My Lovely Driver (Chapter 3)

MY LOVELY DRIVER  ( Chapter 3 )

 

 

Author             : Kkamjong Girl

Cast                 : Oh Ha Ra

Kim Jong In / KAI Exo K

Genre              : Romance, Angst

Rating             : PG 13

Length             : Chaptered

 

lovely poster 2

~~

 

Air mata gadis itu kembali mengalir entah untuk yang ke berapa puluh kalinya selama namja itu memutuskannya. Butiran-butiran bening itu terus saja menetes, tanpa ia bisa menghentikannya.

 

sekejam itukah pria yang pernah dicintainya dulu ?

 

 

~~

 

 

Ha Ra menyeka air matanya asal, Gadis itu pernah berjanji pada Chan Yeol tak akan menangis lagi.

 

Ia mendekati Ummanya yang masih berbaring di ranjang rawatnya.Gadis  itu tersenyum kemudian menggenggam tangan Ummanya “ Mianhae umma, beberapa hari ini aku tidak datang kesini “ Ujarnya lirih, air mata itu kembali menggenang di sudut mata Ha Ra. Ia menatap keadaan Ummanya sekarang, masih sama seperti 3 hari lalu, terakhir kali ia melihatnya, sama seperti 3 bulan lalu setelah kecelakaan maut itu terjadi. Tapi ia harus yakin ini tidak akan lama. Ummanya pasti akan segera bangun kemudian bisa memeluknya kembali.

 

CKLEEK

 

“ Ha Ra ~ya“ Panggil seorang namja yang tiba-tiba masuk ke ruangan itu.

 

Gadis yang dipanggilnya itu menoleh kearah dari sumber suara “ Chan Yeol Oppa “ pekiknya

 

Namja itu mengukir senyum lebarnya kemudian berjalan mendekati Ha Ra yang masih berdiri disamping ranjang Ummanya.

 

“ Kau sudah dari tadi ? “ Tanya Chan yeol

 

Gadis itu hanya mengangguk lemah menanggapi pertanyaan Chan Yeol. “ Menurutmu apa Umma tampak lebih baik dari kemarin Oppa ? “ Tanya Ha ra beberapa detik kemudian.

 

“ Tentu saja “ jawab Chan Yeol seraya menganggukkan kepalanya, “ setiap sebelum berangkat bekerja aku selalu menemaninya, mengajaknya berbicara , aku melihatnya tersenyum “ Ujar Chan Yeol, raut wajahnya berubah lembut tapi tetap terlihat serius, bukan seperti Chan yeol biasanya yang tak bisa di ajak serius.

 

“ Mwo ?? sejak kapan kau bekerja Oppa ? “ Tanya Hara sembari memicingkan kedua mata elangnya menatap lurus kearah namja disampingnya itu.

 

Ha Ra tau ke -2 orang tua Chan Yeol belum mendapatkan pekerjaan setelah perusahaan ayahnya itu bangkrut. Tapi Chan Yeol bekerja ? bukankah ia harus kuliah ?

 

“ sudah 2 minggu “ ucap namja itu. “ Aku bekerja paruh waktu disebuah caffe “

 

“ Lalu Appa dan Ummamu ? “ Tanya gadis itu lagi.

 

“ Appa diterima bekerja disebuah Bank swasta sebagai Manager operasional “ Jawab Chan yeol, Ia terkekeh geli melihat reaksi Ha Ra yang terlihat khawatir.

 

Ha Ra terlihat menghela nafas, Ia tenang jika Ayah Chan yeol sudah mendapatkan pekerjaan. Setidaknya rasa bersalahnya sedikit berkurang karna ia lah salah satu yang menjadi beban hidup keluarga itu.

 

“ Umma membuka sebuah kedai kecil di Myeongdong “ tambahnya.

 

Ha Ra menaikkan alisnya sebelah, ia merasa aneh. Kenapa Chan Yeol malah bekerja paruh waktu di caffe sementara Ummanya dibiarkan membuka kedai sendirian.

