You and HIV

Tittle : You and HIV

Author : Tazzqu17

Main cast : Kim Hyoyeon

Kris

Genre: Romance and sad

Type:T

Length: Oneshoot

Rating:PG-15

Suport cast: Joo Seolung,Xiumin

A/N: Hallo reader`s! saya datang dengan membawa Kris dan Hyuji sebagai main cast disini. Fanfict ini TERINSPIRASI dari novel Marrying AIDS. Oh iya awalnya main cast yeojanya itu Kim Hyuji bukan Hyoyeon. Selamat membaca dan maaf jika ada terdapat kesalahan di fanfict saya ini *bow

Kim Hyoyeon sedari tadi tersenyum mendengar ucapan selamat dari teman-temannya. Pasalnya dia sudah resmi bertunangan dengan pacarnya,Kris. Mahasiswa fakulitas kedokteran yang akan lulus wisuda  jika skripsnya sudah selesai dinilai.

“Wah temanku ini hebat bisa bertunangan dengan Kris!” puji Seolung yang merangkul temannya itu

“Yah Seolung sudah dari tadi malam kau bicara seperti itu,kau juga yang menyebarkan berita pertunangan ini ke teman-temankan?” tuding Hyoyeon pada sahabatnya

“Iya bagaimana kau bisa tau jika aku yang menyebarkan hal itu pada teman-teman?”

“Wajahmu itu sudah mewakili sifatmu yang ember itu!”

“Yaya aku tidak ember hanya saja tidak bisa menjaga hal yang sedikit rahasia haha” tawa Seolung berhenti saat ada dosen yang akan mengajari mereka cara mengoperasi gigi pasien.

Mahasiswa fakulitas kesehatan gigi sedang berada di klinik praktek,kali ini mereka praktek secara langsung di klinik universitas.

Hyoyeon sedang fokus pada pasien perempuannya itu,gigi gerahamnya patah akibat terbentur dengan dinding. Seksi,yah hanya itu kalimat yang mewakili pasiennya ini. Saat hyoyeon sedang melakukan pengeboran pada gusi pasien menggunakan alat bor gigi,tidak sengaja jari manisnya mengenai bor  yang sedang berputar dengan cepat itu. Hyoyeon sadar jika tangannya berdarah terkena bor dan darahnya itu tercampur dengan darah pasiennya. Dengan cekatan Hyoyeon langsung merapikan tugasnya mengoperasi gigi pasien itu,tentu saja untuk mendapat nilai yang baik di praktek kali ini.

Selesai mengoperasi pasiennya Hyoyeon baru melihat lukanya “Ah lukanya tepat di atas cincin pertunangan” gumam Hyoyeon saat tau jika darah yang keluar melalui kulit yang terkelupas di jari manis kirinya. Dan darah itu mengenai hiasan cincin yang berupa intan biru murni,jadilah intan itu tertutup darah.

Dia berlari mengahampiri Kris yang menunggunya di parkiran “Bagaimana prakteknya?” tanya Kris begitu Hyuji masuk ke mobilnya. “Lancar dan aku mendapat nilai A+!” Hyoyeon memperlihatkan wajah puasnya.

“Wah tumben sekali kau mendapat nilai sempurna itu,pastilah itu karena yang menurunkan kepintaranku padamu! haha” Kris tertawa mengejek kekasihnya.

“Yah mentang-mentang sebentar lagi kau mau lulus dan mau bekerja di Jerman” Hyoyeon melempar pandangannya pada luar kaca mobil.

“Nyonya Wu  tenang saja aku tidak akan meniggalkanmu setelah lulus,aku akan bekerja di Seoul hospital saja” Kris mendekatkan wajahnya pada Hyoyeon dan saat Hyoyeon menengok kearah Kris

“Yah wajahmu lebar sekali! menyeramkan” Hyoyeon memukul kepala Kris dengan kertas hvs yang dia genggam di tangan kirinya.

“Yah aku ini tampan mana mungkin wajahku lebar!” Kris memegang tangan kiri Hyoyeon dan dia melihat sebuah plaster anti-septic bertengger di jari manisnya di atas cincin pertunangan mereka.

“Jarimu kenapa?” tanya Kris khawatir “Itu tadi aku terkena bor saat sedang operasi” jelas Hyoyeon.

