Hello Mr. Wu! (Chapter 6)

Title: Hello Mr. Wu!

Sub-Title: Part 6 – The Chaser

Author: rollingkris (jangan dicari lagi sekarang ganti nama uname jadi @TaeyeonSwag)

Casts: EXO M Kris, Song Yeon Ah (you), EXO K Chanyeol

WARNING: INI LAGI PG. /kemudian bersorak sorailah anak2 di bawah umur /warning ga guna /warning bikin seneng /emang siapa juga orang tua yang mau nemenin anaknya baca beginian

 

7e088f7ajw1e1006q5hy0j

*

“Aku pernah hampir tidur dengan puluhan wanita penghibur, tapi aku mempertahankan harga diri dan tubuhku hanya untuk orang yang benar-benar kucintai di masa depan. Siapa dia nanti, aku masih belum tahu, yang jelas aku tidak mencintaimu.Tertarik saja tidak. Aku tidak tahu apa rencanamu terhadapku untuk saat ini, tapi kumohon berhenti menggodaku. Aku tidak akan terlena sedikit pun. Sekarang kembalilah ke kamarmu dan nikmati New York selama seminggu, sendirian.Aku mau kembali ke Korea besok, jadi kau menumpang saja di rumah teman pemilik butikmu itu.”

*

Your POV

Kamu berbaring di lantai ruang tv Chanyeol tanpa alas apa pun. Tanpa bantal, tanpa selimut.Kamu selonjoran begitu saja, kepala terangkat dan kedua tangan diam tidak bergerak di sisi tubuh. Ketika kamu melirik jam dinding, kamu sadar kalau kamu sudah melewati jam tidurmu. Sekarang pukul 3 pagi, sudah terlambat untuk tidur dan terlalu cepat untuk melakukan sesuatu pula.Akhirnya kamu melamun, lagi.Dengan Kris Wu sebagai topiknya.

Kemudian kamu ingat kalau besok kamu harus segera pergi dari rumah Chanyeol, kamu harus menjalani hidupmu sendiri tanpa bantuan siapa-siapa lagi.Kamu sadar kamu harus berhenti bermimpi untuk bisa bersama dengan Kris yang terlalu mempesona.Kamu tidak bisa terus bergantung dengannya dan merasa seakan dunia ini runtuh jika tanpa Kris.Wanita modern mana yang masih bergantung dengan laki-laki?Pikirmu.

Maka kamu memutuskan untuk mulai mencari pekerjaan besok dan hidup sendiri berkelana di Korea sambil menanti kehadiran ingatanmu kembali. Kemudian kamu termenung lagi hingga tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, akhirnya matamu terasa berat. Kamu memejamkan matamu untuk sesaat walaupun kamu masih bisa mendengar suara pintu terbuka dan sandal rumah yang diseret mendekatimu.Kemudian kamu jatuh tertidur tanpa memikirkan apa-apa lagi.

*

Kris POV

Tiba pukul 1 siang di Korea Selatan, Kris langsung menuju apartemennya. Hatinya yang sudah dipenuhi oleh rasa rindu tidak dapat dibendung lagi, ia ingin cepat-cepat bertemu dengan Song Yeon Ah dan mendapatkannya kembali. Ia menyesal setengah mati karena tidak memiliki pendirian kuat untuk menentang Suho sehingga ia dengan terpaksa pergi dengan Ye Seol. Ia berjanji pada dirinya sendiri kalau ia harus menyudahi perasaan bersalahnya pada Suho dan memberitahukannya kalau ia sudah mencintai wanita lain. Wanita yang baru ia kenal selama 6 hari, wanita yang bahkan beruntung bisa mengingat namanya sendiri karena Kris menemukan name-tagnya. Lebih dari itu, wanita itu tidak tahu apa-apa lagi.

Ia tidak yakin Suho akan menyetujui hal ini. Tapi masa bodoh saja. Kris terdiam di depan pintu apartemen Chanyeol, langkah pertama untuk mendapatkan Yeon Ah kembali adalah dengan menghadapi Park Chanyeol, si tetangga aneh. Kris menekan bel lalu tak lama kemudian terdengar sapaan dari intercom.

Siapa?”

“Wu Fan.”

Tidak ada balasan lagi dari Chanyeol tapi pintu apartemennya terbuka.Kini dua pria tinggi itu saling berhadap-hadapan tanpa terhalang apapun.

“Bukannya kau di Amerika?”

Chanyeol bertanya tanpa sopan santun, dengan nada dingin pula.

“Apa kau tidak tahu etika berbicara dengan yang lebih tua?”

“kau tidak memiliki darah atau lahir dan dibesarkan di Korea, jadi aku yakin pemahaman soal etikamu juga jauh lebih kurang dariku. Apalagi setelah kau membuat seorang gadis menangis, aku yakin kau bukan laki-laki.”

Seakan ada pisau yang tertancap di dada Kris, ia langsung menggigit bibirnya karena mengingat hal itu. Melihat perubahan pada raut Kris, Chanyeol menyunggingkan senyum sinisnya.

“Baik, ini memang salahku karena sudah membuatnya menangis, tapi aku kembali untuknya.Aku meninggalkan tunanganku dan kembali padanya, yang mungkin saja bisa membuat bisnisku hancur berantakan.Aku menginginkan Yeon Ah, jadi biarkan aku bicara padanya.”

“Tidak. Tidak akan kuberikan ia padamu. Ia sudah menjadi milikku semenjak kau menyakitinya, jadi nikahilah saja tunanganmu itu daripada mencintai wanita yang bukan untukmu.”

Mendengar ucapan Chanyeol membuat Kris tersulut emosinya.Ia menarik kerah baju Chanyeol dan meneriakinya,

“Bagaimana kau tahu ia bukan untukku?! Beraninya kau menyuruh-nyuruhku seperti ini?!”

Chanyeol hanya memandangnya dengan wajah licik.Dan Kris tidak mengenal Chanyeol yang ada di depannya ini, Chanyeol sudah berubah.Wajah periang dan senyum polosnya tiba-tiba sirna, berganti menjadi wajah penuh dendam.Bahkan Kris tidak menyukai kilatan matanya.

