Saranghaeyo Ahjussi (Chapter 6)

Saranghaeyo Ahjussi 

Chapter 6

Author: Dreamcreampiggy (@DebDebyanca)

Length: Chaptered

Genre: Romance, Family, School Life, AU

Rating: Teenager

Cast:-Lee Youra (Fiction)

-Wu Yi Fan/Kris (EXO-M)

-Park Chanyeol (EXO-K)

-Im Yoon Ah/Yoona (SNSD)

-Kim Jae Joong (JYJ)

-Lee Yourin (Fiction)

-Song Qian/Victoria (F(X))

-Kim Jae In (Fiction)

 

Disclaimer:Cast adalah milik mereka sendiri, Tuhan, dan Orang Tua mereka. Tapi ‘Fiction’ adalah fiksi.  Cerita milik Author. Tidak ada plagiat apapun karena cerita ini murni 100% ‘Imajinasi’ Author. Maaf sekali jika ada kesamaan nama ataupun latar belakang cerita. Nama sekolah maupun perusahaan disini adalah fiksi.

Saranghaeyo Ahjussi (New Cover)

~Happy Reading~

 

Chanyeol memandang jengkel keluar jendela mobil Kris. Ia tak sudi memandang Youra yang sedang mengobrol dengan Kris di kursi depan. Cuaca yang sedikit mendung sedari pagi tadi mendukung aksi Chanyeol untuk menggerutu kecil. Tadinya karena faktor cuaca yang tak menentu itu juga mereka ingin membatalkan acara kencan ini. Tapi karena janji yang sudah di buat dan paksaan dari Jae In yang telah memilih tempat kencan ganda mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi.

Everland, taman bermain terbesar di Korea Selatan yang terletak di Kota Yongin Provinsi Gyeonggi-do adalah tempat yang di pilih Jae In. Kris tadinya tak menyetujui tempat ini karena ia malas mengemudikan mobil terlalu jauh bahkan sampai keluar dari Kota Seoul. Tapi tanpa ia sadari Jae In telah mengatakan hal ini sebelumnya pada Youra sehingga Kris tak bisa berkata apapun lagi.

Karena perjalanan mereka yang tak bisa di katakan dekat bahkan mungkin agak jauh, Youra tak memperbolehkan Chanyeol pergi dengan motornya. Sehingga kini Chanyeol hanya bisa memasang wajah sangat jengkel. Andai saja ia mengendarai motor, mungkin ia akan melampiaskannya dengan memacu kecepatan motornya sekencang mungkin. Lagipula ia juga malas harus satu mobil dengan Kris.

“Oppa.”, panggil Jae In yang duduk di kursi belakang tepat di sebelahnya. Chanyeol mengalihkan pandangannya dan menatap Jae In masih dengan tatapan kesal.

“Ne?”, jawab Chanyeol seadanya.

“Kenapa? Oppa kelihatannya sedang marah?”, tanya Jae In.

“Tidak. Aku sedang tidak enak.”, kata Chanyeol.

“Tidak enak badan?”, tanya Jae In lagi.

Chanyeol memalingkan wajahnya ke jendela lagi dan berkata dengan suara keras.

“Hati.”

Kris dan Youra yang tadinya sedang asyik mengobrol, secepat mungkin menoleh ke arah Chanyeol. Karena posisi Kris yang sedang mengemudi, ia hanya melihat Chanyeol dari spion dan tertawa.

“Kau iri? Yasudah kau berganti tempat duduk lah dengan Youra. Adil kan?”, kata Kris sambil tertawa.

“Aishhh.. Tidak mau! Aku tak sudi.”, kata Chanyeol.

“Aku setuju.”, kata Youra tiba-tiba. Jae In tadinya ingin menolak karena ia sangat menikmati duduk di sebelah Chanyeol namun, apa daya? Kris menatapnya terus dari kaca spion agar Jae In menyetujui kata-katanya.

Chanyeol tak berkata apa-apa lagi dan Kris memberhentikan laju mobilnya, menepikannya. Youra dan Chanyeol membuka pintu mobil mereka bersamaan dan bertukar tempat. Sebelum masuk ke mobil dengan posisi yang sudah tertukar, Chanyeol sempat memegang pundak Youra dan menyampaikan sesuatu.

