Misunderstanding (Chapter 2)

mi2

Title:Misunderstanding 2

Length:Multichapter

Rating:T

Genre:Romance, a little bit sad

Author:Man Minra

Cast:

Young Yoora (OC)

Xi Luhan

Kim Jongdae (a.k.a Chen)

Hwang Miyoung (a.k.a Tiffany)


Note:

Wah chapter ke-2 telah selesai! Tadinya aku mau membuatnya jadi oneshot, ya tapi kepanjangan nanti takut bosen muehehehehe…*tertawa ria* Oh iya maaf ya kalau ada typo yang tersebar dimana-mana!~ Don’t be silent reader! Come on, give comment J

Yoora POV

 Aku menunggu Chen oppa didepan gerbang sekolah. Aku menunggunya selesai rapat lalu kami ingin makan siang bersama di sebuah toko sederhana di sebrang sungai Han.
“Yoora-ah! Apakah kamu menunggu terlalu lama? Maafkan oppa ya” Chen oppa mengelap keringat yang membasahi wajahnya akibat berlari.

“Tidak kok hehehe” Aku mengeluarkan sapu tangan dari tasku dan mengelap keringatnya

“Tidak usah berlari, oppa. Bagaimana kalau kamu terjatuh?”

“Aku tidak mau membuat kamu menunggu lama hehehe” Chen oppa menggaruk kepalanya

“Ayo kita jalan!” Chen oppa terlihat bersemangat dan mengandeng tanganku.

“Chen!” Panggil seseorang dan suara itu terdengar dari kejauhan dan makin dekat.

“Ada apa lagi, noona?” Chen oppa menghentikkan langkahnya.

“Kita harus mengerjakan tugas-tugas organisasi terlebih dahulu!” Tiffany unnie terlihat resah.

Haft, ada saja gangguan…

“Oppa kerjakan saja dulu. Yoora tunggu disini” Ucapku

“Tidak apa-apa?” Chen oppa terlihat khawatir

“Tidak apa-apa” Aku tersenyum

“Baiklah, kamu tunggu disini. Oppa akan cepat” Chen oppa berlari kearah lorong-lorong sekolah

“Tunggu, Chen!” Tiffany unnie menyusul Chen oppa

1 jam kemudian. . . . .

 

 

Kakiku pegal. Tidak ada tempat duduk disini.

“Sedang apa, Yoora?” Tanya Luhan oppa yang baru saja keluar dari gerbang

“Menunggu Chen oppa” Aku menunjukkan wajah ceria

“Tapi langit sudah mendung” Luhan oppa menunjuk kearah langit

Aku mendongakkan kepala kearah langit.

Benar saja, hujan turun sangat deras!

“Yoora!” Luhan oppa menarikku dan langsung berlari kedalam gedung sekolah, aku mengikuti langkahnya.

“Yoora, kamu tidak apa-apa?” Luhan oppa masih mengontrol nafasnya

“Tidak apa-apa” Aku mengelap air hujan yang ada didekat mataku

“Kamu masih mau menungggunya?” Tanya Luhan oppa

“Masih” Jawabku mantap

Aku memeluk diriku sendiri. Sebentar sebentar aku meniupkan kedua telapak tanganku. Tanganku sangat dingin.

“Pakailah ini” Luhan oppa membuka jaketnya lalu memakaikannya kepadaku

“Tidak u..”

“Kamu harus memakainya. Kamu kedinginan pasti” Luhan oppa memotong ucapanku

Luhan oppa tiba-tiba memeluk diriku

“Sepertinya dengan ini kamu akan lebih hangat”

Mataku terbelalak akibat tindakan Luhan oppa. Tapi, benar. Aku merasa lebih hangat dari sebelumnya.

Chen POV

 

 

Aku telah menyelesaikan tugas-tugas organisasi dengan Tiffany noona. Dia pulang duluan karena ada perlu. Jadi sebagian tugas aku kerjakan sendiri.

Aku melihat kearah jam tanganku. Sudah jam 2 siang!? Satu jam sudah aku membiarkan Yoora menunggu. Pasti dia capek.

Aku bergegas berlari. Aku dengar suara tetesan hujan yang deras diatas koridor. Hujan!? Yoora kehujanan kah? Aku mengambil payung lalu kembali berlari.