“Dimana Yeon Ah?!Minggir kau!!”

“Aku tidak akan minggir dengan sukarela seperti laki-laki dengan otak bodoh yang hatinya terlalu naïf untuk sebuah cinta yang rapuh seperti yang sering kulihat di drama-drama. Karena dia ada di tempatku, kau tidak bisa mengambilnya kecuali ia kembali padamu atas keinginannya sendiri. Maaf Wu Fan, ada baiknya kau tidak usah ikut campur lagi dalam percintaan kami. Kesempatanmu sudah habis.”

Kris melonggarkan tangannya dari kerah Chanyeol dan menurunkannya teratur.Ia menundukkan kepalanya sambil bicara pada Chanyeol.

“kau.. menyukainya juga?” tanya Kris.

Agak lama sebelum Chanyeol menjawab, “Iya.”

“kenapa kau menyukainya?”

“Karena ia alasanku untuk hidup, ia menyembuhkan luka-lukaku dalam satu hari, dan aku yakin sekali kalau dia adalah orang yang tepat untukku.”

Kris mengulum senyum pahit. Semua usahanya hari ini sia-sia, karena ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika Chanyeol sudah mengatakan kalau ia menyukai Yeon Ah. Sebegitu dalamnya hingga ia begitu yakin. Sebaiknya Kris mundur perlahan-lahan sekarang.

“Baik, aku tidak akan merebutnya kembali darimu, dengan satu syarat, kau harus menyampaikan ini pada Yeon Ah: kapan saja kau butuh kisah masa lalumu, datanglah padaku.”

Lalu Kris membalikan badan tanpa ada keinginan untuk melihat ke belakang lagi. Dengan susah payah ia meninggalkan Yeon Ah dan berusaha untuk melanjutkan hidupnya. Ia hanya bisa berharap Yeon Ah bahagia dan cepat-cepat pulih ingatannya. Sebentar lagi ia akan menelpon Detektif Jong In untuk menghentikan pencariannya.

*

Your POV

Harum bunga sedap malam memasuki rongga hidungmu perlahan-lahan, meresap di paru-paru, kemudian membangunkan alam bawah sadarmu yang barusan terlelap.Masih memejamkan mata, kamu tidak mendengar suara apapun kecuali bunyi mesin pendingin ruangan yang bergetar halus.Tak lama kemudian kamu pun merasakan hangat sinar matahari menerpa wajahmu lewat jendela, akhirnya kamu membuka matamu. Asing sama sekali. Benar-benar bukan kamar yang pernah kamu lihat sebelumnya.Kamar Chanyeol pun tidak.

Setelah tubuh terasa cukup kuat, kamu duduk dari posisi tidurmu dan menyingkap selimut yang menutupi dirimu hingga dagu.Oke, ada yang aneh sekali. Kamu ingat persis kalau kamu tertidur di lantai ruang tv tanpa bantal dan selimut, tapi sekarang kau tidur di atas ranjang dengan bantal dan selimut. Kamar ini juga asing, bukan seperti kamar apartemen, tapi lebih seperti hotel. Kamu menolehkan wajahmu ke kanan dan ke kiri untuk mencari seseorang, siapa saja yang tahu apa yang terjadi pada dirinya. Lalu terdengar suara pintu terbuka dan wangi sabun yang semerbak tiba-tiba mengalahkan wangi bunga sedap malam yang ternyata diletakkan tepat di meja buffet sebelah ranjangmu. Kemudian kamu melihat Chanyeol, Park Chanyeol berdiri di depan pintu tadi yang sepertinya adalah kamar mandi, karena ia hanya memakai jubah mandi dan rambutnya terlihat basah.

Chanyeol langsung melihat ke arahmu begitu ia keluar dari kamar mandi, ia terlihat kaget namun lega.

“Sudah bangun, noona?”Ia tersenyum manis padamu.

Aku mengangguk ragu kemudian langsung saja bertanya,

“Dimana kita?”

“Tenang noona, kita ada di hotel.”

Dugaanmu benar.

“Tapi kenapa aku disini??”

“Kau tidur lama sekali noona, sekarang sudah pukul 2 siang, kau baru bangun.Makanya karena aku ingin mengajakmu jalan-jalan, aku membawamu ke hotel saat kau tidur.Maafkan aku kalau aku lancing.”

Kamu mengerutkan keningmu setelah mendengar penjelasan Chanyeol yang aneh. Kamu tidak mengerti kenapa ia membawamu ke hotel dan kenapa ia tidak membangunkannya untuk membicarakannya terlebih dahulu. Apa mungkin kamu tidur terlalu pulas karena begadang sehingga kamu tidak terbangun saat Chanyeol membawamu?

“hotel ini dimana?” tanyamu perlahan pada Chanyeol yang kini sudah duduk di tempat tidur yang sedang kau tempati.

Sambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk ia menjawab, “Di Daejeong.”

Kamu melebarkan matamu dalam sekejap.Walaupun kamu hilang ingatan, tapi kamu tahu kalau sekarang lokasimu berada sangat jauh dari apartemen Kris.Tidak seharusnya kamu disini.Tiba-tiba saja kamu ingin kembali kepada Kris, tiba-tiba saja kamu merasa kalau apartemennya adalah rumahmu yang sesungguhnya.Tapi sebelum kamu sempat bicara soal itu, Chanyeol sudah memegang tanganmu erat hingga membuat wajahmu memanas.Matanya yang bulat memandangmu lurus-lurus.

“Aku tahu noona tidak tahu kenapa aku membawa noona kesini, tapi sekarang aku hanya ingin menyembuhkan penyakitku, berdua saja denganmu.”

Dari wajah Chanyeol kamu bisa melihat ketulusan, tapi juga terlihat jelas keinginan untuk memaksa.Karenanya keringat dingin mengucur keluar dari lehermu, seakan kamulah yang selama ini takut dengan laki-laki.Di tanganmu, genggaman tangan Chanyeol terasa semakin panas, sehingga kamu menjauhkan diri darinya.

“Aku..tidak bisa hidup seperti ini, Chanyeol, aku sudah berencana untuk hidup sendiri mulai hari ini.”