 

“ Aku tau apa yang ada di pikiranmu “ Ujar Chan Yeol, namja itu terkekeh geli melihat raut muka Ha Ra yang terlihat sedikit bingung.

 

“ Setidaknya aku akan menambah penghasilan jika aku bekerja ditempat lain “ Ucap chan Yeol. Ia berhenti ,mengambil nafasnya sejenak kemudian melanjutkan kata-katanya “ Aku akan berusaha mengumpulkan uang, agar kau bisa segera kembali ke rumah kami, Ha Ra “

 

“ Jika aku lulus nanti, aku pasti akan mencari pekerjaan yang lebih baik lagi “ lanjutnya.

 

Gadis itu menatap Chan Yeol tak percaya, Ia terharu hingga meneteskan air mata, kali ini air mata bahagia. Bahagia karna di dalam penderitaannya, masih ada orang-orang yang menyayanginya.

 

“ Oppa “

 

Gadis itu segera memeluk tubuh Chan Yeol, menenggelamkan wajahnya pada dada bidang namja itu.

 

“ Gomawo Oppa “ Ucap Ha Ra, yang masih berada dalam pelukannya. “ Aku tidak tau apa yang akan terjadi pada kami jika kau tak ada “

 

Chan Yeol tersenyum kemudian mengacak rambut Ha Ra, membuat gadis itu melepaskan pelukannya. “ Ya Oppa, kau membuat rambutku berantakan !! “ Ucap Ha Ra seraya menggembungkan kedua pipinya bulat bulat.

 

Namja itu terkekeh geli, ia memang selalu iseng, dan salah satu korban utamanya adalah Ha Ra.

 

“ Kau lihat, wajahmu tampak semakin jelek saja “ ledek Chan Yeol sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

“ Mwo “ Ha Ra terkejut, gadis itu bekacak pinggang “ Kau yang jelek “ Balas Ha Ra kesal “ Tapi ngomong-ngomong aku tak pernah melihatmu berkencan dengan seorang yeoja ? padahal banyak yeoja yang mengejarmu ? “ Tanya Ha Ra “ Atau jangan-jangan kau naksir dengan Baek Hyun ya ? “ cibir Ha Ra seraya mendekatkan wajahnya kearah Chan Yeol. Membuat mimik wajah namja itu berubah saat itu juga.

 

“ Kau bercanda “ gumam Chan Yeol, Ia menatap wajah Ha Ra yang jaraknya tak lebih dari 5 cm di depannya itu.

 

Yeoja itu tiba tiba tersenyum , Ia menjauhkan wajahnya kembali “ Aku punya ide ? Bagaimana kalau sekarang kita pergi ke kedai Park Ahjumma ? “ Ajak Ha Ra bersemangat.

 

“ Hari ini aku harus masuk kerja “ jawab Chan Yeol, ia melipat kedua tangannya di depan dada.

 

“ Aish “ desis Yeoja itu sebal.

 

“ Lain kali aku akan mengajakmu kesana “

 

 

~~

 

 

Gara-gara Chan Yeol ia malah jadi lupa tujuan utamanya datang ke rumah sakit adalah menjenguk Ummanya. Tapi walau bagaimanapun Ia juga merindukan namja gila itu.

 

Ha Ra masih melangkahkan kakinya menuju rumah keluarga Kim, ketika hari mulai gelap. Beberapa saat lalu Ia dan Chan Yeol pulang bersama menggunakan bis, karna arah tempat kerja Chan Yeol dan tujuannya sama.

 

Tapi yeoja itu masih harus berjalan lumayan jauh memasuki komplek perumahan yang didominasi rumah-rumah mewah itu.

 

Yeoja itu berjalan dengan malas, beberapa masalah yang dihadapinya membuat kepalanya terasa penuh.

 

Ditambah lagi dengan masalah barunya Joon Myun atau yang biasa di panggil Su ho itu dia adalah seseorang yang belakangan melunasi biaya administrasi rumah sakit Ummanya.

 

“ Apa tujuan sebenarnya ? “ Tanya Ha ra pada dirinya sendiri.