Tunggu, aku melihat Yoora. Sedang apa dia dengan Luhan hyung? Luhan hyung memakaikan jaketnya? Harusnya aku yang memakaikan jaket itu kepada Yoora. Aku melihat Yoora yang mulai hangat karena jaket pemberian Luhan hyung dan tersenyum senang. Dan, apa yang Luhan hyung lakukan lagi!? Dia.. Dia memeluk yeojaku? Hatiku hancur. Aku mengepal kuat tanganku. Aku membuka payung dan mencampakan kedua makhluk yang sedang mesra berpelukan itu.

Yoora POV

Aku masih terdiam atas tindakan Luhan oppa. Aku menoleh kepada seseorang yang baru saja keluar dari lorong sekolah dengan payung birunya. Chen oppa!?

“Luhan oppa! Chen oppa sudah selesai! Aku harus pergi. Oh iya ini jaketnya. Terima kasih” Aku kembali ceria dan mengejar Chen oppa yang mulai jauh. Tidak aku hiraukan air hujan yang telah membasahi seluruh tubuhku.

“Chen oppa!” Aku memanggil Chen oppa dengan suara keras

Chen oppa tidak menanggap panggilanku dan terus berjalan dengan acuh.

BRUUK

Aku terjatuh karena tersandung batu yang tidak aku lihat. Kakiku tergores aspal dan meninggalkan luka yang lumayan besar. Darah terus mengucur dari luka tersebut.

Tidak terasa air mata jatuh dari mataku. Sakit. Ini sakit

“Chen oppa..” Aku memanggil nama namja tersebut yang sudah pergi meninggalkanku

Aku mencoba berdiri tapi tidak bisa. Darah ini tidak mau berhenti.

“YOORA!” Suara namja dengan nada khawatir dan kaget mendekat kearahku.

Ternyata itu Luhan oppa. Dia menggendong diriku. Dia menghiraukan air hujan yang terus membasahi tubuhnya.

“Luhan oppa..” Ucapku dengan nada terengah-engah

“Sudah kamu diam saja. Tidak usah menangis lagi” Ucapnya

Dia mengantarkan aku kerumah dan membaringkan diriku di kasur. Dia membuka lemariku dan mengambil kain lalu mengambil air setengah baskom dan meletakkannya disebelahku. Dia mencelupkan kain tersebut lalu memerasnya. Dia mengusap kotoran, kerikil-kerikil yang ada di lukaku

“AA!” Aku meringis kesakitan

“Suaramu sangat nyaring” Luhan oppa mengorek telinganya.

“Makanya pelan-pelan! Sakit tau!” Keluhku

“Maaf, maaf ehhe” Dia melanjutkan mengelap lukaku.

Luhan POV

 

 

Setelah aku membersihkan luka Yoora dan mengobatinya. Aku kembali menggendongnya ke kamar dia. Aku keluar lalu menyalakan televisi. Sudah cukup lama aku tidak kesini. Ya kira-kira satu bulan. Padahal, sewaktu aku duduk di sekolah dasar aku sangat sering bermain kesini. Young ahjumma juga sangat baik.

Aku kembali memeriksa keadaan Yoora dan mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.

“Yoora-ah?” Panggilku pelan

“Yoora-ah?” ku mulai menaikan volume suaraku.

Namun alhasil, tidak ada satu pun jawaban darinya.

Aku buka perlahan-lahan pintu kamarnya. Pantas tidak ada jawaban, dia tertidur. Aku mengambil selimut lalu memakaikannya keseluruh tubuhnya. Dia sangat cantik.

“Tidur yang nyenyak Yoora-ah, nice dreams” Aku mengelus rambutnya pelan

“Chen oppa..” Ucap Yoora tiba-tiba yang membuatku kaget. Dia mengucapkannya dengan mata tertutup. Dia mengigau hahaha

“Chen oppa, jangan tinggalkan Yoora. Yoora sangat mencintai Chen oppa. Yoora tidak mau kehilangan oppa.” Ucapnya dan dia memeluk gulingnya dan masih dalam keadaan mata tertutup.

Yoora.. Kenapa kamu bisa menyedihkan seperti ini. Aku tau kamu sering cemburu ketika melihat Chen dengan Tiffany bersama. Apalagi dengan sikap Tiffany yang seperti itu. Kamu terus bersabar, terus tersenyum. Terus memberikan perhatian lebih kepada Chen. Aku iri. Aku sangat iri kepada Chen. Aku ingin memiliki kekasih sepertimu. Kenapa aku terlambat? Aku hanya bisa menyesal sekarang. Yang aku inginkan, hanya melihatmu tersenyum bersama orang yang kamu cintai. Tertawa ceria gembira. Walau tidak bersamaku. Aku rela..

