500 Miles

500 Miles

Author : Ryo

Genre : Romance

Length : -___-“

Cast : Xi Luhan,A Ling(OC)

Ω : Flashback on/off

Warning!Unknown POV

 

500miles

 

Jika kau mendengar peluit panjang,itu artinya kereta sudah melaju lagi.Kau hanya bisa memandangi gerbong yang melaju cepat.Atau kau memejamkan mata dan sibuk mendengar jerit rel yang dirayu roda kereta.Kau tak mengejarku,atau sekedar menepuk punggung dan berkata selamat tinggal.Kau tak menahan satu jejakpun.

 

Dan gerbong-gerbong yang mengait itu telah menjauh beratus-ratus mil.

Kalau peluit panjang itu mulai bersiul lagi,kau kehilangan diriku.

Dapatkah kau mengira apa yang dilakukan orang itu,pagi-pagi sekali sudah mengunjungi stasiun kereta api?Tanpa tujuan atau keinginan untuk menaikinya sama sekali.Memandangi ujung ke ujung rel,sambil bersenandung dengan bibirnya yang selalu pucat itu.

 

Kau bisa menyebutnya orang beruntung.Tak ada kereta yang menyentuh badannya sejengkalpun.Menghempaskan tubuhnya jauh beratus-ratus mil,dengan luka atau bahkan tanpa nyawa lagi.

 

Orang itu,berjalan jauh 500 mil dari tempat tinggalnya hanya untuk pergi kesana.Memandangi kilatan besi di jembatan yang terkena pantulan cahaya matahari pagi yang sudah terik.Dia melakukan ini setiap hari,dengan menggenggam surat yang nampak lusuh—terduduk di dekat jembatan.

 

“A Ling..”

“500 mil itu jarak yang jauh ya?”

“Kenapa kau tak datang juga?Sudah kubilang jangan tertinggal kereta lagi.”

Kuil yang menjadi tempat kami bermain kini nampak sangat indah dengan tumbuhan yang melilit lekat di pagarnya.Aku mengajaknya untuk bertemu,karena aku rindu.Belakangan waktu yang kupunya kugunakan untuk membantu Bibi di Pasar,atau mendaki gunung bersama klub pecinta alam.

 

A Ling.

 

Menyebutkan namanya saja membuat hatiku meledak-ledak.Rasanya seperti kupu kupu menari diperutku.Walaupun ia bukan perempuan dengan sifat keibuan,atau wanita yang senang mengikir kukunya.A Ling mempunyai pesona yang tak tergantikan.

 

“Luhan..”

 

Aku menoleh,mendapatinya tengah berdiri sambil memegang setangkai bunga krisan.Aku tersenyum lalu merundukan kepala.Gemetar hebat tubuhku dan rasanya aku mau kabur saja.Tapi kalau kabur,sama saja aku mengingkari janji.Hari ini aku meminta A Ling untuk menemaniku berkeliling.

 

“Lulu?Kenapa diam sih!Aku kan sudah capai-capai kesini!Kamu malah mendiamkanku.Kalau begini,aku pulang saja.Dah Lulu..”

 

Dengan sigap kutahan langkahnya dengan memegang bahunya.Sekuat tenaga aku menahan rasa takut dan nervous yang menjalari tiap nadiku.A Ling menghadap ke arahku dan memelukku.Rasanya aku lupa cara bernafas.Di dekapnya tubuhku yang bau matahari ini.

 

“Lulu.. Hǎojiǔ bùjiàn(lama tidak berjumpa). Wo xiang ni(Aku rindu padamu).”

 

Dengan senyum yang kubuat setampan mungkin,kuberanikan untuk menatap lekat-lekat brown eyesnya.

 

“Benarkah?”

Dia mengangguk masih melingkarkan tangannya di pundakku.Aku melepas pelukannya.

“Kau mau membuatku mati muda A Ling?Jantungku sudah lelah untuk berkontraksi.”

A Ling tertawa,manis sekali.Bunga Krisan yang tadi dibawanya ia selipkan di telingaku.

