Angel (Chapter 7 – End)

Qdlast

Title: Angel

Author: Quidie (@qui1291)

Main Cast: Song Angel. Kai, Luhan

Other Cast: Sehun, Kris, Saera

Genre: Romance, bit Comedy

Length: Chapter

 

“Luhan hyung..apa kau menyukainya?!” Tanya Kai

Mu..musun sorieya?! Kkaja..mereka semua pasti sudah menunggu..” Kata Angel melepaskan tangannya lalu berniat pergi.

Joahaeyo!” Ucapan Kai membuat langkah gadis itu terhenti. Selama beberapa detik Angel diam lalu akhirnya berbalik ke belakang kemudian menatap Kai datar.

Mianhae..”

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::: 

Hari sudah malam dan akhirnya mereka semua pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Sejak pulang dari rumah bernyanyi Luhan dan Angel sama sekali tidak bicara apa-apa. Saera sendiri tidak tau harus melakukan apa bahkan sampai saat Luhan selesai mengantar nya pulang namja itu sama sekali tidak berkata banyak dan hanya tersenyum kecil.

Tidak lama kemudian Luhan dan Angel tiba di rumah. Angel pun langsung turun dari mobil dan berniat masuk ke dalam rumah.

“Angel~ah..” Seru Luhan namun bukannya berhenti gadis itu malah mempercepat langkahnya membuat Luhan langsung mengejarnya.

“Neo waegurae?! Kenapa jadi seperti ini lagi?!” Tanya Luhan saat berhasil meraih tangan gadis itu. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa Angel seolah begitu marah padanya.

“Wae?! Kau tanya aku kenapa?! Justru seharusnya aku yang bertanya hal itu padamu?! Ada apa denganmu sebenarnya?! Kakimu sudah terluka tapi kenapa kau masih saja begitu mau melanjutkannya?!!” Seru Angel kesal. Luhan sendiri sempat tertegun di tempatnya, ia sama sekali tidak tau kalau gadis itu ternyata sudah menyadarinya sejak awal.

“Kenapa kau begitu bodoh?! Kenapa terus melakukan hal yang menyakiti dirimu sendiri?! Apa kau tau bagaimana khawatirnya aku tadi?!” Tanpa terasa airmata Angel mendadak menetes dengan sendirinya membuat Luhan menatapnya datar.

“Neo waeirae?! Memangnya kenapa kalau aku terluka?! Kenapa kau harus mengkhawatirkan aku..?”

“JOAHAEYO!!” Ucapan Angel barusan sontak membuat Luhan terpaku di tempatnya. Ia menatap gadis itu tidak percaya.

“Mwo..mworago?!” Tanya Luhan terbata.

“Keurae! Aku menyukaimu.”

♥:♥:♥

 

Hari ini Angel sama sekali tidak tau harus melakukan apa di rumah. Ingin membantu Gaeun Ahjumma seperti biasa tidak akan bisa, karna semalam Ahjumma sudah meminta izin dan pulang ke rumahnya untuk beberapa hari. Nyonya Haeri sendiri belum pulang dari luar kota sama sekali.

Angel yang awalnya sedang duduk di ruang makan tanpa melakukan apa-apa mendadak terkejut saat melihat Luhan yang turun dari tangga. Selama beberapa detik mereka saling memandang satu sama lain.

Drrt..drrt..

Hp Angel yang bergetar membuat keduanya langsung tersadar hingga memalingkan wajah mereka.

“Yeobeoseyo?!” Sapa Angel saat menjawab telepon. “Oh?! Kai~si! Waeyo? Ah~ingin membicarakan sesuatu padaku?! Keurae..arrasseo. Annyeong!” Kata gadis itu mengakhiri. Nampak Luhan yang kini sedang menatap datar kearahnya membuat Angel memutuskan untuk beranjak dari sana dan menuju ke dapur.

