Please, See My Heart (Chapter 5)

Please, See My Heart

Author             : Lee yeojin (@dewiiezers)

Main cast         : Kim joon hee (OC)

Kim jong in a.ka Kai (EXO-K)

Oh sehun (EXO-K)

Wu yi fan a.ka Kris (EXO-M)

Choi Minho (SHINee)

No Minwoo (Boyfriend)

Lee hyunri

Genre              : Set yourself 😀

Rating                         : Pg 15

Disclaimer       : I’m back with Last Chapter!! FF ini juga di post di >>http://fanfictionstoryblog.wordpress.com *promosidikit kalian jg bisa request FF ke twitter gw. DON’T BE SILENCE READER! Leave your comment ^^ J

Please, See My Heart (Cover 3)

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 Priview…

“Noona-ya bagaimana halmoni?” tanya min woo begitu joon hee dan minho keluar dari ruang oprasi.

“…..”

“Noona-ya jawab aku.” Ucap min woo lagi

“….”

“Hyung..apa terjadi sesuatu pada halmoni?” tanya min woo pada minho

“Min woo-ah mianhae…” jawab minho lirih

 

Chapter 5

“Min woo-ah mianhae…” jawab minho lirih

“Mianhae..karena kami gagal menyelamatkan halmoni” jawab minho sedih

“ANI! KALIAN BOHONG!” teriak minwoo tidak percaya

Sehun yang berada disampingnya langsung memeluk minwoo yang meronta-ronta untuk masuk kedalam ruang oprasi. Joon hee memilih untuk pergi dan menenangkan dirinya sedangkan minho tetap berada ditempatnya membantu sehun untuk menenagkan minwoo.

“Minwoo-ah tenanglah” ujar sehun

“Mungkin ini cara terbaik agar halmoni tidak merasakan sakit lagi” lanjut sehun

“Tapi halmoni sudah berjanji tidak akan meninggalkanku hyung” jawab minwoo sambil terisak

“Araseo..tapi tenanglah.” Jawab sehun

Minwoo pun berhenti meronta-ronta dia jatuh terduduk karena lelah dan kesedihan yang mendalam.

Jong in yang tadi melihat joon hee pergi langsung menyusulnya.Dia tahu betul bagainmana perasaan gadis itu.Pasti semua kejadian hari ini mengingatkan joon hee pada masa lalunya.

Jong in menemukan joon hee yang sedang duduk dibangku taman rumah sakit dengan kepala tertunduk. Jong in segera memeluk joon hee begitu dia berada dihadapan yeoja itu.

“Apa kau mengingatnya?” Tanya jong in.Joon hee hanya mengangguk sebagai jawaban.

“Araseo..jangan bersedih lagi ada aku disini.” Kata jong in sambil mengelus punggung joon hee agar yeoja itu merasa tenang.

“Jong in-ah..apa minwoo akan membenciku dan minho oppa?” Tanya joon hee dengan suara bergetar akibat menahan air matanya.

“Tidak akan.Bukankah kalian sudah berusaha keras untuk mneyelamatkan halmoni. Minwoo akan mengerti.” Jawab jong in lembut

“Tapi…” jong in memotong perkataan joon hee. Namja itu tahu jika seperti ini pasti yeoja itu akan menyalahkan dirinya dan berfikiran yang tidak-tidak.

“Sssst minwoo masih membutuhkanmu dan minho hyung sebagai keluarganya.Jadi jangan berfikiran yang macam-macam.”

“Kajja kita lihat keadaan minwoo.” Ajak jong in.

***

Setelah selesai dari pemakaman halmoni minwoo mereka semua kembali ketempat minho. Joon hee juga sudah menyuruh minwoo untuk tinggal bersam dengannya dan minho. Mengingat anak itu hanya seorang diri jadi joon hee tidak ingin minwoo merasa kesepian tinggal dirumahnya yang besar itu.Sejak dipemakaman tadi sehun selalu berada disamping minwoo.Sehun merasa minwoo sudah seperti adiknya sendiri.

“Minwoo-ah tinggallah disini bersama aku dan joon hee.” Kata minho

“Tapi aku tidak ingin merepotkan kalian.” Jawab minwoo

“Aniya.Kami tidak merasa direpotkan. Justru noona akan senang jika kau berada disini.” Sergah joon hee

“Baiklah, tapi aku harus pulang untuk mengambil barang-barangku.”

“Aku akan mengantarmu!” jawab sehun semangat.

“Cih anak itu jika sudah bertemu dengan orang yang disukainya pasti seperti itu.” Cibir kai.Dan semua orang tertawa.Sehun memasang wajah cemberutnya karena ditertawakan semua orang.

Diam-diam jong in tersenyum lega karena semua orang yang berada disekitarnya bahagia.

 

***

 

Semua kembali berjalan pada tempatnya.Hubungan antara jong in, sehun dan joon hee juga kembali seperti dulu. Min woo dan minho juga semakin dekat dengan jong in dan sehun. Dan kris dia juga semakin sering bersaing dengan jong in, ya kalian tahulah untuk apa. Apa lagi kalau bukan untuk mendapatkan hati joon hee.

Hari inikris mengajak joon hee makan siang di café dekat rumah sakit.Joon hee menyetujuinya karena sudah lama dia tidak menghabiskan watu bersama dengan kris.Dan menurutnya akhir-akhir ini kris berubah sikanya menjadi lebih baik. Walaupun belum bias dibilang baik karena dia masih saja suka berbicara ketus jika ada jong in di dekatnya. Tapi itu adalah kemajuan beasar untuk seorang kris.