“Dengar. Youra ini aneh. Ahjussi itu memintaku duduk di depan. Di kursi penumpang di sampingnya. Kau tak menyadari sesuatu?”, tanya Chanyeol.

“Apa? Aku tak berpikir apa-apa. Kris Oppa itu adil.”, jawab Youra dengan wajah datar.

“Jangan-jangan dia menyukaiku! Hiiiiiy….”, kata Chanyeol bergidik.

PLAK

“Aduh.. Sakit..”, Chanyeol mengelus-ngelus kepalanya saat Youra memukulnya keras.

“Jangan ngawur!”, kata Youra kencang.

~**^^**~

Sementara itu, saat Chanyeol dan Youra bertukar posisi dan mengobrol sebentar, Jae In bergeser maju dan mendekat ke arah Kris. Jae In menyandarkan dagu-nya ke pundak Kris yang sontak membuat Kris menoleh.

“Kenapa?”, tanya Kris.

“Saat di taman bermain nanti berjanji padaku.”, kata Jae In.

“Janji apa?”, tanya Kris.

“Gege harus terus berada di dekat Youra Sunbae.”, kata Jae In memaksa.

Kris menghembuskan napas kecil sambil tertawa dan tak lama kemudian dia mengangguk.

“Yeay! Terima kasih Gege!”, kata Jae In sambil memeluk kakak laki-lakinya itu dari belakang.

“Ne.”, kata Kris singkat. Sejujurnya, tanpa di beri tahu Jae In pun, Kris pasti akan melakukan itu. Karena ia mulai menyadari perasaannya sendiri.

~**^^**~

Everland terbagi menjadi 5 zona berbeda. American Adventure, Magic Land, Global Fair, Zoo-Topia, dan European Adventure. Dan kini mereka berada di zona Magic Land. Betapa antusiasnya Jae In dan Youra begitu melihat banyak sekali wahana. Andaikan sehari terdiri dari 40 jam, mereka mungkin akan mencoba semua wahana di tempat itu.

“Everland!”, kata Youra dan Jae In bersamaan sambil tertawa senang dan melompat-lompat. Mereka  begitu antusias saat ini. Mereka sudah lama tidak pergi ke taman bermain dan kini mereka pergi dengan pasangan masing-masing. Cuaca yang tadinya mendung pun berubah jadi cerah ketika mereka sampai. Akhir-akhir ini cuaca memang sedang aneh. Padahal saat ini mereka masih di pertengahan musim semi. Kadang cuaca bisa menjadi mendung dan turun hujan, tapi terkadang cuaca juga bisa sangat cerah. Itulah yang menjadi alasan kejengkelan dua orang laki-laki yang berdiri di belakang.

Berbeda dengan Youra dan Jae In yang kelihatan antusias, Kris dan Chanyeol justru hanya berdiri diam. Bukan karena status mereka adalah pesaing saja yang membuat mereka jengkel. Tapi karena baju yang mereka pakai juga hampir sama dan hanya berbeda model saja. Celana jeans, jaket hitam dan kaus.

“Kau mau meniruku ya Ahjussi?”, kata Chanyeol kesal.

“Jangan harap! Aku yang menjemputmu. Pasti aku bersiap-siap lebih dulu. Jadi pasti kau yang meniru!”, kata Kris balik menyalahkan Chanyeol.

“Tidak! Mana aku tahu kau akan berpakaian begitu. Lagipula aku sengaja memakai jaket karena cuaca yang sedang tidak menentu akhir-akhir ini.”, kata Chanyeol.

“Ya sudah jangan salahkan aku! Ini juga hanya kebetulan.”, kata Kris jengkel.

Kris dan Chanyeol berpandangan sebentar dan melihat Youra. Tiba-tiba aura di sekitar mereka berubah memanas seketika. Dan dalam tiga detik, mereka berdua sudah berlari secepat mungkin ke arah Youra.

GREP

“Aku duluan yang mendapatkan Youra, Ahjussi!”, teriak Chanyeol.

“Yak bocah aku lebih dulu! Lariku lebih cepat dua detik darimu!”, kata Kris tak mau kalah. Youra yang kini tangannya di pegang oleh dua orang pria hanya menatap Kris dan Chanyeol bergantian dengan bingung.