Angel menghela nafas lega karna berhasil menghindari Luhan. Ia benar-benar tidak tau harus mengatakan atau melakukan apa saat bersama pemuda itu untuk saat ini. Angel yang awalnya tidak tau harus melakukan apa mendadak mendapatkan ide saat melihat bungkusan tepung yang terletak di pojok dapur. Daripada diam disini tanpa melakukan apa-apa lebih baik ia membuat kue saja. Lagipula saat menelpon tadi Kai bilang kalau dia mau datang kesini, dengan begitu Angel bisa memberikannya pada pemuda itu saat datang nanti.

Sesuai rencananya gadis itu pun mulai membuat adonan, sedikit demi sedikit ia pun mulai mencampurkan bahan-bahannya. Beruntung ia pernah bekerja di sebuah toko kue selama beberapa bulan jadi ia mendapat sedikit pengetahuan cara membuat beberapa jenis kue. Di tengah menunggu kue yang dibuatnya matang, gadis itu kembali teringat kejadian semalam.

Bagaimana mungkin ia sampai berani mengakui perasaannya pada Luhan?! Tindakan bodoh yang sama sekali tidak boleh dilakukannya. Bagaimana kalau pemuda itu akhirnya malah menjauhinya karna kejadian semalam. Memikirkan itu membuat Angel kembali sedih. Tidak seharusnya ia bersikap seperti itu pada Luhan?! Bukan salah pemuda itu kan jika cintanya bertepuk sebelah tangan? Lagipula, ia lebih memilih tidak mendapatkan orang yang disukainya daripada harus kehilangan seorang teman bahkan mungkin lebih jika ia terus seperti ini. Dan ia tidak ingin itu terjadi.

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Luhan sedang duduk di ayunan sambil memandangi langit yang nampaknya mulai mendung sampai matanya beralih ke suatu tempat. Angel. Gadis itu kini berjalan pelan kearahnya dengan membawa sesuatu di tangan.

“Chogi..aku..aku..” Kata Angel terputus-putus membuat Luhan menatapnya heran.

“Waegurae? Sebenarnya kau ingin mengatakan apa?!”

“Soal semalam!” Ucap Angel cepat membuat Luhan langsung terdiam dan menatap tajam kearahnya. “Aku..aku sama sekali tidak bermaksud berniat merusak hubunganmu dan Saera. Maksudku..saat itu aku hanya terbawa emosi, jadi kumohon jangan marah, apalagi sampai menjauhiku. Aku tidak ingin kehilangan teman-temanku hanya karna pernyataan bodoh itu.” Tuturnya.

“Aku mengerti.” Jawaban Luhan singkat namun membuat Angel merasa lega.

“Chogi..tadi karna aku tidak tau harus melakukan apa, makanya aku membuat ini.” Kata Angel seraya memberikan sebuah piring kecil berisi potongan kue brownies.

Luhan menatap kue yang berada ditangannya itu sejenak. “Kau membuatnya untukku?!” Tanyanya.

“Ah~aniya..sebenarnya aku membuat itu karna tadi aku tidak tau harus melakukan apa.”

“Hmm~begitu yah? Padahal tadinya kukira kau sengaja membuatkannya untukku! Hari ini kan hari ulang tahunku.”

“Oh?! Jinjja..?! Na jeongmal mollayo, mianhae.” Ucap Angel menyesal. Ia memang sama sekali tidak tau kalau hari ini ternyata hari ulang tahun Luhan. “Keurom~Saengil chukhaeyo! Aku masuk dulu..” Ujar Angel lalu berniat masuk kedalam rumah sampai Luhan tiba-tiba menarik tangannya.

“Bisa tidak kau temani aku disini?” Tanya Luhan membuat Angel berbalik menatapnya.

“Keundae..” Ucap gadis itu ragu

“Ayolah..anggap saja permintaan ini sebagai hadiah ulang tahunku.” Angel menatap namja itu sebentar, lalu akhirnya mengangguk pelan membuat Luhan langsung tersenyum. Pemuda itu pun membiarkan Angel ikut naik ke ayunan.

