Heart breaker

Author  : Dhanty_KyungSoo
Judul     : Heart breaker
Length  : One shoot
Cast       : Baekhyun EXO k, D.O EXO k, Soo Jihyun (other cast), Park Soo Ara (other cast)
Genre    : Angst, romance
Note      : Hi chingudeul, baru-baru aja nih aku mau buat ff dengan cast D.O EXO k.. maaf kalo ada kata-kata gaje *typo bertebaran* Happy reading ^^
 
Dia, namja yang selalu membuatku tersenyum. Dia itu sangat lucu, meskipun sedikit jahil. Tapi… aku sangat menyukainya..
===Heart Breaker===
                -Seoul Art College-
“Annyeonghaseyo Soo ara” ucap namja lucu itu. *Blusshhh… wajahku seketika memerah. “Nado…” jawabku lirih sedikit menunduk. “Kau kenapa???” tanyanya. “Ah, anio..” aku langsung pergi masuk ke kelas duluan. “Eh, chankkaman!!!” ia pun berlari menyusulku.
                -Di Kelas-
                “Ah, menyanyi lagi?” ucapku pelan. “Ssshh, menyanyi itu enak! Daripada harus mencatat materi-materi!” Baekhyun menendang kursiku dari belakang. “Aisshh”.  Setelah 25 menit latihan, saatnya jam istirahat. Kelas sudah kosong, tinggal aku dan seorang namja sahabatku, D.O. “Kau tak ke kantin?” D.O menghampiriku. “Ah, iya aku baru saja mau ke kantin. Mau ikut?” tanyaku. “Baiklah” jawabnya dengan wajah imutnya *aaiggoo..
                Aku dan D.O berjalan menuju kantin, tiba-tiba aku teringat sweaterku tertinggal dikelas. “Ya ampun!!! Aku lupa sweaterku di kelas. Aku balik dulu ya!” aku menepuk jidatku dan berlari menuju kelas. Baru selangkah menuju pintu kelas, ku dengar suara seseorang, ah bukan, 2 orang bernyanyi. Sepertinya aku mengenal suara khas itu. Ku coba perlahan dekati pintu dan menengok, Nampak Baekhyun dan sahabatku Jihyun sedang duduk berdua dan bernyanyi. “Omo~ Kenapa mereka sedekat itu?” pikirku cemas. “Ahh.. tidak-tidak jangan berpikir macam-macam” ku gelengkan kepalaku dan masuk menerobos pintu kelas mengambil sweaterku  tanpa sedikitpun melirik mereka berdua dan cepat-cepat kembali menemui D.O. aku yakin, meskipun mereka melihatku, tak mungkin mereka akan menegurku. Aku berjalan lemas mencari D.O, aku cemburu melihat mereka berdua… lagipula, sejak Jihyun mengenal Baekhyun, mereka seperti akrab layaknya sudah berteman lama.. meskipun baru beberapa hari bertemu.
                “Woy, kok jalannya melamun sih? Apa karena dia lagi?” tegur D.O tiba-tiba muncul dari belakang. Aku kaget menatapnya, dan kami berdua sama-sama membuat ekspresi mata O__O hehehe…
“Eh, tadi aku mencarimu!” ucapku. “Aku yang mencarimu duluan, kau terlalu lama sih. Makanya aku mau nyusul eh malah udah gak ada, yang ada hanya dua…….” “SSSSsssttttt… sudah-sudah tak usah kau lanjutkan.” Ujarku menutup mulut D.O. D.O menghela nafas, “Hm… kalau boleh tau, kenapa kau bisa sampai suka begitu padanya? Jelas-jelas ia menyukai Jihyun.. Ooopsss” dengan wajah innocentnya. “Huh….. molla… biarkan sajalah…” jawabku. “Em, duduk disini saja…” D.O menuju sebuah meja makan. “Ya, aku pesan……..” “Aku tau, vanilla latte kan?” ujarnya tersenyum. Aku mengangguk kagum padanya. Beberapa menit kemudian, ia kembali menuju meja. “Ini…” ia menyodorkan segelas vanilla latte. “Gomawo” jawabku. “Oh iya, bdw, kompetisi nyanyi nanti kau berpasangan dengan siapa?” Tanyanya sambil menyeruput moccachinonya. “Ah, molla… sebenarnya, aku ingin berduet dengan Baekhyun, tapi sepertinya ia akan bersama Jihyun” ucapku lirih. “Kau sama aku saja!! Mau yaaa???? Jebal Soo ara…” D.O memohon-mohon membuat wajah aegyo meskipun tak imut-imut amat. “Eh? Memangnya kau belum ada pasangan?” tanyaku kaget. “Belum, sebenarnya banyak yeoja yang mau berduet denganku. Tapi aku maunya sama kamu” ucapnya malu-malu. “Ah.. kau bisa saja. Lagipula, suaraku kan jelek. Jadi, mana cocok kalau menyanyi dengan mu yang memiliki angel’s voice” gumamku menggoda. “Omo~ kau bilang apa barusan?” “Ah.. lupakan” aku terkekeh melihatnya. Tiba-tiba, Jihyun dan Baekhyun menghampiri meja kami. “Ara-ah, ini buku musikmu. Aku kemarin meminjamnya” ujar Jihyun memberikanku sebuah buku bersampul biru. “Eh, kapan kau meminjam buku padaku?” tanyaku bingung. Jihyun tersenyum melihat Baekhyun, kemudian kembali menatapku. “Baekhyun… kemarin aku menyuruhnya meminjamkan bukumu., karena aku harus pulang duluan” ucapnya. “Oh…” jawabku datar. “Eh, D.O pulang yuk” ajakku pada D.O yang daritadi hanya melongo melihatku. “Eh, pu…pulang??” “Iya, kau mau lama-lama disini?” tanyaku menatapnya tajam. Aku dan D.O pun berjalan pulang tanpa pamit pada Baekhyun dan Jihyun.
