You’re Not My Father! (Chapter 3)

You’re Not My Father! Chapter 3

Author             : @Littlezwingly06 (follow me~) / Arin imnida (add saya yah #plak)

Genre              : Family, Angst

Main Cast        :

–          Oh Chaerin (OC) as Oh Family 1st Daughter

–          Wu Yifan/Kris

–          Oh Hyuna (OC) as Oh Family 2nd Daughter

–          Xi Luhan

Side Cast (Cameo)      :

–          Oh Sehun

–          Huang Zi Tao

–          Kwon Yuri

–          APink member

–          Park Jungkyu (OC)

Warning          : Typo bertebaran,  Genderswitch! Bagi yang tidak suka harap menyingkir. Don’t Like Don’t read also Don’t Bash

Pair                  : Broken HunHan! KrisHan

Tambahan : italic means mereka bicara dalam hati (batin) atau saat sedang bertelepon

youarenot_violetkecil

 

 

You’re the reason I get up to face each hectic day. How did our lives get so consumed with nonsense on the way. We used to take the time to laugh and play a game or two. But now it seems we fight a lot and cry way too much too. So when you go to sleep at night I’ll slip in by your side. I’ll hold you close and squeeze you tight and feel amazing pride. You’re the one that I love best, it’s very clear to see. With every day I know I’m blessed that you’re a part of me. Now let’s just try to slow it down and savor all that’s past. For that’s what molds our future, and life moves way too fast

Monday, 30 January 2017 – 06.30 A.M

Chaerin POV

KRIIINNGGGGG…..

Aish berisik sekali -__-

Ctek!

Kumatikan jam weker yang sudah sangat berisik di pagi hari ini, ya tapi aku juga harus berterima kasih karena dia yang sudah membangunkanku pagi ini hehe.

Kulihat jam telah menunjukkan pukul 6.30 woah aku harus cepat cepat mandi dan berangkat ke sekolah. Hari ini sangat special, kau tahu kenapa? Hari ini sekolahku akan mengadakan pertandingan basket persahabatan antar SMA se-Seoul. Aku harus cepat!

Chaerin POV end

Drap Drap Drap!

“Chae pelan pelan, nanti kepleset tau rasa kamu” Luhan menggelengkan kepala melihat putrid pertamanya menuruni tangga dengan sangat brutal(?)

“Aku terlalu bersemangat umma hehe, sorry” ujar chaerin sambil membentuk tanda peace dengan jarinya

“Tumben kau duluan yang bangun, biasanya Hyuna bangun lebih pagi darimu Chae” tanya Luhan sambil menata sarapan

“Umma lupa ya? Hari ini kan aku ada pertandingan basket” Chaerin cemberut

“Astaga, mianhe sayang, umma lupa, nanti kalau sempat umma akan melihat pertandinganmu”

“Ne umma, gwachana”

“PAGI SEMUA!! ^^” teriak Hyuna sambil menuruni tangga

“Berisik! Jangan teriak teriak sepagi ini dong, menggannggu saja” balas Chaerin sambil memakan sarapannya

“Pagi sayang, tumben sekali kamu kalah bangun pagi dari Chae” balas Luhan sambil mengoleskan selai di roti Hyuna

“Biarin Chae, kau ini sewot mulu. Hehe aku tidur terlalu larut kemarin umma, PRku banyak sekali” Hyuna duduk di sebelah Chaerin dan mulai memakan sarapannya

“Oh begitu, ya sudah cepat habiskan sarapan kalian. Jangan sampai terlambat ke sekolah, umma harus berangkat sekarang, banyak klien yang menunggu” Luhan meninggalkan meja makan

“Ne umma” jawab mereka serempak

.

-SKIP TIME-

.

ChaeHyun Side – At School (anggap saja mereka bersekolah di SOPA ._.v)

“Chaerin pelan pelan dong jalannya!”

“Kamu saja yang lelet, cepatlah sedikit, aku harus ke lapangan basket setelah ini”

“-__- huh” Hyuna mempercepat langkahnya menyeimbangi Chaerin hingga sampai di kelas

Chaerin menaruh tasnya dikelas dan cepat cepat ke lapangan basket. Sebelumnya, ia memang sengaja sudah memakai seragam basketnya di rumah. Sedangkan Hyuna langsung berkutat dengan ipad di tangannya sambil mendengarkan musik.

.

