History (Chapter 2)

 HISTORY (Chapter 2)

Author:            Ms.Byun | @anneeeelf

Genre:             Fantasy, Romance

Rating:                        Teenager

Lenght:            Series (Chapter)

Main Cast:         –     Jung Ji Ra (OC)

–        All EXO Member

–        Jung Jae Joon (OC)

Support Cast:    –   Park Soo Joon (OC)

–        Han Sang Jae (OC)

–        Kim Ri Young (OC)

–      Jung Soo Jung

Summary:

Ketika 2 orang kakak beradik terpisah dan terpaksa bersatu kembali karena 12 namja penghuni dimensi lain meminta mereka menyelesaikan masalahnya, agar bisa hidup tenang di bumi. Bagaimana kisah mereka?

posterffhistory

 

Jaejoon berlari – lari kecil agar dapat lebih cepat sampai ke rumahnya. Perkataan Luhan dan Kris terngiang – ngiang di telinganya, kepalanya dipenuhi oleh pikiran tentang adiknya, Jira.

“Jaejoon? Kenapa kau terengah – engah seperti itu?” tanya appa yeoja tersebut

“Ah? Appa! Aku harus segera kembali ke Seoul, kumohon kau sampaikan pada dosenku aku mengambil libur panjang dan aku tidak tau sampai kapan.” Ucap Jaejoon dengan satu nafas. Sementara Jaejoon berlari ke kamarnya, appa dari yeoja itu hanya menatap lurus tanpa ekspresi.

Jaejoon keluar dari kamarnya sambil menarik koper besar di tangan sebelah kanannya dan ransel di tangan kirinya. Appanya yang melihat itu bertanya

“Kau ada urusan apa di Seoul? Mendadak sekali.”

“A.. Aku harus menyelesaikan skripsiku appa”

“Jaga diri baik – baik ya”

“Ne, appa. Lagipula di Seoul ada eomma dan Jira.”

“Ne, kalau begitu hati – hati dijalan”

“Ne appa aku pergi!” Jaejoon melambaikan tangannya lalu kembali berjalan dengan cepat menuju stasiun

 

***

 

Perhatian, kepada penumpang tujuan Seoul yang sudah memiliki tiket diharapkan segera masuk ke dalam kereta.

Kris melirik jam tangannya, sebentar lagi keretanya akan berangkat, tetapi Jaejoon belum datang juga. Kris kemudian berjulun menuju pintu masuk stasiun sambil mencari – cari yeojachingunya itu.

“Kris!” seseorang memanggilnya dari arah jam 9

“Jaejoon-a akhirnya kau datang juga, hampir saja kita tertinggal kereta.”

“Sudah, ppaliwa kajja!” Jaejoon menarik tangan Kris menuju tempat dimana teman – teman Kris berkumpul.

“Ayo kita berangkat!” ucap Jaejoon setelah bertemu dengan teman – teman Kris yang sudah berkenalan dengannya itu

“Kau lama sekali” ucap Xiumin, namja yang bisa membekukan apapun disekitarnya

“Maafkan aku Xiumin oppa, aku kan yeoja.”

“Sudah cepat kita masuk kedalam kereta, kalau kita ditinggal bagaimana?” ucap Kris dengan tegas. Mereka semua berjalan menuju kedalam kereta, setelah menemukan tempat mereka menikmati tempat masing – masing. Jaejoon yang duduk bersebelahan dengan Kris itu memandang keluar jendela kereta.

“Gwaenchanayo?” tanya Kris pada yeojachingunya

“Gwaenchanayo.” Jaeojoon tersenyum

“Kau mengkhawatirkan sesuatu chagi? Cerita padaku”

“Aku hanya mengkhawatirkan appaku.” Raut wajah Jaejoon berubah murung

“Appamu? Dia sehat – sehat saja bukan?” tanya Kris heran dengan pernyataan Jaejoon

“Dia memang terlihat bugar di tempat umum, tapi tidak jika dirumah. Ia menderita penyakit jantung karena kelelahan” Jaejoon menghela nafas

“Penyakit jantung? Kenapa kau baru cerita padaku sekarang?”

“Aku tidak mau membeberkan tentang penyakit appa pada siapapun, appa memintaku untuk merahasiakannya, tapi aku sadar suatu saat orang lain akan tau dia sakit”

“Tenang chagiya, dia akan baik – baik saja.” Kris mengusap pelan kepala Jaejoon lalu mengecup ringan kening yeojanya itu.