“Kau mau pesan apa?” Tanya kris begitu mereka duduk di café tersebut.

“Terserah kau saja.” Jawab joon hee

Kris memanggil waiters dan memesan makanan dia juga memesankan untuk joon hee. Tidak lama mereka menunggu makanan pun datang kris dan joon hee segera melahap makanan tersebut dengan lahap.

“Joon hee-ya sepertinya jong in menyukaimu.”

“Uhuk uhukk” pernyataan kris tentu saja membuat joon hee yang sedang makan langsung tersedak.Kris pun segera memberikan air padanya.Joon hee meminumnya dan setelah merasa sedikit lebih baik dia menatap kris tajam.

“Kenapa kau bias menyimpulkan seperti itu?” Tanya joon hee balik

“Kau lupa jika aku seorang namja juga dan terlebih lagi aku menyukaimu tentunya aku tahu semua itu.” Jawab kris ringan

“Maksudmu?”

“Jangan berpura-pura bodoh seperti itu. Sama sekali bukan gayamu!” cibir kris

“Whatever.” Jawab joon hee kesal.Joon hee memasang wajah cemberutnya dan hal itu malah membuat kris tertawa.

“Aigoo jadi sahabatku yang bodoh ini kesal padaku?” kata kris

“Teruslah tertawa.” Jawab joon hee datar

“Araseo.Kau tahu? Ternyata kau benar kita memang lebih cocok menjadi sahabat.” Jawab kris

“Jangan membahas hal itu wu yi fan.Aku jadi merasa bersalah padamu.”

“Benarkah. Kalau begitu unutk mendapatkan maaf dariku kau harus melakukan sesuatu.” Kris tersenyum misterius

“Mwoya.”

“Jujurlah pada perasaanmu dan jangan tutupi itu lagi didepan kai. Kau terlihat seperti menggunakan topeng jika berada didekatnya.” Kata kris.

Joon hee hanya tersenyum mendengarnya dia masih belum tahu harus bagaimana.Disatu sisi dia ingin seperti yang kris katakan untuk bersikap lebih terbuka tentang perasaanya pada kai tapi disatu sisi masih ada sosok seorang yeoja didalam hidup kai yang masih mengganggunya untuk melakukan hal tersebut.

“Sejak kapan kau berubah menjadi bijak seperti ini sajangnim?” Tanya joon hee

“Berhenti memanggilku sajangnim nona kim. Kau tahu sejak dulu aku memang seseorang yang bijak.” Jawab kris dengan percaya dirinya.

“Percaya diri sekali kau!” mereka berdua tertawa bersama.Senang itulah yang mereka berdua rasakan.Sudah lama sekali hal ini tidak terjadi.

 

Dilain tempat minho, minwoo, sehun dan jong in sedang makan bersama. Sehun mengajak merek semua unutk makan siang bersama direstaurant favoritenya dengan kai.Minho tentu saja senang karena dia juga mengaggap mereka semua seperti keluarganya sendiri.

“Kai-ah bolehkah aku bertanya?” Tanya minho

“Tanyakan saja hyung.” Jawab kai

“Mmm.. ini soal kau dan joon hee..” kai memeperhatikan minho karena dia bilang ini tentang dirinya dan juga joon hee. Sehun dan minwoo pun langsung mengarahkan pandangan mereka kepada minho karena sepertinya minho akan berbicara sesuatu yang penting,

“Apa kau menyukai joon hee? Maksudku kau mencintainya?” minho melanjutkan pertkataannya yang tadi.

“Ne, tapi sepertinya dia tidak..” jawab kai lirih

“Ah sudah ku duga. Dua orang ini memang sangat-sangat bodoh!” gumam minho pelan tapi suaranya masih bias didengar oleh ketiga orang didekatnya.

“Apa kau pernah mengatakannya langsung pada joon hee?” Tanya minho lagi

“Sudah dan… dia tidak menjawabnya.” Jawaban dari kai membuat sehun membulatkan matanya tidak percaya.Karena kai belum pernah menceritakan hal itu pada dirinya.

“Ya! Kau kenapa tidak mengataknnya padaku?” kata sehun

“….” Kai hanya menatap sehun dengan pandangan yang bosan.

“Kau tahu..dulu saat pertama kali joon hee tiba di amerika dia benar-benar seperti orang asing yang mendarat diplanet yang asing juga. Joon hee tidak pernah bicara pada siapapun kecuali kris yang menjadi teman satu-satunya yang dia miliki saat itu.Tapi setelah aku mengenalnya dia sedikit berubah.Dia tidak lagi menyendiri ditengah-tengah keramaian melainkan selalu bersamaku ataupun kris.Dia bilang aku dan kris seperti pengganti ayah dan ibunya yang sudah tidak ada.”

“Dulu joon hee juga sempat mengatakan padaku dia menyukai seseorang yang menjadi tempatnya tinggal, tapi, karena seseorang itu menderita akibat dirinya makanya dia pergi.”

Kai dan sehun saling bertatapan seperti mengerti pikiran masing-masing dan tentunya mengerti denagn pikiran joon hee saat itu.Sehun tersenyum tapi kai tidak mengerti kenapa sehun tersenyum.

“Kau masih belum mengerti?” Tanya sehun pada kai

“Mwo?” Tanya kai

“Dia menyukai orang yang menjadi tempatnya tinggal tapi dia pergi karena orang itu merasakan sakit akibat dirinya.”

