Butterfly (Chapter 1)

BUTTERFLY

TITLE: BUTTERFLY

AUTHOR: VENUS_228

MAIN CAST

  1. HUANG ZI TAO
  2. HAN HYUN KYUNG
  3. OH SEHUN

SUPORT CAST

  1. WU YI FAN
  2. XI LUHAN
  3. PARK EUN JI

GANRE: ROMANCE

LEGHT: CHAPTER

Author talk: Annyeong chigudeul. Kita ketemu lagi. Ini ff kedua author setelah Stand by me. Semoga kalian suka. Satu lagi walaupun banyak kesalahan, ff ini murni hasil karya author yang berasal dari imajinasi author dan di tulis dengan perasaan. Author harap kalian suka ff ini *senyum semanis mungkin bareng TaoRis*

Butterfly 1

AUTHOR POV

Entah ini sudah yang keberapa kalinya. Dia kembali berdiri di sana. Di depan jendela sebuah ruangan. Menatap sosok seseorang yang berada di dalam ruangan itu. Dia kembali tersenyum sementara jantungnya berdebar kencang. Selalu seperti ini. Setiap kali dia melihat pria itu jantungnya selalu berdetak di luar batas normal.

Dia kembali menatap ke dalam ruangan. Menatap pria itu yang sedang sibuk memainkan tongkat di tangannya sambil memperagakan jurus-jurus beladiri yang dikuasainya. Dia kembali tersenyum untuk yang kesekian kalinya. Menatap pria itu sedang berlatih dari jauh selalu berhasil membuat perasaannya menjadi lebih baik. Selalu berhasil mengukir senyum manis di wajahnya.

Tapi hanya itu yang bisa dilakukannya. Dia hanya bisa melihat sosok pria itu dari jauh karena tak mungkin baginya untuk berada di dekat pria itu. Dia popular, pria itu sangat popular. Terlalu banyak orang di dekatnya. Terlalu banyak gadis yang juga mengidolakannya. Sehingga tak ada kesempatan untuknya mendekati pria itu. Atau hanya sekedar berkenalan dengannya.

Selain itu dia merasa tak pantas berada di dekat pria itu. Dia hanya gadis biasa. Tidak cantik dan juga tidak memiliki otak yang jenius. Dia hanya gadis biasa yang bermimpi bisa menjadi seekor kupu-kupu. Aneh memang, dan dia juga tau akan hal itu. Tapi dia tetap ingin seperti kupu-kupu, terlihat cantik di mata orang walaupun sebenarnya dia yang paling buruk diantara yang lain dan bisa terbang dengan bebas tanpa memikirkan batas waktu hidupnya yang tak lama.

Gadis itu kembali tersenyum namun kali ini senyum hambar yang terlukis di wajahnya. Dia berhasil menemukan kemiripan dirinya dengan kupu-kupu, yaitu umur mereka sama-sama singkat.

Girl

I can‘t explain what I feel

 

 Ou~Oh baby

My baby, baby, baby, baby

Yeah~Yeah

 

Dia terlonjak kaget begitu mendengar handphonenya berbunyi dengan keras. Dia berbalik membelakangi jendela sambil mengambil hanphonenya dari dalam tas. Dia tersenyum kecil melihat nama yang muncul di layar dan langsung mengangkat telpon itu.

“ Yoboseo, oppa?….. Ne, aku sedang di luar…….. Mm, makan siang? Boleh juga asal oppa yang bayar……. Mm, baiklah. Sampai jumpa, oppa.” Dia lalu kembali memasukkan handphoenya ke dalam tas dan berbalik. Namun pria itu sudah menghilang.

Dia tertengun. Ke mana perginya pria itu? Apa dia sudah pulang atau sedang beristirahat di pojok ruangan yang tak terjangkau  oleh pandangan gadis itu?  Dia berdecak kesal lalu berbalik, berniat untuk pergi dari tempat itu. Dan dia terkejut sementara jantungnya seolah berhenti berdetak. “ Omona…!!!”

 

HUANG ZI TAO POV

“ Omona….!!!”

Gadis itu terkejut melihatku yang berdiri tepat di hadapannya. Bukan maksudku untuk membuatnya terkejut seperti ini. Aku hanya penasaran dengannya yang sudah berdiri di tempat ini dari awal aku memulai latihanku hari ini. Dan ini sepertinya bukan yang pertama kalinya.

