Play Your Love (Chapter 1)

Title                                        : Play Your Love  ( Chapter 1)

Author                                     : Mpi (@mpiuna)

Main Cast                                : Park Rae Ae (OC), Kim Jong In

Support Cast                           : Oh Sehun, Park Chanyeol, Kim Suho *suami saya haha
Byun Baekhyun (mianhae baekki nya disini bayangin masih SMP
yaaa)

Genre                                      : Teen, Comedy (?), Angst (?)

Lenght                                     : setinggi Duizhang Kris (?)

Play Your Love Poster

 

Annyeooooong…….

Apa kabar??

Saia  mpi dating kembaliiiii,*gag penting*,

Setelah kemarrin ff Wipe Away Your Tears, dan The day at the beach yang genre nya angst gimana gitu. Kali  Saiia bawakan bacaan Gaje ini… haaaaahaaaa*ga penting*

Langsung aja dah… gaje bgt!!!

Anggep ja dongeng pengantar tidur. Haaahhhaaaaaa

“ SELAMAT MIMPI BURUUUUK”

 

 

HAPPY READING

 

Author POV

 

“ huuufhhttttt…….”

Kepulan asap keluar dari mulutnya yang seolah menandakan betapa dinginnya pagi ini di Seoul. Yaa…. Seorang yeoja cantik yang tengah duduk  di bangku panjang tepatnya di sebuah lahan kosong didekat rumahnya. memandangi suasana sunyi hamparan ilalang dengan rumpun dandelion di pagi buta seperti ini. Yaaa.. Dandelion… Bukan sesuatu yang istimewa, tapi tak pula sesuatu yang pantas untuk tak dipedulikan.  Sepertiiiii …. dirinya, pikirnya.
Mencari kedamaian yang terselip diantara bulir-bulir lembut dandelion yang terhembus angin pagi. semua ini sudah menjadi rutinitasnya tiap pagi, entah untuk apa disini, mengumpulkan keping demi keping sisa-sisa rasa yang ia pun tak tau dimana sekarang,,, atau menunggu sesuatu, anni lebih tepatnya menunggu seseorang yang ia pun tak tau, mungkin sudah terlupakan wajahnya, namun tidak untuk sisa kenangan yang ia punya. Bulir putih hangat terlihat mengalir dari ekor matanya, menerawang jauh ke masa yang ia punya 8 tahun yang lalu…. Appa .. dia sangat merindukan keluarga lengkapnya.

 

 

*Rae Ae POV*

Aku tersadar dari lamunanku sat kudengar sebuah mobil berhenti. Sepertinya mogok. Aku segera bangkit dan menghapus air mataku pelan.

“ Aigoo.. jam berapa ini? Aku harus sekolah, ini kan hari pertamaku di sekolah baruku. Rae Ae Paboya…”

aku memukul kepalaku sendiri dan segera membalikkan badanku untuk segera pulang.

 

DDDEEEEGHHH….

Aku masih berdiri kaku menatap seorang namja tampan yang baru saja turun dari Mobil tadi. Namja tampan itu hanya melewatiku sambil mengumbar senyum manisnya… Aigoo.. aku melamun lagi.

“ Ck.. Aku harus cepat-cepat pulang, aku tak mau terlambaaaaaaaaat.”

 

==================================================================

 

“ Omma… aku beraangkat,,,,”

Kataku sambil menyomot Roti di meja makan dan  meneguk segelas susu vanilla sambil memakai dasi yang masih tersampir (?) di leherku.

“ kau selalu seperti ini, selalu lupa waktu kalau sudah di kebun itu padahal ini hari pertamamu di sekolah baru. Sampai sarapan saja terlupakan. Ini lagi, jelek sekali anak omma! Rambutmu… ck….”

“Moo, memang selalu jelek!” cletuk Baekhyun adikku yang selalu saja membuatku darah tinggi..

. “ heh… anak Baekki. Kau pikir kau tampan, eoh? mian.. percuma omma mengomeliku, aku harus berangkat. Annyeoooong.”

Tak lupa mengecup kedua pipi omma tercintaku ini.dan tak lupa jitakan pagiku untuk adikku Baekhyun. Ne, kami hanya tinggal bertiga. Appaku pergi meninggalkan aku, omma, dan adikku hanya demi wanita lain. Sekarang kami pindah ke Seoul berharap menemukan kehidupan baru yang jauh lebh baik, dan hari ini aku masuk di sekolah baruku.

