Draconite (Chapter 1)

Tittle : Draconite [Chapter 1]

Author : VnJwoon

Genre : Horror, Mistery, Romance

Length : Chaptered

Cast :   EXO Kris

Jung Jiwoon

A/N : Sebelumnya Mianhae, kemaren yg minta FF Draconite, aku minta maaf banget ga bisa ngelanjutin. Soalnya kalo aku ga niat bikin covernya, jalan ceritanya juga ga niat. Mau request juga ga enak sama artworker-nya, soalnya 12 orang dalam 1 cover kan susah. Padahal udah dapet 13 halaman loh. Jadi aku bikinin aja Draconite versi lainnya, memang melenceng banget sih. Awalnya jalan cerita ini mau aku pake di FF White Shadow, tapi aku pikir lebih cocok dipake di FF ini.

Okay, Happy reading! ^^

Draconite

Seorang yeoja berjalan tenang menuju toilet di ujung lorong sepi ini. Kampusnya sudah sangat sepi. Ia terpaksa pulang telat malam ini, karena tugas yang menumpuk dari dosennya. Dengan agak menyembunyikan ketakutannya, ia membuka gagang pintu dan masuk kedalam salah satu toilet yang ada.

Setelah keluar, ia mencuci tangannya dan merapikan sedikit rambutnya. Dan ketika ia berbalik, ia melihat seorang namja tinggi dan sangat tampan. Tetapi wajahnya tampak menyeramkan. ‘Aneh, bagaimana seorang namja memasuki toilet perempuan’ batinnya

Perlahan namja itu berjalan mendekati sang yeoja. Ia menampakkan sebuah seringai. Menampakkan kedua taringnya yang mencuat lebar. Lalu sang yeoja mundur dengan perasaan takut.

“Hai” Sapa namja itu ramah dan tak ada jawaban dari sang yeoja

“Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin kau menjawab 1 pertanyaanku”

“Apa itu?” Yeoja itu akhirnya bicara

“Diantara warna merah dan biru, mana yang akan kau pilih?”

Pertanyaan yang gampang. Pikirnya. Tanpa membuang waktu, yeoja itu menjawab “Biru” Karena ia memang suka dengan warna biru.

“Pilihan yang bagus” Ucap namja itu menyeringai

Dengan cepat ia melompat kearah yeoja itu dan mencekik lehernya kuat-kuat. Sang yeoja menggeliat kesakitan dan meronta-ronta agar bisa terlepas darinya. Tapi apa daya, kekuatan namja ini tak sebanding dengannya.

Namja itu tersenyum puas melihat hasil kerjanya. Ia meninggalkan tubuh ambruk sang yeoja dengan wajah yang sudah membiru. Ia menghilang di tengah kegelapan.

.

.

.

“OPPA!! DIMANA SEPATU MILIKKU?!” Teriak Jiwoon dari lantai atas, mengagetkan seluruh penguin rumah ini. Terutama kakak laki-lakinya, Jinyoung, yang sedang sarapan dengan tenang.

“Kenapa kau tanya aku?” Ucap Jinyoung menggerutu

“Kemarin kau meminjamnya!”

“Sudah aku letakkan di rak sepatumu”

“Tidak ada! Tadi sudah aku cari”

“Pakai heels saja kalau gitu. Heels-mu juga banyak”

“APA?! Itu milik Sooyeon eonnie. Bukan milikku”

“Pinjam saja padanya”

“Andwae!! Kau tahu kan aku tak suka memakai heels”

“Cepat turun atau aku akan berangkat sendiri”

“Eoh? Oke oke”

Jiwoon akhirnya turun dengan terpaksa. Yeoja ini memang keras kepala. Padahal ia punya banyak stok sepatu di rak nya. Tapi ia memang paling suka memakai sneakers abu yang dipinjam kakaknya kemarin.

Jiwoon memilih wedges milik Sooyeon yang hak nya paling pendek. Ia memang tak suka memakai heels ataupun wedges. Setelah itu, ia mengikuti kakaknya masuk ke dalam mobil. Mereka bersekolah di kampus yang sama, hanya beda angkatan.

Jiwoon hanya diam mengerucutkan bibirnya. Ia lagi malas berbicara dengan Jinyoung, padahal biasanya ia akan menceritakan segala sesuatu pada kakaknya ini. Jinyoung juga, kali ini ia hanya berkonsentrasi pada jalanan.

Akhirnya perjalanan yang membosankan itu berakhir sudah. Mereka sampai di halaman parkir kampus. Jinyoung turun dan membukakan pintu untuk Jiwoon.

“Silahkan turun adikku sayang” Ucapnya

Jiwoon hanya menggerutu melihat kelakuan kakaknya yang menyebalkan. Ia lalu mengikuti Jinyoung yang sudah berjalan mendahuluinya. Dengan bersusah payah Jiwoon berusaha menyeimbangkan tubuhnya karena wedges yang dipakainya.

Ingin sekali ia menjambak-jambak rambut Jinyoung, lalu mencekik lehernya dan membunuhnya dengan sadis. Tapi apa daya, dia sangat menyayangi oppa-nya yang menyebalkan ini.