Sesaat sebelumnya Angel sempat melihat Luhan yang cukup kesulitan menggerakkan kakinya saat ingin membiarkan dirinya naik ke ayunan. Dan entah kenapa airmatanya tiba-tiba saja menetes. Membuat Luhan yang sedang mencicipi kue menatapnya terkejut.

“Oh?! Ya~waegurae?! Kenapa kau menangis?!!” Tanya Luhan heran.

“Mianhae..” Ucap Angel pelan seraya menunduk. “Karna aku..kau jadi seperti ini. Kalau waktu itu aku tidak jatuh menimpamu, saat ini kakimu pasti tidak akan separah ini.” Isak Angel. Nampaknya gadis itu begitu menyesal dengan apa yang dialami Luhan saat ini.

Luhan yang melihatnya terisak mendadak menyuapi Angel dengan sesendok kue membuat gadis itu sontak mengangkat kepalanya. Sambil mengunyah brownies di mulutnya ia menatap Luhan bingung.

“Rasa manisnya akan membuat perasaanmu jadi lebih baik.” Kata Luhan tersenyum. Angel memandang kearah lain sebentar, harus ia akui apa yang dikatakan pemuda itu memang benar. Sedih yang tadi ia rasakan kini sedikit berkurang, namun yang terjadi malah..

DEG!!

“Neo..seperti ini karna kau benar-benar menyukaiku?!” Tanya Luhan tiba-tiba membuat Angel menatapnya kesal.

“Neo waeirae?! Kenapa kau menanyakan hal-hal seperti ini lagi! Jebal geumanhaeyo, kalau kau terus seperti ini aku pasti akan semakin sulit untuk menghilangkan perasaanku padamu..”

“Kalau begitu jangan lakukan!!!” Ucapan Luhan barusan membuat Angel terdiam sesaat lalu menatapnya bingung.

“Mwo?! Musun…”

Cup!!

Belum sempat gadis itu menyelesaikan kalimatnya Luhan sudah lebih dulu mencondongkan tubuh kemudian mengecup bibirnya. Hal itu sukses membuat Angel tertegun di tempatnya.

“MWOHANEUN GEOYA?!!” Seru Angel seraya mendorong tubuh Luhan. Keduanya kini saling menatap tajam satu sama lain.

“Hajima.” Ucap Luhan akhirnya. “Jangan hilangkan perasaan itu..”

“Mwo..?! Sebenarnya ada apa denganmu! Waeirae?! Kenapa kau harus melarangku untuk melupakan perasaanku padamu!?”

“KARNA AKU MENYUKAIMU!!”

Kalimat yang baru saja diucapkan oleh Luhan sontak membuat Angel seketika tertegun di tempatnya. Gadis itu benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Apa kau sedang mempermainkanku?!” Pertanyaan Angel membuat Luhan menatapnya tidak mengerti.

“Mwo?!”

“Apa kau sadar, kau adalah namjachingunya Saera. Tapi sesaat yang lalu kau dengan santainya mengatakan bahwa kau menyukaiku. Menyukai gadis yang tidak lain adalah sahabat dari kekasihmu sendiri. Neo miceosso?!”

“Keurae! Na michegeotta!!” Sergah Luhan membuat Angel terdiam. “Aku yang sudah gila karna harus menyetujui permintaan Eomma membiarkanmu tetap tinggal dirumah ini.  Membiarkanmu membuatku perlahan-lahan menunjukkan kekhawatiran hingga menjadi kesal saat kau bersama namja lain. Membiarkan hati dan pikiranku yang awalnya hanya ingin kuberikan pada Saera, namun malah kau yang mengisinya. Gila karna hanya dapat menatapmu dari kejauhan tanpa dapat berbuat apa-apa disaat kau menangis setiap malam dikala memikirkan Ayahmu. Aku yang gila selalu berusaha untuk menghilangkan wajahmu dari pikiranku namun yang ada malah semakin menjadi setiap kali melihatmu!!” Tutur Luhan.

