Love Coupon

Title: Love Coupon (BaekRin 1st Series)

Author: Nisha_bacon627

Main Cast :

  • Byun Baekhyun
  • Song Hyerin (OC)

Genre: Romance

Length: Oneshot (Series)

AUTHOR’S NOT: ANNYEONG ^^… Kalau ada yang udah baca FF admin yang judulnya “For You” pasti tau nama panggilan Hyerin untuk Baekhyun ^^ Ini juga FF Oneshot tapi Series. Jadi, Oneshot selanjutnya bakalan berhubungan dengan FF ini~

Love Coupon

 

“KUPON?!”

“Yak! Byun Baekhyun! Jangan berteriak di telingaku seperti itu!”

Seorang lelaki yang bernama Baekhyun itu mengerucutkan bibirnya seraya menatap gadis yang duduk tepat di sampingnya dengan kesal. Ditambah lagi sikap gadis itu yang memakan ice cream vanilla-nya dengan santai semakin membangkitkan emosinya.

“Jangan menatapku seperti itu! Kalau kau tak mau, buang saja. Apa susahnya hm?” Walaupun matanya terfokus pada TV yang sedang menayangkan salah satu program musik, tapi ia bisa merasakan tatapan emosi dan bingung dari Baekhyun.

Mata Baekhyun melotot kaget, “Dibuang?! ANDWAE!”

Gadis itu tertawa kecil, masih dengan mata yang tertuju pada TV. Sungguh, ia tak yakin lelaki yang duduk di sampingnya berumur dua puluh satu tahun. Tidak dari sifatnya.

“Bukannya kau tak suka?”

“Bukan seperti itu! Maksudku, berikan aku sesuatu yang lebih pantas disebut hadiah Song Hyerin!”

Gadis bernama Hyerin itu mengernyit lalu dengan cepat menguasai dirinya kembali, “Aku tak punya uang!”

“Ya ya! Kau punya uang untuk membeli apapun yang berhubungan dengan Super Junior, tapi tidak untuk kekasihmu ini?!”

“Aku tahu hadiah dari fansmu bertumpuk di kamarmu dan kurasa itu sudah cukup untuk membuat kamarmu tak bisa dimasuki. Ruang tengah ini saja sebagian sudah terisi penuh dengan kado-kado itu.” Hyerin menatap berkeliling pada dorm EXO, tempatnya sekarang berada, hanya berdua dengan Baekhyun. Memang seperti perkataannya, ruangan itu juga hampir terisi penuh dengan kado-kado dari para penggemar kekasihnya itu.

Memangnya siapa yang tak mengenal kekasihnya? Walaupun EXO masih terbilang rookie yang baru saja debut awal tahun kemarin, tapi fans mereka sudah tersebar di seluruh pelosok negeri.  Dan siapa yang tak akan tertarik dengan wajah-wajah fresh para membernya? Termasuk Baekhyun yang notabene adalah vokalis utama dengan wajah tampan dan imut yang dikarunia Tuhan padanya.

“Terserah padamulah, kau mau apakan kupon itu. Tapi jika kau ingin menggunakannya, tulis saja permintaanmu dan berikan padaku.”

“Asalkan tak membuatku mengeluarkan uang~…” Hyerin menambahkan dengan cepat.

“………….”

Hyerin meletakkan kotak ice cream yang telah habis dimakannya pada meja depan sofa yang mereka duduki, lalu berdiri mengambil tasnya yang tergeletak begitu saja di antaranya dan Baekhyun, “Aku pulang dulu.”

“Tunggu! Kau baru saja tiba sejam yang lalu.” Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal.

“Lalu?”

“Tinggallah lebih lama lagi hm?” Hyerin benar-benar ingin tertawa sekarang melihat Baekhyun yang memohon dengan puppy eyesnya yang terkadang membuat semua orang luluh, bahkan hyung dan dongsaengnya.

“Maaf sekali Byun Baekhyun, tapi aku tak akan pernah masuk ke dalam perangkap puppy eyes kebanggaanmu itu. Jadi kesimpulannya, aku akan pulang sekarang.”

“…………….”

Tak ada balasan dari Baekhyun. Yang ia lakukan hanyalah menatap punggung Hyerin yang menjauhinya menuju pintu, berharapa gadis itu akan kembali berbalik dan tersenyum, lalu mengatakan, ‘Maafkan aku sayang, aku hanya mengerjaimu.’.

Tapi sepertinya tak mung-

“Hey bayi!”

