A Long Summer With 6+1 (Chapter 4)

Judul: A Long Summer with 6+1 (Part 4)

Author: abcdefg (@afnfsy)

Genre: Friendship, romance

Length: Multi-chapter

Main cast: EXO-K members, Choi Haerin, Kim Jihwa, the rests are in story.

97558360

This FF also published in my blog: http://kyungj.wordpress.com/

=============================================

Keadaan di dalam apartemen pada malam hari itu cukup ramai, ditambah datangnya dua perempuan remaja kesana, malah makin membuat panas keadaan. Yang biasanya lebih memilih untuk tidur seharian penuh karena jadwal tur yang sangat padat, sekarang ini mereka rela untuk tetap terjaga agar dapat mengenali kedua tamu mereka ini.

Pada seuatu malam, disaat semua anggota EXO-K sedang bersantai di tempatnya masing-masing, disaat para gadis-gadis itu sedang sibuk dengan dunianya sendiri, sang leader Suho datang dari pintu depan sambil memegang sebuah amplop putih yang digoyang-goyangkannya di udara.

“Kita dapat surat!” serunya sambil melompat kecil.

Chanyeol yang sedang fokus dengan permainannya bersama Baekhyun hanya mendecak, “Surat penggemar lagi, kah?” tanyanya tak berminat karena sudah terlalu banyaknya surat-surat dari penggemar yang diterima oleh mereka setiap hari. Sampai-sampai rasanya Chanyeol ingin segera merubah alamat mereka. Tiba-tiba Chanyeol berseru keras saat Baekhyun berhasil membuat goal.

Baekhyun terkekeh senang, “Ya! Sepuluh ribu won!” Chanyeol kembali mendecak karena ia kembali kalah dan ia harus membayar taruhan pada Baekhyun.

“Surat dari siapa, hyung?” tanya Kai penasaran lalu berjalan mendekati Suho. Kai mengambil surat yang diserahkan oleh Suho lalu membaca nama pengirimnya, “Lee… Chaejin?” tanyanya dengan ekspresi bertanya-tanya.

“Itu ibuku…,” kata Haerin yang langsung berdiri dari sofa tanpa menaruh buku yang ia baca terlebih dahulu. Ia berlari kecil kearah Kai dan Suho yang masih berdiri dan memandang Haerin dengan mata berbinar. “Boleh kulihat?” pinta Haerin pelan.

Kedua lelaki itu langsung mengangguk saat melihat sorot mata Haerin yang benar-benar polos, langsung saja mereka memberikan surat itu kepadanya. Haerin langsung menerimanya dengan perlahan, lalu membaca sebuah nama di bagian kanan atas amplop. Tanpa banyak berbicara gadis itu mengembalikan surat yang ia pegang itu kembali ke Suho.

Suho menerima surat itu dengan sorot bingung, “Hmm, lebih baik kita buka saja,” ujarnya sambil memandang kearah Kai. Member yang lain mulai menajamkan telinga mereka walaupun sebagian dari mereka masih ada yang memfokuskan matanya kearah lain. Kai membantu Suho untuk membuka surat itu, membiarkan Suho membaca surat itu supaya bisa didengar oleh member yang lain, termasuk Jihwa.

Annyeong haseyo, EXO-K membeodeul. Joneun Lee Chaejin ibnida, Choi Haerin-I eommaeyo—Halo, apa kabar, para member EXO-K. Nama saya Lee Chaejin, ibu dari Choi Haerin. Sebelumnya, terima kasih karena kalian sudah berbaik hati meluangkan waktu untuk menemani Haerin selama tiga bulan disana, aku tahu kalian pasti sangat sibuk sekali, maka dari itu aku berterima kasih. Aku ingin memberi tahu kalian beberapa hal, ini tentang Haerin. Mungkin kalian berpikir saat pertama kali bertemu dengannya, ia adalah anak yang sangat pemalu. Memang, ia benar-benar pemalu. Ia selalu ragu-ragu jika bertemu dengan orang baru. Akan tetapi dia benar-benar anak yang baik.

Haerin suka sekali membaca buku, ia berpikir bahwa buku adalah satu-satunya teman yang ia milikki. Ia jarang—atau bahkan hampir tidak mempunyai teman di sekolahnya. Ia sangat suka menulis juga, aku mengizinkan kalian untuk membuka sebuah buku catatan yang selalu ia bawa kemana-mana, disitu kalian akan menemukan berbagai tulisan yang ia buat. Ia punya bakat.

Oh, ya. Karena ia termasuk orang yang penakut dan sangat lugu, aku harap kalian tidak pernah meninggalkannya seorang diri, karena bisa saja ia akan berdiam duduk seperti orang phobia dengan wajah yang sangat pucat. Ia tidak suka jika ada orang yang berbuat seenaknya pada dirinya, tetapi yang ia lakukan hanyalah mengalah. Ia sering sekali mengalah, bahkan terkadang itu membuat rugi dirinya sendiri. Ia memang tidak mau terlibat konflik, maka daripada urusan menjadi panjang, ia pun mengalah.

Kuharap, kalian bisa membuka hati Haerin. Bahkan kepada ibunya saja, ia masih sering bersikap tertutup. Ia tidak terlalu suka saat ia harus mengumbar-umbar masalahnya atau keluhannya kepada orang lain. Bagaimanapun, ia anak yang pintar dan rajin, dia juga pintar memasak. Ia suka sekali dengan susu hangat, film kartun, novel, yah—ia cukup baik dalam berbagai hal.

