Long Summer with 6+1 (Chapter 3)

A Long Summer with 6+1 (Part 3)

Author: abcdefg (@afnfsy)

Genre: Friendship, romance

Length: Multi-chapter

Main cast: EXO-K members, Choi Haerin, Kim Jihwa, the rests are in story.

97558360

=============================

“Makan malam sudah siap!” seru D.O dari arah ruang makan, kedua tangannya masing-masing memegang sepiring lauk-pauk yang masih hangat. Member yang lain seperti Chanyeol yang terlalu aktif, Baekhyun yang nakal, dan Kai yang tidak bisa diam langsung mengerubungi meja makan seperti kucing kelaparan.

Sementara Sehun yang sedari tadi tidak menemukan acara tv yang menarik hanya mencelos dan berjalan gontai dari ruang tengah. Haerin yang tengah membaca sebuah buku dengan kacamata baca yang membingkai wajah manisnya mengangkat wajahnya, Jihwa yang sudah bisa mengendalikan emosinya tadi siang sekarang sudah berada di sekitar member EXO yang lain.

Jihwa yang tidak memperdulikan Haerin yang masih berada di ruang tengah langsung ikut nimbrung dengan para member, “Wah, oppa, ini kelihatannya enak!” serunya sambil menggenggam kedua tangannya disamping wajahnya. Chanyeol dan Sehun yang masih merasa kesal dengannya hanya menatapnya sekilas.

D.O dengan bangganya seraya membusungkan kedua dadanya, “Tentu saja, kau jangan coba-coba meremehkan masakanku yang tidak ada tandingannya!” katanya sambil tersenyum senang.

“Hey, Haerin-ah, ayo kita makan bersama!” Kai berseru sambil menyuap sepotong kimbab—nasi gulung Korea—ke mulutnya, ia melihat Haerin yang masih tidak bergerak dari tempatnya, hanya memandangi yang lain beramai-ramai mengerubungi meja makan.

Gadis itu mengangguk lemah lalu meletakkan bukunya di meja, lalu berjalan kearah meja makan dengan malu-malu. Dilihatnya Suho yang berusaha mengatur member lain untuk duduk di tempatnya masing-masing, karena jika tidak diatur mungkin saja meja makan ini akan ambruk.

Haerin berhenti di belakang kursi diantara Kai dan Baekhyun, menunggu untuk dipersilahkan duduk. Jihwa yang melihat hal itu hanya tersenyum licik lalu berjalan kesebelah Haerin, “Kau mau duduk atau tidak?” tanyanya sinis. Haerin menoleh kearah kanannya dan mendapati Jihwa yang sedang berkacak satu pinggang disebelahnya.

“Kalau eonni mau duduk disini, silahkan saja,” sahut Haerin seraya tersenyum kecil dan sambil membungkuk singkat lalu bergeser sedikit menghindarinya. Karena Haerin menyadari tak ada lagi tempat duduk yang tersisa di ruang makan, ia membalikkan tubuhnya perlahan-lahan dan berjalan kearah ruang tengah lagi, hatinya mencelos.

Ia mengerti, mungkin ini hanyalah satu dari banyaknya ujian yang sedang diberikan Tuhan hari ini karena ini adalah tempat baru baginya. Haerin hanya bisa tersenyum simpul dan meyakini dirinya bahwa semua akan baik-baik saja. Menurutnya itu adalah cara untuk membuatnya sedikit lebih tenang. Sementara itu, di kursi sebelah Kai dan Baekhyun, Jihwa tersenyum senang sekaligus bangga karena dirinya berhasil membuat hati gadis itu ciut, sekali lagi.

Suho menghitung orang-orang yang sedang asyik makan disekelilingnya menggunakan jari telunjuknya, sampai akhirnya menyadari sesuatu yang kurang, tetapi tidak mengetahui apa itu.

“Satu… dua… tiga… empat, lima, enam, tujuh… apa yang kurang, ya?” gumamnya pelan seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Suho berpikir sangat keras sampai-sampai air mukanya mendadak menjadi sangat serius. Member lain yang melihat wajah Suho seperti ini langsung berbisik-bisik ketakutan.