Dia berbalik…. Hyerin berbalik… Aku tahu kau berpihak padaku Tuhan…

“Aku lebih menyayangi Super Junior, asal kau tahu saja~ Mehrong~…”

Dan Baekhyun baru tersadar dari kalimat sialan itu –menurutnya, ketika Hyerin telah lari menghilang dengan cepat di balik pintu.

Cih! Mengharapkannya akan bersikap manis?! Ada-ada saja kau Byun Baekhyun! Itu sama saja dengan menunggu tahun kecoak ada!

Lama ia menggerutu tentang sikap Hyerin padanya, sebelum pandangannya fokus tertuju pada benda yang disebut Hyerin sebagai ‘hadiah’ ulang tahun untuknya.

5 kupon kosong berwarna biru muda yang sekarang dipegangnya.

Jujur, ia cukup tak mengerti dengan gadis yang telah menjadi kekasihnya 9 bulan terakhir ini. Entah itu dari sikap ataupun pemikirannya. Semuanya terasa aneh baginya.

Bukan aneh dalam hal buruk yang ia maksud, tapi aneh yang justru membuat gadis itu spesial di matanya, lain dari siapapun.

“Lihat saja apa yang akan kuminta darimu Song Hyerin sayang~…”

***

-1 Week Later-

Gadis itu sekarang pasti masih tertidur lelap jika saja tak ada seseorang yang menganggu tidurnya dengan mencubiti pipinya berulang kali.

“Bangun Song Hyerin~…Byun Baekhyun, kekasihmu tercinta ada disini.”

“Eungh…” Hanya lenguhan yang Baekhyun dapatkan, ditambah tendangan dari Hyerin yang membuatnya sukses terjengkang dari tepi tempat tidur yang sebelumnya di dudukinya.

“Aishh!! Dasar pemalas!” Sungguh, ia kasihan pada dirinya sendiri. Di hari Minggu yang cerah, ia sengaja datang pagi-pagi ke rumah Hyerin hanya untuk bertemu dengan gadis itu dan menghabiskan waktu seharian bersamanya. Tapi apa yang ia dapatkan? Tendangan cinta dari Hyerin yang membuat pantatnya yang tak berdosa berdenyut sakit di pagi hari.

Dicobanya membangunkan Hyerin kembali, tapi sepertinya ia mengalami sedikit kendala karena Hyerin sekarang telah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan mungkin saja telah tertidur lelap kembali di bawah sana.

“Lihat saja apa yang akan kulakukan padamu!” Seringaian jahil menghiasi wajah Baekhyun, dengan ia yang perlahan membuka selimut biru bermotif puppy itu.

“Hyerin-ah… Yesung ada di depan rumahmu sekarang~…”

BRUK

Sekali lagi Baekhyun yang membisikkan sesuatu untuk membuat Hyerin bangun, tapi kali ini dengan ‘mantra’ yang cukup untuk membuat gadis itu bangun. Dan sukses lagi membuatnya terjengkang untuk kedua kalinya, dengan matanya yang menjadi korban akibat tubrukan dengan kepala Hyerin.

Jangan tanyakan mengapa, karena setelah mendengar ‘mantra’ yang dibisikkan oleh Baekhyun di telinganya membuatnya langsung saja melompat bangun dan membuka tirai jendelanya dengan cepat.

Matanya liar mencari-cari seseorang di pekarangan bawah di rumahnya.

Dari kamarnya yang berada di lantai atas pasti akan terlihat jelas seseorang yang berada di depan rumahnya bukan?! Tapi kenapa……

Aigoo… Sang tuan putri begitu mudah dibangunkan hanya dengan menyebut nama itu. Ckckck…” Baekhyun berkata sarkastik seraya mengusap matanya yang masih sedikit berdenyut sakit akibat ulah Hyerin sebelumnya.

“AH! Apa yang kau inginkan Byun Baekhyun?! Demi Tuhan, ini hari Minggu.” Hyerin duduk pada tempat tidurnya, mengacak rambutnya yang berantakan dengan frustrasi.

“Dan aku akan membiarkanmu dengan tenang di alam mimpimu?! Tidak! Karena aku sedang tak ada schedule, jadi aku ingin menghabiskan waktu denganmu.”

“Tidak! Aku ingin tidur!”

“Ayolah~…” Baekhyun sekarang duduk di samping Hyerin. Tangannya memainkan rambut Hyerin, dengan lembut sedikit merapikan rambut gadis itu.

“Sekali tidak, tetap tidak! Untuk seorang siswi sepertiku, hari Minggu digunakan untuk tidur seharian!”