Chanyeol mengangkat alisnya.

“Ke-kenapa noona??Apa kau tidak suka denganku?”

Kamu tertegun dengan wajah Chanyeol yang seperti anak kecil memelas.

“Bukan begitu, Chanyeol, kau anak yang baik sekali, hingga aku merasa malu untuk berada bersamamu.Kalau untuk menyembuhkan penyakitmu, aku berjanji aku bisa tetap berada di sampingmu.Tapi kalau setiap hari dan setiap saat, aku tidak bisa. Tidak sesuai dengan norma di Korea, Chanyeol. Aku mau pindah hari ini juga, jadi aku harus pulang ke Seoul. Maafkan aku Chanyeol..”

Chanyeol menyembunyikan kekecewaan sekaligus keterkejutannya dengan berdeham.Mukanya memerah karena marah.

“Jangan kau bilang apa yang kusarankan padamu ini melanggar norma.”

Chanyeol berdiri dari ranjang hotel, mata besarnya kini memandangimu dengan sorot yang dingin.

“.. kau pikir tinggal bersama Kris diluluskan oleh hukum norma?! Kau bilang kau adalah orang asing bagi Kris kan? Tapi kau mau-mau saja tinggal bersamanya tanpa ikatan yang berarti.Kau bohong soal hubungan darah di antara kalian.Kau menyerahkan dirimu seutuhnya padanya, seakan kau tidak memiliki harga diri lagi. Bukankah itu sama saja dengan apa yang kuminta denganmu? Atau haruskah aku bertanya tentang bagaimana kalian melakukan hubungan intim?!”

Tenggorokanmu tercekat dalam sekejap, seperti ada gumpalan yang menghambatmu untuk bernafas dengan benar.Matamu menyipit melihat Chanyeol tanpa gentar sementara laki-laki itu memasang wajah licik.

“Jangan sekali-kali kau bicara lagi padaku, Park Chanyeol.Ucapanmu sudah kelewatan, sudah sangat jauh melampaui batas.”

Kamu berusaha turun dari tempat tidurmu dengan gesit, kamu ingin meninggalkan tempat ini secepatnya. Namun Chanyeol sudah menghadangmu terlebih dahulu, ia menghalangi jalanmu. Semakin kesal, kau pandangi Chanyeol dengan mata yang berapi-api.

“Minggir!!”

“Sepertinya kau tidak tahu kalau Kris mengirimkan ini padaku, tetangganya yang paling dekat dengannya.”

Kamu mengernyit saat melihat paket yang ada di tangan Chanyeol.Paket itu seukuran kertas A5, dan warnanya putih keunguan. Kamu tidak tahu apa jenis barang itu sampai Chanyeol menjelaskannya,

“Undangan pernikahan Kris Wu dan Ahn Ye Seol. Namamu..bukan Ahn Ye Seol kan?”

Wajahmu seketika menegang melihat barang itu, dengan hatimu yang serasa dihimpit batu raksasa.Pilu, tidak percaya, dan histeris menguasai seluruh isi hatimu.

“Kapan..kau menerimanya?”

“Pagi ini, saat kau masih tertidur.Makanya aku membawamu pergi secepat mungkin dari tempat pria itu agar kau tidak sakit hati.Harusnya aku tidak menunjukkan udangannya padamu, tapi karena kau memberontak, aku terpaksa menunjukkannya.Dan sekarang aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sedang berbaik hati padamu, dan kuharap kau mau menerimanya dengan lapang dada.”

Kamu merasa kakimu goyah dan ingin terjatuh, tapi tanga besar Chanyeol mencengkram tanganmu erat-erat.Kamu melihat ke arahnya dan rupanya Chanyeol sedang tersenyum lembut.

“Jangan khawatir noona, aku akan menjagamu.”

*

Kris POV

Kris sudah tidak mengerti lagi dengan apa yang sedang ia lakukan sekarang. Duduk di dalam bath up dengan pakaian lengkap, tanpa setetes air pun membasahi tubuhnya. Seperti boneka porselen yang diletakkan begitu saja, Kris merenungkan dirinya sendiri dalam diam. Kris berusaha mengingat kapan pertama kali ia jatuh cinta.

Gadis pertama yang membuatnya jatuh hati adalah teman SMP-nya di Amerika. Tidak seperti anak Amerika kebanyakan yang sarkastik dan realistis, gadis ini adalah murid yang ceria, rajin, dan memiliki paras yang indah. Kris berpikir ia adalah gadis yang cantik luar dalam, tapi setelah 3 tahun mengaguminya, Kris sadar kalau ia adalah wanita yang suka mendekati banyak laki-laki. Susah payah Kris berusaha menghilangkan perasaannya yang sudah sangat dalam, akhirnya ia pindah ke Korea setelah orang tuanya meninggal.

Kris masuk ke SMA khusus anak laki-laki, dan mulai kesulitan mencari pendamping.Di tahun terakhirnya di SMA, saat Kris masih melajang, saat dimana Suho mulai meragukan kejantanannya, Kris pun melirik guru UKS-nya sendiri. Guru itu lebih tua sekitar 5 tahun dari Kris tapi ia memang cantik dan sexy. Saat itu Kris benar-benar tergila-gila hingga ke tahap dimana ia memutuskan untuk mengencani gurunya tersebut. Namun setelah Kris menembaknya, guru tersebut panik dan ternyata ia sedang mengandung anak yang bukan hasil pernikahan. Dan bahwa guru itu akan segera menikah dengan laki-laki yang bertanggung jawab atas kehamilannya. Sekali lagi Kris patah hati.

Dua tahun Kris kuliah di jurusan bisnis. Pemikirannya yang dewasa pun mulai mengarahkan dia untuk mencari pasangan lain waktu saja, setelah ia bisa menguasai perusahaan ayahnya dan menjadi laki-laki yang mapan. Ia memeberitahukan Suho hal ini dan membuat kakaknya itu hanya bisa menghela nafas. Sama seperti seorang ayah yang khawatir dengan percintaan anaknya, Suho juga agak risih dengan keputusan Kris untuk melajang tersebut.Tapi Suho yang tidak bisa berbuat banyak hanya dapat mengarahkan Kris untuk menjadi CEO yang baik.