Orang-orang yang berada di sekeliling mereka sudah memperhatikan Chanyeol dan Kris dengan aneh dan sangsi. Bagaimana tidak aneh jika mendengar sua orang bertubuh sangat tinggidi tengah-tengah kerumunan orang-orang yang berlari kencang sambil berteriak-teriak dengan suara mereka berdua yang berat dan dalam. Jae In yang merasa kesal menatap jengkel Youra dan mendekat ke arah Chanyeol. Sudah cukup orang-orang memperhatikan mereka kali ini.

“Oppa ayo kita naik salah satu wahana.”, kata Jae In sambil memegang tangan kiri Chanyeol dan tersenyum semanis yang ia bisa. Chanyeol mengehela napas menyerah dan tersenyum kecil pada Jae In dan mengangguk.

Jae In dan Chanyeol terlihat berjalan lebih dahulu menjauhi Kris dan Youra. Youra mengusap-usap pergelangan tangannya yang sedikit memerah karena diperebutkan oleh dua orang. Kris menarik tangan Youra pelan dan mengusap kedua pergelangan tangan Youra lembut.

“Maaf.”, katanya sambil tersenyum. Terlihat sekali perasaan bersalah dalam senyuman Kris. Youra hanya mengangguk dan secepat mungkin menundukan kepalanya karena ia menyadari ia sudah berubah menjadi tomat sekarang dengan wajah semerah itu.

“Ayo. Kita tidak boleh sampai terpisah dari mereka.”, kata Kris yang kemudian menggandeng tangan Youra dan berjalan menyusul Chanyeol juga Jae In.

Kini mereka ber-empat sudah mengantri di depan wahana Komidi putar. Jae In dan Youra yang terlihat sudah akrab, berdiri berdampingan sambil menunjuk-nunjuk  kuda yang akan mereka naiki nanti. Sedangkan Kris dan Chanyeol lagi-lagi berdiri bersebelahan. Chanyeol membenarkan letak kerah jaketnya dan menggaruk-garuk kepalanya ketika menyadari banyak remaja-remaja perempuan yang memperhatikannya.

“Dasar bocah. Mereka tak memperhatikanmu. Mereka memperhatikanku.”, kata Kris dengan wajah datar sambil bersedekap.

“Apa buktinya? Jelas-jelas mereka memperhatikanku sedari tadi. Bahkan tersenyum kepadaku.”, kata Chanyeol tak mau kalah. Chanyeol menjulurkan lidahnya sambil tertawa kecil merasa dirinya menang dari Kris.

“Kau mau kubuktikan?”, tanya Kris. Chanyeol mengangguk dan memperhatikan Kris yang bertukar posisi dengan Chanyeol. Sejurus kemudian, Kris mengarahkan pandangannya pada kumpulan remaja-remaja perempuan yang berdiri tak jauh darinya dan Chanyeol. Kris menundukan kepalanya sebentar lalu dua detik kemudian ia sudah menunjukan senyum terbaiknya pada remaja-remaja itu.

“Kyaaaaa! Ia tersenyum padaku!”, kata salah satu anak perempuan di kerumunan itu.

“Bukan! Ia tersenyum padaku! Lihat! Ia mengarah padaku!”, kata anak perempuan yang satu lagi. Setelah mendengar itu Kris menatap Chanyeol yang memasang wajah kesal dan sedang mengacak-acak rambutnya lalu melangkah maju.

Ketika mereka sudah masuk kedalam wahana, Youra dan Jae In segera berlari bersama memilih kuda yang akan mereka naiki. Youra memilih kuda yang tepat berada di belakang Jae In. Chanyeol mentap Kris aneh. Ia mengira Kris akan buru-buru berlari merebut tempat di samping Youra. Namun pria itu malah terdiam dan mendecakan lidah.

“Kenapa Ahjussi?”, tanya Chanyeol aneh.

“Tidak. Kau tak naik?”, tanya Kris.

“Ahjussi?”, tanya Chanyeol lagi kepada Kris. Kris terdiam dan menggaruk kepalanya malas.

“Jangan-jangan Ahjussi takut?”, kata Chanyeol sambil terkekeh dan mengejek Kris dengan tawanya itu. Kris menyipitkan matanya dan melangkah menuju kuda yang terdapat di sebelah Youra lalu duduk disana. Chanyeol menyusulnya dan duduk di samping Jae In. Terlihat jelas Chanyeol masih menertawai Kris. Kris hanya terdiam dan bersedekap.

