My Lovely Driver ( Chapter 2 )

lovely poster 2

My Lovely Driver ( Chapter 2 )

 

Author             : Kkamjong girl

 

Cast                 : Oh Ha Ra

Kai / Kim Jong In

 

Kris Wu

Han Ae Rin

Su Ho / Kim Joon Myun

Kim Mi Sun

 

Rating             : PG 13

 

Genre              : Angst, Romance

 

Length             : Chaptered

 

 

~~

 

 

Author POV :

 

 

“ Dimana bocah itu ? “

 

Ia mengedarkan matanya ke segala penjuru, dan sesekali menilik handphone nya, benda pemberian Chan Yeol. Jika ia membutuhkan bantuan dalam keadaan darurat. Tangannya menggenggam benda berwarna hitam itu erat-erat, menunjukkan betapa kesalnya ia saat ini. Karna seseorang yang ditunggunya tak kunjung datang.

 

“ Jam 10 malam “

 

~~

 

Perlahan tapi pasti sebuah mobil bercat hitam gloss itu mengahampirinya, Hyundai.

 

“ Ya, setidaknya aku tidak menunggunya sampai pagi “ titah Ha Ra sembari memutar kedua bola matanya, kesal.

 

Akhirnya sang pemilik mobil keluar menampakkan batang hidungnya, Kim Jong In, setelah 2 jam yang lalu Hara menggerutu habis-habisan ,mengutuk seorang yang dianggapnya masih bocah itu.

 

Pria itu masuk ke mobil kembali ,bedanya sekarang ia duduk dikursi penumpang dan membiarkan Ha Ra menyetir untuknya.

 

“ Antarkan aku ke Sungai Han ? “ Perintah Jong In datar.

 

“ Mwo ? “ Apa ia tak salah dengar, wajah HaRa tampak sedikit bingung.

 

Tapi apa yang bisa Ia lakukan ,ia tau perintah Jong In tak bisa di ganggu gugat dan ia juga tak mau menghabiskan energinya untuk membantah bocah itu.

 

 

~~

 

 

Ha Ra memarkirkan mobilnya di pinggir jembatan Banpo, Ia melihat jam didashboard mobilnya sudah menunjukkan pukul 00.15 . Di jam ini biasanya ia sudah terlelap di kasurnya, sementara malam ini ia masih harus menuruti keinginan Jong In yang menurutnya konyol.

 

Pria itu turun dari mobil merasakan angin malam yang membelai kulitnya. Sementara Ha Ra lebih memilih singgah di mobil mengistiratkan tubuhnya barang sejenak. Walaupun ia tak yakin bisa memejamkan matanya dengan sungguh-sungguh.

 

Cukup lama ia memandangi Jong In yang hanya berdiri di tepian jembatan.

“ Apa bocah itu mau bunuh diri ? “ pikir Hara, tapi ia buru-buru mengusir rasa keingin tahuannya yang berlebihan itu.

 

Tak lama kemudian ia melihat Jong In mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah kotak kecil.Ia melihat gerak gerik yang mencurigakan dari pria itu.

 

Jong In mengambil sesuatu kecil dari sana, sebuah pemantikpun sudah di genggamnya. Ia menyalakan pemantik itu dan sebuah rokok pun mulai dihisapnya.

 

“ Sejak kapan “ Tanya Ha Ra pada dirinya sendiri. Setaunya Jong In bukan seorang perokok.

 

Gadis itu mulai turun dari mobil, kemudian mendekati Jong In. Hanya berada di sampingnya. Sementara Jong In pun masih sibuk dengan rokoknya, sekarang ia yakin bahwa bocah dibawah umur itu benar-benar merokok.

 

Ha Ra memandangnya sekilas. ‘ tampak dewasa ‘ batinnya.

“ Boleh aku minta satu ? “ pinta Ha Ra dengan senyumnya.

 

Jong In tak menjawab hanya diberikannya sebatang rokok pada Ha Ra, dan menyalurkan api rokoknya pada rokok yang diberikanya untuk Ha Ra.

 

Ha Ra mulai menyesap rokoknya, “ uhuk uhuk “. Ia mengeluarkan asap dari hidung dan bibirnya membuatnya terbatuk-batuk. Ia heran mengapa benda seperti ini sangat disukai pria, padahal benda ini baru saja membuatnya hampir mati sesak napas.

 

Jong in menyunggingkan seringaiannya kembali, menatap Ha Ra dengan tatapan lucunya, sebenarnya ia tau Ha Ra, gadis itu menanggung beban yang lebih berat darinya. Tapi ia selalu terlihat ‘baik-baik saja’.

 

Perlahan senyum Jong In tampak lebih nyata dari sebelumnya. Ia tertawa ketika Ha Ra memaksakan diri untuk tetap menyesap rokoknya padahal itu terlihat tak biasa baginya.

 

“ Apa ada yang lucu Kim Jong In “ Tanya Ha Ra sakartis

 

Jong In menggeleng “ Aniyo “ Ia terkekeh kembali

 

“ Terkadang apa yang kita inginkan jauh berbeda dengan keadaan yang sebenarnya “ Ungkap Hara tiba-tiba.

 

Matanya menatap lurus ke depan, tapi pikirannya mengawang entah kemana. Ia menoleh kearah Jong In yang sedang menyalakan rokok, untuk yang kedua kalinya.

 

“ Aku lihat kau benar-benar frustasi Kim Jong In ? “ Cibir Ha Ra, yang kemudian menyesap puntung rokoknya kembali.

 

“ Itu bukan urusanmu Oh Ha Ra ? “

 

Ha Ra memeletkan lidahnya pada Jong In, merasa masa bodoh dengan apa yang baru saja diucapkan bocah itu.