Kemudian di masa bekerjanya itulah nama Kris Wu semakin terkenal di kalangan gadis-gadis terpandang. Banyak yang bilang kalau Kris adalah pangeran yang keluar dari buku dongeng. Memang sih, Kris kan tampan, tinggi, berambut pirang, dan kaya raya. Wajarlah banyak gadis yang tergoda padanya.Namun sekali lagi, karena alasan mengenai perusahaannya yang harus dirawat dengan benar, Kris bahkan tidak sempat untuk melihat wanita barang sedetik saja.Hidupnya hanya berkutat pada dokumen-dokumen penting perusahaannya.

Hingga ia pun dipertemukan dengan Ahn Ye Seol. Puteri Walikota Busan yang manis namun pemaksa. Kris harus menikah dengannya kalau ia tidak mau hotelnya yang baru dibangun di Busan diruntuhkan. Kris sempat kecewa dengan cerita cintanya yang ternyata berakhir hanya dengan perjodohan.Tanpa cinta pula. Rasa kecewa itu akhirnya berubah menjadi frustasi yang akhirnya menggiring ia menuju seorang gadis yang kemudian akan sangat ia cintai dengan sepenuh hatinya, hatinya yang sempat membeku dan mustahil untuk bisa mencintai lagi. Gadis yang kehilangan seluruh memorinya dan menjadi gadis baru yang bertingkah tidak karuan, Song Yeon Ah.

Cara pertemuan Wu Fan dan Yeon Ah terasa sangat pas, seakan mereka memang ditakdirkan untuk berkenalan. Hingga alasan yang membuat Yeon Ah harus tinggal bersama dengan Wu Fan pun masuk akal walaupun tidak logis juga. Tapi dengan begitu, keduanya bisa saling mengenal dan saling mengerti.Dan tentu saja, berada dalam satu rumah pada waktu yang lumayan lama tidak bisa menghindarkan Kris dari degup jantungnya yang bangkit. Kris akhirnya menyukai Song Yeon Ah yang memang apa adanya, berbeda dengan gadis lain yang pernah ditemui oleh Kris.

Tanpa ia ketahui, semakin mereka berdua dekat, semakin banyaklah sakit hati yang akan mereka terima di kemudian hari. Semakin mereka mencintai, semakin banyak kebencian yang akan mereka rasakan. Dan pada akhirnya mungkin mereka tidak akan bisa bersatu, kecuali jika mereka sanggup bertahan dari berbagai rintangan. Tapi apa yang Kris lupakan adalah, bahwa setiap manusia memiliki kisahnya masing-masing, memiliki cerita kelam di masa lalu. Bahkan sebelum Kris mengetahui kisah masa lalu Yeon Ah, dia sudah memutuskan untuk menerimanya dengan utuh. Tapi jika ia tahu, mungkin saja hatinya akan patah lagi.

Kris menyalakan handphonenya yang masih ia matikan sejak ia berada di pesawat dari Amerika menuju Korea Selatan. Datanglah puluhan sms dari Suho yang sanggup membuat Kris sesak. Tentu saja Kris malas membacanya, maka ia hanya mencari pesan sms yang menarik.

From: Tante Suho

BOCAH!!! APA AKALMU SUDAH MENJADI KOTORAN KAMBING??? KENAPA KAU MENINGGALKAN YE SEOL BEGITU SAJA?!

From: Tante Suho

Kris, ayah Ye Seol barusan datang

From: Tante Suho

Dia datang dengan undangan pernikahan!!!
Kris membesarkan matanya begitu ia membaca pesan yang berada di bagian ujung. Apa maksudnya undangan pernikahan?

From: Tante Suho

Sekarang bukan saatnya untuk main-main, Wu Fan, kau harus cepat ke kantor untuk melihat undangannya. Ayah Ye Seol bilang pernikahanmu dipercepat karena Ibu Ye Seol sedang sakit parah dan diduga meninggal tidak lama lagi.
Kris seakan dihantam tronton.

Kris berjalan dengan tegap membelah puluhan pekerja yang membungkuk padanya. Kris tampak persis seperti seorang raja dengan tubuh tinggi serta penampilan elegannya yang sanggup membuat orang-orang berhenti dulu untuk memperhatikan dia. Sayangnya wajah Kris saat itu sangat kusut, ia juga tidak menyisir rambut pirangnya sehingga tampak acak-acakan. Tentu saja, dia baru pulang dari Amerika dengan perjalanan selama 12 jam kemudian ia bertengkar dengan Chanyeol. Belum sempat Kris menelangsa, ia sudah mendapat kabar buruk soal undangan pernikahannya dan sekarang berada di kantornya untuk bertemu dengan Suho.

“Kris!!”

Terdengar pekikkan Suho begitu Kris tampak di matanya. Itu adalah pertama kalinya Kris mendengar jeritan Suho setelah ia dimarahi ayahnya sendiri karena berteriak begitu nyaring saat bermain kejar-kejaran dengan Kris. Tentu saja Kris semakin kalut.

“Hyong..apa yang terjadi??”

Kris masih saja bertanya walaupun wajah Suho yang pucat sudah bisa menceritakan hampir semua kejadian yang telah ia lalui.

“Walikota… datang pagi ini, ia sendirian tanpa istrinya dan penampilannya acak-acakan. Di tangannya ia menenteng bungkusan yang amat sangat besar. Aku membukanya dan aku menemukan ribuan undangan pernikahan di dalamnya.Ia bilang kita harus memajukan tanggal pernikahannya karena Ibu Ye Seol sedang sakit parah. Awalnya aku ingin menolak habis-habisan, tapi melihat penampilan walikota yang biasanya riang tanpa beban sekaligus dictator itu yang berubah kacau..Tentu saja aku kaget.Aku juga tidak tega, Kris. Dan saat ia menyuruhku untuk langsung mengirim undangannya,, aku juga langsung melakukan apa yang diperintahkannya.. Tanpa izinmu terlebih dahulu. Kurasa minta maaf pun tidak cukup untukm-“

“Jangan berani-berani mengatakan maaf.Ini termasuk dalam kebodohanku juga.”