Kereta mereka perlahan mulai melaju meninggalkan Busan, Jaejoon pun kembali melihat keluar jendela. Kris yang melihat yeojachingu nya seperti itu kemudian menggenggam tangan Jaejoon dengan erat lalu tersenyum. Di kursi lain dua orang namja tengah berbincang – bincang dengan suara yang rendah

“Bagaimana ini hyung? Apa dia mau membantu kita?” ucap Tao pada hyungnya

“Harus. Ini demi kelangsungan hidupnya juga” balas Lay yang merupakan lawan bicara Tao

“Tapi, apa dia akan mengerti tentang masalah yang kita hadapi?”

“Itu sudah merupakan kewajiban untuknya Tao, Luhan hyung sudah memberitahu kita bahwa Jaejoon noona memiliki adik bernama Jung Jira. Adiknya itu bisa melihat Kai ketika ia menampakkan dirinya di kelas itu berarti Jung Jira adalah makhluk bumi yang bisa membantu kita dalam menyelesaikan masalah ini, Jaejoon noona adalah kakak kandungnya itu berarti ia bisa membantu kita juga.” Jelas Lay panjang lebar

“Ne, kau benar hyung. Semoga mereka bisa membantu kita.” Tao berkata dengan sangat berharap

“Ne, agar kita bisa bersatu kembali dengan teman – teman kita yang lain.” Lay menunduk dalam setelah mengeluarkan kata – kata dari mulutnya tadi

“Hyung …”

“Sudahlah Tao, yang terpenting sekarang adalah mempersatukan Jaejoon noona dengan adiknya.”

“Kita pasti akan mempersatukan mereka Hyung” Tao tersenyum kepada Lay

 

***

 

Lay, Tao, Luhan, Chen, Xiumin, Kris dan Jaejoon menggerek koper mereka dijalanan yang ramai, pasangan yang sedang kasmaran itu pun berjalan didepan teman – teman mereka sambil berpegangan tangan.

“Hyung!” panggil Chen pada Kris

“Wae geurae?” Kris menoleh pada Chen yang sudah ada di sampingnya tanpa melepaskan tautan tangannya dengan Jaejoon

“Bagaimana kalau kita mencari rumah makan? Apa hyung tidak lapar? Lagipula kita bisa bersantai sebentar disana” Kris mengerti apa maksud Chen mengajaknya mencari rumah makan. Ya, untuk menjelaskan semuanya pada Jaejoon.

 

Tidak jauh dari stasiun 5 orang namja dan seorang yeoja itu sedang asyik bersenda gurau di salah satu rumah makan mewah, perbincangan – perbincangan serius pun tidak dapat dihindari

“Jaejoon-ssi” panggil Luhan

“Mwo?”  Jaejoon mengalihkan pandangannya pada Luhan

“A.. aku ..”

“Ya, Luhan! Kau mengapa bertingkah seperti namja yang akan menyatakan cinta pada seorang yeoja?” tegur Xiumin yang mendengar Luhan yang terbata – bata

“Hyung, aku takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan”

“Luhan, ada apa?” Jaejoon membuka mulut karena melihat Luhan dan Xiumin yang berdebat

“Eeemm.. Aku ingin menjelaskan sesuatu padamu”

“Sesuatu apa?”

“Soal kedatangan kita ke Seoul”

“Memangnya ada yang salah?”

“Tidak, bukan ada yang salah.”

“Lalu apa?” Jaejoon penasaran

“Kau tau apa tujuan kita datang ke sini?”

“Untuk menemui adikku kan?”

“Ne, tapi apa kau tau apa alasan kau harus menemui adikmu?”

“Karena adikku ingin berlibur denganku? Itu kan yang kau katakan sebelum menyuruhku kembali kerumah”

“Alasan sebenarnya bukan itu.” Luhan menggigit bibir bawahnya menahan ketakutan

“Maksudmu? Jangan buat aku penasaran seperti ini” ucap Jaejoon meninggikan nada bicaranya

“Alasan sebenarnya.. kau harus datang kesini karena..”

“Karena apa Luhan?” Jaejoon menghela nafas menunggu jawaban Luhan

“Karena kami butuh bantuanmu juga adikmu” kata Luhan meneguhkan hatinya

“Bantuan untuk?” Jaejoon mengerutkan keningnya

“Untuk membantu menyelamatkan planet kami.”