-Basketball Arena, Chaerin side-

“Heyo Chaerin, wassap sist? Tumben kau datang sepagi ini” ujar Eunji sambil tos ke Chaerin

“Hm, ya begitulah. Aku tidak sabar untuk memenangkan pertandingan ini lagi” Chaerin mengambil bola dan men-dribblenya kearah ring

Trak! Seperti biasa, selalu tepat sasaran

“Bagus Chae! Aku yakin kita bisa menang lagi!” ujar Hayoung melihat Chaerin tadi

“Semoga saja” balas Chaerin. Dipandanginya bola basket itu, pikirannya menerawang teringat dulu saat pertama kali appanya mengajarkannya bermain basket.

Flashback

“Ini sulit, bolanya bahkan selalu lari jika kupantulkan. Aku tidak mau main lagi!” Chaerin membuang bola basket itu kesembarang arah

“Masa begitu saja sudah menyerah, berusaha lagi dong Chae. Basket memang sulit di awal tapi jika kamu sudah menguasainya bola itu akn tunduk padamu” Sehun melemparkan bola basket tadi kea rah Chaerin

Saat ini mereka tengah berada di lapangan basket di dekat kompleks rumah. Sehun yang notabene adalah kapten tim basket semasa SMA-nya dulu, mengajarkan basket pada Chaerin. Berharap putrinya nanti bisa mewarisi kemampuannya. Awalnya, Sehun juga mengajarkannya pada Hyuna tapi dia melihat Hyuna lebih berbakat dalam menggambar.

“Fokus pada bolanya Chae! Jangan melihat kearah lain”

“Ne appa, ini juga sudah focus” Chaerin mencoba men-dribble kan bola hingga sampai ke ring

“Hm.. cara dribblemu sudah bagus, sekarang coba masukkan ke ring” Sehun terkesan dengan Chaerin. Caranya mendribble bola mirip dengannya dulu. Sepertinya kelak Chaerin bisa menjadi pemain basket handal seperti dirinya.

Chaerin melempar bolanya dan TRAK! Masuk ke ring

Prok prok prok…. “Bagus sekali Chae, kau meningkat drastis. Latihan hari ini cukup, kajja kita pulang” Sehun mengambil bola basketnya dan menggandeng Chaerin pulang

“Huh, tapi tetap saja sulit appa! Sudah berkali kali kita latihan baru kali ini aku bisa memasukkan bolanya ke ring” keluh Chaerin

“Dulu appa juga sepertimu, awalnya appa menganggap basket itu sangat sulit dan sudah hamper menyerah. Tapi kakekmu terus melatih appa dan kau lihat sekarang? Appa bisa menjadi kapten basket semasa appa SMA dulu”

“Iya kan appa namja, jadi wajar kalo bisa”

“Bukan karena namja sayang, kuncinya kau harus rajin dan bersungguh sungguh latihan. Pemain basket yeoja juga banyak kok, mereka tak kalah hebat dari namja”

“Appa benar benar menginginkanku bisa bermain basket eh?”

“Ne, appa ingin bisa melihatmu memegang piala kejuaraan basket nantinya, kau kan paling mirip dengan appa jadi melihatmu sama saja melihat diri appa sendiri”

“Hm baiklah, akan kucoba”

Sehun tersenyum mendengar jawaban putrinya, semoga harapannya bisa menjadi kenyataan

Flashback End

“Chae? Hello Chaerin?” Eunji melambaikan tangannya di wajah Chaerin

“Ah! Maaf aku melamun tadi” seru Chaerin

“Kupikir kau kenapa, sudah jam segini kita sebentar lagi bertanding, kajja kita beristirahat” ajak Eunji

“Ne… Appa doakan semoga aku menang dan bisa membawakanmu piala lagi” ujar Chaerin dalam hati

.

8.30 A.M

-Classrom, Hyuna side-

“HYUNA!!!!” Namjoo teman akrab Hyuna berteriak dan langsung memeluk Hyuna di bangku

“HA! Kau membuatku kaget -__- kenapa teriak teriak?” Hyuna melepas headsetnya

“Berita bagus! Hari ini tidak ada pelajaran alias jam kosong!” ujar Namjoo ceria

“Benarakah? Yey! Aku bisa melihat Chae bertanding basket hari ini”

“Benar! Songsaenim memang menyuruh kita untuk melihat sekaligus mendukung team basket yeoja , senangnya ^^ aku bisa bebas dari pelajaran yang memuakkan” ujar Namjoo cekikikan

“Hehehe, kalau begitu kajja kita ke lapangan” Hyuna menarik tangan Namjoo

“Kajja”

.