Angel sendiri kini hanya dapat mematung ditempatnya. Ia benar-benar sama sekali tidak menyangka kalau Luhan selama ini ternyata selalu memperhatikannya saat menangis mengingat Ayahnya di tengah malam. Padahal selama ini ia pikir tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Namun dugaannya salah, namja itu selalu melihatnya. Terkadang Luhan bahkan sangat ingin menghampiri gadis itu lalu memeluknya, namun mendadak mengurungkan niatnya saat mengingat Saera. Itulah sebabnya ia hanya dapat menemani Angel dari kejauhan dan menunggu sampai gadis itu berhenti menangis. Hatinya sungguh terasa sakit dan sesak setiap kali melihat gadis itu meneteskan airmata sekaligus benci pada dirinya sendiri karna tidak dapat berbuat apa-apa disaat gadis itu membutuhkan seseorang disampingnya.

“Sae..Saera~ya..” Ucap Angel terbata saat memandang kearah pintu. Nampak Saera yang sedang menatap tajam kearah mereka saat ini. Luhan sendiri dapat melihat mata Saera yang kini berkaca-kaca. Ia tau, gadis itu sudah mendengar semuanya.

Saera yang sudah tidak dapat menahannya lebih lama lagi, langsung berbalik kemudian berlari meninggalkan tempat itu. Melihat itu Angel pun dengan cepat berlari mengejar Saera. Namun langkah gadis itu sesaat terhenti saat menemukan sosok Kai yang sedang berdiri di balik pintu. Namja itu ternyata juga telah mendengar semuanya.

Tatapan keduanya kini saling bertemu.

“Kai~ya..” Ucap Angel pelan. Kai sendiri tidak mampu lagi menatap gadis itu hingga langsung memalingkan wajahnya kearah lain. Angel yang melihat itu memutuskan kembali mengejar Saera dan meninggalkan Kai yang menatap kepergiannya.

Kai mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat. Sakit sekaligus kesal, itulah yang dirasakan pemuda itu saat ini. Sakit karna telah mendengar semua pernyataan tadi dan kesal karna awalnya ia masih berharap dirinya bisa membuat Angel beralih menyukainya. Tapi ternyata salah, gadis itu hanya menyukai Luhan seorang.

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

“Saera~ah!” Seru Angel yang akhirnya berhasil menarik tangan Saera saat hendak menyebrang jalan.

“Lepaskan!” Hardik Saera seraya menepis tangan Angel.

“Saera~ya..dengarkan aku dulu! Ini sama sekali tidak seperti yang kau pikirkan!”

“Mworago?! Aku melihat kekasihku berciuman dengan sahabatku sendiri kemudian menyatakan perasaannya. Kau pikir itu harus disebut sebagai apa? Salah paham?! Waeyo?! Aku sangat percaya padamu Angel~ah. Kau..sahabatku, keundae wae..?” Airmata kini mengalir di pipi Saera.

“Saera~ya..” Angel menatap Saera bingung. Ia sama sekali tidak tau harus menjawab apa. Ini pertama kalinya ia membuat Saera menangis seperti ini. Dan itu membuatnya sedih. “Kumohon~jangan seperti ini! Aku sama sekali tidak pernah berniat menghancurkan hubungan kalian. Aku tidak mau sampai kehilangan sahabatku. Saera~ah..aku janji akan melakukan apapun yang kau inginkan, tapi tolong..maafkan aku.” Kata Angel menyesal.

“Jinjja?! Apapun yang aku inginkan?” Tanya Saera sambil menatapnya datar. Angel pun mengangguk mantap. “Keurom~kka..”

“Mwo..?!”

“Keurae! Pergi dari sini. Menghilanglah dari kehidupanku dan juga Luhan. Entah itu keluar kota atau negeri sekalipun. Karna hanya itu satu-satunya cara agar ia bisa melupakanmu.” Permintaan Saera sungguh membuat Angel seolah terpaku di tempatnya. Sampai seperti itukah arti seorang Luhan bagi Saera? Hingga harus membuatnya menghilang dari kehidupan mereka.