“ Siapa kau? Dan apa yang kau lakukan di sini?”

“ Aku hanya kebetulan lewat dan tertarik melihat gerakanmu.” Gadis itu menjawab pelan sambil mengalihkan tatapannya dariku.

“ Jinja?” tanyaku ragu. “ Kau bukan bagian dari mereka, kan?”

Dia menatapku dengan bingung. “ Mereka siapa?”

“ Para yoeja yang berusaha menarik perhatianku itu.”

Dia menatapku dengan tatapan terkejut lalu tertawa sinis. “ Maksudmu aku salah satu penggemarmu itu? Hahaha…. Kau salah. Sangat salah.”

“ Lalu untuk apa kau ada di sini?”

“ Sudah kukatakan tadi aku kebetulan lewat dan tertarik untuk melihat gerakanmu. Hanya itu. Tak lebih.”

Aku menatap sosoknya dari atas ke bawah lalu kembali menatap wajahnya. Dia membalas tatapanku dan berdecak kesal. “ Aku tau kau tak percaya tapi kukatakan sekali lagi kalau aku bukan bagian dari para yoeja yang berusaha menarik perhatianmu. Lagipula kau juga bukan tipeku.” Setelah mengatakan hal itu dia pergi. Sementara aku terkejut mendengar perkataannya.

Ya ampun!! Untung saja dia wanita. Kalau bukan sudah dari tadi aku melemparnya dengan tongkat di tanganku ini.

Girl

I can‘t explain what I feel

 

 Ou~Oh baby

My baby, baby, baby, baby

Yeah~Yeah

 

Aku mengambil handphone dari dalam saku celanaku dan langsung mengangkat telpon yang masuk begitu melihat nama yang muncul di layar. “ Ne, gege?…… Mm, aku baru selesai. Wae?… Makan siang? Boleh juga. Di mana?……. Baiklah. Aku ke sana. Sampai jumpa, gege.” Aku kembali memasukkan handphoneku ke dalam saku lalu kembali masuk ke dalam ruang latihan. Membereskan barang-barangku lalu segera pergi untuk menemui hyungku.

 

HAN HYUN KYUNG POV

Aku tersenyum manis begitu memasuki kafe dan menemukan sosok pria yang kucari duduk di salah satu meja yang terletak di pojok rungan dan menghadap ke jendela kaca yang besar. Aku langsung menghampirinya dan melihatnya tersenyum begitu melihatku.

“ Oppa. Sudah lama menunggu?” tanyaku lalu duduk tepat di depannya.

Dia tersenyum lalu menggeleng pelan. “ Anii. Aku juga baru datang.” Lalu dia mengangkat tangannya untuk memanggil seorang pelayan. “ Kau ingin memesan apa?” tanyanya padaku begitu pelayan yang dipanggilnya menghampiri meja kami.

“ Mm….., terserah oppa saja.” Jawabku sambil tersenyum manis. Dia membalas senyumku lalu menatap sang pelayan. “ Baiklah. Aku pesan ice capucino latte dan hot capucino.”

Pelayan itu mengangguk mengerti sambil mencatat pesanan. “ Baiklah. Tolong tunggu sebentar.” Lalu pelayan itu pergi.

“ Jadi, oppa, ada apa kau tiba-tiba mengajakku makan siang? Kau sedang tidak sibuk?” tanyaku.

“ Aku ingin mengenalkanmu pada seseorang. Selain itu aku ingin memastikan keadaanmu.”

Aku tersenyum. “ Nan gwenchana, oppa. Ngomong-ngomong kau ingin mengenalkanku pada siapa?”

“ Nae dongsaeng. Aku ingin mengenalkanmu pada dongsaengku.”

“ Mwo? Oppa kau punya dongsaeng selain aku? Kris oppa, kenapa kau tak pernah cerita kalau kau punya dongsaeng selain aku?”

Dia tertawa geli lalu mengacak rambutku gemas. “ Wae? Kau marah karena aku punya dongsaeng?”

Aku mengangguk tegas. “ Kau hanya boleh punya satu dongsaeng, dan itu aku. Aku tak ingin membagi kasih sayangmu dengan yang lain, oppa.”

Dia kembali tertawa mendengar penjelasanku yang kekanakan. Tapi aku tak peduli karena yang kukatakan benar. Aku sama sekali tak ingin membagi kasih sayang oppa dengan yang lain. Meskipun dengan dongsaengnya sendiri. Kris oppa hanya boleh menyayangiku.