Nada Kris yang kasar sebenarnya berbeda jauh dengan perasaannya yang sesungguhnya.Suho baik hatinya, mudah tersentuh juga.Itulah yang membuat Kris selalu jatuh hati pada Suho.Jadi menurut Kris, tidak sepantasnya Suho meminta maaf karena kebaikannya sendiri.

“Kalau kau mau membatalkan pernikahannya, katakan saja padaku. Aku akan memohon pada walikota untuk membatalkannya juga. Aku tahu pernikahan ini terlalu cepat untukmu..”

“Jangan berisik.Aku sedang berpikir.”

Suho menggigit bibirnya setelah mendengar ucapan Kris. Sebenarnya tidak ada maksud lain, Kris hanya tidak mau mendengar permintaan maaf Suho. Setelah itu, mereka berdua tenggelam dalam diam, selama Kris memutar otak untuk pernikahannya. Tentu saja ia tak mau menikah dengan gadis centil seperti Ye Seol. Kemungkinan besar ia hanya akan menghambur-hamburkan uang perusahaan, Kris tidak mau itu terjadi. Ia tidak mau kerja kerasnya dan Suho dan ribuan pekerjanya yang dimulai dari pagi sampai pagi lagi itu disulap dalam sekejap hanya menjadi sepatu Louboutine atau tas Aigner.

Tapi di lain hal, jika ia menentang Ye Seol, maka ayahnya bisa saja meruntuhkan segala usahanya yang ada di Busan. Sementara Busan cukup berpengaruh pada penghasilannya.Suho dan ribuan pekerjanya pasti kecewa jika itu terjadi.

Kris menghela nafasnya lalu duduk di atas meja Suho, seakan meja itu lebih empuk dan nyaman dari kursi kerja milik Suho yang terbuat dari kulit asli. Suho menangkap keputus asaan dari raut Kris, dan ia pun tahu apa yang akan dikatakan Kris padanya.

“… Mau bagaimana lagi?Menikah saja deh. Tidak ada ruginya kan?”

Lagipula hubungannya dengan Yeon Ah juga sudah selesai.

*

Author POV

Song Yeon Ah memandangi wajah yang begitu damai dan manis yang tergolek di atas kakinya. Sementara kegelisahan melanda hatinya, sedaritadi pikirannya terus terombang-ambing, semua jenis perasaan bercampur aduk membuatnya bingung.Ia tidak tahu akan ia apakan Chanyeol. Bocah itu memang terlihat ceria dan ramah, tapi jika ia marah, atau keinginannya tidak terpenuhi, ia akan menjadi mahkluk yang mengerikan. Dan mahkluk itu sekarang sedang tertidur di kakinya.Yeon Ah tahu kalau bersama dengan Chanyeol itu sangat berbahaya, tapi Yeon Ah juga ingin menyembuhkan penyakitnya.Ia kasihan pada bocah itu.

Padahal ia harus melepaskan Kris jika ia mau menyembuhkan Chanyeol. Atau memang ia sudah lepas dari Kris? Yeon Ah masih bingung. Dan bahkan ia tidak tahu sama sekali kalau ketika ia sedang tertidur pulas tadi pagi, ada Kris yang datang untuk mencarinya. Untuk menjemputnya dan kembali hidup bersama.Otaknya yang polos karena hilang ingatan membuatnya percaya begitu saja pada Chanyeol.Malang sekali.

Apalagi ketika Chanyeol terbangun dan ia membuka mata bulatnya. Yeon Ah tidak bisa melakukan apa-apa selain memberikan senyuman manis padanya. Sementara jemari Chanyeol perlahan-lahan menyusup ke balik jemari Yeon Ah, dan membuat pipi Chanyeol memerah.

“Noona, jangan pergi dulu ya, aku belum sembuh benar.. Aku masih merasakan perutku sakit dan kepalaku berdenyut ketika aku memegang tanganmu..” bohong Chanyeol.

Tapi Yeon Ah tersenyum dan mengangguk padanya.

Your POV

“Noona cantik sekali hari ini..”

Kamu melirik Chanyeol yang barusan memujimu.Padahal kamu hanay berganti pakaian menjadi dress.

“Terima kasih..” balasmu sambil tersenyum.

Kau akui Chanyeol juga tampan setelah berganti pakaian menjadi kemeja putih lengan pendek dan sweater merah.Tapi tentu saja kamu enggan memujinya terlalu berlebihan.

“Hari ini aku akan mengajak noona pergi ke restoran, toko baju, dan taman bermain. Kita akan menghabiskan waktu berdua untuk melihat seberapa kuat daya tahan tubuhku terhadap wanita sekarang. Kau siap?”

Kamu menjawab hanya dengan endikan bahu sambil menampakkan wajah datar, membuat Chanyeol tertawa.

“Baiklah.Ayo pergi!” tiba-tiba Chanyeol menarik tanganmu keluar dari hotel.

Seperti apa yang ia katakan sebelumnya, ia benar-benar membawamu ke restoran yang terletak tidak jauh dari hotel tempat kalian menginap. Restoran ini termasuk mewah, dilihat dari orang-orang yang makan disini.Kebanyakan berpakaian bagus dan berwajah cantik.Ada yang alami dan ada yang hasil operasi plastik. Sambil melingkarkan tangannya di bahumu hingga membuat kalian tampak mesra, Chanyeol memesan makanan di depan meja kasir.

“Noona mau makan apa?” tanyanya.

Kamu melirik menu, tapi karena mahal akhirnya kamu hanya meminta pasta yangharganya agak murahan. Awalnya Chanyeol mengerutkan keningnya setelah mengetahui pesananmu, tapi akhirnya ia malah menyamakan makanannya. Kamu tersenyum tipis melihat tingkahnya.