 

 

~~

 

 

Jong In masuk kedalam mobilnya sekejap, mengambil ransel hitamnya yang diletakkan dijok belakang.

 

Kemudian ia kembali mendekati Ha Ra, ketika gadis itu duduk dan bersandar pada bagian kepala mobil. Ia tersenyum kembali dan menjatuhkan tubuhnya disamping Ha Ra.

 

Pria itu membuka ranselnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana. Ia memegang sebuah botol.

 

“ Wine “ ketika Ha Ra mengalihkan pandangannya pada Jong In.

 

Jong In mengangguk.

 

“ Kau mengambilnya dari lemari Kim Young Won ? “ Tanya Ha Ra, Ia tau Appa Jong In selalu mempunyai stok wine yang banyak dilemarinya. Pria paruh baya itu sering menghabiskan sisa malamnya bersama minuman beralkohol itu, dan sekarang ketika pria itu sedang mengunjungi rumah judinya yang ada di Spanyol Jong In bisa dengan bebas mengambil wine dilemarinya.

 

Sementara ibu Jong In pergi entah kemana, wanita itu lelah dengan sikap suaminya yang terkadang semena-mena padanya. Walaupun tanpa bercerai, tapi ia hanya ingin menjauh dari pria yang kini dianggapnya ‘brengsek’ itu.

 

Jong In membuka penutup botol wine nya dan mulai meneguk minuman haram itu. Ia merasa sesuatu asing mengaliri tenggorokannya, dan seketika ia merasa jantungnya bekerja lebih cepat, kemudian ia meneguknya untuk yang kedua kali.

 

Ha ra memandang botol botol disampingnya, penasaran. Ia mengambil satu botol wine dan membuka penutupnya.

 

Jong In meliriknya sekilas, bahkan ia tak bermaksud mempengaruhi Ha Ra sedikitpun. Ia menatap Ha Ra ketika gadis itu menghirup aroma wine. Dan Tak lama kemudian gadis itu meneguknya.

 

Jong In merasa benar-benar bersalah, tapi apalah itu statusnya kini adalah majikan Ha Ra, dan ia sama sekali tak harus merasa seperti sekarang ini.

 

Gadis itu terus-terusan meneguk wine nya, Ia sudah hampir menghabiskan 2 botol. Sementara Jong In masih dalam kesadarannya.

 

“ Kim Jong In, kau terlihat sangat tampan “ Ucap Ha Ra ‘asal’ karna pengaruh alcohol,bahkan ia tersenyum seperti orang gila.

 

“ Kau mabuk “ Jong In menatap wajah Ha Ra yang memerah akibat mabuk,

 

“ Aku tidak mabuk “ Hara menggeleng cepat, “ Berikan padaku “ bahkan ia merebut botol milik Jong In yang kini di pegangangnya. “ Ya !! kau menghabiskannya Jong In, babo “

 

Jong In melirik tajam kearah gadis itu. Gadis yang baru saja mengatakannya bodoh. “ Kau yang Bodoh “ gumam Jong In.

 

Tak lama kemudian gadis itu terjatuh di bahu  Jong In, Matanya terpejam tapi bibirnya masih meracau tak jelas.

 

“ Oppa, kenapa kau putuskan aku “ gumam Ha Ra tak jelas.

 

Ha Ra berusaha bangkit kembali, sialnya, kepalanya begitu berat dan ia tak bisa membuka matanya dengan sempurna. Dan keadaan ini membuatnya terjatuh didada Jong In.

 

“ Ya !! Gadis bodoh apa yang kau lakukan ? “ Bentak Jong In.

 

Tapi percuma gadis yang dimakinya itu sudah kehilangan kesadaran.

 

Pria itu menyibakkan rambut Ha Ra, dan menemukan wajah lain disana, bukan wajah jutek yang sering ia lihat tapi wajah seperti bayi dengan 2 pipi yang merah dan bibir yang merekah.

 

“ Oppa “ gadis itu membuka matanya tapi masih terlihat sayu, ia menyunggingkan senyum manisnya.

 

Sementara Jong In merasa sedikit salah tingkah dengan sikap gadis yang saat ini berada dalam pangkuannya.

 

“ Joon Myun Oppa “ gumam Ha Ra, gadis itu berusaha bangkit kembali, kali ini kedua tangannya memeluk leher Jong In agar bisa mensejajarkan tubuhnya pada pria itu.

 

Di lain sisi Jong In merasa semakin gugup terlebih ia merasakan dentuman-dentuman tak biasa pada dadanya ketika gadis itu sekarang berada dalam pelukannya.

 

“ Oppa, kau sangat jahat “ Ucap Ha Ra “ Kau tau hatiku sakit “ sementara tangannya membelai pipi Jong In lembut. Gadis itu kembali tersenyum, tapi sedetik kemudian ia menangis.

 

“ Apa hubungannya gadis ini dengan Joon Myun yang notabene adalah kekasih noonanya ? “ pikir Jong In, tapi saat ini perasaannya semakin membuncah entah kenapa, apa gara-gara wine yang baru saja diteguknya atau gara-gara gadis ini semakin lama semakin memeluknya.

 

Bahkan wajah Ha Ra kini tak lebih dari 5 cm dari wajahnya, ini benar-benar membuat nalurinya semakin tergugah.

 

“ Oppa, aku sangat mencintaimu “ racau Ha Ra, yang kemudian semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Jong In. Pria itu dapat merasakan aroma alcohol begitu kuat dari bibir gadis itu.

 

 

~~

 

 

Ia dapat merasakan terik menyusup kedalam matanya, ketika mereka masih terpejam. Gadis itu memegang kepalanya yang terasa berat dan perutnya sedikit mual. Juga kedua matanya terasa sedikit kabur.