Jiwoon memilih berpisah dengan Jinyoung yang sedang berkumpul dengan teman-temannya. Ia lebih memilih menuju kantin dan menemui Naejung. Ia melambaikan tangan pada Naejung yang sedang fokus dengan makanannya.

“Yak! Cho Naejung! Kau tidak melihatku!” Gerutu Jiwoon

“Aku sedang memikirkan kejadian tadi malam” Jawab Naejung misterius

“Eoh? Kejadian apa? Dimana?”

“Kau ini, makanya kalau datang itu lebih pagi” Naejung berdecak kesal

Jiwoon hanya menunggu Naejung melanjutkan kata-katanya.

“Tadi pagi ditemukan mayat seorang mahasiswi dengan badan yang membiru di toilet perempuan”

Jiwoon terkaget. Angin halus berhembus meniup lehernya membuat bulu kuduk nya merinding. Naejung menyerahkan sebuah newspaper milik kampusnya.

“Mahasiswi semester 4 jurusan Sastra Inggris. Kim Dahee, ditemukan tergeletak tak bernyawa dengan badan yang membiru, di toilet perempuan” Jiwoon membaca Headline dan topic panas yang dimuat di majalah sekolahnya.

Jiwoon lalu membaca kelanjutan berita itu dengan seksama.

Pihak sekolah hingga saat ini belum menemukan kronologi dari kejadian ini. Banyak dugaan bermunculan dari berbagai pihak. Salah satu pihak, mengatakan mungkin saja ia bunuh diri dengan mencekik dirinya sendiri. Karena menurut info yang ada, Dahee sedang dalam keadaan stress karena beban tugas yang terlalu banyak. Tak ada saksi yang jelas dari kejadian ini, karena saat malam kejadian, korban sedang mengerjakan tugasnya sendirian di kampus ini

Jiwoon bergidik ngeri membaca berita tersebut. Naejung menatapnya misterius.

“YAK! Cho Naejung! Tak usah memandangku begitu”

Naejung tertawa terbahak-bahak melihat wajah Jiwoon yang tegang. Jiwoon yang sadar akan hal itu langsung mengubah ekspresi wajahnya dan menjitak kepala Naejung.

“Bagaimana kalau nanti malam kita menyelidiki kasus ini?” Tawar Naejung

“APA? Kau gila? Shireo! Aku tak mau kulit putihku ini menjadi biru!” Tolak Jiwoon

“Payah. Kalau gitu aku saja yang menyelidiki kasus ini” Jawab Naejung cuek

“Eoh? Jangan nekat, Naejung”

“Kalau kau tidak mau menemaniku ya sudah, aku pergi sendiri saja”

Jiwoon terbungkam. Wajahnya berkerut memikirkan sesuatu. Ia termenung sejenak

“Huh, baiklah aku ikut denganmu” Jiwoon memutuskan

“Bagus! Nanti sepulang sekolah kau dan aku tak usah pulang ke rumah. Katakan saja kita sedang mengerjakan tugas”

“Terserah apa katamu, sekarang sudah jam-nya masuk. Kajja!” Ajak Jiwoon menarik Naejung

Mereka berdua lalu berjalan cepat menuju kelas. Jiwoon dan Naejung memang sahabat yang sangat akrab. Jiwoon dengan latar belakang keluarga yang memiliki nama, sedangkan latar belakang Naejung sangat bertolak belakang dengan Jiwoon.

Naejung yang dulu adalah seorang anak broken home lalu lebih menikmati kehidupannya sebagai berandalan di jalanan. Naejung yang ganas dan jago bela diri, pernah hamper diperkosa oleh preman-preman hingga Jiwoon yang tak bisa berkelahi bisa menyelamatkan Naejung.

Naejung bercerita semua masalahnya kepada Jiwoon. Jiwoon yang dulu sangat tak suka memegang buku dan lebih menikmati kehidupannya sebagai remaja yang suka hura-hura, memilih untuk belajar bersama dengan Naejung, demi mendapat Universitas Favorite di Seoul.

Alhasil, mereka selalu bersama-sama memegang rangking teratas di angkatannya. Walaupun Naejung selalu berada di atas Jiwoon, tetapi Jiwoon tak pernah merasa iri dengan sahabatnya tersebut.

.

.

.

Bel tanda berakhirnya kegiatan hari ini berbunyi membuat lobby kampus menjadi lautan manusia seketika. Ada yang berjalan santai berdua dengan kekasihnya, ada juga yang berjalan terburu-buru hingga menabrak teman yang lainnya.

Jiwoon dan Naejung masih terlihat di dalam kelas membereskan buku-buku mereka dan berbincang-bincang kecil. Seperti rencana semula, mereka akan pura-pura mengerjakan tugas di perpustakaan. Lalu saat sekolah sepi, mereka akan menyusup masuk ke dalam toilet wanita yang tiba-tiba menjadi topic panas hari ini.