“Apa sakit?” Kris bertanya dengan nada yang lembut

“Sedikit tadi bornya masih high speed” Kris mengecup jari yang berbalut plaster itu

“Apa sekarang masih terasa sakitnya?” Kris bertanya lagi pada Hyoyeon

“Yah Kris ini masih di parkiran kampus,malu kan jika dilihat mahasiswa lain” Hyoyeon menyembunyikan malunya dengan berkata demikian

“Apa yang kita lakukan ini belum seberapa,banyak teman-temanku yang bermesraan di mobil saat parkir di kampus. Apa kau mau mencobnaya bersamaku Hyoyeon?” tawar Kris dengan menggoda Hyoyeon dan wajahanya di perlihatkan seolah di adalah pria nakal saat ini.

Kris mendekatkan wajahnya pada Hyoyeon,Hyoyeon memundurkan tubuhnya hingga mengenai pintu mobil. Kris menyeringai kecil

“Berhenti bercanda” Hyoyeon menjauhkan wajah Kris dengan satu jari telunjuknya di letakan di kening Kris dan mendorongnya menjauh.

“Jadi kita mau kemana?” Kris mengendarai mobilnya meninggalkan area kampus.

“Pulang aku lelah sekali hari ini” Hyoyeon menyandarkan kepalanya pada bantal leher mobil.

“Baiklah kita ke rumahmu untuk memulangkan tuan putri” Hyoyeon tersenyum pada Kris,tunangan yang sangat dia cintai.

Entah kenapa sejak hari praktek itu tubuh Hyoyeon merasa kurang sehat,nafsu makanannya turun,badannya sering panas dingin. Tapi dia menyembunyikan itu pada keluarga,Kris,Seolung dan teman-temannya. Hari ini tepat 2 minggu Hyoyeon merasakan kurang sehat,dia memilih untuk memeriksakan dirinya pada rumah sakit.

“Dokter aku ingin cek darah” ucap Hyoyeon saat dokter memeriksanya,memang hasil tes darah lebih akurat dari pada periksa ke dokter saja.

“Baiklah kau tunggulah disini akau akan mengambil suntikan darah” dokter itu pergi meninggalkan Hyoyeon di ranjang pasien.

Darah Hyoyeon sudah selesai di ambil untuk tes darah.

“Sudah selesai nanti hasilnya bisa kau ambil sati minggu lagi” Hyoyeon keluar dari rumah sakit itu dan bergegas berangkat ke kampusnyankaerana hari ini dia mendapat jam sore.

Kris melihat Hyoyeon keluar dari Seoul Hospital “Ada urusan apa dia mengunjungi rumah sakit?” gumam Kris saat Hyoyeon berlari menuju mobilnya.

Musim panas yang memang sangat panas,Kris dan Hyoyeon saat ini sedang berada di tengah kota menghadiri festival musim panas. Banyak sekali hiburan,makanan,pernak-pernik dan pakain musim panas yang di jual di sini. Kris dan Hyoyeon berjalan-jalan dengan bergandengan tangan.

“Lihat ada kotak music,ah benda yang mulai langkah di jaman sekarang” Hyoyeon menunjuk kotak music klasik berwarna cokelat dan di dalamnya ada dua pasang tedy bear yang berpelukan menari bersama.

“Lucu sekali yah? Apa kau mau ku belikan?” tawar Kris pada Hyuji yang kelihatn menyukai kotak music itu.

Kris dan Hyoyeon sedang beristirah di sebuah gazebo,mereka berdua memesan 2 cola lemon dan steak angliera kesukaan Hyuji. Kris memperhatikan wajah Hyoyeon saat memakan steaknya dengan tidak nafsu “Apa kau sakit?” Hyuji berhenti makan

“Tidak aku sehat saja,memangnya kenapa?” Kris mentap Hyoyeon curiga. Hyoyeon menautkan kedua tangannya di kedua pipi Kris

“Percayalah padaku,aku baik-baik saja. Cepat makan steakmu apa mau aku suapi? Aaa…buka mulutmu” Kris tetap tidak mau membuka mulutnya melainkan dia menatap Hyoyeon dengan tatapan curiga.

“Aaa…” Hyoyeon berusaha agar Kris mau makan

“Kris ayolah buka mulutmu” Hyoyeon tersenyum pada Kris dan senyuman itu membuat kepal keras Kris menjadi rapu. Sedetik kemudian dia menggenggam tangan Hyoyeon dan mengarahkan garpu yang berisi steak itu ke mulut Kris.