 

“ Aku dimana “ Ucap gadis itu, Ia mencoba memulihkan kesadarannya, mengamati dimana ia berada saat ini.Ya, ia berada si dalam mobil Jong In.

 

Ia mencoba memutar kembali ingatannya. Semalam ia mengingatnya, merokok bersama bocah itu kemudian meminum wine dan Ia mendapati tubuhnya kini berada dalam mobil. Ia mengedarkan matanya kembali dan tak menemukan Jong In disana.

 

“ Apa yang terjadi semalam “ bahkan ia hanya mengingatnya sebagian.

 

Tak lama kemudian Jong In membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya.

 

“ Huaaaaaa “ teriak Ha Ra memekakan telinga siapapun yang mendengarnya, berbeda dengan Jong In yang terlihat masa bodoh.

 

Bagaimana tidak, pria itu masuk kedalam mobil dengan bertelanjang dada, menampakkan badannya yang seperti TV flat. Membuat Ha Ra berpikir yang tidak tidak tentang kejadian semalam yang bahkan ia tak mengingatnya.

 

“ Apa yang kau lakukan padaku Kim Jong In !! “ bentak Ha Ra, yang kini ketakutan.

 

Jong In menajamkan penglihatannya pada gadis itu “ Kau tidak ingat apa yang kau lakukan padaku semalam ?” Ucap Jong In, dengan seringaian khasnya. Seakan-akan Dia lah yang bersalah, bukan aku.

 

“ Wae ? “

 

Pria itu berdecak kesal “ Semalam kau muntah di bajuku ? “ Ucap Jong In sebal. Tanpa menceritakan kejadian sebelumnya mengenai ciuman itu.

 

“ Mwo ? “ Ha Ra terkejut. Benar semalam ia merasa mabuk, tapi mengenai muntah di baju Jong In ia sama sekali tak mengingatnya.

 

Ia menatap Jong In, dan entah kenapa pikirannya tiba-tiba menyimpang. “ Hara baboya ! Apa yang kau pikirkan hah !! “Ucapnya dalam hati.

 

“ Cepat kita pulang “ perintah Jong In, membuyarkan lamunan Ha Ra.

 

“ Ne “

 

 

~~

 

 

Ha Ra memarkirkan mobilnya, disamping mobil-mobil mewah lainnya di garasi rumah keluarga Kim.

 

Ada satu mobil yang tak asing baginya, bukan milik keluarga Kim. Mobil Sport bercat abu itu terparkir cantik di depan rumah Keluarga Kim, Chevrolet Mi Ray.

 

“ Joon Myun “  Gadis itu yakin mobil itu milik mantan kekasihnya. Tapi ia buru-buru menghilangkan perasaannya sekarang, ia tak ingin terjebak dalam masa lalunya.

 

Tangannya terkepal erat, Ia benar-benar ingin menangis sekencang-kencangnya saat ini juga. Lagi-lagi ia harus menyaksikan pria yang masih dicintainya bersama wanita lain.

 

~~

 

“ Oppa “ panggil Mi Sun manja. Ia memandang pria berkulit putih susu itu seakan baru pertama melihat kekasihnya. Ya, ia memang selalu kagum pada charisma dan ketampanan Joon Myun yang melebihi batas normal.

 

Ia merasa beruntung sekarang pria itu menjadi miliknya, seutuhnya. “ gomawo untuk malam tadi “ ucap Mi Sun.

 

Gadis mana yang mau menyia-nyiakan pria setampan Joon Myun. Apalagi semalam pria itu mengajaknya makan malam di restoran mewah. Makan malam romantis, hanya berdua.Dengan itu Ia sudah bisa membayangkan betapa mewahnya pernikahannya dengan Joon Myun kelak.

 

Joon Myun tersenyum tulus, benar-benar cantik seperti malaikat. Tidak ada yang menyangka seorang pria seperti Joon Myun bisa memutuskan mantan kekasihnya, Ha Ra dengan kejam.

 

Ha Ra masih disana berdiri mematung tak lebih dari 5 meter dari keberadaan Joon Myun dan Mi Sun saat ini.

 

Mi Sun memeluk pria itu erat, Ia melirik kearah dimana Ha Ra masih menatapnya. Ia memang sengaja membuat Ha Ra sakit hati. Ia pasti begitu puas mengalahkan musuhnya, menghancurkan hatinya hingga bagian terdalamnya.

 

Hatinya benar-benar sakit saat ini, air mata itu tak dapat ia kendalikan lagi jatuh begitu saja. Yang gadis itu inginkan hanya lari saat ini juga ,berteriak melupakan pria kejam seperti Joon Myun. Tapi ia tak bisa ,kakinya tiba-tiba saja terasa kelu tak bisa ia gerakkan sama sekali. Ia benci keadaan seperti ini.

 

Tak lama kemudian ia merasakan ada sepasang tangan yang merengkuh pinggangnya, membawanya kedalam sebuah pelukan. Ia bisa menangis sekarang di bahu pria itu.

 

Tapi siapa pria itu, pandangannya kabur oleh air mata ditambah pria itu lebih tinggi darinya. Ha Ra menyeka air matanya asal, ia mendongak, berusaha mencari tau siapa pria yang memeluknya kini.

 

“ Jong In “ pekik Ha Ra.

 

Jong In menyeringai, “ Aku hanya ingin membantumu “ Ucapnya tepat ditelinga kiri Ha Ra, yang entah kenapa membuatnya bergidik.

 

Ia menunduk, membiarkan Jong In kembali memeluknya bahkan lebih dalam dari sebelumnya.