Setelah Chanyeol mendapat makanan dan ia membayarnya, kalian pun duduk di bangku yang dekat dengan jendela. Ketika kamu melihat jendela yang menampakkan kesibukan masyarakat Korea, kamu merasa seperti de ja vu. Ketika kamu makan bersama Kris.Bedanya, tidak ada orang yang berbuat iseng padamu dengan memberikan bra baru.Tidak ada yang membuatmu kesal sendiri.Kenangan itu mengakibatkan sesak yang menyakitkan dalam hatimu. Padahal kamu sudah memutuskan untuk melupakan Kris berhubung dia akan menikah dengan Ye Seol. Memang sebaiknya kamu hanya fokus pada bocah di depanmu sekarang.

Chanyeol rupanya sedang memandangimu bingung , mulutnya pun ikutan berhenti mengunyah.

“Noona tidak suka makanannya?”Tanya Chanyeol dan kamu segera menggeleng.

Kamu dan Chanyeol mengobrol banyak sekali di restoran, dan setelah Chanyeol pikir kalian sudah terlalu lama berada di restoran, akhirnya ia membawamu ke taman bermain yang cukup besar di kota ini. Layaknya berjalan bersama anak kecil, tak bosannya kamu tertawa mendengar ocehan Chanyeol yang tidak pernah berhenti setelah menaiki suatu wahana.Atau matanya yang berbinar jika melihat permainan yang seru.Walaupun saat yang paling canggung adalah ketika Chanyeol memegang tanganmu sepanjang hari.Membuatmu gugup sekaligus risih.

Hingga siang hari yang terik berubah menjadi malam yang sendu, taman bermain ini bahkan berubah menjadi semakin lebih indah ketika lampu-lampunya dinyalakan. Terasa lebih romantis.Dan benar saja, mulai muncul pasangan-pasangan yang mengumbar kemesraan di depanmu dan Chanyeol.Kamu melirik anak itu yang juga memperhatikan pasangan-pasangan yang lewat dan bisa kau lihat pipinya merona merah.Ia bahkan melepaskan kaitan tangannya darimu. Kamu menahan tawamu.Chanyeol memang anak yang masih terlalu muda di tubuhnya yang sangat dewasa.

Kalian berdua berjalan menyusuri taman bunga yang dipadati oleh penjual gulali, balon, dan boneka. Berjalan ringan, dengan kecepatan yang sama, dan tujuan yang sama. Tapi langkah kalian tiba-tiba berhenti, ketika kalian melihat pasangan yang berciuman dengan sangat sensual di depan kalian. Kamu meneguk ludahmu karena panik dan menutup kedua mata Chanyeol agar bocah itu tidak melihatnya.

Di balik telapak tanganmu kamu mendengar tawa Chanyeol. Kamu melirik ke arahnya dan di saat yang sama, tangan besar Chanyeol menangkap tanganmu yang menutupi matanya. Ia menurunkan tanganmu perlahan-lahan sambil masih menggenggamnya, lalu dengan cepat ia memeluk pinggangmu. Ia mendekatkan tubuhmu padanya, dan bibirnya mengecup bibirmu singkat.

“Manis sekali..” bisiknya.

Kamu tidak bisa bergerak karena kaget. Matamu berkedip berkali-kali, dengan irama yang sama dengan debaran jantungmu yang meningkat.Namun belum sempat kamu menenangkan dirimu, Chanyeol sudah mencium bibirmu lagi. Tapi kali ini ia sangat membabi buta, hingga membuatmu lemas tidak berdaya. Tidak seharusnya kamu membiarkan ini terjadi.Chanyeol sudah melewati batasnya.

Maka kamu berusaha mengumpulkan tenagamu lagi, lalu dengan bahumu, kamu mendorong badan Chanyeol agar menjauhimu.Chanyeol mundur 3 langkah dengan raut terperangah.Kamu menatapnya penuh kebencian, dan kamu ingin sekali meninjunya, tapi Chanyeol memelukmu.

“Maafkan aku, noona.. Aku mohon maafkan aku.. Tapi aku rasa aku sudah sangat mencintaimu, aku sudah sembuh karenamu..Terima kasih, noona.”

Kamu berdiam diri sepanjang perjalanan menuju ke hotel.Kamu marah pada Chanyeol yang dirasa bahkan tidak sadar kalau kamu marah.Ia masih bercerita panjang lebar soal perasaannya yang kini tidak penting lagi bagimu. Kamu, yang ngambek, langsung menyingkir ke meja makan sesampainya di hotel. Sementara Chanyeol masih juga berbicara, ia duduk di atas ranjangnya.

“Noona?Kenapa diam disitu? Ayo sini..”

Chanyeol dengan wajah polos menepuk-nepuk tempat tidur.Justru wajah polo situ membuatmu semakin bernafsu untuk menghajarnya yang sudah menjatuhkan harga dirimu.Kamu tidak menjawab pertanyaannya dan malah memandang Chanyeol dengan kemarahan.Saatnya kamu memarahinya.

“Tadi kau bilang kau sudah sembuh kan?” tanyamu langsung.

Kamu melihat Chanyeol menaikkan alisnya, agak tidak suka dengan arah pertanyaanmu.

“Iya..lalu kenapa?”

“Kalau kau sudah sembuh, kurasa ini saatnya untuk pulang.” Kamu menjawab tegas.

“Apa?”

“Aku akan kembali ke Seoul hari ini juga.”

Seketika wajah Chanyeol berubah pucat, sepertinya ia benar-benar syok. Tapi kamu masa bodoh saja, kamu membenahi barang-barangku dengan gesit.Setelah semuanya rapi, kamu berjalan menuju pintu keluar.Dan seperti dugaanku, Chanyeol menghalangi jalanmu.Kamu berpikir kalau sebaiknya kau hardik saja Chanyeol supaya dia takut padamu.Namun semua rencanamu melayang dalam satu detik saja ketika kamu melihat kedua bola matanya.Mata Chanyeol, dingin sekali.Gelap dan kelam, berbeda jauh dengan matanya yang tadi bersinar-sinar.

Sepertinya ia benar-benar marah padamu. Bisa kau rasakan jantungmu yang berdenyut kencang karena ketakutan yang menimpamu.Matanya sanggup membuat bulu kudukmu berdiri.

“Tidak boleh.” Ujarnya.