 

Ku kayuh sepedaku dengan semangat karena takut terlambat, ne aku terbiasa berangkat naik sepeda sejak di Busan. Segar sekali udara pagi ini, aku menikmati udara pagi ini sambil memejamkan mataku dan …..

 

BRUUUUKKKKK

 

“Awwwhhhhhhhhh” Omma ini sakit sekali. Ottokhae kurang 10 menit lagi sekolah sudah masuk, dan apa ini??? Aku terjatuh. Sepedaku rusak. Siaal sekali. Siapa pengemudi mobil yang tiba-tiba berhenti mendadak ini. Tidak Sopan sekali. Ku lihat seorang namja cukup jakung dengan baju yang errrrr sangat berantakan keluar dari mobil itu. Pantas saja berantakan seperti itu.

“ yyyaaaa… yeoja bodoh. Apa kau tidak lihat hey. Kau tau ini mobil mahal dan kau melecetkannya” teriak namja yang masih berdiri didepanku. Mwoo. Berani sekali dia , bukannya meminta maaf tapi malah meneriaki ku. tidak  terima, akupun berdiri secepat mungkin dan aisshh kakiku sakit sekali.

“Mwo?? Apa kau bilang? Kau yang tidak bisa caranya mengemudi. Kenapa berhenti secara tiba-tiba dan kau,, kau membuatku terluka dan sepedaku tidak dapat digunakan lagi” Teriakku didepannya.
“ hey,  jelas-jelas aku sudah menghidupkan lampu sen (?) untuk berhenti, kau saja yang bodoh”

 

“ yyyaaaa… bagaimanapun juga kau harus mengganti sepedaku. Terserah dengan mobilmu. Aku tidak peduli.” kataku tak kalah keras.  “ Lagipula Dalam peraturan lalu lintas, jika terjadi kecelakaan mobil dan sepeda tentu saja mobil yang salah mutlak” timpalku lagi di depan wajahnya.

“ Terserah kau saja, sekolahku hampir terlambat” Katanya dengan memberiku tatapan tajam kemudian berjalan menuju mobilnya.
sekolah?? Sekolah bagaimana sekolahku? Sepedaku. Mendadak aku gusar, daaaan. Tunggu. Seragamnya dan seragamkuuuuu. Ne namja gila itu.

“yyaaa… Namja Preman. Apa kau tak melihat seragamku?” Tuhan, kalau bukan karena sekolahku aku tak akan merendahkan diriku di depan namja macam ini. Ku lihat dia berhenti berjalan dan menatapku tajam, kemudian berpaling membuka pintu mobilnya dan hendak masuk.

“ yyaaa.. yaaaa tunggu.” Teriakku sambil terseok berjalan menghampirinya.

“ Aiisshhh. Bisakah tidak berteriak ?”

“ seragam kita sama” kataku sambil menatapnya sedih.

“ lalu apa urusanku?” jawabnya ketus

“ jebal…” ku tahan blazer seragamnya untuk mencegahnya masuk. Namun dia malah berdecak dan membuang tanganku kasar. Othokhaeee???

“ aku… akuu…. KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS SEMUA INI DAN AKU AKAN IKUT DENGANMU KE SEKOLAH. KAU HARUS MEMPERTANGGUNGJAW…. Mmmpppptttthhhhh……” yyyaaaaa tidak sopan sekali. Aku merasa tangannya membungkam mulutku dan mendorongku masuk ke mobilny. Kasar sekali namja ini.

 

Rae Ae POV END

 

Namja POV

 

Salah apa sebenarnya diriku atau aku salah mimpi semalam? Benar-benar sial harus bertemu dengan seorang yeoja jadi-jadian seperti ini. Setelah menggores mobil mahalku. Dia berteriak meminta pertanggungjawaban sampai semua orang disekitar kami melihatku. Bilang saja mau menumpang. Tidak tahu diri sekali. Tsch….

Ku lirik dia hanya diam sambil mengurusi lutut dan sikunya yang terluka. Benar-benar aneh.

“ Kau mau kuturunkan dimana?” kataku sambil meliriknya.tertulis dipapan blazer namanya Park Rae Ae. Ck, pantas saja namanya se aneh orangnya.