 

Apa dia merasa kasihan ? atau hanya ingin menginjak-injak harga dirinya lagi, setelah memutuskannya kemarin ?

 

“ Aish, apapun yang terjadi aku harus mengembalikan uangnya “

 

Tapi bagaimana caranya ? itu pasti bukan uang yang sedikit, mungkin jutaan won, atau bahkan puluhan juta won. Membayangkannya saja sudah membuatnya  mual.

 

Ia memang sengaja tidak menceritakan semua itu pada Chan Yeol, Ia tak mau menyusahkannya, apalagi keluarga namja itu juga sudah membiayai operasi Ummanya kemarin.

 

Yeoja itu merasa sedikit lelah, ia menatap sekitarnya yang terlihat sepi. Lampu-lampu jalan pun tak mampu menerangi semua area jalan yang dilaluinya.

 

Tiba-tiba ia tersenyum, mengingat namja tampan yang mengajaknya makan siang tadi, Kris. “Bagaimana kalau aku minta tolong pada Kris saja ?” gumam Ha Ra pelan.

 

Maksudnya meminjam uang pada Kris. Apa Kris akan meminjamkan uang padanya, atau justru akan membuat Kris ilfeel. Yeoja itu menggelengkan kepalanya tiba-tiba.

 

Tentu saja ia tak mau jika Kris ilfeel padanya. Itu hanya akan membuat kesan pertamanya buruk.

 

“ Aish , kenapa semua ini harus terjadi padaku ? “ Teriak yeoja itu dalam kesunyian. Tapi ia buru-buru membungkam mulutnya sendiri, ia tak mau kepalanya benjol gara-gara seseorang melempar panci dari dalam rumahnya gara-gara terganggu teriakannya.

 

Disisi lain Ia merasakan ada seseorang mengawasinya, tapi ketika ia menoleh kebelakang matanya tak menemukan siapapun disana.Ia membiasakan dirinya dengan keadaan itu, mungkin hanya perasaannya saja.

 

Iapun merasakan rintik-rintik air hujan yang mulai membasahi kulitnya, sementara rumah keluarga Kim masih sekitar 700 m lagi , jika ia tak segera berlari maka ia bisa pastikan bajunya akan basah kuyup.

 

Semakin lama langkahnya semakin cepat, tapi ketika itu juga ia merasakan tangannya tertarik kebelakang, membuatnya mau tak mau menghadap kearah si pelaku.

 

Seketika itu juga Ha Ra terkejut. Beberapa orang berbaju serba hitam kini berada dihadapannya.

 

“ Siapa kalian ? “

 

 

~~

 

 

Jong In melajukan  mobilnya dalam kecepatan sedang. Setelah beberapa saat lalu ia mengantarkan Ae rin pulang kerumahnya. Tapi entah kenapa pikirannya mulai gelisah. Bahkan sejak tadi ia tak bisa focus pada acara kencannya dengan Ae Rin.

 

Bahkan tadi ia sempat memutar arah melewati Rumah sakit St Marry dimana ia sering menjemput Ha Ra. Untuk apa, ia sendiripun tak tau.

 

“ Bodoh “ Umpatnya pada diri sendiri.

 

Tangannya dengan cekatan memegang kendali setir mobil. Bahkan speedometer di mobilnya menunjukkan angka 90 km/h. Padahal jalanan saat ini masih terlihat ramai.

 

Tapi yang ia inginkan hanya sampai rumah saat ini juga, memastikan seseorang yang sedari tadi ada dalam pikirannya itu baik-baik saja atau tidak.

 

Hujan diluarpun semakin lama semakin lebat, membuat pandangannya semakin terbatas.

 

 

~~

 

 

“ Apa yang kalian inginkan dariku “ Tanya Ha Ra pada ke empat preman yang baru saja mencegatnya.

 

Ia menatap satu preman yang ada dihadapannya, sedang 2 yang lain di samping kanan kirinya dan satunya lagi tepat di belakangnya.