“Well,Lulu.Aku selalu iri denganmu.Kenapa kau harus jauh lebih cantik dariku,huh?”

Aku terkekeh pelan.“Aku ini lelaki,A Ling.Seharusnya kau menyebutku ‘Lulu yang tampan’.”

“Ya Tuhan,si Rusa ini mulai narsis lagi..”

“YAA!Jangan memanggilku rusa!Haish..sudahlah.Ayo,pergi berjalan-jalan.Lama-lama disini aku habis di cecarmu.”

“Memangnya kau sendiri tahu apa itu cinta?Belaga jatuh cinta segala..”

“Lu,aku kan sudah 17 tahun.Aku juga mengerti kok..”

Aku menghela nafas,perlahan nyeri di dada itu datang lagi.A Ling mulai menceritakan pria yang ia sayangi.Tampan,menawan dan yang pastinya anak bangsawan.Mana mungkin A Ling mencintai lelaki sepertiku.Lelaki yang hanya punya uang recehan yang gemerincing di kantungnya.

“Ya..ya..huh,aku bosan.”Ujarku mengalihkan pembicaraan.“Kau bosan mendengar ceritaku?”Tanya A Ling.Aku menggeleng.Tak sepenuhnya jujur,memang.Aku bosan mendengar celotehannya tentang lelaki itu.

“Hh..jangan berbohong Lu.Aku sudah bersahabat denganmu selama 10 tahun.Aku tahu persis gelagatmu.Baiklah,aku tidak akan menceritakan lelaki itu lagi.”

Mataku mengerling menatap wajahnya yang agak murung dengan responku.Kuberanikan diri mengacak pelan rambutnya.“Kau boleh menceritakan hal apapun denganku,walaupun selama beratus atau beribu-ribu kali aku tak akan pernah bosan.Karena tanpa celotehmu yang cerewet itu—“Ah,gawat.Aku harus bicara apa?

 

“Kenapa?”

“Pokoknya nggak asyik.”

“Oooh..”

 

Siapapun menginginkan perjalanan cintanya berakhir dengan bahagia bukan?Seperti kisah-kisah dongeng yang tercetak di buku tebal dengan banyak warna.Akupun ingin begitu.Kisah cintaku berakhir dengan kebersamaanku dan A Ling,membuat keluarga kecil lalu sampai ke cucu-cucu dan cicit.

 

Aku memang terlalu muluk.

“A Ling.Aku juga punya perempuan yang kusukai..”

“Ah?Benarkah?Ceritakan padaku.”

“Tapi..ini rahasia.Hanya kau,aku dan kawanan burung disana yang tahu.”

A Ling menatapku penasaran.Kata-kata yang mulus meluncur dari bibirku,pendeskripsian seorang perempuan yang tak lain ialah A Ling.

“Lulu..namanya siapa?”

Aku tahu cintaku pada A Ling takkan pernah bisa bersatu.Karena hanya ada aku yang mencintainya lebih dari apapun.Walaupun aku tak pernah menunjukannya selama ini,seperti lelaki lain yang terang-terangan berlaga heroik di depan A Ling.Tapi,aku tidak bisa menahan ini lebih lama lagi.

“A Ling..”

Kawanan burung yang terbang kini tak pernah kembali bertengger di dahan itu lagi.Mereka sibuk membuat sarang di tempat lain yang lebih nyaman.

 

Sejak saat itu,A Ling tak pernah lagi kembali.Aku selalu melihatnya datang ke sekolah,tapi tak pernah sekalipun ia menghampiri atau tersenyum padaku.Aku hanya bisa menatap punggungnya yang berjalan menjauh bersama pria yang ia inginkan.

 

Pria itu,aku memang tak tahu namanya.Aku tak kan mendoakan keburukan untuk A Ling.Aku mendoakan,agar angin menyampaikan..semoga berbahagia.