“ Di Sekolah” katanya yang masih asyik dengan lukanya.

“ yyyyaaa.. dimana sekolahmu?”
“ Apa kau tak melihat seragamku? Anni. Seragam kita sama, tentu saja sekolahmu sekolahku juga.”
“ Tidak Gratis”

“ Yyyaa… kau. Sepedaku ? bagaimana nasib sepedaku tadi?” katanya gelisah menarik- narik blazerku.

tidak bisakah yeoja ini tenang sedikit. “ siapa suruh naik mobilku” kataku Ketus.

“ Kau.. seharusnya kau bertanggung jawab. Sepedaku rusak. Kau tau. Aishh rugi sekali bertemu dengan namja sepertimu dan parahnya lagi kau satu sekolah denganku” Katanya keras.

“ Berisik. Diam atau turun dari mobilku sekarang juga” Bentakku dan meliriknya sinis.
“ Ne…” Kulihat dia langsung terdiam dan menunduk. Benar-benar payah yeoja ini.

 

Namja POV END

 

 

Rae Ae POV

 

Disepanjang perjalanan tak ada percakapn antara kami. aku hanya diam dan menunduk, meratapi nasib sepedaku. Kasihan sekali. Tanpa disadari aku sudah sampai gerbang sekolah perlahan namja ini menghentikan mobilnya. dan .. Omooo… Gerbangnyaaa. Dengan segera aku turun dari mobil namja preman  ini dan berlari ke arah gerbang yang nyaris tertutup.

Hooossssh….hoosssssssssh….. aku berlari sekuatku berharap pak satpam belum menutup pintu gerbang. “ ku mohon bukakan pintu,,ini hari pertamaku masuk sekolah,, mana mungkin aku terlambat? Aku harus masuk,,,!!” aku memohon menandarkan kepalaku di gerbang, berharap bapak ini berbaik hati.

“hei, bisa roboh gerbang ini kalau kau terus menggebraknya. Lagipula salah siapa datang sesiang ini? Kau juga.. sampai bosan aku melihat wajahmu setiap pagi.” Menunjuk seseorang dibelakangku dengan wajah kesal dan marah yang ditandai dengan kumisnya yang mekar (?)..

aku menolehkan kepalaku ke belakang melihat seseorang yang ia maksud tadi, ehm ternyata namja jakung tadi yang tengah bardiri tegap sambil membawa papan skateboardnya ,,, dan pastinya pakaiannya sangat acak-acakan, untung saja sedikit tampan, yah sedikit tampan. Aigoo apa yang ku pikirkan? Membuang waktu saja mereview namja gila ini.

“ Kalian baru boleh masuk setelah istirahat pertama nanti, bersabarlah menunggu.”

Kata bapak penjaga gerbang mengagetkanku.
Huuuuuufft….. aku hanya menghela nafas kecewaku, lalu duduk di tanah dan mulai mengeluarkan isi tasku. Mengunyah permen, makan kripik, baca buku, sampaiiii mengahbiskan 2 botol susu yang kubeli tadi. Sunyi senyap tak ada suara di antra kami hanya saja suara

“cuuuuuuuuuuuuuuiiiiiiiiiiit-cuuuuuuuuuiiiiiit…… cieeee…..” siulan ejekan dari beberapa orang yang lalu lalang di jalan, yeah,, mungkin mereka melihat aneh pada kami, sudah seperti patung selamat datang.

“ Ingat kau tidak gratis sampai disekolah ini”

 

Aiisshh namja ini. “ini, kurasa cukup” kusodorkan uang 5ribu won ke arahnya.
dan apa yang kulihat?? Dia malah menatapku sinis dn meremehkanku.

“ini sudah lebih dari cukup, naik bus sekolah di Busan saja tidak sampai segini” jawabku.

“ yyyaaaa… mana mungkin bisa. Sudah mengggores mobil mahalku, menumpang, dan satu lagi mengotori kursi mobilku” katanya ketus..