“Tetaplah bersamaku” ucap Kris dengan mulut yang masih berisi steak

“Tentu saja Wu Yi Fan!” Hyoyeon terkekeh kecil mendengar Kris berkata seperti itu dengan wajah angry birdnya.

Hari dimana hasil tes darah Hyoyeon keluar,dia sudah menyiapkan seluruh semangatnya jika nanti hasil tes itu mengatakan Hyoyeon mengalami suatu penyakit.

“Annyeong eomma!” Hyoyeon mencopot flat shoesnya begitu mau masuk ke dalam rumah.

“kau dari mana? Eh amplop apa itu?” tanya eomma Hyoyeon saat dia melihat anaknya membawa amplop putih besar

“Ah ini hasil nilai praktekku” bohong Hyoyeon,dia segera masuk ke kamarnya di kuncinya pinti kamar berwarana kuning itu.

“Semoga hasilnya tidak seperti dugaanku” Hyoyeon mulai membuka amplop itu dan membacanya dengan pelahan dan teliti

“Positiv HIV…”

Hyoyeon menutup kedua mulutnya agar tidak berteriak shock “Bagaimana bisa aku mempunyai penyakit HIV?” Hyoyeon ketakutan sendiri,dibacanya surat itu berulang kali. Memastikan apa ada nama Kim Hyoyeon di situ dan ternyata ada.

“Aku HIV? Kenapa bisa seperti ini? Keluargaku tidak ada yang punya penyakit sexs itu? Apa dari darah pasien itu?” pikiran Hyoyeon kacau saat itu.

Mana mungkin dia terkena HIV,penyakit sexs yang mematikan,menular dan berbahaya yang lebih parahnya lagi penyakit itu belum ada obatnya. Membuat si penderita HIV itu dikucilkan dari orang-orang,Hyoyeon tidak mau merasakan hal itu. Terlalu sakit dan takut jika dia dikucilkan orang-orang.

Hyoyeon menangis sebisanya malam itu juga,pernikahannya dengan Kris tahun depan apa harus dia batalkan? Hyoyeon sekarang positive HIV dia bisa menularkan penyakit ini pada Kris nanti jika sudah menikah. “Arggggh” Hyoyeon meremas rambutnya sendiri,dia merasa sangat terpuruk sekarang.

Hari di mana Kris merayakan wisudanya,dia termasuk 3 besar mahasiswa yang mendapat nilai tertinggi di universitasnya. Sejumlah rumah sakit sudah menawari Kris untik bekerja di rumah sakit mereka dan Kris memilih Seoul Hospital. Kris mencari sosok Hyoyeon di gedung wisuda ini dia bilang akan hadir di acara wisuda Kris tapi nyatanya Kris tidak menemukannya di sini.

“Kris ayo kita berfoto bersama” Suho teman seangkatan Kris menepuk pundak calon dokter itu.

“Ah iya apa kau melihat Hyuji?” tanya Kris dengan raut wajah cemas. Suho dan teman-temannya hanya angkat bahu mereka

“Teman ayolah lupakan tunanganmu itu dulu kita berfoto-foto. Sebentar lagi kita akan berpisah” Chanyeol merangkul pundak temannya itu.

Hyoyeon memutuskan untuk tidak menemui Kris hari ini,gadis ini lebih memilih mengunjungi gereja yang sepi karena hari ini hari rabu. Dia sudah membuka alkitab berulang kali dan menyanyikan pujian untuk tuhan dan pada akhirnya di berdoa.

Hyoyeon melangkahkan kakinya keluar gereja,langit sore sudah berganti dengan langit malam. Kehidupan kota Seoul yang tidak pernah sepi kini terlihat sangat ramai. Hyoyeon memakai cardigannya ada perasaan takut jika cairan keringat yang dia keluarkan juga bisa menular ke semua orang yang bersentuhan dengannya di jalan.

Seiring hari berlalu dalam keadaan Hyoyeon,dia semakin menutup kehidupannya jarang ada kontak sosial yang dia lakukan dengan sahabat,teman-temannya bahkan Kris. Dia berusaha terlihat sibuk di hadapan mereka.

Sudah sebulan lebih Kris bekerja di Seoul Hospital sebagai dokter spesialis organ dalam. Kesibukannya memeriksa pasien membuatnya jarang jalan-jalan keluar dengan Hyoyeon dan dia juga jarang bertemu dengannya. Tapi mengingat Hyoyeon jarang menghubunginya itu lebih menyakitkan dari pada gadis itu tidak mau jalan keluar bersamanya. Apa Hyoyeon sudah punya simpanan,pikir Kris. Tapi dengan segera dia menghilangkan pikiran negative itu dia yakin jika Hyuji tidak akan berbuat seperti itu.