“Aku tidak mengerti” jawab kai cepat

“Neo pabboya!” hardik sehun

“Orang yang menjadi tempatnya tinggal adalah kau jong in-ah..dan orang yang tersakiti akibat dirinya juga kau.” Jawab sehun

“Jangan berputar-putar sehun-ah”

“Cih namja bodoh ini..tck.. dia menyukaimu sejak dulu tapi saat kau mengatakan padanya kau sudah putus dengan hyunri dia merasa bersalah lalu pergi.” Jelas sehun

“Bagaimana bisa?” Tanya kai

“Aku mengenal joon hee sejak disekolah dasar jadi aku tahu apa yang dipikirkannya saat itu. Dan itulah yang selama ini aku berusaha cari tahu dari dirinya.” Jawab sehun

Minho dan minwoo tersenyum mendengar perkataan sehun.

“Hyung noona menyukaimu.” Ceplos minwoo. Sehun, minho dan kai pun langsung menatapnya terkejut.

“Akan kuberitahu rahasia noona yang dia katakan padaku, tapi kau harus berjanji tidak akan memberitahu jika aku yang mengatakannya.” Kata minwoo

“Ne aku janji.” Jawab kai

“Mmm, noona pernah mengatakan padaku kalau dia menyukai sahabat baiknya tapi noona bilang karena pria itu sudah memiliki wanita yang dicintai makanya dia tidak menunjukannya. Saat aku Tanya siapa nama pria itu dia hanya memeberitahuku inisialnya dan inisialnya adalah J”

Mendengar perkataan minwoo kai tersenyum lega. Dia tahu kalau namja itu adalah dirinya dan dia bersyukur karena joon hee juga memiliki perasaan yang sama pada dirinya.

“Jadi kapan kau akan mengatakannya lagi?” Tanya minho

“Mollayo.” Jawab kai. Sehun dan minho hanya mendengus mendengar jawaban kai.

“Cepat katakan lagi jika tidak ingin joon hee direbut oleh sitiang listrik!” kata sehun

“Ehh tiang listrik? Nugu?” Tanya minho

Sehun dan kai tertawa kecil. Tiang listrik adalah nama panggilan mereka untuk kris yang tinggi menjulang. Makanya mereka menyebutnya tiang listrik.

“Kris wu hyung.” Jawab sehun dan itu membuat minho tertawa

“Jika dia mendengarnya pasti dia akan langsung menyuntikan racun paling mematikan padamu sehun-ah” jawab minho yang masih saja tertawa.

***

Hari ini kai sedang latihan menari distudio tari miliknya.Musik begitu kencang mengalun kai juga mengimbangi gerakannya dengan music yang mengalun. Seseorang membuka pintu ruangan tempat kai  berlatih dari kaca besar yang dihadapanya tentu saja kai tahu siapa orang yang baru saja masuk keruangannya dan itu bukan sehun mengingat hari ini sehun ada jadwal mengajar tari di ruangan sebelah ruangannya.

Namja tinggi berambut pirang pasir itu berdiri dan bersandar pada meja yang berada disudut ruangan tersebut sambil melipat tangan di dadanya.Matanya terus tertuju pada namja yang sedang menari didepanya.Merasa diperhatikan sejak tadi oleh kris kai pun berhenti menari dan mematikan musik dari DVD player. Kai mengambil handuk untuk mengelap keringatnya yag ia letakkan tidak jauh dari DVD palyer.

“Bagus juga tarianmu.” Ucap kris dengan nada mengejek

“Tapi saying tidak sabagus dengan otak mu!” lanjut kris

Kai yang merasa perkataan kris kasar segera menatap namja tinggi itu dengan tajam.

“Apa maksudmu?” Tanya kai

“Jika aku jadi kau aku tidak akan mengulangi kesalahan ku untuk yang kedua kalinya, tapi sayangnya itu bukan aku.” Kata kris tenang

“…..” kai mengangkat sebelah alisnya tanda tidak mengerti

“Pabbo!Dia sudah memberikanmu kesempatan tapi kau malah diam dan menyia-nyiakannya, jangan sampai kau menyesal kalau dia berpaling padaku.” kata kris mencibir.Kai yang sudah mengerti dengan kemana arah perkataan kris hanya terkekeh.

“Coba saja. Bukankah kau sudah kalah?” Tanya kai balik mengejek kris.Yang ditanya malah menatap kai tajam.Tapi sedetik kemudian kris ikut terkekeh.

“Hati manusia bisa berubah kapanpun dia mau termasuk cinta..bukankah selama ini aku selalu berada didekatnya? Lagi pula tidak sulit bagiku untuk merubah perasaan joon hee karena kami sering menghabiskan waktu bersama.” Ujar kris dengan penuh kemenangan.Kai terdiam. Dia merasa apa yang dikatakan oleh kris benar. Kris dan joon hee bekerja dirumah sakit yang sama dan terlebih lagi kris dan joon hee sudah bersama sejak joon hee mengilang dari korea.

‘ANDWAE!Joon hee tidak boleh berpaling pada namja ini!’  Batin kai

“Sebaiknya persiapkan dirimu sebelum hal itu terjadi” kris menepuk bahu kai dan tersenyum sinis sebelum dia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.

“YAK TIANG LISTRIK TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU MEREBUT JOON HEE!!” teriak kai dari dalam.Kris malah tertawa mendengar teriakan kai.Sebetulnya kedatangan kris hanya ingin melihat bagaimana keseharian kai, tapi saat melihat kai sedang menari tadi namja itu terlihat sangat serius jadi kris berpikiran untuk menggodanya.Dan tepat seperti dugaan kris namja itu berteriak memaki kris seperti orang gila.

Joon hee yang sedang berjalan dikoridor rumah sakit melihat kris sedang jalan sambil tersenyum-senyum sendiri.