“Planet kalian? Planet kalian bagaimana..”

“Kami bukan mahluk bumi.” Luhan kembali menggigit bibir bawahnya. Jaejoon yang mendengar kata – kata Luhan membelalakkan matanya dengan raut bingung

“Hhh, banyolan kau itu tidak lucu.”

“Aku tidak sedang bercanda Jaejoon-ssi.” Luhan mempertegas suaranya

“Kau tau Luhan? Kau ini tidak pandai akting, jadi kau tidak bisa menipuku.”

“AKU SERIUS!” Jaejoon terhentak mendengar Luhan berteriak kepadanya.

“Luhan, aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan” Jaejoon berkata dengan lembut pada Luhan

“Jadi, kami semua sebenarnya bukan mahluk bumi. Kami berasal dari planet lain dan datang ke bumi untuk mencari pertolongan agar bisa menyelesaikan masalah di planet kami, dan untuk menyelesaikan masalah itu kami butuh mahluk bumi.” Kris menjelaskannya dengan hati – hati agar tidak menyakiti hati Jaejoon

“Tapi kenapa harus aku?” Jaejoon bertanya – tanya

“Karena hanya kau dan adikmu yang bisa melihat kami.” Kris menjawabnya, lagi – lagi dengan sangat hati –hati

“ Jadi? Maksudmu sekarang aku terlihat berbicara sendiri oleh orang – orang yang ada di rumah makan ini?” Jaejoon mulai panik, ia tidak mau dianggap gila

“Tidak.. tidak! Bukan begitu maksudku. Kau tidak terlihat berbicara sendiri sekarang karena kami sedang menjadi manusia bumi. Maksudku, jika kami berubah kembali menjadi diri kami yang sebenarnya maka tidak akan ada yang bisa melihat kami, kecuali mahluk bumi yang mempunyai kekuatan kami. Dan kau adalah mahluk bumi yang kami cari.”

“Darimana kau tau? Bukankah kalian selalu menjadi manusia bumi dihadapanku?”

“Tidak. Saat dipantai, kau melihat Tao, Chen dan Xiumin datang bukan?”

“Ne, aku melihat mereka datang dengan cara yang menyeramkan.Bagiku.”

“Saat mereka datang, mereka adalah diri mereka. Mereka berwujud sebagai mahluk planet kami bukan sebagai manusia bumi, dan kau melihatnya bersama dengan kekuatan mereka.”

“Jadi, aku adalah orang yang kalian cari? Tapi Jira?”

“Adikmu mengalami hal yang sama.”

“Dia melihat kalian juga?”

“Bukan kami, tapi keluarga kami yang lain.”

“Keluarga yang lain?”

“Kau akan mengetahuinya nanti, sekarang sebaiknya kita pergi dari sini.” Kris menggandeng tangan Jaejoon dan berjalan bersama.

“Kris, sekarang kita pergi kemana?” tanya Jaejoon

“Ke tempat yang seharusnya.”

 

 

***

 

 

“KALIAN MAU APA?!!” teriakan seorang yeoja terdengar dari dalam ruangan bercat dinding putih.

“Jira, tenanglah kumohon.” Suho merangkul Jira dari belakang lalu mendudukannya di sofa yang berada tepat disebelah Jira

“Sunbae, jelaskan padaku, sebenarnya apa yang mereka mau? Kenapa dia membawaku kesini?” Air mata Jira mulai mengalir, ia sangat ketakutan saat ini

“Kami akan menjelaskan semuanya padamu, tapi kumohon tenanglah. Kami tidak akan menyakitimu.” Suho menyentuh bahu Jira lalu mengelusnya

“Baekhyun, jelaskan padanya.” Perintah Suho pada namja yang bernama Baekhyun

“Ne, hyung.” Baekhyun duduk di sebelah Jira lalu menatap yeoja yang ada didepannya itu

“Jira, maafkan aku tadi aku sudah lancang memasuki kamarmu” tangan Baekhyun mulai menggenggam tangan Jira

“Kau..” Jira menatap Baekhyun dengan tatapan sendu

“Ne, aku yang membawamu kemari”

“Kenapa kau melakukan itu?”

“Ada sesuatu yang harus kami bicarakan denganmu, sesuatu yang sangat penting.”

“Sesuatu apa?”