Kris baru ingat dengan kedatangan Hyoyeon yang sudah dua bulan lebih ke ruamh sakit ini. Ada kepentingan apa tunangnnya itu ke rumah sakit sendiri? Jika mau menjenguk orang dia pasti mengajak temannya.

Dilangkahkan kakinya menuju ruangan administrasi rumah sakit,semua suster dan petugas wanita di situ langsung memfokuskan matanya pada dokter muda itu. Jarang-jarang bukan ada dokter yang tampan dan muda seperti Kris di rumah sakit ini.

“Suster apa aku boleh minta tolong” tanya Kris pada suster yang kelihatan seumuran dengan Hyuji

“Ah ya tentu saja boleh,tolong apa dok?”

“Apa dua bulan lalu ada seorang yang bernama Kim Hyoyeon yang periksa disini?” Kris mengambil tempat duduk di kursi yang kosong

“Kim Hyoyeon,sebentar akan ku cari di dokumen. Tunggu sebentar dokter Kris” setelah mencari selama hampir 15 menitan akhirnya suster itu menemukan nama Hyoyeon di daftar periksa ruamh sakit.

“Dok ini arsip yang sudah ku print,oh iya memang ada perlu apa dokter dengan orang ini?” suster itu lumayan penasaran dengan ‘Hyoyeon’

“Ah dia tunanganku” ris menujukan cincin pertunangannya pada suster itu tentunya dengan senyum yang ramah juga

“Terima kasih untuk bantuanmu ini” sambung Kris,dia langsung melangkahakn kaki keluar dari ruangan itu.

sementara sang suster hanya tercengang bukan karena dokter yang dia sukai sudah bertunangan melainkan Hyoyeon. Tunangan dokter itu positive HIV,bagaimana bisa dokter Kris mau bertunangan dengan penderita HIV? Pertanyaan itu melayang-layang di otak suster itu.

Di depan halaman rumah Hyoyeon asyik duduk pada ayuan di bawah pohon sakura yang tidak mempunyai bunga karena masih musim panas. Matanya menatap kosong langit siang yang biru,sesekali wajahnya itu merasakan gesekan lembut angin siang yang sejuk. Xiumin yang baru pulang dari pekerjaanya di Kanada menghampiri adiknya yang sedang berdiam diri duduk diayunan. Tas ranselnya yang besar masih terpatri di punggungnya,tidak biasanya adik satu-satunya itu tidak menjemputnya di bandara.

“Adik aku merindukanmu! Kenapa kau tidak menjemputku di bandara. Kau tau tidak jika aku sudah membelikan boneka russel monkey untukmu kau mau melihatnya” Xiumin mengambil boneka russel monkey berwarna orange berukuran sedang dari ranselnya.

“Tadaaa bukannya ini bagus,ini lembut sekali Hyoyeon” tidak ada jawaban dari gadis itu hanya diam mentapa manik mata kakaknya. Xiumin mengibas-ngibaskan boneka itu di depan Hyoyeon.

“Kau ada masalah? Ceritalah pada ku,hooo lihatlah adikku sekarang tidak mempunyai pipi cubby lagi! Pipimu itu terlihat tirus Hyo!” padahal dalam hati Xiumin dia ingin mengatakan jika Hyoyeon terlihat kurusan dari dulu.

“Kurus” hanya itu yang keluar dari mulut Hyoyen,dia sadar jika tubuhnya semakin kurus karena inilah tanda-tanda penderita HIV dia akhir-akhir ini juga sering muntah-muntah,benar-benar tanda orang penderita HIV.

Sebuah mobil masuk ke rumah itu,pengendara mobil itu sedari tadi menangis dalam mobil dan mengentikan tangisnya saat sampai di tempat tujuannya. Dia keluar dari mobilnya pandangan matanya menagkap dua orang yang sedang bicara di bawah pohon sakura.

Hyoyeon merasa ada bayangan yang menutupi wajahnya dari terpaan sinar matahari,dia mendongak melihat siapa yang sudah menutupi pancaran sinar matahari siang.

“Kris” Hyoyeon berkata perlahan saat menatap wajah orang yang sekarang berdiri di depannya,Xiumin menoleh kebelakangnya  dia melihat sosok Kris dengan raut wajah kacau.