 

Posisi ini membuat gadis itu semakin waspada, terlebih daerah ini sangat sepi, jarang ada kendaraan yang melaluinya, apa lagi komplek ini penghuninya kebanyakan warga asing yang saat ini sibuk dengan bisnisnya, dan mungkin hanya akan menempati rumahnya sebulan sekali.

 

Percikan air dari langit perlahan membasuh tubuhnya, yang lelah. Sebenarnya ia ingin cepat-cepat sampai dirumah, mengistirahatkan tubuhnya secepat mungkin. Tapi kini keadaannya ia dikelilingi preman, apakah sejam berikutnya ia masih bisa bernafas ia pun tak tau.

 

“ Bagaimana jika kita mulai sekarang nona manis “ Ucap seorang yang kini berada tepat dihadapan Ha Ra,

 

“ Jangan mendekat “ Bentak Ha Ra, ketika preman yang ada dihadapannya kini perlahan mulai mendekat kearahnya. “ Atau aku akan berteriak “

 

Gadis itu melayangkan tinjunya pada preman yang ada di depannya kini, membuat preman itu meringis kesakitan. Tapi seketika itu preman yang lainnya memegang kedua tangannya.

 

“ Lepaskan “ “ Lepaskan “ pekik yeoja itu sembari meronta, tapi percuma teriakannya pun teredam hujan yang lebat.

 

“ Kau berani padaku ! “ bentak preman di hadapanya itu, yang kini mulai kehilangan kesabarannya, gadis itu berhasil membuat sudut bibirnya sobek.

 

PLAAK

 

Preman itu menampar pipi Ha Ra keras, membuat pipi yeoja itu memerah. Hampir saja ia kehilangan kesadarannya, tapi ia harus bertahan.

 

Ia masih berusaha meronta tapi tenaganya tak cukup kuat mengalahkan 3 orang preman yang saat ini menahannya.

 

PLAAAK

 

Preman itu menamparnya lagi, kali ini benar-benar membuat Ha Ra lemas. Bahkan ketika preman-preman itu melepaskan tangannya ,gadis itu terjatuh. Kakinya tak sanggup lagi menopang tubuhnya.

 

Ia ingin membuka matanya lebih lama lagi, tapi sayangnya ke dua matanya begitu berat. Begitu juga sudut bibirnya terasa begitu perih ketika hujan membasahinya. Samar- samar ia bisa mendengar ke 4 preman itu tertawa ketika ia benar-benar terkapar

 

 

~~

 

 

Sejak 1 jam kepulanganya lalu ia sama sekali belum melihat Ha Ra. Apakah gadis itu benar-benar marah padanya ?

 

Bahkan ia sempat menanyakan Ha Ra pada salah satu pelayannya, tapi mereka bilang Ha Ra belum pulang sejak tadi mengantarnya ke sekolah.

 

Seharusnya ia tak perlu sekhawatir itu, ia hanya merasa sedikit bertanggung jawab karna dia adalah seorang yeoja, apalagi gadis itu adalah sopirnya.

 

Ia menatap hujan yang semakin lama semakin reda dari balkon kamarnya yang berada di lantai 2, sementara jam di tangannya menunjukkan pukul 9 malam.

 

 

~~

 

 

“ Menjauh dari gadis itu “ Teriak seorang namja dari kejauhan.

 

Seketika preman-preman yang sedang berusaha melepas pakaian Ha Ra itu menoleh kearahnya.

 

Namja itu membawa beberapa bodyguard dibelakangnya. Dan dengan satu gerakan jari para bodyguardnya segera maju menghajar preman-preman yang hendak memperkosa Ha Ra.

 

Secepat kilat namja itu berlari ke arah Ha Ra yang sudah tak sadarkan diri. Ia mengangkat kepala Ha Ra, berusaha menyadarkan yeoja itu.

 

“ Ha Ra “ Panggilnya lirih, yeoja itu mungkin tak mendengar suaranya yang tertelan hujan.

 

Ia masih berusaha menengadahkan wajah Ha Ra agar menghadapnya, perlahan yeoja itu membuka matanya dan menemukan seorang pria dalam sadarnya kini.