Angel bisa mengerti perasaan Saera saat ini, namun jika harus meninggalkan kota apalagi Negara ini? Angel tidak dapat langsung mengatakan iya begitu saja. Bukan karna ia tak mau melakukannya, hanya saja ia memikirkan Appa nya. Bagaimana jika suatu hari nanti Ayahnya kembali dan mencarinya? Ia pasti tidak bisa menemukannya dan Angel sama sekali tidak ingin itu terjadi. Ia benar-benar tidak tau harus menjawab apa.

Melihat Angel yang tidak juga kunjung menjawab membuat Saera mendengus kesal.

“Aku sudah tau akan begini. Kau tidak mungkin mau melakukannya. Aku benci padamu Angel~ah..” Ucap Saera sambil menatap kesal kearah Angel kemudian berjalan pergi menyebrangi jalan. Saera yang tidak memperhatikan saat menyebrang jalan membuatnya tidak menyadari kalau sebuah mobil  truk kini melaju kencang kearahnya.

“Saera~ya!!”

BRUKK!!!

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Luhan dan Kai baru saja tiba di rumah sakit saat langkah mereka terhenti melihat seorang gadis yang duduk di depan ruang UGD. Sebagian pakaiannya terlihat terkena darah dan kini sedang menangis sambil menunduk. Menyadari kehadiran Luhan dan Kai, gadis itu pun akhirnya menoleh.

“Hiks..Mianhae..” Ucap Saera terisak sambil menatap Luhan. Tidak salah lagi, orang yang berada di dalam UGD saat ini tidak lain adalah Angel. Tadi saat Saera hampir tertabrak gadis itu berhasil menyelamatkan Saera dengan mendorongnya menyingkir dari jalan namun sebaliknya ia yang menggantikan posisi Saera malah tidak sempat menghindar dan akhirnya tertabrak oleh truk. Baik Kai maupun Luhan sama sekali tidak tau harus berkata apa saat ini, Saera sendiri masih terus menangis.

Akhirnya beberapa menit kemudian seorang dokter keluar dari ruangan membuat ketiga orang tersebut langsung menghampirinya.

“Ada sedikit masalah, pasien kehilangan banyak darah tapi persediaan darah B dirumah sakit ini sedang kosong. Apa diantara kalian ada yang mempunyai golongan darah B?” Tanya Dokter. Kai dan Saera menggeleng pelan, itu karna golongan darah mereka berdua adalah A.

“Golongan darahku O! Kau bisa memberikannya padanya.” Sergah Luhan.

Dokter itu memandang khawatir kearah Luhan. Namja itu Nampak sedikit pucat. “Apa..tidak apa-apa?! Sepertinya kau sendiri sedang tidak begitu sehat apalagi saat ini kakimu..”

“Na Gwencanayo! Cepat donorkan darahku untuknya!”

“Andwaeyo! Luhan~ah..bukankah berbahaya jika memaksakan untuk mendonorkan darahmu saat ini?! Tubuhmu masih lemah..” Kali ini giliran Saera yang berusaha mencegatnya.

“Lalu aku harus apa?! Membiarkannya mati?! Apa itu yang kau inginkan?!” Pertanyaan Luhan sontak membuat Saera tertegun di tempatnya. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Luhan akan mengatakan hal seperti padanya.

“Kumohon Dokter, apapun yang terjadi..donorkan saja darahku padanya.” Pinta Luhan membuat Dokter itu menatapnya sebentar lalu akhirnya mengangguk setuju.

“Hyung!! Fighting!” Kata Kai seraya tersenyum kecil membuat Luhan ikut tersenyum sambil mengangguk. Dokter dan Luhan pun kemudian berjalan masuk kedalam ruangan.

“Keundae..Luhan~ah…” Saera yang masih berusaha mencegat Luhan saat Kai mendadak menahannya.