 

Jong In tak tau, apa yang terjadi diantara Ha Ra, Joon Myun dan noonanya, yang pasti ia tau, Joon Myun adalah seseorang yang berarti dalam kehidupan gadis itu.

 

 

~~

 

 

Suara dentingan antara piring dan sendok begitu kentara di ruangan ini. Ruang dimana Tuan Wu Xian, Appa Kris sedang makan malam bersama keluarganya. Nampak pria itu duduk di kursi utama sementara Istrinya duduk di sebelahnya.

 

“ Kris, ada yang ingin appa bicarakan “ Ujarnya

 

Kris mengangguk menanti apa yang akan di ucapkan ayahnya selanjutnya.

 

Sementara istrinya, Nyonya Mi Nyeon menatap suaminya seolah ia harus mengatakan ini sekarang juga.

 

“ Kami akan pergi ke China untuk sementara waktu , menengok Kakekmu yang sedang sakit keras “ tutur wanita paruh baya itu.

 

Kris tak ingin menatap wanita itu, ia memang selalu acuh tak acuh pada ibu tirinya itu.Ia tau wanita itu baik, tapi sayangnya ia belum bisa menerima wanita itu sebagai ibunya.

 

“ Aku harap kau bisa menjaga Ae Rin dengan baik selama kami tidak dirumah “ lanjut Appanya.

 

Kris diam, bahkan beberapa taun belakangan ketika Ia dan Ae Rin menjadi saudara, ia belum pernah sama sekali berkomunikasi dengan gadis itu.

 

“ Tapi Appa … “ protes Ae Rin, Ia tak ingin berada di posisi seperti ini. Ia sudah selalu mencoba mendekati Kris, tapi yang ada ia selalu sakit dengan penolakan yang di lakukan oleh Kris selama ini.

 

“ Oppamu akan menjagamu Ae Rin, benar kan Kris ? “ Tanya Nyonya Wu

 

Kris tak memberi jawaban sama sekali, membuat suasana semakin canggung. Ini bukan seperti sebuah keluarga tapi orang asing yang tiba-tiba masuk dalam kehidupan Kris.

 

Dan beberapa menit kemudian setelah ia menghabiskan makanannya ia segera meninggalkan ruang makan yang sama sekali sudah tak nyaman baginya.

 

 

~~

 

 

“ Oppa, aku sangat mencintaimu “ racau Ha Ra, yang kemudian semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Jong In. Pria itu dapat merasakan aroma alcohol begitu kuat dari bibir gadis itu.

 

Dalam hitungan detik bibir gadis itu mendarat mulus dibibir Jong In, ia dapat merasakan betapa lembutnya bibir gadis itu dibibirnya.

 

Ha Ra semakin mengeratkan pelukannya pada leher Jong In sementara pria itu tak menolak ataupun membalas ciuman Ha ra yang semakin intens pada bibirnya.

 

“ Joon Myun Oppa “ bisik Hara disela-sela ciuman mereka.

 

Jong In membuka matanya yang sempat ia tutup karna menikmati ciuman itu, ia sadar bahwa bukan ia yang ada dipikiran Ha Ra saat ini, tapi orang lain. Apakah ia memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ?, pikir Jong In.

 

Ia hanya seorang pria normal yang punya nafsu itu saja ‘tidak lebih’. Ataupun menggunakan perasaan ketika berciuman dengan Ha Ra.

 

Jong In melepaskan tautan bibir mereka, merasa apa yang ia lakukan adalah salah. Ia menatap mata Ha Ra yang tampak sayu, dan kedua pipinya semakin merah. Gadis itu kembali tersenyum dan entah kenapa membuat Jong In ikut tersenyum padanya.

 

“ Ya! Kim Jong In apa kau juga mabuk hah!!” rutuknya pada diri sendiri.

 

Ia merasa ada sesuatu yang salah pada Ha Ra. “ OH HA RA…….!!! “ teriak Jong In. Dan tanpa di duga gadis itu mengeluarkan seluruh isi perutnya tepat di badan Jong In.

 

 

PLETAAAAK!!!!

 

 

Pria itu mengusap kepalanya yang terasa berdenyut. Diakibatkan sesuatu yang lumayan keras membentur kepalanya. Jong In menatap sekelilingnya bingung, sementara teman sebangkunya Kyung So berkomat-kamit, seperti hendak mengatakan sesuatu yang penting padanya.

 

“ KIM JONG IN , APAKAH LAMUNANMU ITU LEBIH PENTING DARIPADA MATERI FISIKA YANG SEDANG AKU TERANGKAN !!! “ Seru Jang Seosangnim,

 

Teriakan guru killer itu membuat seluruh kelas mendadak sepi, mereka menghentikan aktifitas mereka sejenak menatap seosangnimnya yang sedang marah.

 

Teriakan seosangnimnya itu lumayan membuat telinganya tuli “ Aish “ desah Jong In.

 

“Beresi barang-barangmu ,pergi dari kelasku ,dan kerjakan BAB 5 sekarang juga !!! “ Perintah Jang seosangnim.

 

Sementara Jong In masih menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.

 

~~

 

 

Pria berkulit coklat itu merasa ada yang salah pada dirinya sejak kemarin. Memikirkan sesuatu yang ia sendiri tak tau apa itu, Apakah Ae Rin yang membuatnya seperti ini.? Wanita yang di jodohkan denganya sejak tahun lalu itu.

 

Ia menyusuri koridor sekolah yang nampak sepi, Pria itu menghentikan langkahnya ketika melihat seorang gadis di ruang kesenian.

