan sepatu boots hitam..

“Tolong es krim chocholatenya satu” ujarnya memesan pesanan yang sama denganku.

Tapi sepertinya suara ini tampak familiar, seperti…

Aku memalingkan wajahku kea rah yeoja itu. Kacamatanya sudah terlepas, dan melihatku sambil tersenyum

“JAEIN?!”

“Hello Lay, long time not see you”

Lay POV END

Jaein POV

Kami berdua duduk di bangku seberang pancuran air. Sedari tadi kami hanya diam. Sampai dia mencoba untuk membuka suara,

“Kapan kau datang”

“Baru saja” ucapku singkat

“Kenapa tidak memberitahuku?” tanyanya dingin

“Lupa” jawabku sambil cengengesan

Sementara Lay tampak kesal dengan jawabanku, mengalihkan pandangannya ke iPad putihnya. Merasa dicueki, aku yang membuka pembicaraan.

“Lay”

“Apa” jawabnya datar

“Aishh,, kau ini masih sama seperti dulu, suka ngambek”

“Terus apa pedulimu?”

Ya ampun anak ini memang tidak bisa berubah

“Lay”

“Apalagi?”

“Kau sedang apa sih? Seru sekali” kataku basa-basi.

“Kau tidak lihat aku sedang apa?” katanya cuek sambil mengangkat iPadnya

Aku mencoba meredan emosiku

“Kau sudah makan?”

“Aku akan memakanmu setelah ini”

Baiklah, emosiku kini mencapai ubun-ubun

“Apa kau merindukanku?” tanyaku, kulihat dia terdiam.

“Menurutmu, apa aku tampak seperti merindukanmu?” tanyanya balik

Dan aku berancang-ancang untuk pergi, Lay gila!

Tapi kegiatanku terhenti saat dia mengeluarkan kertas biru dan menulis sesuatu di sana. Tunggu, sepertinya aku tampak familiar dengan kertas itu.

Srtelah selesai menulis, kulihat dia melipat kertas itu dan berjalan menuju pancuran yang ada didepan kami. Lalu menyelipkannya, jadi selama ini…

“NEOO??” pekikku

Lay kembali duduk di sebelahku sambil menatapku biasa.

Dengan cepat berjalan menuju pancuran itu dan membaca kertasnya

Hei kawan, kau tahu?

Orang yang kucintai sudah kembali^^

Aku mengeluarkan smirk-ku lalu kembali berwajah biasa dan duduk di sampingnya.

Kemudian dia mulai berbicara,

“Apa kau menyukaiku?”

“Tidak, aku tidak menyukaimu”ujarku cuek

Kulihat dia terkejut dan raut wajah kekecewaan tampak jelas di wajahnya. Rasakan itu, Lay!

“Aku tidak menyukaimu, tapi aku mencintaimu. Sangan-sangat mencintaimu” ujarku pelan

Lay tersentak dan mengalihkan wajahnya kepadaku. Sementara aku hanya tersenyum penuh arti.

“Jinjja?”

“Yes, of course”

Tapi kemudian aku terkejut saat dia berjongkok di hadapanku, dan kemudian mengeluarkan sebuah cincin emas sederhana tapi elegan lalu, memegangi kedua tanganku.

“Jaein, would you be my heart, my half of life, my sweetheart, my wife and be my destiny, forever?” tanyanya.  Kulihat raut keseriusan dari matanya. Aku tersenyum

“Yes, I would to be yours, Zhang Yi Xing” jawabku yakin.

Lay tersenyum manis, kemudian menciumi tanganku lembut dan memasangkan cincin emas itu di jari manisku.

“Saranghae Yoo Jaein”

“Nado saranghae, Lay”

Dan percakapan kami berakhir dengan kecupan manis.

 

-END-

Waduh, maaf ya FF-nya aneh + Gaje ._.

But, mind to RCL please? J

Yah, nantikan FF selanjutnya dari author, bye-bye *kisseu*

^^

Iklan

14 pemikiran pada “Words of Love

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s