“ Begitu sayangnya kah kau padaku sampai kau cemburu pada dongsaengku sendiri?” godanya dan aku hanya mendelik kesal. Dia kembali tertawa kecil. “ Tenang saja, Kyung-ah. Aku akan tetap menyayangimu.”

“Lalu ada urusan apa hingga kau mau mengenalkan dongsaengmu itu padaku, oppa?” tanyaku masih sedikit kesal.

“ Aku ingin kau tinggal bersamanya. Karena aku khawatir tak ada yang akan menjagamu jika kau tinggal sendiri seperti sekarang.”

“ MWO? Shirreo!!! Aku bisa menjaga diriku sendiri.” Tolakku. Yang benar saja!!! Aku disuruh tinggal dengan orang yang belum pernah kutemui sama sekali!! Mendengar tentangnya saja baru sekarang. Ck, kadang aku bingung kenapa aku sangat mengidolakan namja ini. Dia memang sangat baik dan perhatian, tapi kadang dia bisa jadi sangat membingungkan dan menjengkelkan seperti sekarang.

“ Aku yakin kau dapat menjaga dirimu, Kyung-ah. Tapi aku takut kalau tiba-tiba kau mendapat ‘serangan’ saat kau sendiri.”

Aku terdiam mendengar penjelasannya. Kris selalu tau cara membuatku diam. Kali ini pun begitu. Hanya dengan satu kata itu ‘serangan’, berhasil membuatku diam dan mood ku yang bagus langsung menguap begitu saja. Rasanya aku ingin segera pergi dari tempat ini.

“ Mianhe, Kyung-ah. Aku hanya khawatir padamu.” Katanya menyesal. Sadar kalau perkataannya tadi berhasil membuat moodku hilang.

Aku tersenyum kecil sambil mengangkat bahu. “ Gwenchana oppa. Kau tak perlu merasa menyesal seperti itu. Lagipula perkataanmu memang benar.” Kali ini dia yang terdiam mendengar perkataanku.

Aku menatap wajah tampannya untuk beberapa saat lalu mengalihkan pandanganku keluar jendela sambil menunggu pesananku datang. Menatap orang-orang yang sedang berlalu lalang di depan kafe.

“ Gege!!!” mendengar panggilan itu membuatku langsung menatap Kris yang sedang tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya. Tak salah lagi yang datang pasti dongsaengnya. Karena panggilan ‘gege’ itu hanya digunakan di China dan Kris adalah kelahiran china-kanada. Pasti panggilan itu ditujukan untuknya.

Aku menoleh begitu kursi di sampingku ditarik oleh seseorang. Dan aku langsung terpaku menatap namja yang duduk di sampingku itu. Sementara dia menatapku dengan mata tajamnya.

 

HUANG ZI TAO

“ Gege!!!” panggilku dan Kris gege tersenyum melihat kedatanganku sambil melambaikan tangannya. Aku langsung menghampirinya dengan langkah pelan saat menyadari kehadiran seseorang yang duduk tepat di hadapan Kris gege.

Siapa yoeja itu? Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat. Tapi aku tak ingat di mana. Ya sudahlah. Mungkin yoeja itu teman Kris gege. Aku langsung menarik kursi kosong di samping yoeja itu lalu duduk. Dan hal itu membuatnya menoleh kearahku.

Aku menatapnya dan sedikit terkejut. Dia. Dia yoeja yang tadi melihatku berlatih. Dan sepertinya dia juga terkejut melihatku.

“ Gege, siapa yoeja ini?”

“ Oppa, dia dongsaengmu?”

Kami kembali saling menatap sementara Kris gege tampak bingung dengan pertanyaan kami yang terlontar bersamaan.

“ Oppa?” tanyaku sambil menatapnya sinis. “ Punya hubungan apa kau dengan Kris gege sampai memanggilnya oppa?”

“ Bukan urusanmu.” Jawabnya lalu menatap kearah Kris gege. “ Oppa, jadi dia orang yang ingin kau kenalkan padaku?”

Kris gege mengangguk sementara aku menatap mereka berdua secara bergantian. “ Wae? Sepertinya kalian sudah saling mengenal.”

“ Anii.”

“ Ne.”

Kami kembali saling menatap karena mendengar jawaban masing-masing. Apa maksudnya dia sudah mengenalku? Aku bahkan baru bertemu dengannya tadi dan pertemuan itu termasuk kurang baik. Bagaimana dia bisa mengenalku?

