Love or Friendship? (Chapter 2)

cats

Author : Tiffany Tania

Genre : Sad, Romance

Main Cast : Luhan(Exo M), Park Na Young (yourself) Seol Hanna(OC) ada tambahan castnya disini yaaaaa~ Baca aja deh masih anggota EXO kok:)

Annyeonghaeseoyo, Tiffany comeback here dengan membawa FF part2, gausah banyak ngomong langsung aja yaaaa! Checkidot~

 

*Flashback*

 

*Skip >> Jam 3.45 Sore*

 

Lima belas menit lagi, aku bersiap-siap untuk menemui Luhan ditaman dekat sekolah. Dengan hati riang, aku berdandan cantik agar Luhan takjub melihatku. Setelah semuanya beres aku bergegas pergi ke Taman dekat sekolahku. Terlihat disana seorang namja dengan jaket jeans berwarna biru dengan celana jeans hitam dan sneakers putih. Omooo~ dia terlihat tampan sekali walaupun hanya tubuh bagian belakangnya yang terlihat. Dengan sigap aku mendekati Luhan dan menepuk pundaknya.

 

“Luhan-ssi?” ucapku

 

“Eh Na Young? Kau terlihat sangat cantik hari ini tidak seperti biasanya” ucapnya sambil tersenyu, seraya menarik tanganku untuk duduk dekat dengannya

 

“Haaa? Hehe Gomawo Luhan-ssi. Ada apa kau memanggilku? Sepertinya ada yg penting” kataku penasaran dengan eye smileku.

 

“Emm..emm.. aku ingin jujur tentang sesuatu hal yang tidak pernah aku ungkapkan padamu” ucapnya lirih.

 

“Ne? Ada apa Luhan? curhat saja kepadaku” ucapku dalam hati. Apa mungkin Luhan akan menyatakan perasaanya padaku dan membalas perasaannya padaku sekarang? Aku merasakan gugup sekali seperti orang yang sedang mengikuti ujian sekolah. Dan aku menghela napas panjang, dan siap untuk mendengarkan perkataan Luhan.

 

“Ada apa Luhan? Ayolah tidak usah malu-malu” ujarku memecah keheningan yang sedang terjadi pada kami.

 

“Aku menyukai…..

 

Mendengar kata itu, hatiku langsung tak karuan. Entah senang sedih atau kecewa yang aku rasakan sekarang.

 

“Ap..apa? Kau menyukai Seol Hanna?”

 

“Ya,aku menyukainya semenjak dahulu hanya saja aku malu untuk mengungkapkannya. Kau maukan membantuku?”

 

“Hmmm.. Mianhae Luhan lain kali kita bicarakan lagi ya, tiba-tiba aku tidak enak badan”

 

Aku langsung meninggalkan Luhan tanpa menatap wajahnya, tiba-tiba bulir air mataku menetes tak henti. Akupun menangis terisak sambil berjalan tak peduli orang lain berkata apa padaku pada saat itu aku hanya ingin pulang kerumah.

 

*Keesokan harinya*

 

Tak biasanya aku bangun sepagi ini dan mataku membengkak karena menangis semalaman, aku bergegas ke kamar mandi untuk mandi *yaiyalah mau apalagi:D. Sesudah itu umma menyiapkan sarapan tapi aku tidak memakannya.

 

“Na Young, ayo sini sayang sarapan dahulu nanti kau sakit”

 

“Aniya umma, aku tidak sedang nafsu makan”

 

******

 

Sesampainya disekolah, sekolah nampak sepi hanya ada beberapa teman sekelasku yang sudah duduk manis dimeja. Melihatnya aku langsung menduduki kursi tempatku biasa duduk.

 

“Untung belum ada Luhan disini, jika ada aku harus berkata apa dengan mataku yang bengkak seperti ini”

 

Tiba-tiba masuklah Luhan dan Hanna bersamaan ke kelas. Melihatnya pun aku tak kuasa akhirnya aku memutuskan untuk keluar kelas.

 

“Na Young kenapa? Tak biasanya dia memasang muka cemberut seperti itu?”

 

“Aku tak tahu”

 

Luhan POV

 

Setelah kejadian kemarin entah kenapa Na Young menjadi dingin terhadapku tak seperti biasanya dia menjauh dariku. Apakah ada yang salah dariku? Aku tidak merasa begitu, karena selama ini hubunganku dengannya sangat baik.

 

“Hanna, ayo kita susul Na Young”

 

“Ya, aku juga jadi merasa tidak enak apakah aku ada salah kepadanya”

 

Sesampainya ditaman, aku melihat Na Young sedang merenung sambil mendengarkan lagu dari MP3 kesayangannya. Karena penasaran aku mendatanginya.

 

“Na Young, apa yang sedang kau lakukan disini?”

 

“Iya,kenapa kau tiba-tiba ada disini, tidak biasanya”

 

“Aniya,aku tidak kenapa-kenapa kok” sambil senyum

 

“Tunggu sebentar, kenapa matamu bengkak seperti itu?” tanya Luhan

 

Na Young POV

 

Ya Tuhan,aku harus menjawab apa? Mana mungkin aku harus jujur kepada Luhan bahwa aku menangisinya semalaman. Bodoh, jangan berlaku bodoh Na Young. Karena aku terlalu lama menjawab pertanyaan Luhan akhirnya bel masuk sekolah pun berbunyi.