‘Tidak biasanya’ ujar joon hee dalam hati. Joon hee memutuskan untuk mengikuti kris yang akan masuk keruangannya.

“Are you okay?” Tanya joon hee heran

“Mmm, sangat baik malah.” Jawab kris masih dengan senyum misteriusnya.Joon hee sedikit ngeri melihat senyum kris karena tidak biasanya namja itu tersenyum-senyum sendiri seperti ini.Joon hee memegang kening kris dengan tangannya, dia ingin tahu apa kris demam hari ini atau tidak.

“Tidak panas.Kau tidak demam.Tapi kenapa kau senyum-senyum sendiri seperti orang gila?” taya joon hee pada dirinya sendiri.Kris yang mendengar perkataan joon hee langsung menjitak kepala yeoja itu.

“Yak! Pabbo sakit tahu!” kata joon hee kesal

“Kau bilang apa tadi?Kau bilag aku gila heh?Dasar bodoh!” cibir kris.Joon hee mendengus kesal karena dicibir oleh kris.

“Hey..kau tidak habis melakukan hal buruk kan? Tidak ada yang kau pukul sampai hamper sekarat kan?” Tanya joon hee curiga

“Ya! Kau fikir aku namja seperti apa? Aku ini seorang dokter dan direktur rumah sakit jadi mana mungkin aku melakukan hal seperti itu.” jawab kris sedikit kesal

“Lalu ada apa? Apa yang bisa membuat seorang kris tersenyum-senyum sendiri seperti orang tidak waras, hah?” taya joon hee penasaran. Kris mengeluarka evil senyumnya.

“Aku hanya habis menggoda orang bodoh yang sangat amat teramat bodoh.” Jawab kris santai

“Nugu?”

“Kim jong in”

“Mwoya?” mulut jon hee sampai tidak bisa terkatup saat kris mengatakan kim jong in. kris malah tertawa keras saat melihat ekspresi joon hee.

“Apa yang kau lakukan padanya?” Tanya joon hee dengan nada sedikit agak tinggi karena kesal ditertawakan oleh kris.

“Hey tenang saja..aku kan sudah bilang bahwa aku hanya menggodanya tidak perlu marah seperti itu.” jawab kris

“A a aku tidak marah.” Jawab joon hee gagap. Kris terkekeh

“Kalau tidak marah kenapaharus gagap seperti itu?” goda kris.

“Diam kau angry bird!!” hardik joon hee sebelum pergi meninggalkan ruangan kris dengan wajah merona.

 

Sudah satu minggu ini kai sering sekali mengajak joon hee untuk jalan, joon hee pun dengan senang hati menerima ajakan kai.Karena dia juga merasa sudah lama tidak jalan berdua dengan sahabatnya itu.sekarang mereka sedang menikmati makan siang mereka di kedai ramen favorite mereka.

“Bagaimana studio tari mu dengan sehun?” Tanya joon hee

“Sudah banyak yang berminat untuk bergabung dengan studio kami.” Jawab kai

“Kau sendiri bagaimana dengan pasien-pasien mu? Apa tidak apa-apa jika aku sering mengajakmu keluar seperti ini?” Tanya kai balik

“Pasienku sedang tidak banyak lagipula kris memaksaku untuk memberikannya sebagian dari pasienku. Dia bilang karena belakangan ini pasiennya sedikit.” Jawab joon hee

“Bagaimana dengan minwoo?” Tanya kai lagi

“Dia baik-baik saja. Aku senang karena sehun dan minho oppa sering menemaninya, dia juga sudah menerima kepergian halmoni. Tapi terkadang dia juga masih sering menangis sendirian dikamarnya.” Jawab joon hee sedih

“Sudahlah aku yakin dia bisa melewatinya, kita hanya perlu ada disampingnya.” Jawab kai menenangkan.Joon hee mengangguk mengerti.

“Oh iya bagaimana kabar hyunri?” Tanya joon hee

“Aku tidak tahu.” Jawab kai enggan

“Wae?Bukankah kau masih memiliki perasaan terhadapnya?” joon hee tiba-tiba sedikit merasa bersalah dengan pertanyaannya karena raut wajah kai berubah menjadi tidak bisa dijelaskan olehnya.

“Ani. Perasaan itu sudah lama pergi..mungkin sudah hamper 6 tahun yang lalu.” Jawab kai lirih.

‘Mwo?6 tahun yang lalu?Bukankah saat itu hyunri dan kai masih menjadi kekasih?’Tanya joon hee dalam hati.

“Jangan bahas hal itu lagi. Aku tidak ingin mengingatnya.” Kata kai sambil tersenyum

“Mianhae” jawab joon hee pelan

“Akhir minggu besok aku akan ke gwangju. Kau mau ikut?” Tanya kai

“Untuk apa?”

“Sudah lama aku tidak datang ke makam ahjumma dan ahjushi” Joon hee hanya terdiam.

‘ternyata dia memang sering datang ke makam appa dan eomma. Wae kai-ah?’ batin joon hee

“Akan aku usahakan.” Jawab joon hee cepat

“Tidak apa jika kau sibuk aku akan pergi dengan sehun saja.”

 

Kai POV*

Aku akan pergi ke gwangju besok untuk mengunjungi makam ahjumma dan ahjushi. Aku akan pergi dengan sehun besok, joon hee belum memberi kabar apa dia bisa ikut atau tidak.

“Apa besok joon hee aka ikut?” Tanya sehun yang tiba-tiba saja sudah duduk di ranjang ku

“Tidak tahu, dia belum memberi kabar.” Jawab ku

“Hei..kapan kau akan mengatakannya lagi?” Tanya sehun

“Molla.” Jawab ku asal

“Ya kim jong in-ah neo jinjja!”