“Dwaesso..tidak akan ada yang bisa menghentikan Hyung. Karna saat ini, yang paling penting baginya hanyalah Angel seorang.” Tutur Kai membuat Saera memandang datar kearah lain.

Gadis itu lalu jatuh terduduk di lantai. Harus ia akui ini pertama kalinya ia melihat Luhan bersikap seperti tadi, sejak mereka bersama.

Sepenting itukah seorang Angel bagi Luhan?! Sampai-sampai ia sama sekali tidak peduli jika terjadi sesuatu pada dirinya sendiri?!

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Luhan akhirnya selesai mendonorkan darahnya untuk Angel, dan kini berjalan keluar ruangan. Kai dan Saera yang sejak tadi menunggu langsung menghampirinya. Sesaat Luhan sempat hampir terjatuh karna lemah, untung ada Kai yang dengan sigap menahannya.

“Hyung! Gwencana?!!” Tanya Kai khawatir sambil membantu Luhan duduk di kursi.

“Ada sesuatu yang perlu saya beritahukan tentang pasien.” Kata Dokter saat menghampiri ketiga orang tersebut. “Saat tertabrak posisi gadis itu tepat menghadap kearah depan mobil dan tepat saat itu pula hal yang pertama mengenai bagian mobil adalah kedua kakinya. Dan itu kelihatannya cukup parah.”

“Ma..maksud Dokter..?!” Tanya Kai yang nampaknya begitu khawatir, perasaannya mendadak tidak enak mendengar hal ini.

“Pasien mengalami sedikit retakan di bagian pergelangan kakinya, dan itu mungkin akan mengakibatkan dirinya mengalami kelumpuhan.”

“Mwo?!” Kata Kai yang sulit mempercayai apa yang baru saja didengarnya.

“Berapa lama..gadis itu baru bisa berjalan kembali, Dokter?!” Tanya Luhan

“Kalau perkembangannya baik, ia mungkin sudah bisa berjalan dalam beberapa minggu tapi kalau tidak…bisa berbulan-bulan.”

Pernyataan Dokter barusan sontak membuat ketiga orang itu seolah terpaku di tempatnya. Mereka sama sekali tidak pernah menyangka kalau hal seperti ini akan terjadi pada Angel. Terutama Saera, gadis itu benar-benar tidak menyangka kalau akibat tabrakan itu ternyata separah ini.

♥:♥:♥

 

Ini adalah hari ke-2 Angel berada di rumah sakit. Dokter juga sudah memberitahukan masalah kakinya padanya. Angel yang mengetahui itu tentu saja merasa sangat terpukul pada saat itu, namun saat melihat Luhan dan Kai yang menatapnya sedih apalagi Saera yang tidak berhenti menangis membuatnya memaksakan diri untuk tetap tersenyum dan bersikap seolah dirinya baik-baik saja. Itu sengaja ia lakukan agar mereka tidak sedih lagi atas apa yang terjadi padanya. Ia tidak ingin melihat itu terjadi.

Angel kini sedang bersandar di tempat tidur ditemani Luhan yang duduk di kursi disamping ranjangnya saat pintu ruangan terbuka. Nampak Saera,Kai, Kris dan Sehun yang ternyata datang menjenguknya.

“Oh?! Kalian datang?!” Kata Angel terkejut.

Sehun yang salah mengerti perkataan Angel barusan langsung menatap gadis itu heran. “Eh?! Apa kau tidak suka kalau kami datang?!”

“Hah?! Aniiya~maksudku bukan begitu..” Kata Angel berusaha menjelaskan

Bletakk!!

“Aww!!” Rintih Sehun saat Kris tiba-tiba menjitak kepalanya. “Ah~Hyung!! Kenapa kau menjitak kepalaku?!” Tanyanya kesal seraya menoleh kearah Kris.