“Jae In.”, kata Chanyeol sambil menepuk pundak Jae In pelan. Jae In segera menoleh dan menatap Chanyeol.

“Gege-mu takut dengan wahana Komidi putar?”, tanya Chanyeol pelan.

“Gege tidak takut dengan wahananya. Ia hanya kurang suka dengan hal-hal yang berputar dalam waktu yang lama dan lambat. Ia bisa mual”, kata Jae In. Youra yang berada di belakang mereka berdua tak sengaja mendengar pembicaraan itu. Youra tadinya ingin menyuruh Kris turun dari wahana ini. Karena Youra bisa melihat Kris yang sedang menundukan kepalanya. Namun belum sempat Youra memanggil Kris, wahana itu sudah bergerak.

~**^^**~

Satu putaran. Satu setengah putaran. Dan Youra semakin khawatir pada Kris. Ia tak mendengar Kris memanggilnya dan berbicara. Youra menengokkan kepalanya ke samping dan terkejut ketika ia masih melihat Kris menundukan kepalanya. Bahkan kini Kris mengerutkan alisnya dan meletakan kepalan tangannya di depan mulutnya. Youra tahu apa yang di rasakan Kris saat ini.

“Oppa mual?”, tanya Youra. Kris mengangkat wajahnya yang sedari tadi tertunduk dan berusaha bersikap normal di depan Youra. Kris tersenyum ketika ia sudah bertatapan mata dengan Youra, dan menggeleng kecil.

“Tidak. Aku baik-baik saja.”, kata Kris berbohong.

“Ahjussi! Kau mual?”, teriak Chanyeol yang berada di depannya sambil tertawa.

“Awas kau Park Chanyeol.”, kata Kris pelan.

~**^^**~

Suasana Café yang terasa nyaman ditambah sinar matahari yang bersinar memasuki ruangan melalui jendela kaca besar yang memudahkan calon pelanggan melihat Café dari luar membuat perbincangan antara Yourin dan Jae Joong semakin akrab.

“Jadi kalian saudara tiri?”, tanya Yourin sekali lagi.

“Iya. Ayah Kris menikah dengan Ibu-ku saat kami masih remaja. Kebetulan Ibu Kris sudah meninggal dan Ayah-ku telah bercerai dengan Ibu-ku.”, kata Jae Joong. Ia mengambil cangkir Capuccino-nya dan meminumnya sedikit.

“Pantas saja aku sedikit aneh dengan wajah kalian berdua yang tidak terlalu mirip. Wajahmu terlihat seperti orang Korea asli sedangkan Kris justru terlihat bukan seperti orang Korea.”, kata Yourin sambil mengangguk.

“Orang-orang yang bertemu dengan kamipun biasanya mengira kami hanya teman biasa dan bukan adik-kakak.”, kata Jae Joong sambil tertawa kecil.

“Apa Youra sudah tahu?”, tanya Yourin.

“Sepertinya sudah.”, kata Jae Joong sambil menganggukan kepalanya.

“Oh iya. Entahlah mungkin aku saja yang berpikir seperti ini tapi, aku rasa Adikku menyukai Adikmu Yourin-ssi.”, kata Jae Joong. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menatap Yourin yang kini tertawa.

“Aku juga berpikir seperti itu. Adikku juga terlihat sangat antusias ketika bertemu dengan Adikmu.”, kata Yourin tertawa. Mereka masih berbicara tentang hal-hal yang menurut mereka menarik. Namun tak satupun perbincangan yang membicarakan kepribadian mereka sendiri. Dan ketika makanan pesanan mereka datang, Yourin dan Jae Joong hanya menyantap makanannya dalam diam.

“Yourin.”, panggil Jae Joong di tengah-tengah makan siang mereka. Yourin segera menatap Jae Joong dan tersenyum sekilas.

“Jika bertemu denganku, jangan lagi memanggil dengan embel-embel –ssi lagi. Panggil saja Oppa.”, kata Jae Joong. Ia tersenyum dan melanjutkan makannya yang tertunda.

