Pangeran Kacamata (Chapter 2)

Pangeran Kacamata

Title     : Pangeran Kacamata

Author : LAI

Genre  : school,love,romantic

Casts   : -Park Chanyeol

–          Hana Esokari (OC)

–          Zhang Yixing

cyeol

 

“Cinta yang indah dan mendebarkan itu ada dibalik alat bernama kacamata”

 

Hana merebahkan badannya dikamar. Tak lama karena dia harus berganti pakaian. “Sekalian mandi saja” pikirnya.

 

Dia sibuk menggulung rambutnya dengan handuk warna merah muda. Leher putih jenjangnya jadi terlihat dan tubuh seksinya juga terbentuk sangat indah karena dia hanya memakai pakaian tipis. Ini bukanlah sebuah cerita porno.

 

Bentuk badan Hana yang proporsionis bahkan kelewat seksi bisa membuat semua lelaki tergoda. Namun Hana selama ini menyembunyikan ‘potensinya’ itu dengan pakaian longgar. Seragam sekolahnya dibuat lebih tertutup. Namun bagi sebagian orang yang benar benar pengamat,akan cepat menyadari bentuk tubuh indah Hana.

 

Hana Esokari, gadis 17 tahun yang kini duduk di kelas tiga Tokyo International School. Dia sangat tergila gila akan kisah fiksi berjudul Megane Ouji. Menceritakan tentang seorang pria berkacamata yang sangat keren. Namun,pangeran kacamata ini juga bukan hanya ada di komik saja,di dunia Hana baginya Park Chanyeol adalah pangeran kacamata yang selama ini ia dambakan.

 

Pria dengan kacamata yang membuatnya kokoh dan terlihat tampan. Namun pesonanya memang bukan hanya pada kacamatanya. Badannya yang tinggi bagai raksasa. Suaranya yang berat bagai melody yang selama ini Hana rindukan. Dan gigi putihnya yang terjajar rapi,membuat senyumnya makin indah.

 

Itulah yang membuat tiga tahun Hana menjadi sangat indah karena kehadirannya. Setiap Hana mengingat kejadian yang pernah mereka alami Hana selalu tersenyum dan semangatnya tumbuh kembali.

 

-00-

 

Plup..satu sms masuk. Dari Eri,

 

“Kau mau kuberi kabar buruk atau baik”

 

Hana menjawab,

 

“Kabar buruk,aku suka ending yang bahagia” balasnya

“Besok Kekasih Chanyeol akan datang di pesta ulang tahunnya Chanyeol”

 

“lalu? Kabar baiknya?” lanjut Hana penasaran,

 

“Katanya,seluruh kelas tiga akan diundang di pesta ulang tahunnya”

 

Wushhh..hati Hana melayang tujuh langit. Sungguh dia sangat bahagia. walau awalnya pahit,namun diakhir semua akan berakhir dengan manis.

 

Hana membalas sms eri dengan sejuta perasaanya. Berharap Chanyeol akan memberinya undangan itu secara pribadi.

 

-00-

 

Esoknya..

Hari yang ditunggu tunggu Hana,mengapa? Chanyeol akan mengembalikan payungnya. Haha sedikit aneh. Kenapa dia begitu senang? Padahal karena tidak memakai payung,dia hampir sakit dan bertubrukan dengan orang asing.

Tapi sungguh cinta itu  buta.

 

“Hana ssi!” Chanyeol memanggil Hana yang lewat kelasnya,sengaja. “Iya ada apa?” tanya Hana pura pura tidak tahu.

 

“ah kemarin,itu payungmu” Chanyeol menyodorkan payung merah muda Hana. Hana tersenyum. “kalau kamu masih membutuhkannya kamu bisa pinjam lagi”kata Hana. “ah berkatmu sekarang aku selalu membawa payung kemana mana. Terimakasih Hana ssi” katanya sambil tersenyum lebar.

 

Pada saat itu. bagi Hana,bumi dan seluruh isinya sedang berada di pihaknya. Berhenti sebentar dan menjadi miliknya. Dia terjerat akan senyum Chanyeol.

 

“ah kalau begitu aku pergi dulu” Hana membungkuk dan pergi.