                -Di rumah Ara-
                “Ara-ah, ini ada D.O!!!” teriak eomma. “Ne eomma, chankkaman” balasku. Segera ku turun menemuinya, “Hei, ayo masuk” ujarku. D.O pun masuk dan kami menuju teras belakang. “Kau sudah punya lagu?” tanyanya. “Eh, lagu apa?” tanyaku kebingungan. “Omo!!! Lagu untuk kompetisi nanti” ujarnya memutar kedua bola matanya. “Ah, anio.. aku sedang tak bisa berpikir” jawabku. “Oh, aku tau.. pasti gara-gara Baek………” “Ssshhh… kau ini!!! Selalu saja keceplosan” ujarku kembali menutup mulutnya. “Kau tidak tau sih, rasanya dicuekin sama orang yang kamu suka. Rasanya sakit sekali!” gumamku. “Aku tahu rasanya, bahkan saat ini aku merasakannya. Lebih sakit daripada yang kau rasakan. Karena orang yang ku sukai, menyukai orang lain. Dan ia melampiaskan perasaannya padaku, mengenai orang yang ia sukai. Tidakkah itu lebih sakit?” jelas D.O panjang lebar. “Mwo? Kau menyukai seorang yeoja?? Nugu-ya??? Beritahu aku!” aku memaksa D.O. “Eitss, tunggu saatnya kau pasti akan kuberitahu. Untuk saat ini, waktunya sangat tidak tepat” balasnya. “aiisshh, kau ini!!” gerutuku.
                -Keesokan harinya-
                “Ara-ah, Ara-ah!!! Chankkaman!!!” teriak seorang namja. Aku berbalik menoleh ke sumber suara itu, ‘Baekhyun? Ada apa’? pikirku. “Eh, kau bisa ikut aku sebentar???” pintanya dengan wajah berseri-seri dan senyum lebar. “Eodiga?” tanyaku. “Aiissh, sudahlah, ikut saja. Kajja!!” ia menarik tanganku. Akhirnya kami berdua menuju taman belakang. “Eh? Buat apa kesini?” mataku terus menelusuri sekeliling taman. “Ara-ah, nol saranghanda. Maukah kau menjadi yeojachinguku? Jebal… aku sangat mencintaimu” ia jongkok dan menyodorkan setangkai bunga mawar merah. Aku kaget, speechless dengan apa yang barusan Baekhyun katakana padaku, ku coba perlahan meraih bunga mawar itu, secepat kilat Baekhyun menariknya kembali. “Hahaha, Ara-ah… bagaimana aktingku tadi? Apakah bagus? Aku akan menembak Jihyun hari ini. Apakah itu romantis??” Tanya Baekhyun tertawa. Pipi dan kedua telingaku memanas, rasanya aku ingin menangis sekencang-kencangnya dan berteriak sekuat-kuatnya, “Baekhyun, tadi itu sangat romantis…..” ucapku dengan suara pelan. Aku kemudian berlari meninggalkannya, mencari D.O satu-satunya harapan tempatku curhat dan menangis sepuasku. “D.O kau dimana??” gumamku sembari mengelap air mataku yang terus mengalir. BUkkk… tak sengaja aku menabrak namja yang adalah D.O, segera ku peluk dia dan menangis di sandaran dadanya. “Hei, kau kenapa??” tanyanya dengan nada cemas. “Gweanchana-yo???” Tanya nya lagi membelai rambutku. “Baekhyun….. baekhyun…” ucapku dengan suara serak. “Kenapa??? Dia  kenapa???” tanyanya semakin cemas. Aku pun mencoba menceritakan semua yang terjadi barusan.
                “Ara-ah, pernahkah kau berpikir bahwa ada seorang namja yang tulus menyayangimu dan mencintaimu?” Tanya D.O . “Anio…” jawabku datar. “Huh, mungkin saat ini kau harus tau… nol saranghanda Ara-ah” ucapnya lirih.. *Blussshhhh, wajahku tiba-tiba memerah.. ‘ada apa ini? Kenapa aku jadi gugup begini?’ pikirku. D.O tiba-tiba menggenggam tanganku. “Jebal.. jawablah”. “ah,, D.O-ah… aku sadar, kau yang selama ini selalu memperhatikanku, peduli padaku. Bahkan kau membiarkan sekujur badanmu basah kuyup saat pulang 2 hari yang lalu demi aku. Kau…. Benar…. Mianhae D.o, aku selama ini tak menyadarinya. Tapi, jika boleh… aku akan menjawabnya sekarang” ujarku. “Gomawo Ara-ah, kau sudah mengerti. Sekarang jawablah” ujarnya tersenyum. Ku dekatkan wajahku ke telinganya, “Nado saranghaeyo…. Oppa….” Kemudian aku berlari menjauhinya. “Ya, chankkaman!!!” ia pun menyusul mengejarku. Dan chu~~ …. It’s my first kiss with my first namjachingu J

2 pemikiran pada “Heart breaker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s