“Kami ingin kau membantu kami menyelamatkan planet kami”

“Planet? Bumi maksudmu? Memang bumi ini kenapa?”

“Bukan bumi, tapi planet kami. EXO planet”

“Exo planet?”

“Ne, kami berasal dari exo planet. Kami datang ke bumi untuk meminta pertolongan dari manusia bumi yang mempunyai kekuatan kami untuk menyelesaikan masalah yang menerpa planet kami” Baekhyun menatap mata Jira yang terlihat sangat ketakutan

“Memangnya masalah apa yang menerpa planet kalian?” Jira bertanya pada Baekhyun lalu mengedarkan pandangannya pada 5 namja lainnya.

“Aku akan menjelaskannya” Baekhyun mengeratkan genggamannya pada tangan Jira

 

*Flashback*

 

Seorang namja sedang menduduki singgasana yang berada di ruang tengah Istana, kemudian 11 namja lainnya datang berurut lalu berdiri tegap didepan sang namja yang menduduki singgasana.

“Ada perlu apa kalian datang kesini?” ucap namja di singgasana dengan ramah

“Suho, kita harus segera bertindak.” Luhan berkata pada namja yang bernama Suho itu

“Bertindak?” Suho mengerutkan keningnya

“Ne, kita harus segera menghancurkan pengacau – pengacau itu.”

“Soojoon dan Sangjae?”

“Ne, kau benar Suho”

“Apa yang mereka lakukan?”

“2 kawan itu sudah menyerbu bagian selatan Exo planet, jika dibiarkan mereka bisa menyerang istana ini Suho-ssi.”

“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”

“Ikut aku ke ruang utara” Suho pun beranjak turun dari singgasananya lalu berjalan mengikuti Luhan yang berada di depannya, 10 namja lain mengikuti mereka dari belakang.

Ruang utara sudah ada di depan mata ke-12 namja tersebut, Luhan memejamkan matanya, seketika pintu ruang utara itu terbuka, lalu ke -12 namja itu masuk ke dalam ruangan didepannya.

“Diamond ball” Suho berkata sambil memandang bola kristal dihadapannya

“Ne, bola kristal ini akan membantu kita.” Luhan memutar bola kristal itu dari kejauhan lalu meletakkannya kembali. Bola kristal itu tiba – tiba memancarkan cahaya terang berwarna hijau, tidak lama muncul bayangan seorang yeoja di dalam bola kristal itu.

“Annyeong hasseyo Soojung, senang bisa berbincang denganmu lagi.” Suho menyapa Soojung –gadis yang ada dalam bola kristal itu-

“Senang bisa berbincang dengamu juga oppa.” Soojung membalas sapaan Suho

“Kami perlu bantuanmu.”

“Aku sudah tau. Soojoon dan Sangjae menginginkan Exo planet, mereka ingin memiliki planet ini seutuhnya. Kalau mereka tidak dicegah, maka Exo planet akan hancur ditangan mereka. Mereka dalam perjalanan menuju istana sekarang, tidak lama lagi mereka akan sampai. Jagalah diri kalian, jagalah istana ini, kumohon jangan biarkan mereka mengambil alih planet ini. Setidaknya, sampai aku bisa lepas dari kutukan ini.” Soojung menjelaskan panjang lebar pada ke-12 namja yang dilihatnya dari sebuah bola kristal

“Jinjja? Mereka sebentar lagi akan sampai?!” Do terkejut mendengar perkataan Soojung

“Gomawoyo sudah memberi informasi pada kami Soojung-a” ucap Kai pada yeoja yang ia lihat berda didalam bola kristal

“Cheonmaneyo oppa, sudah tugasku membantu kalian.” Soojung tersenyum pada Kai lalu pada namja lainnya. Seiring dengan selesainya perbincangan antara Soojung dan ke-12 namja itu, cahaya dari bola kristal itu semakin meredup lalu…

“Akh!”

Baekhyun ambruk ditangan Chanyeol, namja lainnya segera menoleh kearah mereka berdua.