 

“ Joon Myun “ panggil gadis itu lirih.

 

Ha Ra mencoba bangkit sekuat tenaga, walaupun kepalanya masih sedikit pusing gara-gara preman tadi menamparnya. Tapi setidaknya kali ini ia merasa lebih baik.

 

Untung saja preman tadi belum sempat membuka kaos yang di kenakannya.Ia masih bisa bersukur walaupun ke dua pipinya lebam, dan sudut bibirnya mengeluarkan lumayan banyak darah.

 

Joon Myun mencoba membantunya berdiri tapi beberapa kali yeoja itu mendorongnya.

 

Kenapa Joon Myun bisa datang disaat yang tepat, bahkan ia juga membawa beberapa orangnya, dan siapa preman-preman yang akan memperkosanya tadi, apakah mereka ada hubungannya ? pikir Ha Ra.

 

“ Gomawo kau sudah menolongku “ Ucap Ha Ra, tapi ia masih mengalihkan tatapannya dari namja itu.

 

“ Tunggu Ha Ra “ Ucap Su Ho berusaha menahan yeoja yang tengah beranjak dari tempatnya kini.

 

Yeoja itu sedikit menoleh kearahnya,

 

“ Biarkan aku membawamu kerumah sakit “ Tawarnya, walaupun ia tau yeoja itu pasti akan menolaknya.

 

Ha Ra menggeleng “ tidak perlu, aku baik-baik saja “ beberapa detik kemudian yeoja itu berbalik menghadapnya “ sekali lagi terima kasih “ ia sedikit membungkukkan badannya.

 

Namja itu tersenyum, walaupun sebenarnya hati kecilnya terluka. Ia hanya bisa menatap punggung Ha Ra yang perlahan menjauh.

 

Kenapa ia bisa datang disaat yang tepat? beberapa menit yang lalu Mi Sun yang memberitahunya, bahwa wanita itu akan mengerjai Ha Ra habis-habisan.

 

Tanpa membuang waktu namja itu berlari, ia tak ingin gadis itu terluka lagi.

 

 

~~

 

 

Ha Ra berjalan dengan lesu menuju kamarnya,untung satu pelayan keluarga Kim masih berjaga dan mau membuka pintu untuknya. Sementara Ia masih memegangi kepalanya yang terasa pening.

 

“ Kau tau ini jam berapa ? “ Ucap seseorang yang tiba-tiba ada di belakangnya.

 

Yeoja itu menghentikan langkahnya. Tapi Ia tak ingin meladeni bocah itu saat ini. Kepalanya benar-benar terasa mau pecah.

 

“ Kau tuli ya “ bentak Jong In.

 

Jong In melangkahkan kakinya cepat mendekati Ha Ra, kemudian menarik lengan yeoja itu kasar hingga ia berbalik menghadapnya.

 

Wajah Jong In yang tadinya mengeras berubah menjadi sendu saat melihat wajah gadis didepannya. Beberapa luka memar menghiasi wajah gadis itu. Terlebih darah yang terdapat di sudut bibirnya juga belum kering.

 

Jong In menggapai dagu Ha Ra, mendongakkan wajah gadis itu agar ia bisa lebih jelas melihatnya.

 

“ Apa yang terjadi padamu ? “ Tanya Jong In

 

Tapi gadis itu enggan menjawab, ia hanya bisa meneteskan air mata. Jong In tau gadis itu sangat kuat, tapi ia benar-benar tak tau apa yang bisa membuat gadis itu menangis.

 

Jong In memegang pundak Ha Ra, kemudian merengkuh gadis itu dalam pelukannya. Ia menyesal tadi membiarkan gadis itu pulang sendirian.

 

“ Lain kali apapun yang terjadi jangan pulang sendirian, arraseo ? “ Ucap Namja itu sembari membelai rambut Ha Ra lembut.

 

Entah kenapa Ha Ra merasa terlindungi setiap kali Jong In memeluknya.