“Eyy.. Dasar pemalas!”

“Aw!!” Ketukan kecil dari Baekhyun mendarat di kepalanya, membuatnya sedikit meringis.

Hyerin memperhatikan Baekhyun yang tiba-tiba dengan cepat meraih sesuatu dari saku jaket baseball berwarna biru yang dipakainya.

Sebuah kertas kecil berwarna biru.

“Ini…”

Hyerin menerima kertas biru kecil yang ia kenali sebagai kupon yang ia berikan pada Baekhyun.

‘Bagaimanapun, habiskan waktu bersamaku seharian.’

Mata Hyerin membelalak melihat tulisan di atas kertas biru itu.

Baru saja ia akan membuka mulut untuk protes, Baekhyun dengan cepat memotong, “Ingat! Kau akan melakukan apapun, asalkan tak mengeluarkan uang sepeserpun. Itu janjimu!”

Dengan helaan nafas panjang setelahnya Hyerin mengangguk –sedikit terpaksa, tapi apa boleh buat? Ia sudah berjanji akan mengikuti ataupun menuruti permintaan apapun yang tertulis pada kupon itu.

“Bersiap-siaplah, setelah itu kita akan pergi.”

“Pergi? Kemana?”

“Sudahlah… Kau mandi saja dulu. Aku akan menunggumu di bawah, ok?!” Dengan itu, Baekhyun pun bergegas keluar, tapi kembali terhenti ketika tangannya baru saja mencapai gagang pintu, “Ada apa lagi?”

“Sekadar tambahan, baumu sama seperti Monggu. Dah~”

BRAK!

“YAK!! BYUN BAEKHYUN! AKU TAK SAMA DENGAN ANJING COKLAT ITU!”

***

Baekhyun terkikik kecil melihat tampang kesal Hyerin sekarang. Kenapa? Karena di matanya Hyerin yang bertampang kesal seperti sekarang ini justru membuat gadis itu terlihat semakin imut.

“Kenapa kau membawaku ke kebun binatang?”

“Ayolah~… Jangan ingat masa kecilmu yang pernah hampir diterjang oleh harimau lepas di kebun binatang.”

“……………”

“Ok ok… Jika terjadi sesuatu seperti itu lagi aku akan melindungimu dan membiarkan tubuhku yang diterjang.”

Hyerin melirik Baekhyun ragu…

“Benarkah? Sebesar itu kah cintamu padaku Byun Bacon?~”

Kali ini Baekhyun yang merutuk kesal dalam hati karena ujung-ujungnya selalu saja dirinya yang berakhir sebagai bahan godaan Hyerin.

“Aish… Jangan menggodaku.”

Hyerin tertawa geli melihat wajah Baekhyun yang memerah, tapi sedetik kemudian berubah kembali menjadi serius dengan jawaban penolakan yang diterima oleh Baekhyun.

“Aku akan menunggu disini, kau saja yang masuk.”

“Kau mau menunggu di dalam mobil? Tch…” Baekhyun meraih sesuatu dari saku jaketnya, dan tanpa diperlihatkan Hyerin sudah bisa menebak apa yang akan Baekhyun ambil.

Hyerin menghentikan pergerakan tangan Baekhyun, “Okok! Tak usah keluarkan kupon itu lagi. Aku ikut denganmu!”  Apa boleh buat? Ia sudah berjanji untuk menuruti apapun yang dituliskan Baekhyun pada kupon itu.

“Assa!!! Ayo~.”

Dengan desahan berat Hyerin turun dari mobil disusul Baekhyun yang kemudian segera berlari berputar untuk mencapai tempat gadisnya berdiri.

Untuk beberapa menit keduanya sibuk dengan urusan masing-masing, Hyerin yang merapikan pakaian dan rambutnya, dan Baekhyun yang sedikit menunduk disampingnya untuk bercermin pada spion mobil, memperbaiki topi dan kacamata hitam miliknya untuk menyamarkan identitasnya sebagai seorang idola.

“Ayo~…”

Hyerin melirik heran pada salah satu tangan Baekhyun yang tersodor padanya, “Ada apa dengan tanganmu?”

“Ck..Dasar gadis tomboy! Begini saja tak mengerti.” Baekhyun langsung saja menyambar tangan Hyerin, lalu menautkan jari-jarinya yang kokoh pada jari-jari kecil kekasihnya itu.

“Aish…Lepaskan tanganku bayi!”

“Tidak!”

“Aku tinggal disini saja kalau begitu!”