Ia merebut tas dari peganganmu lalu membantingnya ke lantai. Tentu saja kamu sangat terkejut atas perlakuannya padamu.

“Apa maksudmu tidak boleh? Kau kan sudah sembuh, dan kau bilang aku boleh pergi kalau kau sudah kembali normal. Jadi sekarang minggirlah, Chanyeol. Aku harus pulang..”

“AKU BILANG KAU TIDAK BOLEH PULANG!!”

Kamu melompat karena suaranya yang menggelegar membentakmu.Chanyeol menarik tanganmu dengan paksa dan ia mendorongmu hingga punggungmu membentur dinding. La;u tanpa aba-aba ia mencium bibirmu lagi. Ciumannya kasar dan penuh nafsu, membuatmu amat sangat takut.Sekuat tenaga kamu berusaha menjauhkan diri darinya, kaupukul dadanya dan kautendang kakinya.Tapi Chanyeol malah memenjarakanmu dengan kedua tangannya.Ciumannya semakin kuat dan bernafsu bahkan turun ke lehermu.Kamu membendungair matamu sekuat mungkin, tidak ingin terlihat lemah.

Kamu kemudian sadar kalau Chanyeol adalah pembohong besar.Ia tidak menjagamu sesuai janjinya padamu pagi ini. Ia malah melukai perasaan dan harga dirimu. Park Chanyeol begitu berbanding terbalik dengan Kris Wu. Biar Kris adalah laki-laki yang hatinya dingin, tapi ia selalu merawatku, dan ia selalu menjagamu. Dan betapa tololnya kamu, baru tersadar akan hal itu sekarang, ketika kamu bisa kehilangan keperawananmu di tangan Chanyeol. Semua sudah terlambat. Kris akan menikah dalam waktu dekat, dan kemungkinan terbesar kamu akan terperangkap bersama laki-laki kurang ajar ini hingga ingatanmu pulih.

Rasa sesak memenuhi rongga dadamu.Sesak itu juga menyakitimu, di tahap dimana rasanya dadamu mau meledak.Kemudian air matamu akhirnya tumpah juga, mengalir deras menuruni pipimu dan sanggup membuat Chanyeol menghentikan aksinya. Dengan kaget ia memandangi wajahmu yang merah padam. Ia meletakkan jempolnya di dagumu lalu menarik wajahmu padanya. Dengan telunjuknya ia mengelap tetesan yang tidak berhenti itu.

“Noona..jangan menangis, aku melakukan ini karena aku mencintaimu. Tidak, ini bukan sekedar cinta.Aku sudah terobsesi padamu. Maafkan aku, noona.. Aku ingin memilikimu seutuhnya..”

Kamu melihat Chanyeol tersenyum, tapi kamu langsung membuang wajahmu.Dan tanpa kau sangka-sangka, Chanyeol membuka pakaiannya. Sweater merahnya lalu kemeja putihnya satu per satu, kemudian ia melemparnya ke lantai. Kamu terbelalak melihat kelakuannya.Kamu tidak mengerti dengan keadaan yang sedang berlangsung di sekitarmu hingga Chanyeol dengan kasar menarikmu lalu menjatuhkanmu di atas ranjang. Cara yang sama dengan cara ia melempar pakaiannya ke lantai. Kamu hanya seperti barang baginya.

Lalu segala ketakutanmu terjadi.Chanyeol yang tidak mengenakan atasan apapun menindihmu dan langsung melumat bibirmu. Walaupun kamu tidak memberikan balasan, sepertinya ia tetap menikmatinya. Air matamu berhenti mengalir, karena ternyata percuma saja menangis sampai menjadi darah atau batu sekali pun.Harga dirimu yang perlahan-lahan runtuh karena Park Chanyeol menyebabkan perasaanmu mati rasa.Jadi layaknya orang yang terbelakang, kamu diam saja sementara Chanyeol terus mengeksplor tubuhmu.Bahkan jemarinya sudah berada di kancing dressmu, siap membukanya.

Kamu tahu ketika ia berhasil membuka bajumu, maka berakhirlah kehidupanmu sebagai gadis. Oleh sebab itu tanganmu dengan cepat menggenggam tangan Chanyeol.Pria itu melirik wajahmu yang datar dengan bingung.

“Ada ap-“

“Aku mengizinkanmu untuk melakukan apa pun yang kau inginkan padaku, sepuasnya, bahkan hingga kau mati bosan. Tapi dengan satu syarat,”

Chanyeol menyipitkan matanya.

“Cepat katakan.”

“Kau mau mengikat hubungan yang resmi denganku.”

“Ha?”

“Menikahiku, dan kau bisa mendapatkanku seutuhnya.”

Kerutan di dahi Chanyeol semakin bertambah dan kamu tahu kalau dia kaget. Tak lama kemudian ia pun menarik dirinya dariku, dipungutnya lagi bujunya untuk ia pakai.

“baiklah, aku akan menikahimu.”

Walaupun tetap saja pernyataan itu sangat mengganggumu, tapi setidaknya kamu lega karena kamu masih baik-baik saja hari ini.

Sekarang sudah sangat larut, Chanyeol sedang tertidur pulas. Tapi sialnya, sambil tertidur Chanyeol memeluk tubuhmu dengan erat seakan ia takut kehilanganmu. Gara-gara ini kamu tidak bisa banyak bergerak.Sekedar memikirkan rencana kabur pun sepertinya sulit.Karena tidak bisa tidur, sedari tadi kamu hanya melamun, mendengarkan suara detik jam dinding yang nyaring.Untungnya, setelah melamun cukup lama kamu teringat akan sesuatu.

Chanyeol memiliki handphone yang seingatmu diletakkan di samping badannya setelah menelpon ibunya sebelum tidur.Setelah berpikir berulang kali, akhirnya kamu memantapkan keberanianmu untuk merampas handphonenya. Dengan susah payah dan penuh perasaan mencekam dari dalam hati, kamu melepaskan diri dari Chanyeol. Kamu berusaha untuk dapat menemukan handphone Chanyeol yang harusnya tersembunyi di balik badannya… dan yah, kamu melihatnya.