“Ada apa dengan Baekhyun?” Lay bertanya pada Chanyeol

“Aku tidak tau, ketika bola kristal itu sudah tidak bercahaya lagi tiba – tiba saja Baekhyun terjatuh” Chanyeol menjawabnya sambil menopang tubuh Baekhyun yang tak sadarkan diri

“Sesuatu terjadi pada Soojung.” Kai langsung menoleh kearah Luhan

“Maksudmu?” tanya Kai

“Sesuatu yang buruk terjadi pada Soojung, sepertinya dia dalam bahaya”

“Sesuatu buruk apa? Katakan padaku hyung!” Kai menekan bahu Luhan dengan khawatir

“Aku tidak tau Jongin-a, aku tidak bisa membacanya”

“Ani.. Soojung..” Kai menjambak rambutnya sendiri lalu melemparkannya ke bawah

“Siapa yang berteriak tadi?” tanya Kris

“Penjaga. Mereka sudah datang” ucap Luhan ketika ia membuka matanya

“Kita harus segera keluar dari istana ini untuk mencegah mereka!” Xiumin berseru

“Ne, ayo! Kita semua harus melawan pengacau – pengacau itu. Lay, sembuhkan Baekhyun terlebih dahulu, jika dia sudah sadar kami menunggu kalian di luar” ucap Kris pada Lay yang masih berada di samping Baekhyun dan Chanyeol

“Ne, hyung.” Lay mencoba menyadarkan Baekhyun dengan kekuatannya, pertama mencoba tetapi tidak berhasil lalu ia mencoba lagi tapi masih tidak berhasil. Akhirnya ia meminta Chanyeol untuk menggenggam tangan Baekhyun. Lay pun menggenggam tangan Chanyeol yang lain lalu menggenggam tangan Baekhyun yang lain, Lay mengeratkan genggamannya dan tiba – tiba kalung yang dikenakan Baekhyun mengeluarkan cahaya, perlahan mata kecil Baekhyun terbuka.

“Baekhyun! Kau sudah sadar?” Chanyeol yang kegirangan langsung memeluk sahabatnya itu

“Chanyeol..” balas Baekhyun lirih

“Baekhyun, apa yang terjadi?” tanya Lay

“Soojung.. dia dalam bahaya.” Chanyeol dan Lay pun saling tatap

“Bahaya apa?” Chanyeol kembali bertanya pada Baekhyun

“Aku tidak tau, tadi itu terlalu menyakitkan” Baekhyun memegangi kepalanya

“Sudahlah, jangan buat Baekhyun berpikir terlalu keras, dia masih belum sehat sepenuhnya.” Ucap Lay pada Chanyeol

“Ah, mianhae Baekhyun-a” ucap Chanyeol pada Baekhyun

“Nan gwaenchana Chanyeol-a” Baekhyun mencoba berdiri dibantu Chanyeol dan Lay, setelah Baekhyun berhasil berdiri mereka bertiga bergegas pergi keluar istana untuk membantu teman – teman mereka melawan musuh.

 

***

 

Pemandangan mengenaskan terpampang jelas didepan istana Exo itu, darah yang berceceran dimana – mana, mayat – mayat yang tergeletak tak beraturan membuat 3 namja yang baru saja sampai di tempat hampir tidak dapat menahan berat tubuhnya sendiri, kaki mereka bergetar.

“Ya! Kalian, cepat bantu kami mengalahkan bajingan bajingan sialan ini!” Kris berkata pada 3 namja yang baru datang tersebut sambil memainkan pedang tajamnya. 3 namja itu melihat Suho yang sedang melawan Soojoon, dan Chen yang sedang melawan Sangjae.

Ketiga namja itu pun mulai memberanikan diri melawan musuh – musuh mereka yang jumlahnya banyak itu, Soojoon dan Sangjae membawa kawanan mereka begitupun dengan kawanan Exo planet, jumlah mereka seimbang. Perlawanan exo planet tidak berjalan mulus, salah satu diantara 12 namja yang merupakan pemimpin exo planet itu terluka parah.

Kawanan Soojoon dan Sangjae berhasil dikalahkan oleh para kawanan exo, tetapi Soojoon dan Sangjae tidak terbunuh. Mereka berhasil melarikan diri.

“Chen, gwaenchanayo?” Lay bertanya pada Chen yang terduduk lemah penuh darah. Chen yang kritis itu hanya menggeleng lemah

Kris yang bertubuh tinggi itu membawa tubuh Chen yang berlumuran darah kedalam istana. Kris merebahkan tubuh Chen diatas tempat tidur, lalu ia membersihkan darah yang masih berlumuran di wajah, tangan dan tubuh Chen.