Dia tersenyum sinis lalu mengalihkan pandangannya dariku. “ Tak ada orang yang tak mengenal Huang Zi Tao. Karena dia termasuk dalam kategori namja popular yang sangat dikagumi.” Jelasnya lalu kembali tersenyum sinis.

Ck, aku hanya meliriknya kesal. Kalau seandainya dia bukan seorang yoeja, sudah dari tadi aku memberinya pelajaran dengan satu atau dua kali tinjuku di wajahnya. Aku mengalihkan tatapanku sementara seorang pelayan membawa nampan berisi secangkir hot capucino dan segelas ice capucino lalu meletakkannya di depanku. “Kkhamsahamnida.” Kataku lalu meraih gelas yang berisi ice capucino itu.

Namun sebuah tangan lain juga terulur untuk mengambil gelas itu. Aku langsung menoleh dan menatap yoeja aneh itu yang juga sedang menatapku. “ Apa yang mau kau lakukan?” tanyaku dingin.

“ Aku mau mengambil ice capucinoku.” Jawabnya tak kalah dingin.

Aku menatapnya dengan satu alis terangkat. “ Punyamu? Siapa yang bilang kalau ice capucino ini punyamu?”

Dia mendengus. “ Aku memesannya lebih dulu. Sementara kau dari tadi belum memesan sama sekali. Jadi ice capucino itu punyaku.” Aku hanya mendengus mendengar perkataannya itu tanpa berniat memberikan ice capucino itu padanya.

“ Tao.” Aku langsung menatap Kris gege begitu mendengar panggilannya. “ Berikan ice capucino itu padanya dan aku akan memesankan yang lain untukmu.”

Aku menggeleng. “ Aku mau yang ini saja. Boleh ya gege?” rengengku dan kulihat yoeja itu tersenyum sinis untuk yang kesekian kalinya.

“ Aku akan memesankan satu lagi untukmu Tao.” Aku kembali mendengus lalu memberikan ice capucino itu pada si yoeja aneh. Sementara Kris gege langsung memesankan satu lagi untukku.

“ Dasar childish.” Ejek yoeja itu pelan sambil mengambil ice capucinonya. Aku miliriknya kesal lalu kembali menatap Kris gege. “ Jadi ada apa sampai tiba-tiba gege mengajakku makan siang?” tanyaku sambil berusaha tak mempedulikan yoeja yang duduk di sampingku itu.

“ Aku ingin menitipkan seseorang di tempatmu. Atau anggap saja aku memberikanmu seorang roommate.”

“ Nugu?” tanyaku. Kris gege hanya diam lalu menatap yoeja di sampingku.

“ MWO? Shirreo!!!” tolakku langsung begitu menyadari siapa yang dimaksud oleh Kris gege.

“ Come on, Tao. Aku khawatir kalau dia tinggal sendirian. Sementara dia tak punya siapapun di sini selain aku.”

“ Kalau begitu kenapa tak di tempatmu saja?”

“ Kalau dia tinggal di tempatku sama saja dia tinggal sendiri. Selain itu di tempatku hanya ada satu kamar sementara di tempatmu kan ada dua kamar.”

“ Shirreo!! Aku tetap tak ingin tinggal dengan yoeja aneh yang belum ku kenal ini.” Aku tetap menolak. Sementara Kris gege diam sambil menghela napas pelan. Tampak sedang berpikir.

“ Sudahlah, oppa. Aku bisa tinggal sendiri dan menjaga diri. Kau  tak perlu khawatir seperti itu. Lagipula aku juga tak ingin tinggal dengan namja childish sepertinya.”

Aku langsung menoleh dan menatapnya dingin. Berusaha menahan diriku untuk tak menyerangnya sementara dia tampak santai sambil kembali meminum ice capucinonya.

“ Bagaimana kalau aku akan menuruti semua permintaanmu asal kau mau membiarkannya tinggal di tempatmu dan menjaganya untukku.” Bujuk Kris gege yang berhasil membuatku langsung kembali menatapnya.

Aku diam beberapa saat. Memikirkan tawaran Kris gege yang cukup menggoda itu. Tapi, aku harus tinggal dengan yoeja aneh ini? Shirreo!! Tak ada untungnya bagiku yang justru dia akan menyusahkanku. Eh, tunggu dulu. Kalau yoeja ini tinggal di tempatku otomatis dia harus menurutiku, kan.