“ kau namja gila. Katanya mobilmu bagus. Orang kaya. Perhitungan sekali dengan uang? Tsch.. Menyedihkan” kataku menatapnya tak kalah sinis. “ kalau kau mau, ambil saja ini. kalau tidak, yasudah” timpalku lagi. Dia hanya terdiam melirikku dengan senyumaan devilnya yang terlihat sekali meremehkanku. Arrggghhhh….. kalau tidak ada hukum. Ku bunuh namja gila ini sekarang juga.
setelah sekian lama, keheningan kembali menyelimuti kami. aku melirik namja yang ada disampingku sambil menyodorkan sekantong kripik pisang (?) padanya yang dari tadi menatapku aneh. “ Wae? Kenapa menatapku seperti itu? Apa kau lapar?” Ia memalingkan wajahnya ke arah lain.

“ Anni,”

“ Kau mau ini?”

“ Sorry… lidahku tak biasa dengan makanan aneh seperti itu.” Kembali sibuk mengembungkan permen karet yang ia kunyah dari tadi sambil mengangguk kepalanya tak jelas menikmati alunan music yang keluar dari headphonenya.

“ Sepertinya kau sering terlambat ya?” tanyaku tak jelas dengan mulut yang masih penuh makanan.

“ Bukan urusanmu” ketus namja itu..

“ Aku murid baru disini, namaku Park Rae Ae. Panggil saja Rae Ae.” Kukembangkan senyum termanisku sambil mengulurkan tanganku ke arahnya. Walaupun terlihat jelas dari seragamnya tertulis Kim Jong in.

“ Euuummm,,” hanya dengungan lirih dari mulutnya tanpa sedikitpun menoleh ke arahku, apalagi membalas menjabat tanganku. Dengan kesal ku tinggalkan dia sendiri di depan gerbang, karna pak kumis tadi sudah membuka gerbang dan sambil bergumam tak jelas. “ Dasar namja aneeeeeeeeeeeh”.

*Rae Ae pov end

 

Author POV
“ Hei, apa kau lihat yeoja itu? Ku dengar dia murid baru disini. Manis, sangat manis.” Terdengar suara Oh Sehun yang berkumpul dengan teman2 se genknya di kantin sekolah sambil tak henti-hentinya memuji murid baru disekolahnya, yaa Rae Ae. Tak ada murid baru selain dia.

“ Bagaimana menurutmu, eum?” meminta pendapat temannya yang sepertinya enggan mendengarkannya, malah asyik dengan dunianya sendiri. Menatap minuman soda di depannya. “ eum..” hanya dengungan kecil yang keluar dari mulutnya.

“ Hyaa… Kkamjjong! Bagaimana menurutmu tentang gadis itu?” meninggikan suaranya dan sedikit mencuri pandang pada yeoja cantik itu.

Namja yang dimaksud pun menoleh pada Rae Ae, dan mengernyitkan dahinya ketika tahu siapa gadis yang dimaksud.

“ Wae? Kenapa kau menatapnya seperti itu? Kau juga suka padanya?”

“ eoh!! Mana mungkin seorang Kai, Kim Jong In suka dengan gadis seperti itu? Bukan tipeku!” mana munkin? Gadis aneh, rambut kepang 2, mana mungkin Kai suka? Kai terus mengumpat di dalam hati.

“Baguslah!”

“ Apa kata dunia kalau mlihatku jalan dengan gadis itu. Kau tahu kan aku slalu di gilai yeoja cantik. Kau tau kan pacar-pacarku?” jawab Kai dengan senyum devilnya…

“ Bagaimana caramu mmbuat yeoja-yeoja cantik menggilaimu. Aku sudah mencoba semua mantra tapi tetap sja tak mampu!”

“ hey.. Oh Sehun… yang terpenting itu Speak Man. Speak! Dia bukan tipeku. Kau tahu itu!” kata Kai serius sambil mengacungkan minuman soda di genggamannya

“ adikku memang bodoh mau menjadi yeoja chingumu. Ingat jangan sampai menyakitinya. Habis kau! Dan aku percaya Rae Ae bukan tipemu, lagipula mana mungkin dia suka dengan Kkamjong urakan spertimu? Hwwwwkwwwwkkkkkkk…..”Sehun tertawa sangat keras sampai seantero kantin melihat kearahnya.

“ Jangan sok kebagusan, kalau aku sperti itu, lalu kau apa? Buktinya adikmu saja MENG-GI-LAI-KU ” berdiri dan memberi penekanan pada kata Menggilaiku kemudian pergi meninggalkan Sehun yang masih terdiam menatapnya..