Seperti Adik, seperti Kakak. Wajah Yourin berubah memerah seketika persis seperti yang sering terjadi pada Youra. Yourin menundukan kepalanya dan mengaduk-ngaduk makananya. Berarti kini Jae Joong sudah menganggap Yourin sebagai orang dekatnya.

“Ya baiklah. Jae Joong Oppa kan?”, tanya Yourin memastikan.

Jae Joong mengangguk dan tersenyum lebar. Jae Joong pun punya sikap yang sama seperti Kris. Ia dengan mudahbisa membuat wanita di dekatnyaberbunga-bunga dengan hanya satu ucapan atau tindakan. Namun, jika Kris lebih suka berlama-lama untuk mengungkapkan perasaannya kepada seorang perempuan, Jae Joong adalah tipe yang sesegera mungkin menyatakan perasaannya ketika ia benar-benar menyukai seseorang. Jadi  Lee Yourin, ia harus bersiap-siap tentunya.

~**^^**~

Setelah menaiki beberapa wahana dan berkeliling ke 2 Zona laindan saat Kris sudah merasa lebih baik, kini mereka telah berada di Zona European Adventure. Tujuan mereka sederhana. Apalagi jika bukan untuk menaiki T-Express yang terkenal itu. Roller-Coaster pertama di Korea yang berkonstruksikan kayu, T-Express juga salah satu Roller-Coater terpanjang ke 6 di dunia dan Roller-Coaster terbesar di Korea.

Kini kedudukan berbalik. Jika tadinya Kris yang merasa takut atau lebih tepatnya tidak nyaman dengan Komidi putar, kini Chanyeol yang merasa takut menaiki T-Express. Bahkan jantungnya serasa ingin copot dan meledak. Chanyeol sungguh tak menyukai wahana yang berbahaya. Menurutnya, sebuah nyawa itu adalah hal yang sangat berharga. Dan ia tak mau membuang nyawanya sia-sia jika ada suatu hal yang tak di harapkan pada wahana itu terjadi.

Mereka sudah selesai mengantri dan berjalan untuk mengambil kursi masing-masing. Kris yang berjalan sambil menggandeng Youra di belakang Chanyeol dan Jae In dengan cepat melepas genggamannya dan menarik tangan Jae In.

“Kau duduk di sebelahku!”, kata Kris. Sebelumnya ia sudah melarang Jae In untuk ikut menaiki wahana ini namun Jae In justru memaksa. Jae In berusaha membuktikan dirinya pasti bisa menangani hal ini namun Kris tetap tak setuju. Jika Jae In ingin menaiki wahana ini berarti Kris harus duduk di sampingnya. Berbeda dengan harapan Jae In yang tadinya ingin duduk di sebelah Chanyeol agar pria itu dapat menjaganya nanti. Namun sebenarnya keputusan yang di ambil Kris benar. Jae In tidak akan terjaga sama sekali oleh Chanyeol.

Youra tahu bahwa Kris adalah Kakak Jae In, namun ia masih merasa sedikit aneh dan tak suka saat Kris melepas genggaman tangannya dan berjalan menghampiri Jae In. Karena saat itu ia mengingat kembali kejadian di Namsan Seoul Tower tempo hari.

Mereka berempat segera menaiki Roller-Coaster dan bersiap-siap. Keringat dingin terlihat mengucur dari dahi Chanyeol. Ia masih punya satu menit untuk membatalkan hal ini atau tidak sama sekali. Namun satu menit itu terbuang ketika ia bergeming karena tak menyangka Youra mau mengelap keringat Chanyeol dengan sapu tangannya. Kris yang menoleh sebentar kebelakang terlihat jengkel dan kesal. Begitu juga Jae In.

Pengaman terpasang dan mereka ber-empat terkunci. Sudah tak ada lagi kesempatan untuk pergi. Chanyeol hanya bisa pasrah dan merasakan Roller-Coaster bergerak.

“AAAAAAAAAA!!!”, teriak Chanyeol sangat keras. Dan ia adalah orang pertama yang berteriak di antara pengunjung lain.

“Yeol! Jangan berteriak! Roller-Coaster ini baru berjalan maju! Belum ada apapun!”, kata Youra kesal.

~**^^**~

“Hoekkk..”, Chanyeol butuh toilet terdekat saat ini. Ia merasa seluruh sarapan yang dibuat oleh Ibu-nya sudah bersiap-siap keluar dari perutnya.