 

Gadis itu menggerakkan tubuhnya seirama musik jazz yang sedang diputarnya. Jong In terus menatap gerakan demi gerakan yang dilakukan gadis itu. Dan ia hanya bisa tersenyum dari kejauhan.

 

Gadis itu, Ae Rin menghentikan gerakannya ketika ia tau ada seseorang yang  sedang mengawasinya dari kejauhan.

 

“ Oppa “ lirih gadis itu.

 

Ia cukup terkejut dengan kehadiran Jong In.

 

“ Apa aku mengganggu ? “ Tanya Jong In sembari berjalan menghampiri Ae Rin, Pria itu tampak cool dengan seragam berwarna kuningnya.

 

Ae Rin menggeleng, “ Ada yang ingin aku bicarakan padamu Oppa “ Ujar Ae Rin lirih seraya menjatuhkan tubuhnya di lantai yang terbuat  dari marmer itu.

 

“ Wae ? “ Tanya Jong In, Ia menatap Ae Rin penuh Tanya.

 

“ Mianhae untuk yang kemarin “ Ucap Ae Rin, sesekali matanya melirik kearah Jong In, sekilas.

 

“ gwenchana “ Jong In duduk disamping Ae Rin ia masih tersenyum, memperhatikan gadis di sampingnya.

 

Gadis itu tampak anggun dengan pakaian ballet pinknya. Rambut coklatnya digulung keatas menampakkan leher putihnya yang jenjang. Benar-benar cantik.

 

Ia tersenyum “ Aku tidak akan menghindar lagi Oppa, aku …” ucap Ae Rin terputus “ Aku akan berusaha menyukaimu “ Ia menatap reaksi Jong In.

 

“ Gwenchana, aku tidak akan memaksamu ..”

 

Tapi seketika Jong In dikejutkan oleh tindakan Ae Rin, gadis itu tiba-tiba menciumnya, tepat dibibir.Hanya beberapa detik saja kemudian melepasnya.

 

Ia hanya terkejut, tapi ia merasakan jantungnya masih normal.

 

“ Bagaimana kalau nanti pulang denganku ? “ Ajak Ae Rin beberapa detik kemudian.

 

 

~~

 

 

Gadis itu berdecak kesal sesekali ia meniup poninya, bosan.

 

“ Apa sih yang sedang bocah itu lakukan ?” desis Ha Ra, biasanya Jong in pulang jam 2 dan sekarang ia menatap jam di tanganya “ pukul 3 “

 

Parkiran mobilpun sudah terlihat sepi hanya ada beberapa mobil saja yang masih tinggal.

 

Ya, inilah nasibnya “ Awas saja kau Kim Jong In “

 

Ha Ra menatap 2 orang berjalan kearahnya dan ia yakin salah satunya adalah Jong In. Si yeoja tampak anggun dengan rambut panjang coklatnya dan si Namja tampak begitu cool. Mereka tampak serasi, apalagi kalau dilihat dari kekayaan keluarga mereka masing-masing.

 

Ae Rin adalah anak pemilik kerajaan bisnis keluarga Han, sementara Jong In juga tak kalah kaya, Ia adalah anak dari pemilik rumah Judi Internasional Kim Young Won, Siapa yang tidak kenal mafia kelas kakap itu.

 

Kim Young Won Bandar sekaligus pemilik rumah judi internasional yang berpusat di Spanyol, sedangkan di Korea pria paruh baya itu mendirikan beberapa Hotel mewah, sebagai kedok bisnis utamanya saat ini. Pria itu bahkan beberapa kali melakukan pencucian uang dengan membeli beberapa mansion secara illegal.

 

Mereka menghampiri Ha Ra yang sedang mondar-mandir didepan mobilnya.

“ Mianhae, kami datang terlambat “ Ucap Ae Rin, seraya tersenyum kearah gadis di depannya itu.

 

“ Gwenchana “ Ha Ra menggeleng dengan cepat, merasa tak enak hati. Walau bagaimanapun ia merasa hanya sebagai sopir disini.

 

“ Kami akan berkencan jadi “ ujar Ae Rin terputus.

 

“ Jadi lebih baik kau pulang duluan saja “ lanjut Jong In. “ Kau bisa pulang naik taxi “

 

Ha Ra memutar bola matanya, “ lagi lagi ia harus pulang dengan berjalan kaki “ pikirnya. Apa ia harus meminta uang pada Jong In , dan bilang bahwa ia tidak punya uang sama sekali ? rupanya ia harus memutuskan urat malunya untuk hari ini.

 

Ia melirik ke arah Ae Rin sekilas, “ Apa aku boleh… “ ujar Ha ra terputus

 

“ Jika noona menanyakan aku, bilang saja aku akan pulang larut. Arraseo ? “

 

“ Ne, tapi… “ Ha Ra menggaruk kepalanya.

 

“ Baiklah “ Ucapnya pada udara kosong, membiarkan kata-katanya barusan menguap begitu saja.

 

Karna Jong In sudah berbalik memasuki mobil Hyundainya, begitu juga Ae Rin. Dan Ha Ra hanya bisa menatap kepergian sepasang kekasih itu secara mengenaskan. Ia bisa memastikan akan berjalan sekitar 5 Km hari ini.

 

“ Sial “ Batinnya.

 

Apakah cupid akan berada dipihaknya lagi kali ini, sama seperti ketika ia dipertemukan dengan Kris waktu itu ,kemudian Pria itu bisa mengantarnya.

 

“ Aigoo, apakah keberutungan bisa datang 2 kali ?”

 

 

~~

 

 

Gadis itu masih berjalan meninggalkan gedung School of performing Arts dengan langkah kecilnya, ketika sebuah mobil dari lawan arah tiba-tiba berhenti tepat didepannya.