“ lihat saja nanti, ku pegang omonganmu. Ku bunuh kau kalau sampai kau menyukainya!”

Kim Jong in atau biasa di panggil Kai bisa juga KKamjong dan Oh Sehun sahabat sejak SMP. Sahabat sepermainan, sahabat tawuran, teman ke club, teman balapan, yeh masih banyak lagi. Mereka sangat dekat.. tahu kebaikan dan keburukan keduanya, anni spertinya banyak buruknya.haahaaa..

 

 

Waktu sudah menunjukkan jam masuk kembali ke kelas, dan koridor sekolah sudah terlihat sepi karena semua siswa sudah masuk ke kelasnya masing-masing. Tapi tidak untuk yeoja yang satu ini, Rae Ae berlari menuju kelasnya.. yaa, dia lupa dimana kelasnya berada. Rae Ae terus berlari tanpa peduli sekelilingnya, karena yang dia dengar guru fisikanya ini sangat killer dan tidak mau melihat muridnya terlambat… sampaiiiii……

 

BBBUUUUUUUUUUUUUGHHHHH…………….!!!!!!!

“ aaawh……” keluh namja yang ia tabrak barusan.. entah siapa namja itu, karena yeoja ini terpental tak tak dapat melihatnya.

“ Mianhe…” Ucap Rae Ae sambil membungkukkan badannya, dan sontak kaget melihat orang yang ada dihadpannya sat ini
“ Mwo?? Kau? lagi-lagi kau. Kau menghalangiku. Kau semakin memperlambat aku masuk kelas. Aku terlambat lagi, malangnya nasibku ini, pertama masuk sekolah malah bertemu dengan orang aneh separtimu terus menerus. Benar-benar si…..”

“ Minggir” ucap namja itu memotong Rae Ae sambil berjalan tergesa-gesa meninggalkannya yang masih kesal.

“ Hei,,, apa yang kau lakukan? Kau mau kemana? Yyaaa   yaaaaa.. kenapa memanjat pagar? Kau mau bolos?”

Namja itu berhenti dan kembali membalikan bandan menuju kearah Rae Ae “sssstt……. Apa kau tak bisa diam? Ternyata kau sangat cerewet! Kau lagi. Kau lagi. Kau menggagalkan rencanaku”

“ tapi tidak baik jika siswa mem…” kata-kata Rae terputus oleh bentakannya yang mencengkram bahu kecil Rae erat, sakit sangat sakit. “ BUKAN URUSANMU.. JANGAN IKUT CAMPUR” seketika tubuh itu melemas dan tanpa terasa air mata itu sudah jatuh bebas di pipi mulus Rae. Park  Rae Ae yeoja mungil yang tidak bisa melihat orang membentak mungkin karena trauma oleh apa yang dulu dilakukan appanya pada ommanya..

“ Wae?” Tanya Kai terlihat dia bingung menatap Rae kesal.

“  gwenchana,, mianhe..” jawab Rae Ae lirih. “ aku hanya,, kata ommaku jangan pernah menyia-nyiakan waktu. Masih baik kita bisa sekolah. Banyak diluar sana yg ingin sperti kita, tapi tak bisa.” Jawab Rae Ae lirih dan menunduk..

Entah apa yang membuat Kai menjadi lemas, seperti kehilangan separuh nyawanya. Entah apa, tak ada yang tahu. Yang jelas saat ini tatapannya berubah “ Mianhe, aku minta maaf sudah terlalu kasar padamu, bukan maksudku…” melepaskan tangannya dari lengan Rae Ae.

“Ne, tanganmu terluka pakai ini untuk menghentikan darahmu,” Rae menyodorkan sapu tangn baby blue yng baru saja dipakainya untuk mengelap airmata sekaaligus ingusnya barusan,,,

“ gomapta, namaku Kim Jongin. Panggil saja Kai” tmenatap datar sambil menyodorkan tangannya pada Rae Ae yang hanya tersenyum
“ aku sudah tau, nappeun namja di sekolah ini siapa yg tidak tahu. Pasti kau tawuran atau berkelahi dengan temanmu sampai tanganmu berdarah dan kau akan pergi meloloskan diri. Seperti itukah seorang pelajar?” Rae Ae pergi meninggalkannya yang terdiam di belakang sekolah tanpa membalas jabatan tangannya, bukan untuk balas dendam masalah tadi pagi, tapi,,,,, entahlah spertinya tak tertarik…

“ Yyyyyaaaaa….. Kau Park Rae Ae Urusan kita belum berakhir” gumaman lirih kai sambil tertawa sinis.