Aku mengelus pipinya yang lembut itu lalu pergi dan menutup pintunya pelan-pelan.

 

Yoora POV

 

 

 

Aku membuka mataku perlahan-lahan. Wah, siapa yang menyelimutiku? Luhan oppa pasti.. Aku melipat selimut bergambar strawberry milikku lalu keluar dari kamar.

“Wah sudah bangun” Saap Luhan oppa yang sedang sibuk mempersiapkan makanan di meja makan.

“Ini semua, oppa yang buat!?” Ucapku kaget lalu mendekati Luhan oppa.

“Iya, ayo dimakan.” Luhan oppa mempersilahkanku duduk.

Aku dan Luhan oppa mulai memakan hidangan tersebut.

“Young ahjumma kemana?” Luhan oppa melirik ke kanan ke kiri.

“Umma sedang pergi menginap dirumah sepupunya. Besok baru kembali” Jawabku

“Oh” Ucap Luhan oppa singkat

Kami memakan masakan Luhan oppa dengan lahap. Masakkan Luhan oppa memang enak!

Misunderstanding

Aku pergi ke taman sekolah karena Chen oppa mengajakku bertemu disini. Aku duduk di kursi taman sambil menggoyang-goyangkan kakiku.

“Yoora-ah” Chen oppa menepuk bahuku

“Oppa! Apa yang mau dibicarakan?” Tanyaku

“Hm.. Bagaimana kita akhiri saja hubungan kita?”

Hah? Jantungku berhenti berdetak sesaat.

“A-Apa?” Aku kembali memastikan

“Kita akhiri saja hubungan kita sampai disini” Ucap Chen oppa dengan pasti

Hari ini.. Hari ini bukanlah mimpi? Aku tidak tau mau menjawab apa lagi. Kalau aku teruskan hubungan ini. Percuma saja bila Chen oppa sudah tidak mencintaiku lagi.

“B-Baiklah kalau begitu yang ter-terba-baik” Ucapku terbata-bata

“Lagipula oppa lebih cocok dengan Tiffany unnie daripada denganku” Aku mencoba tersenyum walau air mata sudah hampir keluar dari mataku

Chen oppa hanya terdiam lalu pergi meninggalkanku yang hanya bisa termenung dengan ucapan Chen oppa tadi. Aku kembali menuju kelas dengan badan yang lesu. Air mata mulai menetes dari mataku. Aku tidak percaya hubungan yang sudah aku jalankan selama 5 bulan berakhir seperti ini. Oh iya, masalah permintaan Cho seonsaengnim, aku sudah mengetahuinya apa jawabannya

“Jadi kamu benar-benar mau?” Tanya Cho seonsaengnim dengan ceria

“Iya” Aku menganggukan kepala.

“Baiklah, kamu akan berangkat ke Jepang lusa. Mulai kemasilah barang-barangmu. Tiket akan saya tanggung.”

“Iya” Aku kembali mengangguk lalu pergi ke rumah.

Kamis, 30 Maret 2013

 

 

Aku sudah siap dengan koperku dan mulai berangkat menuju bandara. Aku tau ini adalah jalan yang terbaik. Dengan ini, aku akan bisa melupakan Chen oppa. Aku akan menemukan orang-orang baru disana. Membuka lembaran baru disana. Walau berat, akan kucoba perlahan.

Chen POV

 

 

Dua hari sudah aku tidak bersama ang dulu aku miliki. Orang yang sangat aku cinta. Tapi kini aku telah melepaskannya. Mungkin dengan ini, dia tidak akan tersiksa denganku lagi. Aku terus membuatnya menunggu. Dan membuat kesalahn lainnya yang membuat dia sakit. Aku berjalan melewati kelas Yoora. Aku melirik-lirik kedalamnya melewati jendela. Dia tidak hadir? Kemana dia pergi?

“Chen” Sapa seseorang dengan nada dingin

“Hyung, ada apa?” Sapaku balik

Wajah dia terlihat penuh emosi

“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ikuti aku” Luhan hyung menuntunkuke taman sekolah. Taman ini sangat sepi. Tumben sekali

BUUK

Pukulan keras mengenai pipi sebelah kananku. Aku terjatuh karena pukulan yang keras itu.