Aku sendiri juga tidak tahu kapan harus mengatakan perasaaan ku pada joon hee.Sejak kejadian dirumah sakit saat aku sedang menyampaikan perasaanku padanya dan dia hanya diam saja membuatku sedikit ragu untuk mengatakannya kembali.Bukan.Bukan karena ada sosok kris disampingnya tapi, aku takut dia pergi lagi jika aku mengatakan semuanya.

“Kalau kau terus seperti ini kris akan merebutnya darimu.”

Ya itu benar. Sehun benar jika aku terus seperti ini cepat atau lambat kris akan merebutnya dariku. Tapi…

“Kau terlalu banyak pertimbangan kim jong in! tidak bisakah kau hanya memikirkan tentang perasaanmu saja. Sesekali bersikap egois itu tidak apa-apa.” Aku bisa mendengar helaan nafas sehun yang lelah karena seringnya menceramahiku.

“Hyung apa kau didalam?” panggil seseorang

“Ah, itu pasti minwoo.” Ucap sehun “Masuklah.”

“Hyung apa aku mengganggu?apa kalian sedang membicarakan hal yang serius?” Tanya minwoo begitu dia masuk kekamarku

“Aniya, hanya membicarakan hal biasa saja.” Jawab sehun santai

“Mmm. Kau datang sendiri?” tanyaku.

“Ye. Minho hyung akan menjemput nanti setelah dia pulang dari rumah sakit.” Jawab minwoo

Ddrrtt ddrrtt ddrrt ponselku bergetar.Saat ku lihat ternyata panggilan masuk dari hyunri. Ah, aku kira dari joon hee. Aku langsung mengabaikannya.

“Nugu?” Tanya sehun padaku

“Hyunri” jawabku datar

“Aishh yeoja itu!aku harap tidak akan pernah bertemu lagi dengannya.” Umpat sehun.

Ddrrtt ddrrt ddrrt lagi lagi panggilan masuk dari hyunri.Apa mau yeoja ini sih? Hah! Tidak kah dia tahu aku sudah tidak ingin mengingat sesuatu tentang dirinya lagi.!Umpatku dalam hati.Kali ini aku juga mengabaikan panggilannya.

Ddrrtt ddrrtt ddrrt.

Aishhh! Yeoja ini benar-benar! Sudah sejak setengah jam yang lalu dia terus saja menelpon tanpa henti. Aku benar-benar muak!! Aku menekan tombol hijau untuk menjawab telponnya.

“Yeoboseo” ucapku dingin.Aku menjauhkan ponselku dari telinga saat hyunri berteriak.

‘YAK! KAI KENAPA KAU TIDAK MENGANGKAT PANGGILANKU SEJAK TADI?!!’ teriak hyunri dari seberang sana.

“Bisakah kau tidak berteriak?” tanyaku kesal.Siapa juga yang tidak kesal saat kau mengangkat telpon kau langsung di teriaki.

‘Neo eoddiya?’

“Rumah.Wae?” sambungan langsung terputus. Aishh yeoja ini..jika saja ibuku tidak menyayanginya seperti anak sendiri sudah ku pastikan dia akan ku lempar jauh ke laut hitam.

“Wae?” Tanya sehun penasaran

“Aishh..bisakah kau melemparnya ke laut hitam sehun-ah?! Aku benar-benar muak!!” aku membanting ponselku ke ranjang.

“Kau tahu?Hyunri sudah benar-benar bersikap berlebihan selama hampir 5 tahun ini. Tapi sayangnya aku tidak bisa melakuka apa yang kau inginkan. Melemparnya ke laut hitam.” Jawab sehun

Tidak lama setelah sehun selesai bicara bel pintu apartemen yang aku tempati bersama dengan sehun berbunyi.Bel itu terus menerus ditekan sehingga bunyinya sedikti memekakan telingaku, sehun dan juga minwoo.Sehun yang kesal karena tamu tidak sabaran itu berjalan keluar untuk membuka pintu.

“YAK SABAR SEBENTAR! KAU INGIN DIBUNUH OLEH SELURUH PENGHUNI APARTEMEN DILANTAI INI HAH?!” teriak sehun.Sehun membuka pintu dan tamu itu langsung masuk begitu saja tanpa permisi dan mengabaikan keberadaan sehun.

“Kai-ah eoddiya?” Tanya yeoja itu.

“YAK!LEE HYUNRI BISAKAH KAU SOPAN SEDIKIT DI RUMAH ORANG?!!” lagi-lagi sehun berteriak kepada hyunri.

“Ini rumah kai” jawab hyunri datar

“Ini juga rumah ku!” kali ini sehun berhasil menurunkan sedikit suaranya.

“Dimana kai?” Tanya hyunri

“YAK! KAU ITU YEOJA KENAPA DATANG MALAM-MALAM KE APARTEMEN NAMJA YANG JELAS-JELAS NAMJA ITU SUDAH TIDAK MNEYUKAIMU LAGI?! KAU ITU SEPERTI YEOJA YANG TIDAK PUNYA HARGA DIRI SAJA!” teriak sehun lagi dan kali ini berhasil membuat hyunri terdiam.

aku dan minwoo segera keluar dari kamar begitu mendengar sehun yang berteriak-teriak.