“Youra, bisa tunggu disini sebentar dengan Jae In? Aku akan mengantarkan Chanyeol ke toilet dan membelikan minuman dulu.”, kata Kris. Youra tersenyum dan mengangguk lalu berdiri dan menepuk-nepuk punggung Chanyeol.

Kris sedikit tak suka melihat Youra menepuk-nepuk punggung Chanyeol. Apalagi mengelap keringatnya tadi. Seumur hidupnya ketika ia bertemu Youra. Youra tak pernah melakukan itu padanya.

Chanyeol berlari ke dalam toilet umum dan segera mengeluarkan isi perutnya pada wastafel. Ia sungguh tak tahan. Bukan hanya mual, tapi ia juga malu. Ia adalah satu-satunya orang yang berteriak paling keras di antara pengunjung lain yang manaiki wahana itu. Bahkan anehnya Chanyeol tak mendengar suara teriakan dari Kris. Sepertinya laki-laki itu sibuk menjaga Jae In.

Setelah mencuci mulutnya, Chanyeol menatap kaca di depannya dan mendapati Kris sedang bersandar pada dinding di belakangnya.

“Kau menyukai Youra?”, kata Chanyeol. Kali ini nada bicaranya yang selalu ceria berubah serius dan datar. Tatapan matanya-pun langsung beradu pada Kris yang juga memandang Chanyeol lewat kaca di hadapannya.

“Menurutmu?”, jawab Kris singkat.

“Aku hanya takut kau berpura-pura menyukai Youra lalu nanti meninggalkannya. Kau pandai bersandiwara kelihatannya.”

BRUK

Kris menarik kerah jaket Chanyeol lalu membenturkan tubuhnya ke dinding di belakang mereka.

“Kau kira aku pria seperti apa hah!?”, kata Kris dengan suara kencang. Kondisi toilet yang sepi membuat Kris berniat ingin memukul wajah Chanyeol. Ia sudah sangat banyak bersabar pada Chanyeol yang sering menghinanya. Dan kini emosinya sudah naik sampai ke ubun-ubun. Rasanya Kris ingin memukul wajah Chanyeol sekarang namun bayangan wajah Youra berkelebat di pikirannya.

BUK

Kris memukulkan tangannya ke dinding di belakang Chanyeol. Wajah Chanyeol masih terlihat datar. Tak ada ekspresi yang terlihat dari wajahnya. Kris melepas cengkraman tangannya dan meninggalkan bekas kusut pada jaket Chanyeol.

“Aku tak mau membiarkan Youra jatuh begitu saja ketanganmu walaupun aku yakin kalian sama-sama menyukai.”, kata Chanyeol sambil menepuk-nepuk bekas kusut pada jaketnya.

“Kenapa?”, jawab Kris.

“Karena aku sudah menyukai Youra sejak kecil. Dan aku tak akan menyerah sampai ia yang menolakku.”, kata Chanyeol. Ia melangkah keluar toilet meninggalkan Kris. Namun dengan cepat Kris menahan Chanyeol.

“Kita bersaing secara sehat. Dan bertingkahlah hal ini tak pernah terjadi.”, kata Kris. Chanyeol hanya mengangguk dan berjalan keluar bersama Kris.

~**^^**~

Untuk mengurangi rasa mual Chanyeol, akhirnya mereka melanjutkan ke tempat yang snagat tenang. Tempat pilihan Jae In yang langsung di setujui oleh Chanyeol. Dan kini Kris berdiri tepat di belakang Youra ketika mereka ingin menaiki bus yang akan membawa mereka berkeliling kebun binatang di Zona Zoo-Topia. Chanyeol mendorong-dorong Kris dari belakang agar ia bisa menarik Youra duduk bersamanya nanti. Dan ketika mereka sudah masuk ke dalam bus, Chanyeol segera berlari ingin menduduki tempat di sebelah Youra sebelum Kris menarik kerah jaketnya dan menjauhkannya dari Youra.

“Yak! Ahjussi! Apa-apaan kau!”, kata Chanyeol kesal. Ia ingin marah namun begitu banyak orang-orang yang melihat. Dengan terpaksa ia akhirnya duduk satu kursi di belakang Youra dan Kris. Tepatnya di samping Jae In.