================

“ Chagiya, bagaimana sekolahmu?” Tanya yeoja cantik separuh baya pada anaknya yang masih enggan menampakkan dirinya dari balik selimut baby bluenya..

“eummm,,, biasa aja!” jawabnya yang semakin menenggelamkan tubuh mungilnya ke dalam selimut tebal itu

“ sepertinya anak omma lelah sekali, apa tidak mau makan dulu, eum? Tanya nya yang mencemaskan anaknya karena mengurung diri sejak pulang sekolah.

“ aku tidak lapar!”

“ Heiiii… Mooo…. Apa kau bertemu pangeran tampan disekolah?” Tanya Baekhyun yg tiba-tiba masuk.. “ Pasti kau tidak diterima baik disana? terang saja, sapa yg mau berteman dengan Moo jelek spertimu? Wkwkkwkkwkkwk”

“ Omma,, salah apa kau melahirkan anak seperti ini” berteriak sambil melempar bantal pada Baekhyun yg masih asyik bergoyang sambil tertawa gaje mengejeknya..

“ enggak kena.. enggak kenaaaaaaaaaaa!!! Wwwwweeeeek” menjulurkan lidahnya mengejek kakaknya..” aku hanya bilang, di depan ada Chanyeol hyung katanya dia ingin bertemu denganmu”

“ benarkah?” Rae semangat turun untuk menemui Chanyeol. Namun lagi Baekhyun menghalangi pintu. “ tidak ingat? Satu informasi 1 coklat”

“ aiiishhhh… Anak nakal, ini kau beli sendiri nanti” yeah… terpaksa memang,, krana bukan hnya sekali duakali dalam shari bahkan brkali kali dia harus mmberi Baekhyun Coklat. kalau bukan demi Chanyeol, dia teman Rae ae sekaligus tetangganya disini. Dia juga teman 1 sekolahnya sekarang dia sangat baik. Rae Ae melengkahkan kakinya, tapi…

“ Moo… apa kau pacaran dengan Chanyeol hyung?” Tanya Baekhyun polos yang lagi-lagi menghalanginya..

“ Aissh…. 1 informasi 1 ungkus coklat” jawab Rae Ae galak.

“ neee…. Arasseo …” jawab Baekhyun malas, mana mungkin dia rela coklatnya kembali.. Ommanya hanya menggeleng melihat tingkah kedua anaknya..

 

“ Annyeong Rae Ae,,” sapa Chanyeol dengan menunjukkan happy virusnya “ bagaimana sekolahmu tadi?, mian aku sibuk sekali jadi tidak bisa menemanimu tadi, apa kau kesulitan?”

“  annyeoooong Chanyeol.. hhuuuuffffth….  Sedikit Menyebalkan! Aku telat ditambah lagi dengan… ck,, lupakan” jawab Rae Ae lelah sambil mempoutkan bibirnya.

“ haaahhaaaaaa sudah besok jangan sampai telat lagi, besok kita berangkat bersama otthe? o ya kenalkan…..” suaranya terputus, begitu juga nafas Rae Ae yg hampir terputus karena melihat namja yang tiba-tiba muncul dari belakang Chanyeol…

 

DDDDEEEEGHHHH……………

 

TBC…

 

Aigoooo sebenernya sapa to namja yg d bawa Chanyeol?

Hayoo maunyaa siapa?

 

Mianhe semuanya,,, Gaje bgt ye… kalau mau lanjutannya lagi saya teruskan kalau gak yaaaaaaaaaaaa terusin ja ndiri…heehee

Gomawo sudah mau baca.
komen readersdeul sangat membantu untuk part – part selnjutnya 😀

 

Iklan

18 pemikiran pada “Play Your Love (Chapter 1)

  1. Kai jadi bad boy? Cocok bgt sama mukanya kkkk. Aku selalu suka kalo ttg anak sekolahan gt. Nugu??? Itu yg dibawa chanyeol syp? Abang kai? overall daebak thor ff nya, ditunggu part selanjutnya;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s