-Designer Office, Luhan side-

“Apa masih ada klien lagi unnie?” tanya Luhan sambil merapikan kertas yang berserakan di meja kerjanya

“Biar kulihat, sepertinya tidak ada. Kau bisa santai dulu Luhan-ah” Jawab Ara, manajer Luhan

“Ne kamsahamnida unnie”

“Cheonma, aku pergi dulu. Kalau ada sesuatu telpon saja” ujar Ara meninggalkan ruangan Luhan

Tok..Tok..Tok..

“Ne masuklah” Luhan berkata dari dalam

“Annyeong Lulu” sapa Kris memasuki ruangan Luhan

“Ah ternyata kau Kris, duduklah, mau kuambilkan teh?” Luhan bangkit dari kursinya

“Tidak perlu repot repot, aku hanya mampir sebentar”

“Selalu saja, aku merasa tak enak setiap kau mampir tak ada yang aku suguhkan”

“Tak apa Lu, melihatmu saja aku sudah merasa senang” ujar Kris sambil tertawa renyah

Pipi Luhan memerah mendengar perkataan Kris barusan

“Kau bisa saja, selalu berkata seperti itu” Luhan mempoutkan bibirnya

“Ehem, sebenarnya ada sesuatu yang mau aku bicarakan Lulu” nada bicara Kris berubah serius

“Bicara saja, aku mendengarkan kok” ujar Luhan

“Aku masih mencintaimu Luhan. Aku tau perasaan ini salah, tapi ijinkan aku menjadi pengganti Sehun di sisimu. Aku berjanji akan membahagiakanmu dan aegimu” ujar kris sambil berlutut di hadapan Luhan

Luhan kaget mendengarnya “Kr..Kris.. apa yang kau katakan barusan… kau bercanda kan?”

“Tidak Lu, tatap mataku, apa aku terlihat sedang bercanda hm?” Kris menarik dagu Luhan

Luhan memalingkan wajahnya dari Kris “Tuhan.. aku harus bagaimana?”

.

11.00 A.M

-Back To School-

“Sebentar lagi pertandingan dimulai, mari kita berdoa demi kesuksesan team kita, berdoa mulai” ujar Yuri, manajer sekaligus pelatih team basket putrid

“Berdoa selesai, semoga tuhan menyertai kita. Siapkan mental kalian, yakinlah kalian bisa menjadi juaranya. Semangat anak anak!” Yuri member semnagat anak didiknya

“Siap unnie!”

Yuri memandang anak didiknya yang tengah berlari ke lapangan “Chaerin, semoga kau bisa seperti appamu, dia orang yang hebat” ujaranya dalam hati memandangi anak bernomor punggung 6 yang kini telah memegang bola

Yuri adalah sahabat Sehun sejak kecil. Karena kecintaan mereka pada basket, mereka menjadi sahabat akrab.

Hyuna duduk di bangku paling depan bersama Namjoo sahabatnya

“Eunji unnie!! Hayoung! Kalian pasti bisa! Semangat!!” teriak Namjoo dari bangku penonton

“Chae!! Semangat, kau pasti menang!” teriak Hyuna tak kalah kencang dari Namjoo

Hyuna melihat sekelilingnya “Umma belum datang? Ah baiklah akan kutelepon”

“Yeoboseyo umma?”

“Ne Hyuna, waeyo chagi?” jawab Luhan di seberang

“Pertandingan sudah mulai, kenapa umma belum datang?”

“Astaga, aku lupa. Umma akan kesana sekarang! Tunggu sebentar”

PIP! Luhan memutuskan telepon

Hyuna menghela napas “Apa umma sibuk sekali sampai lupa pertandingan Chaerin, aneh, seperti ada sesuatu”

.

 

-Luhan’s Room, Luhan side-

“Kris, aku harus ke sekolah anak anak hari ini chaerin bertanding basket” ujar Luhan sambil mengambil jaket dan tasnya

“Kuantar, sekalian aku ingin melihat Chaerin bermain basket. Aku penasaran seperti apa kemampuannya”

Ya, Kris juga seorang kapten basket saat bersekolah di Kanada dulu

“Ah iya baiklah, kajja, kita harus cepat!”

.