“Hyung pelankan sedikit suaramu nanti yang lainnya mendengar.” Sela minwoo

“Biarkan saja semua orang mendengar kalau disini ada seorang yeoja yang dengan tidak tahu dirinya datang ke apartemen namja malam-malam.!” Hardik sehun

“Lee hyunri-ssi bisakah lain kali kau menggunakan sopan santunmu jika berkunjung ke rumah orang lain?! Dan satu lagi jangan bertingkah seolah kau adalah segalanya didunia ini. Kau tahu..aku benar-benar muak melihatmu!!” ucap sehun. Semua emosi bercapur pada diri sehun sekarang kesal, marah, dan ketidak sukaannya terhadap hyunri menjadi satu.

Lihatlah bagaimana sehun jika sudah meledakan semua emosinya.Dia benar-benar menyeramkan bukan?Kau tahu?Baru kali ini aku melihat sehun berteriak pada seseorang.Selama hampir 10 tahun kami berteman baru kali ini dia semarah ini pada seseorang.Aku menarik tangan sehun agar menjauh dari hyunri yang sejak tadi diam saat sehun berteriak padanya.

“Sudahlah ini sudah malam jangan berteriak lagi.” Ucapku untuk meredakan amarahnya.

“Sekarang aku tahu bagaimana muaknya dirimu saat dia terus menerus mengejarmu!” sehun masih saja meluapkan amarahnya meskipun sekarang aku yang bicara padanya.Aku bisa melihat hyunri meneteskan air matanya.

“Minwoo-ah bawa sehun ke kamarku sekarang.”

Minwoo menggiring sehun menuju kekamarku dan selama itu juga tidak henti-hentinya dia mengumpat.Aku hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikapnya.Aku duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat hyunri berdiri.Sedikit memijat kening ku yang terasa berdenyut pusing karena kejadian barusan.

“Duduklah.” Uajarku.Hyunri duduk di sofa tepat yang berada dihadapanku.

“Kenapa datang malam-malam?” tanyaku dingin

“……”

“Hapus air matamu dan katakana kenapa kau dang kesini malam-malam.” Ucapku lagi.

“……” hah! Ini yang membuatku muak dengannya. Tidak akan menjawab jika tidak ditenangkan. Aku beranjak dari dudukku untuk pergi kedapur mengambil air.

“Aku hanya merindukanmu.” Ucapnya.Aku menghentikan langkahku dan berbalik melihatnya.

“…..” hyunri menundukkan kepalanya saat aku melihatnya

“Mianhae..aku tidak tahu jika sehun membenciku” ucapnya lagi

Aku menghela nafas lelah dan kembali duduk dihadapannya.

“Sehun hanya kesal pada sikapmu.Selama hampir 5 tahun ini dia menahannya, menahan kekesalannya atas sikapmu yang terlalu berlebihan.”

“Kau sudah banyak berubah..bahkan 7 tahun yang lalu sikapmu tidak seperti ini. Hyunri-ah aku harap kau bisa merubah sikapmu seperti yang dulu.” Ujarku lagi

“Wae?Wae?!!Aku bersikap seperti ini hanya untuk mendapatkan perhatianmu tapi sejak enam tahun yang lalu kau bahkan mengabaikan semuanya.Kau mengabaikanku, kau mengabaikan setiap telpon dan pesan yang kukirimkan, kau juga mengabaikan setiap perhatian yang aku berikan.Semuanya karena kau hanya memperdulikan joon hee.Setiap hari hanya ada joon hee, joon hee, dan joon hee.Sampai pada kebodohanku sendiri yang memutuskan hubungan kita. Aku kira kau akan mengejar dan memintaku untuk kembal..tapi apa, bukan kau yang meminta untuk kembali tapi aku.. aku dan selalu aku… wae?!!” hyunri berteriak kesal menumpahkan semua kekesalannya.

“…..”

Hyunri masih mengatur nafasnya kembali setelah tadi berbicara panjang lebar dan diakhiri dengan teriakkannya tadi.Meskipun tidak kencang tapi aku yakin sehun dan minwoo yang bearada didalam kamar masih bisa mendengarnya.

“Sudah?”

“……”

“Kau bahkan tahu kenapa aku bersikap seperti itu padamu. Dan satu lagi, aku tidak akan pernah mengejarmu lagi karena aku sudah memutuskannya sejak 5 tahun yang lalu. Aku sudah memutuskan untuk mengejar seseorang yang sangat berarti untuk hidupku dan aku juga sudah memutuskan untuk meninggalkan perasaan itu, perasaan yang dulu aku miliki padamu. Aku sudah meninggalkannya saat kau pergi saat itu.” kataku dengan nada tenang

“Jadi aku mohon berhentilah..jika kau terus seperti ini kau akan semakin tersakiti.”

“Tapi bukankah eomma mu sangat menyetujui kalau kau kembali padaku lagi?” Tanya hyunri tidak mengerti

“Ne, itu memang benar.Eomma memang sangat menyukaimu karena dia sudah menganggapmu sebagai anaknya sendiri, tapi eomma juga akan tetap mendukungku jika aku mendapatkan yeoja yang benar-benar terbaik untukku.” Kataku dengan sangat dinginnya

“Kau keterlaluan kai!” hyunri keluar dari apartemen ini dengan amarahnya yang masih terlihat meluap-luap.

“Heuhhh, semoga ini yang terakhir.” Kataku pada diri sendiri.

 

***

Kai dan sehun selesai berdoa.Sehun menuangkan soju yang di beli oleh mereka tadi saat dalam perjalanan.Kai masih terdiam sambil membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar makam appa dan eomma joon hee.

Tanpa mereka sadari seorang yeoja dengan penampilan santainya jalan menuju makam yang saat ini sedang mereka kunjungi.Yeoja itu menaruh bunga lili dan melepas kaca matanya.

“Joon hee-ya..” ucap sehun kaget. Yang di sebut namanya hanya tersenyum.