 

Chanyeol tersipu malu. Dia memegang dadanya. Dia yakin detak jantung yang tidak beraturan ini milik Hana. Dia sangat yakin,wanita yang membuatnya salah tingkah dan merasakan resah desahnya cinta adalah Hana.

 

-00-

 

Hana menaikturunkan kacamatanya. Dia sering bermain dengan kacamatanya jika ia bosan. Ia bosan menunggu Eri memilih buku di perpustakaan. Buku fisika tentunya,yang fakta dan berlogika.

 

“Sudah selesai?” tanya Hana. Eri menggeleng. Hana melirih. Ia akhirnya memutuskan untuk ikut mencari buku,fiksi.

 

Hana berjalan menuju rak buku dongeng. Dimana setiap detailnya sangat ia hapal. Hana sudah membaca semua buku itu. kecuali.. buku romeo dan juliette yang tebal,karena letaknya yang tinggi. Namun karena sangat bosan,ia memutuskan untuk membacanya.

 

Hana berjinjit untuk mencapai buku di rak teratas. Tangannya mencoba meraih raih. Hap! Da..pat.

“Dapat”kata Chanyeol. Chanyeol sudah berdiri tepat dibelakang Hana. Dia membawa buku romeo dan juliet yang tadi diinginkan Hana. Hana yang terkejut menjadi salah tingkah.

 

Hening.

 

“kau suka buku seperti ya?” Chanyeol membuka pembicaraan. Hana menoleh,”sangat suka”. “di rumahku banyak sekali buku fiksi seperti ini. Kakakku penulis buku fiksi juga,makanya dia punya banyak buku fiksi untuk referensinya”katanya. “benarkah? Wah aku jadi ingin kesana”ucap Hana. “sesekali kamu mainlah kerumahku,akan kukenalkan kamu kepada kakakku,kalian pasti jadi teman yang akrab”katanya. Setiap bercakap,mereka tak lupa saling melempar senyum.

 

Tak disadari sebuah percakapan panjang tercipta. Dunia terasa milik mereka berdua saja.

 

“oh ya,nanti malam maukah kamu hadir ke pesta ulang tahunku?” tanya Chanyeol

 

“tentu saja” jawab Hana cepat. Tentu saja siapa yang tidak mau!

 

“kalau begitu,ku tunggu engku jam tujuh malam”kata Chanyeol tersenyum simpul.

Hana membalas senyumnya. Dan melanjutkan membacanya.

 

“apa yang membuatmu menyukai buku fiksi?”tanya Chanyeol. Hana berbalik ke arah Chanyeol,”karena selalu happy ending” bisiknya. Chayeol mengangguk aguk. “kalau buku kesukaanmu?” tanyanya lagi.

 

Hana berfikir,dia memutar bola matanya. “Ada,judulnya megane ouji”jawabnya simpul. “Pangeran kacamata? Hahahaha” Chanyeol tak kuasa menahan tawanya. Dia benar benar tertawa sangat keras!

Hana heran. Baru kali ini dia melihat reaksi berlebihan pada Chanyeol. Memangnya ada yang salah dengan pangeran kacamata?

 

“kenapa kamu tertawa??”

“lucu”

“apanya yang lucu?!” nada Hana meninggi. Tidak setuju akan perkataan Chanyeol tadi.

“mana ada pangeran berkacamata” jawab Chanyeol. Kali ini wajahnya lebih serius.

“ada”

“siapa?”

“kamu”

 

DAR! Tidak biasanya Hana bersikap seceplas ceplos seperti ini. Chanyeol yang sedari tadi memperhatikan Hana yang sedang membaca dengan serius menjadi canggung. Detak jantungnya berdetak sangat kencang. Bibirnya ngah ngeh tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.

 

“aku bukan pangeran. Hanya orang berkacamata”

Hana mencoba tidak melihat mata Chanyeol. Dia sibuk memanipulasi wajah merahnya dengan menunduk membaca buku.

 

“menurutku,seorang yang bisa di sebut pangeran adalah seorang pria. Seorang pria itu pangeran bagi setiap wanita”jawabnya

 

“bukankah di cerita fiksi itu,pangeran selalu menggunakan pedang,berpakaian perang,berambut pirang dan menunggangi kuda?”