Aku tersenyum kecil. Bagus sekali. Aku akan mendapatkan seorang pengurus rumah tanpa perlu repot-repot mencarinya. Aku lalu menatap Kris gege yang juga masih tetap menatapku. “Baiklah. Asal gege tak lupa dengan janji gege padaku.”

Kris gege tersenyum lebar lalu mengacak rambutku gemas. “ Tenang saja, aku pasti selalu menepati janjiku.”

“ Aku pasti akan menangihnya.” Lalu aku menatap yoeja aneh yang duduk di sampingku sambil masih menikmati minumannya tanpa mempedulikanku dan Kris gege sama sekali. “ Jadi, apa aku harus mengantarnya dulu mengambil barang-barangnya atau….”

“ Tenang saja. Aku sudah mengemasi barang-barangnya dan menyuruh orang untuk mengantarnya ke tempatmu.”

“ MWO??!!” aku terkejut karena mendengar teriakan yoeja itu tepat di telingaku. Aku langsung menoleh dan menatapnya kesal. Sementara dia sama sekali tak menghiraukanku dan menatap Kris gege.

“ Oppa, tadi kau bilang apa? Kau sudah mengemas semua barang-barangku? Bagaimana bisa?” tanyanya agak panik. Aku heran. Kenapa dia harus panik seperti itu mendengar perkataan Kris gege tadi?

“ Apa kau lupa? Kan kau sendiri yang memberikan kunci apartemenmu padaku.”

“ Aku memberikanmu kunci apartemenku agar aku tak perlu repot-repot membukakan pintu untukmu, oppa. Bukan agar kau bisa mengemasi barang-barangku seenaknya.” Protesnya dan kulihat Kris gege tersenyum jail.

“ Wae, Kyung-ah. Kau takut aku melihat barang-barang sangat pribadimu? Tenang saja, aku tak sempat melihatnya. Istri pengurus apartemenmu yang membantuku mengemasi barang-barang sangat pribadimu itu.” Lalu Kris gege tertawa kecil namun geli.

“ Oppa…….., itu sama sekali tak lucu.” Dengus yoeja aneh itu dengan wajah yang memerah. Mungkin karena dia malu.

Yeppo. Aku terdiam. Ck, kenapa tiba-tiba pikiranku melantur tak jelas hanya karena melihat wajahnya yang merona merah seperti itu. Ada apa denganku? Mengenalnya saja belum tapi pikiranku sudah melantur ke mana-mana.

 

HAN HYUN KYUNG POV

Speechless. Itu yang kurasakan begitu memasuki apartemen ini. Sungguh aku tak sanggup mengatakan apapun. Tempat ini begitu……..begitu menakjubkan. Terlalu luas untuk satu orang. Bahkan untuk dua orang pun rasanya masih terlalu luas. Berbagai perabotan mewah tertata dengan sangat rapi dan terkesan elegan. Berbagai piala juga tertata rapi sebagai penghias ruangan.

Dan yang membuatku menelan ludah adalah karena ini baru ruang tengahnya saja. Ya ampun, bahkan apartemen ini lebih mewah dan luas dari apartemenku yang sebelumnya.

“ Mau sampai kapan kau berdiri di sana seperti orang bodoh?” kata namja itu begitu keluar dari dalam kamarnya. Aku hanya mendengus menatap namja itu lalu melepaskan sepatuku dan menggantinya dengan sandal rumah lalu melangkah masuk ke ruangan luas itu.

“ Di mana kamarku?” tanyaku sambil menatap sekeliling. Dia menunjuk pintu berwarna putih yang tepat berada di samping kamarnya. “ Barang-barangmu sudah ada di dalam. Kau tinggal menatanya.” Katanya lalu memberikan selembar kertas kepadaku.

“ Igue mwoya?” tanyaku sambil menatap kertas itu dan membaca setiap tulisan rapi yang ada di dalamnya.

“ Perjanjian dan daftar tugas yang harus kau lakukan selama tinggal di sini.” Jawabnya singkat lalu menghempaskan dirinya ke sofa panjang yang ada di ruangan itu.

Aku terus membaca setiap kata yang tertulis di kertas itu dan terkejut. Membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak? Memangnya aku tinggal di sini untuk jadi pembantunya? Dia pikir dia siapa? Aku melangkah menghampirinya dan melemparkan kertas itu ke depannya. Membuat dia langsung menoleh dan menatap tajam diriku.