Sekali lagi berusaha keras untuk meraihnya, kamu tidak bisa bergerak banyak karena tidak ingin Chanyeol bangun.Setelah terus-terusan menggapai-gapai ke balik badannya yang besar akhirnya kamu bisa mendapatkannya.Perasaan senang langsung memenuhi dirimu namun kamu tahu kamu tidak boleh berlama-lama.Kamu harus memanfaatkan keadaan ini dengan sebaik mungkin.Tanganmu yang bergetar mulai membuka kunci handphone Chanyeol, segera kamu mengirimkan sms pada siapa lagi kalau bukan Kris.Kamu tidak rugi karena telah menghafal nomer teleponnya yang ternyata sangat berguna sekarang.

To: 099-103-****

Kris, ini yeon ah aku bnr2 takut, chanyeol sgt mengerikan kumohon dtg aku ada di

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Seluruh tubuhmu seketika membeku ketika kamu mendengar suara Chanyeol yang penuh amarah. Ketika kamu berbalik, rupanya ia sudah terjaga dan kamu tidak bisa menjelaskan betapa mengerikannya wajah Chanyeol. Ia duduk lalu mencengkram kerah piyamamu dan mengguncang-guncangkan tubuhmu dengan kasar.

“Kutanya apa yang sedang kau lakukan?!!”

Kamu takut Chanyeol merebut handphonenya darimu, maka kamu langsung saja menekan tombol kirim.

Kris POV

Kris sedang dalam upaya menghilangkan stressnya dengan bekerja lebih giat lagi. Sudah seharian ia berkutat dengan komputernya, tanpa jeda sedikit pun. Kadang ia harus menelpon clientnya, kadang juga ia harus mencari dokumen-dokumen yang hilang. Makan siang dan makan sore yang sudah disiapkan oleh Suho tidak disentuh sama sekali.

Air putih pun tidak diminum. Dari rasa lapar yang membuat perutnya sakit sekali hingga akhirnya perutnya mati rasa, ia tetap tidak memberikan asupan apapun pada tubuhnya. Ia membuat Suho, dan juga pekerja-pekerja lainnya merasa khawatir padanya. Tapi ia menyiksa dirinya sendiri karena ia tahu, dengan cara begini ia akan bisa melupakan masalah pernikahannya.

Dan saat malam baru akan berganti menjadi pagi, pekerjaan Kris akhirnya usai. Baru saja Kris berhenti mengetik, ia merasakan pening yang luar biasa menghantam kepalanya. Kris lupa kalau ia punya masalah dengan darah rendahnya. Cepat-cepat ia meneguk air putihnya untuk mengembalikan daya tahan tubuh.

Namun Kris tahu, satu-satunya yang bisa mengembalikan kondisinya seperti biasa hanyalah senyuman Song Yeon Ah. Gadis paling cantik yang ia kagumi sejak ia melihatnya pertama kali. Kris galau, dengan dengan sedih ia menatap ponselnya yang ia genggam. Ia ingin sekali menelpon apartemen Chanyeol, tapi ia terus teringat kata-kata Chanyeol yang tajam. Bahwa Kris sudah menyakiti Yeon Ah dan bahwa Chanyeol akan menjaganya, mencintainya dengan sangat baik.

Setelah perasaannya berkecamuk hingga membuat dada Kris sakit, akhirnya ia hanya menggeletakan handphonenya kembali di atas mejanya. Handphone yang harusnya ketika Kris buka, akan ditemukan sms Yeon Ah yang membutuhkan pertolongannya.

Tapi Kris tidak tahu dan setelah ia menguap lebar, ia pun terbawa tidur hingga siang datang.
-TBC-

a/n: EBUSET PANJANG BENER. Dan gue tahu bahasanya agak-agak-ngejelimet-tapi-bijaksana-sekaligus-manis-menguak-kebenaran-secara-aktual-dari-kisah-seputar-selebritis-mwach. Hahaha ini semua gegara gw baru beli novel The Moon That Embraces The Sun yang bahasanya bener-bener ngejelimet-tapi-bijaksana-udah-jangan-diulang-lagi. Gue rekomen banget novel itu buat para pecinta sastra yang tertarik sama dunia korea jaman dinasti joseon. /seakan dunia ini ada dua, dunia iya dunia dan dunia korea/ /lunya aja yg lebay

sebenernya cerita yang part ini agak-agak serem yah? Karena si Chanyeol yang biasanya periang, suka pelatat pelotot dengan rambut kribo ala bulu ketek Yunho tiba-tiba gue ganti imagenya jadi image anak mapia yang penuh obsesi. / mafia woy

Sengaja sih, soalnya cerita kita ini kawan-kawan, bentar lagi akan masuk klimaks! MOHAHAHIHI *ketawa luciper*. Maka untuk komen yang sudah saya terima sejauh ini saya bersyukurrrrrr banget!! Makasih ya semuanya yang udah dukung author, saranghaeyo yeongwonhi (selamanya), atau saranghaeyo sampe author kawin samaAfgan deh. Semoga gak bosen ya sama ceritanya, kalo bosen ya mau gimana lagi. Lupain aja Helo Mr. Wu./kemudian angin musim gugur semilir menerbangkan rambut, mengeringkan air mata, menguapkan air ketek (?) /KETEK YUNHO

Oh ya, sekedar info nih, FF Dear Chanyeol udah gue luncurin (?) di blog gue, http://risolkris.wordpress.com. Jangan lupa main ya~~ Trus kalau ada yang punya pertanyaan atau mau ngancem gue pake golok lagi silakan kasih di komen ya (?)

Sip map terlalu banyak bicara saya, Thelia pamit undur diri.

-@TaeyeonSwag (tadinya @rollingkris tapi ganti nama) /TADI KAN UDAH BILANG /gapapa buat promosi /NGOK.

68 pemikiran pada “Hello Mr. Wu! (Chapter 6)

  1. ini FF lanjut apa ngga’ thor?? ini kan udah 2016 !
    apa mmang nggak dilanjutin? kan sayang klo FF sebagus ini ngga’ lanjut! bikin gregret gara gara ngga’ nemu lanjutan FF ini

    #I’m new reader

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s