-Back To School Again-

Suasana ramai oleh teriakan pendukung dari masing masing team, Score pun hanya beda tipis. Pertandingan kali ini sangat sengit

“Ah itu umma! Umma!! Disini!!” Hyuna melambaikan tangan pada Luhan menisyaratkan Luhan agar duduk di sebelahnya

“Mian umma terlambat bagaimana pertandingannya?” Luhan duduk di samping Hyuna, begitu juga Kris

“Seru umma, lihat score mereka bahkan hanya beda tipis” ujar Hyuna menunjuk papan score

“Semoga team Chaerin menang lagi kali ini” gumam Luhan

“Eng, Kris ahjussi ikut kesini eh?” Hyuna melihat kris duduk di sebelah Luhan

“Ne, kebetulan tadi ahjussi mampir ke kantor ummamu jadi sekalian saja kesini melihat saudaramu bertanding” jawab Kris santai

“Oh ne… umma dan Kris jussi karab sekali, hmmm…” Hyuna kembali melihat ke arena pertandingan sambil sesekali melirik ummanya dan Kris

PRIITT!! Peluit dibunyikan tanda berakhirnya set pertama. Para pemain segera menuju bangku istirahat unutk sekedar minum dan mengelap keringat mereka

“Fokus pada musuh kalian, tampaknya strategi mereka bagus kali ini. Jangan termakan trik mereka, tetap semangat anak anak! Buktikan kalian yang terbaik!” Yuri membagikan handuk dan sebotol air minum pada anak didiknya

“Chaerin, kau berada di tengah, lebih focus pada lawannya jangan meleng, ingat kau andalan kami” ujar Yuri

“Ne ne unnie, aku mengerti, capek sekali” jawab Chaerin. Ia mengedarkan pandangannya ke bangku penonton

“Hum, syukurlah umma datang dan Hyuna juga melihatku, bagus” gumam Chaerin sambil tersenyum, semangatnya bertambah ketika melihat 2 orang yang paling ia sayangi

“Tunggu…. Apa dia? Aish ahjussi menyebalkan yang kemarin? Siapa namanya Kres? Kris? Masa bodoh! Mau apa dia kesini? Cih…” Chaerin mendecak sebal melihat kehadiran namja yang duduk di samping ummanya

PRIITTT!!

“Yak! Semangat anak anak! Kalian bisa memenangkan pertandingan ini!”

Chaerin berlari menuju lapangan. Matanya memandang sinis pada Kris yang berada di bangku penonton. Ia tidak suka, Kris dekat dekat dengan ummanya

“Chae!!” Hayoung melempar bolanya pada Chaerin

Chaerin menangkap dan men-dribblekan bolanya kearah ring melewati lawannya

“Ayo Chaerin, kau pasti bisa” Luhan berdoa dalam hati. Tak sengaja, bayangan Sehun melintas dipikiran Luhan, ia seperti melihat Sehunlah yang sedang bertanding saat ini, “Kau sangat mirip dengan Sehunnie, Chaerin…”

Set demi set telah berakhir, saatnya set terakhir dan kini score mereka seri!

“SEMANGAT ANAK ANAK! KALAHKAN MEREKA! BUAT SEKOLAH KITA BANGGA DENGAN KALIAN!” Yuri berteriak, ia khawatir teamnya akan kalah dalam pertandingan ini

“CHAE!! KALAU KAU KALAH AKAN KURUSAKKAN BIOLAMU!!” Hyuna berteriak dari arah bangku penonton

“Hyun.. kamu niat ngasih semangat apa ngancem sih -_-“ Chaerin bergumam dalam hati

Chaerin kembali focus pada bola dan lawannya

“Eunji, lemparkan bolanya padaku!” seru Chaerin

Eunji segera mengambil ancang ancang melempar bolanya pada Chaerin

Waktu berlalu semakin cepat, sebentar lagi waktu pertandingan habis

Yuri bergerak gelisah dari bangkunya “Ayo Chaerin, kamu pasti bisa memenangkannya,seandainya Sehun masih ada disini, dia pasti akan memberikan arahan yang tepat…”

HAP! Chaerin berhasil mengambil alih bola basket. Ia men-dribble kearah ring. Chaerin tak peduli dengan semua teriakan para penonton dan pelatihnya. Saat ini yang ada di pikirannya hanya memasukkan bola ini ke ring dan memenangkan pertandingan ini

“God, help me. Appa semoga aku berhasil” Chaerin bersiap siap shoot

Semua memandang tegang pertandingan ini

“CHAERIN! BUKTIKAN KAU BISA SEPERTI SEHUN! AKU TAK MAU MELIHATMU GAGAL, BUAT SEHUN BANGGA” tiba tiba Kris berteriak dari bangku penonton

“Kr-Kris…” Luhan menatapnya tidak percaya. Seorang Wu Yifan bisa berteriak member semangat pada seseorang yang bahkan belum dia kenal dekat

Chaerin kaget mendengarnya, “Apa apaan dia menyebut nama appaku”

Chaerin kembali focus pada ring di depannya dan SHOOT! Bola itu berhasil masuk bersamaan dengan dibunyikannya peluit tanda berakhirnya pertandingan

“YES! Kita menang!! Kita menang!!”