 

Seorang pria bertubuh tinggi dari dalam mobil itu keluar, menampakkan sosoknya yang benar-benar perfect dengan jas hitamnya.

 

“ Kris “

 

Pria itu menghampirinya, “ Ha Ra, apa yang sedang kau lakukan ? “ Tanya Kris sambil membenarkan jasnya.

 

“ Aku sedang menunggu taksi “ Jawabnya berbohong. Ya, disaat yang tepat terkadang berbohong itu perlukan ?, pikirnya.

 

“ Kau ?”

 

“ Aku…. “ Kris terlihat sedikit berpikir “ aku menjemput….. Ae Rin “ jawabnya.

 

“ Umm “ Ha Ra menggumam “ Tapi sayangnya Ae Rin sudah pulang dengan Jong In sekitar 5 menit yang lalu “ ujar Ha Ra menjelaskan.

 

Kris terlihat menghela nafas.

 

3 Jam yang lalu Appa Kris menelfonnya memaksa anaknya itu untuk menjemput Ae Rin. Kris menolaknya dengan alasan meeting. Tapi appanya terus-terusan memaksanya dan mau tak mau ia harus menuruti permintaan appanya itu.

 

Appanya memang sangat menyayangi Ae Rin. Orang tua mana yang tidak bangga pada putri secantik itu, selain itu Ae Rin juga termasuk anak yang penurut dan pintar. Ia yakin Appa nya itu pasti lebih menyayangi Ae Rin ketimbang dirinya yang notabene adalah anak kandungnya sendiri.

 

Pria paruh baya itu tau hubungan ke dua anakanya tidak terlalu baik. Ia hanya berpesan pada Kris agar menjaga Ae Rin, setidaknya sampai kedua orang tuanya itu kembali dari China.

 

“ Kris “ panggil Ha Ra, gadis itu terlihat berpikir sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.

 

Sementara Kris masih menatapnya “ Waeyo ? “ Tanya Kris.

 

“ Bisa antarkan aku ke rumah Jong In ? “ pinta Ha Ra seraya tersenyum menampakkan sederet gigi-gigi putihnya.

 

 

~~

 

 

“ Jadi sekarang kau bekerja di rumah Jong In ? “ Tanya Kris sembari melajukan mobilnya tapi sesekali matanya melirik kearah Ha Ra yang saat ini duduk disampingnya.

 

Gadis itu mengangguk.

 

Sebenarnya masih banyak pertanyaan di benak Kris mengenai Ha Ra, yaitu sejak kapan ia bekerja di rumah Jong In, bagaimana bisa gadis itu terlibat urusan dengan Keluarga Kim rentenir. Tapi ia buru-buru mengurungkan niatnya. Mungkin itu adalah privasi Ha Ra yang harus ia hormati dan mungkin suatu saat nanti ia juga akan mengetahuinya, tapi tidak sekarang.

 

“ Sepertinya ini bukan jalan ke rumah ? “ Tanya Ha Ra. Ia menatap sekelilingnya bingung.

 

“ Kau pasti belum makan ? “

 

Ha Ra menggeleng.

 

Kris tersenyum, tebakannya benar-benar jitu.

 

Beberapa detik kemudian gadis itu tersenyum. Ia benar-benar bahagia, hari ini ia mendapatkan 3 keberuntungan sekaligus.yang pertama ia bertemu namja tampan, Kris.

 

Yang kedua namja itu mengantarnya pulang, jadi ia tak perlu capek-capek berjalan kaki. Yang ketiga Kris mengajaknya makan di restoran.

 

Wow, hatinya benar-benar berbunga-bunga. Dan gadis itu tak henti-hentinya mengembangkan senyumnya selama berada dalam mobil.

 

 

~~

 

 

“ Bagaimana hubunganmu dengan Joon Myun ? “ Tanya Kris tiba-tiba, membuat Ha Ra yang sedang menyesap coffe latte nya tersedak.

 

Ia menggigit bibir bawahnya, merasa bingung apa yang harus ia katakan pada Kris.” Kami sudah tidak bersama “ Ucap yeoja itu terbata.

 

Ia tersenyum canggung, membuat Kris memandangnya iba. “ Mianhae “ Ucap Kris

 

Tapi disisi lain ada kelegaan di hati Kris, Gadis yang disukainya sudah tak punya namjacinggu lagi.

 

“ Ha Ra, kau ingat waktu SMA dulu kau pernah mematahkan lehermu saat latihan high jump “ Kris mencoba mengalihkan pembicaraan yang sepertinya tak nyaman untuk Ha Ra.

 

Yeoja itu menggembungkan kedua pipinya, sebal. Ia ingat betul masa-masa itu “ Ya, leherku patah, dan aku harus menggunakan penyangga leher selama sebulan “ Ujarnya ketus.

 

Kris semakin tertawa, “ Kau berjalan seperti robot “

 

“ Aku tak bisa menengok selama sebulan “ lanjut Ha Ra ,Ia ingat betul penderitaannya saat itu, dan entah kenapa Kris malah menertawakannya. Ia benar-benar kesal pada Kris.

 

“ Yang aku heran, lehermu yang sakit tapi kenapa jalanmu jadi seperti itu ?” lanjut Kris lagi, bahkan namja itu tertawa semakin keras.

 

Ha Ra melipat kedua tangannya kedepan, ia memicingkan kedua mata kucingnya kearah Kris. Membuat namja itu bergidik.

 

“ Sepertinya kau bahagia sekali mengingat penderitaanku, Wu Yi Fan ? “

 

“ Aniyo “ elak Kris sembari menghentikan tawanya.