Tiba-tiba Chanyeol meletakkan sumpit dan sendoknya di meja dengan suara yang sedikit keras dan mengagetkan, membuat satu meja tersentak kaget mendengarnya. Bahkan Baekhyun yang sedang menyuap nasi ke mulutnya menjadi tersedak.

“Hey, kalian tidak melihat Haerin?” tanya Chanyeol dengan suara beratnya yang biasa. Begitu mendengar nama itu, Suho langsung menepuk tangannya sekali, “Itu dia! Kalian tidak melihatnya?” Suho bertanya sambil masih menunjuk ke udara.

Kai, Sehun, Baekhyun, dan D.O langsung mengangkat wajahnya dengan tatapan aneh dan langsung melemparkan pandangan ke seluruh arah ruang makan.

“Bukankah tadi dia sudah kupanggil…” Kai berkata dengan suara pelan, D.O yang duduk di sebelah Kai mengangguk menyetujui perkataannya. Jihwa hanya memutar kedua bola matanya, sama sekali tidak peduli.

Tak ada satupun pertanyaan Suho dan Chanyeol yang dijawab oleh orang-orang disitu, yang lainnya hanya sibuk melempar pandangan penuh pertanyaan ke satu sama lain. Sehun yang kelihatannya tidak peduli sama sekali ternyata diam-diam mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut. Matanya yang tajam bisa saja menemukan setitik kecil barang apapun itu. Apalagi seorang manusia, mudah sekali untuknya.

Dengan cekatan Sehun mengambil sebuah mangkuk, mengisinya dengan nasi secukupnya, menyampurnya dengan daging giling, wortel, dan sayur-sayuran lainnya, tak lupa dengan sausnya. Lalu mengaduk seluruh makanan yang ada di mangkuk itu menjadi satu, dan jadilah semangkuk bibimbap—nasi campur tradisional Korea.

Member lain yang melihat itu langsung membelalakkan matanya, “Ya, maknae kita ini kelaparan rupanya,” canda Baekhyun yang diikuti oleh gelak tawa seisi ruangan. Yang ditertawakan hanya mendelik kearah Baekhyun lalu menggelengkan kepalanya cepat.

Jihwa yang sudah tau apa yang akan dilakukan oleh Sehun sekarang hanya memasang wajah kesal. Kenapa dia tidak biarkan gadis itu sendirian saja, sih? Pikirnya marah.

=========================

Haerin merasa pipinya disenggol oleh sesuatu yang keras dan dingin. Saat ia menoleh kearah kirinya, di depan matanya terdapat sebuah mangkuk berisi bibimbap yang sudah jadi. Ia mengangkat wajahnya untuk mengetahui siapa yang menyodorkan mangkuk ini.

Didapatinya Sehun yang berdiri disampingnya, memegang mangkuk itu di depan wajah Haerin dengan tangan kanan panjangnya, “Makan,” katanya dingin. Haerin mengangkat tangannya untuk menerima mangkuk yang di serahkan oleh Sehun.

Gomawo, oppa—terima kasih, kakak,” ujar Haerin pelan sambil menaruh mangkuk itu diatas bantal yang berada di pangkuannya.

Tanpa malu-malu seperti Haerin, Sehun langsung menghempaskan tubuhnya di sofa tepat sebelah Haerin duduk. Haerin memandang lelaki itu heran sambil bergeser sedikit untuk memberikan tempat yang lega untuk Sehun. Jika lelaki itu membutuhkan seluruh bagian sofa ini untuk duduk dengan nyaman, Haerin dengan siap mengundurkan dirinya dari situ.

Haerin masih memandangi Sehun dengan tatapan takut tetapi heran, “Oppa… kenapa tidak makan di ruang makan bersama yang lain?” tanyanya pelan sambil memainkan sendoknya diatas mangkuk makanannya.

Lelaki itu hanya berdecak, “Terlalu berisik,” jawab Sehun singkat lalu menyuap makanannya kedalam mulutnya.