Ketika Kris sedang mengganti pakaian Chen, tiba –tiba mulut Chen mengeluarkan darah, Kris yang saat itu hanya berdua dengan Chen panik.

“Chen! Apa yang terjadi padamu?” Kris sengaja berteriak dengan nada panik agar teman – temannya dapat mendengar suaranya

“Ya! Hyung, ada apa?” Luhan datang bersama dengan teman – temannya

“Chen mengeluarkan darah dari mulutnya!” ucap Kris khawatir

Luhan dan yang lainnya mendekati Kris lalu melihat Chen yang masih mengeluarkan darah dari mulutnya. Lay yang melihat keadaan Chen segera mendekatkan dirinya pada Chen

“Apa kekuatanmu akan bekerja pada Chen?” tanya Xiumin pada Lay

“Semoga bisa.”

“Tetapi Chen hyung masih dalam pengaruh kekuatan Sangjae.” Sehun menimpali

“Sehun benar, ia masih dalam pengaruh Sangjae. Sangjae menyerang Chen hyung dengan bumerang andalannya, dan sayangnya Chen hyung tidak bisa menghindar waktu itu.” Ucap Do membenarkan perkataan Sehun

“Ne, aku mengerti. Tapi apa salahnya jika kita coba?” ucap Lay yang sudah bersiap mengeluarkan kekuatannya untuk menyembuhkan Chen

“Arraseo, kau boleh mencobanya” ucap Baekhyun

Lay pun kemudian menggenggam tangan Chen dengan kuat sebari memejamkan matanya. Tetapi, hasilnya nihil. Lay pun kembali mencoba, ia memejamkan matanya tanpa melepaskan genggaman tangannya dengan tangan Chen.

Namja lainnya menundukkan kepala mereka, berdoa agar Chen bisa disembuhkan. Perlahan mata Chen terbuka sepenuhnya, kesadarannya sudah terkumpul. Lay pun melepaskan genggamannya tangannya dengan Chen lalu Lay membersihkan darah yang keluar dari mulut Chen.

“Hyung” panggil Chen pada Lay yang ada didepannya

“Chen? Kau sudah sadar?”

“Ne, hyung.”

“Bagaimana perasaanmu? Sudah baikan?”

“Sudah hyung.” Chen pun bangun dari tidurnya, ia melihat kesampingnya. 11 namja sedang berdo dengan khusyuk disebelahnya.

“Mereka sedang apa hyung?” tanya Chen pada Lay

“Mereka itu sedang berdoa.”

“Berdoa untuk apa? Agar planet kita tidak direbut oleh Soojoon dan Sangjae?”

“Aniyo, mereka itu berdoa untuk kesembuhanmu bodoh.”

“Eh? Chen, kau sudah sadar?” Chanyeol berteriak ketika melihat Chen sudah terduduk di tempat tidur dengan normal

“Sudah daritadi.” Chen menjawab dengan polos sambil melihat pada 10 namja yang berdiri di sampingnya

“Ternyata kekuatan Sangjae tidak berpengaruh lama pada Chen hyung.” Ucap Kai sambil melihat keadaan Chen

“Mereka memang tidak bisa mengalahkan kita.” Ucap Tao sambil menyeringai

“Belum tentu”

“Apa maksudmu Luhan?”

“Bisa saja mereka sengaja mengalah.”

“Untuk apa mereka sengaja mengalah?”

“Untuk mengecoh kita” Semua namja itu kini memandang ke arah Luhan

“Mereka sengaja mengalah agar kita berpikir bahwa mereka lebih lemah daripada kita, jika kita berpikiran seperti itu maka kita tidak akan waspada padanya juga kawanannya. Tetapi mereka salah, kita tidak sebodoh itu. Rencana mereka gagal.” lanjut Luhan

“Wow, mereka pintar juga” ucap Kris sambil menopang dagunya

“Ne, pintar tapi ceroboh” ucap Luhan sambil tersenyum

“Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Xiumin

“Soojung!” Kai berteriak ketika mengingat Soojung yang dalam bahaya

“Ah, ne. Soojung dalam bahaya, ppali! Kita ke ruang utara.” Perintah Suho

Ke-12 namja yang memiliki kekuatan supranatural tersebut bergegas menuju ruang utara, tempat dimana bola kristal berada.