Terima kasih karena sudah menerima Haerin untuk tinggal sementara dengan kalian, sepertinya ia punya masalah, tapi kalian mau, ‘kan, bekerja sama denganku? Kumohon agar Haerin menjadi anak yang lebih terbuka, ajari ia hal-hal yang baik, beritahu ia tentang dunia luar.

Tertanda,

Lee Chaejin.”

Haerin menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan semburat merah yang ada di kedua pipinya, wajahnya terasa panas. Dalam hati ia merutukki ibunya karena sudah mengirim surat seperti itu, sekarang ia benar-benar malu. Terlebih lagi saat Suho membacakan surat itu seperti sedang membaca surat negara. Pasti sekarang orang-orang dirumah ini akan menganggapnya semakin aneh, apalagi Jihwa.

Perlahan tapi pasti, Haerin mengambil langkah lebar-lebar menuju kamar mandi. Ia berpikir mungkin akan mengurung dirinya disitu selama-lamanya.

===================

Semua member EXO-K, terkecuali Jihwa—karena ia memang bukan member EXO-K dan ia memang tidak berniat dengan apapun yang berurusan dengan Haerin—yang lebih memilih untuk masuk ke kamarnya, berkumpul di ruang tengah. Membuat lingkaran dengan meja kecil di tengah mereka. Sementara Haerin masih berada di dalam kamar mandi. Member yang lain pun tidak tega untuk menanyakannya agar ia segera keluar dari situ sebelum ia dapat mati kedinginan, tetapi mereka mengerti betul perasaan anak itu.

Suho yang sedari tadi masih membaca ulang surat yang dikirim oleh ibu Haerin malah semakin bingung, ia tahu ini bukanlah hal yang mudah untuk membuka hati seorang Haerin. Ia tahu sendiri bahwa untuk mengajaknya masuk kedalam rumah ini saja ia perlu didorong. Member yang lain terlihat seperti sedang berpikir keras, walaupun sebenarnya Suho tahu siapa yang benar-benar sedang berpikir dan mana yang sedang sok berpikir.

“Yap.” Suho menepuk kedua tangannya sekali, membuat yang lainnya sedikit terlonjak. Baekhyun yang bahkan hampir menutup matanya karena ngantuk langsung mengucek-ngucek kedua matanya.

“Kita semua sudah tahu bagaimana sifat asli seorang Haerin dan Jihwa—hmm, sebenarnya aku sudah bisa menerka bagaimana sifat Jihwa dari penampilan dan mimik wajahnya. Tapi kali ini, yang paling membutuhkan banyak bantuan adalah Haerin. Yang harus kita lakukan terhadap Jihwa adalah membuatnya agar bersikap sedikit lebih sopan dan lembut terhadap Haerin. Kalian tahu, kan, Haerin hampir tidak mau berpapasan dengannya.”

Chanyeol berdecak, “Kurasa gadis itu sakit jiwa,” Baekhyun yang duduk disampingnya tak segan-segan menepuk puncak kepala Chanyeol.

Suho menurunkan kedua pundaknya, “Kita tak boleh main hakim sendiri, Chanyeol-ah. Dia bersikap seperti itu, pasti ada alasannya,” katanya dengan suara bijaknya seperti biasa.  Sehun hanya menarik sedikit bibirnya.

“Tidak semua hal punya alasan, hyung,” ujar Sehun seraya memainkan sebuah pensil dan secarik kertas di atas pangkuannya. Kai hanya tertawa kecil sambil menyikut lengan kiri Sehun yang menyebabkan gambar Sehun sedikit tercoret karenanya. Sehun segera melemparkan tatapan dinginnya kepada Kai, membuat Kai langsung terdiam sesaat.

D.O masih serius dengan pikirannya, ia benar-benar serius kali ini. Pintar memasak? Berarti ia bisa sedikit merigankankan bebanku memberi makan untuk monster-monster yang selalu kelaparan setiap saat di rumah ini, pikirnya. Lalu segera ia putuskan bahwa keesokan harinya ia akan mengajak Haerin untuk masak bersama, siapa tahu saja ada beberapa resep makanan rumahan yang belum ia tahu.

“Besok…,” D.O mulai berbicara dengan suaranya yang sedikit serak, “mungkin aku akan mencoba untuk mengajak ia untuk masak bersama. Bagaimana?” tanyaya, suaranya kembali normal setelah ia berdeham.

Yang lainnya malah menatap D.O dengan aneh. Sehun menatap lurus kearah D.O, tatapannya tidak pernah berubah, selalu datar dan dingin. Sementara Kai menatap D.O seperti hendak bertelepati apa-kau-serius-hyung? Suho memandang D.O sambil ikut berpikir, menurutnya itu bukan ide yang buruk. Lain dengan Baekhyun dan Chanyeol yang sekarang malah bermain gunting-kertas-batu.

Suho akhirnya mengangguk perlahan, “Boleh juga. Dengan begitu, kau bisa lebih mengenal dirinya luar dalam,”

Baekhyun tiba-tiba membelalakkan kedua matanya, “’Dalam’ yang mana, hyung?” tanyanya sambil tertawa mesum, detik berikutnya Chanyeol tertawa heboh.

“Aish…” Suho menjitak kepala Baekhyun tidak terlalu keras, “Bukan ‘dalam’ yang itu maksudku,”

=============to be continued==================

12 pemikiran pada “A Long Summer With 6+1 (Chapter 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s