Terdengar suara gelak tawa Chanyeol dan Suho. Chanyeol yang tertawa liar seperti monster saat Suho menirukan suara alligator. Baekhyun yang kembali dibuat tersedak karena menahan tawa sampai akhirnya D.O harus menepuk-nepuk punggungnya sambil menawarkan segelas air.

Pantas saja, pikir Haerin tersenyum kecil lalu melanjutkan untuk makan.

Oppagomawoyo,” ucap Haerin pelan. Sehun yang mendengar itu hanya menoleh kearah Haerin lalu tersenyum simpul. Entah kenapa, Haerin merasa jantungnya berdegup kencang, pipinya terasa panas.

Sehun dan Haerin melanjutkan acara makan mereka berdua di ruang tengah dalam diam. Bahkan suara ketika masing-masing dari mereka saat menyendokki makanan saja tidak terdengar. Mereka terlalu fokus dengan pikiran mereka masing-masing, yang terdengar hanyalah samar-samar suara keributan yang terjadi di ruang makan.

Ya! Chanyeol-ah! Kau sudah mengambil berapa puluh potong kimbab itu?!” tanya Baekhyun dengan suara meninggi seraya menunjuk kearah Chanyeol yang memang kalau sedang makan, bisa memakan porsi untuk 5 orang sekaligus.

“Suho hyung! Lihat! Chanyeol menghabisi semua ttokkpokki—kue beras dengan saus cabai khas Korea—yang sudah kusiapkan untukmu!” seru D.O dengan suara yang tak kalah tinggi dari Baekhyun. Maklum, mereka berdua adalah penyanyi utama EXO-K.

“Suho hyung! Kau tidak memarahi Chanyeol, huh?” Kai mulai sewot karena hampir semua lauk pauk sudah mau habis sedangkan nasi di mangkuknya masih banyak. Jihwa hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kerusuhan yang terjadi.

Suho menggeram menahan kesabarannya yang sudah diambang kehabisan, “YA! Bisakah kalian semua diam?! Chanyeol! Jangan kau habisi semua kimbab itu! Taruh piring itu kembali!“—Suho melihat kearah piring kecilnya yang seharusnya berisi beberapa iris ttokkpokki—“YAH! Nae ttokkpokki eoddigayo?!—dimana ttokkpokki milikku?!”

Semua mendadak bisu, sang leader sudah sangat marah dengan keributan ini, buru-buru mereka menghindar untuk menjawab pertanyaan Suho. Yang lainnya langsung cepat-cepat menghabiskan makanan mereka, termasuk Chanyeol yang hanya cengar-cengir di depan Suho, padahal Suho sedang mendelik tajam kearahnya.

Aish, nappeun saeng—Ya ampun, adik yang menyebalkan…” Suho menghela napas berat. Memang sudah takdir dari Tuhan jika ia harus mengurus lima lelaki yang masih berjiwa seperti anak kecil, padahal umur mereka sudah ada yang kepala dua.

D.O yang sedang berdiri di depan meja untuk menaruh piring kotor miliknya ke dapur, tak sengaja melihat kearah Sehun dan Haerin yang sedang duduk membisu di ruang tengah. Masing-masing sedang menikmati makanannya, beberapa kali mereka tak sengaja bertatapan. Hal itu membuat mereka sama-sama membuang muka.

Sehun yang sedang mengalihkan pandangannya kearah lain malah tak sengaja bertatapan dengan D.O yang sedang memerhatikan mereka sambil cengar-cengir sendiri. Sehun yang saat itu wajahnya sedang memerah malah makin memerah lagi saat hyungnya menatapnya. Sebaliknya Sehun hanya langsung memandang D.O dengan dingin, lalu menjulurkan lidahnya. Setelah itu, Sehun kembali menyantap makanannya.

D.O segera memberi isyarat kepada Suho untuk melihat apa yang dilihatnya. Suho segera berdiri perlahan dari kursinya, lalu tersenyum kecil.

====================to be continued============

23 pemikiran pada “Long Summer with 6+1 (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s