Setelah mereka sampai di tempat yang dituju, Luhan kembali memutar bola kristal itu dari kejauhan lalu menaruhnya kembali di tempat semula. Seiring dengan ditaruhnya kembali bola kristal itu, seberkas cahaya mulai memancar dari bola kristal tersebut, lalu seorang yeoja muncul di dalam bola kristal itu.

“Annyeong hasseyo oppa” Soojung menyapa 12 namja melalui bola kristal

“Soojung, gwaenchanayo?” Kai langsung bertanya pada Soojung

“Gwaenchana oppa, memangnya kenapa?” Soojung kebingungan karena pertanyaan Kai barusan

“Eopseo.”

“Kalian butuh bantuan?” Soojung bertanya pada 12 namja didepannya

“Ne, kami butuh petunjuk.”jawab Kai

“Soojoon dan Sangjae akan kembali menyerang exo planet. Sebaiknya kalian mencari bantuan.”

“Mencari kemana? Seluruh penduduk exo planet sudah membantu kita untuk melawan Soojoon dan Sangjae tetapi hasilnya tetap sama, mereka tidak pernah terbunuh.”

“Ke bumi.” 12 namja yang berdiri didepan bola kristal itu terkejut setelah mendengar pernyataan Soojung

“Jadi, kami harus meninggalkan planet kami?”

“Untuk sementara.”

“Di bumi, kami harus mencari dimana?”

“Kalian akan diturunkan ke bumi di 2 tempat berbeda untuk mencari 2 orang yeoja yang bisa membantu kalian. 2 yeoja itu memiliki semua kekuatan kalian, ketika kalian mengeluarkan kekuatan kalian maka yeoja yang kalian cari akan melihat kekuatan kalian itu, tetap jika yeoja itu tidak melihat kekuatan kalian berarti dia bukan yeoja yang kalian cari.”

“Lalu, kami bertemu dimana?”

“Kalian tidak akan bisa bertemu di bumi, jika kalian dipersatukan di bumi sebelum permusuhan ini selesai maka kalian, exo planet dan bumi akan hancur.”

“Jadi, kami tidak bisa bertemu?”

“Ne.”

“Lalu, kami harus membawa 2 yeoja itu ke exo planet?”

“Pastinya, mereka akan menjadi pemimpin pertarungan antara exo planet dengan kawanan Soojoon dan Sangjae.”

“Setelah itu kami mengembalikannya ke bumi?”

“Ne, bersama dengan kalian. Setelah pertarungan selesai, kalian akan tinggal di bumi, menjadi manusia bumi. Walaupun begitu, jati diri kalian yang sebenarnya tidak akan hilang.”

“Tapi, siapa yang akan menjaga exo planet?”

“Generasi baru. Setelah kalian menjadi manusia bumi, akan muncul generasi baru yang akan menjaga exo planet hingga generasi berikutnya.”

“Kalau begitu, kami harus berangkat kapan?”

“Sekarang juga. Waktu kalian hanya 2 minggu untuk mencari 2 yeoja itu. Dan satu lagi, mereka satu marga denganku.”

“Ne, Soojung kami mengerti”

“Kalau begitu, aku pe..r..” ucapan Soojung putus begitu saja. Cahaya dari bola kristal itu kembali meredup tetapi bola kristal itu ikut bergetar, tidak lama kemudian bola kristal itu pecah menjadi berkeping – keping. 12 namja yang baru saja bicara dengan yeoja yang berada di dalam bola kristal tersebut tidak dapat menahan teriakan mereka. Terkejut, ya itulah yang mereka rasakan.

“Soojung…” Kai memungut salah satu kepingan bola kristal yang pecah tadi lalu menggenggamnya erat

“Kai, gwaenchana?” tanya Suho

“Soojung, hyung..”

“Dia tak apa – apa, jika kita bisa menemukan 2 yeoja bumi itu maka kita bisa mengembalikan bola kristal ini menjadi utuh kembali” Luhan menjelaskannya pada Kai dan 10 namja lainnya.

“Arraseo, kita pergi sekarang.” ajak Kris pada teman – temannya

“Ne, demi planet ini.” ucap Baekhyun

“Ne, aku setuju denganmu”ucap Chanyeol menyetujui perkataan Baekhyun

“We are Exo! We are one!” sorak mereka bersama – sama lalu berjalan meninggalkan ruang utara, mereka berjalan keluar istana, bersiap pergi ke bumi demi menyelamatkan planet mereka.

 

~TO BE CONTINUED~

Iklan

6 pemikiran pada “History (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s