 

Ha Ra masih menatapnya, ia tersenyum pada namja itu. Ternyata Kris jauh lebih tampan ketika ia tersenyum, tidak seperti sebelumnya yang ia lihat Kris yang begitu dingin.

 

“ Kris “

 

 

~~

 

 

Jong In menajamkan penglihatannya, Ia menatap seseorang yang sepertinya tak asing. Ternyata kedatangannya bersama Ae Rin di caffe ini telah disambut sesuatu yang benar-benar membuatnya tak nyaman.

 

“ Oh Ha Ra “ desis Jong In

 

Pria itu menarik tangan Ae Rin kasar, membuat yeoja itu sedikit terkejut. “ Oppa “ pekik Ae Rin.

 

Ae Rin membelalakkan matanya seketika, ketika Jong In membawanya kehadapan 2 orang yang sudah pasti ia mengenalnya.

 

“ Kris Oppa “

 

Gadis itu menemukan oppanya dalam keadaan ‘berbanding terbalik’ dari orang yang selama ini ia kenal. Pria yang begitu dingin ,kini ia tertawa lepas. Apalagi ada seorang yeoja disampingnya, Ha Ra.

 

“ Oh Ha Ra “ panggil Jong In, yang kini sudah berada tepat dibelakangnya, membuat gadis yang sedetik lalu dipanggilnya itu menoleh.

 

Ia melebarkan matanya “ apa yang sedang dilakukan bocah ini disini “ batin Ha Ra.

 

“ Bukankah tadi aku menyuruhmu pulang “

 

“ Aish “ desah Ha Ra. Yeoja itu memutar otaknya, mencari alasan yang masuk akal.

 

“ Aku belum makan siang, jadi apa salahnya jika aku mengisi perutku. Atau kau mau aku mati kelaparan ya ? “ Ucap Ha Ra asal.

 

Memang tidak ada yang salah, pikir Jong In, tapi kenapa harus bersama si Playboy ini.

 

 

~~

 

 

Sejak kedatangan Jong In dan Ae Rin 15 menit yang lalu, suasana menjadi canggung. Ha Ra sibuk mengaduk coffe latte nya, bosan. Sementara Jong In masih melipat kedua tangannya ke depan dan sesekali melirik kearah Ha Ra.

 

Entah kenapa Kris, sikapnya kembali seperti semula, terlihat dingin dan mengerikan. Sementara Yeoja yang duduk disebelah Jong In itu hanya menunduk, Ae Rin.

 

Ae Rin tampak sedikit merengut, kenapa Jong In membawanya kesini ? KenapaIa harus duduk tepat didepan Kris ?, Kenapa Jong In tak membawanya ke tempat lain saja ?Otaknya benar-benar diserang beribu pertanyaan yang membuatnya mual.

 

Jong In melirik ke Arah Ha Ra untuk yang kesekian kalinya “ Darimana gadis itu mengenal Kris ? “ pikirnya, sembari memicingkan kedua mata sipitnya.

 

Disaat yang bersamaan Ha Ra melirik ke arah namja itu. “ Dasar, bocah ingusan selalu saja membuatku susah “ dengus Ha Ra

 

“ Kim sajangnim, apa kau tak punya urusan lain yang harus kau kerjakan ? “ cibir gadis yang masih menatap Jong In itu.

 

“ Itu bukan urusanmu noona “ balas Jong In. “ Bagaimana kalau sebaiknya kau kembali kerumah saja, bukankah masih banyak yang harus kau kerjakan, Oh Ha Ra “ Ucap Jong In sombong, merasa ialah yang mengusai gadis itu.

 

“ Mwo ? “ apa yang dikatakan bocah itu. “ Mianhae Kim sajangnim, bukankah aku hanya digaji untuk menjadi sopir ? Aigoo, aku lupa, bahkan kau tak menggajiku sama sekali “ Ucap Ha Ra bersungut-sungut.

 

“ Mwo ? “

 

“ Kau bilang kau ini sangat kaya raya tapi … “ Ha Ra menggeleng, seakan meremehkan seseorang bernama Kim Jong In.

 

Harga diri Kim Jong In benar-benar jatuh dimata Ae Rin. Itulah yang namja itu pikirkan saat ini. Ingin sekali ia menyumpal mulut gadis itu dengan kaus kaki Eun Hyuk hyung yang terkenal bau itu.

 

Kris dan Ae Rin hanya menatap 2 orang disampingnya yang ribut, memperdebatkan hal yang mereka sendiri tak mengerti.

 

“ Apa yang kau katakan ? dasar gadis jadi-jadian “ Umpat Jong In. “ Lihat saja, mana ada seorang gadis berpenampilan seperti itu “ Ia membandingkan Ha Ra dengan kekasihnya Ae Rin, “ benar-benar seperti langit dan bumi “ Ucapnya menyeringai.

 

“ Apa kau bilang hah !!!! “ Bentak Ha Ra seraya bangkit dari kursinya.

 

“Kau gadis jadi-jadian “ balas Jong In yang juga bangkit dari kursinya.

 

“ Mwo ??!! “

“ Setidaknya aku bukan seorang pria yang seenaknya dan kasar sepertimu “ Ucap Ha Ra melemah, tapi masih dalam penekanan si setiap ucapannya.

 

“ Siapa yang kau maksud seenaknya hah ?! “ Balas Jong In lagi.

 

“ pikir saja sendiri “ Ujar Ha ra sembari meninggalkan mejanya. Ia lelah berdebat dengan Jong In.

 

Jika tidak mengingat ummanya yang sedang sakit mungkin ia lebih memilih kabur atau masuk penjara dari pada berurusan dengan bocah menyebalkan ini.

 

Gadis itu melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan caffe, atau lebih tepatnya neraka jika ada Kim Jong In di dalamnya.