“Kamu tau!? Apa yang kamu lakukan saat kamu mengakhiri hubunganmu dengan Yoora!? Yoora sangat terpukul! Matanya sembab setelah kamu mengakhiri hubunganmu dengannya. Dia menjadi pendiam. Dia hanya bisa tersenyum paksa denganku. AKu sangat mempercayaimu untuk menjaganya. Tapia pa yang kamu perbuat!?” Luhan hyung menonjok pohon

“Dia sangat cemburu saat kamu bersama Tiffany. Dia hanya mengatakan ‘pergi saja aku tidak apa-apa’ Tapi kamu tidak tau apa yang dikatan hatinya! Oh iya, ada lagi. Saat kamu mencapakannya di waktu hujan. Dia mengejarmu. Tidak peduli tubuhnya basah karena air hujan. Tapi apa yang kamu lakukan!? Kamu mencampakannya? Sampai dia terjatuh dan terluka. Dia sempat menangis”

Aku terkejut mendengar ucapan Luhan hyung. Sebesar itukah Yoora mencintaiku? Bukan nya dia menyukai Luhan hyung? Karena saat itu dia sedang berpelukan dengan Luhan hyung. Oh tidak, Chen. Kamu sangat jahat..

“Dia sangat mencintaimu. Sampai dia tertidur, dia mengigau mengatakan’Aku mencintai Chen oppa, jangan tinggalkan aku bla bla bla’ Dan ini balasanmu untuknya? Balasanmu atas semua perhatiannya padamu? Dia sekarang mau pergi Jepang dan mungkin sangat lama. Dia memutuskan pilihannya karena ingin melupakanmu.” Luhan hyung terlihat sedih

“Jep-Jepang?” Dia pergi karena ingin melupakanku.. Tetapi jujur, aku asih mencintainya. Aku melepaskannya karena aku kira.. Tunggu, aku telah salah paham..

Aku langsung berlari meninggalkan Luhan hyung dan mengambil kunci mobil. Aku mempercepat lajuku. Sampai tibanya aku di bandara. Aku berlari mencari-cari Yoora. Yoora aku harap kamu belum pergi.

Aku melihat yeoja yang memakai topi kuncup berwarna hijau muda yang sedang menggendong tas ranselnya dan dia segera menuju ruang masuk menuju pesawat. Aku tau topi itu siapa yang punya. Young Yoora

“YOORA!” Aku berlari menghampirinya. Dia terlihat kaget. Dia langsung berlari masuk kedalam ruangan itu.

“Maaf, anda tidak bisa masuk karena tidak mempunyai tiket” Ucap petugas penjaga pintu tersebut.

“Tetapi, tetapi. Yoora!” Aku terus memanggil yeoja tersebut yang berada didalam ruangan sambil menangis lalu pergi dan tidak terlihat lagi.

Jum’at, 25 April 2013

 

 

Aku memandangi kalung dengan setengah hati sebagai liontinnya. Setengah hatinya telah dibawa seseorang yang sangat aku cintai. Namun kini aku telah melepaskannya begitu saja. Aku tau aku salah. Aku telah salah paham mengenaimu..

Aku memenggam kalung tersebut dan melangkahkan kaki ke jendela. Aku pandangi pemandangan diluar. Aku teringat saat kamu memanggil namaku dan mengajakku makan. Tetapi selalu saja ada gangguan. Kenapa aku tidak biarkan tugas-tugas organisasi itu untuk menyempatkan waktu untuk bersama dirimu? Kenapa aku baru menyesal sekarang.. Semua itu sudah terlambat

Sekarang tidak ada yang memaksaku untuk makan. Tidak ada lagi yang menyuruhku tidur. Sapaan-sapaan manis darimu setiap aku datang ke sekolah. Kini sudah tidak ada.. Menghubungi nomor teleponmu percuma saja. Nomormu sudah tidak aktif lagi. Kemana dirimu sekarang? Aku sangat rindu

Happy 6th Anniversary, Yoora. Meski itu “Failed Anniversary”

THE END

Iklan

9 pemikiran pada “Misunderstanding (Chapter 2)

  1. thor ini the end? beneran? knp di length tulisannya multichapter? knp gk twoshoot? klo multichapter atulah lebih dari dua… lg pula ceritanya udh bagus.. lanjutin thor.. hwhw =D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s