Tak lama kemudian bus berjalan. Langit yang tadinya sudah mendung menumpahkan air bah-nya dengan cepat. Pertama rintik-rintik. Namun lama-kelamaan, hujan itu semakin besar. Hawa dingin-pun membuat hampir seluruh pengunjung di dalam bus menggigil, termasuk Youra dan Jae In.

“Pakai ini.”, kata Kris. Ia melepas jaketnya dan menyampirkannya di pundak Youra.

Rasanya ingin berteriak saat itu. Youra sungguh tak menyangka Kris rela membiarkan dirinya kedinginan demi Youra. Jantung Youra berdegup makin kencang setiap kali ia bernapas dan mencium bau parfum yang di menguar dari jaket Kris. Harum. Youra menolehkan kepalanya ke kiri dan menyadari wajah Kris yang sedang memandangi dirinya berjarak kurang dari 10 cm dari wajahnya. Dengan wajah semerah kepiting Youra segera mengalihkan pandangannya ke jendela dan menghembuskan napas yang sedari tadi ia tahan.

Suara tawa terdengar dari belakangnya. Tepatnya suara Kris. Dengan hati-hati Youra menoleh dan melihat Kris.

“Kenapa?”, tanya Youra. Kris masih tertawa sambil memandangi Youra.

“Wajahmu merah. Dan itu lucu. Hahaha..”

~**^^**~

 Chanyeol mendengar tawa Kris dan mendengus kesal. Bisa-bisanya Kris tertawa saat Chanyeol menderita. Sedari tadi Chanyeol hanya terdiam dan mendengarkan suara hujan sambil memperhatikan anak laki-laki berumur lima tahun yang sedang melumuri Ice Cream yang sedang di makannya pada boneka beruang miliknya.

“Andai anak itu aku lalu boneka beruang itu Ahjussi ini. Pasti keren sekali.”, kata Chanyeol sambil menunjuk-nunjuk kursi di depannya yang di duduki Kris dengan wajah ingin menerkam sesuatu.

Chanyeol menyandarkan tubuhnya pada kursi dan menyadari Jae In yang sedari tadi tak berbicara. Chanyeol mengalihkan pandangan pada Jae In dan melihat Jae In yang sedang tertidur. Mungkin karena cuaca hujan dan suara bus yang sepi membuat Jae In yang sudah kelelahan berkeliling sedari tadi menjadi lelah dan tertidur.

Chanyeol melepas jaketnya dan menyelimuti jaket itu ke kaki Jae In. Chanyeol yakin Jae In kedinginan karena ia hanya memakai Dress pendek. Dengan hati-hati Chanyeol memindahkan kepala Jae In yang terantuk ke kaca dan menyandarkannya di pundaknya.

“Tidurlah yang nyenyak. Kau pasti lelah.”, kata Chanyeol.

~**^^**~

 Mereka kini berada di atas Skyline Ride, salah satu transportasi yang paling sering digunakan pengunjung untuk pergi dari satu tempat ke tempat lainnya.

Youra menatap kereta gantung di hadapannya dengan kesal. Lagi-lagi ia cemburu dengan Jae In. Ia tahu Jae In adalah Adik dari Kris. Namun entah kenapa ia selalu tak suka melihat Kris yang perhatian pada adiknya. Karena menyadari Jae In yang kelelahan, Kris memutuskan untuk duduk bersama Jae In. Karena saat bus yang mereka naiki di kebun binatang berhenti, Jae In masih tertidur. Dan saat di bangunkan, Jae In terlihat lesu. Jadi Kris memutuskan untuk menjaganya.

Sungguh Youra ingin sekali menjadi Jae In yang kini sedang tertidur bersandar di pundak Kris. Tangannya-pun melingkar di pinggang Kris. Memeluknya agar ia tetap aman. Dan menjengkelkannya, Kris juga memeluk Jae In.

“Harusnya itu aku!”, kata Youra. Ia menghentakan kakinya kesal membuat Chanyeol yang sangat menikmati keadaan ini terlihat bingung.

“Kau cemburu? Kalau begitu peluk aka saja.”, kata Chanyeol sambil merentangkan tangannya lebar-lebar dan tersenyum.

“Aishhhh.. Aniyo!”, kata Youra kesal.