 

 

~~

 

 

Seorang namja mengenakan sweater berwarna pastel menyusuri lobby rumah sakit St Mary Seoul. Terlihat setidaknya 95% orang disekitarnya paling tidak 3 x mencuri pandang kearah namja yang berpenampilan charismatic itu.

 

Pria tampan berkulit putih susu itu tampak begitu mempesona dengan rambut coklatnya.

 

“ Anyeong “ sapa namja itu ramah.

 

Beberapa saat lalu namja itu memutuskan untuk pergi ke bagian administrasi terlebih dahulu sebelum menjenguk seseorang yang sudah dianggap sebagai omonimnya sendiri.

 

“ Saya ingin mengurus biaya administrasi atas nama Nam Hye Seok ? “ Ujarnya.

 

Suster itu tersenyum “ Ne, silahkan tunggu sebentar “ jawabnya

 

Wanita berpakaian serba putih itu terlihat serius mengetik sesuatu di keyboardnya. Setelah selesai ia menyerahkan sebuah bill pada namja berwajah malaikat itu.

 

Tanpa perlu berlama-lama ia segera menandatangani persetujuan tagihan itu, dan menyerahkan sebuah credit card untuk membayarnya.

 

“ Gomawo “ ucapnya dan kemudian segera pergi menuju ruang rawat omonimnya.

 

 

~~

 

 

Ha Ra nampak melangkahkan kakinya lebar-lebar, sesekali ia mengusap peluh yang mengalir di dahinya.

 

Setidaknya ia bisa berjalan menuju rumah sakit yang jaraknya lumayan dekat dari caffe yang baru saja dikunjunginya. Ia bisa menenangkan diri di tempat itu. Dan ia juga akan menceritakan semua yang dialaminya pada Ummanya, walaupun ia tak tau apakah Umma bisa mendengarnya atau tidak.

 

“ Huft “ desah Ha Ra,

 

Setelah beberapa menit ia menyusuri koridor rumah sakit, ia menemukan ruang dimana Ummanya dirawat.

 

Begitu ia sampai dikamar Ummanya, Ia mendengar seseorang sedang mengajak Ummanya berbicara “ Chan Yeol Oppa “ pikir Ha Ra.

 

Ia segera membuka pintu dan yang ia temukan bukan Chan Yeol melainkan seorang namja yang tak ingin ia temui lagi.

 

“ Joon Myun “ Pekik gadis itu.

 

Namja yang pernah menyakitinya itu sedang menggenggam tangan Ummanya. Hatinya serasa mencelos, kenapa ia harus selalu bertemu dengan namja itu, disaat ia ingin melupakan sisa-sisa kenangan indah bersamanya ?

 

Joon Myun terlihat sedikit terkejut dengan kehadiran Ha Ra. Setaunya gadis itu sedang menjemput Jong In di sekolah.

 

“ Bagaimana kabarmu Oh Ha Ra ? “ Sapa namja itu sedikit canggung.

 

Ha Ra mengangguk pelan “ seperti yang kau lihat “ jawab Yeoja itu seraya tersenyum miris, mengasihani dirinya sendiri.

 

Namja itu menatap Ha Ra, ternyata gadis itu masih sama seperti dulu ketika ia masih menjadi kekasihnya tapi saat ini badannya terlihat sedikit lebih kurus.

 

Ia tersenyum merasa ia adalah seorang penjahat yang kejam. Apa yang pernah ia lakukan pada gadis itu sungguh diluar batas.

 

Disaat gadisnya itu terjatuh dan butuh seseorang disampingnya tapi ia justru meninggalkannya. Melukai perasaannya, padahal ia tau seberapa besar cinta gadis itu padanya.

 

“ Aku berharap kau bisa lebih bahagia “ Ucap namja itu lagi-lagi menampakan senyum ramahnya.

 

“ tentu saja “ jawab Ha Ra , Ia mengalihkan pandangannya dari namja itu.

 

“ Baiklah, maaf aku harus pergi “ Ujar Joon Myun sembari meninggalkan tempatnya sekarang.

 

“ tunggu dulu Joon Myun ssi “ panggil Ha ra tercekat, membuat namja yang kini berada di ambang pintu itu menoleh kearahnya.

 

“ Apa kau yang membayar tagihan rumah sakit Ummaku selama beberapa minggu terakhir ini ? “ Tanya gadis itu seraya menatapnya tajam.

 

“ Umm , kau bisa mengembalikan uang itu kapanpun kau mau “ jawab namja itu santai, dan lagi-lagi ia tersenyum sekilas kemudian meninggalkan Ha Ra yang masih mematung di tempatnya kini.

 

Air mata gadis itu kembali mengalir entah untuk yang ke berapa puluh kalinya selama namja itu memutuskannya. Butiran-butiran bening itu terus saja menetes, tanpa ia bisa menghentikannya.

 

sekejam itukah pria yang pernah dicintainya dulu ?

 

 

 

TBC

6 pemikiran pada “My Lovely Driver ( Chapter 2 )

  1. keren thor ceritanya…
    Ha Ra d cintai oleh beberapa pria tampan…mo juga dong,hehe
    jdi yg bayarin tagihan rumha sakit itu Joonmyun y, apa Joonmyun masih cinta sama Ha Ra??
    dan Jongin sepertinya mulai merasakan “sesuatu”….penasaran klanjutannya
    d tnggu next chapternya…

  2. aishhh.. kenapa critany bsa sbagus ini.? ehehehe *plak
    nah lohh oh hara hrus memilih siapa.??
    sepertinya bnyaknamja yg suka dgnnya.!!
    thor lanjut yaa.. cepetan.hihihi..fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s