 

 

~~

 

 

Gadis berambut coklat itu kini sibuk di dapurnya, Ia berencana memasak sesuatu untuk Kris. Walaupun ia bingung makanan apa yang Oppanya suka tapi ia akan berusaha sebaik mungkin membuat makanan yang enak.

 

“ Apakah Kris Oppa suka masakan China atau Kanada ? “ gumam gadis itu lirih, sementara ia masih sibuk membolak-balik buku resep masakan yang tadi dibelinya bersama Jong In.

 

Ia memasang apron merah muda pemberian Ummanya, yang sudah jarang ia gunakan akhir-akhir ini. Walaupun warnanya tampak sedikit kusam, tapi ia masih tetap cantik saat memakainya.

 

Berkali-kali gadis itu tersenyum membayangkan reaksi Kris saat tau ia memasak masakan China untuknya. Itu membuat hatinya terasa hangat dengan sendirinya. Tak sadar kedua pipinya pun mulai memerah.

 

Bahkan satu jam yang lalu ia menyuruh semua pelayannya tidur lebih awal, agar ia bisa lebih leluasa. Dan kini rumah yang biasanya dihiasi lebih dari 15 pelayan itu tampak hening. Hanya ia sendiri sibuk dengan beberapa peralatan dapurnya.

 

 

~~

 

“ Aww “ rintih Ha Ra ketika Jong In memainkan kapas yang diberi sedikit alcohol di sudut bibirnya.

 

“ Berhenti berteriak bodoh “ Ucap Jong In datar, tangannya masih sibuk dengan kapas di atas bibir Ha Ra.

 

Sementara gadis itu hanya bisa menggigiti bibir bawahnya untuk meredam rasa perih yang ditimbulkan alcohol itu.

 

Saat ini Jong In masih duduk didepannya, tepatnya disisi ranjang miliknya. Ketika beberapa menit lalu ia menarik Ha Ra ke kamarnya. Ia berdalih hanya akan mengobati luka gadis itu.

 

Kenapa ia harus melakukannya sendiri , bukankah banyak pelayan dirumah itu?

 

“ Aku hanya ingin memastikan lukamu benar-benar diobati dengan baik, karna besok kau harus bekerja , aku tidak mau besok kau beralasan sakit, dan tidak bisa bekerja “ Ujar Jong In.

 

“ Terserah kau saja lah “ balas Ha Ra.

 

Jong In masih serius pada aktifitasnya sementara Ha Ra terlihat sedikit bosan, “ Bukankah ini hanya luka kecil “ Ujar gadis itu.

 

“ Benar “

 

Gadis itu melirik kearah Jong In yang saat ini terlampau dekat dengannya bahkan tak lebih dari 10 cm dihadapannya. Sedangkan Namja itu masih focus pada bibir Ha Ra. Bibir yang pernah mengecupnya beberapa hari lalu.

 

“ terlihat sedikit pucat “ pikirnya.

 

Tapi ketika mata namja itu mengalihkan pandangannya, ia menemukan bola mata hitam pekat sedang menatapnya.

 

“ Sudah selesai ? “ Tanya Ha Ra, mengalihkan kegugupannya. Yeoja itu buru-buru bangkit kemudian meninggalkan Jong In.

 

Sementara Jong In masih duduk terpaku, menyaksikan yeoja yang kini semakin menjauh dan kemudian hilang dibalik pintu kamarnya.

 

Jong In memegang dadanya yang entah mengapa terasa aneh. Ini tidak sama ketika ia bersama Ae Rin atau yeoja yang lainnya.

 

 

~~

 

 

Beberapa makanan tertata rapi di meja makan. Gadis itu kembali mengecek note list nya. “ Dimsum, Song Ren Yu Mi, Pi dan dou Fu , Huo Guo, Suan La Tang dan yang terakhir bulgogi “ Ujarnya sembari memberi cek list pada notenya. Mungkin ia sengaja menyelipkan satu makanan Korea kesukaannya.