“Kau datang?” Tanya kai

“Bagaimana mungkin aku tidak datang jika kedua sahabat ku saja datang mengunjungi appa dan eommaku.” Jawab joon hee

“Annyeong appa eomma..” kata joon hee memberi salam dan membungkuk untuk memberi hormat

“Apa kabar kalian? Sepertinya kalian sudah bahagia disana tanpa mengajakku..” ucap joon hee terkekeh

“Nan bogoshipoyo eomma appa…” ucap joon hee dengan nada lirih.Sehun dan kai yang sejak tadi diam dan berdiri dibelakang joon hee hanya bisa menghela nafas berat.

“Tenang saja aku tidak akan menangis lagi seperti dulu.Aku sudah tumbuh menjadi yeoja yang kuat dan tidak mudah menangis.” Ucap joon hee diiringi dengan tawa kecilnya

“Eomma appa apa sehun dan kai ternyata sering datang untuk mengunjungi kalian.Aku kira selama aku pergi mereka berdua tidak datang untuk mengunjungi kalian. Jika mereka melakukan itu aku tidak akan segan-segan untuk menendang bokog mereka.” Sehun dan kai ikut tertawa kecil saat mendengar perkataan joon hee

“Eomma appa aku janji akan sering-sering berkunjung kesini.” Ucap joon hee mengakhiri kata-katanya.

 

Joon hee, kai dan sehun berjalan-jalan sebentar di sekitar taman yang tidak jauh dari makam appa dan eomma joon hee.

“Sudah lama kita tidak jalan bertiga seperti ini.” Kenang sehun.

Joon hee dan kai tersenyum mendengarnya. Ya memag betul terakhir kali 5 tahu yang lalu, itu juga jarang karena sehun dan kai sudah masuk kuliah dan setelah itu sehun sangat sibuk dengan tugas-tugasnya dan selama itu hanya joon heed an kai saja berdua. Jadi saat seperti ini seperti de ja vu untuk mereka.

“Dulu kau begitu sibuk ditahun-tahun awal kuliahmu sehingga hanya kai saja yang sering menemaniku.” Kata joon hee

“Ye, kau benar sehun dulu seperti orang yang hilang dari dirinya.” Cibir kai

“Yak!Kalian berdua selalu saja” rajuk sehun. Joon heed an kai tertawa bersama melihat sehun yang merajuk seperti itu.

“Kalian duduk saja dulu di bangku itu, aku akan membeli makanan dan minuman ringan dulu.” Ucap sehun

“Ara. Hati-hati.” Joon hee jalan duluan menuju bangku tersebut

“Cepat katakana sekarang atau tidak untuk selamanya.” Bisik sehun pada kai.Kai pun segera mengekori langkah joon hee.

Kai dan joon hee duduk berdua sambil menikmati pemandangan yang hari ini cukup cerah.Ada beberapa anak kecil yang bermain disana dan ada beberapa anak remaja sedang bermain laying-layang. Mengingat ini sudah memasuki akhir musim semi dan kebetulan sekali langit hari ini begitu cerah sehingga memungkinkan semua orang untuk keluar rumah dan menikmati udara segar.

“Kai-ah aku dengar dari minwoo kemarin sehun berteriak pada hyunri?” Tanya joon hee

“Mmm.. mungkin sehun sudah terlalu kesal padanya.” Ucap kai datar

“Wae?” Tanya joon hee lagi penasaran

“Bisakah kita tidak membahas tentang hyunri? Aku mau membahas tentang kita berdua.” Kata kai.Ucapan kai berhasil membuat joon hee sedikit salah tingkah namun kai tidak menyadarinya.

“Maksudmu?” Tanya joon hee bingung

“Jangan berpura-pura bodoh lagi kim joon hee! Aku sudah tahu semuanya..aku tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya padaku.” Kata kai dengan percaya dirinya.

‘Mwoya?!Eotokhae?Siapa yang memberitahunya? Ah, apa mungkin minwoo atau jangan-jangan minho oppa? ANDWAEEEE!!! Kai tidak boleh tahu..jika dia tahu maka habislah semuanya.’ Ucaplu dalam hati

“Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu.aku bukan hantu.” Kata kai mneyadarkan joon hee dari lamunannya

“Mianhae..” kata joon hee gugup

“Joon hee-ya kenapa kau tidak langsung mengatakannya saat ditaman waktu itu?” Tanya kai

“Eohh”

“Bukankah saat ditaman rumah sakit aku sudah menyatakan perasaanku padamu tapi kau malah diam dan mengalihkan pembicaraan. Kau tahu aku benar-benar frustasi saat memikirkan jawaban apa yang akan kau keluarkan saat itu. tapi sekarang aku tahu.. aku tahu bagaimana perasaanku padamu..”

“Kai-ah apa mak maksudmu? Aku benar-benar tidak mengerti.” Kata joon hee gagap

“Wae?Kenapa sampai sekarangpun kau selalu menghindarinya?!” Tanya kai kesal

“Menghindari apa?” taya joon hee tidak mengerti

“Kim joon hee saranghaeyo!” ucap kai tegas.Joon hee membulatkan matanya shock saat mendengar kai mengatakan hal itu padanya.

“……”

“KIM JOON HEE SARANGHAEYO.. SARANGHANDAGO… SARANGHAMNIDA…” teriak kai.Joon hee menutup wajahnya karena malu, karena semua orang saat ini tengah menatap mereka berdua.

“Kai-ah jangan berteriak teriak seperti itu..” ucap joon hee yang masih menutup wajahnya dengan kedua tangannya

“Wae?Biarkan saja mereka melihatnya.Itu akan lebih bagus bukan?”