“Ingat janjimu sayang~…”

“Kau hanya memintaku menemanimu, bukan berpegangan tangan seperti ini!”

“Baiklah-baiklah… Ini!”

‘Bagaimanapun, berpegangan tanganlah denganku.’

“Aish…~”

Baekhyun tersenyum puas ketika jari-jari Hyerin tak lagi memaksa lepas dari tautan jari-jarinya. Kupon-kupon itu ternyata cukup berguna untuknya. Baiklah, ia menarik kembali kata-katanya yang mengatakan kupon itu tak pantas disebut hadiah. Malah sekarang ia merasakan, kupon-kupon itu bisa memberinya keuntungan setiap saat. Seperti saat ini contohnya.

Dengan cepat ia mengeluarkan iPhone-nya, “Apa yang kau lakukan?” Untuk kesekian kalinya, Hyerin lagi-lagi dibuat heran olehnya.

CLICK!

“Selesai!”

“Untuk apa-”

“Ssstt.. Jawabannya, karena aku ingin mengabadikan momen pertama kalinya kita berpegangan tangan.”

Hyerin diam, sedikit termangu. Memang, jika dipikir-pikir, sejak hampir setahun yang lalu mereka mulai berhubungan, tak sekalipun mereka melakukan skin ship, apalagi berpegangan tangan erat seperti ini. Beberapa kali memang Baekhyun ingin melakukannya, tapi selalu saja ia tak mau.

Bukan, bukan karena ia tak suka dengan sentuhan kekasihnya sendiri. Tapi ia takut jika wajahnya akan menjadi semerah tomat dan Baekhyun akan menggodanya terus-terusan. Jika itu terjadi, harga dirinya bisa turun di depan seorang Byun Baekhyun. Dan itu tidak akan terjadi!

Pengecualian untuk saat ini! Karena kebodohannya yang memberikan Baekhyun kupon-kupon terkutuk itu (menurut Hyerin sekarang) dan berjanji untuk memenuhi apapun yang dituliskan oleh Baekhyun pada kupon itu.

Akibatnya ia sekarang harus menahan mati-matian ekspresinya agar tak timbul rona merah pada wajahnya.

“Ayo masuk.”

Hyerin tersenyum tipis,

Rupanya seperti ini berjalan sambil bergandengan tangan bersama kekasih.

Langkah Baekhyun yang cukup lebar membuatnya cukup susah untuk menyeimbangi, tapi entah kenapa ia menyukai itu. Terlebih lagi tangan Baekhyun yang menggenggam tangannya erat.

Erat, sangat erat.

“Yak! Jika kau menggenggam tanganku erat seperti itu terus-terusan, bisa-bisa tanganku kebas seharian, bayi!”

Hyerin bukannya ingin Baekhyun melepaskan genggamannya, justru sebaliknya. Tapi ia hanya tak bisa mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya, dan berakhir dengan mengeluarkan kata-kata yang bertolak belakang dengan yang ada pada pikirannya.

Balasan Baekhyun?

Genggamannya yang bertaut dengan jari-jari kecil milik Hyerin semakin erat.

Karena sebaik apapun Hyerin menjadi seorang aktor yang menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya, ia akan selalu tahu.

Selalu tahu bahwa gadis itu memperlakukannya tak spesial, justru karena dirinya spesial untuk gadis itu. Tahu bahwa gadis itu seolah tak memperdulikan dirinya, justru karena gadis itu sangat peduli padanya.

Sangat menyayanginya…

Dan juga sangat mencintainya.

***

“Uhm…masih ada 3 kupon lagi yang belum kugunakan~..”

“Kubunuh kau jika kau menggunakannya untuk memaksaku seperti ini lagi, Byun Baekhyun!” Hyerin melirik tajam.

Baekhyun hanya terkekeh kecil dibuatnya, “Aku tak bisa janji padamu Hyerin sayang~…”

“YAK! AWAS KAU BYUN BAEKHYUN!”

PLAK!!

Dan rekreasi kecil mereka dimulai dengan Baekhyun yang mendapatkan beberapa pukulan telak dari kekasihnya sendiri tanpa ampun.

Aish…Bagaimanapun juga Song Hyerin tetaplah Song Hyerin. Gadis remaja tomboy dan selalu kasar padaku!

END

Iklan

29 pemikiran pada “Love Coupon

  1. Baguuusssss :* :* :* :*
    Aku selalu suka sama tulisan kamu tentang baekhyun hehehe
    For You-nya dong author tolong dilanjutin, request kan udah banyak banget nih hehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s