 

Ia kembali tersenyum, melihat jajaran masakannya yang terlihat menggiurkan itu. Makanan ini mungkin terlalu banyak jika hanya untuk dua orang. “ Tapi ini adalah hari istimewa bukan ? “ pikir gadis itu.

 

Ae Rin melepas apronnya, kemudian melirik jam ditangannya, “ pukul 9 “ Tapi kenapa belum ada tanda-tanda kemunculan Oppanya. Sesekali gadis itu mendesah, ketika ia melihat dari dalam jendelanya hujan nampak semakin mereda.

 

Ia kembali ke meja makannya, menatap piring-piring itu gelisah. Mungkin ia terlalu berharap banyak dari malam ini “ Oppa, aku hanya ingin kau menganggapku , apa keinginanku itu terlalu berlebihan ? “ Ujarnya

 

Ia menjatuhkan tubuhnya di kursi makan. Sementara matanya masih menatap makanan-makanan didepannya frustasi. Gadis itu kembali mendesah entah untuk keberapa kalinya.

 

Pikirannya terlalu lelah, hingga ia mencoba mengistirahatkan kepalanya sejenak di atas meja makan. Gadis itu memejamkan matanya sejenak, tapi pendengarannya terusik suara langkah kaki yang mungkin itu adalah Kris.

 

Ia masih diam di tempatnya ketika Kris melewati gadis itu. Namja itu melihat Ae Rin dan beberapa makanan di meja, tapi ia tak memperdulikannya.

 

Kris menghentikan langkahnya ketika ia melihat Ae Rin bangkit dari tempat duduknya.

 

“ Lain kali tidak perlu menungguku “ Ujarnya dingin.

 

Kata-kata Kris barusan cukup membuat Ae Rin menelan kata-kata yang baru saja akan ia ucapkan. Bibir gadis itu bergetar, menahan rasa sakit di dadanya yang tiba-tiba menguar.

 

Ia hanya bisa mencengkram dress yang ia kenakan kuat-kuat, melampiaskan rasa kesalnya pada Kris “ Apa susahnya hanya duduk dan memakan masakanku ? Apa ini terlalu sulit ? “

 

 

~~

 

 

Ha Ra masih memegang setir mobil, Ia melajukan mobil itu dalam kecepatan sedang tapi sedari tadi ia merasa aneh pada sikap Jong In padanya hari ini. Hari ini namja itu lebih banyak tersenyum padanya, bahkan Ha Ra sempat berpikir bocah itu kerasukan setan gila.

 

Dan yang lebih aneh lagi bocah itu memilih duduk di sampingnya, jok depan. Bukankah biasanya ia duduk di jok belakang. Ada apa sebenarnya dengan bocah ini ? pikir Ha Ra

 

“ Kau merasa lebih baik Ha Ra “ Tanya Jong In tiba-tiba.

 

Gadis itu hanya mengangguk canggung. Ia kembali memfokuskan pandangannya kedepan setelah baru saja ia menoleh kearah Jong In.

 

“ Oh iya, mianhae semalam aku lupa berterima kasih padamu “ Ujar Ha ra.

 

“ Gwenchana “ jawab namja itu seraya tersenyum.

 

“ Umm, apa aku boleh minta bantuanmu Jong….Eh maksudku Tuan ? “ Tanya Ha ra tergagap,

 

Gadis itu menampakkan sederet gigi putihnya, sebagai tanda ia salah bicara.

 

Jong In terkekeh kecil dibalik tangannya, “ Aku heran , terkadang kau sering berbicara formal, tapi dilain waktu kau berkelakuan sangat liar “ Ucap Jong In,

 

“ Aish , apa maksudnya mangatakan aku liar “ gumam Ha Ra pelan, sesekali gadis itu melirik kearah namja yang masih tertawa tanpa dosa itu.

 

“ Jadi kau mau bantuan apa ? “ Jong In menaikkan alisnya sebelah, ia penasaran, tidak biasanya gadis itu mau meminta bantuannya. Apa hari ini moodnya sedang baik jadi Ha Ra berani meminta bantuannya.