“Babo~ya! Kau tidak lihat tadi ekspresi Angel saat kita datang! Tadi itu dia bukannya berkata seperti itu karna tidak suka kita datang, tapi karna ia terkejut ternyata kita semua datang mengunjunginya.” Tutur Kris membuat Sehun sempat melongo

“Ah~jadi begitu yah..kupikir tadi kau marah!” Kata Sehun seraya memegangi belakang lehernya.

Semua orang yang berada didalam ruangan hanya dapat tertawa melihat tingkah Sehun.

“Mana mungkin aku marah! Aku malah senang sekali melihat kalian mau datang menjengukku!”

“Teruslah bersemangat! Kami semua yakin kau pasti bisa melaluinya dengan baik!” Kata Kris sambil menatap kearah Angel.

“Apalagi..ada Luhan Hyung yang selalu menjagamu! Kau harus cepat sembuh!” Kali ini giliran Kai.

“Angel~ah! FIGHTING!!” Seru Sehun tak kalah.

“Neomu gomawoyo, yeorobeun!!” Kata Angel tersenyum senang, begitupula sebaliknya dengan yang lain.

“Ini untukmu!” Saera tiba-tiba saja memberikan sesuatu pada Angel.

Gadis itu menatap barang di tangannya, sebuah kamera digital. “Ini..?”

“Kenang-kenangan dariku. Kau bisa mengirimkan hasil jepretanmu kepadaku lewat internet.”

Angel menatapnya terkejut, begitupula dengan yang lain. “Mwo?! Memangnya kau mau kemana?!”

“Aku..akan pegi ke Jepang.”

“Saera~ya..apa ini karna…” Belum sempat Angel menyelesaikan kalimatnya Saera sudah lebih dulu menyelanya

“Aniiya! Kau tau kan keluargaku juga memiliki rumah makan disana. Itu sebabnya aku ingin membantu Eomma ku mengurusnya. Mianhae, sikapku waktu itu memang keterlaluan! Tidak seharusnya aku bersikap egois seperti itu padamu.”

“Gwencana..aku sama sekali tidak pernah menyalahkanmu!”

“Gomawo~yo! Kau memang sahabatku yang paling baik.” Kata Saera tersenyum begitupula dengan Angel

“Dan juga..Luhan~ah, Gomawo! Karna selama ini sudah membuatku merasa bahagia.” Katanya saat berbalik kearah Luhan

“Na do mianhae! Aku sama sekali tidak pernah berniat menyakitimu. Keundae..”

“Gwencanayo..aku mengerti. Lagipula sekarang aku senang kalian bersama. Kalian berdua adalah orang-orang yang kusayangi. Luhan~ah..jaga Angel baik-baik. Awas saja kalau sampai kau menyakitinya !!” Canda Saera

“Arra~kau juga jaga dirimu baik-baik disana.” Balas Luhan lalu tersenyum.

“Waeirae?! Kenapa semuanya jadi sedih seperti ini!” Celetuk Kai tiba-tiba membuat semuanya langsung tersadar

“Ah!! Karna hari ini adalah hari terakhirku di Seoul, bagaimana kalau sekarang aku mentraktir makan kalian semua?!” Seru Saera tiba-tiba membuat semua memandangnya

“Oh?! Jinjja?!!” Kata Sehun berusaha memastikan membuat Saera mengangguk cepat sambil tersenyum. “Keurom~Kkaja!!” Kata Sehun semangat lalu berniat pergi sampai Kai menarik kaosnya.

“Neo mwoya?! Sebenarnya yang mentraktir siapa?! Kenapa malah kau yang jalan duluan?!”

“Ah! Benar juga..hehe, mian!” Kekeh Sehun

Saera sendiri hanya tertawa melihatnya. “Gwencana! Kalian bebas kok memilih ingin makan dimana! Kkaja!!” Kata Saera mereka pun akhirnya berjalan keluar ruangan.

“Oh iya?! Kalian berdua bagaimana?!” Kata Kai seraya berbalik kearah Luhan dan Angel

“Aku kan belum bisa..” Kata Angel sambil mengarahkan matanya pada kedua kakinya.