“Bagus Chae!! Kau Dewi kemenangan!!”

Teman teman satu team langsung memeluk Chaerin

“Well done, Chae kau berhasil, terima kasih dan selamat kepada kalian semua” Yuri tersenyum bangga pada anak didiknya

“Thanks god, appa kau lihat? Aku berhasil lagi” gumam Chaerin seraya tersenyum tipis

Keluarga Chaerin langsung menghampiri Chaerin di bangku pemain

“YEY!! Daebak twin!! Chukkaeyo~” Hyuna memeluk Chaerin

“Hentikan Hyun, kau membuatku kehabisan napas” Chaerin melepaskan pelukan Hyuna

“Ups mianhe twin ^^v”

“Chukkae sayang, kau yang terbaik. Umma bangga padamu, pasti appamu disana juga bangga melihatmu” Luhan memeluk Chaerin sambil menepuk punggungnya

“Thanks mom, ya, aku berharap juga begitu” Chaerin menatap Luhan yang melepas pelukannya sambil tersenyum

“Congrats Chaerin, permainanmu bagus” Kris menepuk pundak putri pertama Luhan tersebut

“Yeah thanks, huh sok akrab, lama lama dia makin menyebalkan” Chaerin kembali memasang wajah datarnya ketika berhadapan dengan Kris

“Sekali lagi selamat anak anak, kalian bisa beristirahat atau pulang” ujra Yuri

“Baik unnie” mereka langsung bergegas mengambil tasnya dan meninggalkan lapangan

“Umma, ayo kita pulang. Aku lelah” seru Chaerin

“Apa kita tidak makan makan dulu? Merayakan kemenanganmu Chae” tanya Hyuna

“Nanti malam saja twin, aku capek” sela Chaerin

“Baiklah sayang, ayo kita pulang. Oh iya umma lupa tadi mobil umma masih di kantor, kita diantar Kris saja ya? Kris tidak apa apa kan?” Luhan menatap aeginya dan Kris bergantian

“Tak apa Lulu, aku senang bisa membantu kalian” Kris tersenyum menatap keluarga tersebut

“APA? DIANTAR OLEHNYA? TIDAK MAU!” Chaerin menolaknya, ia terlihat kesal

“Sayang, sudahlah tidak apa apa, lagipula Kris baik kok” Luhan berkata lembut pada anaknya

“AKU MENOLAK!”

“Chae jangan begitu, Kris jussi sudah baik mau mengantar kita” ujar Hyuna

“AKU TETAP TIDAK MAU! Lebih baik aku menumpang Eunji!” Chaerin berlari kearah Eunji, sahabatnya yang kebetulan sedang menunggu jemputan di depan gerbang sekolah

“Chaerin!!! Astaga anak itu” Luhan memandang Chaerin sedih

“Sudah tidak apa apa Lu, aku bisa maklum” kris menepuk pundak Luhan

“Umma, apa perlu aku bujuk Chae lagi?” Hyuna menatap ummanya

Luhan sangat mengerti Chaerin, anak itu sangat keras kepala bahkan ia tidak pandang tempat kalau sedang emosi

“Tidak usah sayang, nanti dia semakin emosi. Nanti biar umma bicara baik baik dengannya. Sekarang ayo kita pulang” Luhan menggandeng Hyuna menuju mobil Kris

“Ne umma” sekilas Hyuna melihat Chaerin memandangnya dengan tatapan tajam, tatapan yang bisa diartikan sebagai kebencian

To Be Continue

 

-Author Corner –

Chapter 3 finished!! Fiuh #tepar

Akhir kata, Read and Review please~

 

 

 

 

 

Iklan

7 pemikiran pada “You’re Not My Father! (Chapter 3)

  1. Akhirnya setelah sekian abad *lebay mode: on akhirnya author bikin lanjutannya juga,next chap cetepan ya thor!!! ^_^

Tinggalkan Balasan ke mayminma Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s