“Kau ini..” dengus joon hee. Kai memegang tangan joon heed an menjauhkan tangan itu dari wajahnya agar kai bisa melihat wajah joon hee saat ini. Wajah joon hee masih merona merah karena malu.

“Lalu apa jawabanmu?” Tanya kai

“Ja ja jawaban?” joon hee bingung tidak tahu harus menjawab apa. Fikirannya kembali melayang-layang sebagian dari hatinya menyuruhnya untuk menerima kai tapi sebagaian kecil hatinya yang lain mengatakan tidak karena masih ada hyunri yang memilik perasaan pada kai. Nan eotteokkhae? Batin joon hee

“…..”

Hening

1 menit…

2 menit…

3 menit…

4 menit…

………..

10 menit…

 

“Yak! Cepat jawab kim joon hee!!” kata kai tidak sabaran

“……”

“Ah ara! Kali ini aku tidak menerima penolakan aku hanya menerima kata ya untuk saat ini. Baiklah kalau begitu saat ini kau resmi menjadi yeojachingu dari kim jong in.” kata kai dengan percaya dirinya.

‘aishhh apa-apaan namja ini? Kenapa sifat pemaksanya kembali keluar setelah sekian lama’ rutuk joon hee dalam hati

“Kai-ah..ba bagimana dengan… lee hyunri?” Tanya joon hee masih dengan kegugupannya

“Sudah kukatakan jangan membicarakan tentangnya lagi.Aku dan hyunri sudah putus sejak 5 tahu yang lalu jadi jangan berpikiran bahwa aku masih menyukainya.”

“Tapi…”

“Kaulah yang ada di hati dan fikiran ku selama hampir lebih dari 5 tahun ini. Jadi aku tidak mau kau mengkhawatirkan hal-hal tentang masa lalu lagi.” Ucap kai menenangkan joon hee.

Joon hee hanya menghela nafas lega.Lega karena selama hampir 5 tahun ini perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan.Lega karena ternyata namja yang disukainya bisa membalas perasaannya.Dan lega karena dia tidak harus menghindar lagi dari jong in. kai menarik joon hee kedalam pelukannya.

“Jadi..kau tidak ingin mengatakan sesuatu?” Tanya kai masih dalam posisi memeluk

“Nde?” alis joon hee bertaut

“Kau tidak ingin mengatakan ‘Nado saraenghae jong in-ah’ Hmm?”Joon hee terkekeh dalam pelukan kai.Kai melepas pelukannya untuk menatap joon hee. Kali ini gentian alis kai yang bertaut karena dia tidak mengerti kenapa joon hee terkekeh saat mendengarnya bertanya.

“Wae?” Tanya kai heran

“Nado saranghaeyo kim jong in.” ucap joon hee pelan namun pasti. Kai tersenyum dan menarik joon hee lagi kedalam pelukkannya.Kai memeluknya dengan erat sampai joon hee kehabisan nafas.Joon hee memukul punggung kai agar dia melepaskan pelukannya.

“Aku tidak bisa bernafas jong!” kata joon hee tercekat.Kai yang menyadarinya langsung merenggangkan pelukannya dan tertawa kecil dan joon hee pun hanya tersenyum. Senyum bahagia yang selama ini jarang sekali ia tunjukan.

“YAK!INI TEMPAT UMUM KENAPA BERMESRAA SEPERTI ITU?!” teriak sehun yang baru saja datang dengan membawa sekantung pelastik yang berisi makan dan minuman.Kai melepaskan pelukannya.Dan menatap sehun dengan pandangan ‘KAU MENGGANGGU SAJA OH SEHUN!!!!’

“Kenapa kau lama sekali?” Tanya joon hee

“Aku sengaja memberikan sedikit waktu lebih lama untuk kalian berdua tapi sepertinya kalian melupakan keberadaanku.” Gerutu sehun

Pletakk.

Tangan kai sukses mendarat dikepala sehun dalam bentuk jitakan.

“Aawwww” pekik sehun

“Berisik kau oh sehun!” cibir kai.Kai mengambil katung plastic yang sejak tadi dibawa oleh sehun. Dia mengambil minuman dan memberikannya pada joon hee

“Kim jong in berubah menjadi romantic” cibir sehun gentian.Tapi kai hanya diam saja tidak mempedulikan sehun yang sejak tadi masih saja menggerutu.Setelah kai mengambil minuman dan makanan untuknya dan joon hee dia mengembalikan lagi kantung plastic itu ketangan sehun.Sehun menerimanya dengan wajah ditekuk.

“Dasar para pecinta..jika sudah menemukan pasangan pasti teman akan dilupakan.” Dengus sehun kesal

“Terserah.” Timpal kai.Kai menggandenga tangan joon hee untuk duduk di bangku yang berada didepan danau dan meninggalkan sehun yang masih saja mengomel, menggertutu, dan mnegumpat tidka jelas.

“YAK!! NEO JINJJA!! KALIAN BERDUA MENGABAIKANKU!!!!” teriak sehun kesal.Kai dan joon hee malah tertawa melihat sehun seperti itu.sehun benar-benar seperti anak kecil menurut mereka. >.<

 

 

THE END…

Kkkk, ini FF pertama yang berhasil saya tuntaskan dan berakhir dengan penuh ketidak jelasan karena saya juga lupa gimana mau buat endingnya.Hehe 😀 terimakasih yg sudah mau baca ^^  jangan lupa koment karena itu untuk kelangsungan hidup saya *halah Autor lebay 😀 ^O^

 

7 pemikiran pada “Please, See My Heart (Chapter 5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s