“Kalian pergilah. Aku ingin menemaninya disini!” Ucap Luhan

Kai hanya dapat menghela nafasnya lalu tersenyum. “Kalian ini..bagaimana aku bisa merayu Angel kalau kau selalu bersamanya, Hyung!” Kata Kai bercanda. Saat ini ia memang sudah sepenuhnya merelakan hubungan kedua orang yang disayanginya itu.

“Mwo?! Ya~anak ini benar-benar..” Baru saja Luhan ingin beranjak dari tempatnya Kai sudah lebih dulu berlari keluar dari ruangan.

“Annyeong!!” Teriak Kai dari luar membuat Luhan dan Angel tertawa kecil mendengarnya.

Kini hanya tinggal mereka berdua di ruangan itu. Luhan lalu menatap Angel yang sedang memperhatikan kamera pemberian Saera.

Klikk!!

Tiba-tiba saja Angel memotret wajah Luhan membuat pemuda itu menatapnya tajam.

“Ya!! Siapa yang mengizinkanmu memotretku?!” Tanya Luhan dingin

“Wae..waeyo?! Aku kan hanya memotret sekali, masa tidak boleh?!” Tutur Angel

“Apa aku pernah mengatakan kau boleh melakukannya?!”

“Arasseo! Mianhae..jadi sekarang apa maumu?!” Kata Angel yang juga ikut kesal

“Kau harus diberi hukuman karna sembarangan memotret orang tanpa izin!”

“Keurae?! Memangnya apa hukumannya?!”

“Apa kau benar-benar mau tau hukumannya?!” Luhan tiba-tiba saja mendekatkan wajahnya kearah gadis itu membuatnya menggeliat mundur hingga semakin bersandar ke belakang.

“Lu..Luhan~ah! Neo waeirae?! Mau apa kau?! Jangan bercanda!”

“Hm?! Siapa yang bercanda?! Kau sendiri kan yang ingin tau apa hukumannya. Aku akan menunjukkannya padamu!” Kata Luhan seraya tersenyum kemudian semakin mendekatkan wajahnya kearah Angel. Gadis itu sendiri sudah menutup matanya, kalau saja kakinya bisa bergerak ia pasti sudah berlari pergi dari sana. Wajah keduanya kini hanya berjarak beberapa senti, semakin dekat dan…

Cklek!!

Pintu ruangan tiba-tiba saja terbuka membuat keduanya sontak memisahkan diri. Rupanya Sehun yang datang karna ingin mengajak Luhan dan Angel.

Aissh~anak ini benar-benar..” Gerutu Luhan dalam hati

“HYUNG! Mau makan dengan..?!” Ucapan Sehun mendadak terhenti saat melihat keduanya. “Omo!! Mianhaeyo..aku sama sekali tidak tau kalau kalian..”

Bletakk!!

“Aiish~jinjja! Sakit!!! AH~HYUUUNG!!!!” Pekik Sehun sambil mengelus kepalanya saat Kris tiba-tiba datang lalu menjitak kepalanya dari belakang.

Neo jinjja..!! Mengganggu orang lain saja!!” Kata Kris kesal

Ya!! Aku kan sudah menanyakannya tadi! Kenapa kau malah kembali kesini lagi! Issh~babo ya!!” Seru Kai yang juga tiba-tiba muncul dari belakang

“Mana aku tau!! Lalu sekarang apa yang harus kulakukan?!” Tanya Sehun bingung.

“CEPAT PERGIII!!!” Seru Kris, Kai dan Luhan serempak membuat Sehun langsung terkejut karna diserang 3 orang sekaligus.

Arraaa!! Kenapa selalu aku sih yang dimarahi?! Aiish jinjja!!” Gerutu Sehun lalu beranjak pergi dari sana diikuti Kai dan Kris. Luhan dan Angel sendiri hanya tertawa melihat tingkah mereka.

The End

Gomawo buat yang dah baca smpe akhir *bow*

Hope u like it ^^

41 pemikiran pada “Angel (Chapter 7 – End)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s