“ Apa yang mau kau lakukan?” tanyanya dingin.

Aku membalas tatapan tajamnya. “ memangnya kau pikir kau siapa? Seorang pangeran? Kenapa aku harus mengerjakan semua itu?”

“ Karena kau tinggal di sini mulai hari ini.” jawabnya tenang. Dan jawabannya itu semakin membuatku kesal. Kenapa bisa ada orang semenyebalkan dia di dunia ini? “ Kalau kau tidak suka, kau boleh pergi.” Tambahnya.

Aku tersenyum sinis. “ Kalau aku pergi dari sini kira-kira bagaimana reaksi Kris oppa terhadapmu?”

Dia menatapku semakin tajam. “ Kau ingin mengadu pada Kris gege?” tanyanya dengan nada mengancam.

Aku mengangkat bahu dengan sikap cuek. “Tidak juga. Aku bukan tipe yoeja yang suka mengadu. Tapi mungkin aku akan kelepasan bicara saat bertemu dengannya nanti.”

“ Ck.” Dia bedecak kesal. “ Apa sebenarnya hubunganmu dengan Kris gege?”

Aku kembali tersenyum sinis. “ Bukan urusanmu. Kalau kau sangat penasaran kau bisa langsung menanyakannya pada Kris oppa.” Dia kembali berdecak kesal mendengar ucapanku dan langsung mengalihkan pandangannya dariku. Sementara aku kembali tersenyum lalu berbalik dan melangkah menuju kamarku.

“ Jadi.” Aku menoleh kembali padanya begitu sudah berada di depan kamarku. “ Karena sepertinya aku akan tetap tinggal di sini , bagaimana kalau tugas-tugas itu kita bagi? Kau yang membersihkan tempat ini sementara aku yang akan memasak untuk kita. Sementara urusan mencuci pakaian itu menjadi urusan pribadi masing-masing. Karena aku tak akan pernah mau mencuci pakaianmu dan tak akan pernah sudi mengizinkanmu menyentuh barang-barangku.” Setelah mengatakan hal itu aku langsung masuk ke dalam kamar tanpa mempedulikan reaksi namja childish itu sama sekali.

 

AUTHOR POV

“ Jadi, karena sepertinya aku akan tetap tinggal di sini , bagaimana kalau tugas-tugas itu kita bagi? Kau yang membersihkan tempat ini sementara aku yang akan memasak untuk kita. Sementara urusan mencuci pakaian itu menjadi urusan pribadi masing-masing. Karena aku tak akan pernah mau mencuci pakaianmu dan tak akan pernah sudi mengizinkanmu menyentuh barang-barangku.”

Huang zi tao menatap kesal gadis itu. Sementara orang yang ditatapnya itu justru tak mempedulikannya sama sekali dan menghilang masuk ke dalam kamarnya.

Tao berdecak kesal lalu menyalakan tv layar lebarnya. Berusaha mengalihkan pikirannya dan menenangkan dirinya sendiri. Paling tidak sekarang dia harus belajar bersabar menghadapi gadis itu kalau dia tak ingin membuat Kris mengamuk.

Dan pikiran yang sempat terlintas kalau Kris akan mengamuk demi gadis itu semakin mengusik dirinya. Sebenarnya ada hubungan apa saudara kesayangannya itu dengan si gadis menyebalkan?

~TBC~

Annyeong chiguduel. Author kembali lagi dengan ff terbaru author. Gimana menurut kalian? Kalian pasti bingung dengan jalan ceritanya, kan. Tenang, chigu. Ceritanya akan semakin jelas dengan sendirinya * author gaje*. Hehe…. Tunggu kelanjutannya.

Mohon tinggalkan komentar jika kalian sempat. Karena komentar kalian membantu author membangun semangat author seperti biasanya. Dan author pasti akan membalas komen-komen kalian ( kalau sempat) hehe….. J

Sampai jumpa lagi * senyum manis sambil ngelambain tangan bareng Tao J*

 

8 pemikiran pada “Butterfly (Chapter 1)

  1. Ampun Tao :O kok kasar banget tho? -_-
    enak tuh jadi hyun kyung ‘0’)y bisa satu rumah sama Tao x))
    kereenn,thor~ always waiting for the next chapter,K? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s