“Sudahlah. Sebentar lagi kita sampai. Saat itu kita akan makan dan segera pulang. Hari sudah sore. Kau lelah kan?”, tanya Chanyeol. Youra mengangguk dan menyandarkan kepalanya pada pundak Chanyeol.

~**^^**~

Youra melambaikan tangannya pada Chanyeol yang kini berdiri di depan rumahnya. Akhirnya tinggal Kris dan Youra di dalam mobil itu. Tak ada Chanyeol ataupun Jae In lagi yang akan mengganggu. Kris berdeham pelan dan menjalankan mobilnya.

“Bagaimana hari ini?”, tanya Kris.

“Menyenangkan! Kita berekliling ke banyak Zona!”, kata Youra.

Kris terseyum. Rasanya ia sudah terlalu lama memendam perasaannya sendiri. Setidaknya ia harus mengungkapkan perasaannya pada Youra.

Perjalanan yang hening itu akhirnya berakhir ketika mobil Kris berhenti tepat di depan rumah Youra. Namun bukannya membuka kunci pintu mobil agar Youra bisa keluar, Kris justru terdiam dan mengerutkan dahinya dengan mata terpejam.

Ia grogi sekali saat ini! Sudah bertahun-tahun lamanya ia tidak pernah mengatakan hal ini lagi pada siapapun. Dan sekarang ia harus mengatakannya pada seorang perempuan berumur 17 tahun di sampingnya.

“Lee Youra.”, kata Kris. Youra yang dari tadi bingung dengan perilaku Kris hanya bisa mengangguk dan menunggu Kris mengatakan hal selanjutnya.

“Aku…”

“Ya?”, kata Youra.

“Aku…”

Youra mengerutkan keningnya. Wajah Kris terlihat memerah. Bahkan suaranya tidak terdengar setenang biasanya.

“Aku menyukaimu.”

Jantung Youra berdetak lebih dari angka normal saat itu. Bahkan ia yakin Kris dapat mendengarnya. Wajahnya yang begitu mudah berubah menjadi merah kini berubah sangat merah dari biasanya. Bahkan wajahnya juga terasa panas. Ia tak menyangkan dua kata itu dapat terlontar dari mulut Kris. Mustahil. Apa ini mimpi? Jika benar, Youra ingin ia tak pernah terbangun.

Kris menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil dan menghembuskan napas. Sungguh. Ia juga tak percaya ia sudah mengatakan hal itu. Tangan Kris menekan salah satu tombol yang otomatis membuka kunci pintu mobil. Ia pasrah setelah ini. Mungkin Youra akan pergi dan berlari keluar lalu menghilang dari hidupnya.

CUP

Kris merasakan sesuatu yang hangat di pipinya. Dan ketika ia menoleh ke kanan, ia melihat Youra yang segera membuka pintu lalu menutupnya dan berlari ke dalam rumah. Wajah Youra lebih merah dari biasanya.

Kris tersenyum sendiri lalu mengusap-usap pipi kanannya dan berjanji tak akan mencuci mukanya selama seminggu ini. Kris terdiam sebentar lalu menunduk dan mengacak-acak rambutnya ketika sebuah pemikiran berkelebat di otaknya.

“Berarti ia menerimaku? Atau? Tidak? Arghhhhh! Wu Yi Fan! Kau gila karena anak umur 17 tahun!”

 

~To Be Continued~

Author Note: Apa ini? Chapter gila-_-“ Pertama-tama Author ingin minta maaf karena lama. Banyak banget kendalanya. Author aja sering berdoa banget biar sehari ada 40 jamdanmemangkebetulan WP iniudahbanyakbangetpeminatnyajadingantri di Post-nya lama banget. Terus itu Scene terakhir gagal total. Author bingung ngungkapinnya. Author sendiri kalo jadi Youra udah nangis. Gila banget digituin sama Kris. Tapi… Mudah-mudahan Readers gak kecewa dan mau RCL… Hehehe… Untuk Chapter 7 Author usahakan cepat ya… Secepat yang seorang pelajar SMP bisa lakukan… Author gak mau banyak-banyak bercuap-cuap. Segitu aja. Yang penting jangan bosan nunggu Chapter 7 dan RCL ya Readers^^

 

34 pemikiran pada “Saranghaeyo Ahjussi (Chapter 6)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s