 

A Ling,

Terus lah melangkah dengannya

Jangan pedulikan derap langkahku yang bunyinya memudar

Aku terlalu percaya diri,benarkan?

Mana mungkin kau akan mengejarku

Menghentikan jarak yang membentang antara kau dan aku

Kalau peluit panjang itu mulai bersiul lagi

Kau akan kehilangan aku,dan aku akan kehilanganmu

Dan peluit itu hanya terdengar dalam jarak 100 mil

Lalu aku kirimkan berbagai pesan di derasnya air yang mengalir

Bahwa aku selalu merindumu

Sesal yang kubawa di pundak ini selalu saja menghantui.Andai saja surat itu tak pernah kusampaikan,dan aku pergi tanpa jejak meninggalkanmu.

 

Aku sudah mengatakan bahwa kau jangan mengejarku lagi,biarkan saja aku berlalu bak angin.Tapi kau tak menghiraukanku.

 

Aku sudah naik kereta dan kau tiba-tiba datang dari arah belakang.Lari sempoyongan dengan membawa secarik surat itu.Aku ingin sekali melompat dari sini,lalu menghampirimu dan berkata aku tidak akan pergi.Tapi egoku terlalu besar.Ego untuk berhenti menyelami perasaanku padamu lebih dalam.

 

Peluit panjang itu bertiup dan semilir angin dari jendela kecil di kereta mulai masuk.Aku memejamkan mata,mencoba sama sekali tak memikirkanmu.Ini bahkan belum 100 mil dan kereta ini sudah berhenti.

 

Dan kau tahu apa alasan kereta itu berhenti?

 

Mungkin ini hanya keterlambatan saja bukan?Kerusakan mesin.

 

Tapi kali ini yang rusak justru hatiku.

 

Tersayat melihat kamu yang terjerembab ke jembatan rel dan tergilas,wajah dan tubuhmu itu kini tak lagi menyatu dengan jiwamu.

 

A Ling..

Sudah kubilang kan,jangan mengejarku.

“Tapi sekarang kau selalu menungguinya Hyung..Dia kan sudah tidak ada.”

Ne,aku tahu mungkin orang akan menganggapku gila bukan?”

Ani Hyung.Hanya saja..kita tak boleh terlena dengan impiankan?Hidup dalam angan-angan itu menyedihkan Hyung.Apa lagi kau mengharapkan orang yang tinggal di lubuk hatimu itu untuk kembali.”

“Hh..kau benar Sehun.Tapi..”

“Apa Hyung?”

“Kau juga!Hidup yang benar!Habiskan dulu susumu!”

“Ya Hyung!Tapi susu 500 mil itu terlalu banyak..Aku sudah kenyang.Jebal Hyung..”

“Ah,baiklah.Tapi besok harus kau habiskan ya?”

“Ne Hyung!”

 

Kereta yang berlalu itu tak pernah membawa kabar tentangnya lagi.Aku pun mencoba menghapus dalam-dalam wajah A Ling dari kehidupanku.Setidaknya kini aku tak sendiri lagi.Ada Sehun,adik kelasku yang belakangan ini selalu menemaniku.

 

Ia manis,sifatnya persis A Ling.Hanya saja ia lelaki,lelaki paling manis sedunia.

 

Tapi,apa boleh buat.Perasaanku kini sudah mengait padanya.

 

Oh Sehun,selamat datang di hidupku.

Kini tak ada lagi kisah cinta yang terpisah jarak 500 mil.

Hanya ada kisah yang manis,dengan susu 500 mil.

**

 

Ih ini apaan coba?>< Gagal total deh kali ini.Biarin ah,hehehe.Itu ceritanya Luhan sekarang udah tinggal di Korea sama anggota host club.Dan kelanjutan cerita Sehun sama Luhan itu ada sambungannya sih.Masih di EXO HOST CLUB.

22 pemikiran pada “500 Miles

  1. Nice Story. Awesome Word. You must be a wonderfull writer.

    Good Job!
    Ditunggu FF lainnya. With the same FANTASTIC ending and feeling.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s