 

“ Apa aku boleh…meminjam uang ? “ Tanya Ha Ra. Ia menoleh kearah Jong In memastikan reaksi bocah itu. Sejak kapan Ia punya ide gila ini, Ia sendiripun tak tau. Lagi pula jika Jong In tak memberinya pinjaman tak masalah bukan, gadis itu tersenyum.

 

“ mmm “ jong In terlihat berpikir. “ Tidak masalah, tapi ada syaratnya “ Ucap Jong In beberapa detik kemudian.

 

“ Mwo ? “ Ucap Ha Ra terkejut, Ia bahkan tak menyangka Jong In akan semudah itu memberinya pinjaman. Rupanya ia harus berpikir ulang ketika mengatakan bocah ini menyebalkan.

 

“ Besok berkencan denganku “ Ucap namja itu datar

 

“ Mwo ? “ lagi-lagi Gadis itu dibuat terkejut atas perkataan Jong In.

 

“ Bagaimana ? “ Tanya Jong In memastikan jawaban Ha Ra.

 

Sementara Ha Ra masih linglung, ia bingung harus menjawab apa. Tapi ini kesempatannya, melunasi hutangnya pada Joon Myun. Ia tak ingin beban itu terus membuat Joo Myun berbuat sesuka hati padanya, atau melecehkannya.

 

Ha Ra buru-buru mengangguk sebelum Jong In merubah pikirannya.

 

 

~~

 

 

Ha Ra memarkirkan mobilnya di depan pintu gerbang, Ketika Jong In menyuruhnya berhenti secara tiba-tiba. Ia menatap gadis disebrang sana sudah menunggunya, Ae Rin.

 

“ Jemput aku pulang sekolah nanti “ Ucap Jong In tergesa-gesa , sembari keluar dari mobil.

 

“ Umm “ Ha Ra menggumam, bahkan ia masih terlihat sedikit linglung.

 

“ Apa maksudnya ia boleh pergi sekarang ? “ pikir Ha ra, biasanya ia harus menunggu bocah itu di parkiran selama berjam-jam. Tapi hari ini, benar-benar aneh.

 

Ia melajukan mobilnya kembali, gadis itu masih berpikir apa yang membuat kelakuan bocah itu berubah. “ apa aku harus memikirkannya ? “ ucap Ha Ra pada dirinya sendiri.

 

Yang terpenting sekarang ia bisa bebas. Pikirnya lagi.

 

 

~~

 

 

“ Oppa “ Panggil Ae Rin ketika Jong In berlari mendekat kearahnya. “ Ada yang ingin aku bicarakan “ lanjut Ae Rin.

 

Namja itu mengerutkan alisnya, “ Wae ? “ Tanya Jong In penasaran

 

Ae Rin terlihat enggan mengatakannya tapi beberapa detik kemudian ia baru membuka mulutnya “ Apa aku boleh tinggal dirumahmu ? “

” Mwo ? “ Jong In membulatkan matanya kaget.

 

“ Paling tidak sampai kedua orang tuaku pulang dari China “ tambah Ae Rin

 

Bukankah seharusnya namja itu senang ketika Ae Rin, gadis yang di jodohkan dengannya itu tinggal bersamanya ?. Tapi perasaannya kini malah tak nyaman.

 

Jong In mengangguk pelan.

 

“ Tenang saja Oppa, nanti aku akan meminta ijin pada Kim Ahjussi “ Ucap gadis itu lagi.

 

Seandainya saja Kris tak mengabaikannya semalam tadi, pasti ia akan bahagia tinggal di rumah itu. Kris, mungkin perasaannya lebih dari sebatas yeodongsaeng pada Oppanya. Tapi, ia tau itu tidak mungkin, mengingat Kris juga terlalu acuh padanya.

 

Ae Rin mendesah , Ia lega. Mungkin sementara ini ia bisa melupakan perasaannya yang lebih pada Kris.

 

“ Mungkin aku terlalu ingin menarik perhatianmu Kris Oppa “

TBC

14 pemikiran pada “My Lovely Driver (Chapter 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s