Kris bersimpuh di hadapan Hyoyeon dia menggenggam kedua tangan Hyuji yang dingin.

“Kenapa kau tidak bercerita padaku? Chagi kau tau kalau, aku sangat mengkhawatirkan keadaanmu selama ini? Kenapa kau menutupi semuanya dariku? Bukannya aku sudah pernah bilang padamu jika apa pun yang terjadi aku akan menjadi sandaranmu apa pun keadaanmu aku akan tetap mencintaimu” Kris mencium ke dua tangan Hyoyeon,air mata dokter muda itu mengalir membasahi punggung tangan Hyoyeon.

“Ku mohon jangan seperti ini,jangan lagi memakai topeng bagilah penderitaanmu padaku aku tidak mau kau menderita sendiri” Kris membelai lembut pipi kiri Hyoyeon.

Air mata Hyoyeon tidak bisa dia tahan,linangan air mata jatuh begitu saja membasahi pipinya. Laki-laki di depannya ternyata sudah tau apa yang terjadi pada dirinya sekarang. Sedangkan Xiumin hanya bisa melihat kejadian di depan matanya itu dengan bingung.

Kris ingin menghapus air mata Hyoyeon tapi dengan cepat Hyoyeon melempar tangan Kris yang ingin menghapus air matanya.

“Jangan sentuh aku! Aku bisa menulari virus ini padamu!” Hyoyeon berdiri dari ayunan dia membentak Kris,baru pertama kalinya dia berkata sekeras itu.

“Kau kenapa aku hanya mengapus air matamu”

“sekarang jangan menyentuhku lagi! Semua cairan tubuhku bisa menularkan HIV aku tidak ingin kalian mengalami HIV sama sepertiku”

“KIM HYOYEON DENGARKAN AKU BAIK-BAIK” Kris berkata tidak mau kalah keras pada Hyoyeon kini dia bisa menyentuh bahu tunangannya itu

“Dengarkan aku Hyoyeon,HIV tidak bisa menular dengan cairan yang kau keluarkan dari tubuhmu. Itu hanya bisa menular dengan darah dan berhubungan sexs” jelas Kris

“Tapi tidak menutup kemungkinan cairanku bisa menularkan virus ini Kris”

“Tidak akan Hyuji”

“Tidak menutup kemungkinan kan Kris?” Kris tidak bisa menjawab pertanyaan Hyoyeon

“Aku ingin pertunangan ini di batalkan” mata Kris dan Xiumin membulat mendengar pertanyaan Hyoyeon

“Kenapa? Jangan mengatakan hal itu” Kris menatap manik mata Hyoyeon dalam

“Karena aku tidak mau menularkan penyakit ini padamu setelah menikah nanti,aku tidak ingin kau menderita sepertiku!” Brukkk tubuh Hyoyeon jatuh terkulai di pelukan Kris

Bukan hanya Kris saja yang terpukul menerima kenyataan jika Hyoyeon menderita HIV tapi ada kedua orang tuanya,Xiumin dan Seolung yang juga terpukul mendengar hal itu. sungguh perasaan mereka sakit saat tahu jika Hyuji mengalami HIV sudah 2 bulan lebih dan harus memikul beban berat itu sendiri tanpa bantuan  dari mereka.

Belum lagi jika dia terluka dan mengeluarkan darah maka Hyuji akan menjadi lemah,sistem imunnya tidak mampu melawan bakteriyang masuk ke dalam tubuhnya melalui luka yang terbuka itu.

Sore ini Kris mengajak Hyoyeon ke pantai menikmatai sunset,sudah lama sekali pasangan ini jarang berduaan di pantai. Dulu mereka selalu melepas penat setelah selesai praktek di pantai berdua maupun bersama teman-teman-teman mereka.

Hyoyeon duduk di pinggiran pantai dibiarkannya telapak kainya itu sesekali terkena ombak sedangkan Kris kini sibuk memfoto gadis itu dengan kamera DSLR. Kecantiakanmu tidak akan pernah hilang meskipun kau sakit,pikir Kris saat melihat beberapa foto Hyoyeon yang sesekali tersenyum melihat kearahnya yang sedang memotret.

“Mau jalan-jalan?” Kris mengulurkan sebelah tangannya pada Hyoyeon,gadis itu mendongak sedetik kemudian dia tersenyum lalu menggapai tangan Kris.