Jiwoon dan Naejung menjalankan aktingnya dengan sempurna! Tak ada yang mencurigai niat sesungguhnya dari kedua yeoja cantik ini. Setelah mereka benar-benar yakin bahwa kampus ini sudah sangat sepi, Naejung langsung berjalan tenang ke arah toilet diikuti Jiwoon dibelakangnya. Dibalik ketenangannya, tersimpan kewaspadaan di dalam mata Naejung. Sedangkan Jiwoon masih mengikuti Naejung dengan perasaan takut.

Naejung membuka pintu toilet dengan perlahan. Lalu berjalan masuk ke dalam toilet kampus mereka yang luas ini. Jiwoon mengedarkan pandang ke seluruh ruangan. Tak ada yang aneh. Naejung membuka pintu toilet satu per satu.

Tak ada apapun di toilet ini. Semuanya masih normal-normal saja. Tak ada satupun hal aneh ataupun mistis. Jiwoon bahkan mencoba mengatakan kata ‘hallo’ tapi tak ada jawaban.

Akhirnya dengan putus asa, mereka pergi meninggalkan tempat ini. Tapi, belum sepenuhnya mereka keluar, Naejung berbalik lagi. “Aku mau pipis” Ucapnya pada Jiwoon. Jiwoon lebih memilih menunggu di luar dan Naejung sudah melesat ke dalam toilet.

Setelah menyelesaikan urusannya, Naejung keluar dan kaget melihat seorang namja tinggi sedang berdiri di depan wastafel. Senyumnya mencuat.

“Ehm… Permisi… Aku mau keluar” Ucap Naejung canggung

“Tak usah terburu-buru, aku ingin berbicara denganmu” Balas Namja itu lembut

“Eung… Tapi ini sudah terlalu malam. Maaf aku benar-benar harus pergi”

Ada ekspresi tak suka terpampang jelas di wajah namja ini. Naejung berjalan perlahan dengan perasaan takut untuk melewati namja ini. Tapi namja itu tak menunjukkan perubahan ekspresi apapun.

“Tunggu” Ucap namja itu dengan suara rendah. Membuat Naejung terpaku diam pada tempatnya

“Kalau aku memberikanmu 2 pilihan, antara pilihan berwarna merah atau biru, kau akan memilih yang mana?” Lanjutnya

Naejung tampak memikirkan pertanyaan tersebut. Ia berpikir itu hanyalah sebuah jebakan. Namja itu tetap diam menunggu Naejung mengambil keputusan. Naejung menampakkan wajah gelisah. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.

“Merah” Ucap Naejung yakin dengan keputusannya yang sudah bulat

“Bagus” Namja tinggi itu menyeringai

Tiba-tiba gigi taring dan kuku-kuku panjangnya mencuat dan menerkam Naejung. Naejung berusaha untuk meronta-ronta, tetapi namja itu semakin liar menancapkan kuku-kukunya pada kulit Naejung. Ia menghisap darah Naejung dengan serakah. Naejung tak bisa berkutik.

“YAK! Nona Cho! Kau lama sekali huh!” Panggil Jiwoon

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Teriak Jiwoon mengagetkan Namja itu

“Ka.. Kau.. Apa yang kau lakukan dengan temanku?” Tanya Jiwoon gemetar

Namja itu tampak tak suka kegiatannya diganggu oleh orang lain. Dibiarkannya Naejung tergeletak tak bernyawa dengan tubuh berlumuran darah. Ia menatap tajam pada Jiwoon. Yang ditatap malah menatap balik tak kalah tajam. Ia menghampiri Jiwoon.

“Kau menggangguku!” Umpatnya

“Sebagai ganti dari temanmu itu, kau yang akan kumusnahkan sekarang juga!”

Baru saja namja itu akan menerkam Jiwoon, langkahnya terhenti. Ia merasa ada sesuatu yang lain dalam diri yeoja ini. Ia mengurungkan niatnya untuk membunuh Jiwoon.

“Siapa kau?” Tanya Jiwoon

“Namaku Kris. Yeah, kau bisa memanggilku seperti itu”

“Untuk apa kau membunuh temanku?” Ujar Jiwoon berang

“Kepuasan batin”

“APA?! Kau bilang membunuh adalah kepuasan batin?! Kau gila?”

“Atau jangan-jangan kejadian kemarin, kau lah orang dibalik kejadian kemarin!” Lanjut Jiwoon

Kris mengedikkan bahunya cuek. Jiwoon geram melihat namja ini. Ia tak memperdulikannya. Jiwoon mendatangi Naejung dan duduk di dekatnya. Tangannya mengelus lembut wajah Naejung yang dipenuhi darah. Air mata menitik dari kedua sudut mata indahnya.

Jiwoon menatap tajam Kris. Dengan tatapan seolah ia ingin membunuh namja ini sekarang juga. Wajahnya berubah menjadi bengis. Di dekatinya tempat Kris berdiri dan matanya menusuk tajam ke dalam mata Kris.

[To Be Continued]

Apa yang akan terjadi selanjutnya pada Jiwoon dan Kris? Tunggu kisah kelanjutannya di author kesayangan Chanyeol :3 HAKHAK

21 pemikiran pada “Draconite (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s