 

“tapi,walau begitu. Dimanapun mereka,mereka tetap pangeran kan?”Hana bertanya balik.

 

Kali ini keduanya bertatapan. Mata Chanyeol dibiarkan lepas,mencari titik indah dimata Hana. Tapi dia tidak menemukannya.

Bibir Chanyeol agak cemberut. Dia gagal mendapatkan jawaban atas keresahannya selama ini.

 

“nanti malam. Sebenarnya adalah pesta topeng”kata Chanyeol

 

“aku sudah tahu”jawab Hana. Chanyeol tercekat.

“gaun apa yang akan kau pakai?”

 

“warnanya merah muda” Hana tersenyum.

Chanyeol tersenyum balik.

 

Gaun merah muda. Baiklah.

 

-00-

 

Chanyeol pamit. Dia pergi menuju kelas,karena bel sudah berbunyi. Hana merapikan bukunya. Dia menarik kursi yang ia duduki untuk membantunya mencapai rak teratas.

“kamu sedang apa?” tanya seseorang.

Hana menoleh ke bawah,Lay. Dia lagi dia lagi!

Hana mengacuhkan pandangannya.

 

“kamu sedang apa??”Lay mengulangi perkataannya. Mencoba menarik perhatian Hana.

“sedang mencoba mengembalikan buku ini” Hana melompat lompat.

“hei hei,kalau begini kamu bisa jatuh!” kata Lay. Dia memegangi kursi Hana.

 

Tidak disadari Hana. Bentuk tubuh Hana tergambar sempurna dari bawah. Roknya sesekali terangkat. Dadanya yang besar terlihat sangat jelas dari bawah,tempat Lay berada.

 

Lay yang menyadari itu segera membelokkan wajahnya. Ia malu dan canggung.

 

“Lay bisakah kau menghindar sebentar? Aku akan turun”kata Hana yang sudah berhasil meletakkan bukunya di rak.

 

“oh baiklah” Lay menghindar. Tangannya melepaskan pegangan kursi.

Hana turun dengan anggunnya.

 

Lay mendongak ke atas,dia bergeming. Seperti melihat bidadari turun dari kahyangan. Dia benar benar melongo melihat Hana.

 

Hana merasa diperhatikan,sedikit terusik. “Lay?” Hana mencoba memanggil Lay,membuyarkan lamunannya.

 

“ahh..emm mari ke kelas” Lay mengajak Hana. Dia melangkah duluan.

Hana terheran heran. Kenapa jadi canggung begini?

 

-00-

 

Hana berjalan pelan. Lay yang berada di depannya sesekali harus berhenti untuk  menyamakan langkahnya. Ia ingin selalu berada bersampingan dengan Hana.

 

Hana merasa risih,tidak sepenuhnya sih,entah kenapa dia juga merasa senang.

 

“Lay,kenapa kau tidak duluan? Pelajarannya kan sudah dimulai”tanya Hana.

“pelajaran jadi tidak asik kalau nggak ada kamu”celoteh Lay.

 

Hana menatap Lay kosong. Lay juga menatap Hana,tapi mereka tidak menghentikan langkahnya.

“nanti kamu ke pesta ulang tahun Chanyeol?”Lay mulai menarik perhatian Hana.

Hana termenung,”iya. Kamu?” Hana banyak berharap atas jawaban Lay. “asalkan ada kamu aku mau”jawab Lay. Sekali lagi Hana terkejut atas jawaban Lay. Aduh Lay! Kata kata sederHana yang kau ucap bagai sebuah air yang siap menumbuhkan benih benih bunga di hati Hana.

 

Mereka sudah sampai kelas. Hana masuk duluan,”nanti kutunggu didepan rumahmu. Jam tujuh malam”kata Lay lalu memasuki kelas. Hana bergeming,dalam hati dia merasa melayang layang. Entah kenapa,sekejap dia bisa melupakan Chanyeol.

Apa berarti dia menyukai…. Lay?

-to be continued-

 

Aloha~

Bagaimana bagaimana? Kurang panjang kah? Ini udah di dobel lho.. haha 😀

Oh ya saran/kritik/komen masih diperlukan lho ^^

Terimakasih sudah membaca karyaku =)

Iklan

13 pemikiran pada “Pangeran Kacamata (Chapter 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s