“Tentu saja,kapan lagi kita bisa seperti ini di sela kesibukanmu?” Hyoyeon sedikit menyindir Kris

“Yah tapi aku tidak pernah mengurangi perhatianku padamu kan?” Hyoyeon hanya tertawa kecil dia kemudian melepas sandalnya dan memegang sandal itu di tangan kirinya. Mereka berdua berjalan bersama denagn bergandengan tangan dan kepala Hyoyeon bersandar di bahu Kris.

“Pakailah sandalmu” saran Kris namun Hyoyeon hanya menggeleng dan menggembungkan pipinya

“Bagaimana jika pernikahan kita di percepat 1 bulan lagi,sayang kau mau kan?” tanya Kris dengan senyuman lembutnya,senyuman yang ditujukan untuk gadis yang mat dicintainya. Gadis yang membutuhkan dia sebagai sandaran.

“Kris sudah ku bilang aku tidak bisa,aku HIV aku bisa menularimu”

“Sudah ku bilang ratusan kali jika aku akan menikahimu dan HIV sekaligus,aku tidak peduli dengan apa yang akan terjadi padaku nantinya”

“Tapi Kris umur penderita HIV tidak lebih dari 4 tahun”

“Jauh lebih baik bukan sebelum waktu itu datang kau dan aku sudah menjadi pasangan suami istri” Kris tersenyum

“Kau akan terluka jika aku sudah pergi selamanya,aku tidak mau kau terluka lebih banyak la…arrrgh kakiku” Hyoyeon berhenti berjalan.

Dilihatnya telapak kaki kanannya dan ternyata ada goresan luka yang amat lebar dan dalam akibat kulit kerang yang tajam menancap di telapak kaki Hyoyeon. Dengan hati-hati Kris mencabut kulit kerang itu,Hyoyeon meremas bahu Kris menahan sakit. Darah keluar dengan derasnya dari luka itu,Kris berusaha menutup luka itu dengan sapu tangan yang dia bawa di kantong jeansnya.

“Ayo ku gendong” Kris berjongkok di depan Hyoyeon

“Ayolah,jarak dari parkiran mobil lumayan jauh kau bisa kesakitan” dengan ragu Hyoyeon memposisikan tubuhnya ke punggung Kris.

Kris merasa badan Hyoyeon sangat panas saat dia menggendongnya “Apa kau baik-baik saja?” tanya Kris lembut.

“Tenanglah aku akan baik-baik saja jika ada di sampingmu” jawab Hyoyeon lemah. Hyoyeon menempelkan kepalanya pada punggung Kris ‘Biarkan sebentar saja aku seperti ini,kumohon’ batin Hyoyeon.  Kris masih menggendong Hyoyeon di pinggiran laut yang luas jauh dari tempat parkiran.

“Kris aku mau menikah denganmu” Hyoyeon berkata pelan pada telinga Kris,wajah senang Kris akhirnya muncul diiringi dengan senyumnya

“Benarkah?”

“Benar Kris,aku akan menikah denganmu. Aku mencintaimu” hembusan nafas Hyoyeon semakin melemah,pelukan tangan di leher Kris semakin renggang. Ada rasa tidak ikhlas saat ini,saat Hyoyeon mulai melepas ertan tangan pada lehernya. Kris tidak ikhas bila harus seperti ini.

“Ku mohon Hyo,jangan sekarang ku mohon,bertahanlah. Kita harus menikah,ku mohon jangan sekarang” ucap Kris sembari tetap menggendong Hyuji.

Air mata yang keluar dari mata elang seorang dokter muda itu dan sebuah senyuman yang terlihat lemah dengan kedua bibir yang tertutup pucat dari seorang yang digendong oleh orang yang dicintainya sampai hembusan nafas akhirnya. Hyoyeon yang kini memejamkan matanya,luka itu membuat bakteri dengan mudah merusak sistem kesehatan tubuhnya dengan cepat.

Iklan

52 pemikiran pada “You and HIV

  1. bagus thor 🙂 belum pernah baca ff yg temanya kaya gini. btw, masih ada kesalahan pemberian nama. tp maklum kok, td kan udah dibilang cast pertamanya hyunji trus diganti jd hyohyeon

  2. Keren^^ cuma yg bikin konsentrasi buyar saat nama hyoyeon berubah jd hyuji 😀 tapi untungnya author udah ngasih tau duluan kalo namanya diganti. Jadi gak begitu bingung 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s