 

“Syukurlah, setidaknya aku tidak harus jujur sekarang” kataku dalam hati

 

Dikelas aku hanya memainkan kertas dan pensil yang ada dihadapanku, entah mengapa tiba-tiba semangat belajarku menurun padahal Bahasa Inggris adalah pelajaran favoritku. Lalu aku memerhatikan pemandangan yang tidak sama sekali ingin aku lihat, aku melihat Luhan mencuri-curi pandang terhadap Hanna dan membuat suasana seisi ruangan kelas mendadak panas entah karena perasaan cemburuku atau memang cuaca yang sedang panas.

 

***Skip>> Bel Pulang Sekolah***

 

Tanpa basa basi akupun langsung membawa tasku dan keluar dari ruangan kelas. Tampaknya Luhan dan Hanna mengikutiku dari belakang, aku yang sadar pun langsung berjalan disebelah Hanna karena aku hanya ingin bersikap wajar didepan mereka walaupun harus mengorbankan perasaanku sendiri.

“Na Young, Luhan mengajakku pulang bareng. Tak apa-apa aku pulang bersamanya?”

 

“Yasudah tak apa-apa, aku bisa pulang naik bis kota”

 

“Gomawo Na Young eonni”

 

Hari ini kesakitan hatiku bertambah, melihat Hanna harus berboncengan dengan Luhan orang yang aku sayang, belahan jiwaku, sungguh hatiku sakit serasa ditusuk pedang.

 

Malam harinya, aku belajar karena besok ada ulangan mata pelajaran favoritku yaitu Bahasa Inggris. Tiba-tiba handphoneku berdering tanda panggilan masuk. Akupun mengangkatnya.

 

“Yeoboseoyo?”

 

“Na Young ini aku Hanna”

 

“Ne, Hanna ada apa kau meneleponku?”

 

“Bolehkah aku curhat kepadamu? Hari ini aku sangat bahagia sekali. Aku ingin membagi kebahagiaan ini denganmu”

 

“Ya, aku siap untuk mendengarkan curhatan sahabatku ini. Kenapa?”

 

“Tadi, pada saat aku diantar pulang oleh Luhan tiba-tiba Luhan mengajakku ke taman dekat sekolah. Dan dia memberiku jepitan rambut kepadaku dan memakaikannya padaku. Aku merasa sangat senang sekali kau tau? Aku merasa terbang ke awan”

 

Mendengarnya aku hanya bisa menahan air mataku, aku terdiam tak berbicara sepatah katapun. Hanna yang menyadarinya tiba-tiba mengagetkanku.

 

“Eonni, apa kau mendengarkanku?”

 

“Eh, ne Hanna aku sangat senang mendengarnya”

“Yasudah, kamsahamnida eonni sudah mendengarkan curhatanku hari ini. Kau memang sahabat terbaikku”

 

Setelah menutup telepon dari Hanna, aku menangis lagi. Mengapa harus Luhan? mengapa tidak namja yang lain, aku tidak mau tersiksa oleh perasaanku sendiri. Aku harus bagaimana? Tolong akuuuuuuuu~

 

*****

 

Pagi yang cerah, dan hari ini adalah hari Minggu jadi aku bisa bermalas-malasan seharian. Tapi tiba-tiba umma memanggilku dan menyuruhku untuk berbelanja di supermarket. Aku yang malas pun harus tetap berangkat jika tidak uang jajanku akan umma kurangi. Setelah sampai disana, aku memilih barang-barang pesanan umma setelah semuanya komplit, aku pergi ke kasir karena mengantri aku meninggalkan kasir dan berniat melihat-lihat boneka. Kalian tidak tahu kan? Aku cinta sekali dengan boneka, dikamarku banyak sekali koleksi bonekaku yaitu Doreemon, Angry Birds, Teddy Bear, Stitch dsb. Pada saat aku memilih boneka yang akan kubeli tiba-tiba ada pemandangan yang tidak asing dimataku. Aku melihat nampak seorang namja dan yeoja yang sedang melihat-lihat boneka sambil bergandengan tangan. Setelah kulihat ternyata benar dugaanku mereka berdua adalah sahabatku. Luhan dan Seol Hanna, mereka tampak serasi mengapa tidak? Hanna seorang yeoja yang pintar dan cantik juga Luhan seorang namja yang sangat populer disekolah kami karna dia seorang pemain basket yang berbakat. Melihat itu aku langsung memalingkan muka dan Luhanpun sadar bahwa aku sedang memerhatikannya dari tadi. Seolah menghindar aku langsung berjalan secepat mungkin tiba-tiba saja suara Luhan menahanku untuk pergi.

“Na Young, mau kemana kau?”

Apa yang harus kulakukan? Tidak mungkin aku berbalik dalam keadaanku yang sedang menangis ini. Seseorang tolong bantu aku, aku mohon….

Tunggu dipart selanjutnya^^ Tinggalkan jejak ya, kritik dan saran sangat dibutuhkan{}

Kangsahamnida, Bye~

Iklan

18 pemikiran pada “Love or Friendship? (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan ke Latifa Anisa Puspo Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s