Broken Vow

 Broken Vow

Author: AeRi (@kim_anik)

Genre : Romance, angst

Length:  drabble

Cast: Kris or WuYiFan; D.O (minor cast)

Note: FF ini terinspirasi dari sebuah lagu berjudul ‘Broken Vow’

Sangat disarankan untuk membaca ff ini sembari mendengarkan lagu Broken Vow tersebut yang dinyanyikan oleh Josh Groban dan juga Lara Fabian (it’s a same song, but different singer) ^_^

broken vow copy

 

—Broken Vow—

 

Cafe itu tampak tak terlalu ramai, hanya beberapa tamu yang tengah menikmati waktu teh mereka, termasuk sepasang manusia yang duduk di ujung ruangan, dekat jendela.

 

Sang pria, mengerutkan keningnya seperti menahan sesuatu, tangannya terkepal, Ia tahu hari ini akan terjadi, sebuah takdir  yang ingin dihindarinya.

 

Wanita dihadapannya menunduk, “Mianhae…” Ia melepas cincin di jari manisnya, meletakkannya di atas meja, tepat di atas beberapa lembar kertas, surat perceraian.
“Minahe Kris Oppa, aku tak bisa lagi melanjutkan pernikahan kita.”

 

“Apa karena pria yang kulihat bersamamu tempo hari?” Tanyanya, setengah berusaha menyangkal kenyataan yang telah dilihatnya.
Ia tahu, wanita miliknya -setidaknya yang dulu  ia rasakan- tak lagi berada dalam pelukannya. Ia telah jatuh untuk pria lain.

 

Tell me his name
I want to know
The way he looks
And where you go
I need to see his face
I need to understand
Why you and I came to an end

 

Wanita itu mengangguk, “Namanya JoonMyeon. Ia adalah pria yang telah lama  kucintai, bahkan sebelum aku mengetahui dirimu dan perjodohan kita.” Ia menjelaskan, tak ada lagi kebohongan disana.

 

Kris memejamkan matanya, sekuat tenaga menahan emosi yang bergejolak. Haruskah ia merasa marah, kecewa, merasa dihianati?

 

“Kupikir ketika aku menikah dengan Oppa, aku akan bisa mencintai Oppa. Namun, aku salah. Aku tak bisa, meski aku telah berusaha. Dan untuk kesekian kalinya, aku ingin bertindak egois. Aku ingin kembali ke pria yang kucintai, dan mencintaiku.”

 

Tak bisakah aku juga bertindak egois? Melarangmu untuk pergi. Aku juga mencintaimu’

 

Diam, wanita dihadapannya telah menyelesaikan rentetan kata-kata yang bagaikan ribuan jarum di hati pria berambut pirang itu.

 

“Jika tak ada lagi yang ingin dibicarakan aku pamit dulu. Jeongmal mianhae, atas perbuatanku, keegoisanku. Annyeong, Kris-ssi.”
. Dan ia pun pergi, meninggalkan Kris sendiri.

 

‘Semuanya telah berakhir, ia telah pergi.’

 

I let you go
I let you fly
Why do I keep on asking why
I let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow

 

Kris menatap kosong lembaran berkas-berkas perceraiannya. Seringaian pedih terlukis dibibirnya,
‘Hanya perlu tanda tangan kan?’ 

 

“Hyung, kau baik-baik saja?” Seseorang menepuk pundaknya.

 

Kris menoleh, mendapati salah seorang temannya menatapnya prihatin, “Kurasa tidak Kyungsoo-ya.”

 

“Kau mau bunuh diri? Aku bisa dengan senang hati memberikan salah satu pisauku di dapur untuk kau gunakan.” Tawar Kyungsoo, setengah bercanda.

 

“Tidak terima kasih. Tapi aku masih cukup waras untuk melakukan hal gila itu.” Sahut Kris.

 

“Then, Move On Hyung.” Ujar Kyungsoo. Kris menoleh, tak mengerti. “Kau tak bisa terus-terusan berada dalam kondisi seperti ini kan?” Kyungsoo melirik sekilas berkas-berkas di atas meja, memaksa Kris menyadari arah pembicaraan mereka. “Kau harus bisa melepaskannya Hyung, mungkin itu menyakitkan, dan aku tak tau bagaimana rasanya, tapi setidaknya kau harus bangkit. Anggap ini sebuah pembelajaran untukmu, bahwa cinta tak bisa dipaksakan. Dulu, kau kan yang meminta perjodohan ini? Dan sekarang kau lihat sendiri hasilnya.” Terang Kyungsoo.

 

I close my eyes
And dream of you and I
And then I realize
There’s more to love than only bitterness and lies
I close my eyes

I’d give away my soul
To hold you once again
And never let this promise end

 

Kris kembali terhenyak, mendengar perkataan Kyungsoo. Mau tak mau ia menyadari bahwa secara tak langsung, ia lah yang memulai segalanya, dan ketika semua berakhir tak sesuai harapannya, pantaskah ia menyalahkan orang lain?
‘Apakah itu tandanya aku harus benar-benar melepasmu?’

I let you go
I let you fly
Now that I know I’m asking why
I let you go
Now that I found
A way to keep somehow
More than a broken vow

—Broken Vow—

Note: Ini adalah ff pertama yang berani saya kirim disini. Well, sebenarnya agak ga pede juga sih karena kesannya biasa banget, #curcol. Dan semoga yang komen juga lumayan banyak, biar saya tahu sampai sejauh mana saya kemampuan saya menulis. Dan kalau banyak yang suka, mungkin saya bakalan nulis lagi :D. Last, but not the least, Thank You So Much, for the reader and admin ^_^

22 pemikiran pada “Broken Vow

  1. Hm, agak sulit kalo untuk komentarin tulisan serta isi dari ff yg singkat seperti ini.
    Ada baik’a kalo author berani untuk publish ff yg durasi’a agak panjang, max oneshoot kalo bru pertma x bikin ff. Jadi tau dmana letak kurang dan lebih’a.

    Inti cerita menarik, tapi masih gantung.
    Di tunggu tulisan yg lebih panjang ya ^__^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s